BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

MRWM - Al 'Adnaniyyuun - Episode 34

AL-'ADNANIYYUN
Abdul Hamid Judah As-Sahhar

Runtuhnya Mercusuar Tauhid: Saat 'Amr bin Luhay Mengganti Syariat dengan Ilusi

Episode ini mengisahkan transisi pilu Makkah dari oase keimanan yang murni menjadi ladang kesyirikan. Kita menyoroti bagaimana kekosongan jiwa dan kesombongan 'Amr bin Luhay menghancurkan warisan tauhid Nabi Ibrahim عليه السلام dengan bid'ah yang ia buat sendiri.

كَانَتْ مَكَّةُ وَاحَةَ الْإِيمَانِ فِي صَحْرَاءِ الْوَثَنِيَّاتِ الَّتِي غَطَّتْ وَجْهَ الدُّنْيَا ، لَمْ تَرْفُضْ عُقُولُ أَبْنَائِهَا الْإِيمَانَ بِاللهِ وَحْدَهُ ، فَلَمْ يَعْرِضُوا عَنِ السَّمَاءِ لِيُحَاوِلُوا إِقَامَةَ الْمَدِينَةِ الْفَاضِلَةِ عَلَى الْأَرْضِ ، بَلْ أَسْلَمُوا وُجُوهَهُمْ لِلهِ .. فَظَلَّتْ شُعْلَةُ الدِّينِ مُتَأَلِّقَةً فِي جَنَبَاتِهَا وَصَارَتْ مَرْفَأً هَادِئًا لِلْخَائِفِينَ وَاللَّائِذِينَ بِحَرَمِهَا يَجِدُونَ الْأَمْنَ وَالسَّلَامَ ، بَيْنَا يَتَخَطَّفُ النَّاسُ مِنْ حَوْلِهِمْ .
Makkah adalah oase keimanan di padang pasir paganisme yang menutupi wajah dunia. Akal penduduknya tidak menolak keimanan kepada Allah semata, mereka tidak berpaling dari langit untuk mencoba mendirikan kota utama di bumi, bahkan mereka menyerahkan wajah mereka kepada Allah.. Maka obor agama tetap bersinar di sisi-sisinya dan menjadi pelabuhan tenang bagi orang-orang yang takut dan mereka yang berlindung di tanah sucinya, mereka menemukan keamanan dan kedamaian, sementara orang-orang di sekitar mereka saling merenggut.
بَقِيَ جَوْهَرُ الدِّينِ فِيهَا نَقِيًّا فَحَلَّ الْإِيمَانُ مَحَلَّ السُّلْطَانِ وَعَاشَ أَهْلُهَا سُعَدَاءَ مَا دَامُوا فِي كَنَفِ اللهِ ، وَإِنْ تَقَوَّضَ كُلُّ مَا تَصَوَّرَهُ النَّاسُ مِنْ مُدُنٍ فَاضِلَةٍ فِي الدُّوَلِ الَّتِي حَوْلَهَا لِاسْتِمْرَارِ الْأَقْوِيَاءِ فِي اسْتِغْلَالِ الضُّعَفَاءِ وَالِاسْتِبْدَادِ بِهِمْ .
Inti agama di dalamnya tetap murni, maka keimanan menggantikan kedudukan penguasa, dan penduduknya hidup bahagia selama mereka berada dalam lindungan Allah, meskipun semua yang dibayangkan manusia tentang kota-kota utama di negara-negara di sekitar mereka runtuh karena terus berlanjutnya orang-orang kuat dalam mengeksploitasi orang-orang lemah dan menindas mereka.
وَنَجَحَ الْيَاسُ فِي الْقَضَاءِ عَلَى الْبِدَعِ الَّتِي كَانَتْ قَدْ بَدَأَتْ تَتَسَرَّبُ إِلَى الدِّينِ فَجَدَّدَ لِمَلَّةِ إِبْرَاهِيمَ شَبَابَهَا وَاشْتَعَلَتِ النَّفْحَةُ الرُّوحِيَّةُ فِي صُدُورِ الْمُؤْمِنِينَ مَرَّةً أُخْرَى . وَعَاشَ ابْنُهُ قَمْعَةُ بْنُ خِنْدَفَ فِي ظِلِّ النَّهْضَةِ الدِّينِيَّةِ الَّتِي بَعَثَهَا أَبُوهُ عِيشَةً سَعِيدَةً رَاضِيَةً ، وَشَبَّ لِحَى بْنُ قَمْعَةَ فِي زَمَنِ ازْدَهَرَتْ فِيهِ تِجَارَةُ مَكَّةَ وَتَكَدسَتْ فِي بُيُوتِ أَشْرَافِهَا الْأَمْوَالُ مِنْ ذَهَبٍ وَفِضَّةٍ .
Keputusasaan berhasil dalam melenyapkan bid'ah yang telah mulai menyusup ke dalam agama, maka ia memperbaharui kemudaan ajaran Ibrahim, dan hembusan ruhani menyala di dada orang-orang beriman sekali lagi. Anaknya, Qam'ah bin Khindaf, hidup dalam naungan kebangkitan agama yang dibangkitkan oleh ayahnya dalam kehidupan yang bahagia dan puas, dan Lihy bin Qam'ah tumbuh di zaman di mana perdagangan Makkah berkembang pesat dan harta kekayaan berupa emas dan perak menumpuk di rumah-rumah para pemuka-pemukanya.
وَجَاءَ عَمْرُو بْنُ لُحَيٍّ بَعْدَ أَنْ طَالَ عَلَى النَّاسِ الْعَهْدُ وَفَتَرَتْ حَمَاسَتُهُمُ الدِّينِيَّةُ وَأَخَذَتْ أَسَاطِيرُ الشُّعُوبِ تَفِدُ إِلَى مَكَّةَ مَعَ التُّجَّارِ الَّذِينَ كَانُوا يَعْبُدُونَ اللهَ عَلَى حَرْفٍ ، وَأَلْقَى النَّاسُ أَسْمَاعَهُمْ إِلَى الْقِصَصِ الَّتِي كَانَتْ تُرْوَى عَنْ آلِهَةِ الشُّعُوبِ مِنْ نَبَطٍ وَآرَامِيِّينَ وَمِصْرِيِّينَ وَبَابِلِيِّينَ وَفُرْسٍ وَمَسِيحِيِّينَ .
Kemudian datanglah 'Amr bin Luhay setelah masa yang panjang berlalu bagi manusia dan semangat keagamaan mereka melemah. Mitos-mitos bangsa-bangsa mulai berdatangan ke Makkah bersama para pedagang yang beribadah kepada Allah hanya di tepi saja, dan orang-orang mendengarkan cerita-cerita yang dikisahkan tentang tuhan-tuhan bangsa-bangsa dari Nabath, Aram, Mesir, Babilonia, Persia, dan Kristen.
وَتَلَفَّتَ عَمْرُو بْنُ لُحَيٍّ فَأَلْفَى نَفْسَهُ غَنِيًّا مَسْمُوعَ الْكَلِمَةِ فِي قَوْمِهِ ، فَلَمَّا جَاءَ أَوَانُ الْحَجِّ نَحَرَ فِي الْمَوْسِمِ عَشَرَةَ آلَافِ بَدَنَةٍ وَكَسَا النَّاسَ عَشَرَةَ آلَافِ حُلَّةٍ ، فَفُتِنَ النَّاسُ بِهِ وَأَقْبَلُوا عَلَيْهِ يُعَظِّمُونَهُ وَيُقِرُّونَ لَهُ بِالسِّيَادَةِ عَلَيْهِمْ .
'Amr bin Luhay menoleh dan mendapati dirinya kaya raya dan didengar kata-katanya di kaumnya. Ketika musim haji tiba, ia menyembelih sepuluh ribu unta pada musim itu dan memakaikan sepuluh ribu pakaian kepada orang-orang, maka orang-orang terfitnah olehnya dan mereka datang kepadanya mengagungkannya serta mengakui kepemimpinannya atas mereka.
وَتَمَلَّكَ عَمْرُو الْغُرُورُ فَرَاحَ يَبْتَدِعُ لِقَوْمِهِ الْبِدَعَ ، وَكَانَ لَا يَبْتَدِعُ لَهُمْ بِدْعَةً إِلَّا اتَّخَذُوهَا شِرْعَةً ، وَلَمَّا كَانَ يَمْلِكُ مِنَ النُّوقِ مَا لَا يُعَدُّ وَلَا يُحْصَى وَكَانَتْ غَنَمُهُ تَغْطَى مَرَاعِيَ مَكَّةَ فَقَدْ رَاحَ يَشْرَعُ فِي النُّوقِ وَالْغَنَمِ !
Kesombongan menguasai 'Amr, maka ia mulai menciptakan bid'ah bagi kaumnya. Ia tidak menciptakan bid'ah bagi mereka kecuali mereka menjadikannya sebagai syariat. Karena ia memiliki unta yang tak terhitung jumlahnya dan kambingnya menutupi padang rumput Makkah, ia mulai membuat aturan mengenai unta dan kambing!
قَالَ : إِنَّ النَّاقَةَ إِذَا تَابَعَتْ بَيْنَ عَشْرِ إِنَاثٍ لَيْسَ بَيْنَهُنَّ ذَكَرٌ سُيِّبَتْ فَلَمْ يُرْكَبْ ظَهْرُهَا ، وَلَمْ يُجَزْ وَبَرُهَا ، وَلَمْ يُشْرَبْ لَبَنُهَا إِلَّا ضَيْفٌ ، وَعُرِفَتْ هَذِهِ النَّاقَةُ بِالسَّائِبَةِ .
Ia berkata: "Jika seekor unta betina melahirkan sepuluh anak betina berturut-turut yang di antaranya tidak ada jantan, maka ia dilepaskan (sa'ibah), punggungnya tidak boleh ditunggangi, bulunya tidak boleh diambil, dan susunya tidak boleh diminum kecuali oleh tamu, dan unta ini dikenal dengan nama As-Sa'ibah."
وَلَمَّا كَانَ غَنِيًّا لَا يَدْرِي كَيْفَ يَمْلَأُ فَرَاغَ حَيَاتِهِ فَلَمْ يَكْتَفِ بِمَا شَرَعَ ، بَلْ رَاحَ يُفَكِّرُ فِي تَشْرِيعٍ آخَرَ مَا دَامَ قَوْمُهُ أَطَاعُوهُ وَاتَّخَذُوهُ قُدْوَةً ، فَقَالَ :
Dan karena ia kaya dan tidak tahu bagaimana mengisi kekosongan hidupnya, ia tidak puas dengan apa yang telah ia syariatkan, bahkan ia terus berpikir untuk membuat syariat lain selama kaumnya menaatinya dan menjadikannya teladan. Maka ia berkata:
مَا أَنْتَجَتِ السَّائِبَةُ بَعْدَ ذَلِكَ مِنْ أُنْثَى شُقَّتْ أُذُنُهَا ثُمَّ خُلِّيَ سَبِيلُهَا مَعَ أُمِّهَا ، فَلَمْ يُرْكَبْ ظَهْرُهَا وَلَمْ يُجَزْ وَبَرُهَا وَلَمْ يُشْرَبْ لَبَنُهَا إِلَّا ضَيْفٌ كَمَا فُعِلَ بِأُمِّهَا ، وَعُرِفَتْ هَذِهِ النَّاقَةُ بِالْبَحِيرَةِ بِنْتِ السَّائِبَةِ .
"Apa yang dilahirkan oleh As-Sa'ibah setelah itu berupa anak betina, maka telinganya dibelah kemudian dilepaskan bersama ibunya. Punggungnya tidak ditunggangi, bulunya tidak diambil, dan susunya tidak diminum kecuali oleh tamu sebagaimana yang dilakukan terhadap induknya, dan unta ini dikenal dengan Al-Bahirah, anak dari As-Sa'ibah."
وَرَضِيَ قَوْمُهُ بِمَا ابْتَدَعَ لَهُمْ مِنْ بِدَعٍ فَعَالَى فِي التَّشْرِيعِ فَقَالَ :
Kaumnya ridha dengan bid'ah yang ia ciptakan bagi mereka, maka ia makin melampaui batas dalam pensyariatan dan berkata:
الشَّاةُ إِذَا أَتَمَّتْ عَشْرَ إِنَاثٍ مُتَتَابِعَاتٍ فِي خَمْسَةِ أَبْطُنٍ لَيْسَ بَيْنَهُنَّ ذَكَرٌ جُعِلَتْ وَصِيلَةً ، فَمَا تَلِدُ بَعْدَ ذَلِكَ فَلِلذُّكُورِ الْبَنِينَ دُونَ الْبَنَاتِ ، إِلَّا أَنْ يَمُوتَ مِنْهَا شَيْءٌ فَيَشْتَرِكَ فِي أَكْلِهِ الْبَنُونَ وَالْبَنَاتُ .
"Kambing jika telah melahirkan sepuluh anak betina berturut-turut dalam lima kehamilan yang di antaranya tidak ada jantan, maka ia dijadikan Washilah. Maka apa yang ia lahirkan setelah itu adalah untuk anak laki-laki, bukan perempuan, kecuali jika ada yang mati darinya, maka anak laki-laki dan perempuan bersekutu memakannya."
قَالَ : إِنَّ الْفَحْلَ إِذَا نَتَجَ لَهُ عَشْرُ إِنَاثٍ مُتَتَابِعَاتٍ لَيْسَ بَيْنَهُنَّ ذَكَرٌ حُمِيَ ظَهْرُهُ فَلَمْ يُرْكَبْ وَلَمْ يُجَزْ وَبَرُهُ ، وَخُلِّيَ فِي إِبِلِهِ يَضْرِبُ فِيهَا لَا يَنْتَفِعُ مِنْهُ بِغَيْرِ ذَلِكَ وَعُرِفَ ذَلِكَ الْفَحْلُ بِالْحَامِي .
Ia berkata: "Sesungguhnya unta pejantan jika telah menghasilkan sepuluh anak betina berturut-turut yang di antaranya tidak ada jantan, maka punggungnya dilindungi (diharamkan), tidak boleh ditunggangi dan bulunya tidak diambil. Ia dibiarkan di antara unta-untanya untuk mengawini unta-unta tersebut, tidak dimanfaatkan selain dari itu, dan pejantan itu dikenal dengan Al-Hami."
وَرَاحَ يُحَرِّمُ وَيُحَلِّلُ وَيُشَرِّعُ فِي الشَّاةِ الَّتِي تَلِدُ اثْنَيْنِ فِي كُلِّ بَطْنٍ فَيَجْعَلُ الْإِنَاثَ لِلهِ وَالذُّكُورَ لِصَاحِبِهَا ، وَعَرَفَ الْعَرَبُ لِأَوَّلِ مَرَّةٍ السَّائِبَةَ وَالْبَحِيرَةَ وَالْوَصِيلَةَ وَالْحَامِيَ وَآمَنُوا بِأَنَّ ذَلِكَ مِنْ عِنْدِ اللهِ ﴿ مَا جَعَلَ اللهُ مِنْ بَحِيرَةٍ وَلَا سَائِبَةٍ وَلَا وَصِيلَةٍ وَلَا حَامٍ وَلَكِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يَفْتَرُونَ عَلَى اللهِ الْكَذِبَ وَأَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ ﴾ .
Ia mulai mengharamkan, menghalalkan, dan mensyariatkan pada kambing yang melahirkan dua anak dalam setiap kehamilan, maka ia menjadikan yang betina untuk Allah dan yang jantan untuk pemiliknya. Bangsa Arab untuk pertama kalinya mengenal As-Sa'ibah, Al-Bahirah, Al-Washilah, dan Al-Hami serta mengimani bahwa hal itu dari sisi Allah (Padahal) "Allah sekali-kali tidak pernah mensyariatkan adanya bahirah, saibah, washilah, dan ham. Akan tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti."
﴿ وَقَالُوا مَا فِي بُطُونِ هَذِهِ الْأَنْعَامِ خَالِصَةٌ لِذُكُورِنَا وَمُحَرَّمٌ عَلَى أَزْوَاجِنَا وَإِنْ يَكُنْ مَيْتَةً فَهُمْ فِيهِ شُرَكَاءُ سَيَجْزِيهِمْ وَصْفَهُمْ إِنَّهُ حَكِيمٌ عَلِيمٌ ﴾ . ﴿ قُلْ أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْزَلَ اللهُ لَكُمْ مِنْ رِزْقٍ فَجَعَلْتُمْ مِنْهُ حَرَامًا وَحَلَالًا قُلْ آللهُ أَذِنَ لَكُمْ أَمْ عَلَى اللهِ تَفْتَرُونَ ﴾ .
"Dan mereka berkata: 'Apa yang dalam perut binatang ternak ini adalah khusus untuk laki-laki kami dan diharamkan atas wanita kami, dan jika ia mati, maka mereka bersekutu padanya. Allah akan membalas mereka akan sifat mereka, sesungguhnya Dia Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.' Katakanlah: 'Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan sebagiannya halal.' Katakanlah: 'Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) ataukah kamu mengada-adakan kedustaan terhadap Allah?'"
﴿ مِنَ الضَّأْنِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْمَعْزِ اثْنَيْنِ قُلْ آلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ الْأُنْثَيَيْنِ أَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ الْأُنْثَيَيْنِ نَبِّئُونِي بِعِلْمٍ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ . وَمِنَ الْإِبِلِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْبَقَرِ اثْنَيْنِ قُلْ آلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ الْأُنْثَيَيْنِ أَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ الْأُنْثَيَيْنِ أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ وَصَّاكُمُ اللهُ بِهَذَا فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللهِ كَذِبًا لِيُضِلَّ النَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍ إِنَّ اللهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ ﴾ .
"(yaitu) delapan binatang yang berpasangan, sepasang dari domba, sepasang dari kambing. Katakanlah: 'Apakah dua yang jantan yang diharamkan-Nya atau dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan dua yang betina? Terangkanlah kepadaku dengan berdasar pengetahuan jika kamu memang orang-orang yang benar.' Dan sepasang dari unta, sepasang dari lembu. Katakanlah: 'Apakah dua yang jantan yang diharamkan-Nya atau dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan dua yang betina? Apakah kamu menyaksikan di waktu Allah menetapkan ini bagimu? Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang membuat-buat kedustaan terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan?' Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."
وَعَجَزَ عَمْرُو بْنُ لُحَيٍّ عَنْ أَنْ يُجَدِّدَ دِينَ إِبْرَاهِيمَ أَوْ أَنْ يَدْعُوَ إِلَى مَذْهَبٍ فَلْسَفِيٍّ فَرَاحَ يُشَرِّعُ فِي الْإِبِلِ وَالضَّأْنِ وَالْمَعْزِ وَالْبَقَرِ ، وَكَانَتْ مَكَّةُ تَعِيشُ فِي غَيْبُوبَةٍ دِينِيَّةٍ فَانْقَادَتْ إِلَيْهِ دُونَ تَفْكِيرٍ .
'Amr bin Luhay gagal untuk memperbaharui ajaran Ibrahim atau mengajak kepada mazhab filosofis, maka ia mulai mensyariatkan pada unta, domba, kambing, dan lembu. Makkah hidup dalam keadaan koma keagamaan, maka ia menurut kepadanya tanpa berpikir.
وَخَرَجَ عَمْرُو فِي الْقَافِلَةِ الْمُنْطَلِقَةِ إِلَى الشَّمَالِ تَحْمِلُ تِجَارَةَ مَكَّةَ وَهُوَ مُنْتَفِخُ الْأَوْدَاجِ غُرُورًا يُحِيطُ بِهِ خَدَمُهُ وَحَشَمُهُ وَبَعْضُ الْمُعْجَبِينَ بِثَرَائِهِ الْعَرِيضِ ، وَقَدْ أَطْلَقَ الْعِنَانَ لِعَقْلِهِ السَّقِيمِ فَرَاحَتْ تَدَاعِبُهُ فِكْرَةُ أَنْ يَعُودَ مِنْ أَرْضِ النَّبَطِ أَوْ أَرْضِ ثَمُودَ أَوْ مِنَ الْبَلْقَاءِ بِبِدْعَةٍ جَدِيدَةٍ .
'Amr pergi dengan kafilah yang berangkat ke utara membawa barang dagangan Makkah. Ia begitu angkuh, dikelilingi oleh pelayan dan pengikutnya serta beberapa orang yang terpesona dengan kekayaannya yang luas. Ia membiarkan akalnya yang sakit berkelana, dan gagasan untuk kembali dari tanah Nabath, atau tanah Tsamud, atau dari Balqa' dengan bid'ah baru terus membelainya.
وَبَلَغَتِ الْقَافِلَةُ أَرْضَ النَّبَطِ وَرَاحَتْ تَنْسَابُ فِي الْبَتْرَاءِ عَاصِمَةِ أَوَّلِ مَنْ أَشْرَكُوا بِاللهِ مِنْ أَبْنَاءِ إِسْمَاعِيلَ ، فَأَلْفَى مَعَابِدَ ﴿ ذِي الشَّرَى ﴾ وَ ﴿ اللَّاتِ ﴾ وَ ﴿ الْعُزَّى ﴾ وَ ﴿ رَبِّ الْبَيْتِ ﴾ وَ ﴿ مَنُوتَن ﴾ إِلَهَةِ الْمَنَايَا وَالْحِظِ غَاصَّةً بِالْعَابِدِينَ وَالطَّائِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ ، فَقَالَ لِلْقَوْمِ :
Kafilah mencapai tanah Nabath dan mengalir ke Petra, ibu kota orang pertama dari keturunan Ismail yang menyekutukan Allah. Ia menemukan kuil-kuil Dzu asy-Syara, Al-Lat, Al-'Uzza, Rabbul Bait, dan Manutan, dewi kematian dan nasib yang penuh sesak dengan para penyembah, orang-orang yang bertawaf, dan orang-orang yang rukuk dan sujud. Maka ia berkata kepada mereka:
— مَا هَذِهِ الْأَصْنَامُ الَّتِي أَرَاكُمْ تَعْبُدُونَ ؟
— "Apa berhala-berhala ini yang kulihat kalian sembah?"
— هَذِهِ أَصْنَامٌ نَعْبُدُهَا ، نَسْتَمْطِرُهَا فَتَمْطُرُنَا وَنَسْتَنْصِرُهَا فَتَنْصُرُنَا .
— "Ini adalah berhala-berhala yang kami sembah, kami meminta hujan kepadanya maka ia menghujani kami, dan kami meminta pertolongan kepadanya maka ia menolong kami."
— أَتَعْبُدُونَهَا مِنْ دُونِ اللهِ ؟
— "Apakah kalian menyembahnya selain Allah?"
— مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللهِ زُلْفَى .
— "Kami tidak menyembah mereka melainkan agar mereka mendekatkan kami kepada Allah sedekat-dekatnya."
— وَمَا اللَّاتُ ؟
— "Dan apa itu Al-Lat?"
— زَوْجَةُ الْإِلَهِ .
— "Istri Tuhan."
— وَمَا الْعُزَّى ؟
— "Dan apa itu Al-'Uzza?"
— ابْنَتُهُ .
— "Anak perempuannya."
— وَمَنُوتَن ؟
— "Dan Manutan?"
— ابْنَةٌ أُخْرَى . هُنَّ بَنَاتُ اللهِ وَهُنَّ يَشْفَعْنَ إِلَيْهِ .
— "Anak perempuan lainnya. Mereka adalah anak-anak Allah dan mereka memberi syafaat kepada-Nya."
وَلَمْ يَكُنْ أَمْرًا سَهْلًا أَنْ يُشْرِكَ عَمْرُو بْنُ لُحَيٍّ بِاللهِ ، فَرَاحَ يُحَاوِرُ الْقَوْمَ :
Dan bukanlah perkara yang mudah bagi 'Amr bin Luhay untuk menyekutukan Allah, maka ia mulai berdialog dengan kaum tersebut:
— أَتَنْفَعُكُمْ هَذِهِ الْأَصْنَامُ ؟
— "Apakah berhala-berhala ini bermanfaat bagi kalian?"
— مَا عَظَّمَهَا آبَاؤُنَا إِلَّا لِأَنَّهَا تَرْزُقُ وَتَنْفَعُ وَتَضُرُّ .
— "Orang tua kami tidak mengagungkan mereka melainkan karena mereka memberi rezeki, bermanfaat, dan memudaratkan."
وَغَادَرَتِ الْقَافِلَةُ أَرْضَ النَّبَطِ وَانْطَلَقَتْ فِي الْفَضَاءِ ، وَرَاحَ الْحَادِي يَحْدُو بِالْغِنَاءِ فَدَبَّ النَّشَاطُ فِي الْإِبِلِ بَعْدَ الْكَلَالِ وَأَطْلَقَ عَمْرُو بْنُ لُحَيٍّ لِخَيَالِهِ الْعَنَانَ يُفَكِّرُ فِيمَا رَأَى فِي مَعَابِدِ بَنِي إِسْمَاعِيلَ بَعْدَ أَنْ أَضْحَوْا كُورَةً رُومَانِيَّةً وَيَتَرَدَّدُ فِي مَسَامِعِهِ مَا أَلْقَى إِلَيْهِ مِنَ الْقَوْمِ : ﴿ هَ اللَّاتُ زَوْجَةُ الْإِلَهِ .. الْعُزَّى ابْنَتُه : كَوْكَبُ الصَّبَاحِ .. مَنُوتَن إِلَهَةُ الْحَظِّ وَالْمَنَايَا .. إِنَّهُنَّ الْغَرَانِيقُ الْعُلَى وَإِنَّ شَفَاعَتَهُنَّ لَتُرْتَجَى ﴾ .
Kafilah meninggalkan tanah Nabath dan berangkat menuju ruang luas. Pengemudi unta mulai bernyanyi, maka semangat pun kembali pada unta-unta setelah kelelahan. 'Amr bin Luhay membiarkan imajinasinya melayang memikirkan apa yang ia lihat di kuil-kuil keturunan Ismail setelah mereka menjadi wilayah Romawi, dan bergema di telinganya apa yang disampaikan kepadanya oleh kaum tersebut: "Al-Lat istri Tuhan.. Al-'Uzza anak perempuannya: bintang pagi.. Manutan dewi nasib dan kematian.. Mereka adalah burung bangau yang tinggi dan syafaat mereka sungguh diharapkan."
وَرَاحَ عَمْرُو بْنُ لُحَيٍّ يُقَاوِمُ مَا يُوَسْوِسُ بِهِ شَيْطَانُهُ ، إِنَّهُ يُغْرِيهِ بِأَنْ يَحْمِلَ صَنَمًا مِنْ هَذِهِ الْأَصْنَامِ وَأَنْ يَضَعَهُ فِي جَوْفِ الْكَعْبَةِ وَيَأْمُرَ الْمَكِّيِّينَ الَّذِينَ اتَّخَذُوهُ رَبًّا لَا يَبْتَدِعُ لَهُمْ بِدْعَةً إِلَّا اتَّخَذُوهَا شِرْعَةً أَنْ يَعْبُدُوا مَا جَاءَهُمْ بِهِ مِنَ الْأَصْنَامِ ، وَلَكِنَّهُ كَانَ يُجَاهِدُ أَنْ يَصُمَّ أُذُنَيْهِ عَنْ هَمَزَاتِ الشَّيْطَانِ .
'Amr bin Luhay mulai melawan apa yang dibisikkan oleh syaitannya. Ia menggoda untuk membawa berhala dari berhala-berhala ini, meletakkannya di dalam Ka'bah, dan memerintahkan orang-orang Makkah yang menjadikannya tuhan - yang tidaklah ia menciptakan bid'ah bagi mereka kecuali mereka menjadikannya syariat - untuk menyembah apa yang ia bawa kepada mereka berupa berhala-berhala. Akan tetapi, ia berusaha keras menutup telinganya dari bisikan syaitan.
وَانْبَهَرَتْ أَنْفَاسُهُ مِنَ الْجُهْدِ وَتَصَبَّبَ مِنْهُ الْعَرَقُ فَقَدْ وَضَعَ أَصَابِعَهُ فِي أُذُنَيْهِ ، وَلَكِنَّ الْإِغْرَاءَ كَانَ يَنْبَعِثُ مِنْ جَوْفِهِ وَيَمْتَلِئُ بِهِ صَدْرُهُ وَيُغَذِّيهِ غُرُورُهُ ، وَمَا إِنْ دَخَلَتِ الْقَافِلَةُ مَوَّابَ حَتَّى انْهَارَتْ مُقَاوَمَتُهُ وَأَسْلَسَ لِشَيْطَانِهِ قِيَادَهُ .
Napasnya terengah-engah karena usaha keras dan keringat bercucuran darinya karena ia telah menyumbat telinganya dengan jarinya. Namun, godaan itu memancar dari dalam dirinya, memenuhi dadanya, dan disuburkan oleh kesombongannya. Begitu kafilah memasuki Mu'ab, pertahanannya runtuh dan ia menyerahkan kendalinya kepada syaitannya.
وَوَقَفَ عَمْرُو بْنُ لُحَيٍّ أَمَامَ صَنَمِ هُبَلَ طَوِيلًا وَرَاحَ يُحَاوِرُ الْقَوْمَ ثُمَّ قَالَ لَهُمْ وَهُوَ يُحَاوِرُهُمْ :
'Amr bin Luhay berdiri di depan berhala Hubal cukup lama dan mulai berdialog dengan kaum tersebut, lalu ia berkata kepada mereka saat ia berdialog dengan mereka:
— أَفَلَا تُعْطُونِي صَنَمًا فَأَسِيرَ بِهِ إِلَى أَرْضِ الْعَرَبِ فَيَعْبُدُوهُ ؟
— "Tidakkah kalian memberiku sebuah berhala agar aku membawanya ke tanah Arab supaya mereka menyembahnya?"
وَعَادَتِ الْقَافِلَةُ إِلَى مَكَّةَ تَحْمِلُ صَنَمَ هُبَلَ وَوَضَعَهُ عَمْرُو بْنُ لُحَيٍّ عِنْدَ الْبِئْرِ فِي جَوْفِ الْكَعْبَةِ وَأَمَرَ النَّاسَ بِعِبَادَتِهِ وَتَعْظِيمِهِ ، فَانْقَادَ النَّاسُ إِلَيْهِ بَعْدَ أَنْ طَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ وَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ .
Kafilah kembali ke Makkah membawa berhala Hubal. 'Amr bin Luhay meletakkannya di dekat sumur di dalam Ka'bah dan memerintahkan orang-orang untuk menyembah dan mengagungkannya. Orang-orang menurut kepadanya setelah waktu yang lama berlalu bagi mereka dan hati mereka mengeras.
وَفَتَحَ عَمْرُو بْنُ لُحَيٍّ بَابَ الشِّرْكِ بِاللهِ فِي الْأَرْضِ الْمُقَدَّسَةِ الَّتِي ظَلَّتْ مَنَارَةَ التَّوْحِيدِ مُذْ أَقَامَ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ ، وَأَصْبَحَ اسْتِيرَادُ الْأَصْنَامِ مِنَ الْأَرَاضِي الْمُجَاوِرَةِ بِدْعَةً مُحَبَّبَةً إِلَى نُفُوسِ الْقَوْمِ ، بَلْ تَنَافَسُوا فِيهَا تَنَافُسَهُمْ فِي التِّجَارَةِ فَاسْتَوْرَدَ عَمْرُو بْنُ لُحَيٍّ اللَّاتَ وَنَصَبَ تِمْثَالَهَا بِالطَّائِفِ ، وَاسْتَوْرَدَ ظَالِمُ بْنُ أَسْعَدَ الْعُزَّى وَأَقَامَهُ بِوَادِي حَرَاضٍ بَإِزَاءِ النَّمِيرِ عَنْ يَمِينِ الْمَصْعَدِ إِلَى الْعِرَاقِ مِنْ مَكَّةَ فَوْقَ ذَاتِ عِرْقِ الْبُسْتَانِ بِتِسْعَةِ أَمْيَالٍ ، وَلَمْ يَكْتَفِ بِذَلِكَ بَلْ بَنَى فَوْقَهَا بَيْتًا .
'Amr bin Luhay membuka pintu kemusyrikan kepada Allah di tanah suci yang tetap menjadi mercusuar tauhid sejak Ibrahim dan Ismail mendirikan fondasi Ka'bah. Mengimpor berhala dari tanah sekitarnya menjadi bid'ah yang dicintai oleh jiwa kaum tersebut, bahkan mereka berlomba-lomba padanya sebagaimana mereka berlomba dalam perdagangan. 'Amr bin Luhay mengimpor Al-Lat dan mendirikan patungnya di Thaif, dan Zalim bin As'ad mengimpor Al-'Uzza dan mendirikannya di lembah Haradh di depan An-Namir di sebelah kanan pendakian ke Irak dari Makkah di atas Dzat 'Irq Al-Bustan sejauh sembilan mil, dan ia tidak puas dengan itu bahkan ia membangun rumah di atasnya.
وَرَاحَ عَمْرُو بْنُ لُحَيٍّ يَقُولُ لِقَوْمِهِ :
Dan 'Amr bin Luhay mulai berkata kepada kaumnya:
— إِنَّ رَبَّكُمْ يَتَصَيَّفُ بِاللَّاتِ لِبَرْدِ الطَّائِفِ ، وَيَشْتُو بِالْعُزَّى لِحَرِّ تِهَامَةَ !
— "Sesungguhnya Tuhan kalian berlibur di musim panas dengan Al-Lat karena kesejukan Thaif, dan berlibur di musim dingin dengan Al-'Uzza karena panasnya Tihamah!"
وَجَلَبَ عَمْرُو بْنُ لُحَيٍّ صَنَمَ مَنُوتَن إِلَهَةَ الْمَنَايَا وَالْحِظِ ، وَلَمَّا لَمْ يَكُنْ نُطْقُ اسْمِهَا مَيْسُورًا فَقَدْ أَطْلَقَ عَلَيْهَا الْعَرَبُ ﴿ مَنَاة ﴾ .
'Amr bin Luhay membawa berhala Manutan, dewi kematian dan nasib. Karena pengucapan namanya tidak mudah, maka bangsa Arab menamainya "Manat".
وَعَلَى مَرِّ الْأَيَّامِ جَاءَ صَنَمُ مَنَافَ مِنْ ثَمُودَ ، وَكَانَ عَلَى صُورَةِ رَجُلٍ لَا لِحْيَةَ لَهُ يَنْحَدِرُ عَلَى عَارِضَيْهِ شَعْرُهُ الصِّنَاعِيُّ الْمَرْمُوزُ بِهِ إِلَى الْآلِهَةِ الشَّمْسِيَّةِ ، فَقَدْ عَادَ الْعَرَبُ جَمِيعًا إِلَى عِبَادَةِ الْكَوَاكِبِ وَالنُّجُومِ بَعْدَ أَنْ عَرَفُوا اللهَ وَحْدَهُ ، وَجَاءَ التُّجَّارُ بِأَصْنَامِ آلِهَةِ الْمِصْرِيِّينَ وَالْآرَامِيِّينَ وَالْبَابِلِيِّينَ وَوَضَعُوهَا فِي جَوْفِ الْكَعْبَةِ ، حَتَّى تَكَدَّسَ أَوَّلُ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ بِثَلَاثِمِائَةٍ وَسِتِّينَ صَنَمًا !
Seiring berjalannya waktu, datanglah berhala Manaf dari Tsamud. Ia berbentuk seorang pria tanpa janggut, rambut buatannya yang melambangkan dewa matahari menjuntai di pipinya. Bangsa Arab kembali semua kepada penyembahan planet dan bintang-bintang setelah mereka mengenal Allah semata, dan para pedagang membawa berhala-berhala tuhan orang Mesir, Aram, dan Babilonia, lalu meletakkannya di dalam Ka'bah, hingga rumah pertama yang dibangun untuk manusia dipenuhi dengan tiga ratus enam puluh berhala!
وَهَبَّتْ عَوَاصِفُ الشِّرْكِ بِاللهِ عَلَى وَاحَةِ الْإِيمَانِ فَطَمَرَتْهَا ، وَكَانَ عَمْرُو بْنُ لُحَيٍّ أَوَّلَ مَنْ فَتَحَ أَبْوَابَ الشِّرْكِ لِتَتَدَفَّقَ أَسَاطِيرُ الشُّعُوبِ إِلَى مَكَّةَ وَتَغْمُرَ الْحَقِيقَةَ النَّاصِعَةَ ، حَقِيقَةَ أَنَّ لِهَذَا الْكَوْنِ رَبًّا وَاحِدًا لَا شَرِيكَ لَهُ بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ .
Badai syirik kepada Allah menerjang oase keimanan dan menguburnya. 'Amr bin Luhay adalah orang pertama yang membuka pintu-pintu kesyirikan sehingga mitos-mitos bangsa-bangsa membanjiri Makkah dan menenggelamkan kebenaran yang murni, kebenaran bahwa alam semesta ini memiliki satu Tuhan yang tidak ada sekutu bagi-Nya, di tangan-Nya kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
خَوَّلَ اللهُ عَمْرَو بْنَ لُحَيٍّ نِعْمَةً مِنْهُ فَلَمْ يَشْكُرِ اللهَ عَلَى نِعْمَتِهِ ، بَلْ رَاحَ يَمْلَأُ فَرَاغَ حَيَاتِهِ بِالتَّشْرِيعِ فِي الْإِبِلِ وَالْغَنَمِ وَالْمَعْزِ وَالْبَقَرِ ، يُحَلِّلُ مَا يَشَاءُ وَيُحَرِّمُ مَا يَشَاءُ ، وَلَمْ يَكْتَفِ بِذَلِكَ بَلْ جَلَبَ مِنْ أَرْضِ الشِّرْكِ الْأَصْنَامَ لِتُعْبَدَ مَعَ اللهِ فِي الْوَادِي الْمُقَدَّسِ . وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُ مُنِيبًا إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُ نِعْمَةً مِنْهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدْعُو إِلَيْهِ مِنْ قَبْلُ وَجَعَلَ لِلهِ أَنْدَادًا لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِهِ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيلًا إِنَّكَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ .
Allah telah memberi 'Amr bin Luhay nikmat dari sisi-Nya, namun ia tidak mensyukuri nikmat Allah. Bahkan ia mulai mengisi kekosongan hidupnya dengan membuat syariat pada unta, kambing, dan lembu, menghalalkan apa yang ia kehendaki dan mengharamkan apa yang ia kehendaki. Ia tidak puas dengan hal itu, bahkan ia membawa berhala-berhala dari tanah kesyirikan untuk disembah bersama Allah di lembah suci. "Dan apabila manusia ditimpa bahaya ia berdoa kepada Tuhannya dengan kembali taat kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya ia lupa akan hari (pembalasan) ketika ia berdoa (kepada Allah) sebelumnya, dan dia mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: 'Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu, sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka'."
« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi