BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

MRWM - Hajar Al Mishriyyah Ummul Arab - Episode 26

🏛️ COCOLAN SAMBEL BABA 🏛️

✍️ Muqoddimah ala Ustadz Betawi Nyablak

Gimane kabarnye, Saudare-saudareku yang dimuliain Allah? Masih tetep semangat kan ngikutin perjalanan panjang sang Khalilurrahman? Ane harap ente semua masih dalam keadaan sehat wal 'afiat, siap buat nyerap hikmah yang kian dalem di episode kali ini.

Setelah kehilangan sosok istri tercinta, bukan berarti perjuangan Ibrahim berhenti. Malah, dakwahnye makin luas ngebentang ke penjuru bumi. Kali ini, kite bakal ngeliat gimana Ibrahim membangun ikatan baru di tanah Arab, ngebuka jalan biar cahaya tauhid makin benderang nyampe ke pelosok negeri. Nyok, kite ikutin gimana silsilah cahaya ini terus mengalir.

📖 مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ

Karya : Abdul Hamid Judah As-Sahhar

✦ ✧ ✦

هَاجَرَ الْمِصْرِيَّةُ ، أُمُّ الْعَرَبِ

Hajar Al-Mishriyyah, Ummul 'Arab﴿

✧ ✦ ✧

Silsilah Cahaya:
Ibrahim, Qanthura, dan Penyebaran Risalah di Muka Bumi

Yuk, baca naskah aslinye. Nyang baca harus fokus, nyang ngebatin harus khusyuk!
HAJAR AL-MISHRIYYAH, UMMUL 'ARAB
Abdul Hamid Judah As-Sahhar

Silsilah Cahaya: Ibrahim, Qanthura, dan Penyebaran Risalah di Muka Bumi

Setelah wafatnya para istri tercinta, Ibrahim melanjutkan langkah dakwahnya dengan membangun ikatan baru di tanah Arab, menyebar luaskan cahaya Islam hingga risalah tauhid memancar ke seluruh penjuru dunia.

كَانَ الْقَمَرُ يَتَأَلَّقُ فِي السَّمَاءِ تَحُفُّ بِهِ سُحُبٌ نَاصِعَةُ الْبَيَاضِ كَأَنَّهَا جِيَادٌ شُهْبٌ ، وَبَدَتِ الْحُقُولُ كَبِسَاطٍ مِنِ إِسْتَبْرَقٍ يَمُوجُ بِاللَّجِينِ ، وَانْتَصَبَتِ الْأَشْجَارُ الْفَارِهَةُ كَأَبْرَاجٍ فِي مَعْبَدِ الْكَوْنِ ، وَتَدَلَّتِ الثِّمَارُ كَأَنَّهَا الزَّبَرْجَدُ وَاللَّآلِئُ وَالْيَوَاقِيتُ وَالذَّهَبُ وَالْمَرْجَانُ ، وَهَبَّ النَّسِيمُ رَخَاءً يُدَاعِبُ أَوْرَاقَ الشَّجَرِ فَكَانَ رَفِيفُهُ رَقِيقًا كَنَبْضِ الْقُلُوبِ الْمُؤْمِنَةِ عَذْبًا كَتَسْبِيحِ خَرِيرِ الْمَاءِ كَشَدْوِ زَفِيفِ الْهَوَاءِ . كَانَتِ الْكَائِنَاتُ كُلُّهَا تَنْبِضُ بِسِحْرٍ يَدُهُ الْقُلُوبَ وَيَأْخُذُ بِالْأَلْبَابِ .
Bulan bersinar di langit, dikelilingi oleh awan-awan putih bersih seolah-olah kuda-kuda yang tangkas, dan ladang-ladang tampak seperti permadani sutra yang bergelombang dengan perak, pepohonan yang rindang tegak lurus bagaikan menara di kuil semesta, dan buah-buahan bergelantungan seolah-olah batu zamrud, mutiara, permata, emas, dan koral, serta angin sepoi-sepoi berhembus lembut membelai dedaunan pohon, gemericiknya halus seperti detak jantung orang-orang beriman, semanis tasbih gemericik air, seperti nyanyian hembusan angin. Seluruh makhluk hidup berdenyut dengan keajaiban yang memikat hati dan menawan pikiran.
وَانْسَابَتِ الْقَافِلَةُ فِي هَجْعَةِ اللَّيْلِ مِنَ حَبْرُونَ وَاتَّخَذَتْ طَرِيقَهَا إِلَى الْجَنُوبِ ، إِلَى الْحِجَازِ . وَعِنْدَ السَّحَرِ كَانَتْ أَخْفَافُهَا تَغُوصُ فِي رِمَالِ الصَّحْرَاءِ وَقَدِ انْتَثَرَ الْعُشْبُ الْأَخْضَرُ وَازْدَهَرَ النَّوَارُ الْأَصْفَرُ وَاكْتَسَتِ الْبِيدُ بِحُلَّةٍ تَرَقْرَقَتْ فِيهَا نَضَارَةُ الرَّبِيعِ . رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ !
Kafilah itu meluncur di keheningan malam dari Hebron dan menempuh jalannya ke selatan, menuju Hijaz. Dan saat fajar, telapak kaki mereka tenggelam ke dalam pasir gurun, sementara rumput hijau tersebar, bunga-bunga kuning bermekaran, dan padang pasir terbalut gaun yang memancarkan kesegaran musim semi di dalamnya. Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini sia-sia, Maha Suci Engkau!
وَعَلَى رَأْسِ الْقَافِلَةِ كَانَ خَلِيلُ الرَّحْمَنِ قَدِ ابْيَضَّتْ لِحْيَتُهُ وَلَاحَ أَثَرُ السِّنِينَ فِي وَجْهِهِ ، لَكِنَّ الْبَرِيقَ الْأَخَّاذَ الَّذِي كَانَ يَشِعُّ مِنْ عَيْنَيْهِ لَمْ يَنْطَفِئْ بَلْ زَادَهُ مَهَابَةً عَلَى مَهَابَتِهِ وَشَرَفًا عَلَى شَرَفِهِ ، وَتَأَلَّقَ وَجْهُهُ بِنُورِ الْإِيمَانِ الْمُنْبَعِثِ مِنْ قَلْبِهِ الْعَامِرِ بِحُبِّ رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .
Di kepala kafilah itu, Khalilurrahman (Ibrahim) tampak dengan janggut yang telah memutih dan bekas-bekas tahun terlihat di wajahnya, namun kilau menawan yang memancar dari matanya tidak padam, bahkan menambah kewibawaan di atas kewibawaannya dan kemuliaan di atas kemuliaannya. Wajahnya bersinar dengan cahaya iman yang memancar dari hatinya yang dipenuhi dengan cinta kepada Tuhan langit dan bumi, Tuhan semesta alam.
وَكَانَ فِي الْقَافِلَةِ نَفَرٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ وَقَوْمِهِ خَرَجُوا مَعَهُ لِزِيَارَةِ بَيْتِ اللَّهِ وَتَقْدِيمِ الْعَزَاءِ لِإِسْمَاعِيلَ وَبَنِيهِ فِي فَقْدِ هَاجَرَ ، السَّيِّدَةِ الَّتِي كَانَتْ بَرَكَةً عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ مُنْذُ أَوَّلِ يَوْمٍ وَهَبَهَا مَلِكُ الْهَكْسُوسِ لِسَارَةَ .
Di dalam kafilah itu terdapat sekelompok anggota keluarganya dan kaumnya yang keluar bersamanya untuk mengunjungi rumah Allah dan memberikan belasungkawa kepada Ismail dan anak-anaknya atas kehilangan Hajar, wanita yang telah menjadi berkah bagi keluarga Ibrahim sejak hari pertama raja Hyksos menghadiahkannya kepada Sarah.
كَانَ خَلِيلُ الرَّحْمَنِ آنِفًا فِي شَوْقٍ إِلَى الْوَلَدِ ، كَانَ يَدْعُو رَبَّهُ أَنْ يَهَبَ لَهُ مِنَ الصَّالِحِينَ فَجَاءَهُ أَمْرُ اللَّهِ مِنْ فَوْقِ سَبْعِ سَمَاوَاتٍ أَنْ يَبْنِيَ خَلِيلُهُ هَاجَرَ الْمِصْرِيَّةَ الَّتِي وَلَدَتْ بِمَنْفَ حَيْثُ وُلِدَ نَبِيُّ اللَّهِ إِدْرِيسَ . قَدَّرَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ أُمًّا لِإِسْمَاعِيلَ ، أَمَّا لِلْعَرَبِ الَّذِينَ غَرَسَتْ نَبْتَتَهُمُ الصَّالِحَةَ فِي بَكَّةَ الَّتِي بَارَكَ اللَّهُ فِيهَا وَفِيمَا حَوْلَهَا لِلْعَالَمِينَ .
Khalilurrahman dahulunya sangat mendambakan anak, ia berdoa kepada Tuhannya agar dianugerahi dari golongan orang-orang saleh, lalu datanglah perintah Allah dari atas tujuh langit agar dia menikahi Hajar wanita Mesir yang melahirkan di Memphis tempat lahirnya Nabi Allah Idris. Allah mentakdirkan dia menjadi ibu bagi Ismail, dan bagi orang-orang Arab yang bibit salehnya ditanam di Bakkah yang telah diberkati Allah di dalamnya dan di sekitarnya bagi semesta alam.
وَبَشَّرَتْ مَلَائِكَةُ اللَّهِ سَارَةَ وَهِيَ عَجُوزٌ عَقِيمٌ بَعْدَ أَنْ جَاءَ إِسْمَاعِيلُ بِكْرُ إِبْرَاهِيمَ مِنْ هَاجَرَ الْمِصْرِيَّةَ الَّتِي أَمَرَ اللَّهُ خَلِيلَهُ أَنْ يُهَاجِرَ مِنْ أُورَ وَأَنْ يَسِيحَ فِي الْأَرْضِ لِيُقَابِلَهَا فِي أُوَارِيسَ فِي قَصْرِ مَلِكِ الْهَكْسُوسِ لِتَتَحَقَّقَ مَشِيئَةُ اللَّهِ وَتَنْفُذَ إِرَادَتُهُ . ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ .
Malaikat Allah memberi kabar gembira kepada Sarah saat ia sudah tua dan mandul setelah lahirnya Ismail, anak sulung Ibrahim dari Hajar wanita Mesir, yang diperintahkan Allah kepada kekasih-Nya untuk berhijrah dari Ur dan mengembara di bumi hingga bertemu dengannya di Avaris di istana raja Hyksos agar kehendak Allah terwujud dan kehendak-Nya terlaksana. Itu adalah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memiliki karunia yang agung.
ثُمَّ أَمَرَ اللَّهُ خَلِيلَهُ إِبْرَاهِيمَ أَنْ يَخْرُجَ بِهَا إِلَى الْحِجَازِ وَإِسْمَاعِيلَ بَعْدُ طِفْلٌ رَضِيعٌ قَبْلَ أَنْ تُبَشِّرَ مَلَائِكَةُ اللَّهِ سَارَةَ بِإِسْحَاقَ وَأَنْ يَسْكُنَهَا بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِهِ الْحَرَامِ ، فَقَبِلَتْ هَاجَرُ أَمْرَ اللَّهِ بِنَفْسٍ رَاضِيَةٍ مُطْمَئِنَّةٍ وَنَزَلَتْ عِنْدَ بَيْتِ اللَّهِ الْحَرَامِ ، الْبَيْتِ الَّذِي بَنَاهُ إِدْرِيسَ النَّبِيُّ الصِّدِّيقُ الَّذِي وُلِدَ مِثْلَهَا فِي مَنْفَ ، وَالَّذِي دَعَا النَّاسَ إِلَى عِبَادَةِ اللَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ قَبْلَ أَنْ يُبْعَثَ نُوحٌ وَإِبْرَاهِيمُ .
Kemudian Allah memerintahkan kekasih-Nya Ibrahim untuk membawanya keluar ke Hijaz saat Ismail masih bayi, sebelum malaikat Allah memberi kabar gembira kepada Sarah tentang Ishak, dan agar dia menempatkannya di lembah yang tidak ada tanamannya dekat rumah-Nya yang suci. Hajar menerima perintah Allah dengan jiwa yang rida dan tenang, lalu menetap di dekat rumah Allah yang suci, rumah yang dibangun oleh Idris, nabi yang jujur, yang lahir sepertinya di Memphis, dan yang mengajak orang-orang untuk beribadah kepada Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa sebelum Nuh dan Ibrahim diutus.
وَكَانَ الطُّوفَانُ قَدْ جَرَفَ الْبَيْتَ فِيمَا جَرَفَ فَأَسْكَنَ إِبْرَاهِيمُ هَاجَرُ وَإِسْمَاعِيلُ فَوْقَ الرَّبْوَةِ الْحَمْرَاءِ الَّتِي بَقِيَتْ مِنَ الْبَيْتِ الْحَرَامِ ، إِلَى أَنْ يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ بِأَنْ يُقِيمَ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ .
Banjir besar telah menghanyutkan rumah itu sebagaimana ia menghanyutkan apa saja, maka Ibrahim menempatkan Hajar dan Ismail di atas bukit merah yang tersisa dari rumah suci tersebut, hingga datang perintah Allah agar Ibrahim dan Ismail mendirikan fondasi rumah tersebut.
وَكَانَ إِدْرِيسُ أَوَّلَ مَنْ عَلَّمَ الْمِصْرِيِّينَ الْخَطَّ بِالْقَلَمِ ، وَكَانَتْ هَاجَرُ أَوَّلَ مَنْ عَلَّمَ إِسْمَاعِيلُ وَبَنِيهِ وَمَنْ نَزَلَ عِنْدَهُمْ حَوْلَ بِئْرِ زَمْزَمَ الْكِتَابَةَ ، وَلَمْ تَجِدْ وَرَقَ الْبَرْدِيِّ فَاسْتَخْدَمَتْ عِظَامَ الْبَعِيرِ وَالرِّقَاقِ .
Idris adalah orang pertama yang mengajarkan orang Mesir menulis dengan pena, dan Hajar adalah orang pertama yang mengajarkan Ismail dan anak-anaknya serta orang-orang yang tinggal bersama mereka di sekitar sumur Zamzam untuk menulis, dan karena tidak menemukan kertas papirus, ia menggunakan tulang unta dan lempengan kulit.
وَعَلَّمَ إِدْرِيسُ الْمِصْرِيِّينَ الزِّرَاعَةَ وَالتَّصَرُّفَ فِي مَاءِ النِّيلِ وَلُبْسَ الْخَيْطِ بَعْدَ أَنْ كَانُوا يُغَطُّونَ أَجْسَامَهُمْ بِالرِّيشِ ، وَلَوْ وَجَدَتْ هَاجَرُ فِي بَكَّةَ أَرْضًا خَصْبَةً وَأَنْهَارًا تَجْرِي لَعَلَّمَتْ ذُرِّيَّتَهَا الزِّرَاعَةَ ، وَلَكِنَّ اللَّهَ يُعِدُّ ذُرِّيَّتَهَا لِحَيَاةٍ أُخْرَى غَيْرَ حَيَاةِ الدَّعَةِ وَالِاسْتِقْرَارِ ، غَيْرَ حَيَاةِ الْمُتْرَفِينَ .
Idris mengajarkan orang Mesir bertani, mengelola air Nil, dan mengenakan pakaian tenun setelah sebelumnya mereka menutupi tubuh mereka dengan bulu. Seandainya Hajar menemukan tanah subur dan sungai mengalir di Bakkah, niscaya ia akan mengajarkan keturunannya bertani, namun Allah menyiapkan keturunannya untuk kehidupan lain di luar kehidupan kemewahan dan kestabilan, bukan kehidupan orang-orang yang hidup bermewah-mewahan.
وَعَلَّمَ إِدْرِيسُ الْمِصْرِيِّينَ الْإِيمَانَ بِالْبَعْثِ بَعْدَ الْمَوْتِ . ﴿ وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ . وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَظْلِمُونَ ﴾ . فَلَمَّا طَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ وَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ نَسَجُوا حَوْلَ إِدْرِيسَ الْأَسَاطِيرَ وَجَعَلُوهُ أَزِيرِيسَ قَاضِيَ الْمَوْتِ مَنْ يَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ . وَلَكِنْ هَاجَرُ كَانَتْ تُؤْمِنُ بِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَبِالْحِسَابِ بَعْدَ الْمَوْتِ ، فَلَمَّا دَعَاهَا إِبْرَاهِيمُ لِلْإِسْلَامِ لَمْ تَقُلْ لَهُ فِي دَهَشٍ : ﴿ أَئِذَا كُنَّا عِظَامًا وَرُفَاتًا أَئِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًا ﴾ بَلْ قَالَتْ ﴿ أَسْلَمْتُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴾ .
Idris mengajarkan orang Mesir iman akan kebangkitan setelah kematian. "Dan timbangan pada hari itu adalah kebenaran, maka barang siapa berat timbangannya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barang siapa ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri karena mereka mendzalimi ayat-ayat Kami." Ketika waktu berlalu dan hati mereka mengeras, mereka mengarang mitos seputar Idris dan menjadikannya Osiris, hakim kematian yang meletakkan timbangan keadilan untuk hari kiamat. Namun Hajar beriman pada hari akhir dan perhitungan setelah kematian, maka ketika Ibrahim mengajaknya memeluk Islam, ia tidak berkata dengan heran: "Apakah jika kami telah menjadi tulang belulang dan hancur, apakah sesungguhnya kami akan dibangkitkan sebagai makhluk baru?" melainkan ia berkata: "Aku berserah diri kepada Allah, Tuhan semesta alam."
كَانَتْ هَاجَرُ بَرَكَةً مُنْذُ أَسْكَنَهَا إِبْرَاهِيمُ عِنْدَ بَيْتِ اللَّهِ الْحَرَامِ ، وَقَدْ فَاضَتْ بَرَكَتُهَا عَلَى الْوَادِي كُلِّهِ فَفَجَّرَ اللَّهُ لَهَا وَلِابْنِهَا بِئْرَ زَمْزَمَ وَاشْتَرَكَتْ فِي إِقَامَةِ الْقَوَاعِدِ مِنَ الْبَيْتِ ، وَكَانَتْ أَوَّلَ مَنْ لَبَّى عِنْدَمَا أَذِنَ خَلِيلُ الرَّحْمَنِ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ ، وَصَبَرَتْ عَلَى بَلَاءِ اللَّهِ لَمَّا أُمِرَ بِذَبْحِ وَحِيدِهَا إِسْمَاعِيلُ ، وَكَانَ إِبْرَاهِيمُ عَسِيًّا أَنْ يَجِدَ السُّلْوَى فِي إِسْحَاقَ وَذُرِّيَّتِهِ بَيْنَا تَتَلَظَّى هِيَ نَارَ الثِّكْلِ وَتَتَجَرَّعُ غُصَصَ الْحُزْنِ دُونَ أَنْ تَجِدَ مَنْ يُخَفِّفُ لَوْعَتَهَا ، فَمَا كَانَ نَابَتُ وَقَيْدَارُ وَإِخْوَتُهُمْ لِيَقُومُوا عِنْدَهَا مَقَامَ إِسْمَاعِيلَ :
Hajar adalah berkah sejak Ibrahim menempatkannya di dekat rumah Allah yang suci, berkahnya meluap ke seluruh lembah, maka Allah memancarkan sumur Zamzam untuknya dan putranya, ia ikut serta dalam mendirikan fondasi rumah tersebut, ia adalah orang pertama yang menyahut ketika Khalilurrahman menyeru manusia untuk berhaji, dan ia bersabar atas ujian Allah ketika diperintahkan untuk menyembelih putra tunggalnya Ismail. Ibrahim mungkin mendapatkan penghiburan dalam Ishak dan keturunannya, sementara ia sendiri terbakar api kesedihan karena kehilangan anak dan menelan kepahitan duka tanpa menemukan orang yang meringankan kesedihannya, karena Nabit, Qaidar, dan saudara-saudara mereka tidak dapat menggantikan posisi Ismail di sisinya:
آمَنَتْ هَاجَرُ وَصَبَرَتْ وَعَمِلَتِ الصَّالِحَاتِ وَأَحْسَنَتْ فَمَاتَتْ فِي ظِلِّ الْكَعْبَةِ وَقُبِرَتْ فِي الْبَيْتِ الْعَتِيقِ ، فِي الْبَيْتِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلَهُ اللَّهُ قِيَامًا لِلنَّاسِ ﴿ إِنَّهُ مَنْ يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ ﴾ .
Hajar beriman, bersabar, mengerjakan amal saleh, dan berbuat baik, lalu ia meninggal di bawah naungan Ka'bah dan dikuburkan di Baitul Atiq, di rumah suci yang Allah jadikan sebagai tempat berdirinya manusia. "Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik."
انْطَلَقَ إِبْرَاهِيمُ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِلَى بَكَّةَ وَكَانُوا يَسْجُدُونَ لِلَّهِ فِي مَعْبَدِ الْكَوْنِ فِي الْفَضَاءِ الْعَرِيضِ ، وَكَانَتْ قُلُوبُهُمْ تَهْوَى إِلَى أَوَّلِ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ مُبَارَكًا فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ فَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا .
Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya berangkat ke Bakkah, mereka bersujud kepada Allah di kuil semesta di ruang yang luas, dan hati mereka mendambakan rumah pertama yang didirikan untuk manusia, diberkahi di dalamnya tanda-tanda yang nyata (yaitu) Maqam Ibrahim, barang siapa memasukinya maka dia aman.
وَلَاحَتْ لِأَعْيُنِهِمْ سِلْسِلَةُ الْجِبَالِ الْجَرْدَاءِ الْفَارِهَةِ الَّتِي تُحِيطُ بِالْوَادِي الْمُقَدَّسِ فَضَجَّ مَن فِي الْقَافِلَةِ بِالتَّلْبِيَةِ وَالتَّهْلِيلِ وَخَشَعَتْ قُلُوبُهُمْ . وَاسْتَشْعَرَ إِبْرَاهِيمُ حُزْنًا فَقَدْ كَانَتْ أَوَّلَ مَرَّةٍ يَزُورُ فِيهَا بَكَّةَ بَعْدَ مَوْتِ هَاجَرَ الزَّوْجَةِ الْوَفِيَّةِ الَّتِي اتَّقَتِ اللَّهَ مَا اسْتَطَاعَتْ ، وَسَمِعَتْ وَأَطَاعَتْ ﴿ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا ﴾ .
Rangkaian pegunungan gersang yang tinggi yang mengelilingi lembah suci tampak di mata mereka, maka orang-orang dalam kafilah berseru dengan talbiyah dan tahlil, dan hati mereka tunduk. Ibrahim merasakan kesedihan karena ini adalah pertama kalinya ia mengunjungi Bakkah setelah kematian Hajar, istri setia yang bertakwa kepada Allah semampunya, dan ia mendengar serta taat. "Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah menang dengan kemenangan yang agung."
وَانْحَدَرَتِ الْإِبِلُ إِلَى وَادِي بَكَّةَ وَظَهْرُ الْبَيْتِ وَالنَّاسُ يَطُوفُونَ بِهِ فِي مَلَابِسَ بَيْضَاءَ فَبَدَوْا كَمَلَائِكَةٍ أَطْهَارٍ ، وَارْتَفَعَتْ أَصْوَاتُهُمْ بِالدَّعَوَاتِ وَالِابْتِهَالَاتِ لِرَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ فَخَفَقَتِ الْقُلُوبُ فِي الصُّدُورِ وَطَفَرَتِ الْعَبَرَاتُ مِنَ الْعُيُونِ .
Unta-unta turun ke lembah Bakkah dan rumah itu terlihat, orang-orang melakukan tawaf di sekelilingnya dengan pakaian putih, mereka tampak seperti malaikat-malaikat yang suci, dan suara-suara mereka meninggi dengan doa dan permohonan kepada Tuhan Arsy yang Agung, maka hati berdegup di dada dan air mata bercucuran dari mata.
وَاسْتَلَمُوا الْحَجَرَ الْأَسْوَدَ وَطَافُوا طَوَافَ الْقُدُومِ وَكَانَ إِبْرَاهِيمُ يَسْتَشْعَرَ أَنَّ رُوحَ هَاجَرَ تَطُوفُ مَعَ الطَّائِفِينَ . كَانَتْ سَعَادَتُهَا فِي الدُّنْيَا أَنْ تَعْتَكِفَ وَأَنْ تَتَنَاجَى رَبَّهَا وَأَنْ تَسْتَغْرِقَ فِي عِبَادَتِهِ حَتَّى يُشْرِقَ نُورُ اللَّهِ عَلَى رُوحِهَا فَتَتَهَلَّلَ بِفَرَحٍ فَيَّاضٍ ، وَلِتَكُونَ بَهْجَتُهَا فِي الْآخِرَةِ أَنْ تَنْعَمَ بِقُرْبِ الْحَبِيبِ وَأَنْ تَظَلَّ تُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَتُقَدِّسُ لَهُ وَتَنْعَمَ بِسُرُورِ الْأُنْسِ بِهِ .
Mereka mengusap Hajar Aswad dan melakukan tawaf qudum, dan Ibrahim merasakan bahwa roh Hajar bertawaf bersama orang-orang yang tawaf. Kebahagiaannya di dunia adalah beri'tikaf dan bermunajat kepada Tuhannya serta tenggelam dalam ibadah kepada-Nya hingga cahaya Allah memancar pada rohnya, lalu ia berseri-seri dengan sukacita yang melimpah, dan agar kegembiraannya di akhirat adalah menikmati kedekatan dengan Sang Kekasih, terus bertasbih memuji-Nya, menyucikan-Nya, dan menikmati kenikmatan bersanding dengan-Nya.
وَأَتَمُّوا الطَّوَافَ وَوَقَفُوا أَمَامَ قَبْرِ هَاجَرَ خَاشِعِينَ وَقَالُوا :
Mereka menyelesaikan tawaf dan berdiri di depan makam Hajar dengan penuh kekhusyukan dan berkata:
— السَّلَامُ عَلَيْكِ يَا زَوْجَةَ رَسُولِ اللَّهِ يَا أُمَّ إِسْمَاعِيلَ ، لَقَدْ وَجَدْتِ وَعْدَ اللَّهِ حَقًّا ، إِنَّا بِكِ إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَاحِقُونَ .
— Salam sejahtera bagimu wahai istri utusan Allah, wahai ibu Ismail, sesungguhnya engkau telah menemukan janji Allah itu benar, sesungguhnya kami insya Allah akan menyusulmu.
وَتَرَقْرَقَتِ الدُّمُوعُ فِي مَآقِي الْقَوْمِ لَمَّا رَأَوْا الْعَبَرَاتِ تَسِيلُ عَلَى خَدَّيْ خَلِيلِ الرَّحْمَنِ ، إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ .
Air mata menggenang di mata kaum itu ketika mereka melihat air mata mengalir di pipi Khalilurrahman, sesungguhnya Ibrahim itu santun, lembut hati, dan sering kembali kepada Allah.
وَجَاءَ إِسْمَاعِيلُ لَمَّا بَلَغَهُ قُدُومُ أَبِيهِ ، وَتَعَانَقَ الرِّجَالُ وَجَلَسُوا فِي ظِلِّ الْكَعْبَةِ يَذْكُرُونَ اللَّهَ كَثِيرًا وَيُسَبِّحُونَ بِحَمْدِهِ وَيَخِرُّونَ لَهُ سَاجِدِينَ . وَأَقْبَلَ أَبْنَاءُ إِسْمَاعِيلَ إِلَى جَدِّهِمْ فَرِحِينَ وَأَلْقَوْا إِلَيْهِ سَمْعَهُمْ فَكَانَ يُوصِيهِمْ بِمَا أَوْصَى بِهِ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ : ﴿ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ ﴾ .
Ismail datang ketika ia mendengar kedatangan ayahnya, orang-orang saling berpelukan dan duduk di bawah naungan Ka'bah sambil banyak mengingat Allah, memuji-Nya, dan bersujud kepada-Nya. Anak-anak Ismail datang kepada kakek mereka dengan gembira dan mendengarkan nasihatnya, lalu ia mewasiatkan kepada mereka sebagaimana ia mewasiatkan kepada putra-putranya dan Yakub: "Wahai anak-anakku, sesungguhnya Allah telah memilihkan agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim."
وَمَسَّ أُذُنَيْهِ صَوْتُ هَاجَرَ فَخَفَقَ قَلْبُهُ بَيْنَ ضُلُوعِهِ فِي شِدَّةٍ وَلَاحَ فِي وَجْهِهِ هَلَعٌ وَالْتَفَتَ فِي فَزَعٍ ، فَإِذَا بِزَوْجَةِ إِسْمَاعِيلَ الْمِصْرِيَّةِ وَكَانَ صَوْتُهَا أَشْبَهَ بِصَوْتِ هَاجَرَ فَهَزَّهُ مِنْ أَعْمَاقِهِ وَزَلْزَلَ كِيَانَهُ . كَانَتْ هَاجَرُ أَثِيرَةً عِنْدَهُ لَنْ يَنْسَى ذِكْرَاهَا مَا دَامَ قَلْبُهُ يَخْفِقُ وَأَنْفَاسُهُ تَتَرَدَّدُ فَقَدْ وَهَبَهَا اللَّهُ لَهُ مِنْ رَحْمَةٍ ﴿ مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴾ .
Suara Hajar menyentuh telinganya, maka jantungnya berdegup di antara tulang rusuknya dengan keras, kecemasan tampak di wajahnya, ia menoleh dengan ketakutan, ternyata itu istri Ismail yang orang Mesir, suaranya sangat mirip dengan suara Hajar sehingga mengguncangnya dari kedalaman jiwanya dan mengguncang keberadaannya. Hajar sangat istimewa baginya, ia tidak akan pernah melupakan kenangannya selama jantungnya berdenyut dan napasnya berhembus, Allah telah menganugerahkannya kepadanya sebagai rahmat. "Apa saja di antara rahmat Allah yang dianugerahkan-Nya kepada manusia, maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan-Nya, maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
```html
وَمَرَّتِ الْأَيَّامُ وَخَلِيلُ الرَّحْمَنِ وَالَّذِينَ مَعَهُ عَاكِفُونَ فِي الْكَعْبَةِ يَسْتَشْعِرُونَ طَمَأْنِينَةً وَرِضًا وَأَمْنًا فَقَدْ أَشْرَقَتْ بَكَّةُ بِنُورِ رَبِّهَا ، وَلَوْ تَرَكَ لَهُمْ أَنْ يَخْتَارُوا مَا فَكَّرُوا فِي الْعَوْدَةِ إِلَى حَبْرُونَ أَبَدًا ، وَلَكِنَّ خَلِيلَ الرَّحْمَنِ أَبَى أَنْ يَتَّبِعَ هَوَاهُ فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَأْمُرْهُ أَنْ يَسْتَقِرَّ فِي بَيْتِهِ الْحَرَامِ .
Hari-hari berlalu dan Khalilurrahman beserta orang-orang yang bersamanya beri'tikaf di Ka'bah, merasakan ketenangan, keridhaan, dan keamanan, karena Bakkah telah diterangi oleh cahaya Tuhannya. Seandainya ia membiarkan mereka memilih, mereka tidak akan pernah berpikir untuk kembali ke Hebron selamanya, namun Khalilurrahman enggan mengikuti hawa nafsunya karena Allah tidak memerintahkannya untuk menetap di rumah-Nya yang suci.
وَكَانَ عَلَى خَلِيلِ الرَّحْمَنِ أَنْ يَتَّخِذَ لَهُ زَوْجَةً بَعْدَ مَوْتِ سَارَةَ وَهَاجَرَ فَمَا كَانَ لِرَجُلٍ صَالِحٍ أَنْ يَعِيشَ بِلَا زَوْجَةٍ . إِنَّهُ قَبْرُ حُبِّ شَبَابِهِ فِي حَبْرُونَ وَقَبْرُ حُبِّ رُجُولَتِهِ فِي الْكَعْبَةِ . وَلَكِنْ كَانَ عَلَيْهِ أَنْ يَتَزَوَّجَ فَإِنَّ اللَّهَ يُرِيدُ أَنْ يَهَبَ لَهُ ذُرِّيَّةً مِنْ نِسَاءٍ أُخْرَيَاتٍ غَيْرَ سَارَةَ وَهَاجَرَ لِيَشْتَرِكُوا فِي الْمِيرَاثِ الْعَظِيمِ الَّذِي وَعَدَهُ بِهِ خَلِيلُهُ ، مِيرَاثِ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا .
Khalilurrahman harus mengambil istri setelah kematian Sarah dan Hajar, karena tidak pantas bagi seorang pria saleh hidup tanpa istri. Hebron adalah kubur cinta masa mudanya, dan Ka'bah adalah kubur cinta masa dewasanya. Namun ia harus menikah karena Allah ingin menganugerahkannya keturunan dari wanita-wanita lain selain Sarah dan Hajar agar mereka ikut serta dalam warisan agung yang dijanjikan kekasih-Nya kepadanya, yaitu warisan timur dan barat bumi.
وَتَلَفَّتَ إِبْرَاهِيمُ يَبْحَثُ عَنْ زَوْجَةٍ لَهُ . لَقَدْ أَبَى أَنْ يُزَوِّجَ إِسْحَاقَ مِنْ بَنَاتِ الْكَنْعَانِيِّينَ الَّذِينَ يَنْزِلُ بَيْنَهُمْ وَبَعَثَ إِلِيعَازَرَ الدِّمَشْقِيَّ إِلَى حَارَانَ لِيَعُودَ بِرِفْقَةٍ ، فَإِنْ كَانَ أَبَى أَنْ يُزَوِّجَ ابْنَهُ مِنْهُمْ فَأَجْدَرُ بِهِ أَلَّا يَخْتَارَ زَوْجَةً مِنْهُمْ لِنَفْسِهِ .
Ibrahim menoleh mencari istri untuk dirinya sendiri. Ia enggan menikahkan Ishak dengan putri-putri Kanaan yang tinggal di antara mereka, maka ia mengirim Eliezer orang Damaskus ke Haran untuk kembali bersama Ribka. Jika ia enggan menikahkan putranya dengan mereka, maka lebih layak baginya untuk tidak memilih istri dari mereka untuk dirinya sendiri.
إِنَّهُ وُلِدَ فِي الْعِرَاقِ وَتَزَوَّجَ سَارَةَ بِنْتَ عَمِّهِ هَارَانَ ثُمَّ زَوَّجَ إِسْحَاقَ فِي قَوْمِهِ ، وَقَدْ يَسَّرَ اللَّهُ لَهُ أَنْ يَتَزَوَّجَ مِنْ مِصْرَ وَأَنْ يَكُونَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْمِصْرِيِّينَ نَسَبٌ . إِنَّهُ يُرِيدُ أَنْ يَرْبِطَ الْأَوَاَصِرَ بَيْنَ أَهْلِ بَيْتِهِ وَهَؤُلَاءِ الْقَوْمِ مِنَ الْعَرَبِ الَّذِينَ نَزَلُوا مَعَ هَاجَرَ حَوْلَ بِئْرِ زَمْزَمَ وَأَصْبَحُوا قَوْمَ إِسْمَاعِيلَ وَذُرِّيَّتَهُ ، فَلَوْ تَزَوَّجَ فِيهِمْ لَرَبَطَ اللَّهُ بِهِ بَيْنَ الْعِرَاقِ وَمِصْرَ وَبِلَادِ الْعَرَبِ .
Ia lahir di Irak dan menikahi Sarah putri pamannya Haran, kemudian menikahkan Ishak di antara kaumnya. Allah memudahkan baginya untuk menikah dari Mesir dan menjalin nasab dengan orang Mesir. Ia ingin mengikat hubungan antara keluarganya dan kaum Arab yang menetap bersama Hajar di sekitar sumur Zamzam dan menjadi kaum Ismail serta keturunannya. Seandainya ia menikah di antara mereka, niscaya Allah mengikat melalui dirinya hubungan antara Irak, Mesir, dan negeri Arab.
وَتَزَوَّجَ إِبْرَاهِيمُ قَنْطُورَةَ بِنْتَ مَفْطُورٍ مِنَ الْعَرَبِ الْعَارِبَةِ وَوَلَدَ لَهُ مِنْهَا مَدَنَ وَمَدْيَنَ وَقَيْسَانَ وَزَمْرَانَ وَيَسْبَقَ وَسُوحَ . وَمَرَّتِ السُّنُونُ وَجَاءَ الْيَوْمُ الَّذِي يَنْتَشِرُ فِيهِ هَؤُلَاءِ فِي الْأَرْضِ فَأَمَرَهُمْ أَنْ يَخْرُجُوا إِلَى حَيْثُ يُوَجِّهُهُمْ ، فَأَمَرَ مَدَنَ وَمَدْيَنَ أَنْ يَنْزِلُوا الْأَرْضَ الَّتِي سُمِّيَتْ مَدْيَنَ فِيمَا بَعْدُ ، وَأَمَرَ قَيْسَانَ أَنْ يَذْهَبَ إِلَى مَكَّةَ ، وَأَمَرَ بَعْضَهُمْ أَنْ يَنْزِلَ خُرَاسَانَ . فَقَالُوا لَهُ : يَا أَبَانَا أَنْزَلْتَ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ مَعَكَ وَأَمَرْتَنَا أَنْ نَنْزِلَ أَرْضَ الْغُرْبَةِ وَالْوَحْشَةِ . فَقَالَ خَلِيلُ الرَّحْمَنِ فِي هُدُوءٍ : بِذَلِكَ أُمِرْتُ . إِنَّهُ أَمْرٌ فَعَلَيْهِ أَنْ يُطِيعَ وَيَصْبِرَ وَكَانَ عَلَى بَنِيهِ أَنْ يَتَنَفَّذُوا أَمْرَ اللَّهِ ، وَخَرَجَ مَدَنَ وَمَدْيَنَ إِلَى سِينَاءَ لِتَكُونَ ذُرِّيَّةُ مَدْيَنَ أَهْلَ مَدْيَنَ قَوْمَ شُعَيْبٍ نَبِيِّ اللَّهِ ، وَانْطَلَقَ قَيْسَانُ إِلَى مَكَّةَ لِيَتَزَوَّجَ امْرَأَةً مِنْ جُرْهُمٍ لِتَلِدَ لَهُ الْبَرِيرَ ، وَانْطَلَقَ بَعْضُهُمْ إِلَى خُرَاسَانَ وَاسْتَوْلَوْا عَلَى الْحُكْمِ وَسَمَّوْا مُلُوكَهُمْ خَاقَانَ .
Ibrahim menikahi Qanthura binti Maftur dari Arab Aribah, dan ia melahirkan baginya Madan, Madyan, Qaisan, Zamran, Yasbaq, dan Suwah. Tahun-tahun berlalu dan tibalah hari di mana mereka menyebar di bumi, ia memerintahkan mereka pergi ke tempat yang diarahkan, ia memerintahkan Madan dan Madyan menetap di tanah yang kemudian disebut Madyan, memerintahkan Qaisan pergi ke Mekkah, dan memerintahkan sebagian mereka menetap di Khurasan. Mereka bertanya: "Wahai ayah kami, engkau menempatkan Ismail dan Ishak bersamamu dan memerintahkan kami menempati tanah asing dan sunyi." Khalilurrahman menjawab dengan tenang: "Dengan itulah aku diperintahkan." Ini adalah perintah, maka ia harus taat dan bersabar, dan anak-anaknya harus melaksanakan perintah Allah. Madan dan Madyan keluar ke Sinai agar keturunan Madyan menjadi penduduk Madyan kaum Syuaib nabi Allah, Qaisan berangkat ke Mekkah untuk menikahi wanita dari Jurhum yang melahirkan baginya Al-Barir, dan sebagian mereka berangkat ke Khurasan, menguasai pemerintahan, dan menamai raja-raja mereka Khaqan.
وَانْتَشَرَ دِينُ إِبْرَاهِيمَ فِي الْآفَاقِ ﴿ وَمَنْ يَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ إِبْرَاهِيمَ إِلَّا مَنْ سَفِهَ نَفْسَهُ وَلَقَدِ اصْطَفَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا وَإِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ ﴾ .
Agama Ibrahim tersebar ke seluruh penjuru. "Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya di akhirat dia benar-benar termasuk orang-orang yang saleh".
« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi