تَرْجَمَةُ الشَّارِحِ
Artinya: Biografi Sang Pensyarah (Penjelas)
هُوَ الشَّيْخُ مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ بْنِ عَلِيٍّ الشَّافِعِيُّ ، الْمَعْرُوفُ بِنَوَوِيِّ الْجَاوِيِّ ، نَزِيلُ مَكَّةَ الْمُكَرَّمَةِ .
Artinya: Beliau adalah Syekh Muhammad bin Umar bin Ali asy-Syafi'i, yang dikenal dengan nama Nawawi al-Jawi, penduduk Makkah al-Mukarramah.
وُلِدَ بِبَلَدِهِ ( بَانْتِنَ ) ، وَقَدِمَ مَكَّةَ صَغِيراً ، وَجَاوَرَ بِهَا سِنِينَ عَدِيدَةً ، وَنَشَأَ بِهَا ، وَصَارَ ذَا ثَرْوَةٍ ، وَاقْتَنَى كُتُباً كَثِيرَةً ، وَأَكَبَّ عَلَى كَسْبِ الْعُلُومِ عَلَى عِدَّةِ مَشَايِخَ وَتَحْصِيلِهَا ، وَاجْتَهَدَ حَتَّى صَارَ إِمَاماً فِي الْمَنْطُوقِ وَالْمَفْهُومِ ، مِنْهُمُ السَّيِّدُ أَحْمَدُ النَّحْرَاوِيُw ، وَأَحْمَدُ الدِّمْيَاطِيُّ ، وَقَرَأَ عَلَى الشَّيْخِ حَسْبِ اللهِ
Artinya: Beliau lahir di negerinya (Banten), datang ke Makkah saat masih kecil, menetap di sana selama bertahun-tahun, dan tumbuh besar di sana. Beliau menjadi orang yang kaya akan ilmu, mengoleksi banyak kitab, dan sangat tekun menimba serta menguasai berbagai ilmu dari banyak guru. Beliau bersungguh-sungguh hingga menjadi seorang imam dalam ilmu manthuq (tekstual) dan mafhum (kontekstual). Di antara guru-gurunya adalah as-Sayyid Ahmad an-Nahrawi, Ahmad ad-Dimyathi, dan beliau juga belajar kepada Syekh Hasbullah.
وَدَرَّسَ وَأَفَادَ ، وَتَخَرَّجَ بِهِ كَثِيرٌ مِنْ طَلَبَةِ أَنْدُونِيسِيَةَ ، وَكَانَ تَدْرِيسُهُ بِدَارِهِ ، وَدَرْسُهُ يَحْتَوِي عَلَى مِئَتَيْ طَالِبٍ ، مَعَ تَوَاضُعٍ وَانْكِسَارٍ وَخُمُولٍ . وَتَكَرَّرَتْ مِنْهُ رِحْلَاتٌ إِلَى مِصْرَ وَالشَّامِ ، وَأَخَذَ عَنْ أَفَاضِلِهَا ، وَلَيْسَ لَهُ اشْتِغَالٌ إِلَّا بِالتَّدْرِيسِ وَالْإِفَادَةِ وَالتَّأْلِيفِ وَالْعِبَادَةِ ، مَعَ طَبْعٍ أَرَقَّ مِنَ النَّسِيمِ (١) .
Artinya: Beliau mengajar dan memberi manfaat, serta telah meluluskan banyak penuntut ilmu dari Indonesia. Kegiatan mengajar beliau dilakukan di rumahnya, dan kelasnya menampung hingga dua ratus murid, yang disertai dengan sikap rendah hati, penuh ketundukan (di hadapan Allah), dan tidak suka kemasyhuran (khumul). Beliau berulang kali melakukan perjalanan ke Mesir dan Syam (Suriah), serta mengambil ilmu dari para ulama terkemuka di sana. Tidak ada kesibukan bagi beliau kecuali mengajar, memberi manfaat (ilmu), dan menulis karya tulis dan ibadah, disertai dengan tabiat yang lebih lembut daripada angin sepoi-sepoi.
تُوُفِّيَ - رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى - بِمَكَّةَ الْمُكَرَّمَةِ سَنَةَ ( ١٣١٦ هـ ) .
Artinya: Beliau wafat —semoga Allah Ta’ala merahmatinya— di Makkah al-Mukarramah pada tahun (1316 H) .
اعْتِنَاءُ الْعُلَمَاءِ بِـ « عَقِيدَةِ الْعَوَامِّ »
Artinya: Perhatian Para Ulama Terhadap "Aqidatul 'Awam"
لَقَدِ اعْتَنَى الْعُلَمَاءُ بِمَنْظُومَةِ « عَقِيدَةِ الْعَوَامِّ » اعْتِنَاءً كَبِيراً ، وَنَدَبُوا طُلَّابَ الْعِلْمِ إِلَى حِفْظِهَا وَمُدَارَسَتِهَا ، وَوَضَعُوا لَهَا الشُّرُوحَ وَالْحَوَاشِيَ ، فَمِمَّنْ شَرَحَهَا :
Artinya: Sungguh para ulama telah memberikan perhatian yang sangat besar terhadap Mandzumah "Aqidatul 'Awam". Mereka menganjurkan para penuntut ilmu untuk menghafal dan mempelajarinya, serta menyusun berbagai kitab penjelasan (syarah) dan catatan pinggir (hasyiyah) untuknya. Di antara ulama yang mensyarahkannya adalah:
١ - الْمُؤَلِّفُ نَفْسُهُ شَرَحَهَا بِشَرْحٍ سَمَّاهُ « تَحْصِيلَ نَيْلِ الْمَرَامِ لِبَيَانِ مَنْظُومَةِ عَقِيدَةِ الْعَوَامِّ » طُبِعَ بِمِصْرَ سَنَةَ ( ١٢٩٨ هـ ) ، وَقَدْ أُشْفِعَ مَعَ هَذَا الْكِتَابِ بِآخِرِهِ
Artinya: 1) Penulisnya sendiri, beliau mensyarahkannya dengan penjelasan yang diberi nama "Tahshil Nail al-Maram li Bayani Mandzumah 'Aqidat al-'Awam", yang dicetak di Mesir pada tahun 1298 H. Kitab ini disertakan (dilampirkan) di bagian akhir kitab ini.
٢ - الشَّيْخُ نَوَوِي جَاوِي الَّذِي وَضَعَ حَاشِيَةً عَلَى « شَرْحِ عَقِيدَةِ الْعَوَامِّ » ، سَمَّاهُ « نُورَ الظَّلَامِ عَلَى مَنْظُومَةِ عَقِيدَةِ الْعَوَامِّ » وَهُوَ كِتَابُنَا هَذَا .
Artinya: 2) Syekh Nawawi Jawi, yang menyusun hasyiyah (catatan penjelasan) atas "Syarh 'Aqidatul 'Awam", yang beliau beri nama "Nurudz Dzolam 'ala Mandzumah 'Aqidat al-'Awam", dan itulah kitab yang sedang berada di tangan kita sekarang ini.
٣ - الشَّيْخُ عَبْدُ اللهِ مِرْدَاد أَبُو الْخَيْرِ قَاضِي مَكَّةَ ، وَضَعَ عَلَيْهِ شَرْحاً سَمَّاهُ « فَيْضَ الْمَلِكِ الْعَلَّامِ عَلَى عَقِيدَةِ الْعَوَامِّ » .
Artinya: 3) Syekh Abdullah Mirdad Abu al-Khair, Qadhi (Hakim) Makkah, beliau menyusun sebuah syarah yang diberi nama "Faidh al-Malik al-'Allam 'ala 'Aqidat al-'Awam".
----------------------------------------
Catatan Kaki:
(١) مِنْ كِتَابِ « اخْتِصَارِ النُّورِ وَالزَّهَرِ » ( ص ٥٠٤ ) .
(1) Dikutip dari kitab "Ikhtishar an-Nur wa az-Zahar" (hal. 504). --------------------------------Catatan Penting Abi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar