BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

MRWM - Al-Yatim - Episode 21

AL-YATIM
Abdul Hamid Judah As-Sahhar

Kulaib dan Fatamorgana Kekuasaan: Ketika Darah Tertumpah karena Seutas Tali Sandal

Mengisahkan kejatuhan Kulaib bin Rabi'ah, sang pemimpin yang terperangkap dalam kesombongan, hingga kematiannya yang memicu perang berkepanjangan antara Bakr dan Taghlib. Sebuah refleksi tentang bagaimana kezaliman kecil bisa membawa bencana besar bagi umat.

شَرَدَ أَبُو طَالِبٍ يُفَكِّرُ وَقَدْ لَاحَ الْهَمُّ فِي وَجْهِهِ ، فَمَوْسِمُ الْحَجِّ جَاءَ وَلَيْسَ عِنْدَهُ مِنَ الْمَالِ مَا يُنْفِقُهُ عَلَى إِطْعَامِ الْحُجَّاجِ وَسِقَايَتِهِمْ ، إِنَّهُ اقْتَرَضَ مِنْ أَخِيهِ الْعَبَّاسِ مَا أَنْفَقَهُ فِي السِّقَايَةِ وَالرِّفَادَةِ فِي الْعَامِ الْفَائِتِ ، وَإِنَّ عَلَيْهِ أَنْ يَسُدَّ دَيْنَهُ فِي هَذَا الْعَامِ وَأَنْ يَحْصُلَ عَلَى مَالٍ وَفِيرٍ يُنْفِقُهُ عَلَى ضِيفَانِ بَيْتِ اللَّهِ ، وَإِنَّ تِجَارَتَهُ تَقْصُرُ عَنْ سَدِّ الدَّيْنِ وَإِطْعَامِ النَّاسِ فِي الْمَوْسِمِ .
Abu Thalib melamun dan memikirkan, dan duka tampak di wajahnya. Musim haji telah tiba, sementara dia tidak memiliki uang untuk dibelanjakan guna memberi makan dan minum para jamaah haji. Sesungguhnya dia telah meminjam dari saudaranya, Al-Abbas, apa yang telah dia belanjakan untuk urusan pemberian minum dan makan (Siqayah dan Rifadah) pada tahun yang lalu, dan dia harus melunasi hutangnya pada tahun ini, serta mendapatkan uang yang banyak untuk dibelanjakan kepada tamu-tamu Baitullah, sementara perdagangannya tidak mencukupi untuk melunasi hutang dan memberi makan orang-orang di musim haji.
كَانَ عَبْدُ الْمُطَّلِبِ يَبُثُّ الزَّبِيبَ فِي مِيَاهِ زَمْزَمَ الَّتِي تُوضَعُ فِي أَحْوَاضٍ مِنْ أَدَمٍ هُنَا وَهُنَاكَ ، وَكَانَ يَنْحَرُ الْجَزُورَ لِلنَّاسِ وَيَتْرُكُهَا لِلطَّيْرِ فِي رُءُوسِ الْجِبَالِ حَتَّى لَقَّبُوهُ بِالْفَيَّاضِ ، وَإِنَّ أَبَا طَالِبٍ يَسِيرُ عَلَى سُنَّةِ أَبِيهِ لِيُحَافِظَ عَلَى الشَّرَفِ الَّذِي آلَ إِلَيْهِ .
Dahulu Abdul Muthalib menebar kismis di air Zamzam yang diletakkan di bak-bak dari kulit di sana-sini, dan dia menyembelih unta untuk orang-orang dan membiarkannya untuk burung-burung di puncak gunung hingga mereka menjulukinya dengan Al-Fayyadh (yang banyak memberi). Dan sesungguhnya Abu Thalib berjalan di atas tradisi ayahnya untuk menjaga kehormatan yang telah sampai kepadanya.
وَلَكِنَّ أَبَا طَالِبٍ كَثِيرُ الْعِيَالِ وَبَيْتُهُ مَفْتُوحٌ لِلْقُرَشِيِّينَ جَمِيعًا وَلِعَابِرِي السَّبِيلِ ، وَيَدُهُ مَبْسُوطَةٌ لَا يَرُدُّ سَائِلًا وَلَا مُحْتَاجًا ، فَذَابَ كُلُّ مَا جَنَى مِنْ أَرْبَاحِ رِحْلَةِ الشِّتَاءِ وَرِحْلَةِ الصَّيْفِ ، وَلَمْ يَبْقَ إِلَّا بَعْضُ أَنْوَاعِ الطِّيبِ الَّتِي سَيَخْرُجُ بِهَا إِلَى سُوقِ عُكَاظٍ وَذِي الْمَجَنَّةِ وَذِي الْمَجَازِ ، وَهُوَ عَلَى ثِقَةٍ مِنْ أَنْ ثَمَنَهَا لَنْ يَكْفِيَ حَاجَةَ فُقَرَاءِ الْحَجِيجِ ، وَإِنَّ عُلَلَ النَّفْسِ بِالتَّرِيثِ إِلَى أَنْ تَنْتَهِيَ أَيَّامُ الْأَسْوَاقِ فَمَنْ يَدْرِي فَقَدْ يَأْتِي الْيُسْرُ بَعْدَ الْعُسْرِ وَالْفَرَجُ بَعْدَ الضِّيقِ .
Akan tetapi Abu Thalib memiliki banyak tanggungan keluarga dan rumahnya terbuka bagi seluruh kaum Quraisy dan para musafir, dan tangannya terbuka (dermawan), dia tidak menolak orang yang meminta dan tidak pula orang yang membutuhkan, sehingga lenyaplah semua yang ia hasilkan dari keuntungan perjalanan musim dingin dan musim panas. Tidak tersisa kecuali beberapa jenis wewangian yang akan ia bawa keluar ke pasar Ukaz, Dzul Majannah, dan Dzul Majaz, sementara ia yakin bahwa harganya tidak akan mencukupi kebutuhan orang-orang miskin yang berhaji, dan sesungguhnya ini hanyalah alasan bagi jiwa untuk bersabar sampai berakhirnya hari-hari pasar, maka siapa yang tahu, barangkali kemudahan datang setelah kesulitan dan kelapangan setelah kesempitan.
كَانَ أَغْنِيَاءُ قُرَيْشٍ يَخْرُجُونَ عَنْ بَعْضِ مَالِهِمْ لِأَبِي طَالِبٍ لِيُنْفِقَ مِنْهُ عَلَى إِطْعَامِ النَّاسِ فِي الْمَوْسِمِ ، وَكَانَ أَبُو طَالِبٍ يَحْمِلُ الْعِبْءَ الْأَكْبَرَ فَهُوَ صَاحِبُ شَرَفِ السِّقَايَةِ وَالرِّفَادَةِ ، فَرَاحَ يَتَمَنَّى نَفْسَهُ بِأَنْ يَجُودَ الْأَجْوَادُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ بِمَالٍ أَكْثَرَ مِمَّا جَادُوا بِهِ فِي السِّنِينَ الْمَاضِيَةِ يَرْبَأُ الصَّدْعَ وَيَسُدُّ الْعَجْزَ وَيَحُولُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الِاقْتِرَاضِ ، وَيَمُرُّ هَذَا الْمَوْسِمُ بِسَلَامٍ .
Dahulu orang-orang kaya Quraisy menyisihkan sebagian harta mereka untuk Abu Thalib agar ia membelanjakannya untuk memberi makan orang-orang pada musim haji, dan Abu Thalib memikul beban yang paling besar karena dia adalah pemilik kehormatan Siqayah dan Rifadah. Ia mulai menghibur dirinya dengan berharap agar orang-orang dermawan berderma pada tahun ini dengan harta yang lebih banyak daripada apa yang mereka dermakan pada tahun-tahun sebelumnya untuk menambal keretakan, menutup kekurangan, dan menghalanginya dari berhutang, serta agar musim ini berlalu dengan damai.
وَجَاءَ مَا جَادَ بِهِ الْأَجْوَادُ إِلَى الْحَظَائِرِ وَالْمَخَازِنِ ، وَرَاحَ أَبُو طَالِبٍ يُحْصِي فِي لَهْفَةٍ مَا شَارَكَ بِهِ أَثْرِيَاءُ قَوْمِهِ فِي رِعَايَةِ ضَيْفِ اللَّهِ فَإِذَا بِهِ نَفْسُ مَا اشْتَرَكُوا بِهِ فِي الْعَامِ الْفَائِتِ بِلَا زِيَادَةٍ وَلَا نُقْصَانٍ ، فَغَامَ وَجْهُهُ بِسَحَابَةٍ مِنَ الْكَدَرِ ، وَفَطِنَ إِلَى أَنَّهُ أَعْجَزُ مِنْ أَنْ يَنْهَضَ بِذَلِكَ الشَّرَفِ شَرَفِ السِّقَايَةِ وَالرِّفَادَةِ الَّتِي انْحَدَرَ إِلَيْهِ مِنْ هَاشِمٍ الْعَظِيمِ وَعَبْدِ الْمُطَّلِبِ مُطْعِمِ الطَّيْرِ فِي رُءُوسِ الْجِبَالِ .
Maka datanglah apa yang didermakan oleh orang-orang dermawan ke tempat penampungan dan gudang-gudang, dan Abu Thalib mulai menghitung dengan penuh antusias apa yang dikontribusikan oleh orang-orang kaya kaumnya dalam memuliakan tamu Allah, maka ternyata jumlahnya sama dengan apa yang mereka kontribusikan pada tahun lalu tanpa tambahan dan tanpa pengurangan. Maka wajahnya diselimuti awan kesedihan, dan ia menyadari bahwa ia terlalu lemah untuk menegakkan kehormatan itu, kehormatan Siqayah dan Rifadah yang menurun kepadanya dari Hasyim yang agung dan Abdul Muthalib, sang pemberi makan burung di puncak gunung.
وَهَمَّ بِأَنْ يَذْهَبَ إِلَى أَخِيهِ الْعَبَّاسِ يَقْتَرِضُ مِنْهُ مَا يَحْتَاجُ إِلَيْهِ مِنَ مَالٍ وَلَكِنَّهُ آثَرَ أَنْ يَتَرَيَّثَ حَتَّى يَعُودَ مِنَ الْأَسْوَاقِ انْتِظَارًا لِمَا تَأْتِي بِهِ الْأَيَّامُ فَمَنْ يَدْرِي فَقَدْ يَكْسِبُ غَدًا مَا يُغْنِيهِ عَنِ الِاقْتِرَاضِ .
Dan ia berniat untuk pergi menemui saudaranya, Al-Abbas, untuk meminjam uang yang ia butuhkan, akan tetapi ia lebih memilih untuk bersabar sampai kembali dari pasar, menunggu apa yang akan dibawa oleh hari-hari, siapa tahu besok ia mendapatkan keuntungan yang membuatnya tidak perlu berhutang.
وَكَانَتْ سُوقُ عُكَاظٍ تَقُومُ صُبْحَ هِلَالِ ذِي الْقَعْدَةِ وَتَسْتَمِرُّ عِشْرِينَ يَوْمًا ، فَخَرَجَتْ قَوَافِلُ قُرَيْشٍ تَحْمِلُ تِجَارَتَهَا مِنْ طِيبٍ وَبَخُورٍ وَحَرِيرٍ وَأَسْلِحَةٍ وَتَوَابِلَ وَزُيُوتٍ جَلَبَتْ مِنَ الْيَمَنِ وَالْحَبَشَةِ وَالشَّامِ وَمِصْرَ وَفَارِسَ وَبِلَادِ الرُّومِ ، يَمُوجُ فِيهَا سَادَاتُهَا وَعَبِيدُهَا وَإِمَاؤُهَا مِنْ عَرَبٍ وَأَحَابِيشَ وَرُومٍ وَفُرْسٍ لِتَأْخُذَ مَكَانَهَا فِي السُّوقِ الَّتِي ذَاعَ صِيتُهَا ، حَتَّى صَارَ النُّعْمَانُ بْنُ الْمُنْذِرِ مَلِكُ الْحِيرَةِ يَبْعَثُ بِهَا لَطِيمَةً ( جَمَالًا تَحْمِلُ التِّجَارَةَ ) فِي جِوَارِ رَجُلٍ شَرِيفٍ مِنْ أَشْرَافِ الْعَرَبِ يُجِيرُهَا لَهُ ، حَتَّى تُبَاعَ هُنَاكَ وَيُشْتَرَى لَهُ بِثَمَنِهَا مِنْ أَدَمِ الطَّائِفِ مَا يَحْتَاجُ إِلَيْهِ .
Dan pasar Ukaz diadakan pagi hari munculnya hilal Dzulqa'dah dan berlangsung selama dua puluh hari. Maka keluarlah kafilah-kafilah Quraisy membawa dagangan mereka berupa wewangian, kemenyan, sutra, senjata, rempah-rempah, dan minyak-minyak yang didatangkan dari Yaman, Habasyah, Syam, Mesir, Persia, dan negeri Romawi. Di dalamnya bergejolak para pemuka, budak laki-laki, dan budak perempuan dari bangsa Arab, Ahbasy, Romawi, dan Persia untuk mengambil tempat di pasar yang namanya telah tersohor, hingga An-Nu'man bin Mundzir, raja Hirah, mengutus padanya Lathimah (unta-unta yang membawa barang dagangan) di bawah perlindungan seorang bangsawan dari pemuka-pemuka Arab yang melindunginya, hingga barang tersebut terjual di sana dan dibelikan untuknya dengan harga tersebut kulit dari Thaif apa yang ia butuhkan.
وَانْسَابَتْ قَوَافِلُ مَكَّةَ ثَلَاثَ لَيَالٍ فِي طَرِيقِ الْيَمَنِ فِي ظَلَامٍ دَامِسٍ ، حَتَّى لَاحَتْ صُخُورُ الْمَرْمَرِ الْبَيْضَاءِ فَصَاحَ النَّاسُ فِي ابْتِهَاجٍ :
Dan kafilah-kafilah Mekkah melaju selama tiga malam di jalan Yaman dalam kegelapan yang pekat, hingga tampaklah bebatuan pualam putih, maka orang-orang berseru dengan penuh kegembiraan:
— الْعَبِيلَاتُ .
— Al-'Abilat.
وَاشْتَدَّتِ الْإِبِلُ حَتَّى إِذَا مَا بَلَغَتِ السَّهْلَ الْعَرِيضَ أَنَاخَتْ بِهِ ، وَخَفَّ الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ وَالْوِلْدَانُ مِنْ سَادَةٍ وَعَبِيدٍ إِلَى مَرْوَةٍ بَيْضَاءَ مَنْقُوشٍ عَلَيْهَا كَهَيْئَةِ التَّاجِ ثُمَّ رَاحُوا يَطُوفُونَ بِهَا وَيَذْبَحُونَ عِنْدَهَا ، فَهِيَ صَنَمُ ذِي الْخَلَصَةِ وَكَانَتْ تَعْبُدُ لَهُ خَثْعَمٌ وَدَوْسٌ وَبَجِيلَةٌ .
Unta-unta pun dipacu kencang hingga ketika mencapai dataran yang luas, mereka berhenti di sana. Para pria, wanita, dan anak-anak, baik dari kalangan pemuka maupun budak, bergegas menuju batu marmer putih yang terukir di atasnya menyerupai bentuk mahkota, kemudian mereka mulai melakukan thawaf di sekelilingnya dan menyembelih di sisinya. Ia adalah berhala Dzul Khalashah, dan kabilah Khats'am, Daus, dan Bajilah biasa menyembahnya.
وَرَاحَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِإِلَهٍ وَلَا بَعْثٍ وَلَا حِسَابٍ يَسْخَرُونَ مِنَ الطَّائِفِينَ بِالصَّنَمِ وَيَتَنْدَرُونَ بِمَا كَانَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرِئِ الْقَيْسِ ، فَإِنَّ امْرَأَ الْقَيْسِ بْنَ حُجْرٍ وَتَرَتْهُ بَنُو أَسَدٍ بِقَتْلِ أَبِيهِ اسْتَقْسَمَ عِنْدَ ذِي الْخَلَصَةِ بِثَلَاثَةِ أَزْلَامٍ وَهِيَ الزَّاجِرُ وَالْآمِرُ وَالْمَرِيضُ ، فَخَرَجَ لَهُ الزَّاجِرُ يَنْهَاهُ عَنِ الثَّأْرِ لِأَبِيهِ فَسَبَّ الصَّنَمَ وَرَمَاهُ بِالْحَجَرِ وَقَالَ لَهُ :
Orang-orang yang tidak beriman kepada Tuhan, tidak pula kepada kebangkitan dan perhitungan, mulai mengejek orang-orang yang berthawaf di sekeliling berhala dan menceritakan apa yang terjadi antara berhala itu dengan Imru'ul Qais. Sesungguhnya Imru'ul Qais bin Hujr yang dibalas dendam oleh Bani Asad dengan pembunuhan ayahnya, melakukan undian (istiqsam) di depan Dzul Khalashah dengan tiga buah anak panah (azlam), yaitu Az-Zajir (yang melarang), Al-Amir (yang memerintah), dan Al-Maridh (yang membuat sakit). Maka keluarlah baginya anak panah Az-Zajir yang melarangnya menuntut balas atas kematian ayahnya, maka ia mencaci berhala tersebut, melemparnya dengan batu, dan berkata kepadanya:
— اعْضَضْ بَيِظْرِ أُمِّكَ .
— Gigitlah kemaluan ibumu.
وَمُنْذُ ذَلِكَ الْوَقْتِ لَمْ يَسْتَقْسِمْ عِنْدَهُ بِالْأَزْلَامِ وَإِنْ كَانَ النَّاسُ يَطُوفُونَ بِهِ وَيَتَمَسَّحُونَ .
Dan sejak saat itu ia tidak pernah lagi melakukan undian dengan anak panah di depannya, meskipun orang-orang masih terus berthawaf di sekelilingnya dan mengusap-usapnya.
وَرَاحَتِ الْقَوَافِلُ تَفِدُ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ ، وَضُرِبَتْ خِيَامُ حُكَّامِ الْقَبَائِلِ ، وَنُصِبَتْ خَيْمَةُ النَّابِغَةِ الذُّبْيَانِيِّ لِتَكُونَ قِبْلَةَ الشُّعَرَاءِ ، وَكَانَ كُلُّ شَرِيفٍ إِنَّمَا يَحْضُرُ سُوقَ بَلَدِهِ إِلَّا سُوقَ عُكَاظٍ فَإِنَّهُمْ كَانُوا يَتَوَافَوْنَ بِهَا مِنْ كُلِّ جِهَةٍ ، فَكَانَ يَأْتِيهَا قُرَيْشٌ وَهُوَازِنُ وَسَلِيمٌ وَعَقِيلٌ وَالْمُصْطَلِقُ وَطَوَائِفُ مِنَ الْعَرَبِ .
Kafilah-kafilah mulai berdatangan dari segala penjuru, kemah-kemah para penguasa kabilah didirikan, dan kemah An-Nabighah Adz-Dzubyani didirikan untuk menjadi kiblat (pusat perhatian) para penyair. Dan setiap bangsawan biasanya hanya menghadiri pasar negerinya sendiri, kecuali pasar Ukaz, karena mereka datang ke sana dari segala penjuru. Maka datanglah ke sana kaum Quraisy, Hawazin, Sulaim, 'Uqail, Al-Musthaliq, dan golongan-golongan dari bangsa Arab.
وَمَنْ كَانَ لَهُ أَسِيرٌ سَعَى فِي فِدَائِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ لَهُ حُكُومَةٌ ، ارْتَفَعَ إِلَى الَّذِي يَقُومُ بِأَمْرِ الْحُكُومَةِ ، وَكَانَ الَّذِي يَقُومُ بِأَمْرِ الْحُكُومَةِ فِي هَذِهِ السُّوقِ أُنَاسٌ مِنْ بَنِي تَمِيمٍ ، وَكَانَ أَحَدُهُمُ الْأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ .
Barangsiapa yang memiliki tawanan, ia berusaha untuk menebusnya. Dan barangsiapa yang memiliki perkara hukum, ia naik (mengadu) kepada orang yang menangani urusan hukum. Orang yang menangani urusan hukum di pasar ini adalah orang-orang dari Bani Tamim, dan salah seorang dari mereka adalah Al-Aqra' bin Habis.
وَكَانَتْ قَبِيلَةُ كَلْبٍ قَدْ أَصَابَتْ رَجُلًا مِنْ بَجِيلَةَ يُقَالُ لَهُ مَالِكُ بْنُ عُتْبَةَ ، فَمَرَّ مَالِكٌ بِابْنِ عَمٍّ لَهُ يُقَالُ لَهُ الْقَاسِمُ بْنُ عَقِيلٍ يَأْكُلُ تَمْرًا ، فَتَنَاوَلَ مِنَ ذَلِكَ التَّمْرِ شَيْئًا لِيَتَحَرَّمَ بِهِ ، فَجَذَبَهُ الْكَلْبِيُّ فَقَالَ لَهُ الْقَاسِمُ :
Dahulu kabilah Kalb telah menimpa (menganiaya) seorang pria dari Bajilah yang disebut Malik bin 'Utbah. Kemudian Malik melewati sepupunya yang disebut Al-Qasim bin 'Aqil yang sedang makan kurma, lalu ia mengambil sedikit kurma tersebut untuk memakan sesuatu yang diharamkan (dimuliakan/tamu), maka orang Kalbi itu menariknya dan Al-Qasim berkata kepadanya:
— إِنَّهُ رَجُلٌ مِنْ عَشِيرَتِي .
— Dia adalah seorang pria dari kaumku.
فَرَمَاهُ الْكَلْبِيُّ بِنَظْرَةِ احْتِقَارٍ وَقَالَ :
Orang Kalbi itu melemparkannya dengan pandangan menghina dan berkata:
— لَوْ كَانَتْ لَهُ عَشِيرَةٌ مَنَعَتْهُ .
— Kalau dia memiliki kabilah, tentu kabilahnya akan melindunginya.
فَانْطَلَقَ الْقَاسِمُ إِلَى بَنِي عَمِّهِ بَنِي زَيْدِ بْنِ الْغَوْثِ فَاسْتَنْجَدَهُمْ فَقَالُوا :
Maka pergilah Al-Qasim kepada sepupunya dari Bani Zaid bin Al-Ghauts, lalu meminta pertolongan mereka, maka mereka berkata:
— نَحْنُ مُنْقَطِعُونَ فِي الْعَرَبِ وَلَيْسَتْ لَنَا جَمَاعَةٌ نَقْوَى بِهَا .
— Kami adalah orang-orang yang terasing di antara bangsa Arab dan kami tidak memiliki kelompok yang dengannya kami bisa menjadi kuat.
فَانْطَلَقَ إِلَى آخَرِينَ فَاسْتَنْجَدَهُمْ فَقَالُوا :
Maka ia pergi kepada yang lain lalu meminta pertolongan mereka, maka mereka berkata:
— كُلَّمَا طَارَتْ وَبَرَةٌ مِنْ بَنِي زَيْدٍ فِي أَيْدِي الْعَرَبِ أَرَدْنَا أَنْ نَتْبَعَهَا !
— Setiap kali sehelai bulu dari Bani Zaid terbang ke tangan orang Arab, apakah kita ingin mengikutinya!
وَرَاحَ يُفَكِّرُ فِي رَجُلٍ يَنْجِدُهُ فَالْتَمَعَتِ الْفِكْرَةُ فِي رَأْسِهِ ، فَانْطَلَقَ يَغُذُّ السَّيْرَ إِلَى قَسْرٍ ، حَتَّى إِذَا مَا لَاحَتْ لَهُ الْقِبَابُ الْحُمْرُ ذَهَبَ إِلَيْهَا وَالْتَمَسَ أَنْ يُقَابِلَ جَرِيرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ الْبَجَلِيَّ سَيِّدَ بَنِي مَالِكِ بْنِ سَعْدِ بْنِ زَيْدِ بْنِ قَسْرٍ ، فَلَمَّا قَابَلَهُ قَصَّ عَلَيْهِ قِصَّتَهُ ، وَمَا انْتَهَى مِنْهَا حَتَّى دَعَا جَرِيرٌ قَوْمَهُ إِلَى النُّهُوضِ مَعَهُ لِانْتِزَاعِ مَالِكٍ مِنْ كَلْبٍ فَتَبِعُوهُ .
Dan ia mulai memikirkan seorang pria yang akan menolongnya, maka muncullah ide di kepalanya. Maka ia bergegas menuju Qasr. Hingga ketika tampak baginya kubah-kubah merah, ia pergi ke sana dan meminta untuk bertemu Jarir bin Abdullah Al-Bajali, pemimpin Bani Malik bin Sa'd bin Zaid bin Qasr. Ketika ia menemuinya, ia menceritakan kisahnya kepadanya, dan belum lagi ia selesai menceritakannya, Jarir segera menyeru kaumnya untuk bangkit bersamanya demi merebut Malik dari tangan Kalb, maka mereka pun mengikutinya.
خَرَجَ جَرِيرٌ فِي ثِيَابٍ مُصَبَّغَةٍ لَمْ يَرَ الْعَرَبُ مِثْلَهَا مِنْ قَبْلُ ، وَرِجَالُهُ مَعَهُ حَتَّى هَجَمَ عَلَى مَنَازِلِ كَلْبٍ بِعُكَاظٍ فَانْتَزَعَ مِنْهُمْ مَالِكَ بْنَ عُتْبَةَ ، وَقَامَتْ كَلْبٌ دُونَهُ فَقَالَ جَرِيرٌ :
Jarir keluar dengan pakaian berwarna-warni yang belum pernah dilihat orang Arab sebelumnya, dan para pengikutnya bersamanya hingga ia menyerbu tempat tinggal kabilah Kalb di Ukaz lalu merebut Malik bin 'Utbah dari tangan mereka. Kabilah Kalb menghalanginya, maka Jarir berkata:
— زَعَمْتُمْ أَنَّ قَوْمَهُ لَا يَمْنَعُونَهُ .
— Kalian menyangka bahwa kaumnya tidak bisa melindunginya.
فَقَالَ كَلْبٌ :
Pihak Kalb berkata:
— إِنَّ رِجَالَنَا خُلُوفٌ .
— Sesungguhnya para pria kami sedang tidak ada di tempat.
فَقَالَ جَرِيرٌ :
Jarir berkata:
— لَوْ كَانُوا لَمْ يَدْفَعُوا عَنْكُمْ شَيْئًا .
— Seandainya mereka ada, mereka tidak akan bisa melindungi kalian sedikitpun.
فَقَالُوا :
Mereka berkata:
— كَأَنَّكَ تَسْتَطِيلُ عَلَى قُضَاعَةَ . إِنْ شِئْتَ قَايَسْنَاكُمُ الْمَجْدَ .
— Sepertinya engkau menyombongkan diri atas Qudha'ah. Jika engkau mau, mari kita bandingkan kemuliaan di antara kita.
فَقَالَ جَرِيرٌ :
Jarir berkata:
— مِيعَادُنَا مِنْ قَابِلٍ سُوقُ عُكَاظٍ .
— Janji temu kita tahun depan di pasar Ukaz.
فَجَمَعَتْ كَلْبٌ وَجَمَعَتْ قَسْرٌ وَوَافَوْا عُكَاظَ مِنْ قَابِلٍ ، وَصَاحِبُ أَمْرِ كَلْبٍ خَالِدُ بْنُ أَرْطَأَةَ . وَانْطَلَقُوا إِلَى حَيْثُ كَانَ الْأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ ، وَارْتَضَى الْحَيَّانِ أَنْ يَكُونَ حَكَمًا بَيْنَهُمَا . وَجَاءَ أَشْرَافُ قُرَيْشٍ لِيَشْهَدُوا الْمُنَافَرَةَ بَيْنَ كَلْبٍ وَبَجِيلَةَ ؛ وَقَامَ خَالِدُ ابْنُ أَرْطَأَةَ فَقَالَ لِجَرِيرٍ :
Maka kabilah Kalb berkumpul dan kabilah Qasr pun berkumpul, dan mereka menepati janji di Ukaz pada tahun depan, dan penanggung jawab urusan Kalb adalah Khalid bin Artha'ah. Mereka pergi ke tempat Al-Aqra' bin Habis berada, dan kedua kabilah ridha untuk menjadikannya sebagai hakim di antara mereka. Para bangsawan Quraisy pun datang untuk menyaksikan persaingan kemuliaan (munafarah) antara Kalb dan Bajilah; maka Khalid bin Artha'ah berdiri dan berkata kepada Jarir:
— مَا تَجْعَلُ ؟
— Apa taruhanmu?
— الْخَطَرُ فِي يَدِكَ . أَلْفَ نَاقَةٍ حَمْرَاءَ فِي أَلْفِ نَاقَةٍ حَمْرَاءَ .
— Taruhan ada di tanganmu. Seribu unta merah dengan seribu unta merah.
فَقَالَ جَرِيرٌ يَزِيدُ الرِّهَانَ :
Maka Jarir berkata, menambah taruhan:
— أَلْفَ قَيْنَةٍ عَذْرَاءَ فِي أَلْفِ قَيْنَةٍ عَذْرَاءَ ، وَأَنْ شِئْتَ فَأَلْفَ أُوقِيَّةٍ صَفْرَاءَ لِأَلْفِ أُوقِيَّةٍ صَفْرَاءَ .
— Seribu budak perempuan perawan dengan seribu budak perempuan perawan, dan jika engkau mau, maka seribu uqiyah emas dengan seribu uqiyah emas.
كَانَ النِّسَاءُ لَا وَزْنَ لَهُنَّ ، يَرِثُهُنَّ الْوَرِيثُ وَيَلْعَبُ عَلَيْهِنَّ الرِّجَالُ الْمَيْسِرَ ، أَوْ تُقَادُ أَلْفٌ مِنْهُنَّ فِي مُفَاخَرَةٍ وَمَا تُسَاوِي إِحْدَاهُنَّ مِنْ أُوقِيَّةٍ مِنَ الذَّهَبِ ، وَقَالَ خَالِدٌ :
Dahulu wanita tidak memiliki harga, mereka diwariskan oleh ahli waris dan para pria mempertaruhkan mereka dalam perjudian (maisir), atau seribu dari mereka digiring dalam persaingan kemuliaan, padahal salah satu dari mereka tidak sebanding dengan satu uqiyah emas. Khalid berkata:
— مَنْ لِي بِالْوَفَاءِ ؟
— Siapa yang menjamin kesetiaan (untuk pembayaran taruhan) bagiku?
فَقَالَ جَرِيرٌ :
Jarir berkata:
— كَفِيلُكَ اللَّاتُ وَالْعُزَّى وَأَسَافُ وَنَائِلَةُ وَيَعُوقُ وَذُو الْخَلَصَةِ وَنَسْرٌ ، فَمَنْ عَلَيْكَ بِالْوَفَاءِ ؟
— Penjaminmu adalah Al-Lat, Al-'Uzza, Asaf, Na'ilah, Ya'uq, Dzul Khalashah, dan Nasr. Maka siapa yang menanggung kesetiaan bagimu?
— وُدّ وَمَنَاة وَفَلْس وَرِضَا .
— Wudd, Manat, Fals, dan Ridha.
قَالَ جَرِيرٌ :
Jarir berkata:
— لَكَ بِالْوَفَاءِ سَبْعُونَ غُلَامًا مُعَمًّا يُوضَعُونَ عَلَى أَيْدِي الْأَكْفَاءِ مِنْ أَهْلِ اللَّهِ .
— Bagimu sebagai jaminan kesetiaan adalah tujuh puluh pemuda yang mengenakan sorban yang diserahkan kepada tangan-tangan orang yang setara dari kalangan Ahlullah (penjaga Baitullah).
وَوَضَعُوا الرُّهُونَ عَلَى أَيْدِي عُتْبَةَ بْنِ رَبِيعَةَ بْنِ عَبْدِ شَمْسٍ وَأَشْرَافِ قُرَيْشٍ أَهْلِ بَيْتِ اللَّهِ . وَبَدَأَتِ الْمُنَافَرَةُ لَمَّا قَالَ الْأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ لِخَالِدٍ :
Dan mereka menyerahkan barang taruhan kepada tangan 'Utbah bin Rabi'ah bin 'Abdusy Syams dan para bangsawan Quraisy, para penjaga Baitullah. Maka persaingan kemuliaan (munafarah) pun dimulai ketika Al-Aqra' bin Habis berkata kepada Khalid:
— مَا عِنْدَكَ يَا خَالِدُ ؟
— Apa yang engkau miliki, wahai Khalid?
وَرَاحَ خَالِدٌ يَجْمَعُ شَتَاتَ فِكْرِهِ لِيَذْكُرَ أَفْضَلَ خِصَالِ قَوْمِهِ ، ثُمَّ قَالَ :
Dan Khalid mulai mengumpulkan pikirannya yang tercerai-berai untuk menyebutkan sifat-sifat terbaik kaumnya, kemudian ia berkata:
— نَنْزِلُ الْبَرَاحَ ، وَنَطْعَنُ بِالرِّمَاحِ ، وَنَحْنُ فِتْيَانُ الصَّبَاحِ .
— Kami menempati tempat yang luas, kami menusuk dengan tombak, dan kami adalah para pemuda yang berseri (pagi hari).
فَالْتَفَتَ الْأَقْرَعُ وَقَالَ :
Maka Al-Aqra' menoleh dan berkata:
— مَا عِنْدَكَ يَا جَرِيرُ ؟
— Apa yang kamu miliki, wahai Jarir?
قَالَ :
Dia berkata:
— نَحْنُ أَهْلُ الذَّهَبِ الْأَصْفَرِ وَالْأَحْمَرِ الْمُعْتَصَرِ ، نَخِيفُ وَلَا نَخَافُ ، وَنُطْعِمُ وَلَا نُسْتَطْعَمُ ، وَنَحْنُ حَيُّ لَقَاحٍ ، نُطْعِمُ مَا هَبَّتِ الرِّيَاحُ ، نُطْعِمُ الشَّهْرَ ، وَنَضْمَنُ الدَّهْرَ ، وَنَحْنُ الْمُلُوكُ الْقَسْرُ .
— Kami adalah pemilik emas kuning dan merah yang diperas, kami menakut-nakuti dan tidak takut, kami memberi makan dan tidak meminta makan, kami adalah kabilah yang kuat (keturunan yang mulia), kami memberi makan selama angin berhembus, kami memberi makan sepanjang bulan, kami menjamin sepanjang masa, dan kami adalah raja-raja yang memaksa.
وَوَقَفَ الْأَقْرَعُ لِيُعْلِنَ حُكْمَهُ فَحَبَسَتِ الْأَنْفَاسُ وَأَرْهَفَتِ الْآذَانُ ، وَتَعَلَّقَتِ الْعُيُونُ بِشَفَتَيْهِ فَمَا سَيَحْمِلُهُ الرُّكْبَانُ إِلَى كُلِّ مَكَانٍ ، تَرَى لِمَنْ يَحْكُمُ ؟
Al-Aqra' berdiri untuk mengumumkan keputusannya, maka napas pun tertahan dan telinga-telinga pun menajam, serta mata-mata tertuju pada kedua bibirnya, apa yang akan dibawa oleh para penunggang ke setiap tempat, gerangan untuk siapakah ia memutuskan?
وَقَالَ الْأَقْرَعُ فِي صَوْتٍ رَنَّ فِي سُوقِ عُكَاظٍ كَرَنِينِ الذَّهَبِ فِي آذَانِ بَجِيلَةَ، وَكَنَعِيبِ الْبُومِ فِي آذَانِ كَلْبٍ :
Al-Aqra' berkata dengan suara yang bergema di pasar Ukaz seperti denting emas di telinga kabilah Bajilah, dan seperti pekik burung hantu di telinga kabilah Kalb:
— وَاللَّاتِ وَالْعُزَّى، لَوْ فَاخَرْتَ يَا جَرِيرُ قَيْصَرَ مَلِكَ الرُّومِ ، وَكِسْرَى عَظِيمَ فَارِسَ، وَالنُّعْمَانَ مَلِكَ الْعَرَبِ ، لَنَصَرْتُكَ عَلَيْهِمْ .
— Demi al-Latta dan al-'Uzza, seandainya engkau membanggakan diri wahai Jarir terhadap Kaisar raja Romawi, dan Kisra yang agung dari Persia, serta an-Nu'man raja orang Arab, niscaya aku akan memenangkanmu atas mereka.
وَضَجَّتِ السُّوقُ بِصِيحَاتِ فَرَحٍ وَصِيحَاتِ إِنْكَارٍ ، وَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ بَجِيلَةَ بِفَرَسٍ إِلَى جَرِيرٍ فَرَكِبَهُ مِنْ فَرْطِ فَرَحِهِ مِنَ الْجَانِبِ الْأَيْسَرِ ، فَقَالَ الشَّانِئُونَ :
Pasar menjadi riuh dengan teriakan kegembiraan dan teriakan penolakan, lalu datanglah seorang pria dari kabilah Bajilah membawa seekor kuda kepada Jarir, maka karena sangat gembiranya ia menunggangi kuda itu dari sisi kiri, lalu orang-orang yang membenci berkata:
— لَمْ يُحْسِنْ أَنْ يَرْكَبَ الْفَرَسَ .
— Dia tidak pandai menunggang kuda.
فَقَالَ جَرِيرٌ :
Jarir berkata:
— الْخَيْلُ مَيَامِنُ ، وَإِنَّا لَا نَرْكَبُ إِلَّا مِنْ وُجُوهِهَا .
— Kuda itu (sebaiknya dimulai dari) sisi kanan, dan kami tidak menunggangi kuda kecuali dari bagian depannya (arah yang benar).
وَذَهَبَ الشُّعَرَاءُ إِلَى خَيْمَةِ النَّابِغَةِ ، وَرَاحَ كُلُّ شَاعِرٍ يُلْقَى عَلَيْهِ مَا عِنْدَهُ وَهُوَ يَزْعُمُ أَنَّهُ أَشْعَرُ الْعَرَبِ ، ثُمَّ قَامَ الشُّعَرَاءُ يَنْشِدُونَ أَشْعَارَهُمْ فِي السُّوقِ فَتَعَطَّلَ الْبَيْعُ وَالشِّرَاءُ ، وَأَقْبَلَ النَّاسُ مِنْ كُلِّ جَانِبٍ يَتَزَاحَمُونَ بِالْمَنَاكِبِ ، فَقَدْ كَانَ الشِّعْرُ أَشْجَى عِنْدَهُمْ مِنْ شَدْوِ الْمُغَنِّينَ وَغِنَاءِ الْقِيَانِ .
Para penyair pergi menuju kemah an-Nabighah, dan setiap penyair mulai melantunkan apa yang ia miliki di hadapannya seraya mengklaim bahwa dialah penyair paling hebat di antara bangsa Arab, kemudian para penyair berdiri melantunkan syair-syair mereka di pasar sehingga jual beli terhenti, dan orang-orang datang dari setiap penjuru berdesak-desakan dengan bahu mereka, karena syair bagi mereka lebih mengharukan daripada lantunan para penyanyi dan nyanyian para budak perempuan.
وَانْفَضَّ سَامِرُ الشُّعَرَاءِ فَرَاحَ الرُّوَاةُ يَتَرَنَّمُونَ بِمَا سَمِعُوا كَأَنَّمَا قَدْ حُفِرَتِ الْقَصَائِدُ فِي ذَاكِرَتِهِمْ ، لِيُذِيعُوهُ فِي الْقَبَائِلِ وَلِيَكُونَ مَادَّةَ السَّمَرِ فِي نَوَادِيهِمْ يَمْلَئُونَ بِهِ فَرَاغَ اللَّيَالِي وَيَسُدُّونَ بِهِ جُوعَ الْأَرْوَاحِ .
Perkumpulan para penyair pun bubar, maka para periwayat mulai melantunkan apa yang mereka dengar seolah-olah syair-syair itu telah terukir dalam ingatan mereka, untuk mereka sebarkan ke berbagai kabilah dan agar menjadi bahan percakapan di pertemuan mereka, mengisi kekosongan malam dan menambal rasa lapar jiwa dengannya.
وَانْتَشَرَ الشَّبَابُ يَلْهُو وَيَمْرَحُ وَيَشْتَدُّ فِي اللَّهْوِ أَحْيَانًا حَتَّى يَقْسُوَ عَلَى النَّاسِ وَيَجْرَحَ كَرَامَتَهُمْ وَيُسِيءَ إِلَى مَشَاعِرِهِمْ ، وَتَنْطَلِقَ الضَّحِكَاتُ مُجَلْجِلَةً عَقِبَ كُلِّ إِسَاءَةٍ كَأَنَّمَا لَمْ يُخْلَقِ النَّاسُ إِلَّا لِيَكُونُوا هَدَفًا لِلسُّخْرِيَةِ وَالْأَذَى وَوَسِيلَةً مِنْ وَسَائِلِ الْإِضْحَاكِ .
Para pemuda pun menyebar, bermain dan bersuka ria, dan terkadang berlebihan dalam senda gurau hingga bersikap kasar kepada orang lain, melukai kehormatan mereka, dan menyakiti perasaan mereka, lalu tawa pun meledak membahana setelah setiap tindakan buruk seolah-olah manusia tidak diciptakan kecuali untuk menjadi sasaran ejekan dan kezaliman, serta sebagai sarana untuk bahan tertawaan.
وَجَاءَ فِتْيَةٌ مِنْ قُرَيْشٍ وَرَأَوْا امْرَأَةً مِنْ بَنِي عَامِرِ بْنِ صَعْصَعَةَ وَضِيئَةً جَمِيلَةً وَعَلَيْهَا بُرْقَعٌ ، وَهِيَ فِي دِرْعٍ عَلَيْهِ تَهَاوِيلُ تَجْذِبُ الْأَبْصَارَ فَطَافُوا بِهَا ثُمَّ قَالُوا :
Datanglah sekelompok pemuda dari Quraisy dan mereka melihat seorang wanita dari Bani Amir bin Sha'sha'ah yang elok, cantik, dan mengenakan burqa, ia sedang memakai baju zirah (dir') yang padanya terdapat hiasan-hiasan yang menarik pandangan mata, maka mereka mengelilinginya lalu berkata:
— أَسْفِرِي عَنْ وَجْهِكِ .
— Bukalah wajahmu.
فَأَبَتْ عَلَيْهِمْ ، فَأَتَى أَحَدُهُمْ مِنْ خَلْفِهَا فَشَدَّ دِبْرَ دِرْعِهَا بِشَوْكَةٍ فَضَحِكُوا وَقَالُوا :
Wanita itu menolak permintaan mereka, maka salah seorang dari mereka datang dari belakangnya lalu mengaitkan bagian belakang baju zirahnya dengan duri, lalu mereka tertawa dan berkata:
— مَنَعَتْنَا النَّظَرَ إِلَى وَجْهِهَا ، فَقَدْ رَأَيْنَا دِبْرَهَا .
— Dia menghalangi kita untuk melihat wajahnya, maka kita telah melihat bagian belakangnya.
فَنَادَتِ الْمَرْأَةُ فِي فَزَعٍ وَغَضَبٍ :
Wanita itu berteriak dengan ketakutan dan amarah:
— يَا لَعَامِرٍ !
— Wahai kabilah Amir!
وَخَفَّ إِلَيْهَا بَنُو عَامِرِ بْنِ صَعْصَعَةَ ، وَمَا أَنْ عَرَفُوا مَا حَلَّ بِالْعَامِرِيَّةِ حَتَّى اسْتَلُّوا سُيُوفَهُمْ ، وَجَاءَ الْقُرَشِيُّونَ يَنْصُرُونَ شَبَابَهُمْ ظَالِمِينَ ، وَتَحَاوَرَ النَّاسُ ، ثُمَّ نَشَبَ بَيْنَهُمْ قِتَالٌ سَالَتْ فِيهِ دِمَاءٌ يَسِيرَةٌ . وَقَبْلَ أَنْ تَشْتَعِلَ نَارُ الْحَرْبِ بَيْنَ الْحَيَّيْنِ جَاءَ حَرْبُ بْنُ أُمَيَّةَ زَعِيمُ قُرَيْشٍ وَأَعْلَنَ أَنَّهُ يَحْمِلُ مَا سَالَ مِنْ دِمَاءٍ وَيُعَوِّضُ عَنْهَا ، وَأَصْلَحَ بَيْنَهُمْ وَبِذَلِكَ انْتَهَى الْفِجَارُ الثَّانِي .
Bani Amir bin Sha'sha'ah bergegas mendatangi wanita itu, dan begitu mereka mengetahui apa yang menimpa wanita Bani Amir itu, mereka segera menghunus pedang mereka. Orang-orang Quraisy pun datang untuk membela para pemuda mereka secara zalim, orang-orang saling berargumen, kemudian pecahlah pertempuran di antara mereka yang menyebabkan sedikit darah tertumpah. Dan sebelum api peperangan berkobar di antara kedua kabilah tersebut, Harb bin Umayyah, pemimpin Quraisy, datang dan menyatakan bahwa ia akan menanggung darah yang telah tumpah dan mengganti rugi untuknya, lalu ia mendamaikan mereka, dan dengan demikian berakhir lah perang al-Fijar yang kedua.
وَانْقَضَتْ أَيَّامُ عُكَاظٍ ، وَحَمَلَ النَّاسُ مَا بَقِيَ مَعَهُمْ مِنْ سِلَعٍ وَانْطَلَقُوا إِلَى سُوقِ ذِي الْمَجَنَّةِ لِلتِّجَارَةِ قَبْلَ أَنْ يَذْهَبُوا إِلَى سُوقِ ذِي الْمَجَازِ ، فَمَوْسِمُ الْحَجِّ الْأَعْظَمِ . وَسَارَ أَبُو طَالِبٍ عَلَى رَاحِلَتِهِ شَارِدَ اللُّبِّ يُفَكِّرُ فِي أَمْرِهِ فَقَدْ نَفَدَتْ بِضَاعَتُهُ وَلَمْ تَأْتِ بِالْأَرْبَاحِ الَّتِي كَانَ يَرْجُوهَا لِيَسُدَّ دَيْنَهُ وَيُنْفِقَ مِنْهَا عَلَى ضَيْفِ اللهِ . فَلَمْ يَبْقَ أَمَامَهُ إِلَّا أَنْ يَأْتِيَ أَخَاهُ الْعَبَّاسَ يَقْتَرِضُ مِنْهُ وَيَعِدَهُ أَنْ يَسُدَّ دَيْنَ السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ وَهَذِهِ السَّنَةِ فِي الْعَامِ الْقَابِلِ .
Hari-hari di Ukaz pun berlalu, orang-orang membawa sisa barang dagangan mereka dan berangkat ke pasar Dzu al-Majannah untuk berdagang sebelum mereka pergi ke pasar Dzu al-Majaz, karena musim haji akbar telah tiba. Abu Thalib berjalan di atas kendaraannya dengan pikiran yang kalut, memikirkan urusannya karena barang dagangannya telah habis dan tidak memberikan keuntungan yang ia harapkan untuk melunasi utangnya dan membiayai tamu Allah dari keuntungan tersebut. Maka tidak ada pilihan baginya kecuali mendatangi saudaranya, al-Abbas, untuk meminjam darinya dan berjanji akan melunasi utang tahun lalu dan tahun ini pada tahun mendatang.
وَمَشَى أَبُو طَالِبٍ إِلَى أَخِيهِ الْعَبَّاسِ وَطَلَبَ مِنْهُ أَنْ يَقْرِضَهُ قَرْضًا يُنْفِقُ مِنْهُ عَلَى حُجَّاجِ بَيْتِ اللهِ ، فَقَالَ لَهُ الْعَبَّاسُ إِنَّهُ لَمْ يَسُدَّ قَرْضَ الْعَامِ الْفَائتِ ، فَوَعَدَ أَبُو طَالِبٍ أَنْ يَسُدَّ الْقَرْضَيْنِ فِي الْعَامِ الْقَابِلِ ، فَقَالَ الْعَبَّاسُ لِأَخِيهِ وَهُوَ يَقْرِضُهُ مَا طَلَبَ :
Abu Thalib berjalan menemui saudaranya, al-Abbas, dan memintanya untuk meminjamkan uang yang akan ia gunakan untuk menjamu para jemaah haji Baitullah. Al-Abbas berkata kepadanya bahwa ia belum melunasi pinjaman tahun lalu, maka Abu Thalib berjanji akan melunasi kedua pinjaman tersebut di tahun mendatang. Al-Abbas pun berkata kepada saudaranya seraya meminjamkannya apa yang diminta:
— إِنْ عَجَزْتَ عَنْ تَسْدِيدِ الْقَرْضَيْنِ أَخَذْ بِدَيْنِي الرِّفَادَةَ وَالسِّقَايَةَ .
— Jika engkau tidak mampu melunasi kedua pinjaman itu, maka aku akan mengambil hak ar-Rifadah dan as-Siqayah sebagai ganti utangku.
وَقَبِلَ أَبُو طَالِبٍ ذَلِكَ الشَّرْطَ وَهُوَ يَرْجُو أَنْ تَتَحَسَّنَ أَحْوَالُهُ الْمَالِيَّةُ وَيَسُدَّ مَا عَلَيْهِ ، حَتَّى لَا يَخْرُجَ مِنْ يَدِهِ ذَلِكَ الشَّرَفُ الَّذِي وَرِثَهُ عَنْ أَبِيهِ دُونَ بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ جَمِيعًا .
Abu Thalib menerima syarat itu dengan harapan keadaan keuangannya akan membaik dan ia dapat melunasi utangnya, agar kehormatan yang ia warisi dari ayahnya tidak lepas dari tangannya, yang tidak diwariskan kepada Bani Abdul Muthalib lainnya secara keseluruhan.
وَانْقَضَتْ أَيَّامُ الْأَسْوَاقِ ، وَخَلَّفَ النَّاسُ دُنْيَاهُمْ وَرَاءَ ظُهُورِهِمْ وَرَاحُوا يَتَدَفَّقُونَ إِلَى الْحَرَمِ يَطُوفُونَ بِالْبَيْتِ وَيَذْبَحُونَ بَيْنَ إِسَافٍ وَنَائِلَةَ وَيَسْعَوْنَ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ ، ثُمَّ يَذْهَبُونَ إِلَى عَرَفَةَ جَمِيعًا فِي يَوْمٍ وَاحِدٍ وَيَقِفُونَ الْمَوَاقِفَ ، وَسُرْعَانَ مَا يَعُودُونَ إِلَى اللَّعِبِ وَاللَّهْوِ وَالِانْغِمَاسِ فِي شَهَوَاتِ الدُّنْيَا .
Hari-hari di pasar pun berakhir, dan orang-orang meninggalkan dunia mereka di belakang punggung mereka, dan mulai berbondong-bondong menuju Haram, thawaf di Baitullah, menyembelih kurban di antara Isaf dan Na'ilah, melakukan sa'i antara Shafa dan Marwah, kemudian mereka pergi ke Arafah bersama-sama dalam satu hari dan melakukan wukuf, namun secepat itu pula mereka kembali ke permainan, senda gurau, dan terhanyut dalam syahwat dunia.
كَانَتْ أَيَّامُ التَّعَبُّدِ أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ وَكَثِيرًا مَا كَانَ الْعَبَثُ يَتَخَلَّلُهَا ، وَمَا كَانَ أَحَدٌ فِي الْعَرَبِ يَحْتَمِلُ أَنْ تَكُونَ حَيَاتُهُ كُلُّهَا للهِ وَفِي اللهِ إِلَّا فَتًى وَاحِدٌ هُوَ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ ، فَهُوَ يَتَعَالَى عَنْ أَهْوَائِهِ وَأَغْرَاضِهِ الْخَاصَّةِ وَيَعْكُفُ عَلَى التَّأَمُّلِ حَتَّى لَكَأَنَّهُ يَشْعُرُ بِرَنِينِ الْوُجُودِ يُجَلْجِلُ فِي وِجْدَانِهِ ، إِنَّهُ يَسِيرُ مِنْ خِلَالِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ الْجَاثِمِ عَلَى الْأَرْضِ إِلَى اللهِ ، وَيَعْرُجُ عَلَى أَنْوَارِ النَّهَارِ إِلَى مَا فَوْقَ السَّمَوَاتِ ، فَمَسَاؤُهُ مَعَ الْيَقِينِ نَهَارٌ ، وَنَهَارُهُ سَعَادَةٌ وَأُنْسٌ وَانْشِرَاحٌ .
Hari-hari ibadah adalah hari-hari yang terbatas dan seringkali kesia-siaan menyelinap di dalamnya, dan tidak ada seorang pun di antara bangsa Arab yang sanggup menjadikan seluruh hidupnya untuk Allah dan di jalan Allah, kecuali seorang pemuda yaitu Muhammad bin Abdullah. Ia menjauhkan diri dari hawa nafsu dan tujuan-tujuan pribadinya, serta menekuni perenungan hingga seolah-olah ia merasakan denting wujud bergema di dalam nuraninya, ia berjalan melewati malam gelap yang terhampar di atas bumi menuju Allah, dan ia menanjak melalui cahaya siang menuju apa yang ada di atas langit, maka malamnya bersama keyakinan adalah siang, dan siangnya adalah kebahagiaan, kedamaian, dan kelapangan jiwa.
إِنَّهُ كُلُّهُ فِي يَدِ اللهِ ، قَدْ خَرَجَ مِنْ حَوْلِهِ إِلَى حَوْلِ اللهِ ، وَغَايَتُهُ هِيَ ذَاتُ اللهِ ، وَمَحْرَابُ قَلْبِهِ هُوَ اللهُ ، لَا يَتَحَوَّلُ عَنْهُ لَا فِي زَمَانٍ وَلَا إِلَى مَكَانٍ ، فَأَحْيَا اللهُ بِمَعْرِفَتِهِ فُؤَادَهُ ، وَظَهَرَ بِمُرَاقَبَتِهِ أَسْرَارُهُ ، وَإِنَّهُ سَائِرٌ فِي طَرِيقِ الرِّقِّ ، وَإِنَّهُ لَيَطْرَبُ وَيَسْعَدُ لِمَا يَسْتَشْعِرُ مِنْ نَمَاءٍ .
Ia sepenuhnya berada dalam genggaman Allah, telah keluar dari daya upayanya menuju daya upaya Allah, tujuannya adalah Dzat Allah, dan mihrab hatinya adalah Allah. Ia tidak beralih dari-Nya, baik dalam waktu maupun ke tempat mana pun, maka Allah menghidupkan hatinya dengan makrifat-Nya, rahasia-rahasianya tersingkap dengan muraqabah-Nya, dan ia terus berjalan di jalan penghambaan, serta ia merasa gembira dan bahagia atas apa yang ia rasakan dari pertumbuhan (spiritual).
إِنَّهُ يُرَاقِبُ نَفْسَهُ وَيَدْعُو قَلْبَهُ إِلَى أَنْ يَتَنَبَّهَ إِلَى النِّعَمِ الَّتِي حَبَاهُ اللهُ بِهَا عَلَى الدَّوَامِ . وَإِنَّ مُرَاقَبَةَ النَّفْسِ هِيَ الْأَسَاسُ الَّذِي سَيَقُومُ عَلَيْهِ كُلُّ الْبِنَاءِ الشَّامِخِ الَّذِي سَيَرْبِطُ الْأَرْضَ بِالسَّمَاءِ ؛ وَإِنَّ الْإِخْلَاصَ الْمُطْلَقَ هُوَ السَّبِيلُ الَّذِي سَيَقُودُ إِلَى الرِّحَابِ الْأَسْمَى ، إِلَى لُبِّ الْحَقِيقَةِ ؛ وَإِنَّ مَا يَفْعَمُ بِهِ قَلْبَهُ مِنْ رِضًى وَشُكْرٍ ، وَمَا يَتَسَرْبَلُ بِهِ مِنْ حَيَاءٍ ، وَمَا يَتَحَلَّى بِهِ مِنْ إِيْثَارٍ ، وَمَا يَتَّصِفُ بِهِ مِنْ صِدْقٍ ، وَمَا يَتَزَكَّى بِهِ مِنْ مَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ ، سَيَفْتَحُ لَهُ أَبْوَابَ السَّمَوَاتِ لِيَكُونَ خِزَانَةَ أَسْرَارِ اللهِ وَعِلْمِهِ ، وَرَسُولَ رَبِّ الْعَالَمِينَ .
Ia mengawasi dirinya dan mengajak hatinya untuk waspada terhadap nikmat-nikmat yang Allah anugerahkan kepadanya secara terus-menerus. Dan muraqabah diri adalah fondasi yang akan menjadi dasar bagi seluruh bangunan agung yang akan menghubungkan bumi dengan langit; dan keikhlasan mutlak adalah jalan yang akan menuntun menuju tempat yang paling mulia, menuju inti hakikat; dan apa yang memenuhi hatinya dengan keridaan dan syukur, apa yang ia jadikan sebagai pakaian berupa rasa malu, apa yang ia hiasi dirinya dengannya berupa sifat mengutamakan orang lain (itsar), apa yang ia sifati dirinya dengannya berupa kejujuran, dan apa yang ia sucikan dirinya dengannya berupa kemuliaan akhlak, niscaya akan membukakan baginya pintu-pintu langit untuk menjadi perbendaharaan rahasia-rahasia Allah dan ilmu-Nya, serta utusan Tuhan semesta alam.
« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi