BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

MRWM - Al 'Adnaniyyuun - Episode 27

AL-'ADNANIYYUN
Abdul Hamid Judah As-Sahhar

Langkah Sunyi Sang Utusan: Menembus Kelam Malam dan Tipu Daya Manusia

Saat kepungan tentara Romawi dan fitnah menutup ruang gerak, Isa Al-Masih tetap berdiri tegak dengan cahaya tauhid, menuntun pengikutnya melewati ujian keimanan di tengah pekatnya malam pengkhianatan.

غَابَتِ الشَّمْسُ وَرَاءَ جَبَلِ الزَّيْتُونِ وَخَرَجَ عِيسَى وَحَوَارِيُّوهُ إِلَى الْمَدِينَةِ الْمُقَدَّسَةِ ، كَانَتْ شَوَارِعُهَا غَاصَّةً بِجُنُودِ الرُّومَانِ وَوُفُودِ الْحُجَّاجِ مِنْ مِصْرَ وَسُورِيَّةَ وَفِلَسْطِينَ فَرَاحَ عِيسَى يَخْتَرِقُ جُمُوعَهُمْ دُونَ أَنْ يَعْرِفَهُ أَحَدٌ ، كَانُوا يَهْرَعُونَ إِلَيْهِ إِذَا قَامَ فِي الْهَيْكَلِ يَدْعُوهُمْ إِلَى اللَّهِ أَمَّا إِذَا سَارَ بَيْنَهُمْ فَمَا كَانُوا يُمَيِّزُونَهُ مِنْ آلَافِ الْجَلِيلِيِّينَ الرَّائِحِينَ فِي الْمَدِينَةِ .
Matahari terbenam di balik bukit Zaitun dan Isa bersama para hawariyyunya keluar menuju kota suci, jalan-jalannya penuh sesak dengan tentara Romawi dan rombongan peziarah dari Mesir, Suriah, dan Palestina. Isa pun menembus kerumunan mereka tanpa ada seorang pun yang mengenalinya. Mereka bergegas kepadanya jika ia berdiri di haikal (tempat ibadah) menyeru mereka kepada Allah, namun jika ia berjalan di antara mereka, mereka tidak dapat membedakannya dari ribuan orang Galilea yang berlalu-lalang di kota itu.
وَدَلَفُوا إِلَى مَكَانِ الِاجْتِمَاعِ فَإِذَا مَوَائِدُ الْفِصْحِ مُدَّتْ ، وَإِذَا الْأَرَائِكُ صُفَّتْ ، فَذَهَبُوا يَتَّكِئُونَ فَحَاوَلَ كُلُّ مَنْ حَوَارِيِّهِ أَنْ يَجْلِسَ إِلَى جِوَارِ الْمَسِيحِ ، وَارْتَفَعَتْ بَيْنَهُمُ الْمُشَاوَرَاتُ كُلُّ مِنْهُمْ يُحَاوِلُ أَنْ يُثْبِتَ أَنَّهُ أَعْظَمُ مِنْ زَمِيلِهِ ، فَزَادَ ذَلِكَ الشِّقَاقُ فِي حُزْنِهِ فَحَوَارِيُّوهُ لَمْ يَفْهَمُوهُ وَلَمْ تُؤَثِّرْ فِيهِمْ تَعَالِيمُهُ .
Mereka masuk ke tempat pertemuan, maka di sana meja-meja Paskah telah terbentang, dan dipan-dipan telah tersusun. Mereka pun pergi bersandar, dan setiap pengikutnya mencoba untuk duduk di samping Al-Masih. Perdebatan pun meningkat di antara mereka, masing-masing mencoba membuktikan bahwa dia lebih hebat dari rekannya, dan hal itu menambah kesedihannya, karena para pengikutnya tidak memahaminya dan ajaran-ajarannya tidak membekas pada mereka.
جَاءَتْهُ يَوْمًا سَالُومَى أُمُّ يَعْقُوبَ وَيُوحَنَّا تَلْتَمِسُ مِنْهُ أَنْ يَسْمَحَ لِابْنَيْهَا أَنْ يَجْلِسَا مَعَهُ فِي مَلَكُوتِهِ ، أَحَدِهِمَا عَنْ يَمِينِهِ وَالْآخَرِ عَنْ يَسَارِهِ ، كَانَتْ تَحْسَبُ أَنْ مَلَكُوتَهُ عَالَمٌ كَائِنٌ فَوْقَ السَّحَابِ فَأَرَادَتْ لِابْنَيْهَا السُّلْطَانَ . وَمَا جَاءَتْ مِنْ تِلْقَاءِ نَفْسِهَا بَلْ دَفَعَهَا إِلَى ذَلِكَ أَحَبُّ حَوَارِيِّهِ إِلَيْهِ . وَهَا هُمْ أُولَاءِ فِي سَاعَاتِهِ الْأَخِيرَةِ يَتَنَافَسُونَ كَأَنَّمَا يَتَنَازَعُونَ مِيرَاثَ مَلِكٍ أَوْ سُلْطَانٍ .
Suatu hari Salome, ibu Yakobus dan Yohanes, datang kepadanya memohon agar ia mengizinkan kedua putranya duduk bersamanya di kerajaannya, yang satu di sebelah kanannya dan yang lain di sebelah kirinya. Ia mengira bahwa kerajaannya adalah dunia yang ada di atas awan, maka ia menginginkan kekuasaan untuk kedua putranya. Ia tidak datang atas kehendak dirinya sendiri, melainkan pengikutnya yang paling ia cintai yang mendorongnya melakukan hal itu. Dan lihatlah mereka di jam-jam terakhirnya bersaing seolah-olah mereka sedang memperebutkan warisan raja atau penguasa.
وَرَاحَ عِيسَى يُوصِيهِمْ :
Isa mulai menasihati mereka:
— الْحَقَّ الْحَقَّ أَقُولُ لَكُمْ : إِنَّهُ لَيْسَ عَبْدٌ أَعْظَمَ مِنْ سَيِّدِهِ وَلَا رَسُولٌ أَعْظَمَ مِنْ مُرْسِلِهِ .
— Sesungguhnya, sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Tidak ada hamba yang lebih besar dari tuannya, dan tidak ada utusan yang lebih besar dari yang mengutusnya.
الْحَقَّ الْحَقَّ أَقُولُ لَكُمْ : الَّذِي يَقْبَلُ مَنْ أَرْسَلَنِي يَقْبَلُنِي ، وَالَّذِي يَقْبَلُنِي يَقْبَلُ الَّذِي أَرْسَلَنِي .
Sesungguhnya, sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menerima orang yang Aku utus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.
وَصَمَتَ عِيسَى قَلِيلًا ثُمَّ قَالَ :
Isa terdiam sejenak lalu berkata:
— أَنْتُمُ الَّذِينَ ثَبَتُّمْ مَعِي فِي تَجَارِبِي سَتَكُونُونَ مَعِي فِي مَلَكُوتِ اللَّهِ ، تَأْكُلُونَ وَتَشْرَبُونَ عَلَى مَائِدَتِي وَتَجْلِسُونَ عَلَى كُرْسِيِّ تَدِينُونَ أَسْبَاطَ إِسْرَائِيلَ الِاثْنَيْ عَشَرَ .
— Kamu adalah orang-orang yang tetap setia bersamaku dalam cobaan-cobaanku, kamu akan bersama-sama dengan Aku di dalam kerajaan Allah, makan dan minum di meja-Ku, dan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
اطْمَأَنَّ يَهُوذَا إِلَى أَفْكَارِهِ الَّتِي احْتَلَّتْ رَأْسَهُ فَهَا هُوَ ذَا الْمَسِيحُ يَضْمَنُ لَهُ الْجَنَّةَ وَيَعِدُهُ بِكُرْسِيِّ يَدِينُ سِبْطًا مِنْ أَسْبَاطِ بَنِي إِسْرَائِيلَ ، فَلَوْ كَانَتْ تِلْكَ الْأَفْكَارُ فَاجِرَةً شِرِّيرَةً لَحَرَمَهُ مِنْ مَلَكُوتِ اللَّهِ ، فَقَوَّى ذَلِكَ الْقَوْلُ عَزْمَهُ فَاسْتَأْذَنَ مِنَ الْمَسِيحِ فِي أَنْ يَذْهَبَ لِقَضَاءِ حَاجَتِهِ ، فَقَالَ لَهُ عِيسَى :
Yudas merasa tenang dengan pikiran-pikirannya yang menguasai kepalanya, karena inilah Al-Masih menjamin surga baginya dan menjanjikannya takhta untuk menghakimi satu dari suku-suku Bani Israel. Seandainya pikiran-pikiran itu keji dan jahat, niscaya Ia akan mengharamkannya dari kerajaan Allah. Ucapan itu menguatkan tekadnya, maka ia meminta izin kepada Al-Masih untuk pergi memenuhi kebutuhannya, maka Isa berkata kepadanya:
— مَا أَنْتَ فَاعِلَهُ افْعَلْهُ سَرِيعًا .
— Apa yang hendak kau lakukan, lakukanlah dengan segera.
فَخَرَجَ يَهُوذَا وَانْطَلَقَ إِلَى الْهَيْكَلِ لِيُخْبِرَ أَعْدَاءَ الْمَسِيحِ عَنْ مَكَانِهِ لِيُخْرِجَهُ مِنْ عُزْلَتِهِ ، لِيَنْفُثَ فِيهِ رُوحَ الْمُقَاوَمَةِ وَالْجَلَادِ ، لِيُجَدِّدَ شَبَابَ الدَّعْوَةِ . انْطَلَقَ وَهُوَ يَحِسُّ فِي أَعْمَاقِهِ أَنَّ الْمَسِيحَ يُبَارِكُ خُطُوَاتِهِ .
Yudas keluar dan berangkat ke haikal untuk memberitahu musuh-musuh Al-Masih tentang tempatnya agar mengeluarkannya dari pengasingannya, untuk menghembuskan ke dalamnya semangat perlawanan dan ketabahan, untuk memperbaharui masa muda dakwah. Ia berangkat seraya merasakan di dalam lubuk hatinya bahwa Al-Masih memberkati langkah-langkahnya.
وَرَاحَ الْمَسِيحُ يُحَاوِرُ تَلَامِيذَهُ قَالَ :
Al-Masih mulai berdialog dengan murid-muridnya, ia berkata:
— لَا تَضْطَرِبْ قُلُوبُكُمْ، أَنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ فَآمِنُوا بِهِ، فِي بَيْتِ اللَّهِ مَنَازِلُ كَثِيرَةٌ، قُلْتُ لَكُمْ إِنِّي ذَاهِبٌ لِأُعِدَّ لَكُمْ مَكَانًا فَإِذَا مَضَيْتُ وَأَعْدَدْتُ لَكُمْ مَكَانًا آتِي وَآخُذُكُمْ إِلَيَّ، فَحَيْثُ أَكُونُ تَكُونُونَ وَحَيْثُ أَذْهَبُ تَعْلَمُونَ الطَّرِيقَ .
— Janganlah gelisah hatimu, kamu percaya kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Allah ada banyak tempat tinggal. Aku berkata kepadamu bahwa Aku pergi untuk menyediakan tempat bagimu. Jika Aku pergi dan menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang dan membawa kamu kepada-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada, dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan itu.
فَقَالَ لَهُ تُومَا :
Toma berkata kepadanya:
— يَا سَيِّدُ لَا نَعْلَمُ أَيْنَ تَذْهَبُ ، فَكَيْفَ نَعْرِفُ الطَّرِيقَ ؟
— Ya Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi, bagaimana kami tahu jalan itu?
— أَنَا هُوَ الطَّرِيقُ وَالْحَقُّ وَالْحَيَاةُ لَا يَأْتِي أَحَدٌ إِلَى اللَّهِ إِلَّا بِي ، لَوْ كُنْتُمْ عَرَفْتُمُونِي لَعَرَفْتُمُ اللَّهَ أَيْضًا .
— Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Allah, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Allah.
قَالَ لَهُ فِيلِيبُسُ :
Filipus berkata kepadanya:
— يَا سَيِّدُ أَرِنَا اللَّهَ وَكَفَانَا .
— Ya Tuhan, tunjukkanlah Allah kepada kami dan itu cukuplah bagi kami.
الَّذِي رَآنِي فَقَدْ رَأَى اللَّهَ ، وَالْكَلَامُ الَّذِي أُكَلِّمُكُمْ بِهِ لَسْتُ أَتَكَلَّمُ بِهِ مِنْ نَفْسِي وَلَكِنْ يُوحِيهِ اللَّهُ إِلَيَّ .
Barangsiapa melihat Aku, ia telah melihat Allah, dan perkataan yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, akan tetapi Allah mewahyukannya kepadaku.
إِنِّي أَذْهَبُ إِلَى اللَّهِ ، فَإِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَنِي فَاحْفَظُوا وَصَايَايَ وَأَنَا أَطْلُبُ مِنَ اللَّهِ فَيُعْطِيكُمْ (1) آخَرَ يَمْكُثُ مَعَكُمْ إِلَى الْأَبَدِ ، رُوحَ الْحَقِّ الَّذِي لَا يَسْتَطِيعُ الْعَالَمُ أَنْ يَقْبَلَهُ لِأَنَّهُ لَا يَرَاهُ وَلَا يَعْرِفُهُ ، وَأَمَّا أَنْتُمْ فَتَعْرِفُونَهُ لِأَنَّهُ مَاكِثٌ مَعَكُمْ وَيَكُونُ فِيكُمْ .
Aku pergi kepada Allah, jika kamu mencintai-Ku, jagalah perintah-perintah-Ku, dan Aku akan memohon kepada Allah agar Dia memberikan kepadamu (1) yang lain yang akan menyertai kamu untuk selama-lamanya, roh kebenaran yang dunia tidak dapat menerimanya karena dunia tidak melihatnya dan tidak mengenalnya. Adapun kamu, kamu mengenalnya karena ia tinggal bersamamu dan akan ada di dalam kamu.
الَّذِي لَا يُحِبُّنِي لَا يَحْفَظُ كَلَامِي ، وَالْكَلَامُ الَّذِي تَسْمَعُونَهُ لَيْسَ لِي بَلْ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَنِي ، بِهَذَا كَلَّمْتُكُمْ وَأَنَا مَعَكُمْ ، وَأَمَّا ( الْفَرَاقِلِيطُ ) الرُّوحُ الْقُدُسُ الَّذِي سَيُرْسِلُهُ فَهُوَ يُعَلِّمُكُمْ كُلَّ شَيْءٍ وَيُذَكِّرُكُمْ بِكُلِّ مَا قُلْتُ لَكُمْ .
Barangsiapa tidak mencintai-Ku, ia tidak menjaga perkataan-Ku, dan perkataan yang kamu dengar bukanlah milik-Ku, melainkan milik Allah yang mengutus Aku. Demikianlah Aku berbicara kepadamu saat Aku bersama kamu. Adapun (Paraklit) Roh Kudus yang akan Dia (Allah) utus, maka ia akan mengajarkan segalanya kepadamu dan mengingatkan kamu akan semua yang telah Aku katakan kepadamu.
قُلْتُ لَكُمْ أَنَا ذَاهِبٌ ثُمَّ أَعُودُ إِلَيْكُمْ ، فَلَوْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَنِي كُنْتُمْ تَفْرَحُونَ لِأَنِّي ذَاهِبٌ إِلَى اللَّهِ ، وَاللَّهُ أَعْظَمُ مِنِّي .
Aku telah berkata kepadamu bahwa Aku pergi kemudian Aku kembali kepadamu. Jika kamu mencintai-Ku, kamu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Allah, dan Allah lebih besar dari Aku.
فَقَالَ لَهُ سِمْعَانُ بُطْرُسَ :
Simon Petrus berkata kepadanya:
— يَا مُعَلِّمُ إِنِّي مُسْتَعِدٌ أَنْ أَمْضِيَ مَعَكَ إِلَى الْمَوْتِ .
— Ya Guru, aku bersedia untuk pergi bersamamu sampai mati.
فَنَظَرَ عِيسَى إِلَيْهِ فِي إِشْفَاقٍ وَقَالَ لَهُ :
Isa memandangnya dengan belas kasih dan berkata kepadanya:
— أَقُولُ لَكَ يَا بُطْرُسُ لَا يَصِيحُ الدِّيكُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ تُنْكِرَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ أَنَّكَ تَعْرِفُنِي .
— Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok sebelum engkau menyangkal tiga kali bahwa engkau mengenal Aku.
وَحَدَثَ هَرْجٌ فِي الْمَكَانِ ، حَتَّى فِي لَحَظَاتِهِ الْأَخِيرَةِ يَخْتَلِفُونَ فَقَالَ لَهُمْ :
Terjadi kegaduhan di tempat itu, bahkan di saat-saat terakhir mereka masih berselisih, maka ia berkata kepada mereka:
— قُومُوا نَنْطَلِقْ مِنْ هَهُنَا .
— Bangunlah, mari kita pergi dari sini.
(1) Faraqlit: Lafadz Yunani yang diterjemahkan oleh Lembaga Alkitab Amerika (sebagai Sang Penghibur) dan diterjemahkan oleh Kitab Muslim (sebagai Ahmad). Lihat catatan kaki.
وَخَرَجُوا إِلَى الْمَدِينَةِ الَّتِي كَانَتْ تَحْتَفِلُ بِالْعِيدِ ، وَرَاحَ الْمَسِيحُ يَنْظُرُ إِلَى الْجُمُوعِ فَتَمَثَّلَ فِي لَحْظَةٍ كُلَّ دَعْوَتِهِ ، وَإِذْ قَالَ عِيسَى بْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ ، مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ ، فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ .
Mereka keluar menuju kota yang sedang merayakan hari raya, Al-Masih mulai memandang kerumunan dan dalam sekejap ia membayangkan seluruh dakwahnya, di mana Isa putra Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata."
لَمْ يَشْهَدْ قَوْمُهُ لَهُ وَلَمْ يَعْتَرِفُوا بِدَعْوَتِهِ ، فَالْتَفَتَ عِيسَى إِلَى حَوَارِيِّهِ وَقَالَ :
Kaumnya tidak bersaksi untuknya dan tidak mengakui dakwahnya, maka Isa menoleh kepada pengikutnya dan berkata:
— وَمَتَى جَاءَ ( الْفَرَاقِلِيطُ ) الَّذِي سَيُرْسِلُهُ اللَّهُ رُوحُ الْحَقِّ الَّذِي مِنْ عِنْدِ اللَّهِ يَنْبَثِقُ ، فَهُوَ يَشْهَدُ لِي وَتَشْهَدُونَ أَنْتُمْ أَيْضًا لِأَنَّكُمْ مَعِي مِنَ الِابْتِدَاءِ .
— Dan apabila (Paraklit) itu datang, yang akan diutus Allah, Roh Kebenaran yang keluar dari sisi Allah, maka ia akan bersaksi untuk-Ku, dan kamu pun akan bersaksi karena kamu menyertai Aku sejak dari awal.
وَبَلَغُوا جَبَلَ الزَّيْتُونِ فَقَالَ عِيسَى :
Mereka sampai di bukit Zaitun, maka Isa berkata:
— هُوَ ذَا تَأْتِي سَاعَةٌ وَقَدْ أَتَتْ ، الْآنَ تَتَفَرَّقُونَ فِيهَا كُلُّ وَاحِدٍ إِلَى خَاصَّتِهِ وَتَتْرُكُونَنِي وَحْدِي وَأَنَا لَسْتُ وَحْدِي لِأَنَّ اللَّهَ مَعِي ، قَدْ كَلَّمْتُكُمْ بِهَذَا لِيَكُونَ لَكُمْ سَلَامٌ ، سَيَكُونُ لَكُمْ ضِيقٌ فِي الْعَالَمِ وَلَكِنْ ثِقُوا أَنَا قَدْ غَلَبْتُ الْعَالَمَ .
— Lihatlah, saatnya akan datang dan sudah tiba, sekarang kamu akan tercerai-berai masing-masing ke tempatmu sendiri dan meninggalkan Aku seorang diri, namun Aku tidak seorang diri karena Allah menyertai Aku. Aku mengatakan hal ini kepadamu supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu akan menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.
وَرَفَعَ عِيسَى عَيْنَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ وَقَالَ :
Isa mengangkat matanya ke langit dan berkata:
— يَا رَبِّ قَدْ أَتَتِ السَّاعَةُ ، كُتِبَتْ عَلَيَّ أَنْ أَشْرَبَ هَذِهِ الْكَأْسَ فَلْتَكُنْ مَشِيئَتُكَ .
— Ya Tuhan, saatnya telah tiba, telah tertulis atasku untuk meminum cawan ini, maka jadilah kehendak-Mu.
يَا رَبِّ هَذِهِ هِيَ الْحَيَاةُ الْأَبَدِيَّةُ : أَنْ يَعْرِفُوكَ أَنْتَ الْإِلَهَ الْحَقِيقِيَّ وَحْدَكَ وَعِيسَى الْمَسِيحَ الَّذِي أَرْسَلْتَهُ .
Ya Tuhan, inilah hidup yang kekal: bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan Isa Al-Masih yang telah Engkau utus.
الْآنَ عَلِمُوا أَنَّ كُلَّ مَا أَعْطَيْتَنِي هُوَ مِنْ عِنْدِكَ . لِأَنَّ الْكَلَامَ الَّذِي أَعْطَيْتَنِي قَدْ أَعْطَيْتُهُمْ ، وَهُمْ قَبِلُوا وَعَلِمُوا يَقِينًا أَنِّي خَرَجْتُ مِنْ عِنْدِكَ وَآمَنُوا أَنَّكَ أَنْتَ الَّذِي أَرْسَلْتَنِي . يَا رَبِّ لَمْ يَعْرِفْكَ الْعَالَمُ أَمَّا أَنَا فَقَدْ عَرَفْتُكَ وَهَؤُلَاءِ عَرَفُوا أَنَّكَ أَرْسَلْتَنِي .
Sekarang mereka tahu bahwa segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku adalah dari Engkau. Karena perkataan yang Engkau berikan kepadaku telah Aku berikan kepada mereka, dan mereka telah menerimanya dan mengetahui dengan yakin bahwa Aku keluar dari Engkau, dan mereka percaya bahwa Engkaulah yang mengutus Aku. Ya Tuhan, dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka (para murid) telah tahu bahwa Engkau yang mengutus Aku.
وَلَفَّ الْحُزْنُ جَبَلَ الزَّيْتُونِ فَقَامَ عِيسَى وَسَارَ نَحْوَ وَادِي قَدْرُونَ وَسَارَ تَلَامِيذُهُ مَطْرِقِينَ صَامِتِينَ .
Kesedihan menyelimuti bukit Zaitun, Isa pun bangkit dan berjalan menuju lembah Kidron, dan murid-muridnya berjalan dengan tertunduk diam.
وَدَخَلُوا ضَيْعَةً وَذَهَبَ عِيسَى يُصَلِّي لِرَبِّهِ ، وَسُرْعَانَ مَا نَامَ حَوَارِيُّوهُ فَرَاحَ عِيسَى يَبْتَهِلُ إِلَى اللَّهِ فِي صَلَاتِهِ :
Mereka memasuki sebuah desa dan Isa pergi berdoa kepada Tuhannya, dan tak lama kemudian para pengikutnya tertidur, maka Isa pun mulai bermunajat kepada Allah dalam shalatnya:
— إِلَهِي كُتِبَتْ عَلَى أَنْ أَشْرَبَ هَذِهِ الْكَأْسَ ، فَلْتَكُنْ مَشِيئَتُكَ .
— Ya Tuhanku, telah tertulis atasku untuk meminum cawan ini, maka jadilah kehendak-Mu.
وَاسْتَمَرَّ فِي دُعَائِهِ ، ثُمَّ جَاءَ حَوَارِيِّيهِ فَوَجَدَهُمْ نِيَامًا فَأَيْقَظَهُمْ فَقَالُوا لَهُ :
Ia terus dalam doanya, kemudian ia mendatangi pengikutnya dan mendapati mereka tertidur, maka ia membangunkan mereka, lalu mereka berkata kepadanya:
— وَاللَّهِ مَا نَدْرِي مَا لَنَا ، وَاللَّهِ لَقَدْ كُنَّا نَسْمُرُ فَنَكْثُرُ السَّمَرَ وَمَا نُطِيقُ اللَّيْلَةَ سَمَرًا وَمَا نُرِيدُ دُعَاءً إِلَّا حِيلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُ .
— Demi Allah, kami tidak tahu apa yang terjadi pada kami, demi Allah, kami tadi sedang begadang dan terlalu banyak berbincang, malam ini kami tidak sanggup begadang dan tidak menginginkan doa kecuali ada penghalang antara kami dan doa tersebut.
فَقَالَ فِي أَسًى :
Ia berkata dengan sedih:
— يَذْهَبُ الرَّاعِي وَتَتَفَرَّقُ الْغَنَمُ .
— Gembala pergi dan kawanan domba tercerai-berai.
وَتَرَكَهُمْ وَمَا ابْتَعَدَ لِيَسْتَأْنِفَ صَلَاتَهُ وَدُعَاءَهُ حَتَّى ثَقُلَتْ جُفُونُهُمْ فَنَامُوا . وَظَلَّ فِي خُشُوعِهِ فَأَرْهَفَتْ حَوَاسُّهُ وَمَسَّ أُذُنَيْهِ صَوْتٌ خَافَتٌ أَخَذَ يَتَّضِحُ ، إِنَّهُ وَقْعُ أَقْدَامٍ تَقْتَرِبُ ، فَقَامَ يَنْظُرُ فَإِذَا أَضْوَاءُ مَصَابِيحَ وَمَشَاعِلَ ، غَمَرَ الْمَكَانَ الضَّوْءُ فَهَبَّ الْحَوَارِيُّونَ مِنْ نَوْمِهِمْ مَرْعُوبِينَ . وَتَقَدَّمَ الْجُنُودُ الرُّومَانِيُّونَ يَحْمِلُونَ سُيُوفَهُمْ وَحَوْلَهُمْ خُدَّامٌ مِنْ عِنْدِ رُؤَسَاءِ الْكَهَنَةِ وَالْفَرِّيسِيِّينَ ، فَتَقَدَّمَ الْمَسِيحُ مِنْهُمْ وَقَالَ لَهُمْ :
Ia meninggalkan mereka dan tidak pergi jauh untuk melanjutkan shalat dan doanya sampai kelopak mata mereka terasa berat lalu mereka tertidur. Ia tetap dalam kekhusyukannya, indranya menajam dan telinganya menangkap suara samar yang mulai jelas, itu adalah suara langkah kaki yang mendekat. Ia bangkit melihat, ternyata ada cahaya lampu dan obor, cahaya membanjiri tempat itu, maka para pengikutnya terperanjat bangun dari tidur mereka karena ketakutan. Tentara Romawi maju membawa pedang mereka dan di sekitar mereka ada pelayan dari pihak para imam besar dan orang Farisi, maka Al-Masih maju menemui mereka dan berkata kepada mereka:
— مَنْ تَطْلُبُونَ ؟
— Siapa yang kamu cari?
— عِيسَى النَّاصِرِيَّ .
— Isa orang Nazaret.
وَلَمْ يَكُونُوا يَعْرِفُونَهُ ، أَرْسَلُوا لِيَقْبِضُوا عَلَى رَجُلٍ لَمْ يَرَوْهُ قَبْلَ لَيْلَتِهِمْ فَقَالَ لَهُمْ عِيسَى :
Mereka tidak mengenalnya, mereka diutus untuk menangkap seseorang yang belum pernah mereka lihat sebelum malam mereka itu, maka Isa berkata kepada mereka:
— إِنِّي أَنَا هُوَ .
— Akulah Dia.
فَخَفَقَ قَلْبُ يَهُوذَا فِي جَوْفِهِ ، تَرَى أَيَقْبِضُونَ عَلَيْهِ وَيَنْقَضِي مَلَكُ الْمَسِيحِ وَيَظَلُّ هُوَ فِي شَكِّهِ وَقَلَقِهِ ، أَمْ يَمُرُّ مِنْ بَيْنِهِمْ دُونَ أَنْ يَلْقَوْا عَلَيْهِ الْأَيَادِي وَيَخْرُجُ مِنِ اسْتِسْلَامِهِ وَيَأْسِهِ وَيَسْتَأْنِفُ جِهَادَهُ وَكِفَاحَهُ ، وَفِي ذَلِكَ تَجْدِيدُ شَبَابِ الدَّعْوَةِ الَّتِي لَمْ تَتَفَتَّحْ بَرَاعِمُهَا ؟!
Jantung Yudas berdebar di dalam dadanya, apakah mereka akan menangkapnya dan kerajaan Al-Masih berakhir, dan ia tetap dalam keraguan dan kecemasannya? Atau apakah ia (Isa) akan melewati mereka tanpa mereka menyentuhnya, lalu ia bangkit dari kepasrahan dan keputusasaannya serta melanjutkan jihad dan perjuangannya, dan di dalam hal itu terdapat pembaharuan masa muda dakwah yang tunas-tunasnya belum mekar?!
رَجَعَ الْجُنُودُ إِلَى الْوَرَاءِ وَسَقَطُوا عَلَى الْأَرْضِ ، فَانْشَرَحَ صَدْرُ يَهُوذَا فَهُوَ يَحِسُّ فِي تِلْكَ اللَّحْظَةِ ذَلِكَ الظَّلَامَ الَّذِي تَجَمَّعَ فِي صَدْرِهِ يَنْقَشِعُ ، وَرَاحَ الصَّفَاءُ يَغْسِلُ رُوحَهُ وَيُطَهِّرُهَا .
Tentara mundur dan jatuh ke tanah, dada Yudas menjadi lega, karena ia merasakan pada saat itu kegelapan yang terkumpul di dalam dadanya tersingkap, dan kejernihan mulai membasuh rohnya dan mensucikannya.
وَنَظَرَ عِيسَى إِلَى الْجُنُودِ وَهُمْ يَنْهَضُونَ وَقَالَ لَهُمْ فِي تَحَدٍ :
Isa memandang para tentara yang sedang bangkit dan berkata kepada mereka dengan menantang:
— مَنْ تَطْلُبُونَ ؟
— Siapa yang kamu cari?
— عِيسَى النَّاصِرِيَّ .
— Isa orang Nazaret.
— قُلْتُ لَكُمْ إِنِّي أَنَا هُوَ ، فَإِنْ كُنْتُمْ تَطْلُبُونَنِي فَدَعُوا هَؤُلَاءِ يَذْهَبُونَ .
— Aku telah berkata kepadamu bahwa Akulah Dia. Jika kamu mencari Aku, biarkanlah mereka ini pergi.
وَشَهَرَ بُطْرُسُ سَيْفًا وَضَرَبَ عَبْدَ رَئِيسِ الْكَهَنَةِ فَقَطَعَ أُذُنَهُ ، وَنَظَرَ عِيسَى فَوَجَدَ أَنْصَارَهُ أَهْوَنَ مِنْ أَنْ يَحْمُوهُ فَقَالَ لِبُطْرُسَ :
Petrus menghunus pedang dan memukul hamba imam besar lalu memotong telinganya. Isa melihat dan mendapati pengikutnya terlalu lemah untuk melindunginya, maka ia berkata kepada Petrus:
— اجْعَلْ سَيْفَكَ فِي غِمْدِكَ .
— Masukkan pedangmu ke dalam sarungnya.
فَوَضَعَ بُطْرُسُ سَيْفَهُ فِي قِرَابِهِ ، وَاتَّسَعَتْ عُيُونُ الْحَوَارِيِّينَ رُعْبًا فَقَالَ لَهُمْ عِيسَى :
Petrus menaruh pedangnya ke dalam sarungnya, mata para pengikutnya terbelalak ketakutan, maka Isa berkata kepada mereka:
— اذْهَبُوا .
— Pergilah.
فَانْطَلَقُوا فِرَارًا لَا يَلْوُونَ عَلَى شَيْءٍ وَتَرَكُوا رَسُولَهُمُ الَّذِي أَخْرَجَهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ يُحِيطُ بِهِ جُنُودٌ رُومَانِيُّونَ غِلَاظٌ مُدَجَّجُونَ بِالسِّلَاحِ ، وَبَقِيَ يَهُوذَا يَتَرَقَّبُ خَافِتَ الْقَلْبِ مَرْعُوبًا ، فَلَوْ أَنَّ الرُّومَانِيِّينَ أَلْقَوْا الْقَبْضَ عَلَى عِيسَى لَقُتِلَ يَهُوذَا الشَّكُّ وَالْقَلَقُ .
Mereka pergi melarikan diri tanpa menoleh ke belakang sedikit pun dan meninggalkan utusan mereka yang telah mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya, dikelilingi oleh tentara Romawi yang kejam bersenjata lengkap. Yudas tetap mengawasi dengan hati yang ketakutan dan gemetar, karena seandainya orang-orang Romawi menangkap Isa, maka keraguan dan kegelisahan Yudas akan terbunuh.
وَتَقَدَّمَ عِيسَى خُطْوَاتٍ فَرَجَعَ الْجُنُودُ إِلَى الْخَلْفِ وَسَقَطُوا عَلَى الْأَرْضِ ، وَانْطَلَقَ عِيسَى بَيْنَهُمْ دُونَ أَنْ يَرَوْهُ وَذَهَبَ لِيَخْتَفِيَ وَيَتَحَقَّقَ قَوْلُهُ لِتَلَامِيذِهِ : « بَعْدَ قَلِيلٍ لَا تُبْصِرُونَنِي ثُمَّ بَعْدَ قَلِيلٍ أَيْضًا تَرَوْنَنِي » . وَأَحَسَّ يَهُوذَا نُورًا يَنْسَكِبُ فِي جَوْفِهِ وَهَزَّتْهُ مَوْجَةٌ مِنَ الْفَرَحِ ، فَقَدْ عَادَ إِلَى الْحَوَارِيِّ الَّذِي أَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ بِإِيمَانِهِ بِرَسُولِي وَبِرَسُولِي إِيمَانَهُ الْكَامِلَ ، وَغَسَلَتْ رُوحَهُ وَتَخَلَّصَتْ مِنْ شَوَائِبِ الشَّكِّ كَمَا يَتَخَلَّصُ الثَّوْبُ مِنْ أَدْرَانِهِ إِذَا غُسِلَ بِالْمَاءِ .
Isa melangkah maju, tentara pun mundur dan jatuh ke tanah. Isa pergi di antara mereka tanpa mereka melihatnya, ia pergi untuk menghilang dan membuktikan perkataannya kepada murid-muridnya: "Tinggal sesaat lagi dan kamu tidak akan melihat Aku lagi, dan sesaat kemudian kamu akan melihat Aku." Yudas merasakan cahaya tumpah ke dalam dadanya dan gelombang kegembiraan mengguncangnya, karena ia telah kembali kepada pengikut yang kepadanya Allah mewahyukan keyakinannya pada utusan-Ku dan kepada utusan-Ku dengan keyakinan yang sempurna, dan (cahaya itu) membasuh rohnya serta membersihkannya dari kotoran-kotoran keraguan sebagaimana pakaian terlepas dari kotorannya jika dicuci dengan air.
وَقَامَ الْجُنُودُ الرُّومَانِيُّونَ الْغِلَاظُ حَانِقِينَ وَنَظَرُوا فَلَمْ يَجِدُوا إِلَّا يَهُوذَا وَاقِفًا فِي الظَّلَامِ وَحْدَهُ ، فَهَجَمُوا عَلَيْهِ وَأَمْسَكُوهُ يَحْسَبُونَهُ عِيسَى . وَأَرَادَ يَهُوذَا أَنْ يَصْرُخَ بِهِمْ أَنَّهُمْ أَخْطَئُوهُ وَلَكِنَّهُمُ انْهَالُوا عَلَيْهِ بِالسِّبَابِ وَأَوْسَعُوهُ ضَرْبًا ، ثُمَّ شَدُّوا وَثَاقَهُ فَتَيَقَّنَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ بِهِ الْبَلَاءَ لِيُجَازِيَهُ عَلَى شَكِّهِ الَّذِي نَبَتَ فِي جَوْفِهِ بَعْدَ أَنْ أَوْحَى إِلَيْهِ الْإِيمَانَ ، فَلَزِمَ الصَّمْتَ وَعَزَمَ عَلَى أَلَّا يَنْبِسَ بِكَلِمَةٍ ، وَأَنْ يَتَحَمَّلَ التَّجْرِبَةَ الْقَاسِيَةَ لِيَتَطَهَّرَ وَيَسْتَحِقَّ أَنْ يَجْلِسَ مَعَ الْمَسِيحِ فِي مَمْلَكَةِ اللَّهِ وَيَدِينُ أَسْبَاطَ إِسْرَائِيلَ الِاثْنَيْ عَشَرَ كَمَا قَالَ لَهُ الْمَسِيحُ : إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ .
Tentara Romawi yang kejam bangkit dengan marah dan melihat, mereka tidak mendapati siapa pun kecuali Yudas berdiri di kegelapan sendirian, maka mereka menyerangnya dan menangkapnya karena mengira dia adalah Isa. Yudas ingin berteriak kepada mereka bahwa mereka salah sasaran, namun mereka menghujaninya dengan makian dan memukulinya habis-habisan, kemudian mereka mengikatnya. Ia yakin bahwa Allah menurunkan ujian kepadanya untuk membalas keraguannya yang tumbuh di dalam dadanya setelah Allah mewahyukan iman kepadanya. Ia pun terdiam dan bertekad untuk tidak mengucapkan sepatah kata pun, dan menanggung cobaan yang berat agar ia disucikan dan layak duduk bersama Al-Masih di kerajaan Allah dan menghakimi kedua belas suku Israel sebagaimana yang dikatakan Al-Masih kepadanya: "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya."
« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi