سَجَدَتْ هَاجَرُ شُكْرًا لِلَّهِ وَأَطَالَتِ السُّجُودَ ، فَوُقُوعُ لُوطٍ فِي الْأَسْرِ وَتَخْلِيصُ إِبْرَاهِيمَ الرِّجَالَ وَالنِّسَاءَ وَالْعَبِيدَ مِنْ أَيْدَى مُلُوكِ الْآشُورِيِّينَ أَهَاجَ لَدَيْهَا الذِّكْرَيَاتِ . إِنَّ إِطْلَاقَ سَرَاحِ لُوطٍ وَمَنْ مَعَهُ مِنْ أَسْرِهِمْ قَدْ أَعَادَ إِلَيْهِمْ كَرَامَتَهُمْ ، أَمَّا هِيَ فَقَدْ أَحْيَاهَا اللَّهُ بِأَسْرِهَا . كَانَ الْأَسْرُ نِعْمَةً عَلَيْهَا وَبَرَكَةً تَسْتَحِقُّ الْحَمْدَ ، إِذْ أَكْرَمَهَا اللَّهُ وَهَدَاهَا إِلَى الْإِيمَانِ وَجَعَلَهَا مِنْ عِبَادِهِ ، وَإِنَّ كُلَّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتَى الرَّحْمَنَ عَبْدًا .
Hajar bersujud syukur kepada Allah dan memanjangkan sujudnya. Jatuhnya Luth ke dalam tawanan dan penyelamatan Ibrahim terhadap para pria, wanita, serta budak dari tangan raja-raja Asyur telah membangkitkan kenangan baginya. Pembebasan Luth dan pengikutnya dari tawanan telah mengembalikan kehormatan mereka, sementara dirinya telah dihidupkan oleh Allah seutuhnya. Tawanan itu adalah nikmat baginya dan berkah yang patut disyukuri, karena Allah telah memuliakannya, menunjukinya kepada iman, dan menjadikannya di antara hamba-hamba-Nya. Dan tidak ada seorang pun di langit dan di bumi melainkan akan datang kepada Yang Maha Penyayang sebagai hamba.
رَفَعَتْ هَاجَرُ رَأْسَهَا فَإِذَا بِالدُّمُوعِ تَمْلَأُ عَيْنَيْهَا ، فَقَدْ رَاضَتْ نَفْسَهَا عَلَى الْأُنْسِ بِاللَّهِ وَمُنَاجَاتِهِ وَالتَّسْبِيحِ لَهُ حِينَ تُصْبِحُ وَحِينَ تُمْسِي وَآنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافِ النَّهَارِ وَبِالْأَسْحَارِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ ، كَانَتْ تُحِسُّ أَنَّ اللَّهَ يَغْمُرُهَا بِنُورِهِ وَأَنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ ، فَتَمُوجُ فِيهَا مَشَاعِرُ حُبٍّ عَظِيمٍ وَخَوْفٍ شَدِيدٍ وَتَجْرِي عَلَى خَدَّيْهَا الْعَبَرَاتُ وَيَنْزِلُ بِقَلْبِهَا خُشُوعٌ عَمِيقٌ . كَانَتْ تَعْبُدُ اللَّهَ لِذَاتِهِ لَا تَطْمَعُ فِي عَرَضِ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ، إِنَّهَا تُرِيدُ الْآخِرَةَ لَا تُرِيدُ أَنْ تَذِلَّ وَتَخْزَى يَوْمَ يَجْمَعُ اللَّهُ النَّاسَ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ ، بَلَى إِنَّ اللَّهَ يَجْزِي مَنْ شَكَرَ ، نِعْمَةٌ مِنْ عِنْدِهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالْمُتَّقِينَ . خَشَعَ قَلْبُ هَاجَرُ وَخَشِيَتْ رَبَّهَا فَرَضَى اللَّهُ عَنْهَا وَرَضِيَتْ عَنْهُ ، وَأَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَجْزِيَهَا جَزَاءَ الشَّاكِرِينَ وَأَنْ يَرْفَعَ قَدْرَهَا فَوْقَ نِسَاءِ عَصْرِهَا .
Hajar mengangkat kepalanya dan air mata memenuhi matanya. Dia telah melatih jiwanya untuk merasa tenang bersama Allah, bermunajat kepada-Nya, dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang, di waktu-waktu malam, di ujung-ujung siang, di waktu sahur, dan sebelum matahari terbenam. Dia merasa bahwa Allah meliputinya dengan cahaya-Nya dan bahwa Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat. Maka bergejolaklah di dalamnya perasaan cinta yang agung dan rasa takut yang mendalam, air mata mengalir di pipinya, dan khusyuk yang mendalam turun ke hatinya. Dia beribadah kepada Allah semata-mata karena zat-Nya, tidak menginginkan perhiasan dunia. Dia menginginkan akhirat, tidak ingin terhina dan sengsara pada hari Allah mengumpulkan manusia untuk hari yang tidak ada keraguan di dalamnya. Sungguh, Allah memberi balasan kepada orang yang bersyukur, sebagai nikmat dari sisi-Nya, dan Allah Maha Mengetahui terhadap orang-orang yang bertakwa. Hati Hajar khusyuk dan dia takut kepada Tuhannya, maka Allah rida kepadanya dan dia rida kepada Allah. Allah pun ingin membalasnya dengan balasan orang-orang yang bersyukur dan mengangkat derajatnya di atas wanita-wanita pada masanya.
فَأَوْحَى إِلَى سَارَةَ أَنْ تَزَوَّجَ هَاجَرَ مِنْ خَلِيلِهِ إِبْرَاهِيمَ(1) . أَعْلَنَ اللَّهُ مَشِيئَتَهُ وَاضِحَةً كَفَلَقِ الصُّبْحِ أَنْ يَتَزَوَّجَ إِبْرَاهِيمُ هَاجَرَ لِيَتَحَقَّقَ وَعْدُهُ ، لِيَأْتِيَ النَّسْلُ الْمُبَارَكُ الَّذِي يَرِثُ مَشَارِقَ الْأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا . إِنَّهَا لَتَضْحِيَةٌ تَفُوقُ قُدْرَةَ الْبَشَرِ أَنْ تَدْفَعَ زَوْجَةٌ عَزِيزَةٌ مُكَرَّمَةٌ بِيَدَيْهَا امْرَأَةً أُخْرَى إِلَى فِرَاشِ زَوْجِهَا الَّذِي تُحِبُّهُ مِنْ أَعْمَاقِ فُؤَادِهَا ، إِنَّهَا لَتَضْحِيَةٌ عُظْمَى أَنْ تَتَنَازَلَ عَنْ مَرْكَزِهَا السَّامِي كَزَوْجَةٍ وَحِيدَةٍ لِرَسُولِ اللَّهِ لِامْرَأَةٍ أُخْرَى أَيًّا كَانَتْ تِلْكَ الْمَرْأَةُ . إِنَّهَا سَيِّدَةُ الْقَبِيلَةِ وَسَتُشَارِكُهَا فِي زَوْجِهَا جَارِيَةً مِنْ جَوَارِيهَا ؛ وَلَكِنْ سَارَةَ كَانَتْ كَفْئًا لِلتَّضْحِيَةِ ، عَرَفَتِ اللَّهَ وَآمَنَتْ بِهِ وَتَوَكَّلَتْ عَلَيْهِ وَأَسْلَمَتْ وَجْهَهَا ، فَإِنَّ أَمْرَهَا بِأَمْرٍ وَجَبَتْ عَلَيْهَا طَاعَتُهُ وَهِيَ رَاضِيَةٌ ، فَلَهُ الْأَمْرُ وَهُوَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ . وَلَمْ تَفَكَّرْ لَحْظَةً أَنْ تَكْتُمَ مَا أَمَرَهَا اللَّهُ بِهِ حَتَّى لَا يَأْلَمَ قَلْبُهَا ، فَالْإِيمَانُ نَقَى سَرِيرَتَهَا وَهَيَّأَهَا لِأَنْ تُؤْثِرَ غَيْرَهَا عَلَى نَفْسِهَا دُونَ أَنْ تَتَبَرَّمَ أَوْ تَضِيقَ بِمَا تَفْعَلُ ، وَذَهَبَتْ إِلَى حَبِيبِهَا وَقَدْ شَرَحَ اللَّهُ قَلْبَهَا وَقَالَتْ :
Maka diwahyukan kepada Sarah agar Ibrahim, kekasih-Nya, menikahi Hajar(1). Allah mengumumkan kehendak-Nya yang jelas seperti cahaya fajar, bahwa Ibrahim harus menikahi Hajar agar janji-Nya terwujud, untuk melahirkan keturunan yang diberkati yang akan mewarisi belahan timur dan barat bumi. Sungguh pengorbanan yang melampaui kemampuan manusia, ketika seorang istri yang mulia dan dihormati menyerahkan dengan tangannya sendiri seorang wanita lain ke tempat tidur suaminya yang sangat dicintainya dari lubuk hatinya. Sungguh pengorbanan yang agung untuk melepas posisi tingginya sebagai satu-satunya istri dari Rasulullah bagi wanita lain, siapa pun wanita itu. Dia adalah pemimpin kabilah, dan dia akan berbagi suaminya dengan seorang budak sahaya miliknya; namun Sarah mampu melakukan pengorbanan tersebut. Dia mengenal Allah, beriman kepada-Nya, bertawakal kepada-Nya, dan berserah diri. Maka, jika suatu urusan diperintahkan kepadanya, dia wajib menaatinya dengan rida, karena bagi-Nyalah segala urusan dan Dialah yang berbuat apa yang Dia kehendaki. Dia tidak berpikir sesaat pun untuk menyembunyikan apa yang diperintahkan Allah kepadanya agar hatinya tidak sakit. Iman telah membersihkan jiwanya dan menyiapkannya untuk mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri tanpa merasa berat atau sempit dengan apa yang dia lakukan. Dia pergi kepada kekasihnya sementara Allah telah melapangkan dadanya dan berkata:
— إِنِّي أَهَبُ لَكَ هَاجَرَ عَسَى أَنْ يَرْزُقَنَا اللَّهُ مِنْهَا ذُرِّيَّةً .
— Sesungguhnya aku menghibahkan Hajar kepadamu, semoga Allah memberikan keturunan bagi kita darinya.
— إِنِّي أَهَبُهَا لَكَ لِيَتَحَقَّقَ وَعْدُ اللَّهِ .
— Aku menghibahkannya kepadamu agar janji Allah terwujud.
وَأَبَى إِبْرَاهِيمُ فَقَدْ وَعَدَهُ اللَّهُ أَنْ يَهَبَ لَهُ ذُرِّيَّةً تَرِثُ مَشَارِقَ الْأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا وَكَانَ وَعْدُهُ مَأْتِيًّا ، فَاللَّهُ لَا يُخْلِفُ وَعْدَهُ وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يَهَبَ لَهُ مِنَ الصَّالِحِينَ مِنْ زَوْجِهِ سَارَةَ الَّتِي شَغَفَ بِهَا حُبًّا . وَقَالَتْ لَهُ سَارَةُ :
Ibrahim enggan, karena Allah telah menjanjikan kepadanya keturunan yang akan mewarisi belahan timur dan barat bumi, dan janji-Nya pasti akan terlaksana. Allah tidak memungkiri janji-Nya, dan Dia mampu memberikan kepadanya keturunan dari orang-orang yang saleh melalui istrinya, Sarah, yang sangat ia cintai. Maka Sarah berkata kepadanya:
— وَمَا تَشَاءُ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ ؛ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا .
— Dan kamu tidak berkehendak melainkan Allah yang menghendaki; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
وَأَيْقَنَ إِبْرَاهِيمُ أَنَّ اللَّهَ أَمَرَ بِزَوَاجِهِ هَاجَرَ فَأَطَاعَ أَمْرَ اللَّهِ ، وَبَنَى بِهَاجَرَ لِيَرْزُقَ بِالذُّرِّيَّةِ الَّتِي وَعَدَهُ اللَّهُ أَنْ تَرِثَ الْمَشَارِقَ وَالْمَغَارِبَ وَاللَّهُ خَيْرُ الْوَارِثِينَ . وَحَمَلَتْ هَاجَرُ فَتَهَلَّلَتِ الْقَبِيلَةُ بِالْفَرَحِ وَرَاحَ إِبْرَاهِيمُ يُصَلِّي شُكْرًا لِلَّهِ وَدُمُوعُهُ تَغْسِلُ لِحْيَتَهُ ، فَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ وَعْدَهُ وَوَهَبَ لَهُ عَلَى الْكِبَرِ مَا فِي بَطْنِ جَارِيَتِهِ بَعْدَ أَنْ عَاشَ فَرْدًا مُذْ خَرَجَ مِنْ أُورَ ، وَإِنَّ ظِلَّ لُوطٍ الَّذِي تَبَنَّاهُ إِلَى جِوَارِهِ دَائِمًا قَبْلَ أَنْ يُرْسِلَهُ اللَّهُ نَبِيًّا إِلَى أَهْلِ سَدُومَ . وَفَرِحَتْ سَارَةُ فَقَدْ تَلَقَّتْ عَلَى يَدَيْهَا مِئَاتِ الْوِلْدَانِ الَّذِينَ وُلِدُوا فِي الْقَبِيلَةِ ، بَيْدَ أَنَّ ذَلِكَ الَّذِي سَتَتَلَقَّاهُ وَهُوَ يَنْزِلُ مِنْ بَطْنِ هَاجَرَ يَخْتَلِفُ عَنِ الْوِلْدَانِ جَمِيعًا فَهُوَ ابْنُهَا وَابْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَبِيبِ . هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُونِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ . وَخَرَّتْ سَارَةُ سَاجِدَةً لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ، وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ .
Ibrahim yakin bahwa Allah memerintahkan pernikahannya dengan Hajar, maka ia menaati perintah Allah. Ia menggauli Hajar agar dikaruniai keturunan yang Allah janjikan akan mewarisi belahan timur dan barat bumi, dan Allah adalah sebaik-baik pewaris. Hajar pun hamil, kabilah bersukacita, dan Ibrahim pergi shalat bersyukur kepada Allah dengan air mata membasahi janggutnya. Sungguh Allah telah menepati janji-Nya dan menganugerahinya di usia tua apa yang ada di dalam rahim budaknya setelah ia hidup sendirian sejak keluar dari Ur, dengan bayang-bayang Luth yang ia adopsi di sampingnya selalu sebelum Allah mengutusnya sebagai nabi kepada penduduk Sodom. Sarah pun gembira, karena ia telah menerima dengan tangannya sendiri ratusan anak yang lahir di kabilah. Namun, anak yang akan ia terima saat lahir dari rahim Hajar berbeda dari semua anak, karena dia adalah putranya dan putra Ibrahim, sang kekasih. "Ini dari karunia Tuhanku untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau kufur." Sarah bersujud syukur kepada Allah, Tuhan semesta alam. Barangsiapa bersyukur, sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa kufur, sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
وَرَاحَتْ هَاجَرُ تَقُومُ اللَّيْلَ تُصَلِّي لِلَّهِ مَا اسْتَطَاعَتْ وَتَحْمَدُهُ حَمْدًا كَثِيرًا وَتَبْتَهِلُ إِلَيْهِ أَنْ يَتَقَبَّلَ دُعَاءَهَا ، فَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْهَا بِنِعْمَةٍ كُبْرَى ، نِعْمَةَ مَا كَانَتْ تَجِدُ نَفْسَهَا قَادِرَةً عَلَى أَنْ تَفِيَ اللَّهَ حَقَّهُ مِنَ الشُّكْرِ عَلَيْهَا ، فَكَانَتْ عَيْنَاهَا تَفِيضَانِ بِالدَّمْعِ وَهِيَ تَقُولُ : "رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ ، رَبِّ اجْعَلْهُ مِنَ الصَّالِحِينَ ، رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ" . وَنَامَتْ هَاجَرُ وَهِيَ قَرِيرَةُ الْعَيْنِ تَحْمَدُ اللَّهَ أَنِ اصْطَفَاهَا لِتُنْجِبَ ذُرِّيَّةً لِخَلِيلِهِ ، وَإِذَا بِهَاتِفٍ يَأْتِيهَا فِي مَنَامِهَا وَيَقُولُ لَهَا :
Hajar mengerjakan shalat malam semampunya, memuji Allah dengan pujian yang banyak, dan memohon kepada-Nya agar menerima doanya. Allah telah menganugerahinya nikmat yang besar, nikmat yang ia rasa tidak mampu membalas hak syukur kepada Allah atasnya. Matanya berlinang air mata saat ia berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku. Ya Tuhanku, jadikanlah ia termasuk orang-orang saleh. Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu keturunan yang baik, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam." Hajar tidur dengan hati tenang, memuji Allah yang telah memilihnya untuk melahirkan keturunan bagi kekasih-Nya. Tiba-tiba, sebuah suara mendatanginya dalam mimpi dan berkata kepadanya:
— يَا هَاجَرُ ! قَدْ سَمِعَ اللَّهُ ضَرَاعَتَكِ وَسَيَهَبُ لَكِ وَلَدًا فَسَمِّيهِ إِسْمَاعِيلَ ، أَيِ الْمَسْمُوعَ مِنَ اللَّهِ ، لِأَنَّ اللَّهَ اسْتَمَعَ لِصَلَاتِكِ وَسَيُبَارِكُهُ اللَّهُ وَيُكَثِّرُ نَسْلَهُ تَكْثِيرًا .
— Wahai Hajar! Allah telah mendengar permohonanmu dan Dia akan memberimu seorang anak laki-laki, maka namailah dia Ismail, yaitu "Yang Didengar Allah", karena Allah telah mendengarkan doa-doamu, dan Allah akan memberkatinya serta melipatgandakan keturunannya dengan banyak.
وَقَامَتْ مِنْ نَوْمِهَا خَافِقَةَ الْقَلْبِ مُنْشَرِحَةَ الصَّدْرِ فَمَا زَالَ الْكَلَامُ الَّذِي سَمِعَتْهُ يَرِنُّ فِي أُذُنَيْهَا عَذْبًا كَتَسْبِيحِ الْمَلَائِكَةِ ، وَإِذَا بِرَوَائِحَ أَطْيَبَ مِنَ الْمِسْكِ تَنْتَشِرُ فِي الْخَيْمَةِ . وَتَهَلَّلَ وَجْهُهَا بِالْفَرَحِ فَقَدْ بَشَّرَهَا اللَّهُ بِإِسْمَاعِيلَ وَبِأَنَّهُ سَيَكُونُ مُبَارَكًا لَا يُحْصَى نَسْلُهُ ، وَخَرَّتْ سَاجِدَةً لِلَّهِ شُكْرًا ، إِنَّهَا كَانَتْ شَكُورًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ . كَانَتْ أَمِيرَةً فِي مَنْفٍ وَكَانَتْ غَايَةَ أَمَانِيَّهَا أَنْ يَنْتَصِرَ زَوْجُهَا عَلَى الْهَكْسُوسِ لِتُصْبِحَ سَيِّدَةَ الْقَطْرَيْنِ تَخْتَالُ فِي قَصْرِهَا سِنِينَ ثُمَّ تَذْهَبُ كَمَا ذَهَبَتْ مِئَاتُ الْمَلِكَاتِ مِنْ قَبْلِهَا كَأَنْ لَمْ تَكُنْ بِالْأَمْسِ ، إِلَّا أَنَّ اللَّهَ أَرَادَ لَهَا الْهِدَايَةَ فَأَوْقَعَهَا فِي الْأَسْرِ وَدَفَعَهَا إِلَى قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ ، فَشَكَرَتْ اللَّهَ وَفَتَحَتْ لَهُ قَلْبَهَا لِيُبَدِّدَ ظَلَامَهُ بِنُورِهِ ، وَسَارَتْ فِي طَرِيقِهِ وَأَفْعَمَ فُؤَادَهَا بِمَحَبَّتِهِ وَأَمْسَتْ تَقْضِي اللَّيَالِيَ تَدْعُوهُ وَتُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَتَأْنَسُ بِهِ ، فَجَزَاهَا اللَّهُ جَزَاءَ الشَّاكِرِينَ . آتَاهَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً فَجَعَلَهَا أُمَّ لِابْنِ رَسُولِ اللَّهِ الْكَرِيمِ الَّذِي وَعَدَهُ أَنْ يُورِثَهُ الْمَشَارِقَ وَالْمَغَارِبَ ، وَسَيُؤْتِيهَا فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً فَتَكُونُ مَعَ الْمُتَّكِئِينَ عَلَى الْأَرَائِكِ فِي الْجَنَّةِ مَعَ إِبْرَاهِيمَ .
Ia terbangun dari tidurnya dengan jantung berdebar dan dada yang lapang, sementara kata-kata yang didengarnya masih terngiang di telinganya semerdu tasbih malaikat. Tiba-tiba, wewangian yang lebih harum dari kasturi tersebar di dalam tenda. Wajahnya berseri-seri penuh sukacita karena Allah telah memberi kabar gembira tentang Ismail dan bahwa dia akan diberkahi dengan keturunan yang tak terhitung jumlahnya. Ia bersujud syukur kepada Allah; sungguh dia adalah orang yang bersyukur, namun kebanyakan manusia tidak bersyukur. Dulu ia adalah seorang putri di Memphis, dan puncak cita-citanya adalah suaminya menang atas Hyksos agar ia menjadi ratu dua negeri, berjalan angkuh di istananya selama beberapa tahun, kemudian pergi seperti hilangnya ratusan ratu sebelum dirinya, seolah-olah ia tidak pernah ada kemarin. Namun, Allah menginginkan hidayah baginya, maka Dia menjatuhkannya dalam tawanan dan menyerahkannya kepada kaum yang beriman. Ia mensyukuri Allah dan membuka hatinya untuk Allah agar Allah melenyapkan kegelapannya dengan cahaya-Nya. Ia berjalan di jalan-Nya, memenuhi hatinya dengan cinta kepada-Nya, dan menghabiskan malam-malam dengan berdoa, bertasbih memuji-Nya, dan merasa tenang bersama-Nya. Maka Allah membalasnya dengan balasan orang-orang yang bersyukur. Dia memberinya kebaikan di dunia dengan menjadikannya ibu bagi putra Rasulullah yang mulia, yang dijanjikan akan mewarisi belahan timur dan barat bumi, dan Dia akan memberinya kebaikan di akhirat, di mana ia akan berada bersama orang-orang yang bersandar di atas dipan-dipan di surga bersama Ibrahim.
(1) قَالَ يُوسِيفُوسَ الْمُؤَرِّخُ الْيَهُودِيُّ الَّذِي عَاشَ فِي الْقَرْنِ الْأَوَّلِ بَعْدَ الْمِيلَادِ : « وَأَحْضَرَتْ سَارَةُ بِأَمْرِ اللَّهِ إِلَى فِرَاشِهِ إِحْدَى جَوَارِيهَا الْمِصْرِيَّاتِ الْمُسَمَّاةِ هَاجَرَ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَرْزُقَ مِنْهَا ذُرِّيَّةً » .
(1) Sejarawan Yahudi Josephus yang hidup pada abad pertama Masehi berkata: "Dan Sarah membawa salah satu budak sahaya Mesirnya yang bernama Hajar ke tempat tidurnya atas perintah Allah, semoga Allah memberikan keturunan darinya."
Siap, Bang. Ane lanjutin Episode 12 bagian akhir ini dengan format yang Abang mau, lengkap dengan harakat, terjemahan *side-by-side*, dan pemisahan narasi serta dialog secara teliti.
Berikut adalah lanjutan naskahnya sesuai dengan `image_1aa92c.png` dan `image_1aa925.png`:
```html
وَجَاءَ الْيَوْمُ الْمَوْعُودُ وَأَشْرَقَتِ الدُّنْيَا بِنُورِ رَبِّهَا ، وَأَحَسَّتْ هَاجَرُ بِآلَامِ الْوَضْعِ فَهَرَعَتْ إِلَيْهَا سَارَةُ مُسْتَبْشِرَةً قَدْ جَعَلَ اللَّهُ قَلْبَهَا فَارِغًا مِنَ الْحَسَدِ ، وَكَانَتْ تُحِسُّ إِحْسَاسًا صَادِقًا أَنَّهَا سَتَتَلَقَّى ابْنَهَا الْحَبِيبَ عَلَى يَدَيْهَا . وَنَزَلَ بِالْخَيْمَةِ سَكِينَةٌ وَأَمْنٌ وَسَلَامٌ ، وَرَاحَ إِبْرَاهِيمُ يُصَلِّي لِلَّهِ فِي مَحْرَابِهِ ، وَيَدْعُوهُ دُعَاءً حَارًّا وَيَسْجُدُ لَهُ وَيُطِيلُ السُّجُودَ ، وَانْبَعَثَ مِنَ الْخَيْمَةِ صَوْتُ إِسْمَاعِيلَ فَإِذَا بِقَلْبِ إِبْرَاهِيمَ يَفِيضُ رِقَّةً وَحُبًّا وَرَحْمَةً ، وَإِذَا بِالْعَبَرَاتِ تَطْفِرُ إِلَى مَآقِيهِ ، إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ . الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي صَدَقَنَا وَعْدَهُ ، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ، لَهُ الْحَمْدُ فِي الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ . وَانْدَفَعَ إِبْرَاهِيمُ إِلَى الْخَيْمَةِ وَهُوَ يَقُولُ :
Hari yang dijanjikan pun tiba dan dunia bersinar dengan cahaya Tuhannya. Hajar merasakan sakitnya persalinan, Sarah segera menghampirinya dengan gembira, karena Allah telah membuat hatinya kosong dari rasa dengki. Ia merasakan perasaan yang jujur bahwa ia akan menyambut putranya yang terkasih dengan tangannya sendiri. Ketenangan, keamanan, dan kedamaian turun ke dalam tenda. Ibrahim pergi shalat kepada Allah di mihrabnya, memanjatkan doa yang tulus, bersujud, dan memanjangkan sujudnya. Dari dalam tenda, suara Ismail terdengar, maka hati Ibrahim meluap dengan kelembutan, cinta, dan kasih sayang, serta air mata bercucuran ke pelupuk matanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah orang yang sangat penyantun, lembut hati, lagi selalu kembali kepada Allah. Segala puji bagi Allah yang telah menepati janji-Nya kepada kita. Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang ada di langit dan di bumi. Bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Ibrahim bergegas menuju tenda sambil berkata:
— رَبِّ إِنِّي أُعِيذُهُ بِكَ وَذُرِّيَّتَهُ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ .
— Ya Tuhanku, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu untuknya dan keturunannya dari setan yang terkutuk.
وَحَمَلَتْ سَارَةُ إِسْمَاعِيلَ بَيْنَ يَدَيْهَا فِي رِفْقٍ وَحَنَانٍ وَقَدَّمَتْهُ إِلَى الشَّيْخِ الْجَلِيلِ ، الشَّيْخِ الَّذِي كَانَ يَدْعُو فِي حَارَانَ وَفِي دِمَشْقَ وَفِي بَيْتِ إِيلَ وَفِي أُوَارِيسَ وَفِي مَنْفٍ وَفِي حِبْرُونَ : رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ ، فَاسْتَجَابَ لَهُ رَبُّهُ وَوَهَبَ لَهُ إِسْمَاعِيلَ . وَأَلْقَى إِبْرَاهِيمُ أَوَّلَ نَظْرَةٍ عَلَى ابْنِهِ الْحَبِيبِ ، عَلَى ابْنِهِ الْمَوْعُودِ ، فَإِذَا بِقَلْبِهِ يَتَهَلَّلُ بِالْفَرَحِ ، وَإِذَا بِيَنَابِيعِ الرِّقَّةِ تَتَفَجَّرُ فِيهِ ، وَإِذَا بِكُلِّ خَلْجَةٍ مِنْ خَلَجَاتِهِ تَلْثِمُ الْوَلِيدَ . وَحَانَتْ مِنْهُ الْتِفَاتَةٌ إِلَى هَاجَرَ فَإِذَا وَجْهُهَا يَتَهَلَّلُ بِنُورٍ عَجِيبٍ . وَقَالَ إِبْرَاهِيمُ وَهَاجَرُ وَسَارَةُ :
Sarah menggendong Ismail dengan lembut dan penuh kasih sayang, lalu mempersembahkannya kepada sang syekh yang agung, syekh yang dulunya berdoa di Haran, Damaskus, Bait-El, Avaris, Memphis, dan Hebron: "Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang termasuk orang-orang saleh." Maka Tuhannya mengabulkan doanya dan menganugerahinya Ismail. Ibrahim melemparkan pandangan pertamanya kepada putra kesayangannya, putra yang dijanjikan itu, hatinya dipenuhi sukacita, mata air kelembutan memancar di dalamnya, dan setiap getaran hatinya menciumi bayi itu. Ia sempat menoleh kepada Hajar, dan wajahnya tampak berseri-seri dengan cahaya yang menakjubkan. Ibrahim, Hajar, dan Sarah berkata:
— الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَضَّلَنَا عَلَى كَثِيرٍ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ .
— Segala puji bagi Allah yang telah melebihkan kami di atas banyak orang-orang yang beriman.
وَخَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ . وَفِي ذَاتِ يَوْمٍ جَلَسَ إِبْرَاهِيمُ عَلَى بَابِ خَيْمَتِهِ يَنْتَظِرُ الضَّيْفَانَ كَعَادَتِهِ وَكَانَ إِسْمَاعِيلُ فِي حِجْرِهِ ، وَإِذَا بِالْهَوَاءِ يَرِقُّ وَبِرَوَائِحَ أَطْيَبَ مِنْ كُلِّ طِيبِ الْأَرْضِ تَفُوحُ فِي الْجَوِّ ، وَإِذَا بِنَفْسِهِ تَصْفُو وَإِذَا بِهِ يَتَهَيَّأُ لِاسْتِقْبَالِ وَحْيِ السَّمَاءِ . وَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ :
Mereka bersujud dan bertasbih memuji Tuhan mereka, dan mereka tidak menyombongkan diri. Pada suatu hari, Ibrahim duduk di pintu tendanya menunggu tamu seperti kebiasaannya, dan Ismail berada di pangkuannya. Tiba-tiba udara menjadi lembut, dan wewangian yang lebih harum dari semua wewangian bumi semerbak di udara. Jiwanya menjadi jernih dan ia bersiap untuk menerima wahyu dari langit. Allah mewahyukan kepadanya:
— قَدْ سَمِعْتُ لَكَ فِي إِسْمَاعِيلَ ، إِنِّي أُبَارِكُهُ وَأُبَارِكُ ذُرِّيَّتَهُ ، يَلِدُ اثْنَيْ عَشَرَ أَسْبَاطًا أُمًّا وَأَجْعَلُهُ أُمَّةً عَظِيمَةً .
— Aku telah mendengarkan doamu perihal Ismail, sesungguhnya Aku memberkatinya dan memberkati keturunannya, dia akan melahirkan dua belas suku bangsa, dan Aku menjadikannya bangsa yang besar.
وَقَالَ إِبْرَاهِيمُ وَهُوَ يَضُمُّ ابْنَهُ إِلَيْهِ فِي حَنَانٍ :
Ibrahim berkata sambil memeluk putranya dengan penuh kasih sayang:
— تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ .
— Maha suci (diberkahi) Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar