بِسْمِ اللهِ الرَّحمْنِ الرَّحِيْمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُم ْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Disajikan oleh : Abi Ahmad Thoufur
(Ustadz Betawi Nyablak Asli Cengkareng)
🎤 Muqoddimah ala Ustadz BCA (Betawi Cengkareng Asli)
Alhamdulillaah, kita jumpa lagi di ruang ngaji digital ini. Hari ini, Abi mau ajak ente pade buat mulai "start" ngaji dari garis depan.
Kita buka kitab Kasyifatus Saja karya Syaik Nawawi Banten ini bukan cuman sekadar baca, tapi kita bakal kenalan lebih dalem ama sosok penulis matan Safinatun Naja'nya, yaitu Syaikh Salim bin Abdullah bin Sumair Al-Hadhrami.
Banyak orang taunye beliau cuma ulama yang nulis Matan Safinatun Naja doang. Padahal kalo kita telusurin sejarah hidupnye, beliau itu ulama yang "paket komplit". Kagak cuma jago di mihrab, beliau itu ahli hukum, politikus, ampe pakar strategi militer yang ngerti urusan meriam!
Yang bikin makin spesial buat kita orang Betawi, beliau ternyata nutup usia dan dimakamin di tanah kita, Jakarta!
Nah, nyok sekarang kita buka "kunci" berkahnya dengan ngebahas muqoddimah mushohhih (yang mentashih kitab, yakni Syaikh Bassam) dan biografi mushonnif kitab matan. Pasang kuping baek-baek; kita liat gimane ketegasan beliau pas didepak ama penguasa gara-gara nasihatnye yang lurus, ampe karomah beliau yang bisa khatam Qur'an pas lagi thawaf.
Nyok, kita kepret kegalauan ibadah ama kegelapan ati kita pake sinar ilmu turots ini!
الذَّهَبِيُّ وَكِتَابُهُ
❦ سِيَرُ أَعْلَامِ النُّبَلَاءِ ❦
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Adz-Dzahabi dan Kitabnya: Siyar A'lam Al-Nubala
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
[ Ulasan Pengantar Kitab Siyar A'lam Al-Nubala mengenai biografi penulis dan metodologi karyanya ]
الحمدُ للهِ ربِّ العالمينَ، والصلاةُ والسلامُ على سيدنا محمدٍ النبيِّ العربيِّ الأمِّيِّ، وعلى آلهِ وأصحابهِ الطيبينَ نجومِ الهدى في كلِّ حينٍ، وبعدُ:
Artinya: Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad, seorang Nabi keturunan Arab yang ummi, juga kepada keluarga dan para sahabatnya yang baik, yang menjadi bintang petunjuk di setiap waktu. Amma ba'du:
فهذا مختصرٌ نافعٌ إن شاء الله في سيرةِ مؤرّخِ الإسلامِ الإمامِ الثقةِ المتقنِ الناقدِ البارعِ شمسِ الدينِ الذهبيِّ، وفي كتابهِ النفيسِ «سِيَر أعلامِ النبلاءِ» ومنزلتهِ بينَ الكتبِ التي من بابهِ، جعلتُهُ في فصلينِ: الأول في سيرةِ الذهبيِّ والثاني في كتابهِ «السير».
Artinya: Maka ini adalah ringkasan yang bermanfaat, insya Allah, mengenai biografi sejarawan Islam, seorang Imam yang tsiqah (terpercaya), mutqin (teliti), kritikus ulung, Syamsuddin Adz-Dzahabi, serta mengenai kitabnya yang sangat berharga "Siyar A'lam Al-Nubala" dan kedudukannya di antara kitab-kitab sejenis. Saya membaginya ke dalam dua pasal: Pasal pertama membahas biografi Adz-Dzahabi, dan pasal kedua membahas kitabnya, "Al-Siyar".
تناولَ الفصلُ الأولُ البيئةَ الدمشقيةَ التي نشأَ بها الذهبيُّ بكلِّ ما كانَ فيها من نهضةٍ علميةٍ واسعةٍ، وما اعتراها من صراعاتٍ عقائديةٍ، وانتشارِ الجهلِ، والاعتقادِ بالمغيباتِ بينَ العوامِ. وحاولتُ أن أُقدِّمَ صورةً لبيئتهِ العائليةِ المتدينةِ المغْنِيَةِ بالعلمِ التي ربَّتْهُ على حبِّ العلمِ والعلماءِ منذُ نعومةِ أظفارهِ مما هيّأَهُ لمستقبلٍ علميّ مَرسُومٍ، فرأيناهُ عندَ اكتمالِ شخصيتهِ يُعْنَى بطَلَبِ العلمِ من قراءاتٍ وحديثٍ؛
Artinya: Pasal pertama mengupas tentang lingkungan Damaskus tempat Adz-Dzahabi tumbuh besar, dengan segala dinamika kebangkitan ilmiahnya yang luas, sekaligus pergolakan akidah yang melanda, penyebaran kebodohan, serta maraknya kepercayaan khurafat di kalangan awam. Saya juga mencoba menyajikan gambaran tentang lingkungan keluarganya yang taat beragama dan kaya akan ilmu, yang mendidiknya untuk mencintai ilmu dan ulama sejak usia dini, sehingga mempersiapkannya menuju masa depan ilmiah yang terarah. Kita melihatnya, ketika kepribadiannya matang, ia sangat mencurahkan perhatian pada pencarian ilmu, baik ilmu qira'at maupun hadis;
ثم تتبعتُ رحلاتِهِ في طلبِ العلمِ، واستطعتُ أن أُحدّدَها بالبلادِ الشاميةِ والمصريةِ والحجازيةِ، وبيَّنْتُ نتيجةً لتتبُّعي لنشاطِهِ أن رحلتَهُ إلى البلادِ المصريةِ كانت بينَ شهرِ رجبٍ، وذي القعدةِ من سنةِ ٦٩٥ هـ، فصححتُ بذلكَ آراءَ بعضِ المؤرخينَ في هذهِ المسألةِ، وأوضحتُ طبيعةَ دراساتهِ، وذكرتُ أنها كانت متنوعةً لم تقتصرْ على جانبٍ واحدٍ، لكنها في الوقتِ نفسهِ لم تخرجْ عن دائرةِ العلومِ الدينيةِ عموماً والعلومِ المساعدةِ لها من تاريخٍ ونحوٍ ولغةٍ وأدبٍ.
Artinya: Kemudian saya menelusuri perjalanan (rihlah) ilmiahnya dalam menuntut ilmu, dan saya berhasil memetakannya meliputi wilayah Syam, Mesir, dan Hijaz. Berdasarkan hasil penelusuran aktivitasnya, saya menjelaskan bahwa perjalanannya ke negeri Mesir terjadi antara bulan Rajab hingga Dzulqa'dah pada tahun 695 H. Dengan demikian, saya meluruskan pandangan sebagian sejarawan mengenai masalah ini. Saya juga memperjelas karakteristik studinya, serta menyebutkan bahwa bidang studinya sangat variatif dan tidak terbatas pada satu sisi saja, namun di saat yang sama tidak keluar dari lingkaran ilmu-ilmu agama secara umum beserta ilmu-ilmu penunjangnya seperti sejarah, nahwu, bahasa, dan sastra.
💡 Catatan Abi buat Murid: "Perhatiin ya, naskah kitab itu dijaga banget sama ulama lewat proses tashih. Jangan asal ambil dari sumber sembarangan. Belajar adab dari cara mereka mencantumkan sanad dan identitas penerbit, biar berkah ilmunya nyampe ke sanubari!"
📖 BUKA KITAB HALAMAN : 005-006
💡 ADAB AGUNG KEPADA MUSHONNIF
Jemaah, sebelum tutup kitab, Abi kasih rahasia keberkahan ilmu: Adab Tinggi kepada penulis kitab.
1. Doakan Penulis: Tiap baca nama Syaikh Salim RH atau Syaikh Nawawi RH, ucapkan "Rahimahullah" di dalam hati sebagai tanda takzim.
2. Sanad Ilmu: Belajar kitab turots kudu melalui guru yang nyambung sanadnya, biar kaga asal sikat ilmu tanpa pemahaman yang bener.
~ Abi Thoufur (The Nyablak Teacher) ~
Kalimatul Ikhtitam...
Semoga ulasan ini menjadi pelita bagi kita dalam meniti jalan tholabul ilmi, agar senantiasa berada dalam naungan ilmu yang mu'tabar dan manhaj yang benar. Semoga Allah SWT memberkahi setiap detik waktu yang kita gunakan untuk mengkaji warisan para ulama salafuna ash-sholih.
Sampai jumpa di seri kajian berikutnya, Jemaah. Tetap semangat, tetap adab, dan jangan lupa bahagia!
~ ABI THOUFUR (THE NYABLAK TEACHER) ~
وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ ، وَبِاللهِ الْهِدَايَةُ وَالتَّوْفِيْقُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Matan Safinatun Naja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar