BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

MRWM - Al 'Adnaniyyuun - Episode 29

AL-'ADNANIYYUN
Abdul Hamid Judah As-Sahhar

Pedang Kehormatan di Gilead: Balas Dendam Sang Raja Nabath

Ketika kehormatan putri yang dicintai diinjak oleh penguasa yang bejat, Harithah IV menolak tunduk pada diamnya kaum yang kehilangan nurani, bergerak menuntut keadilan bagi kehormatan yang terlukai.

كَانَتْ أَسْوَاقُ مَمْلَكَةِ النَّبَطِ غَاصَّةً بِالْبَضَائِعِ الْوَارِدَةِ مِنْ أَثِينَا وَرُومَا وَبَابِلَ وَدِمَشْقَ، وَرَاحَ النَّاسُ يَسْتَخْدِمُونَ عُمْلَةً جَدِيدَةً عَلَيْهَا صُورَةُ هَرِثْمَةَ الرَّابِعِ مُحِبِّ شَعْبِهِ وَزَوْجَتِهِ الثَّانِيَةِ شَقِيلَةَ، بَعْدَ أَنْ كَانَتِ الْعُمْلَةُ الْقَدِيمَةُ عَلَيْهَا صُورَتُهُ وَصُورَةُ زَوْجَتِهِ الْأُولَى خَلْدَ، أُمِّ زَوْجَةِ أَنْتِيبَاسَ هِيرُودَ الَّتِي ثَارَتْ لِكَرَامَتِهَا عِنْدَمَا عَادَ زَوْجُهَا أَنْتِيبَاسَ هِيرُودَ مِنْ رُومَا بَعْدَ أَنْ أَغْرَى زَوْجَةَ أَخِيهِ زَوْجَةَ هِيرُودِيَّا بِأَنْ تَفِرَّ مَعَهُ.
Pasar-pasar kerajaan Nabath dipenuhi dengan barang dagangan yang datang dari Athena, Roma, Babel, dan Damaskus. Orang-orang mulai menggunakan mata uang baru yang bergambar Harithah IV, pencinta rakyatnya, dan istri keduanya, Shaqilah, setelah mata uang lama yang bergambar dirinya dan istri pertamanya, Khuld—ibu dari istri Antipas Herodes yang harga dirinya terluka saat suaminya, Antipas Herodes, kembali dari Roma setelah merayu istri saudaranya, Herodias, untuk kabur bersamanya.
وَكَانَتْ مَعَابِدُ الْآلِهَةِ ذَى الشَّرَى وَمَنُوتَن وَاللَّاتِ وَهَبَل وَقَيْسٍ غَاصَّةً بِالنَّاسِ، وَإِنْ كَانَتْ قُلُوبُهُمْ خَاوِيَةً مِنَ الْإِيمَانِ بَعْدَ أَنْ امْتَلَأَتْ خَزَائِنُهُمْ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ، وَرَاحُوا يُحَاكُونَ الرُّومَانَ فِي الْأُبَّهَةِ وَالْعَظَمَةِ فَبَنَوْا الْمَلَاهِيَ وَنَحَتُوا فِي الصَّخْرِ مَسْرَحًا عَظِيمًا لِنَحْوِ أَرْبَعَةِ آلَافِ مُتَفَرِّجٍ، وَقَوْسَ نَصْرٍ.
Kuil-kuil dewa Dzu ash-Shara, Manut, al-Lata, Hubal, dan Qais dipenuhi orang-orang, meskipun hati mereka kosong dari keimanan setelah pundi-pundi mereka dipenuhi emas dan perak. Mereka mulai meniru bangsa Romawi dalam kemewahan dan keagungan, lalu membangun tempat hiburan dan memahat di batu tebing sebuah teater megah untuk sekitar empat ribu penonton, serta gapura kemenangan.
وَأَطْلَقُوا عَلَى رَبِّ الْأَرْبَابِ «اللَّهَ» بَعْدَ أَنْ كَانَ يُعْرَفُ مُنْذُ أَيَّامِ إِبْرَاهِيمَ الْخَلِيلِ بِالْإِيلِ، وَقَدْ نُسِبَ إِلَيْهِ إِسْمَاعِيلُ وَإِسْرَائِيلُ وَصَارَتْ مِنَ الْأَسْمَاءِ الْمَعْرُوفَةِ فِي أَرْضِ النَّبَطِ سَعْدِ اللَّهِ وَتَيْمِ اللَّهِ.
Mereka menyebut Tuhan segala tuhan dengan "Allah" setelah sebelumnya dikenal sejak zaman Ibrahim Khalil dengan sebutan "El" (Il). Ismail dan Israel dinisbatkan kepada-Nya, dan nama-nama seperti Sa'dullah dan Taimullah menjadi nama-nama yang dikenal di tanah Nabath.
وَلَمَّا بَعُدَتِ الشُّقَّةُ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ عَدْنَانَ بْنِ أَدَدٍ الزَّعِيمِ الْجَلِيلِ الَّذِي وَقَفَ فِي حَصُورَاءَ فِي وَجْهِ بُخْتَنَصَّرَ، وَنَجَحَ فِي أَنْ يَصُدَّ هُجُومَهُ وَأَنْ يَمْحُوَ عَنْ جَبِينِ الْعَرَبِ جَمِيعًا مَعَرَّةَ خُضُوعِهِمْ لِبُخْتَنَصَّرَ، فَقَدِ ارْتَفَعَ شَأْنُهُ حَتَّى كَادَ يَقْتَرِبُ مِنَ الْأَرْبَابِ، فَسُمِّيَ أَبْنَاؤُهُمْ بِعَبْدِ عَدْنَانَ.
Ketika jarak semakin jauh antara mereka dan 'Adnan bin Adad, pemimpin agung yang berdiri teguh di Hashura' menghadapi Nebukadnezar, dan berhasil menangkis serangannya serta menghapus dari dahi seluruh bangsa Arab aib ketundukan mereka kepada Nebukadnezar, derajatnya pun terangkat hingga hampir mendekati tingkatan tuhan, sehingga anak-anak mereka dinamai 'Abd 'Adnan.
وَكَانَ صَدْرُ هَرِثْمَةَ الرَّابِعِ مَلِكِ النَّبَطِ يَضِيقُ بِالْحَنَقِ عَلَى أَنْتِيبَاسَ هِيرُودَ، مُذْ ذَلِكَ الْيَوْمِ الَّذِي عَادَتْ إِلَيْهِ ابْنَتُهُ غَاضِبَةً مِنْ زَوْجِهَا الْفَاسِقِ الَّذِي جَاءَ بِزَوْجَةِ أَخِيهِ إِلَى فِرَاشِهَا.
Dada Harithah IV, raja Nabath, terasa sesak karena amarah terhadap Antipas Herodes, sejak hari putrinya kembali kepadanya dalam keadaan marah akibat suaminya yang bejat, yang telah membawa istri saudaranya ke dalam ranjangnya.
كَانَتْ قَوَارِعُ يَحْيَى الَّتِي يُوَجِّهُهَا إِلَى أَنْتِيبَاسَ هِيرُودَ تَجِدُ أَطْيَبَ الْأَثَرِ فِي نَفْسِ هَرِثْمَةَ، وَكَانَ هَرِثْمَةَ يُمَنِّي النَّفْسَ بِثَوْرَةِ الْجَلِيلِيِّينَ عَلَى مَلِكِهِمُ الَّذِي خَرَقَ النَّامُوسَ وَتَزَوَّجَ زَوْجَةَ أَخِيهِ فِيلِبُسَ وَفِيلِبُسُ حَيٌّ لَمْ يُطَلِّقْ زَوْجَهُ، وَلَكِنَّ الْيَهُودَ اسْتَكَانُوا لِلْمَهَانَةِ وَلَمْ يَقِدِ الْفَرِّيسِيُّونَ الْمُرَاءُونَ وَالصَّدُوقِيُّونَ الْمُتَطَبِّعُونَ ثَوْرَةً عَلَى مَنْ دَاسَ مُقَدَّسَاتِهِمْ بِالْأَقْدَامِ.
Peringatan keras Yahya yang ditujukan kepada Antipas Herodes memberikan kesan terbaik di hati Harithah. Harithah berharap akan adanya pemberontakan orang-orang Galilea terhadap raja mereka yang telah melanggar hukum Taurat dan menikahi istri saudaranya, Filipus, padahal Filipus masih hidup dan belum menceraikan istrinya. Namun orang-orang Yahudi tunduk pada kehinaan, dan orang-orang Farisi yang munafik serta kaum Saduki yang hipokrit tidak memimpin pemberontakan terhadap orang yang menginjak-injak kesucian mereka dengan kaki.
وَفَقَدَ هَرِثْمَةَ الْأَمَلَ فِي ثَوْرَةِ الشَّعْبِ الْيَهُودِيِّ عَلَى أَنْتِيبَاسَ هِيرُودَ الْفَاسِقِ، لَمَّا قَدَّمَ هِيرُودُ رَأْسَ يَحْيَى الْبَارِّ إِلَى سَالُومَى ابْنَةِ هِيرُودِيَّا فِي طَسْتٍ مِنَ الْفِضَّةِ مُكَافَأَةً لَهَا عَلَى اسْتِجَابَتِهَا لِرَجَائِهِ وَرَقْصِهَا فِي حَفْلِ عِيدِ مِيلَادِهِ، وَلَمْ تَشْتَعِلِ الثَّوْرَةُ لِدَمِ النَّبِيِّ الطَّاهِرِ الَّذِي سُفِحَ عَلَى مَذْبَحِ الشَّهَوَاتِ.
Harithah kehilangan harapan akan pemberontakan rakyat Yahudi terhadap Antipas Herodes yang bejat, ketika Herodes mempersembahkan kepala Yahya yang suci kepada Salome, putri Herodias, di dalam baki perak sebagai imbalan atas pemenuhan keinginannya dan tariannya di pesta ulang tahunnya. Pemberontakan tidak berkobar demi darah nabi suci yang tumpah di atas altar hawa nafsu.
وَوَجَدَ هَرِثْمَةَ أَنَّهُ لَا بُدَّ أَنْ يَثْأَرَ لِكَرَامَةِ ابْنَتِهِ بِنَفْسِهِ، وَأَنْ لَا أَمَلَ يُرْجَى مِنْ ثَوْرَةِ الْيَهُودِ عَلَى مَلِكِ الْجَلِيلِ بَعْدَ أَنْ ظَلَمَ هِيرُودُ الْمَسِيحَ وَبَعَثَ إِلَى الْحَاكِمِ الرُّومَانِيِّ يَطْلُبُ قَتْلَهُ، وَقَدْ تَهَلَّلَ الشَّعْبُ الْيَهُودِيُّ بِالْفَرَحِ لِذَلِكَ الظُّلْمِ الْمُبِينِ، فَانْتَهَزَ فُرْصَةَ خِلَافٍ عَلَى الْحُدُودِ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَنْتِيبَاسَ هِيرُودَ زَوْجِ ابْنَتِهِ الَّذِي أَهْدَرَ كَرَامَتَهَا، وَأَعْلَنَ عَلَيْهِ الْحَرْبَ وَجَيْشَ الْجُيُوشِ لِقِتَالِ الْيَهُودِ.
Harithah menemukan bahwa ia harus membalaskan kehormatan putrinya sendiri, dan bahwa tidak ada harapan yang bisa diharapkan dari pemberontakan Yahudi terhadap raja Galilea setelah Herodes menzalimi Al-Masih dan mengutus orang kepada gubernur Romawi meminta pembunuhannya, sementara rakyat Yahudi bersorak gembira atas kezaliman yang nyata itu. Maka ia memanfaatkan kesempatan perselisihan perbatasan antara dirinya dan Antipas Herodes, suami putrinya yang telah menginjak-injak kehormatannya, lalu menyatakan perang kepadanya dan mengerahkan pasukan untuk memerangi orang-orang Yahudi.
وَالْتَقَى النَّبَطُ بِالْيَهُودِ فِي جَلْعَادَ، وَدَارَتْ مَعْرَكَةٌ انْتَصَرَ فِيهَا هَرِثْمَةَ عَلَى هِيرُودَ انْتِصَارًا كَبِيرًا، وَتَشَتَّتَتِ الْجُيُوشُ الْيَهُودِيَّةُ وَخَشَى هِيرُودُ أَنْ يَقْتَفِيَ هَرِثْمَةَ أَثَرَهُ وَيَضْرِبَهُ الضَّرْبَةَ الْقَاضِيَةَ فَفَزِعَ هِيرُودُ إِلَى سَيِّدِهِ وَحَامِيهِ قَيْصَرَ رُومَا.
Bangsa Nabath bertemu dengan orang-orang Yahudi di Gilead, dan terjadilah pertempuran di mana Harithah meraih kemenangan besar atas Herodes, pasukan Yahudi tercerai-berai, dan Herodes takut kalau Harithah akan mengejarnya dan memberikan pukulan mematikan, maka Herodes lari ketakutan kepada tuan dan pelindungnya, Kaisar Roma.
لَمْ يَنْجَبْ أُغُسْطُسُ قَيْصَرَ مِنْ زَوْجَتِهِ الْأُولَى، فَلَمَّا تَزَوَّجَ لِيفْيَا كَانَ يَأْمُلُ أَنْ تَلِدَ لَهُ وَلَدًا يَنْشَأُهُ وَيُعَلِّمُهُ أَسَالِيبَ الْحُكْمِ، وَلَكِنَّ ذَلِكَ الزَّوَاجَ كَانَ عَقِيمًا كَسَابِقِهِ وَإِنْ كَانَتْ لِيفْيَا قَدْ أَنْجَبَتْ لِزَوْجِهَا الْأَوَّلِ طِيبَارُوسَ وَدَرُوسَ. وَكَانَ أُغُسْطُسُ قَيْصَرَ يُحِبُّ دَرُوسَ بَيْنَمَا كَانَ يَحْتَرِمُ طِيبَارُوسَ وَلَا يُحِبُّهُ.
Augustus Caesar tidak memiliki anak dari istri pertamanya, maka ketika ia menikahi Livia, ia berharap wanita itu melahirkan seorang anak laki-laki untuk dididik dan diajari metode pemerintahan. Namun pernikahan itu mandul seperti yang sebelumnya, meskipun Livia telah melahirkan bagi suami pertamanya Tiberius dan Drusus. Augustus Caesar mencintai Drusus, sementara ia menghormati Tiberius namun tidak mencintainya.
وَمَاتَ دَرُوسُ وَهُوَ فِي شَرْخِ الشَّبَابِ فَحَزَنَ أُغُسْطُسُ قَيْصَرَ عَلَيْهِ، وَزَادَ فِي حُزْنِهِ أَنَّ طِيبَارُوسَ كَانَ صَلِفًا مُعْتَدًّا بِنَفْسِهِ يَنْزِعُ إِلَى الْكَآبَةِ وَالِانْطِوَاءِ. وَلَمَّا كَانَ لَا بُدَّ أَنْ يَرْبُطَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ مَنْ سَيَعْتَلِي عَرْشَ رُومَا مِنْ بَعْدِهِ فَقَدْ زَوَّجَهُ ابْنَتَهُ يُولْيَا.
Drusus meninggal di masa mudanya, maka Augustus Caesar berduka karenanya, dan kesedihannya bertambah karena Tiberius adalah orang yang sombong, angkuh, serta cenderung melankolis dan tertutup. Karena harus ada ikatan antara dirinya dan siapa yang akan menduduki takhta Roma setelahnya, ia menikahkan Tiberius dengan putrinya, Julia.
وَكَانَتْ يُولْيَا تَمْقُتُ ذَلِكَ الزَّوَاجَ فَأَخَذَتْ تَنْتَقِلُ مِنْ عَشِيقٍ إِلَى عَشِيقٍ، وَانْزَوَى طِيبَارُوسُ بَيْنَمَا كَانَ أُغُسْطُسُ قَيْصَرَ يُعَانِي فِي شَيْخُوخَتِهِ مِنْ عَبَثِ ابْنَتِهِ وَتَفَكُّكِ أُسْرَتِهِ، مِمَّا اضْطَرَّهُ إِلَى أَنْ يَنْفَى ابْنَتَهُ مِنَ الْبِلَادِ.
Julia membenci pernikahan itu, maka ia berpindah dari satu kekasih ke kekasih lain. Tiberius mengucilkan diri sementara Augustus Caesar menderita di masa tuanya akibat perilaku putrinya dan keretakan keluarganya, yang memaksanya untuk mengasingkan putrinya dari negeri itu.
***
وَانْتَهَتْ مَأْسَاةُ حَيَاتِهِ بِكَلِمَاتٍ طَالَمَا انْتَهَتْ بِهَا الْمَلْهَاةُ الرُّومَانِيَّةُ :
Tragedi hidupnya berakhir dengan kata-kata yang sering mengakhiri komedi Romawi:
— الْآنَ وَقَدْ أَتْقَنْتُ تَمْثِيلَ دَوْرِي فَصَفِّقُوا، وَأَخْرِجُونِي مِنَ الْمَسْرَحِ بِتَصْفِيقِكُمْ .
— Sekarang setelah aku menguasai peranku, maka bertepuk tanganlah, dan keluarkan aku dari panggung dengan tepuk tangan kalian.
ثُمَّ عَانَقَ زَوْجَتَهُ وَقَالَ :
Kemudian ia memeluk istrinya dan berkata:
— تَذَكَّرِي عِشْرَتَنَا الطَّوِيلَةَ يَا لِيفْيَا .
— Ingatlah kebersamaan kita yang panjang, wahai Livia.
وَمَاتَ أُغُسْطُسُ قَيْصَرُ وَتَوَلَّى طِيبَارُوسُ رِيَاسَةَ الدَّوْلَةِ الرُّومَانِيَّةِ وَقَدْ بَلَغَ الْخَامِسَةَ وَالْخَمْسِينَ مِنْ عُمْرِهِ وَكَرِهَ الْمُجْتَمَعَ، لَمْ يَعُدْ يَرَى فِي السُّلْطَانِ سَعَادَةً، فَعَرَضَ عَلَى مَجْلِسِ الشُّيُوخِ أَنْ يُعِيدَ الْجُمْهُورِيَّةَ، وَلَكِنَّ أَعْضَاءَ مَجْلِسِ الشُّيُوخِ مَا زَالُوا بِهِ حَتَّى قَبِلَ أَنْ يَتَوَلَّى السُّلْطَةَ وَهُوَ يَقُولُ :
Augustus Caesar wafat dan Tiberius mengambil alih kepemimpinan negara Romawi ketika ia telah mencapai usia lima puluh lima tahun dan membenci masyarakat, ia tidak lagi melihat kebahagiaan dalam kekuasaan. Maka ia menawarkan kepada senat untuk mengembalikan republik, namun para anggota senat terus mendesaknya hingga ia menerima untuk memegang kekuasaan seraya berkata:
— إِنَّهَا اسْتِرْقَاقٌ مُبْهِظٌ مُذِلٌّ .
— Ini adalah perbudakan yang membebani dan menghinakan.
وَتَوَلَّى طِيبَارُوسُ الْحُكْمَ وَهُوَ يَبْغَضُ الْمَلَكِيَّةَ لِذَلِكَ سَمَّى نَفْسَهُ «زَعِيمَ الشُّيُوخِ»، وَكَانَ يَمْقُتُ الْمَلَقَ فَلَمَّا أَرَادَ مَجْلِسُ الشُّيُوخِ أَنْ يُسَمَّى شَهْرًا بِاسْمِهِ كَمَا فَعَلَ مَعَ يُولْيُوسَ وَأُغُسْطُسَ قَيْصَرَ، رَفَضَ ذَلِكَ وَقَالَ فِي سُخْرِيَةٍ :
Tiberius mengambil alih pemerintahan sementara ia membenci sistem kerajaan, oleh karena itu ia menamai dirinya "Pemimpin Senat". Ia benci penjilatan, maka ketika senat ingin menamai suatu bulan dengan namanya sebagaimana yang dilakukan terhadap Julius dan Augustus Caesar, ia menolak hal itu dan berkata dengan sindiran:
— وَمَاذَا تَفْعَلُونَ إِذَا وُجِدَ لَدَيْكُمْ ثَلَاثَةَ عَشَرَ قَيْصَرًا ؟
— Dan apa yang akan kalian lakukan jika kalian memiliki tiga belas kaisar?
فَلَمَّا فَزِعَ هِيرُودُ إِلَى سَيِّدِهِ وَزَعِيمِهِ طِيبَارُوسَ وَالْتَمَسَ مِنْهُ أَنْ يَنْجِدَهُ مِنْ عَدُوِّهِ هَرِثْمَةَ الرَّابِعِ، نَسِيَ كُلَّ حِكْمَتِهِ وَبَعَثَ إِلَى عَامِلِهِ عَلَى سُورِيَةَ فِيثْلُوسَ أَنْ يَسِيرَ عَلَى الْفَوْرِ بِجَيْشِهِ لِمُحَارَبَةِ هَرِثْمَةَ، وَالْقَبْضِ عَلَيْهِ حَيًّا أَوْ مَيِّتًا وَإِرْسَالِهِ مُكَبَّلًا بِالسَّلَاسِلِ إِلَى رُومَا أَوْ إِرْسَالِ رَأْسِهِ إِلَيْهِ إِنْ قُتِلَ.
Ketika Herodes lari ketakutan kepada tuannya dan pemimpinnya, Tiberius, dan memohon kepadanya agar menolongnya dari musuhnya, Harithah IV, ia melupakan seluruh kebijaksanaannya dan mengutus gubernurnya di Suriah, Vitellius, untuk segera bergerak dengan pasukannya guna memerangi Harithah, dan menangkapnya hidup atau mati serta mengirimnya dalam keadaan dirantai ke Roma atau mengirimkan kepalanya jika ia terbunuh.
وَبَلَغَ هَرِثْمَةَ أَوَامِرُ طِيبَارُوسَ فَغَضِبَ عَلَى الرُّومَانِ وَتَأَهَّبَ لِقِتَالِ فِيثْلُوسَ وَهِيرُودَ؛ الرُّومَانِ وَالْيَهُودِ الَّذِينَ اسْتَكَانُوا لَهُمْ، وَكَانَتْ غَضْبَتُهُ عَارِمَةً فَأَعَدَّ جَيْشًا لَمْ يَخْرُجْ مِثْلُهُ مِنَ الْيَتْرَاءِ صَخْرَةِ الْعَرَبِ.
Perintah Tiberius sampai kepada Harithah, maka ia murka terhadap orang Romawi dan bersiap memerangi Vitellius dan Herodes; orang Romawi dan orang Yahudi yang tunduk kepada mereka. Amarahnya begitu hebat hingga ia menyiapkan pasukan yang belum pernah keluar dari Petra, batu karang bangsa Arab.
وَأَعَدَّ فِيثْلُوسُ الْعُدَّةَ لِلْقِتَالِ، وَخَرَجَتْ جُيُوشُ الرُّومَانِ مِنْ سُورِيَةَ لِتَأْدِيبِ النَّبَطِ عَلَى حَرْبِهِمْ لِحُلَفَاءِ رُومَا، وَبَيْنَمَا كَانَ فِيثْلُوسُ فِي الطَّرِيقِ جَاءَتِ الْأَنْبَاءُ بِوَفَاةِ طِيبَارُوسَ، فَرَأَى فِيثْلُوسُ أَنْ يَقْفِلَ رَاجِعًا بِجُيُوشِهِ دُونَ أَنْ يُقَاتِلَ الْعَرَبَ.
Vitellius mempersiapkan segala kebutuhan untuk perang, dan pasukan Romawi keluar dari Suriah untuk menghukum bangsa Nabath atas perang mereka terhadap sekutu Roma. Sementara Vitellius dalam perjalanan, datanglah kabar wafatnya Tiberius, maka Vitellius memutuskan untuk kembali dengan pasukannya tanpa memerangi bangsa Arab.
وَلَمْ تَطْفِئْ وَفَاةُ طِيبَارُوسَ الثَّوْرَةَ الْمُتَأَجِّجَةَ فِي صَدْرِ هَرِثْمَةَ بَلْ شَجَّعَتْهُ عَلَى أَنْ يَسِيرَ إِلَى دِمَشْقَ، لِتَحْرِيرِهَا مِنَ الرُّومَانِ وَنَزْعِ النَّسْرِ الرُّومَانِيِّ مِنْ فَوْقِ دُورِ الْحُكُومَةِ وَأَمَاكِنِ الْعِبَادَةِ.
Wafatnya Tiberius tidak memadamkan pemberontakan yang berkobar di dada Harithah, justru malah mendorongnya untuk berjalan menuju Damaskus, untuk membebaskannya dari bangsa Romawi dan mencabut elang Romawi dari atas gedung-gedung pemerintahan dan tempat-tempat ibadah.
وَسَارَتِ الْجُيُوشُ الْعَرَبِيَّةُ إِلَى دِمَشْقَ، وَدَارَ الْقِتَالُ حَوْلَهَا بَيْنَ فُرْسَانِ الْعَرَبِ وَفُرْسَانِ الرُّومَانِ وَاسْتَبْسَلَ النَّبَطُ فِي الْقِتَالِ وَكَانَتْ أَسْلِحَتُهُمْ كَأَسْلِحَةِ الرُّومَانِ، وَلَكِنَّ قُلُوبَهُمْ كَانَتْ عَامِرَةً بِالْإِيمَانِ بِالنَّصْرِ فَمَا لَبِثُوا أَنْ ظَهَرُوا عَلَى أَعْدَائِهِمْ، وَاضْطُرَّ الرُّومَانُ إِلَى التَّقَهْقُرِ وَإِغْلَاقِ أَبْوَابِ دِمَشْقَ فِي وَجْهِ الْعَرَبِ الثَّائِرِينَ.
Pasukan Arab berjalan menuju Damaskus, dan pertempuran terjadi di sekitarnya antara pasukan berkuda Arab dan pasukan berkuda Romawi. Bangsa Nabath berjuang habis-habisan dalam pertempuran dan senjata mereka sama seperti senjata Romawi, namun hati mereka dipenuhi dengan keyakinan akan kemenangan, sehingga tidak lama kemudian mereka berhasil mengalahkan musuh-musuh mereka, dan bangsa Romawi terpaksa mundur serta menutup pintu-pintu Damaskus di hadapan bangsa Arab yang memberontak.
وَطَالَ الْحِصَارُ وَأُلْقِيَتِ السِّهَامُ وَالْحِجَارَةُ مِنْ فَوْقِ الْأَسْوَارِ، وَجَاءَ النَّبَطُ بِالسُّلَّمِ الْخَشَبِيَّةِ الطَّوِيلَةِ وَبَعْدَ تَضْحِيَاتٍ جَسِيمَةٍ تَمَكَّنُوا مِنْ أَنْ يُثْبِتُوا السُّلَّمَ عَلَى أَسْوَارِ دِمَشْقَ وَصَعِدَ فِيهَا الْجُنُودُ الْعَرَبُ كَالْجَرَادَانِ، وَدَارَتْ رَحَى مَعْرَكَةٍ حَامِيَةٍ فَوْقَ الْأَسْوَارِ انْتَصَرَ فِيهَا أَحْفَادُ نَابِتِ بْنِ إِسْمَاعِيلَ، وَسُرْعَانَ مَا فُتِحَتْ أَبْوَابُ دِمَشْقَ لِلْعَرَبِ الَّذِينَ تَدَفَّقُوا مِنْهَا تَطِلُ مِنْ أَسْيَافِهِمُ الْمَنُونُ.
Pengepungan berlangsung lama dan anak panah serta batu-batu dilemparkan dari atas tembok. Bangsa Nabath datang membawa tangga kayu yang panjang, dan setelah pengorbanan yang besar, mereka berhasil menancapkan tangga di tembok Damaskus dan prajurit Arab naik ke atasnya seperti kawanan belalang. Berkecamuklah pertempuran sengit di atas tembok yang dimenangkan oleh keturunan Nabit bin Ismail, dan dengan cepat pintu-pintu Damaskus terbuka bagi bangsa Arab yang mengalir masuk darinya dengan pedang-pedang yang membawa kematian.
وَتَقَهْقَرَ الرُّومَانُ مَذْعُورِينَ ثُمَّ دَارُوا عَلَى أَعْقَابِهِمْ مُدْبِرِينَ، وَاسْتَتَبَّ الْأَمْرُ لِهَرِثْمَةَ الرَّابِعِ مَلِكِ النَّبَطِ. وَعَادَتْ دِمَشْقُ مَرَّةً أُخْرَى فِي حَوْزَةِ مُلُوكِ الْبَتْرَاءِ.
Bangsa Romawi mundur ketakutan kemudian berbalik arah dan melarikan diri, dan kendali pun mapan di tangan Harithah IV, raja Nabath. Damaskus kembali lagi ke dalam kekuasaan raja-raja Petra.
وَسَاءَ مَوْقِفُ هِيرُودَ، إِنَّهُ اسْتَنْجَدَ بِالرُّومَانِ فَكَانَ وَبَالًا عَلَيْهِمْ، فَقَدُوا دِمَشْقَ بِسَبَبِهِ وَأَصْبَحَ عَدُوُّهُ اللَّدُودُ فِي مَوْقِفٍ يُمْكِنُهُ مِنْ أَنْ يَطِشَ بِهِ دُونَ أَنْ يَخْشَى قَيَاصِرَةَ رُومَا. تَرَى أَيُعَاوِدُ هِيرُودُ الِالْتِجَاءَ إِلَى رُومَا بَعْدَ أَنْ أَصْبَحَ كَالِيجُولَا سَيِّدَ الرُّومَانِ ؟
Posisi Herodes memburuk, ia meminta bantuan kepada bangsa Romawi namun justru menjadi bencana bagi mereka. Mereka kehilangan Damaskus karenanya, dan musuh bebuyutannya kini berada dalam posisi yang memungkinkan untuk menghancurkannya tanpa harus takut pada kaisar-kaisar Roma. Apakah Herodes akan kembali meminta perlindungan ke Roma setelah Caligula menjadi penguasa Romawi?
كَانَ طِيبَارُوسُ قَدْ بَعَثَ قَبْلَ مَوْتِهِ بِصَنَمٍ مِنْ ذَهَبٍ عَلَى صُورَتِهِ لِيَسْجُدَ لَهُ الْيَهُودُ، فَلَمَّا حَمَلَ بِيَلَاطُسُ الصَّنَمَ إِلَى الْقُدْسِ لِيُوضَعَ فِي الْهَيْكَلِ ثَارَ الْيَهُودُ فِي الْقُدْسِ وَفِي الْجَلِيلِ، وَاضْطُرَّ هِيرُودُ أَنْتِيبَاسُ أَنْ يُعْلِنَ غَضَبَهُ لِإِرْضَاءِ لِلْفَرِّيسِيِّينَ وَالصَّدُوقِيِّينَ وَالشَّعْبِ الْمُتَمَسِّكِ بِحَرْفِيَّةِ النَّامُوسِ وَإِنْ أَشْرَكَ بِاللَّهِ وَعَبَدَ مَعَهُ أَرْبَابَ الْوَثَنِيِّينَ.
Tiberius sebelum wafatnya telah mengirim patung emas bergambar dirinya agar orang-orang Yahudi sujud kepadanya. Maka ketika Pilatus membawa patung itu ke Yerusalem untuk diletakkan di Bait Allah, orang-orang Yahudi di Yerusalem dan Galilea memberontak, dan Antipas Herodes terpaksa menyatakan kemarahannya demi memuaskan kaum Farisi, Saduki, dan rakyat yang berpegang teguh pada huruf hukum Taurat, meskipun mereka telah mempersekutukan Allah dan menyembah tuhan-tuhan pagan bersama-Nya.
وَبَعَثَ الرُّومَانُ جُيُوشَهُمْ لِإِخْمَادِ تِلْكَ الثَّوْرَةِ، فَانْهَزَمَتْ جُيُوشُ الْيَهُودِ وَقَبَضَ الْقَائِدُ الرُّومَانِيُّ عَلَى أَنْتِيبَاسَ هِيرُودَ وَحَمَلَهُ مُقَيَّدًا إِلَى رُومَا، ثُمَّ نَفَى إِلَى الْأَنْدَلُسِ لِيَمُوتَ هُنَاكَ، وَخَمَدَتْ تِلْكَ الْجَذْوَةُ الْيَهُودِيَّةُ الَّتِي أَشْعَلَهَا هِيرُودُ الْكَبِيرُ فِي ظِلِّ الْحُكْمِ الرُّومَانِيِّ، وَانْقَرَضَتْ دَوْلَةُ الْيَهُودِ.
Bangsa Romawi mengirim pasukan mereka untuk memadamkan pemberontakan itu, maka pasukan Yahudi kalah dan komandan Romawi menangkap Antipas Herodes lalu membawanya dalam keadaan terbelenggu ke Roma, kemudian mengasingkannya ke Andalusia untuk mati di sana. Bara api Yahudi yang dinyalakan oleh Herodes Agung di bawah pemerintahan Romawi pun padam, dan negara Yahudi pun punah.
« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi