BANU ISMA'IL
Abdul Hamid Judah As-Sahhar
Istana yang Takluk oleh Tangis: Saat Firaun Menjadi Pelindung Sang Nabi
Kesombongan takhta Firaun memerintahkan maut bagi setiap bayi Bani Israil, namun tangisan sang bayi di tepian Nil justru melunakkan hati sang ratu, mengubah istana musuh menjadi perisai bagi sang calon pembawa wahyu.
اِنْحَسَرَ مَاءُ الْفَيَضَانِ عَنْ وَادِي النِّيلِ فَرَاحَ الْفَلَّاحُونَ فِي الشَّمَالِ وَالْجَنُوبِ يَذْرُونَ الْحَبَّ وَيُطْلِقُونَ الْخَنَازِيرَ لِتَدْفِنَ الْحَبَّ فِي الْأَرْضِ بِأَرْجُلِهَا ، وَهُمْ يُغَنُّونَ وَيُرَتِّلُونَ الصَّلَوَاتِ لِأَمُونَ الْعَظِيمِ ، بَعْدَ أَنْ صَارَ رَبَّ الْأَرْبَابِ وَإِلَهَ الْآلِهَةِ لَمَّا انْتَصَرَ أَحْمَسُ بِبَرَكَتِهِ عَلَى الْهِكْسُوسِ .
Air banjir telah surut dari Lembah Nil, maka mulailah para petani di utara dan selatan menaburkan benih dan melepaskan babi-babi agar mengubur benih tersebut ke dalam tanah dengan kaki-kakinya, seraya mereka bernyanyi dan melantunkan doa-doa untuk Amon yang Agung, setelah dia menjadi Tuhan dari segala tuhan dan Dewa dari segala dewa ketika Ahmose menang atas Hyksos berkat berkahnya.
وَرَاحَ بَنُو إِسْرَائِيلَ يَعْمَلُونَ فِي مَزَارِعِ تُحْتُمُسَ الْأَوَّلِ وَفِي إِعَادَةِ بِنَاءِ الْمَعَابِدِ وَالْقُصُورِ الَّتِي خَرَّبَهَا الْعَرَبُ الْفَاتِحُونَ قَبْلَ أَنْ يَسْمَنُوا وَيَتْرَفُوا وَيَجْنَحُوا إِلَى الدَّعَةِ وَالْفُسُوقِ ، فَقَدْ ضُرِبَتِ الذِّلَّةُ عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ وَأَصْبَحُوا عَبِيدًا لِلْمِصْرِيِّينَ .
Dan mulailah Bani Israil bekerja di ladang-ladang Thutmose I dan dalam membangun kembali kuil-kuil serta istana-istana yang telah dihancurkan oleh orang-orang Arab penakluk sebelum mereka menjadi gemuk, bermewah-mewah, dan condong kepada kemalasan serta kefasikan, maka kehinaan telah ditimpakan atas Bani Israil dan mereka menjadi budak bagi orang-orang Mesir.
نَسِيَ بَنُو إِسْرَائِيلَ رَبَّهُمْ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ ، اِصْطَبَغُوا بِالصِّبْغَةِ الْفِرْعَوْنِيَّةِ وَعَبَدُوا آمُونَ وَالْعِجْلَ أَبِيسَ وَسَجَدُوا لِلْأَفْعَى وَقَالُوا : إِنَّهَا رَمْزُ الذُّكُورَةِ الْمُخْصِبَةِ وَمُمَثِّلَةُ الدَّهَاءِ وَالْحِكْمَةِ وَالْخُلُودِ ، وَأَشْرَكُوا بِاللَّهِ بَعْدَ أَنْ هَدَاهُمْ إِلَى التَّوْحِيدِ ، وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا .
Bani Israil melupakan Tuhan mereka, maka Tuhan menjadikan mereka lupa akan diri mereka sendiri, mereka mewarnai diri dengan corak Firaun dan menyembah Amon serta anak sapi Apis dan bersujud kepada ular seraya berkata: "Sesungguhnya ia adalah lambang kelaki-lakian yang menyuburkan dan representasi dari kelihaian, hikmah, serta keabadian." Mereka mempersekutukan Allah setelah Dia memberi mereka petunjuk kepada tauhid, dan barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sesungguhnya dia telah tersesat dengan kesesatan yang jauh.
وَجَاءَ أَوَانُ الْحَصَادِ فَأَطْلَقَ الْفَلَّاحُونَ الْقِرَدَةَ الْمُدَرَّبَةَ لِجَنِي الثِّمَارِ ، وَأَطْلَقَ فِرْعَوْنُ عَبِيدَهُ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ لِجَمْعِ الْمَحَاصِيلِ وَنَقْلِهَا إِلَى مَخَازِنِهِ عَلَى ظُهُورِهِمْ ، فَقَدْ مَسَّهُمْ فِيمَا أَفَاضُوا فِيهِ عَذَابٌ أَلِيمٌ .
Dan tibalah musim panen, maka para petani melepaskan kera-kera yang terlatih untuk memetik buah-buahan, dan Firaun mengerahkan budak-budaknya dari Bani Israil untuk mengumpulkan hasil panen dan mengangkutnya ke gudang-gudangnya di atas punggung-punggung mereka, maka mereka ditimpa azab yang pedih atas apa yang mereka lakukan secara berlebihan di dalamnya.
كَانَتِ الدَّوَابُّ تَمْلَأُ حَظَائِرَ فِرْعَوْنَ وَلَكِنَّهُ لَمْ يَأْمُرْ بِاسْتِخْدَامِهَا فِي نَقْلِ غَلَّاتِ أَرَاضِيهِ ، بَلِ اسْتَخْدَمَ بَنِي إِسْرَائِيلَ تَعْذِيبًا لَهُمْ ، وَكَانَ يُقْلِقُهُ أَنَّهُمْ عَلَى الرَّغْمِ مِنَ الِاضْطِهَادِ وَالضَّنْكِ الَّذِي كَانُوا يَعِيشُونَ فِيهِ يَتَنَاسَلُونَ وَيَتَكَاثَرُونَ .
Hewan-hewan ternak memenuhi kandang-kandang Firaun namun dia tidak memerintahkan penggunaannya untuk mengangkut hasil bumi tanahnya, melainkan dia mempekerjakan Bani Israil sebagai bentuk siksaan bagi mereka, dan dia merasa cemas bahwa mereka, meskipun berada dalam penindasan dan kesempitan hidup yang mereka jalani, tetap beranak pinak dan bertambah banyak.
إِنَّهُمْ غُرَبَاءُ عَنِ الْبِلَادِ جَاءُوا فِي أَعْقَابِ الْعَرَبِ الَّذِينَ وَثَبُوا عَلَى الْحُكْمِ فِي
Sesungguhnya mereka adalah orang-orang asing bagi negeri itu yang datang menyusul orang-orang Arab yang telah merebut kekuasaan di
مِصْرَ وَتَغَلْغَلُوا فِي رُبُوعِهَا وَاسْتَوْلَوْا عَلَى مَنَابِعِ الثَّرَوَاتِ فِيهَا ، أَصْبَحَ كَثِيرٌ مِنَ الْأَرَاضِي مِلْكًا لَهُمْ وَالصِّنَاعَاتُ تَحْتَ سَيْطَرَتِهِمْ وَتَسَرَّبَتِ الْأَمْوَالُ مِنْ جُيُوبِ الشَّعْبِ إِلَى خَزَائِنِهِمْ .
Mesir dan menyusup ke pelosok-pelosoknya serta menguasai sumber-sumber kekayaan di dalamnya, sehingga banyak dari tanah menjadi milik mereka dan industri berada di bawah kendali mereka, serta harta benda mengalir dari kantong rakyat ke perbendaharaan mereka.
لَقَدْ أَوْجَسَ خُلَفَاءُ أَحْمَسَ خِيفَةً مِنْهُمْ بَعْدَ أَنْ خَرَجَ الْهِكْسُوسُ مِنْ مِصْرَ ، فَضَمُّوا أَرَاضِيَهُمْ إِلَى أَرَاضِيهِمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلَى خَزَائِنِهِمْ وَجَعَلُوهُمْ عَبِيدًا لَهُمْ وَصَنَّفُوهُمْ فِي أَعْمَالِهِمْ . وَعَلَى الرَّغْمِ مِنْ ذَلِكَ كَانَ تُحْتُمُسُ الْأَوَّلُ يَخْشَى أَنْ يَثُورُوا يَوْمًا مُنْتَهِزِينَ فُرْصَةَ انْشِغَالِهِ فِي حُرُوبِهِ مَعَ السُّورِيِّينَ وَلَوْ فَعَلُوا لَضَرَبُوهُ ضَرْبَةً فِي الصَّمِيمِ ، لِذَلِكَ كَانَ يَضَعُ يَدَهُ الْقَوِيَّةَ عَلَى رُؤُوسِهِمْ حَتَّى لَا يَرْفَعُوهَا يَوْمًا لِيُوَقِّيَ نَفْسَهُ وَمَمْلَكَتَهُ ثَوْرَةَ الْعَبِيدِ .
Sungguh para penerus Ahmose menaruh rasa takut terhadap mereka setelah Hyksos keluar dari Mesir, maka mereka menggabungkan tanah-tanah mereka ke tanah-tanah mereka sendiri, dan harta mereka ke kas mereka, serta menjadikan mereka budak-budak mereka lalu membagi-bagi mereka dalam pekerjaan-pekerjaan mereka. Walaupun demikian, Thutmose I tetap khawatir mereka akan memberontak suatu hari nanti dengan memanfaatkan kesempatan kesibukannya dalam peperangan melawan orang-orang Suriah, dan jika mereka melakukannya, mereka pasti akan memukulnya dengan pukulan telak di jantung pertahanan, oleh karena itu dia selalu meletakkan tangannya yang kuat di atas kepala mereka agar mereka tidak pernah bisa mengangkatnya, demi menjaga dirinya dan kerajaannya dari pemberontakan para budak.
وَعَادَ تُحْتُمُسُ الْأَوَّلُ مِنْ سُورِيَةَ يَحْمِلُ الْغَنَائِمَ وَيَسُوقُ الْأَسْرَى فخَرَجَ الشَّعْبُ يَسْتَقْبِلُ الْفَاتِحَ الْمُظَفَّرَ بِالْأَغَانِي وَالْأَهَازِيجِ وَدَخَلَ مَنْفَ دُخُولَ الظَّافِرِينَ ، وَهَرَعَ لِاسْتِقْبَالِهِ أَبْنَاؤُهُ تُحْتُمُسُ الثَّانِي وَتُحْتُمُسُ الثَّالِثُ وَالْأَمِيرَةُ حَتْشِبْسُوتَ فَضَمَّهُمْ جَمِيعًا إِلَى صَدْرِهِ ، ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَى الْأَمِيرَةِ يُحَدِّثُهَا فِي وُدٍّ كَبِيرٍ فَقَدْ كَانَتِ الْفِطْنَةُ وَالنَّجَابَةُ وَالْحِكْمَةُ تَتَرَاقَصُ عَلَى طَرَفِ لِسَانِهَا . فَقَدْ كَانَتْ أَحَبَّ أَبْنَائِهِ إِلَيْهِ وَإِنْ كَانَتِ امْرَأَةً . وَتَأَهَّبَ لِزِيَارَةِ إِلَهِهِ آمُونَ الَّذِي أَيَّدَهُ بِنَصْرِهِ أَعْدَائِهِ ، فَتَأَهَّبَتِ الْعَاصِمَةُ لِاسْتِقْبَالِ ابْنِهَا الْبَطَلِ ، وَرَاحَ كَهَنَةُ آمُونَ يُطَهِّرُونَ الْمَعْبَدَ لِلْحَدَثِ الْعَظِيمِ .
Dan Thutmose I kembali dari Suriah dengan membawa harta rampasan perang dan menggiring para tawanan, maka rakyat keluar menyambut sang penakluk yang jaya dengan lagu-lagu dan sorak-sorai, lalu dia memasuki Memphis dengan cara masuknya para pemenang. Anak-anaknya, Thutmose II, Thutmose III, dan Putri Hatshepsut bergegas menyambutnya, maka dia mendekap mereka semua ke dadanya, kemudian dia menghampiri sang putri dan berbicara kepadanya dengan penuh kasih sayang yang besar, karena kecerdasan, kemuliaan, dan hikmah tampak menari-nari di ujung lidahnya. Dia adalah anak yang paling dicintainya meskipun dia seorang perempuan. Dia pun bersiap untuk mengunjungi dewanya, Amon, yang telah meneguhkannya dengan kemenangan atas musuh-musuhnya, maka ibu kota bersiap menyambut putranya yang pahlawan, dan para pendeta Amon mulai menyucikan kuil untuk peristiwa agung tersebut.
وَاسْتَقْبَلَ كَبِيرُ الْكَهَنَةِ فِرْعَوْنَ الْعَظِيمَ وَقَادَهُ إِلَى قُدْسِ الْأَقْدَاسِ حَيْثُ خَرَّا مَعًا سَاجِدَيْنِ لِآمُونَ ، وَتَكَدَّسَتِ الْقَرَابِينُ عَلَى مَذْبَحِ الْإِلَهِ وَارْتَفَعَتِ الصَّلَوَاتُ وَعَبِقَتْ طِيبَةُ كُلُّهَا بِرَائِحَةِ الْبُخُورِ .
Dan kepala pendeta menyambut Firaun yang Agung lalu membimbingnya ke tempat maha kudus di mana keduanya tersungkur bersujud bersama untuk Amon, dan persembahan kurban menumpuk di atas mezbah dewa, doa-doa membumbung tinggi, serta seluruh kota Thebes semerbak harum oleh bau kemenyan.
وَجَاءَ رَئِيسُ كَهَنَةٍ وَحْيُ الْإِلَهِ آمُونَ مِنْ سِيوَةَ وَدَخَلَ مَعَ الْمَلِكِ فِي غُرْفَةٍ خَاصَّةٍ ، وَرَاحَ رَئِيسُ كَهَنَةٍ وَحْيُ آمُونَ يَهْمِسُ فِي أُذُنِ تُحْتُمُسَ الْأَوَّلِ بِمَا أَوْحَى إِلَيْهِ الْإِلَهُ ! إِنَّهُ يَأْمُرُ ابْنَهُ الْإِلَهِيَّ أَنْ يَذْبَحَ الذُّكُورَ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ حَتَّى يَأْمَنَ
Dan datanglah kepala pendeta wahyu dewa Amon dari Siwa lalu masuk bersama raja ke dalam ruangan khusus, dan mulailah kepala pendeta wahyu Amon itu berbisik di telinga Thutmose I tentang apa yang telah diwahyukan oleh dewa kepadanya! Bahwasanya dia memerintahkan putranya yang bersifat ketuhanan itu untuk menyembelih bayi laki-laki dari Bani Israil agar dia merasa aman dari
الْفِتْنَةَ ، وَتَكُونَ كَلِمَةُ آمُونَ هِيَ الْعُلْيَا وَيَسْتَتِبَّ الْأَمْرُ لِتُحْتُمُسَ وَلِأَبْنَائِهِ مِنْ بَعْدِهِ .
fitnah (kekacauan), sehingga kalimat Amon menjadi yang paling tinggi dan kekuasaan menjadi stabil bagi Thutmose dan bagi anak-anak setelahnya.
وَعَادَ تُحْتُمُسُ الْأَوَّلُ إِلَى قَصْرِ مَنْفَ فَرَحَّبَتْ بِهِ أَحْمُوسُ أُمُّ حَتْشِبْسُوتَ وَبَالَغَتْ فِي التَّرْحِيبِ فَإِذَا بِالْفِكْرَةِ الَّتِي طَالَمَا خَامَرَتْهُ تَسْتَوْلِي عَلَى كُلِّ تَفْكِيرِهِ ، فَدَنَا مِنْ أَحْمُوسَ فِي حُبٍّ وَقَالَ :
Dan Thutmose I kembali ke istana Memphis, maka Ahmose, ibu dari Hatshepsut, menyambutnya dan sangat berlebih-lebih dalam menyambut, lalu tiba-tiba ide yang sekian lama merasukinya menguasai seluruh pikirannya, maka dia mendekati Ahmose dengan penuh rasa cinta dan berkata:
— سَأُوصِي بِأَنْ تُرْفَعَ حَتْشِبْسُوتُ إِلَى الْعَرْشِ وَأَنْ تُشَارِكَ أَخَاهَا فِي الْحُكْمِ .
— Aku akan berwasiat agar Hatshepsut dinaikkan ke atas takhta dan agar dia berserikat bersama saudaranya dalam pemerintahan.
وَمَذْهَبٌ إِلَى قَاعَةِ عَرْشِهِ فَكَتَبَ أَنْ تَرِثَ حَتْشِبْسُوتُ الْمُلْكَ مَعَ أَخِيهَا ، وَكَتَبَ أَمْرًا يَقْضِي بِقَتْلِ كُلِّ ذَكَرٍ يُولَدُ فِي بَنِي إِسْرَائِيلَ .
Dan dia pergi menuju aula takhtanya lalu menuliskan keputusan bahwa Hatshepsut mewarisi kerajaan bersama saudaranya, dan dia juga menuliskan perintah yang menetapkan pembunuhan setiap bayi laki-laki yang dilahirkan di kalangan Bani Israil.
وَهَرَعَ عِمْرَانُ إِلَى أَهْلِهِ وَهُوَ مَفْزُوعٌ فَأَلْفَاهُمْ يُصَلُّونَ ، إِنَّهُمْ أَهْلُ بَيْتٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ فَقَدْ كَانُوا عَلَى مِلَّةِ آبَائِهِمْ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ لَمْ يَعْبُدُوا آمُونَ وَلَا الْعِجْلَ وَلَا آلِهَةَ الْمِصْرِيِّينَ ، وَاسْتَمَرَّ يَنْظُرُ إِلَى زَوْجَتِهِ وَإِلَى ابْنَتِهِ وَإِلَى ابْنِهِ الصَّغِيرِ هَارُونَ فِي قَلَقٍ ، حَتَّى إِذَا مَا أَتَمُّوا صَلَاتَهُمُ انْتَبَذَ بِزَوْجَتِهِ مَكَانًا قَصِيًّا وَقَالَ لَهَا هَمْسًا :
Dan Imran bergegas menuju keluarganya dalam keadaan ketakutan lalu mendapati mereka sedang salat, sesungguhnya mereka adalah sebuah rumah tangga dari kalangan muslimin karena mereka berada di atas milah leluhur mereka; Ibrahim, Ismail, Ishaq, dan Yaqub, mereka tidak menyembah Amon, tidak pula anak sapi, dan tidak pula dewa-dewa orang Mesir. Dia terus memandangi istrinya, anak perempuannya, dan anak laki-lakinya yang masih kecil, Harun, dengan penuh kecemasan, hingga ketika mereka telah menyelesaikan salat mereka, dia menepi bersama istrinya ke tempat yang agak jauh lalu berkata kepadanya dengan berbisik:
— أَمَرَ فِرْعَوْنُ بِقَتْلِ كُلِّ غُلَامٍ يُولَدُ فِي بَنِي إِسْرَائِيلَ .
— Firaun telah memerintahkan pembunuhan setiap anak laki-laki yang dilahirkan di kalangan Bani Israil.
وَنَزَلَ بِالزَّوْجَةِ هَمٌّ ثَقِيلٌ فَهِيَ تَعْمَلُ فِي قَصْرِ الْأَمِيرَةِ حَتْشِبْسُوتَ مَعَ الْعَامِلِينَ فِيهِ مِنْ عَبِيدِ بَنِي إِسْرَائِيلَ ، وَإِنَّ أَمْرَ إِخْفَاءِ مَا فِي بَطْنِهَا لَشَيْءٌ عَسِيرٌ ، فَرَكِبَهَا الْقَلَقُ وَبَاتَتْ تَخْشَى أَنْ تَضَعَ وَلَدًا فَيَذْبَحَهُ الْمِصْرِيُّونَ ، فَاحْتَرَزَتْ وَأَخَذَتْ تُخْفِي أَمَارَاتِ الْحَمْلِ وَأَسْلَمَتْ أَمْرَهَا لِلَّهِ لَعَلَّ اللَّهَ يَجْعَلُ لَهَا مَخْرَجًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ .
Maka kesedihan yang berat menimpa sang istri karena dia bekerja di istana Putri Hatshepsut bersama orang-orang yang bekerja di sana dari kalangan budak Bani Israil, dan sesungguhnya perkara menyembunyikan apa yang ada di dalam kandungan adalah suatu hal yang sangat sulit. Kekecewaan dan kecemasan merundungnya dan dia melewatkan malam dengan ketakutan jika melahirkan anak laki-laki maka orang Mesir akan menyembelihnya, maka dia berhati-hati dan mulai menyembunyikan tanda-tanda kehamilan serta menyerahkan urusannya kepada Allah, berharap agar Allah membukakan jalan keluar baginya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
وَجَاءَهَا الْمَخَاضُ فَنَزَلَ بِهَا أَمْنٌ عَجِيبٌ ، وَامْتَلَأَتْ جَنَبَاتُ الْقَصْرِ بِأَرِيجٍ أَطْيَبَ مِنَ الْمِسْكِ وَأَزْكَى مِنْ عِطْرِ الْبُخُورِ ، وَفِي يُسْرٍ وَضَعَتْ وَلِيدَهَا دُونَ أَنْ تَلْتَمِسَ أَحَدًا لِمُعَاوَنَتِهَا أَوْ يَسْتَقْبِلَ الْوَلِيدَ الْكَرِيمَ دُنْيَاهُ بِالصِّيَاحِ كَمَا يَفْعَلُ سَائِرُ
Dan tibalah rasa sakit melahirkan padanya, maka ketenangan yang ajaib turun menyelimutinya, dan sudut-sudut istana dipenuhi oleh keharuman yang lebih wangi daripada minyak misk dan lebih suci daripada wangian kemenyan, dan dengan penuh kemudahan dia melahirkan bayinya tanpa mencari seorang pun untuk membantunya atau sang bayi yang mulia itu menyambut dunianya dengan jeritan keras sebagaimana yang dilakukan oleh seluruh
الْوِلْدَانِ ، وَأَقْبَلَتِ الْمَرْأَةُ عَلَى وَلِيدِهَا وَأَحَسَّتْ أَنْ جَوَانِحَهَا تَشْرُقُ بِالنُّورِ كُلَّمَا امْتَدَّتْ إِلَيْهِ عَيْنَاهَا ، وَأَجَّجَ ذَلِكَ الْحُبَّ الْخَطَرُ الَّذِي يَتَرَبَّصُ بِهِ فَرَاحَتْ تَضُمُّهُ إِلَى صَدْرِهَا وَتُمْطِرُهُ بِقُبُلَاتٍ نَابِعَةٍ مِنْ قَلْبٍ يَخْفِقُ بِالْحَنَانِ الْغَامِرِ وَالْحُبِّ الْكَبِيرِ .
bayi lainnya. Wanita itu menghampiri bayinya dan merasa bahwa rongga dadanya bersinar dengan cahaya setiap kali kedua matanya tertuju kepadanya, dan rasa cinta itu mengobarkan kesadaran akan bahaya yang sedang mengintai bayinya, maka dia mulai mendekapnya ke dadanya dan menghujaninya dengan ciuman yang bersumber dari hati yang bergetar dengan kelembutan yang meluap dan cinta yang besar.
كَانَتِ الْمَرْأَةُ وَابْنَتُهَا الْكُبْرَى تَتَنَاوَبَانِ رِعَايَتَهُ ، إِنْ ذَهَبَتِ الْأُمُّ إِلَى عَمَلِهَا بِقَصْرِ حَتْشِبْسُوتَ بَقِيَتِ الِابْنَةُ إِلَى جِوَارِ أَخِيهَا الْحَبِيبِ ، وَإِنِ انْطَلَقَتِ الِابْنَةُ إِلَى جَنَاحِ سَيِّدَتِهَا بَقِيَتِ الْأُمُّ مَعَ ابْنِهَا وَهِيَ تَتَرَقَّبُ فِي خَوْفٍ شَدِيدٍ ، فَحَيَاتُهُ رَهْنٌ بِصِيَاحِهِ بِالْبُكَاءِ يَقْتَحِمُ رِجَالُ فِرْعَوْنَ عَلَى أَثَرِهِ مُخْدَعَهَا لِيَنْتَزِعُوهُ مِنْ بَيْنِ أَحْضَانِهَا وَيَذْبَحُوهُ !
Wanita itu dan anak perempuannya yang paling besar saling bergantian merawatnya, jika sang ibu pergi ke pekerjaannya di istana Hatshepsut maka sang anak perempuan tinggal di samping saudara laki-lakinya yang tercinta, dan jika sang anak perempuan pergi ke paviliun nyonyanya maka sang ibu tinggal bersama anaknya dalam keadaan mengintai dengan ketakutan yang amat sangat, karena hidupnya bergantung pada tangisannya; tangisan yang jika terdengar akan membuat orang-orang Firaun menyerbu kamar pribadinya untuk merenggut bayi itu dari dekapannya lalu menyembelihnya!
وَرَفَعَتْ عَيْنَيْهَا إِلَى السَّمَاءِ فِي سُكُونِ اللَّيْلِ تَلْتَمِسُ مِنَ اللَّهِ عَوْنَهُ ، فَأُوحِيَ إِلَيْهَا :
Dan dia mengangkat kedua matanya ke langit di tengah keheningan malam memohon pertolongan dari Allah, maka diwahyukan kepadanya:
أَنْ أَرْضِعِيهِ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ ، وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ .
"Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke dalam sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya salah seorang dari para rasul."
وَمَرَّتْ ثَلَاثَةُ أَشْهُرٍ وَهِيَ تُفَكِّرُ فِي ذَلِكَ الْوَحْيِ وَتَسْأَلُ نَفْسَهَا كَيْفَ إِذَا خِفْتُ عَلَيْهِ أَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ ؟! إِنَّهُ سَيَغْرَقُ ! إِنَّهُ سَيَمُوتُ ! وَظَلَّتْ تَرْعَاهُ وَخَوْفُهَا يَتَزَايَدُ ، حَتَّى تَأَكَّدَ عِنْدَهَا أَنَّهَا لَنْ تَسْتَطِيعَ أَنْ تُخْفِيَهُ عَنِ الْعُيُونِ الْمُتَرَبِّصَةِ بِبَنِي إِسْرَائِيلَ ، وَبَدَأَتْ تَطْمَئِنُّ إِلَى مَا أَوْحَى إِلَيْهَا فَجَاءَتْ بِسَفَطٍ مِنَ الْبَرْدِيِّ وَوَضَعَتِ ابْنَهَا فِيهِ ثُمَّ أَلْقَتْ بِهِ فِي النَّهْرِ . وَمَا حَمَلَهُ التَّيَّارُ وَبَعُدَ عَنْهَا حَتَّى هَمَّتْ بِالْعَدْوِ خَلْفَهُ وَالْبَحْثِ عَنْهُ لَوْلَا أَنْ رَبَطَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهَا وَأَلْهَمَهَا الصَّبْرَ وَالِامْتِثَالَ لِأَمْرِهِ لِتَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ .
Dan berlalulah tiga bulan dalam keadaan dia memikirkan wahyu tersebut dan bertanya kepada dirinya sendiri: "Bagaimana bisa jika aku mengkhawatirkannya lalu aku menghanyutkannya ke dalam sungai?! Dia pasti tenggelam! Dia pasti mati!" Dan dia terus merawatnya sementara ketakutannya semakin bertambah, hingga menjadi jelas baginya bahwa dia tidak akan mampu lagi menyembunyikannya dari mata-mata yang mengintai Bani Israil, dan dia mulai merasa tenang dengan apa yang diwahyukan kepadanya, maka dia membawa sebuah keranjang dari pandan papirus dan meletakkan anaknya di dalamnya kemudian menghanyutkannya ke dalam sungai. Dan tidaklah arus membawanya dan menjauh darinya melainkan dia hampir saja berlari mengejarnya dan mencarinya seandainya Allah tidak meneguhkan hatinya dan mengilhaminya kesabaran serta kepatuhan pada perintah-Nya agar dia termasuk orang-orang yang beriman.
وَقَالَتْ لِأُخْتِهِ :
Dan dia berkata kepada saudara perempuannya (kakak bayi itu):
— قُصِّيهِ .
— Ikutilah jejaknya.
فَسَارَتْ أُخْتُهُ عَلَى الشَّاطِئِ تَتَّبِعُ أَثَرَهُ لِتَعْلَمَ خَبَرَهُ وَهِيَ تَرْمُقُهُ مِنْ طَرَفِ عَيْنَيْهَا وَتَتَظَاهَرُ أَنَّهَا غَافِلَةٌ عَنْهُ حَتَّى لَا يَنْكَشِفَ أَمْرُهَا ، فَبَصُرَتْ بِهِ عَنْ جُنُبٍ
Maka saudara perempuannya berjalan di tepi sungai mengikuti jejaknya untuk mengetahui kabarnya dalam keadaan dia mengawasinya dari sudut kedua matanya dan berpura-pura bahwa dia lalai darinya agar perkaranya tidak terbongkar, lalu dia melihatnya dari jarak jauh
وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ .
sedangkan mereka tidak menyadarinya.
وَحَمَلَهُ التَّيَّارُ إِلَى جَنَاحِ حَتْشِبْسُوتَ وَقَدْ خَرَجَتْ مَعَ جَوَارِيهَا يَغْتَسِلْنَ فِي النِّيلِ ، فَلَمَحْنَ بَيْنَ الْأَشْجَارِ سَفَطًا بِهِ غُلَامٌ صَغِيرٌ ، فَهَرَعَتْ إِحْدَاهُنَّ إِلَيْهِ وَانْتَشَلَتْهُ فَارْتَفَعَ بُكَاءُ الطِّفْلِ فَسَمِعَتْهُ حَتْشِبْسُوتَ فَقَالَتْ :
Dan arus membawanya ke paviliun Hatshepsut yang saat itu sedang keluar bersama dayang-dayangnya untuk mandi di sungai Nil, lalu mereka melihat di antara pepohonan sebuah keranjang yang di dalamnya terdapat seorang anak laki-laki kecil, maka salah seorang dari mereka bergegas menuju ke arahnya dan mengangkatnya lalu pecahlah tangisan sang bayi itu hingga Hatshepsut mendengarnya maka dia berkata:
— هَذَا بُكَاءُ طِفْلٍ صَغِيرٍ .
— Ini suara tangisan anak kecil.
وَجَاءَتِ الْجَارِيَةُ إِلَيْهَا وَهِيَ تَحْمِلُهُ وَتَقُولُ :
Dan dayang itu datang kepadanya seraya membawanya dan berkata:
— هَذَا طِفْلٌ أُلْقِيَ بِهِ أَهْلُهُ فِي النِّيلِ .
— Ini adalah seorang bayi yang dihanyutkan oleh keluarganya ke dalam sungai Nil.
نَظَرَتْ حَتْشِبْسُوتَ إِلَيْهِ فَبَهَرَهَا جَمَالُهُ وَأَلْقَى اللَّهُ فِي قَلْبِهَا حُبَّهُ فَضَمَّتْهُ إِلَيْهَا وَقَبَّلَتْهُ فِي حَنَانٍ شَدِيدٍ . كَانَتْ زَوْجَةَ تُحْتُمُسَ الثَّانِي وَكَانَتْ عَلَى وَشْكِ أَنْ تَعْتَلِيَ الْعَرْشَ مَعَهُ بَعْدَ أَنْ أَوْصَى أَبُوهُمَا لَهُمَا بِالْمُلْكِ مَعًا ، وَكَانَ أَبُوهُمَا تُحْتُمُسُ الْأَوَّلُ عَلَى فِرَاشِ الْمَوْتِ بِلَفْظِ النَّفَسِ الْأَخِيرِ .
Hatshepsut memandangnya maka keelokannya memikat dirinya dan Allah menjatuhkan rasa cinta kepadanya di dalam hatinya, sehingga dia mendekapnya ke dirinya sendiri dan menciumnya dengan kelembutan yang amat sangat. Dia adalah istri dari Thutmose II dan hampir saja naik ke atas takhta bersamanya setelah ayah mereka berwasiat bagi keduanya untuk memegang kerajaan bersama-sama, dan ayah mereka Thutmose I saat itu sedang berada di atas ranjang kematian menjelang embusan napas terakhir.
وَدَخَلَتْ حَتْشِبْسُوتَ قَصْرَهَا وَهِيَ تَحْمِلُهُ وَتُلْصِقُهُ بِفُؤَادِهَا فَقَدْ تَحَرَّكَتْ فِيهَا أُمُومَتُهَا ، فَلَمَّا رَأَتْ أُخْتُهُ ذَلِكَ اكْتَنَفَتْهَا رَاحَةٌ وَنَزَلَ بِقَلْبِهَا اطْمِئْنَانٌ وَدَنَتْ تَرْصُدُ مَا يَكُونُ .
Dan Hatshepsut memasuki istananya dalam keadaan menggendongnya dan menempelkannya ke dadanya karena sifat keibuannya telah tergerak, maka ketika saudara perempuannya melihat hal itu dilingkupilah dirinya oleh rasa lega dan turunlah ketenangan ke dalam hatinya lalu dia mendekat untuk memantau apa yang akan terjadi.
وَأَقْبَلَ تُحْتُمُسُ الثَّانِي الْفِرْعَوْنُ الْجَدِيدُ ، فَلَمَّا رَأَى الطِّفْلَ قَالَ :
Dan datanglah Thutmose II, Firaun yang baru, maka ketika dia melihat anak itu dia berkata:
— مَا هَذَا ؟
— Apa ini?
— طِفْلٌ الْتَقَطْنَاهُ مِنَ الْيَمِّ .
— Seorang bayi yang kami ambil dari sungai.
— إِنَّهُ ابْنٌ مِنْ أَبْنَاءِ الْعِبْرَانِيِّينَ ، اقْتُلُوهُ .
— Sesungguhnya dia adalah anak dari anak-anak orang Ibrani, bunuhlah dia.
— اِرْحَمْهُ يَا مَوْلَايَ إِنَّهُ طِفْلٌ صَغِيرٌ .
— Kasihanilah dia wahai tuanku, sesungguhnya dia hanyalah anak kecil.
— اُقْتُلُوهُ .
— Bunuhlah dia.
— قُرَّةُ عَيْنٍ لِي وَلَكَ . لَا تَقْتُلُوهُ عَسَى أَنْ يَنْفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًا .
— Dia adalah penyejuk mata bagiku dan bagimu. Janganlah kalian membunuhya, mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita menjadikannya sebagai anak.
وَظَلَّتْ تُدَافِعُ عَنِ الطِّفْلِ الْبَرِيءِ وَتَلْتَمِسُ مِنْ زَوْجِهَا وَأَخِيهَا أَنْ يُبْقِيَهُ ، وَاسْتَوْهَبَتْهُ إِيَّاهُ فَوَهَبَهُ لَهَا فَهِيَ زَوْجُهُ وَشَرِيكَتُهُ فِي مُلْكِهِ وَقُرَّةُ عَيْنِ أَبِيهِ .
Dan dia terus membela anak yang tidak berdosa itu dan memohon kepada suaminya yang juga saudaranya agar membiarkannya hidup, dan dia meminta anak itu sebagai hadiah darinya maka suaminya pun menghadiahkan anak itu kepadanya, karena dia adalah istrinya, sekutunya dalam kerajaannya, dan penyejuk mata bagi ayahnya.
فَرِحَتْ حَتْشِبْسُوتَ بِالطِّفْلِ الَّذِي اسْتَحْيَتْهُ وَحَمَلَتْهُ وَضَمَّتْهُ إِلَيْهَا وَتَحَرَّكَتْ فِيهَا إِحْسَاسَاتُ الْأُمِّ الرَّؤُومِ ، وَبَكَى الطِّفْلُ فَالْتَمَسَتْ لَهُ الْمَرَاضِعَ .
Maka Hatshepsut merasa gembira dengan bayi yang telah dia biarkan hidup itu, dia menggendong dan mendekapnya ke dirinya sendiri, serta tergeraklah perasaan keibuan yang penuh kasih sayang di dalam dirinya. Kemudian bayi itu menangis, lalu dia mencarikan ibu-ibu susuan untuknya.
وَرَاحَ النِّسَاءُ يَتَوَافَدْنَ عَلَى حَتْشِبْسُوتَ لِإِرْضَاعِ الطِّفْلِ الْوَلِيدِ وَلَكِنَّ الطِّفْلَ يَأْبَى وَيَسْتَمِرُّ فِي بُكَائِهِ وَامْتِنَاعِهِ عَنْ أَنْ يَلْتَقِمَ ثَدْيَ إِحْدَاهُنَّ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْمَرَاضِعَ مِنْ قَبْلُ ، إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ .
Wanita-wanita pun mulai berdatangan menemui Hatshepsut untuk menyusui bayi yang baru lahir itu, akan tetapi sang bayi menolak dan terus menangis serta enggan menyusu pada payudara salah seorang dari mereka, karena Allah telah mengharamkan bagi dirinya ibu-ibu susuan sebelumnya. Sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
وَحَارَتْ حَتْشِبْسُوتَ فِي أَمْرِهِ ، فَدَنَتْ أُخْتُهُ مِنْهَا وَكَانَتْ تَعْمَلُ فِي قَصْرِهَا وَقَالَتْ :
Dan Hatshepsut pun merasa kebingungan dalam perkaranya, lalu saudara perempuan bayi itu mendekatinya—yang mana dia bekerja di istananya—dan berkata:
— هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى أَهْلِ بَيْتٍ يَكْفُلُونَهُ لَكُمْ وَهُمْ لَهُ نَاصِحُونَ ؟
— Maukah aku tunjukkan kepadamu seisi rumah yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?
فَنَظَرَتْ حَتْشِبْسُوتَ إِلَيْهَا وَقَدْ شَاعَ فِي وَجْهِهَا أَمَلٌ :
Maka Hatshepsut memandangnya dan tampaklah secercah harapan memancar di wajahnya seraya berkata:
— أَتَعْرِفِينَ أَهْلَ هَذَا الْغُلَامِ ؟
— Apakah kamu mengenal keluarga anak laki-laki ini?
— لَا أَعْرِفُهُمْ وَلَكِنْ أَعْرِفُ امْرَأَةً صَالِحَةً فَلَعَلَّهُ يَأْخُذُ ثَدْيَهَا ؛
— Aku tidak mengenal mereka, tetapi aku tahu seorang wanita yang saleha, barangkali dia mau menerima payudaranya;
— اِذْهَبِي وَأْتِي بِهَا .
— Pergilah dan bawa dia ke mari.
وَذَهَبَتْ أُخْتُهُ تَحُثُّ الْخُطَا يَهْتَلِلُ وَجْهُهَا بِالْفَرَحِ ، حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ غُرْفَتَهَا فِي الْقَصْرِ صَاحَتْ بِأُمِّهَا :
Maka saudara perempuannya pergi dengan melangkah cepat sementara wajahnya berseri-seri kegembiraan, hingga ketika dia sampai di kamarnya di dalam istana, dia berseru kepada ibunya:
— أَبْشِرِي جَاءَكِ الْفَرَجُ ، إِنَّهُمْ يَلْتَمِسُونَكِ لِتُرْضِعِيهِ .
— Gembiralah, kelapangan telah datang kepadamu! Sesungguhnya mereka sedang mencarimu agar kamu menyusuinya.
وَانْطَلَقَتِ الْأُمُّ يَلُفُّهَا اضْطِرَابٌ ، وَلَكِنَّهُ اضْطِرَابٌ لَذِيذٌ فِيهِ لَهْفَةٌ وَفِيهِ رَجَاءٌ ، وَدَخَلَتْ عَلَى وَلِيدِهَا وَكَادَتْ فَرَحَتُهَا تَفْضَحُ خَبِيئَةَ نَفْسِهَا وَكَادَتْ تَهْمِسُ فِي وَجْهِهِ وَهِيَ تَضُمُّهُ إِلَى الصَّدْرِ الْمَلْهُوفِ : وَلَدِي ، ابْنِي الْحَبِيبَ .
Maka sang ibu berangkat dengan diliputi rasa guncang, akan tetapi keguncangan yang terasa manis yang di dalamnya ada kerinduan dan harapan. Dia masuk menemui bayinya dan hampir saja kegembiraannya membongkar rahasia jiwanya, serta hampir saja dia berbisik di hadapannya seraya mendekapnya ke dada yang penuh kerinduan: "Anakku, putraku tercinta."
وَكَادَتْ تَصْرُخُ بِهِ لَوْلَا أَنْ رَبَطَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهَا لِتَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ .
Dan dia hampir saja memekik andai saja Allah tidak meneguhkan hatinya agar dia termasuk orang-orang yang beriman.
وَنَاوَلَتْهُ ثَدْيَهَا فَالْتَقَمَهُ ، فَأَشْرَقَ وَجْهُ حَتْشِبْسُوتَ بِالْفَرَحِ وَنَزَلَ بِقَلْبِ أُمِّهِ سَكِينَةٌ ، رَدَّهُ اللَّهُ إِلَيْهَا كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ وَأَطْرَقَتْ بِرَأْسِهَا شُكْرًا لِلَّهِ فَقَدْ رَدَّهُ إِلَيْهَا لِيَكُونَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ .
Lalu dia menyodorkan payudaranya dan sang bayi pun langsung menyusuinya, maka berseri-serilah wajah Hatshepsut dengan kegembiraan dan turunlah ketenangan ke dalam hati sang ibu, Allah mengembalikan bayi itu kepadanya agar senang hatinya dan tidak bersedih, lalu dia menundukkan kepalanya bersyukur kepada Allah karena Dia telah mengembalikannya kepadanya untuk kelak menjadi salah seorang rasul.
وَجَلَسَتْ حَتْشِبْسُوتَ تَرْنُو إِلَى الطِّفْلِ الَّذِي تَعَلَّقَ بِهِ فُؤَادُهَا وَالَّذِي فَجَّرَ فِي نَفْسِهَا يَنَابِيعَ الْحَنَانِ وَالرَّأْفَةِ فَشَاعَتْ فِي نَفْسِهَا نَشْوَةٌ .
Dan Hatshepsut duduk memandangi bayi yang hatinya telah terpikat kepadanya dan yang telah memancarkan mata air kelembutan serta belas kasih di dalam jiwanya sehingga menyebarlah rasa bahagia yang mendalam di jiwanya.
وَأَرَادَتْ أَنْ تَدْعُوهُ بِاسْمٍ بَيْدَ أَنَّهَا لَمْ تَعْرِفْ بِمَاذَا تَدْعُوهُ ، أَتَدْعُوهُ أَحْمَسَ ؟ إِنَّهُ اسْمٌ عَزِيزٌ عَلَى الْمِصْرِيِّينَ فَقَدْ سَمَّيْتِ أُمُّهَا أَحْمُوسَ مِنْ شِدَّةِ تَعَلُّقِهِمْ بِهِ ، وَرَنَّ اسْمُ أُمِّهَا فِي أُذُنِهَا رَنِينًا مُوسِيقِيًّا تَشِعُّ مِنْهُ ظِلَالٌ مِنَ الْقَدَاسَةِ ، وَلَكِنْ قَفَزَتْ إِلَى ذِهْنِهَا فِكْرَةٌ : إِنَّهَا وَجَدَتْهُ بَيْنَ الْمَاءِ ( مُو ) وَالشَّجَرِ ( شَا ) فَلِمَاذَا لَا تَدْعُوهُ « مُوشَا » ، وَاسْتَرَاحَتْ لِلْفِكْرَةِ فَرَاحَتْ تُنَادِيهِ : مُوشَى .
Dia ingin memanggilnya dengan sebuah nama, akan tetapi dia belum tahu akan menamakannya dengan apa; apakah dia akan menamakannya Ahmose? Itu adalah nama yang sangat berharga bagi orang Mesir, bahkan ibunya dinamai Ahmose karena saking besarnya keterikatan mereka pada nama itu, dan nama ibunya berdengung di telinganya bagai alunan musik yang memancarkan bayang-bayang kesucian, namun tiba-tiba melompat sebuah ide ke dalam benaknya: "Bahwasanya aku menemukannya di antara air (Mu) dan pepohonan (Sya), maka mengapa aku tidak memanggilnya 'Musya'?" Dan dia pun merasa sreg dengan ide tersebut lalu mulai memanggilnya: Musa.
أُطْلِقَ عَلَى مُوسَى اسْمٌ فِرْعَوْنِيٌّ وَمَا كَانَ مِصْرِيًّا ، بَلْ كَانَ ابْنَ عِمْرَانَ مِنْ نَسْلِ لَاوِي بْنِ يَعْقُوبَ ، وَمَا كَانَ يَهُودِيًّا فَلَمْ يَنْحَدِرْ مِنْ نَسْلِ يَهُوذَا بْنِ يَعْقُوبَ جَدِّ الْيَهُودِ الْأَعْلَى ، وَمَا كَانَ بَنُو إِسْرَائِيلَ قَدِ انْقَسَمُوا بَعْدُ إِلَى شِيَعٍ وَمَا كَانُوا قَدِ اقْتَرَفُوا بَعْدُ جَرِيمَةَ عِبَادَةِ أَنْفُسِهِمْ وَإِنْ كَانُوا قَدْ أَشْرَكُوا بِاللَّهِ ، وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا .
Musa diberikan nama Firaun (Mesir kuno) padahal dia bukanlah orang Mesir, melainkan dia adalah putra Imran dari keturunan Lewi bin Yaqub, dan dia pun bukanlah seorang Yahudi karena tidak berasal dari garis keturunan Yehuda bin Yaqub leluhur tertinggi orang Yahudi, dan Bani Israil pun saat itu belum terpecah-pecah menjadi kelompok-kelompok serta belum melakukan dosa menyembah ego mereka sendiri meskipun mereka telah mempersekutukan Allah, dan barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh dia telah mengada-adakan dosa yang besar.
وَتَرَعْرَعَ مُوسَى فِي الْقَصْرِ وَقَدْ صَارَ الْمُلْكُ لِتُحْتُمُسَ الثَّانِي وَلِزَوْجِهِ حَتْشِبْسُوتَ ، وَكَانَتْ حَتْشِبْسُوتَ تَمْقُتُ الْحُرُوبَ وَتُحِبُّ السَّلَامَ فَرَاحَتْ تَعْمَلُ عَلَى نَشْرِ الْمَحَبَّةِ وَإِسْعَادِ النَّاسِ .
Dan Musa tumbuh besar di istana, sementara kekuasaan telah beralih kepada Thutmose II and istrinya, Hatshepsut. Hatshepsut adalah orang yang membenci peperangan dan menyukai perdamaian, maka dia mulai bekerja untuk menyebarkan cinta kasih dan membahagiakan manusia.
وَشَبَّ مُوسَى فِي الْقَصْرِ وَشَبَّ مَعَهُ تُحْتُمُسُ الثَّالِثُ ابْنُ تُحْتُمُسَ الْأَوَّلِ مِنْ إِحْدَى سَرَارِيهِ ، كَانَ أَخَا الْمَلِكِ وَالْمَلِكَةِ وَلَكِنَّ حَتْشِبْسُوتَ لَمْ تَكُنْ تُحِبُّهُ ، فَقَدْ كَانَ عَلَى الرَّغْمِ مِنْ ضَآلَةِ جِسْمِهِ يَتَحَدَّثُ عَنِ الْغَزْوِ وَقَتْلِ النَّاسِ وَتَوْسِيعِ رُقْعَةِ الْإِمْبِرَاطُورِيَّةِ .
Dan Musa beranjak remaja di istana, dan tumbuh bersama dirinya Thutmose III, putra Thutmose I dari salah seorang selirnya. Dia adalah saudara laki-laki dari raja dan ratu, akan tetapi Hatshepsut tidak menyukainya, karena meskipun tubuhnya kecil, dia selalu berbicara tentang invasi, membunuh orang, dan memperluas wilayah kekaisaran.
وَرَاحَ مُوسَى يَرْكَبُ مَرَاكِبَ فِرْعَوْنَ وَيَلْبَسُ مَا يَلْبَسُ فِرْعَوْنُ ، وَكَانَ الْخَدَمُ يَدْعُونَهُ « الْأَمِيرَ » وَ « مُوسَى بْنَ فِرْعَوْنَ » .
Dan mulailah Musa menaiki kendaraan-kendaraan Firaun dan mengenakan apa yang dikenakan Firaun, dan para pelayan memanggilnya dengan sebutan "Pangeran" dan "Musa putra Firaun".
وَلَكِنَّ مُوسَى كَانَ يَعْرِفُ أَهْلَهُ وَأَنَّهُ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ ، وَكَانَتْ أَسْعَدُ أَوْقَاتِ صِبَاهُ تِلْكَ السُّوَيْعَاتُ الَّتِي يَمْضِيهَا مَعَ أُمِّهِ وَأُخْتِهِ وَأَخِيهِ هَارُونَ .
Akan tetapi Musa mengetahui keluarganya yang sebenarnya dan bahwasanya dia berasal dari Bani Israil, dan waktu paling bahagia di masa mudanya adalah jam-jam singkat yang dia habiskan bersama ibu, saudara perempuan, dan saudara lak-lakinya, Harun.
وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَاسْتَوَى آتَاهُ اللَّهُ حُكْمًا وَعِلْمًا ، كَانَ يَرَى كُلَّ مَنْ فِي الْقَصْرِ يَسْجُدُونَ لِآمُونَ وَيُقَدِّمُونَ لَهُ الْقَرَابِينَ ، وَلَكِنَّ اللَّهَ كَرَّمَ وَجْهَهُ فَلَمْ يَسْجُدْ لِإِلَهٍ مِنْ آلِهَةِ الْمِصْرِيِّينَ .
Dan setelah dia dewasa dan sempurna akalnya, Allah menganugerahkannya hikmah (kekuasaan) dan ilmu, dia melihat semua orang di istana bersujud kepada Amon dan mempersembahkan kurban kepadanya, akan tetapi Allah menjaga wajahnya sehingga dia tidak pernah bersujud kepada satu pun dewa dari dewa-dewa orang Mesir.
وَكَانَ يَحُزُّ فِي نَفْسِهِ أَنَّ قَوْمَهُ الَّذِينَ اهْتَدَوْا إِلَى رَبِّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ ارْتَدُّوا إِلَى عِبَادَةِ الْعِجْلِ وَالثَّوْرِ وَالتِّيْسِ وَالْأَفْعَى .
Dan senantiasa terasa perih di dalam jiwanya bahwa kaumnya—yang dahulu telah mendapat petunjuk kepada Tuhan Penguasa langit dan bumi—justru murtad kembali menyembah anak sapi, sapi jantan, kambing jantan, dan ular.
وَفِي ذَاتِ يَوْمٍ أَقْبَلَ إِلَى الْقَصْرِ ، وَلَمَّا لَمْ يَجِدْ فِرْعَوْنَ سَأَلَ عَنْهُ فَقِيلَ لَهُ : إِنَّهُ خَرَجَ إِلَى مَنْفَ ، فَرَكِبَ مُوسَى فِي أَثَرِهِ وَدَخَلَ مَنْفَ خِلَالَ غَفْلَةِ آلِهَةِ الْمِصْرِيِّينَ وَالْعَرْشِ الْعَظِيمِ .
Dan pada suatu hari dia datang ke istana, dan ketika tidak mendapati Firaun dia bertanya tentangnya, lalu dikatakan kepadanya: "Sesungguhnya dia pergi ke Memphis." Maka Musa berkendara mengikuti jejaknya dan memasuki Memphis ketika dewa-dewa Mesir dan takhta agung sedang lengang.
وَكَانَ النَّهَارُ قَدِ انْتَصَفَ فَأُغْلِقَتِ الْأَسْوَاقُ مِنْ شِدَّةِ الْحَرِّ ، فَبَيْنَا هُوَ يَمْشِي فِي نَاحِيَةٍ مِنَ الْمَدِينَةِ إِذْ رَأَى رَجُلَيْنِ يَقْتَتِلَانِ أَحَدُهُمَا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَالْآخَرُ مِنْ قَصْرِ فِرْعَوْنَ .
Saat itu hari sudah tengah hari sehingga pasar-pasar ditutup karena teriknya panas. Maka ketika dia sedang berjalan di salah satu sudut kota, tiba-tiba dia melihat dua orang laki-laki sedang berkelahi, yang satu dari kalangan Bani Israil dan yang lain dari istana Firaun (orang Mesir).
فَاسْتَغَاثَهُ الَّذِي مِنْ شِيعَتِهِ عَلَى الَّذِي مِنْ عَدُوِّهِ فَوَكَزَهُ مُوسَى فَقَضَى عَلَيْهِ ، قَالَ :
Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya, lalu Musa meninjunya hingga membuatnya tewas, Musa berkata:
— هَذَا مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ عَدُوٌّ مُضِلٌّ مُبِينٌ .
— Ini adalah perbuatan setan, sesungguhnya setan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata.
وَأَحَسَّ حُزْنًا عَمِيقًا فَلَمْ يَكُنْ يُرِيدُ قَتْلَ الرَّجُلِ ، وَمَلَأَهُ النَّدَمُ فَرَفَعَ وَجْهَهُ إِلَى السَّمَاءِ وَقَالَ :
Dan dia merasakan kesedihan yang mendalam karena dia tidak bermaksud membunuh orang itu, dan penyesalan memenuhinya maka dia mengangkat wajahnya ke langit dan berkata:
— رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي .
— Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri, maka ampunilah aku.
فَغَفَرَ لَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ . قَالَ :
Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dia berkata:
— رَبِّ بِمَا أَنْعَمْتَ عَلَيَّ فَلَنْ أَكُونَ ظَهِيرًا لِلْمُجْرِمِينَ .
— Ya Tuhanku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, aku sekali-kali tidak akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa.
فَأَصْبَحَ فِي الْمَدِينَةِ خَائِفًا يَتَرَقَّبُ يَخْشَى أَنْ يَكُونَ فِرْعَوْنُ وَمَلَؤُهُ قَدْ عَلِمُوا أَنَّ هَذَا الْقَتِيلَ إِنَّمَا قَتَلَهُ مُوسَى فِي نُصْرَةِ رَجُلٍ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ ، فَلَوْ عَلِمُوا ذَلِكَ لَشَكُwا فِي أَنَّهُ مِنْهُمْ وَلَتَعَذَّرَ عَلَيْهِ أَنْ يَبْقَى فِي الْقَصْرِ لِيَعْمَلَ عَلَى مَا فِيهِ مَصْلَحَةُ بَنِي إِسْرَائِيلَ .
Maka jadilah dia di kota itu merasa takut seraya waswas, dia khawatir jangan-jangan Firaun dan para pemuka kaumnya telah mengetahui bahwa orang yang tewas ini tidak lain dibunuh oleh Musa karena membela seorang laki-laki dari Bani Israil. Karena jika mereka mengetahui hal itu, mereka pasti akan curiga bahwa dia adalah bagian dari mereka dan akan sulit baginya untuk tetap tinggal di istana demi memperjuangkan kemaslahatan Bani Israil.
وَفِيمَا هُوَ مُنْطَلِقٌ يَتَلَفَّتُ رَأَى ذَلِكَ الْإِسْرَائِيلِيَّ الَّذِي نَصَرَهُ بِالْأَمْسِ يُقَاتِلُ رَجُلًا آخَرَ مِنَ الْمِصْرِيِّينَ ، فَلَمَّا رَأَى مُوسَى اسْتَصْرَخَهُ : مُوسَى ، انْصُرْنِي يَا مُوسَى .
Dan ketika dia sedang berjalan sambil menengok ke kanan dan ke kiri, dia melihat orang Israel yang dia tolong kemarin sedang berkelahi lagi dengan orang Mesir lainnya. Maka tatkala orang itu melihat Musa, dia kembali berteriak meminta bantuannya: "Musa, tolonglah aku wahai Musa!"
فَبَانَ فِي وَجْهِ مُوسَى الْغَضَبُ وَقَالَ لِلْإِسْرَائِيلِيِّ : إِنَّكَ لَغَوِيٌw مُبِينٌ .
Maka tampaklah kemarahan di wajah Musa dan dia berkata kepada orang Israel tersebut: "Sesungguhnya kamu benar-benar orang yang nyata kesesatannya."
وَأَقْبَلَ نَحْوهُمَا فَلَمَّا لَمَحَ الْإِسْرَائِيلِيُّ الشَّرَّ فِي عَيْنَيْ مُوسَى فَرِقَ مِنْهُ وَفَرَّ مِنْ وَجْهِهِ وَهُوَ يَقُولُ :
Dan Musa melangkah maju mendekati keduanya, maka ketika orang Israel itu melihat kilatan amarah di kedua mata Musa, dia ketakutan dan lari kabur dari hadapannya seraya berteriak:
— أَتُرِيدُ أَنْ تَقْتُلَنِي كَمَا قَتَلْتَ نَفْسًا بِالْأَمْسِ ، إِنْ تُرِيدُ إِلَّا أَنْ تَكُونَ جَبَّارًا فِي الْأَرْضِ وَمَا تُرِيدُ أَنْ تَكُونَ مِنَ الْمُصْلِحِينَ .
— Apakah kamu bermaksud membunuhku sebagaimana kamu membunuh seorang manusia kemarin? Kamu tidak bermaksud melainkan ingin menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di bumi, dan kamu tidak bermaksud menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian.
سَمِعَ الْمِصْرِيُّ مَا قَالَهُ الْإِسْرَائِيلِيُّ فَذَهَبَ إِلَى الْقَصْرِ وَأَفْشَى أَنْ مُوسَى هُوَ الَّذِي قَتَلَ الرَّجُلَ ، وَكَانَ خَبَّازُ الْمَلِكِ وَبَلَغَ النَّبَأُ مَسَامِعَ تُحْتُمُسَ الثَّانِي وَحَتْشِبْسُوتَ فَدَافَعَتْ عَنْهُ حَتْشِبْسُوتَ دُونَ جَدْوَى ، وَأَعْرَضَ عَنْهَا فِرْعَوْنُ وَصَاحَ :
Orang Mesir itu mendengar apa yang diucapkan oleh orang Israel tersebut, lalu dia pergi ke istana dan membocorkan rahasia bahwa Musalah yang telah membunuh orang kemarin, dan dia adalah seorang pembuat roti kerajaan. Berita itu pun sampai ke telinga Thutmose II dan Hatshepsut, maka Hatshepsut membelanya namun sia-sia, Firaun berpaling darinya dan berteriak lantang:
— خُذُوهُ وَاقْتُلُوهُ بِجِنَايَتِهِ .
— Tangkap dia dan bunuh dia atas kejahatannya!
وَكَانَ أَحَدُ أَنْصَارِ مُوسَى عِنْدَ فِرْعَوْنَ لَمَّا أَصْدَرَ أَوَامِرَهُ بِقَتْلِهِ ، فَخَرَجَ يَغِذُّ السَّيْرَ ، وَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ يَسْعَى ، قَالَ :
Dan salah seorang pendukung Musa berada di dekat Firaun ketika dia mengeluarkan perintah untuk membunuhnya, maka dia keluar dengan berjalan cepat, dan datanglah laki-laki itu dari ujung kota dengan bergegas, dia berkata:
— يَا مُوسَى إِنَّ الْمَلَأَ يَأْتَمِرُونَ بِكَ لِيَقْتُلُوكَ ، فَاخْرُجْ إِنِّي لَكَ مِنَ النَّاصِحِينَ .
— Wahai Musa, sesungguhnya pembesar-pembesar kaum sedang merundingkan tentang kamu untuk membunuhmu, maka keluarlah (dari kota ini); sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasihat kepadamu.
فَوَقَفَ مُوسَى يَتَلَفَّتُ فِي حَيْرَةٍ لَا يَدْرِي إِلَى أَيْنِ يَذْهَبُ ، إِنَّهُ لَوْ بَقِيَ فِي مِصْرَ لَقُبِضَ عَلَيْهِ فِرْعَوْنُ وَنَفَّذَ فِيهِ الْقَتْلَ .
Maka Musa berdiri menengok sekeliling dalam kebingungan tidak tahu harus pergi ke mana, sesungguhnya jika dia tetap tinggal di Mesir maka Firaun pasti akan menangkapnya dan melaksanakan hukuman mati padanya.
فَلَيْسَ أَمَامَهُ إِلَّا الْخُرُوجُ فَانْطَلَقَ هَارِبًا لَا يَلْوِي عَلَى شَيْءٍ .
Maka tidak ada pilihan di hadapannya selain keluar, lalu dia berangkat melarikan diri tanpa memedulikan apa pun lagi.
سَارَ مُوسَى فِي حَلْكَةِ اللَّيْلِ وَفِي رَابِعَةِ النَّهَارِ يَضْرِبُ فِي الصَّحْرَاءِ فِي الطَّرِيقِ الَّذِي تَسْلُكُهُ الْبَعَثَاتُ الْمِصْرِيَّةُ الَّتِي تَبْحَثُ عَنِ الْمَعَادِنِ فِي سِينَاءَ .
Musa berjalan menerobos pekatnya malam dan di tengah teriknya siang, menjelajahi padang pasir di jalur yang biasa dilalui oleh ekspedisi-ekspedisi Mesir yang mencari barang tambang di Sinai.
يَجُوعُ فَلَا يَجِدُ إِلَّا وَرَقَ الشَّجَرِ وَيَظْمَأُ فَلَا يُطْفِئُ ظَمَأَهُ إِلَّا مَا يُصَادِفُ مِنْ مَاءِ الْآبَارِ .
Dia kelaparan hingga tidak mendapati makanan melainkan dedaunan pohon, dan dia kehausan hingga tidak ada yang meredakan dahaganya kecuali apa yang dia temukan dari air sumur-sumur.
وَلَمَّا تَوَجَّهَ تِلْقَاءَ مَدْيَنَ قَالَ :
Dan tatkala dia menghadap ke arah negeri Madyan, dia berdoa:
— عَسَى رَبِّي أَنْ يَهْدِيَنِي سَوَاءَ السَّبِيلِ .
— Mudah-mudahan Tuhanku memimpinku ke jalan yang benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar