BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

MRWM - Al 'Adnaniyyuun - Episode 35

AL-'ADNANIYYUN
Abdul Hamid Judah As-Sahhar

Terbitnya Fajar Quraisy: Mengumpulkan Serpihan di Bawah Naungan Ka'bah

Episode ini mengisahkan langkah visioner Nadhar bin Kinanah dalam memanggil kembali kaumnya yang tercerai-berai. Di saat Baitullah mulai dijejali berhala, Nadhar berupaya menyatukan kembali Bani 'Adnan agar identitas mereka tidak hilang ditelan zaman.

ظَلَّ الْبَيْتُ مُقَدَّسًا فِي مَكَّةَ يَطُوفُ بِهِ الرِّجَالُ قَبْلَ أَنْ يَنْطَلِقُوا إِلَى أَعْمَالِهِمْ فِي الصَّبَاحِ وَيَطُوفُونَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَعُودُوا إِلَى دُورِهِمْ فِي الْمَسَاءِ ، وَلَكِنَّ الْبَيْتَ الَّذِي أَقَامَ إِبْرَاهِيمَ قَوَاعِدَهُ وَإِسْمَاعِيلَ مَنَارَةً لِلتَّوْحِيدِ غَصَّ بِالْأَصْنَامِ الَّتِي جَلَبَتْ مِن مِصْرَ وَالشَّامِ وَالْعِرَاقِ ، وَالَّتِي عَادَ بِهَا النَّبَطُ مِنْ بِلَادِهِمْ فِرَارًا مِن وَجْهِ تَرَاجَانَ وَاضْطِهَادِ الرُّومَانِ بَعْدَ أَنْ صَارَت مَمْلَكَةُ النَّبَطِ _ أَحْفَادِ نَابِتِ بْنِ إِسْمَاعِيلَ _ كُورَةً تَحْتَ حُكْمِ قَيَاصِرَةِ رُومَا .
Baitullah tetap suci di Makkah, orang-orang bertawaf di sana sebelum mereka berangkat ke pekerjaan mereka di pagi hari, dan bertawaf di sana sebelum mereka kembali ke rumah mereka di malam hari. Namun, Baitullah yang pondasinya didirikan oleh Ibrahim dan Ismail sebagai menara tauhid, telah penuh sesak dengan berhala-berhala yang didatangkan dari Mesir, Syam, dan Irak, yang dibawa kembali oleh kaum Nabath dari negeri mereka karena melarikan diri dari Trajan dan penindasan Romawi setelah kerajaan Nabath—keturunan Nabit bin Ismail—menjadi provinsi di bawah kekuasaan kaisar-kaisar Romawi.
وَسَادَ مَكَّةَ تَسَامُحٌ دِينِيٌّ مَكَّنَ لِبِدْعَةِ الْوَثَنِيَّةِ أَنَّ تَتَسَلَّلَ دُونَ كِفَاحٍ إِلَى مَعْقِلِ التَّوْحِيدِ ، وَانْعِدَامِ ظُهُورِ الْعَبَاقِرَةِ الْمُكَافِحِينَ عَنْ دِينِ الْآبَاءِ أَوْ ابْتِدَاعِ فَلْسَفَةٍ جَدِيدَةٍ تَغَذَّى أَرْوَاحَ الْمَرِيدِينَ ، وَزَهْدِ فِي الْحُكْمِ أُولَئِكَ الَّذِينَ يَقْتَضِي الْأَمْرُ أَنَّ يَحْكُمُوا وَأَنَّ يَكُونُوا لِلنَّاسِ قُدْوَةً ، وَصَارَتْ وِلَايَةُ الْبَيْتِ وَظِيفَةً دِينِيَّةً لَهَا بَرِيقُهَا وَسِحْرُهَا وَلَكِنَّهَا فَقَدَتْ سُلْطَانَهَا الدُّنْيَوِيَّ عَلَى الْمَكِّيِّينَ .
Toleransi beragama merajai Makkah, yang memungkinkan bid'ah penyembahan berhala menyusup tanpa perlawanan ke benteng tauhid. Hal ini dibarengi dengan tidak munculnya orang-orang jenius yang berjuang mempertahankan agama nenek moyang atau menciptakan filosofi baru yang memberi nutrisi bagi jiwa para pengikutnya, serta keengganan dalam memegang kekuasaan bagi mereka yang seharusnya memerintah dan menjadi teladan bagi orang banyak. Kepengurusan Baitullah pun berubah menjadi sekadar tugas keagamaan yang memiliki kilau dan pesonanya sendiri, namun telah kehilangan otoritas duniawinya atas penduduk Makkah.
وَأَسَنَّتِ الْحَيَاةُ الدِّينِيَّةُ فِي مَكَّةَ وَكَثُرَتْ أَوْقَاتُ الْفَرَاغِ عِنْدَ الْعَرَبِ ، فَاهْتَمُّوا بِالْعِيَافَةِ وَهِيَ تَتَبُّعُ آثَارِ الْأَقْدَامِ وَالْأَخْفَافِ وَالْحَوَافِرِ حَتَّى قِيلَ إِنَّ بَعْضَهُمْ يَفُوقُ بَيْنَ أَثَرِ قَدَمِ الشَّابِّ وَالشَّيْخِ وَقَدَمِ الرَّجُلِ وَالْمَرْأَةِ وَالْبِكْرِ وَالثَّيِّبِ ، وَاهْتَمُّوا بِقِيَافَةِ الْبَشَرِ لِلِاسْتِدْلَالِ بِهَيْئَاتِ أَعْضَاءِ الشَّخْصِيَّيْنِ عَلَى الْمُشَارَكَةِ وَالِاتِّحَادِ بَيْنَهُمَا فِي النَّسَبِ ، وَاهْتَمُّوا بِالْفِرَاسَةِ لِلِاسْتِدْلَالِ بِهَيْئَةِ الْإِنْسَانِ وَأَشْكَالِهِ وَأَلْوَانِهِ عَلَى أَخْلَاقِهِ وَفَضَائِلِهِ وَرَذَائِلِهِ ، وَتَعَلَّمُوا الْكَهَانَةَ وَالْعِرَافَةَ فَادَّعَى الْكُهَّانُ عِلْمَ الْغَيْبِ وَرَاحُوا يُخْبِرُونَ بِمَا سَيَقَعُ فِي الْأَرْضِ مِنْ أَحْدَاثٍ ، وَكَثُرَ الْمُتَّهَمُونَ بِالزَّجْرِ وَالْعِيَافَةِ وَهُوَ الِاسْتِدْلَالُ بِأَصْوَاتِ الْحَيَوَانِ وَحَرَكَاتِهَا وَسَائِرِ أَحْوَالِهَا عَلَى الْحَوَادِثِ وَاسْتِعْلَامِ مَا غَابَ عَنْهُمْ ، فَإِذَا رَأَوْا انْدِلَاعَ لِسَانِ ذِئْبٍ فَهُوَ لِسَانٌ عَزُولٌ هَمَّهُ سَفْكُ الدِّمَاءِ ، وَإِذَا رَأَوْا بَرْقًا وَمَطَرًا فَهُوَ دَمٌ سَائِلٌ ، وَإِذَا رَأَوْا عُقَابًا مُنْقَضًّا عَلَى عُقَابٍ فَتَشَابَكَا وَهَوِيَا إِلَى الْأَرْضِ فَهُوَ قِتَالٌ جَمْعٌ وَجَمْعٌ ، وَرَاحُوا يَزْجُرُونَ الطَّيْرَ فَمَا تَيَامَنَ مِنْهَا وَأَخَذَتْ ذَاتَ الْيَمِينِ سَمَّوْهُ سَالِحًا وَتَفَاءَلُوا بِهِ ، وَمَا تَيَاسَرَ مِنْهَا سَمَّوْهُ بَارِحًا وَتَشَاءَمُوا مِنْهُ ، فَسَادَ مَكَّةَ الْوَثْنِيَّةُ وَالْخُرَافَاتُ وَالْمَوْتُ فِي الْحَيَاةِ ، وَلَوْلَا دَفَعَ اللَّهُ النَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَفَسَدَتِ الْأَرْضُ .
Kehidupan beragama di Makkah mengalami stagnasi dan waktu luang bangsa Arab semakin banyak. Mereka menaruh perhatian pada 'Iyafah, yaitu meneliti jejak kaki dan jejak kaki hewan (kuku), sampai-sampai dikatakan bahwa sebagian dari mereka mampu membedakan antara jejak kaki pemuda dan orang tua, antara jejak pria dan wanita, gadis dan janda. Mereka juga menekuni Qiyafah al-Basyar untuk menarik kesimpulan dari bentuk anggota tubuh dua orang mengenai persekutuan dan kesamaan nasab di antara keduanya. Mereka menekuni firasat untuk menyimpulkan akhlak, keutamaan, dan kehinaan seseorang berdasarkan fisik, bentuk tubuh, dan warna kulitnya. Mereka mempelajari kahanah (perdukunan) dan 'irafah (ramalan), sehingga para dukun mengaku mengetahui hal yang gaib dan mulai mengabarkan peristiwa yang akan terjadi di muka bumi. Banyak yang melakukan zajr dan 'iyafah, yaitu menyimpulkan peristiwa dan mengetahui hal yang gaib berdasarkan suara hewan, gerakan, dan segala kondisinya. Jika mereka melihat lidah serigala menjulur, itu adalah lidah yang mencela dan haus darah; jika melihat kilat dan hujan, itu adalah darah yang mengalir; jika melihat elang menerkam elang lainnya lalu mereka berkelahi dan jatuh ke tanah, itu adalah pertempuran antar kelompok. Mereka juga melakukan zajr terhadap burung; jika burung itu terbang ke kanan (tayamana), mereka menyebutnya salih (pembawa keberuntungan) dan optimis karenanya; dan apa yang terbang ke kiri (tayassara), mereka menyebutnya barih (pembawa sial) dan pesimis karenanya. Maka Makkah pun dikuasai oleh penyembahan berhala, takhayul, dan kematian dalam kehidupan. Seandainya Allah tidak menolak sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini.
وَجِيءَ بِصَنَمٍ وَوُضِعَ عِنْدَ بِئْرِ زَمْزَمَ الْمَطْمُورَةِ أَمَامَ بَابِ الْكَعْبَةِ ، وَجِيءَ بِصَنَمٍ امْرَأَةٍ وَوُضِعَ عَلَى بُعْدِ أَمْتَارٍ مِنَ الصَّنَمِ الْأَوَّلِ ، وَكَانَ لَا بُدَّ أَنْ يُسَمَّى هَذَانِ الصَّنَمَانِ ، فَكَانَ الرَّجُلُ إِسَافٌ وَكَانَتِ الْمَرْأَةُ نَائِلَةَ .
Didatangkanlah sebuah berhala dan diletakkan di dekat sumur Zamzam yang tertimbun di depan pintu Ka'bah. Didatangkan pula berhala wanita dan diletakkan beberapa meter dari berhala pertama. Kedua berhala ini harus diberi nama, maka berhala pria dinamai Isaf dan berhala wanita dinamai Na'ilah.
وَلَمَّا كَانَتِ الشُّعُوبُ لَا تَكْتَفِي بِالْأَسْمَاءِ بَلْ لَا بُدَّ مِنْ تَارِيخٍ يَرْوِي حَوْلَ الْأَسْمَاءِ الَّتِي قُدِّرَ لَهَا أَنْ يَكُونَ لَهَا نَصِيبٌ فِي الْحَيَاةِ الْعَامَّةِ ، فَقَدْ نَسَجَ النَّاسُ أُسْطُورَةً حَوْلَ إِسَافٍ وَنَائِلَةَ وَرَاحُوا يُرَدِّدُونَهَا عَلَى مَرِّ الْعُصُورِ تَقُولُ إِنَّهُمَا كَانَا رَجُلًا وَامْرَأَةً انْتَهَزَا خَلْوَةً فِي الْبَيْتِ الْحَرَامِ وَفَجَرَا فِيهِ فَمَسَخَهُمَا اللَّهُ تَعَالَى حَجَرَيْنِ ، وَلَمْ يُحَطِّمِ النَّاسُ الْحَجَرَيْنِ اللَّذَيْنِ كَانَا إِنْسَانَيْنِ أُحْدِثَا فِي أَطْهَرِ بِقْعَةٍ فِي الْأَرْضِ وَإِنَّمَا رَاحُوا يَنْحَرُونَ عِنْدَهُمَا الْقَرَابِينَ الَّتِي يُقَدِّمُونَهَا لِآلِهَتِهِمْ تَكْفِيرًا عَنْ خَطَايَاهُمْ !
Ketika bangsa-bangsa tidak puas hanya dengan sekadar nama, melainkan harus ada sejarah yang menceritakan tentang nama-nama yang ditakdirkan memiliki bagian dalam kehidupan publik, maka orang-orang pun mengarang sebuah legenda tentang Isaf dan Na'ilah. Mereka meriwayatkannya sepanjang zaman bahwa keduanya adalah seorang pria dan wanita yang memanfaatkan kesempatan berduaan di Baitul Haram dan berbuat dosa di dalamnya, lalu Allah Ta'ala mengubah keduanya menjadi dua batu. Orang-orang tidak menghancurkan kedua batu yang dulunya manusia yang melakukan perbuatan tercela di tempat tersuci di muka bumi itu, melainkan mereka justru menyembelih kurban di dekat keduanya sebagai persembahan untuk tuhan-tuhan mereka sebagai penebus dosa-dosa mereka!
وَاتَّخَذَ أَهْلُ كُلِّ دَارٍ فِي دَارِهِمْ صَنَمًا يَعْبُدُونَهُ، فَإِذَا أَرَادَ الرَّجُلُ مِنْهُمْ سَفَرًا تَمَسَّحَ بِهِ حِينَ يَرْكَبُ ، فَكَانَ ذَلِكَ آخِرَ مَا يَصْنَعُ حِينَ يَتَوَجَّهُ إِلَى سَفَرِهِ . وَإِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرِهِ تَمَسَّحَ بِهِ ، فَكَانَ ذَلِكَ أَوَّلَ مَا يَبْدَأُ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَدْخُلَ عَلَى أَهْلِهِ . ( الْعَدْنَانِيُّونَ )
Penduduk setiap rumah menjadikan sebuah berhala di rumah mereka untuk disembah. Jika salah seorang dari mereka hendak melakukan perjalanan, dia mengusap berhala itu saat hendak menaiki kendaraannya; itulah hal terakhir yang dia lakukan sebelum memulai perjalanannya. Dan jika dia kembali dari perjalanannya, dia mengusapnya lagi; itulah hal pertama yang dia lakukan sebelum menemui keluarganya. (Al-'Adnaniyyun)
وَاتَّخَذَ أَهْلُ مَكَّةَ مَعَ الْكَعْبَةِ طَوَاغِيتَ وَهِيَ بُيُوتٌ يَعْظِمُونَهَا كَتَعْظِيمِ الْكَعْبَةِ لَهَا سَدَنَةٌ وَحُجَّابٌ ، وَيَهْدُونَ لَهَا كَمَا يَهْدُونَ لِلْكَعْبَةِ ، وَيَطُوفُونَ بِهَا كَطَوَافِهِمْ بِهَا ، وَيَنْحَرُونَ عِنْدَهَا ، وَلَكِنَّهُمْ كَانُوا يَعْرِفُونَ فَضْلَ الْكَعْبَةِ عَلَيْهَا فَهِيَ بَيْتُ أَبِيهِمْ إِبْرَاهِيمَ الْخَلِيلِ وَمَسْجِدُهُ .
Penduduk Makkah menjadikan selain Ka'bah sebagai thaghut (tempat sesembahan selain Allah), yaitu rumah-rumah yang mereka agungkan sebagaimana mereka mengagungkan Ka'bah, yang memiliki juru kunci dan penjaga, mereka memberikan hadiah untuknya sebagaimana mereka memberikan hadiah untuk Ka'bah, mereka bertawaf di sana sebagaimana mereka bertawaf di Ka'bah, dan menyembelih kurban di sana. Namun, mereka tetap mengetahui keutamaan Ka'bah dibandingkan tempat-tempat tersebut, karena Ka'bah adalah rumah bapak mereka Ibrahim Al-Khalil dan masjidnya.
وَظَلَّ أَهْلُ مَكَّةَ يَعْرِفُونَ اللَّهَ وَلَكِنَّهُمْ عَبَدُوا مَعَهُ مَا جَاءُوا بِهِ مِن أَصْنَامٍ لِيُقَرِّبُوهُمْ إِلَيْهِ زُلْفَى ، وَكَانُوا يَحُجُّونَ عَلَى مَرِّ السِّنِينَ وَيَقِفُونَ الْمَوَاقِفَ ، وَقَدْ غَيَّرُوا فِي التَّلْبِيَةِ لِتُلَائِمَ حَالَةَ الشَّكِّ الَّتِي أَمْسَوْا فِيهَا فَكَانُوا يَلْبُونَ : لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ . لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ ، إِلَّا شَرِيكٌ هُوَ لَكَ ، تَمْلِكُهُ وَمَا مَلَكَ .
Penduduk Makkah tetap mengetahui Allah, akan tetapi mereka menyembah bersama-Nya apa yang mereka bawa berupa berhala-berhala agar dapat mendekatkan diri kepada-Nya sedekat-dekatnya. Mereka melaksanakan haji sepanjang tahun dan wukuf di tempat-tempat yang ditentukan. Mereka mengubah talbiyah untuk menyesuaikan dengan keadaan keraguan yang mereka alami, sehingga mereka bertalbiyah: "Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka, illa syariikun huwa laka, tamlikuhu wa maa malak" (Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu. Aku memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, kecuali sekutu yang menjadi milik-Mu, Engkau memilikinya dan apa yang dimilikinya).
وَكَانَ الطَّوَافُ يَبْدَأُ بِاسْتِلَامِ الْحَجَرِ الْأَسْوَدِ ، فَلَمَّا جِيءَ بِإِسَافٍ وَنَائِلَةَ أَصْبَحَ الطَّوَافُ يَبْدَأُ بِأَنْ يَسْتَلِمَ الطَّائِفُ إِسَافَ ثُمَّ الرُّكْنَ الْأَسْوَدَ ، ثُمَّ يَأْخُذُ عَنْ يَمِينِهِ وَيَطُوفُ وَيَجْعَلُ الْكَعْبَةَ عَنْ يَمِينِهِ ، فَإِذَا خَتَمَ طَوَافَهُ سَبْعًا اسْتَلَمَ الرُّكْنَ ثُمَّ اسْتَلَمَ نَائِلَةَ فَيَخْتِمُ بِهَا طَوَافَهُ !
Tawaf dulunya dimulai dengan mengusap Hajar Aswad. Ketika Isaf dan Na'ilah didatangkan, tawaf menjadi dimulai dengan orang yang bertawaf mengusap Isaf, kemudian Rukun Hajar Aswad, kemudian ia mengambil arah ke kanannya, bertawaf, dan menjadikan Ka'bah di sebelah kanannya. Jika ia telah menyelesaikan tawafnya sebanyak tujuh putaran, ia mengusap Rukun, kemudian mengusap Na'ilah dan mengakhiri tawafnya dengannya!
وَفَسَدَ الدِّينُ فِي مَكَّةَ وَلَكِنَّ النَّاسَ كَانُوا يَجْتَمِعُونَ فِي الْحَرَمِ وَيَتَنَاقَشُونَ فِي أَمْرِ الدِّينِ ، فَمَا كَانَ الْمَكِّيُّونَ بِقَادِرِينَ عَلَى أَنْ يَعِيشُوا بِلَا دِينٍ وَالْبَيْتُ الْحَرَامُ يَرْبِطُ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ السَّمَاءِ . وَاشْتَدَّتِ الْخِلَافَاتُ بَيْنَهُمْ فَمِن قَائِلٍ بِأَنَّ خَالِقًا خَلَقَ الْأَفْلَاكَ غَيْرَ أَنَّهَا تَحَرَّكَتْ أَعْظَمَ حَرَكَةً وَأَحْرَقَتْهُ عَلَيْهِ لِأَنَّهُ لَمْ يَقْدِرْ عَلَى ضَبْطِهَا وَإِمْسَاكِ حَرَكَتِهَا ، وَأَنَّ الْأَشْيَاءَ لَيْسَ لَهَا أَوَّلٌ أَلْبَتَّةَ وَإِنَّمَا تَخْرُجُ مِنَ الْقُوَّةِ إِلَى الْفِعْلِ ، فَإِذَا خَرَجَ مَا كَانَ بِالْقُوَّةِ إِلَى الْفِعْلِ كَوَّنَتِ الْأَشْيَاءَ مُرَكَّبَاتِهَا وَبَسَائِطَهَا لَا مِن شَيْءٍ آخَرَ . وَمِن قَائِلٍ بِأَنَّ الْعَالَمَ لَمْ يَزَلْ وَلَا يَزَالُ وَلَا يَتَغَيَّرُ وَلَا يَضْمَحِلُّ مَعَ فِعْلِهِ ، وَهَذَا الْعَالَمُ هُوَ الْمُمْسِكُ لِهَذِهِ الْأَجْزَاءِ الَّتِي فِيهِ ، وَمَن ظَلَّ عَلَى دِينِ إِبْرَاهِيمَ يَعْرِفُ اللَّهَ وَيَعْبُدُهُ وَهَؤُلَاءِ هُمُ الْأَتْقِيَاءُ الْحُنَفَاءُ .
Agama di Makkah telah rusak, akan tetapi orang-orang tetap berkumpul di Al-Haram dan berdiskusi mengenai urusan agama, karena penduduk Makkah tidak mampu hidup tanpa agama, sedangkan Baitul Haram menghubungkan antara mereka dan langit. Perselisihan di antara mereka semakin tajam; ada yang mengatakan bahwa Sang Pencipta menciptakan benda-benda langit, namun benda-benda itu bergerak dengan pergerakan yang dahsyat dan membakar-Nya karena Dia tidak mampu mengendalikan dan menahan pergerakannya, dan bahwa segala sesuatu tidak memiliki permulaan sama sekali, melainkan berpindah dari potensi (quwwah) ke realitas (fi'l), dan jika apa yang bersifat potensi telah berpindah ke realitas, maka segala sesuatu membentuk komponen-komponen dan unsur-unsurnya, bukan berasal dari sesuatu yang lain. Ada pula yang mengatakan bahwa alam semesta ini ada sejak dahulu dan akan terus ada, tidak berubah dan tidak lenyap beserta tindakannya, dan alam semesta inilah yang memegang bagian-bagian yang ada di dalamnya. Dan barang siapa yang tetap berpegang pada agama Ibrahim, maka dia mengetahui Allah dan menyembah-Nya, dan merekalah orang-orang yang bertakwa lagi hanif.
كَانَ الْحُنَفَاءُ يُؤْمِنُونَ بِالْبَعْثِ ، وَكَانَ فَرِيقٌ مِمَّنْ جَعَلَ لِلَّهِ شُرَكَاءَ يُؤْمِنُونَ بِالْبَعْثِ أَيْضًا وَيَعْتَقِدُونَ أَنَّ النَّاسَ يُحْشَرُونَ رُكْبَانًا ، فَكَانُوا يَتْرُكُونَ نَاقَةَ الْمَيِّتِ لَا تُعْلَفُ وَلَا تُسْقَى حَتَّى تَمُوتَ جُوعًا وَعَطَشًا وَقَدْ عُرِفَتْ بِالْبَلِيَّةِ ، فَإِذَا جَاءَ يَوْمُ الدِّينِ بُعِثَتْ نَاقَتُهُ مَعَهُ فَيَرْكَبُهَا كَمَا كَانَ يَفْعَلُ فِي الدُّنْيَا .
Orang-orang yang hanif beriman kepada hari kebangkitan. Ada pula sekelompok orang yang menjadikan sekutu bagi Allah yang juga beriman kepada hari kebangkitan dan meyakini bahwa manusia akan dibangkitkan dalam keadaan berkendaraan, maka mereka membiarkan unta si mayit tanpa diberi makan dan minum sampai mati kelaparan dan kehausan, dan unta ini dikenal dengan nama "baliyyah". Jika hari pembalasan tiba, untanya akan dibangkitkan bersamanya lalu ia akan menungganginya sebagaimana yang ia lakukan di dunia.
وَمَاتَ خُزَيْمَةُ بْنِ مُدْرِكَةَ ، فَدَخَلَ ابْنُهُ الْأَكْبَرُ كِنَانَةُ عَلَى نِسَاءِ أَبِيهِ ، فَطَرَحَ ثَوْبًا عَلَى زَوْجِ أَبِيهِ بَرَّةَ بِنْتُ أُمَّ أُخْتِ تَمِيمٍ بْنِ مُرٍّ فَصَارَتْ زَوْجَهُ ، لِيُحَافِظَ عَلَى خَصَائِصِ دَمِ الزَّعَامَةِ فِي الْأَسْرَةِ كَمَا كَانَ يَفْعَلُ الْفَرَاعِنَةُ بِزَوَاجِ الْأَخِ مِنَ الْأُخْتِ لِيُحَافِظُوا عَلَى الدَّمِ الْمَلَكِيِّ ، وَلَكِنَّ الْعَرَبَ كَانُوا يَكْرَهُونَ ذَلِكَ الزَّوَاجَ وَيُطْلِقُونَ عَلَيْهِ زَوَاجَ الْمَقْتِ .
Wafatlah Khuzaimah bin Mudrikah, maka putra sulungnya, Kinanah, menemui istri-istri ayahnya, lalu ia melemparkan pakaian (sebagai tanda nikah) kepada istri ayahnya, Barrah binti Umm Ukht Tamim bin Murr, lalu wanita itu menjadi istrinya. Hal itu dilakukan untuk menjaga kemurnian darah kepemimpinan dalam keluarga, sebagaimana yang dilakukan para Firaun dengan menikahkan saudara laki-laki dengan saudara perempuan untuk menjaga darah kerajaan. Namun, bangsa Arab membenci pernikahan semacam itu dan menyebutnya sebagai nikah al-maqti (pernikahan yang dibenci).
وَذَاعَ فِي بِلَادِ الْعَرَبِ اسْمُ كِنَانَةَ فَقَدِ اشْتَهَرَ بِحَدَبِهِ عَلَى النَّاسِ وَحِكْمَتِهِ ، فَرَاحُوا يَشُدُّونَ الرِّحَالَ إِلَيْهِ لِيَسْتَشِيرُوهُ فِي أَمْرِ دِينِهِمْ ، وَكَانُوا يَسْتَرِيحُونَ إِلَى قَضَائِهِ وَسِتْرِهِ لِأُمُورِهِمْ كَسِتْرِ الْكِنَانَةِ لِلسِّهَامِ فَاشْتَهَرَ بَيْنَهُمْ بِكِنَانَةَ ، وَمَنْ يَدْرِي فَلَعَلَّ أَبَاهُ قَدْ سَمَّاهُ بِاسْمِ أَبِيهِ وَغَلَبَتْ عَلَيْهِ شُهْرَتُهُ كَمَا هُوَ الْحَالُ فِي أَغْلَبِ رِجَالِ الْعَرَبِ وَنِسَائِهَا .
Nama Kinanah tersebar luas di negeri Arab karena ia terkenal dengan rasa kasih sayangnya kepada orang banyak dan kebijaksanaannya. Mereka pun melakukan perjalanan menemuinya untuk meminta nasihat mengenai urusan agama mereka, dan mereka merasa tenang dengan keputusan dan perlindungannya atas urusan-urusan mereka, sebagaimana tempat anak panah (kinanah) melindungi anak-anak panah, maka ia pun terkenal di kalangan mereka dengan nama Kinanah. Siapa tahu, mungkin ayahnya memberinya nama seperti nama ayahnya (kakeknya), dan ketenarannya mengalahkan nama aslinya sebagaimana yang lazim terjadi pada sebagian besar pria dan wanita Arab.
وَأَنْجَبَتْ بَرَّةُ بِنْتُ مُرٍّ لِكِنَانَةَ النَّضْرَ وَمَالِكَ وَمَلَكَانَ ، وَأَنْجَبَتْ لَهُ هَالَةُ بِنْتُ سُوَيْدِ بْنِ الْغِطْرِيفِ عَبْدَ مَنَاةَ ، وَمَرَّتِ السِّنُونَ وَتَفَرَّقَ أَبْنَاءُ عَدْنَانَ فِي الْبِلَادِ فَلَحِقَ بَعْضُهُم بِالنَّبَطِ الَّذِينَ لَاذُوا بِدُومَةِ الْجَنْدَلِ ، وَذَهَبَ بَعْضُهُم إِلَى الْيَمَنِ ، وَانْطَلَقَ آخَرُونَ إِلَى الْحِيرَةِ وَإِلَى الْكُورَةِ الْعَرَبِيَّةِ وَإِلَى سِينَاءَ . وَمَاتَ كِنَانَةُ وَأَصْبَحَ النَّضْرُ زَعِيمَ الْكِنَانِيِّينَ ، وَقَدْ عُرِفَ بِالنَّضْرِ لِنَضَارَةِ وَجْهِهِ وَحُسْنِهِ ، فَقَدْ غَلَبَتْ عَلَيْهِ صِفَتُهُ كَمَا غَلَبَتْ عَلَى مَن سَبَقُوهُ .
Barrah binti Murr melahirkan bagi Kinanah anak yang bernama Nadhar, Malik, dan Malkan, sedangkan Halah binti Suwaid bin Ghithrif melahirkan anak bernama Abdu Manah. Tahun-tahun berlalu dan anak-anak 'Adnan terpencar ke berbagai negeri. Sebagian dari mereka menyusul kaum Nabath yang berlindung di Daumatul Jandal, sebagian pergi ke Yaman, dan yang lain berangkat ke Hirah, ke provinsi Arab, dan ke Sinai. Kinanah wafat dan Nadhar menjadi pemimpin Bani Kinanah. Ia dikenal dengan nama Nadhar karena kecerahan wajahnya dan ketampanannya, sehingga sifatnya mengalahkan nama aslinya sebagaimana yang terjadi pada mereka yang mendahuluinya.
وَتَلَفَّتَ النَّضْرُ فَوَجَدَ شَبَابَ الْعَدْنَانِيِّينَ مِن نَزَارِيِّينَ وَمُضَرِيِّينَ وَكِنَانِيِّينَ قَدْ هَجَرُوا الْبَيْتَ وَتَفَسَّحُوا فِي الْبِلَادِ ، وَأَنَّ تِجَارَةَ مَكَّةَ تَأَثَّرَتْ بِتِلْكَ الْهِجْرَاتِ ، فَعَزَمَ عَلَى أَنَّ يُعِيدَهُمْ إِلَى مَكَّةَ وَأَنَّ يَجْمَعَهُمْ فِي الْحَرَمِ لِيُجَدِّدَ شَبَابَ أُمِّ الْقُرَى وَلِيُعِيدَ لَهَا مَكَانَتَهَا ، فَأَوْفَدَ النَّضْرُ السِّفَارَاتِ إِلَى الَّذِينَ هَجَرُوا الْبَيْتَ يُغْرِيهِم بِالْعَوْدَةِ إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكَ اللَّهُ فِيهَا لِلْعَالَمِينَ .
Nadhar menoleh ke sekeliling dan mendapati para pemuda 'Adnaniyyun dari kalangan Nizariyyun, Mudhariyyun, dan Kinaniyyun telah meninggalkan Baitullah dan menyebar ke berbagai negeri, dan bahwa perdagangan Makkah terpengaruh oleh migrasi tersebut. Ia pun bertekad untuk membawa mereka kembali ke Makkah dan mengumpulkan mereka di Al-Haram untuk memperbarui masa muda Ummul Qura dan mengembalikan kedudukannya. Maka Nadhar mengirimkan utusan-utusan kepada mereka yang telah meninggalkan Baitullah, membujuk mereka agar kembali ke tanah yang telah Allah berkahi bagi semesta alam.
وَعَادَتِ الْأَسْرُ الَّتِي غَادَرَتْ مَكَّةَ إِلَى الْحَرَمِ ، وَنَجَحَ النَّضْرُ فِي أَنَّ يَجْمَعَ الشَّمْلَ ، وَأَفْعَمَ السُّرُورَ الْقُلُوبَ وَتَهَلَّلَتِ الْوُجُوهُ بِالْفَرَحِ لِمَا تَقْرِشُ ( تَجْمَعُ ) الْعَدْنَانِيُّونَ مَرَّةً أُخْرَى فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ، فَالْتَفُّوا إِلَى النَّضْرِ بْنِ كِنَانَةَ الَّذِي كَانَ لَهُ الْفَضْلُ فِي تَقْرِشِهِم ( تَجَمُّعِهِم ) وَقَالُوا : قُرَيْشٌ .
Keluarga-keluarga yang meninggalkan Makkah kembali ke Al-Haram, dan Nadhar berhasil menyatukan mereka kembali. Kebahagiaan memenuhi hati dan wajah-wajah berseri-seri penuh kegembiraan karena Bani 'Adnan kembali berkumpul (taqrisyu/berkumpul) lagi di Masjidil Haram. Mereka berkumpul di sekeliling Nadhar bin Kinanah yang memiliki jasa dalam menyatukan mereka (taqrisyihim/pengumpulan mereka) dan mereka berkata: "Quraisy".
« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi