BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

MRWM - Quraisy - Episode 12

Sekarang ente bungkus pake format ini Gem...
QURAISY
Abdul Hamid Judah As-Sahhar

Di Balik Asap Babil: Api yang Mendingin dan Fajar Keyakinan yang Ditolak

Api neraka yang disiapkan penguasa Babil justru menjadi taman keselamatan bagi Ibrahim, namun hati para penduduk kota dan Haran telah membatu, tertutup kabut keangkuhan.

Sikat Gem...!!
وَوَلِيَتْ خُزَاعَةُ الْبَيْتَ مُذْ جَلَبَ جَدُّهُمُ الْأَعْلَى عَمْرُو بْنُ لُحَى الْأَصْنَامَ إِلَى الْكَعْبَةِ وَأَمَرَ النَّاسَ أَنْ يَعْبُدُوهَا لِتُقَرِّبَهُمْ إِلَى اللَّهِ زُلْفَى ، فَبَدَأَ نَجْمُ الشِّرْكِ يَبْزُغُ فِي الْأَرْضِ الْمُبَارَكَةِ الَّتِي كَانَتْ مَنَارَةَ التَّوْحِيدِ فِي الدُّنْيَا ، وَسَادَتْ مَكَّةَ نَكْسَةٌ رُوحِيَّةٌ شَلَّتْ فِيهَا الْحَيَاةُ الدِّينِيَّةُ الْحَقَّةُ الَّتِي كَانَتْ تَدْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ إِلَى الْإِبْدَاعِ وَالسَّيْرِ فِي الطَّرِيقِ السَّوِيِّ لِتَطَوُّرِ الْحَضَارَةِ وَرُقِيِّ الْبَشَرِيَّةِ .
Khuzai'ah menguasai Baitullah sejak kakek moyang mereka yang tertinggi, Amr bin Luhay, membawa berhala-berhala ke Ka'bah dan memerintahkan manusia untuk menyembah mereka agar dapat mendekatkan diri kepada Allah sedekat-dekatnya. Maka bintang kesyirikan mulai terbit di tanah yang diberkahi, yang dulunya merupakan mercusuar tauhid di dunia. Makkah dilanda kemunduran spiritual yang melumpuhkan kehidupan beragama yang sejati, yang selama ini mendorong orang-orang beriman untuk berkreasi dan berjalan di jalan yang lurus demi perkembangan peradaban dan kemajuan umat manusia.
وَصَارَتْ وِلَايَةُ الْبَيْتِ شَرَفًا يُحَقِّقُ مَجْدًا أَرْضِيًّا وَمَغَانِمَ مَادِّيَّةً ، فَشُغِلَ رِجَالُ الدِّينِ وَالْكُهَّانُ بِالْحُصُولِ عَلَى النُّذُورِ وَالْهَدَايَا الَّتِي تُهْدَى لِلْآلِهَةِ ، وَالْأَمْوَالِ الَّتِي تُقَدَّمُ لَهَا عِنْدَ ضَرْبِ الْقِدَاحِ لِاسْتِشَارَتِهَا فِي أَمْرِ الزَّوَاجِ أَوِ السَّفَرِ أَوْ إِلْحَاقِ نَسَبٍ مَشْكُوكٍ فِيهِ ، وَكَانَتِ الْأَمْوَالُ تُزَادُ حَتَّى تَرْضَى الْآلِهَةُ وَتُخْرِجَ السَّهْمَ الَّذِي يَهْوَاهُ مَنْ جَاءَ خَاشِعًا رَاجِيًا أَنْ تَمْنَحَهُ الْأَصْنَامُ مَفَاتِيحَ الْغَيْبِ وَمَا فِي جَوْفِهَا مِنْ حِكْمَةٍ !
Penguasaan Baitullah pun menjadi kehormatan yang mendatangkan kemuliaan duniawi dan keuntungan materi. Maka para pemuka agama dan dukun sibuk mendapatkan nazar dan hadiah yang dipersembahkan untuk sesembahan, serta harta yang diberikan kepada mereka ketika mengundi nasib untuk meminta petunjuk dalam urusan pernikahan, perjalanan, atau penetapan nasab yang meragukan. Harta tersebut terus ditambah hingga sesembahan itu ridha dan mengeluarkan anak panah yang diinginkan oleh orang yang datang dengan khusyuk dan penuh harap agar berhala-berhala tersebut memberinya kunci-kunci kegaiban dan hikmah yang terkandung di dalamnya!
وَانْتَشَرَتِ الْخُرَافَاتُ فِي مَكَّةَ وَكَثُرَتِ الْكِهَانَةُ وَالْعِرَافَةُ وَنُسِجَتِ الْأَسَاطِيرُ حَوْلَ كُلِّ ظَاهِرَةٍ طَبِيعِيَّةٍ ، فَكَانَتِ الْبَهَائِمُ عِنْدَهُمْ فِي أَوَّلِ خَلْقَتِهَا نَاطِقَةً عَاقِلَةً فَنَظَمُوا عَلَى أَلْسِنَتِهَا قَرِيضًا وَفَصَلُوا عَلَى أَلْسِنَتِهَا الْأَسْجَاعَ ، وَزَعَمُوا أَنَّ الْقَطَا قَالَ لِلْحَجَلِ « حَجَل حَجَل ، تَنِفِرُ فِي الْجَبَل ، مِنْ خَشْيَةِ الْوَجَل » . فَقَالَتْ لَهَا الْحَجَلُ كَلَامًا مَسْجُوعًا كَسَجْعِ الْكِهَّانِ الَّذِي ذَاعَ فِي تِلْكَ الْأَيَّامِ . وَمَا أَكْثَرَ مَا نَسَجُوا مِنْ خُرَافَاتٍ حَوْلَ الْكَوَاكِبِ وَالنُّجُومِ ، فَقَدْ كَانَتِ الْكَوَاكِبُ رَفِيقَ أَسْفَارِهِمْ وَمُرْشِدَ طَرِيقِهِمْ وَالنُّورَ الَّذِي يَهْتَدُونَ بِهِ فِي ظُلُمَاتِ لَيْلِهِمْ ، فَقَالُوا :
Khurafat tersebar di Makkah, praktik perdukunan dan peramalan pun marak, serta dongeng-dongeng ditenun di seputar setiap fenomena alam. Mereka beranggapan bahwa binatang ternak pada awal penciptaannya dapat berbicara dan berakal, maka mereka menggubah puisi dan menyusun sajak atas nama binatang-binatang tersebut. Mereka mengklaim bahwa burung Qatha berkata kepada burung Hajal, "Hajal, Hajal, terbanglah ke gunung, karena takut akan bahaya." Maka burung Hajal menjawabnya dengan ucapan bersajak seperti sajak para dukun yang tersebar luas pada masa itu. Betapa banyaknya khurafat yang mereka tenun seputar planet dan bintang-bintang, padahal planet-planet itu adalah teman perjalanan mereka, penunjuk jalan mereka, dan cahaya yang mereka gunakan untuk mendapat petunjuk dalam kegelapan malam mereka, maka mereka berkata:
الشِّعْرَى كَوْكَبَانِ : إِحْدَاهُمَا الشِّعْرَى الْعَبُورُ وَالْأُخْرَى الشِّعْرَى الْغُمَيْصَاءُ ، أَمَّا الْعَبُورُ فَإِنَّهَا مِنْ نُجُومِ الْجَوْزَاءِ تُسَمَّى كَلْبَ الْجَبَّارِ ، وَسُمِّيَتْ بِالْعَبُورِ لِأَنَّهَا كَانَتْ وَالْغُمَيْصَاءُ وَسُهَيْلٌ مُجْتَمِعَةً فَانْحَدَرَ سُهَيْلٌ فَصَارَ يَمَانِيًا ، وَتَبِعَتْهُ الْعَبُورُ فَعَبَرَتِ الْمَجَرَّةَ ، وَأَقَامَتِ الْغُمَيْصَاءُ فَبَكَتْ لِفَقْدِ سُهَيْلٍ حَتَّى غَمَصَتْ وَكَلَّ بَصَرُهَا .
"Syitsra (Sirius) terdiri dari dua bintang: salah satunya Asy-Syitsra Al-'Abur dan yang lainnya Asy-Syitsra Al-Ghumaisya'. Adapun Al-'Abur, ia termasuk bintang-bintang Al-Jauza' yang disebut 'Anjing Pemburu Raksasa'. Ia dinamakan Al-'Abur karena dulunya ia, Al-Ghumaisya', dan Suhail berkumpul bersama, lalu Suhail turun meluncur dan berada di Yaman, kemudian Al-'Abur mengikutinya menyeberangi galaksi, sedangkan Al-Ghumaisya' tetap tinggal dan menangisi kepergian Suhail hingga matanya belekan dan pandangannya redup."
وَقَالُوا فِي سَبَبِ تَسْمِيَةِ كَوْكَبَيِ الدَّبَرَانِ وَالْعِيُوقِ :
Mereka juga berkata mengenai alasan penamaan dua bintang, Ad-Dabaran dan Al-'Ayyuq:
إِنَّ الْعِيُوقَ عَاقَ الدَّبَرَانَ لِمَا سَاقَ إِلَى الثُّرَيَّا مَهْرًا ، فَهُوَ يَتْبَعُهَا أَبَدًا خَاطِبًا لَهَا .
"Sesungguhnya Al-'Ayyuq menghalangi Ad-Dabaran ketika ia menggiring mahar untuk bintang Ats-Tsurayya, maka ia senantiasa mengikutinya sebagai pelamar."
كَانُوا يَنْسِجُونَ الْأَسَاطِيرَ حَوْلَ النُّجُومِ ، فَقَدْ كَانَتْ تَهْدِيهِمْ عِنْدَمَا يَرْحَلُونَ فِي الصَّحْرَاءِ « وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ النُّجُومَ لِتَهْتَدُوا بِهَا فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ » ، فَمَنْ أَرَادَ مِنْهُمْ أَنْ يُسَافِرَ إِلَى مَكَّةَ نَظَرَ إِلَى الْقُطْبِ الشَّمَالِيِّ ، وَهُوَ أَثْبَتُ النُّجُومِ دَلَالَةً وَأَقْوَاهَا . فَإِنْ كَانَ قَادِمًا مِنَ الْعِرَاقِ وَمَا وَرَاءَ النَّهْرِ جَعَلَ الْقُطْبَ الشَّمَالِيَّ خَلْفَ أُذُنِهِ الْيُمْنَى ، وَإِنْ كَانَ قَادِمًا مِنْ مِصْرَ جَعَلَهُ خَلْفَ أُذُنِهِ الْيُسْرَى ، وَإِنْ كَانَ قَادِمًا مِنَ الْيَمَنِ جَعَلَهُ قُبَالَتَهُ مِمَّا يَلِي جَانِبَهُ الْأَيْسَرَ ، وَإِنْ كَانَ قَادِمًا مِنَ الشَّامِ جَعَلَهُ وَرَاءَهُ .
Mereka merajut mitos-mitos di seputar bintang-bintang, padahal bintang-bintang itu menuntun mereka saat mereka melakukan perjalanan di padang pasir, "Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut." Maka barangsiapa di antara mereka yang hendak melakukan perjalanan ke Makkah, ia memandang ke arah Bintang Kutub Utara, yaitu bintang yang paling tetap petunjuknya dan paling kuat. Jika ia datang dari Irak dan Transoxiana, ia menjadikan Bintang Kutub di belakang telinga kanannya. Jika ia datang dari Mesir, ia menjadikannya di belakang telinga kirinya. Jika ia datang dari Yaman, ia menjadikannya di hadapannya dari arah sisi kirinya. Dan jika ia datang dari Syam, ia menjadikannya di belakangnya.
كَانَتْ خُزَاعَةُ تَتَّجِرُ بِالْمُقَدَّسَاتِ وَقَدْ أَحَلَّتِ الْقُوَّةَ الْمَادِّيَّةَ مَكَانَ الْوَازِعِ الْمَعْنَوِيِّ ، وَكَانَ الْقُرَشِيُّونَ يَتَنَجَّعُونَ جِبَالَ مَكَّةَ وَأَوْدِيَتَهَا وَلَا يَخْرُجُونَ مِنْ حَرَمِهَا ، فَقَدْ كَانُوا يَحِسُّونَ فِي أَعْمَاقِهِمْ أَنْ سَيَكُونُ لَهُمْ شَأْنٌ وَأَنْ رَفْعَتَهُمْ مُرْتَبِطَةٌ بِذَلِكَ الْحَرَمِ الْآمِنِ الَّذِي يَأْتِي إِلَيْهِ الْعَرَبُ رِجَالًا وَنِسَاءً مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ .
Bani Khuza'ah berdagang dengan hal-hal yang disucikan dan mereka telah menggantikan nilai spiritual dengan kekuatan materi. Orang-orang Quraisy tinggal di pegunungan Makkah dan lembah-lembahnya serta tidak keluar dari tanah haramnya. Mereka merasakan di lubuk hati mereka bahwa mereka akan memiliki kedudukan besar dan bahwa kemuliaan mereka terikat dengan tanah haram yang aman itu, di mana orang-orang Arab, laki-laki dan perempuan, datang kepadanya dari setiap penjuru yang jauh.
وَكَثُرَتْ فِي قُرَيْشٍ الرِّيَاسَةُ ، كَانَ فِهْرُ بْنُ مَالِكٍ هُوَ زَعِيمُ النَّاسِ يَوْمَ خَرَجَ إِلَى سَابُورَ ذِي الْأَكْتَافِ يُكَلِّمُهُ فِي أَمْرِ اضْطِهَادِهِ لِلْعَرَبِ ، وَقَدْ رَفَعَ عَنِ الْعَرَبِ اضْطِهَادَ الطَّاغِيَةِ وَصَارَ مُحَرِّرَ الْعَرَبِ مِنَ الْعَذَابِ ، وَإِنَّ كَعْبَ بْنِ لُؤَيِّ بْنِ فِهْرِ ابْنِ مَالِكٍ بْنِ النَّضْرِ هُوَ قِبْلَةُ النَّاسِ الْيَوْمَ وَكَانَتْ تُرَاوِدُهُ فِي يَقَظَتِهِ وَمَنَامِهِ فِكْرَةُ سِيَادَةِ قُرَيْشٍ عَلَى مَكَّةَ وَكَانَ يَرَى أَنَّ السَّبِيلَ لِتَحْقِيقِ حُلْمِهِ هُوَ الدِّينُ .
Kepemimpinan di Quraisy semakin bertambah. Fihr bin Malik adalah pemimpin kaum tersebut pada hari ia pergi menemui Sabur Dzul-Aktaf untuk berbicara kepadanya mengenai perihal penindasannya terhadap orang-orang Arab. Ia pun mengangkat penindasan si tiran dari bangsa Arab dan menjadi pembebas bangsa Arab dari siksaan. Dan sesungguhnya Ka'ab bin Lu'ay bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr adalah kiblat manusia saat ini, dan ide tentang kedaulatan Quraisy atas Makkah senantiasa menghantuinya baik dalam keadaan sadar maupun tidur, dan ia berpandangan bahwa jalan untuk mewujudkan mimpinya adalah agama.
كَانَ كَعْبُ بْنُ لُؤَيٍّ مِنَ الْحُنَفَاءِ وَكَانَ عَلَى دِينِ إِبْرَاهِيمَ الْخَلِيلِ ، وَكَانَ ضَيْقَ الصَّدْرِ بِالْأَصْنَامِ الَّتِي تَكَدَّسَتْ فِي جَوْفِ أَوَّلِ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ وَكَانَ يَتَمَنَّى لَوْ يَسْتَطِيعُ أَنْ يُطَهِّرَ بَيْتَ اللَّهِ مِنَ الْأَصْنَامِ وَلَكِنَّهُ لَمْ يَجِدِ الْقِلَّةَ الْمُؤْمِنَةَ الَّتِي تَشُدُّ أَزْرَهُ فِي تَحْقِيقِ غَايَتِهِ ، فَقَدْ كَانَتْ خُزَاعَةُ وَقُرَيْشٌ وَالنَّاسُ جَمِيعًا مَفْتُونِينَ بِآلِهَتِهِمْ وَكَعْبَاتِهِمُ الَّتِي بَنَتْهَا الْقَبَائِلُ لِآلِهَتِهَا .
Ka'ab bin Lu'ay termasuk golongan Hunafa' dan ia memeluk agama Ibrahim Al-Khalil. Ia merasa sesak dada melihat berhala-berhala yang menumpuk di dalam rumah pertama yang dibangun untuk manusia (Ka'bah), dan ia berharap seandainya ia mampu membersihkan rumah Allah itu dari berhala-berhala. Namun ia tidak menemukan segelintir orang beriman yang dapat membantunya dalam mewujudkan tujuannya, karena Bani Khuza'ah, Quraisy, dan semua orang pada waktu itu terpedaya oleh berhala-berhala mereka dan Ka'bah-ka'bah yang dibangun oleh suku-suku untuk sesembahan mereka.
شُغِلَ قَلْبُ كَعْبِ بْنِ لُؤَيٍّ بِآمَالٍ عَرِيضَةٍ ، أَنْ يُحَوِّلَ ذِئَابَ الدِّينِ إِلَى كِلَابِ حِرَاسَةٍ تَرْعَى الْغَنَمَ وَلَا تَفْتِكُ بِهَا وَتَذُبُّ عَنْهَا الْخَطَرَ ، وَأَنْ يُعِيدَ لِلْكَعْبَةِ قُدْسِيَّتَهَا وَطَهَارَتَهَا وَجَلَالَهَا وَأَنْ يَمْحَقَ مَا عَدَاهَا مِنْ كَعْبَاتٍ ، وَأَنْ يُعِيدَ النَّاسَ إِلَى الْجَادَّةِ وَإِلَى عِبَادَةِ اللَّهِ وَحْدَهُ ، وَلَكِنَّهُ كَانَ أَهْوَنَ مِنَ أَنْ يَنْهَضَ بِمِثْلِ هَذَا الْعَمَلِ الْخَطِيرِ فَمَا كَانَ مِنْ أُولِي الْعَزْمِ . وَكَانَ يَخْشَى الِانْقِسَامَ وَأَنْ يَقُودَ الصِّدَامُ إِلَى دَمَارِ ذَلِكَ الْمُجْتَمَعِ الْعَاجِزِ عَنِ الِاسْتِجَابَةِ لَهُ اسْتِجَابَةً فَعَّالَةً .
Hati Ka'ab bin Lu'ay dipenuhi dengan harapan yang besar, untuk mengubah serigala-serigala agama menjadi anjing penjaga yang menggembalakan domba tanpa menerkamnya dan melindunginya dari bahaya, serta mengembalikan kesucian, kemurnian, dan keagungan Ka'bah, serta menghapuskan Ka'bah-ka'bah selainnya, dan mengembalikan manusia ke jalan yang lurus dan ke ibadah kepada Allah semata. Namun ia merasa terlalu lemah untuk bangkit melakukan pekerjaan yang begitu berbahaya ini, karena ia bukan termasuk orang yang memiliki keteguhan hati (ulul azmi). Ia mengkhawatirkan perpecahan dan benturan yang dapat mengarah pada kehancuran masyarakat tersebut yang tidak mampu meresponnya dengan respon yang efektif.
تَعَدَّدَتِ الْآلِهَةُ فَزَادَ عَدَدُ الْمُنْتَفِعِينَ وَالْمُتَّجِرِينَ بِمُقَدَّسَاتِهَا ، فَرَاحَ الْكُهَّانُ يَشْرَعُونَ فِي أَمْرِ الدِّينِ مَا يَجْلِبُ لَهُمُ الْمَنَافِعَ . حَتَّى الْقُرَشِيِّينَ وَلَجُوا ذَلِكَ الْمَيْدَانَ وَلَمْ يَسْتَطِعْ كَعْبُ بْنِ لُؤَيٍّ أَنْ يَضْرِبَ عَلَى أَيْدِيهِمْ . كُلُّ مَا كَانَ يَسْتَطِيعُ أَنْ يَفْعَلَهُ أَنْ يَخْطُبَ فِيهِمْ وَأَنْ يُلْقِيَ عَلَيْهِمْ نَصَائِحَهُ وَكَانُوا يَنْفَعِلُونَ بِهَا لَحَظَاتٍ ثُمَّ يَجُرُّهُمْ تَيَّارُ الْحَيَاةِ إِلَى طَرِيقِ الشِّرْكِ وَالضَّلَالِ . وَرَاحَ الْكُهَّانُ يَزِينُونَ لِلنَّاسِ ذَبْحَ الرَّجِيبَةِ وَهِيَ الْعَنِيرَةُ الَّتِي تُذْبَحُ فِي رَجَبٍ لِلْآلِهَةِ ، وَذَبْحَ الْفَرَعِ وَهُوَ ذَبْحُ أَوَّلِ نِتَاجِ الْإِبِلِ وَالْغَنَمِ لِلْأَصْنَامِ . وَأَشَارُوا عَلَى النَّاسِ إِذَا أَرَادُوا ذَبْحَ الْفَرَعِ أَنْ يُزَيِّنُوهُ وَيَلْبَسُوهُ لِيَكُونَ ذَلِكَ أَوْكَدَ فِي نُفُوسِ الْآلِهَةِ وَالنَّاسِ . وَمَا كَانَتِ الْأَصْنَامُ تَنَامُ لُحُومُ الْأَضَاحِي بَلْ كَانَتْ غَنِيمَةً بَارِدَةً لِلْكُهَّانِ .
Sesembahan semakin banyak, maka jumlah orang yang mengambil keuntungan dan berdagang dengan kesuciannya pun bertambah. Maka para dukun mulai mensyariatkan dalam urusan agama apa yang mendatangkan keuntungan bagi mereka. Bahkan orang-orang Quraisy pun terjun ke arena tersebut dan Ka'ab bin Lu'ay tidak mampu mencegah mereka. Semua yang bisa ia lakukan adalah berkhotbah di hadapan mereka dan menyampaikan nasihat-nasihatnya, dan mereka terpengaruh dengannya sesaat saja, kemudian arus kehidupan menyeret mereka kembali ke jalan kesyirikan dan kesesatan. Para dukun mulai menghiasi bagi manusia untuk menyembelih Ar-Rajibah, yaitu Al-'Anirah yang disembelih pada bulan Rajab untuk sesembahan, dan menyembelih Al-Fara', yaitu menyembelih anak pertama dari unta dan kambing untuk berhala. Mereka menyarankan kepada orang-orang jika hendak menyembelih Al-Fara' untuk menghiasinya dan memakaikannya pakaian agar hal itu lebih menguatkan di dalam jiwa sesembahan dan manusia. Dan berhala-berhala tidaklah memakan daging kurban, melainkan itu adalah jarahan yang dingin bagi para dukun.
وَتَكَوَّنَتْ طَائِفَةٌ دِينِيَّةٌ مُتَزَمِّتَةٌ فِي مَكَّةَ عُرِفَتْ بِالْحُمْسِ ، وَكَانُوا لَا يَأْكُلُونَ السَّمْنَ وَلَا يَمْخُضُونَ اللَّبَنَ وَلَا يَأْكُلُونَ الزُّبْدَ وَلَا يَلْبَسُونَ الْوَبَرَ وَلَا الشَّعَرَ وَلَا يَسْتَظِلُّونَ بِهِ مَادَامُوا حُرُمًا . وَقَالَ الْحُمْسُ :
Terbentuklah kelompok keagamaan yang fanatik di Makkah yang dikenal dengan Al-Humsu. Mereka tidak memakan minyak samin, tidak mengaduk susu, tidak memakan mentega, tidak mengenakan bulu unta atau bulu kambing, dan tidak bernaung dengannya selama mereka dalam keadaan ihram. Kelompok Al-Humsu berkata:
— لَا نَطُوفُ فِي الثِّيَابِ الَّتِي قَارَفْنَا فِيهَا الذُّنُوبَ ، وَلَا نَعْبُدُ اللَّهَ فِي ثِيَابٍ أَذْنَبْنَا فِيهَا ، وَلَا نَطُوفُ فِي ثِيَابٍ عَصَيْنَا اللَّهَ فِيهَا .
— "Kami tidak akan bertawaf dengan pakaian yang kami gunakan untuk melakukan dosa di dalamnya, dan kami tidak akan beribadah kepada Allah dengan pakaian yang kami gunakan untuk bermaksiat kepada Allah di dalamnya."
وَوَقَرَ فِي ذِهْنِ الشَّعْبِ أَنَّ ثِيَابَ الْحُمْسِ هِيَ الثِّيَابُ الْوَحِيدَةُ الصَّالِحَةُ لِلطَّوَافِ ، وَجَاءَ أَوَانُ الْحَجِّ وَوَقَفَ الْحُمْسُ يَكْرُونَ الثِّيَابَ الطَّاهِرَةَ لِلْحَجِيجِ ، فَكَانَ الْأَغْنِيَاءُ يَشْتَرُونَ مِنْهُمُ الثِّيَابَ أَمَّا الْفُقَرَاءُ فَكَانُوا يَخْلَعُونَ ثِيَابَهُمْ وَيَطُوفُونَ بِالْبَيْتِ عَرَايَا وَهُمْ يَعْتَقِدُونَ أَنَّهُمْ قَدْ تَعَرَّوْا مِنَ الذُّنُوبِ كَمَا تَعَرَّوْا مِنَ الثِّيَابِ . وَرَاحَ بَعْضُ النَّاسِ يَطُوفُونَ بِثِيَابِهِمْ وَلَمَّا انْتَهَوْا مِنْ طَوَافِهِمْ خَلَعُوا ثِيَابَهُمْ وَتَرَكُوهَا لِتَبْلَى مِنْ وَطْأَةِ الْأَقْدَامِ وَلَفْحِ الشَّمْسِ وَالرِّيَاحِ ، فَمَا كَانَ يَجُوزُ لَهُمْ أَنْ يَسْتَخْدِمُوا تِلْكَ الثِّيَابَ تَارَةً أُخْرَى بَعْدَ أَنْ طَافُوا بِهَا ! وَجَنَّ اللَّيْلُ وَجَاءَتِ النِّسْوَةُ الْفَقِيرَاتُ لِلطَّوَافِ حَوْلَ الْبَيْتِ ، فَارْتَفَعَتِ الْأَصْوَاتُ :
Tertanam dalam benak masyarakat bahwa pakaian golongan Al-Humsu adalah satu-satunya pakaian yang sah untuk bertawaf. Tibalah waktu haji dan Al-Humsu berdiri menyewakan pakaian-pakaian suci kepada para jamaah haji. Orang-orang kaya membeli pakaian dari mereka, adapun orang-orang miskin, mereka melepas pakaian mereka dan bertawaf di Baitullah dalam keadaan telanjang, seraya meyakini bahwa mereka telah telanjang dari dosa sebagaimana mereka telanjang dari pakaian. Beberapa orang mulai bertawaf dengan pakaian mereka, dan ketika selesai bertawaf, mereka melepas pakaian tersebut dan membiarkannya usang akibat terinjak-injak kaki serta tersengat matahari dan angin, karena tidak diperbolehkan bagi mereka menggunakan pakaian itu kembali setelah mereka memakainya untuk bertawaf! Malam pun tiba dan datanglah perempuan-perempuan miskin untuk bertawaf di sekeliling Baitullah, maka suara-suara pun meninggi:
— مَنْ يُعِيرُ مَصُونًا ؟ مَنْ يُعِيرُ ثَوْبًا ؟ مَنْ يُعِيرُني طَوَافًا ؟
— "Siapa yang meminjamkan pakaian untuk menutupi aurat? Siapa yang meminjamkan baju? Siapa yang meminjamkan pakaian untuk bertawaf?"
وَرَاحَ اللَّاتِي يَيْأَسْنَ مِنْ أَنْ يَجِدْنَ ثَوْبًا طَاهِرًا يَخْلَعْنَ ثِيَابَهُنَّ وَيَطُفْنَ حَوْلَ الْبَيْتِ لَا يَسْتُرُ عَوْرَاتِهِنَّ لِبَاسٌ أَوْ قِمَاشٌ ، بَلْ كُنَّ يَضَعْنَ إِحْدَى أَيْدِيهِنَّ عَلَى قُبْلِهِنَّ وَالْأُخْرَى عَلَى دُبُرِهِنَّ ، وَارْتَفَعَ صَوْتُ إِحْدَاهُنَّ :
Maka perempuan-perempuan yang berputus asa untuk menemukan pakaian suci, melepas pakaian mereka dan bertawaf di sekeliling Baitullah tanpa ada pakaian atau kain yang menutupi aurat mereka, bahkan mereka meletakkan salah satu tangan mereka pada kemaluan dan tangan yang lain pada dubur mereka, dan meninggilah suara salah seorang dari mereka:
— الْيَوْمَ يَبْدُو بَعْضُهُ أَوْ كُلُّهُ ... وَمَا بَدَا مِنْهُ فَلَا أُحِلُّهُ
— "Hari ini tampak sebagian atau seluruhnya ... dan apa yang tampak darinya, maka aku tidak menghalalkannya."
وَاتَّخَذَ بَعْضُ النِّسْوَةِ سُيُورًا عَلَّقْنَهَا فِي أَعْنَاقِهِنَّ لِيَسْتَتِرْنَ بِهَا . وَضَجَّتْ جِبَالُ مَكَّةَ وَوِدْيَانُهَا بِالتَّلْبِيَةِ :
Sebagian perempuan mengambil tali-tali yang mereka gantungkan di leher mereka untuk menutupi diri dengannya. Gunung-gunung Makkah dan lembah-lembahnya riuh dengan bacaan talbiyah:
— لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ ، إِلَّا شَرِيكٌ هُوَ لَكَ ، تَمْلِكُهُ وَمَا مَلَكَ .
— "Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu, kecuali sekutu yang menjadi milik-Mu, Engkau memilikinya dan apa yang dimilikinya."
وَرَاحَ كَعْبُ بْنُ لُؤَيٍّ يَقُولُ فِي انْفِعَالٍ :
Maka Ka'ab bin Lu'ay mulai berkata dengan penuh emosi:
— لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ . لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ . لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ . إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ .
— "Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu. Aku memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan kenikmatan adalah milik-Mu, begitu pula kerajaan, tiada sekutu bagi-Mu."
وَانْتَهَتْ مَرَاسِمُ الْحَجِّ بِأَنْ طَافَ الْعَرَايَا وَقَدْ بَدَءُوا بِإِسَافٍ ثُمَّ الرُّكْنِ الْأَسْوَدِ ثُمَّ أَخَذُوا عَنْ يَمِينِهِ ، وَطَافُوا وَقَدْ جَعَلُوا الْكَعْبَةَ عَنْ يَمِينِهِمْ ، فَلَمَّا خَتَمُوا طَوَافَهُمُ سَبْعًا اسْتَلَمُوا الرُّكْنَ ثُمَّ اسْتَلَمُوا نَائِلَةَ فَخَتَمُوا بِهَا طَوَافَهُمْ ، ثُمَّ خَرَجُوا فَوَجَدُوا ثِيَابَهُمْ كَمَا تَرَكُوهَا لَمْ تُمَسَّ . فَأَخَذُوهَا فَلَبِسُوهَا . وَانْطَلَقَ الْحَجِيجُ إِلَى بُيُوتِهِمْ وَقَدْ حَرَصَ كُلُّ مِنْهُمْ أَنْ يَدْخُلَ بَيْتَهُ مِنْ ظَهْرِهِ فَقَدْ لَقَنُوا أَنْ دُخُولَ الْحَاجِّ مِنْ بَابِ بَيْتِهِ يُفْسِدُ الْحَجَّ . ﴿ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِأَنْ تَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ ظُهُورِهَا وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقَى وَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَابِهَا ﴾ .
Upacara haji diakhiri dengan tawaf orang-orang yang telanjang, di mana mereka memulai dengan patung Isaf lalu ke Rukun Aswad, kemudian mereka mengambil arah kanan, dan bertawaf dengan menjadikan Ka'bah di sebelah kanan mereka. Tatkala mereka telah menyempurnakan tawaf tujuh kali putaran, mereka mengusap rukun (Hajar Aswad) kemudian mereka mengusap Naila, lalu mereka mengakhiri tawaf dengan hal tersebut. Kemudian mereka keluar dan mendapati pakaian mereka sebagaimana mereka meninggalkannya, tidak tersentuh. Maka mereka mengambilnya dan mengenakannya. Para jamaah haji pun berangkat menuju rumah mereka masing-masing, dan setiap orang dari mereka sangat berhati-hati untuk masuk ke rumahnya dari arah belakang, karena mereka diajarkan bahwa masuknya orang yang berhaji dari pintu rumahnya dapat membatalkan haji. "Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu adalah orang yang bertakwa, dan masukilah rumah-rumah dari pintu-pintunya."
كَانَ كَعْبُ بْنُ لُؤَيٍّ يَرَى فَسَادَ دِينِ الْقَوْمِ وَكَانَ يَتَمَنَّى مِنْ أَعْمَاقِهِ أَنْ يَهْدِيَ أَهْلَهُ إِلَى الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيمِ ، وَلَكِنَّهُ كَانَ يَرَى أَنْ لَيْسَ هُنَاكَ وَسِيلَةٌ لِلْقَضَاءِ عَلَى ذَلِكَ التَّحَجُّرِ الرُّوحِيِّ الَّذِي سَادَ مَكَّةَ إِلَّا إِبَادَةً تَامَّةً لِهَؤُلَاءِ الْكَافِرِينَ فَتَمَنَّى أَنْ يُذْهِبَهُمُ اللَّهُ وَيَأْتِيَ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ ، فَقَدْ وَجَدَ نَفْسَهُ بِلَا عَوْنٍ وَبِلَا مُؤْمِنِينَ وَإِنْ كَانَ سَيِّدَ قُرَيْشٍ وَزَعِيمَهَا .
Ka'ab bin Lu'ay melihat kerusakan agama kaumnya dan ia berharap dari lubuk hatinya agar Allah menunjuki kaumnya ke jalan yang lurus, namun ia berpendapat bahwa tidak ada jalan untuk memusnahkan kejumudan spiritual yang menguasai Makkah selain dengan pemusnahan total terhadap orang-orang kafir tersebut, maka ia berharap Allah membinasakan mereka dan mendatangkan makhluk yang baru, karena ia mendapati dirinya tanpa pertolongan dan tanpa orang-orang beriman, meskipun ia adalah tuan dan pemimpin Quraisy.
كَانَتْ أَيَّامُ الْأُسْبُوعِ عِنْدَهُمُ الْأَوَّلُ وَالْأَهْوَنُ وَجُبَارًا وَدُبَارًا وَمُؤْنِسًا وَعَرُوبَةً وَشِبَارَ . وَكَانَ ذَلِكَ الْيَوْمُ هُوَ يَوْمُ عَرُوبَةَ ، الَّذِي تَجْتَمِعُ فِيهِ قُرَيْشٌ إِلَى كَعْبِ بْنِ لُؤَيِّ بْنِ غَالِبٍ ، وَقَدْ خَطَبَ فِيهِمْ مَرَّةً فَقَالَ :
Nama-nama hari dalam seminggu bagi mereka adalah Al-Awwal, Al-Ahwan, Jubar, Dubar, Mu'nis, 'Arubah, dan Syibar. Dan hari itu adalah hari 'Arubah, di mana kaum Quraisy berkumpul di hadapan Ka'ab bin Lu'ay bin Ghalib, dan ia pernah berkhotbah di hadapan mereka, maka ia berkata:
— أَمَّا بَعْدُ فَاسْمَعُوا وَافْهَمُوا وَتَعَلَّمُوا وَاعْلَمُوا . لَيْلٌ دَاجٍ ، وَنَهَارٌ صَاحٍ ، وَالْأَرْضُ مِهَادٌ ، وَالسَّمَاءُ بِنَاءٌ ، وَالْجِبَالُ أَوْتَادٌ ، وَالنُّجُومُ أَعْلَامٌ ، وَالْأَوَّلُونَ كَالْآخِرِينَ ، فَصِلُوا أَرْحَامَكُمْ ، وَاحْفَظُوا أَصْهَارَكُمْ ، وَثَمِّرُوا أَمْوَالَكُمْ ، فَهَلْ رَأَيْتُمْ مِنْ هَالِكٍ رَجَعَ ، أَو مَيْتٍ انْتَشَرَ ، وَالدَّارُ أَمَامَكُمْ ، وَالظَّنُّ غَيْرُ مَا تَقُولُونَ . زَيِّنُوا حَرَمَكُمْ وَعَظِّمُوهُ ، فَسَيَأْتِي لَهُ نَبَأٌ عَظِيمٌ ، وَسَيَخْرُجُ مِنْهُ نَبِيٌّ كَرِيمٌ .
— "Amma ba'du, dengarkanlah, pahamilah, pelajarilah, dan ketahuilah. Malam yang gelap gulita, siang yang terang benderang, bumi adalah hamparan, langit adalah bangunan, gunung-gunung adalah pasak-pasak, bintang-bintang adalah tanda-tanda, orang-orang terdahulu adalah seperti orang-orang yang terakhir. Maka sambunglah tali silaturahmi kalian, peliharalah hubungan kekerabatan kalian, kembangkanlah harta kalian, apakah kalian pernah melihat orang yang binasa kembali, atau orang mati bangkit lagi? Padahal negeri (akhirat) ada di depan kalian, dan sangkaan kalian tidaklah seperti yang kalian katakan. Hiasilah tanah haram kalian dan agungkanlah ia, maka kelak akan datang kepadanya kabar yang besar, dan akan keluar darinya seorang Nabi yang mulia."
كَانَتْ عِيرُ قُرَيْشٍ تَنْطَلِقُ إِلَى يَثْرِبَ ، وَكَانَ كَعْبُ بْنُ لُؤَيٍّ يُلْقِي سَمْعَهُ إِلَى أَحْبَارِ الْيَهُودِ وَيُصْغِي إِلَى أَحَادِيثَ مَنْ أُوتُوا الْعِلْمَ وَهُمْ يَتَحَدَّثُونَ عَنِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الْمُنْتَظَرِ ، وَكَانَتْ قَوَافِلُ قُرَيْشٍ تَسِيحُ فِي الْأَرْضِ وَتَتَّصِلُ بِأَهْلِ فَارِسَ ، وَكَانَ كَعْبٌ حَنِيفًا مِنَ الْمُوَحِّدِينَ فَكَانَ يَهْتَمُّ بِأَحَادِيثِ الدِّينِ ، وَقَدْ سَمِعَ بِلَا شَكٍّ بِنُبُوءَةِ زَرَادُشْتَ وَبِوَصِيَّتِهِ لِقَوْمِهِ بِأَنْ يَسْتَمْسِكُوا بِمَا جَاءَهُمْ بِهِ إِلَى أَنْ يَأْتِيَ صَاحِبُ الْجَمَلِ الْأَحْمَرِ مِنَ بِلَادِ الْعَرَبِ ، وَذَهَبَ إِلَى الْحِيرَةِ وَاتَّصَلَ بِنَصَارَى الْعَرَبِ وَعَلِمَ مِنْهُمْ أَنَّ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ قَدْ بَشَّرَ بِنَبِيٍّ يَأْتِي مِنْ بَعْدِهِ اسْمُهُ الْفَارِقِيلِيطُ الَّذِي بَشَّرَ بِهِ الْمَسِيحُ وَلَمْ يُصَدِّقْ أَنَّ مَانِي هُوَ ذَلِكَ النَّبِيُّ الْمُرْتَقَبُ . كَانَ كَعْبٌ يَحِسُّ فِي أَعْمَاقِهِ أَنَّ النَّبِيَّ الَّذِي بَشَّرَ بِهِ مُوسَى وَزَرَادُشْتَ وَعِيسَى ، هُوَ مِنَ الْعَرَبِ بَلْ مِنْ قُرَيْشٍ بَلْ مَنْ وُلِدَ عَلَى التَّحْدِيدِ ، وَكَانَ يَقُولُ :
Kafilah-kafilah Quraisy berangkat menuju Yatsrib, dan Ka'ab bin Lu'ay memasang pendengarannya terhadap para pendeta Yahudi dan menyimak hadits-hadits orang yang diberi ilmu saat mereka berbincang tentang Nabi yang ummi yang dinanti-nantikan. Kafilah Quraisy berkelana di muka bumi dan berhubungan dengan penduduk Persia, dan Ka'ab adalah seorang yang hanif di antara para penganut tauhid, maka ia memperhatikan hadits-hadits agama. Ia tentu mendengar tentang nubuat Zarathustra dan wasiatnya kepada kaumnya agar berpegang teguh pada apa yang dibawanya sampai datangnya pemilik unta merah dari negeri Arab. Ia pergi ke Hirah dan berhubungan dengan kaum Nasrani Arab, dan mengetahui dari mereka bahwa Al-Masih Isa putra Maryam telah mengabarkan tentang seorang Nabi yang akan datang setelahnya yang bernama Al-Faraqilith, yang dikabarkan oleh Al-Masih, dan ia tidak mempercayai bahwa Mani adalah Nabi yang dinanti-nantikan tersebut. Ka'ab merasakan di lubuk hatinya bahwa Nabi yang dikabarkan oleh Musa, Zarathustra, dan Isa, adalah dari bangsa Arab, bahkan dari Quraisy, bahkan ia tahu siapa yang dilahirkan secara spesifik, dan ia berkata:
— أَمَا وَاللَّهِ لَئِنْ كُنْتُ فِيهَا ذَا سَمْعٍ وَبَصَرٍ وَيَدٍ وَرِجْلٍ ، لَتَنْصَبَّنَّ الْجَمَلُ ، لَأَرَقَلَتْ فِيهَا إِرْقَالُ ( ضَرْب سَرِيعٍ مِنَ السَّيْرِ ) الْفَحْلِ .
— "Demi Allah, seandainya aku masih memiliki pendengaran, penglihatan, tangan, dan kaki di zaman itu, niscaya unta-unta akan berpacu dengan kencang, niscaya mereka akan berlari di dalamnya dengan lari yang cepat (lari kencang) layaknya pejantan tangguh."
وَسُمِّيَ يَوْمُ الْعَرُوبَةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ لِاجْتِمَاعِ النَّاسِ إِلَيْهِ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ ، وَظَلَّ يَدْعُو النَّاسَ إِلَى اللَّهِ فِي هَوَادَةٍ وَلِينٍ فَلَمْ يَكُنْ صَاحِبَ رِسَالَةٍ يَخُوضُ فِي سَبِيلِهَا الْمَخَاطِرَ أَوْ يَهْلِكُ دُونَهَا وَقَدْ أَحَبَّهُ النَّاسُ وَتَعَلَّقُوا بِهِ حَتَّى إِذَا مَاتَ أَرَّخُوا بِمَوْتِهِ فَصَارَ عَلَامَةً مِنْ عَلَامَاتِ التَّارِيخِ فِي مَكَّةَ .
Hari 'Arubah dinamakan hari Jum'at karena berkumpulnya manusia kepadanya pada hari itu. Ia terus mengajak manusia kepada Allah dengan lembut dan santun, namun ia bukanlah pembawa risalah yang menempuh bahaya di jalannya atau binasa demi membela risalahnya. Orang-orang mencintainya dan terikat dengannya, sehingga ketika ia wafat, mereka menjadikan kematiannya sebagai penanggalan, maka ia pun menjadi salah satu penanda sejarah di Makkah.
« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi