BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

Coba lagi

Thumbnail BABA Blog

بِسْمِ اللهِ الرَّحمْنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُم ْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Abi Ahmad Thoufur

Ahmad Thoufur (Abi Thoufur) - Guru MAN 1 Jakarta

🎤 Pembuka Nyablak Syar'i ala Ustadz BCA

Widiihh jumpa lagi nih Bang, Pok ama Abi... Ente udeh nyempetin nyaba di mari, Abi girang banget! Kalo ente ngerasa "nyasar" ke mari, tenang aje, ini nyasar nyang bawa barokah. Soalnye hari ini Abi mau bedah perkara "Air Sedikit" nyang kalo kecemplungan najis suka bikin panik, ama urusan "Najis Ma'fu" nyang sebenernye dimaafin tapi banyak nyang kaga paham. Pelototin baek-baek ye, jangan ampe ente was-was kaga keruan pas wudhu gara-gara kaga paham bedanya air suci ama air nyang udeh "kecemar" tipis-tipis!

📖 NASKAH KITAB & TARJAMAH Kasyifatus Saja
HALAMAN 91

الْقَلِيلُ حُكْمُهُ يَتَنَجَّسُ بِوُقُوْعِ النَّجَاسَةِ الْمُنَجِّسَةِ يَقِيْـنًا فِيْهِ ، وَإِنْ لَمْ يَتَغَيَّرْ ،

Artinya: Air sedikit hukumnya adalah menjadi najis dengan jatuhnya najis yang menajiskan secara yakin di dalamnya, meskipun (airnya) tidak berubah,

لِمَفْهُوْمِ قَوْلِهِ ﷺ : « إِذَا بَلَغَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلْ خَبَثًا » وَفِي رِوَايَةٍ : « نَجَسًا » [ الترمذي ، رقم : : ٦٧ ؛ أبو داود ، رقم : ٦٣ ، ٦٥ ؛ ابن ماجه ، رقم : ٥١٧ ؛ « مسند أحمد » ، رقم : ٤٥٩١ ، ۱۷۳۹ ، ۱۹۴۱ ، ۵۸۲۱ ؛ الدارمي ، رقم : ٧٣١] إِذْ مَفْهُوْمُهُ أَنَّ مَا دُوْنَهُمَا يَحْمِلُ الْخَبَثَ .

Artinya: karena pemahaman dari sabda Nabi : "Apabila air mencapai dua kullah maka ia tidak mengandung kotoran", dan dalam satu riwayat: "najis", [HR. Tirmidzi no. 67; Abu Dawud no. 63, 65; Ibnu Majah no. 517; Musnad Ahmad no. 4591, 1739, 1941, 5821; Ad-Darimi no. 731] karena pemahamannya adalah bahwa apa yang kurang dari keduanya (dua kullah) mengandung kotoran.

وَخَرَجَ بِالنَّجَاسَةِ الْمُنَجِّسَةِ النَّجَسُ الْمَعْفُوُّ عَنْهُ ، كَمَيْتَةٍ لَا دَمَ لَهَا سَائِلٌ ،

Artinya: Dan dikecualikan dari najis yang menajiskan adalah najis yang dimaafkan, seperti bangkai yang tidak memiliki darah yang mengalir,

وَنَجَسٌ لَا يُدْرِكُهُ طَرْفٌ مُعْتَدِلٌ حَيْثُ لَمْ يَحْصُلْ بِفِعْلِهِ وَلَوْ مِنْ مُغَلَّظٍ ، كَمَا إِذَا عَفَّ الذُّبَابُ عَلَى نَجِسٍ رَطْبٍ ثُمَّ وَقَعَ فِي مَاءٍ قَلِيْلٍ أَوْ مَائِعِ ، فَإِنَّهُ لَا يَنْجُسُ ، مَعَ أَنَّهُ عَلِقَ فِي رِجْلِهِ نَجاسَةٌ لَا يُدْرِكُهَا الطَّرْفُ ؛

Artinya: sebagaimana jika lalat hinggap di atas najis yang basah kemudian hinggap/jatuh ke dalam air yang sedikit atau benda cair, maka sesungguhnya air tersebut tidak menjadi najis, padahal ada najis yang menempel di kakinya yang tidak kasat mata;

وَمَا عَلَى مَنْفَذِ حَيَوَانٍ طَاهِرٍ غَيْرِ آدَمِيٍّ ، وَرَوْثُ سَمَكٍ لَمْ يُغَيِّرِ الْمَاءَ وَلَمْ يَضَعْهُ فِيْهِ عَبَثًا ،

Artinya: Dan apa yang ada pada lubang (keluar kotoran) hewan yang suci selain manusia, dan kotoran ikan selama tidak mengubah air dan tidak sengaja dimasukkan ke dalamnya sebagai gurauan,

وَمَا يَمَاسُّهُ الْعَسَلُ مِنَ الْكُوَارَةِ الَّتِي تُجْعَلُ مِنْ رَوْثِ نَحْوِ الْبَقَرِ وَجِرَّةِ الْبَعِيْرِ ،

Artinya: dan apa yang bersentuhan dengan madu dari tempat sarang lebah yang dibuat dari kotoran sejenis sapi dan kunyahan unta,

وَأُلْحِقَ بِهِ فَمُ مَا يَجْتَرُّ مِنْ وَلَدِ الْبَقَرِ وَالضَّأْنِ إِذَا الْتَقَمَ أَخْلَافَ أُمِّهِ ، وَفَمُّ صَبِيٍّ تَنَجَّسَ ثُمَّ غَابَ وَاحْتُمِلَ طَهَارَتُهُ كَفَمِ الْهِرَّةِ ، فَإِنَّهُ لَا يُنَجِّسُ الْمَاءَ الْقَلِيْلَ ،

Artinya: dan disamakan dengannya mulut hewan yang memamah biak dari anak sapi dan domba ketika menyusu pada puting induknya, dan mulut bocah kecil yang terkena najis kemudian dia pergi menghilang dan ada kemungkinan mulutnya sudah suci seperti halnya mulut kucing, maka sesungguhnya hal itu tidak menajiskan air yang sedikit,

وَذَرَقُ الطُّيُوْرِ فِي الْمَاءِ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ مِنْ طُيُورِهِ ، وَبَعْرُ فَأَرَةٍ عَمَّ الابْتِلَاءُ بِهِ ، وَبَعْرُ شَاةٍ وَقَعَ فِي اللَّبَنِ حَالَ الْحَلْبِ ،

Artinya: dan kotoran burung di dalam air meskipun bukan dari burung air, dan kotoran tikus yang sudah menjadi cobaan umum (sulit dihindari), dan kotoran kambing yang jatuh ke dalam susu saat diperas,

وَمَا يَبْقَى فِي نَحْوِ الْكَرِشِ مِمَّا يَشُقُّ تَنْقِيَتُهُ ، وَالْقَلِيلُ مِنْ دُخَانِ النَّجَاسَةِ وَلَوْ مِنْ مُغَلَّظٍ ، وَهُوَ الْمُتَصَاعِدُ مِنْهَا بِوَاسِطَةِ نَارٍ ،

Artinya: dan apa yang tersisa di dalam sejenis jeroan yang sulit dibersihkan, dan sedikit dari asap najis meskipun dari (najis) mughalladhah, yaitu asap yang naik dari najis dengan perantara api,

وَالْيَسِيرُ مِنَ الشَّعْرِ الْمُنْفَصِلِ مِنْ غَيْرِ مَأْكُوْلٍ غَيْرِ مُغَلَّظٍ ، وَالْكَثِيْرُ مِنْهُ مِنْ مَرْكُوْبِ وَقِصَاصِ ،

Artinya: dan sedikit dari bulu yang terpisah dari hewan yang tidak boleh dimakan selain mughalladhah, dan banyak dari bulu hewan tunggangan dan hewan yang dicukur,

وَالدَّمُ الْبَاقِي عَلَى اللَّحْمِ وَالْعَظْمِ الَّذِي لَمْ يَخْتَلِطْ بِشَيْءٍ ، كَمَا لَوْ ذُبِحَتْ شَاةٌ وَقُطِعَ لَحْمُهَا وَبَقِيَ عَلَيْهِ أَثَرُ الدَّمِ ،

Artinya: dan darah yang tersisa pada daging dan tulang yang tidak bercampur dengan sesuatu, sebagaimana jika disembelih seekor kambing dan dipotong dagingnya lalu tersisa padanya bekas darah,

بِخِلَافِ مَا لَوْ اخْتَلَطَ بِغَيْرِهِ ، كَمَا يُفْعَلُ فِي الْبَقَرِ الَّتِي تُذْبَحُ فِي الْمَحَلِّ الْمُعَدِّ لِذَبْحِهَا الآنَ مِنْ صَبِّ الْمَاءِ عَلَيْهَا لِإِزَالَةِ الدَّمِ عَنْهَا فَإِنَّ الْبَاقِي مِنَ الدَّمِ عَلَى اللَّحْمِ بَعْدَ صَبِّ الْمَاءِ لَا يُعْفَىٰ عَنْهُ وَإِنْ قَلَّ ، لِاخْتِلَاطِهِ بِأَجْنَبِيٍّ ، فَلْيُتَنَبَّهْ لَهُ

Artinya: berbeda halnya jika bercampur dengan yang lain, sebagaimana yang dilakukan pada sapi yang disembelih di tempat penjagalan sekarang berupa penyiraman air padanya untuk menghilangkan darah darinya, maka sesungguhnya sisa darah pada daging setelah penyiraman air itu tidak dimaafkan meskipun sedikit, karena bercampur dengan benda asing, maka perhatikanlah hal itu.

وَالضَّابِطُ فِي جَمِيعِ ذَلِكَ أَنَّ الْعَفْوَ مَنُوْطٌ بِمَا يَشُقُّ الاحْتِرَازُ عَنْهُ غَالِبًا ،

Artinya: Dan kaidah umum dalam semua itu adalah bahwa pemaafan (ma'fu) itu tergantung pada apa yang umumnya sulit untuk dihindari,

وَالْمُعْتَمَدُ أَنَّهُ لَا يُعْفَى عَنْ دَمِ الْبَرَاغِيْثِ وَالْقَمْلِ وَنَحْوِهِ بِالنِّسْبَةِ لِلْمَائِعِ وَالْمَاءِ الْقَلِيْلِ وَإِنْ قَلَّ الدَّمُ ، دُونَ الْمَاءِ الْكَثِيرِ ،

Artinya: dan pendapat yang kuat (mu'tamad) adalah bahwa tidak dimaafkan darah kutu loncat (baraghits), kutu rambut, dan sejenisnya jika dibandingkan dengan benda cair dan air sedikit meskipun darahnya sedikit, bukan pada air yang banyak,

وَلَوْ قَتَلَ قَمْلًا أَوْ بَرَاغِيْثَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ فَإِنْ كَانَ الدَّمُ الْحَاصِلُ كَثِيرًا لَمْ يُعْفَ عَنْهُ ، أَوْ قَلِيْلًا عُفِيَ عَنْهُ عَلَى الْأَصَحَِّ

Artinya: dan jika ia membunuh kutu rambut atau kutu loncat di antara jari-jarinya. Maka jika darah yang dihasilkan itu banyak, tidak dimaafkan, atau jika sedikit maka dimaafkan menurut pendapat yang paling shahih.

هَذَا ، وَخَرَجَ بِدُخَانِ النَّجَاسَةِ بُخَارُهَا ، وَهُوَ الْمُتَصَاعِدُ مِنْهَا لَا بِوَاسِطَةِ نَارٍ ، فَهُوَ طَاهِرٌ ،

Artinya: Demikianlah, and dikecualikan dari asap najis adalah uap najis, yaitu yang membumbung darinya bukan dengan perantara api, maka ia adalah suci.

وَمِنْهُ الرِّيْحُ الْخَارِجُ مِنَ الْكُتُفِ أَوْ مِنَ الدُّبُرِ ، فَهُوَ طَاهِرٌ ، فَلَوْ مَلأَ مِنْهُ قُرْبَةً وَحَمَلَهَا عَلَى ظَهْرِهِ وَصَلَّى بِهَا صَحَّتْ صَلَاتُهُ

Artinya: Termasuk darinya adalah angin yang keluar dari lambung (sendawa) atau dari dubur (kentut), maka ia adalah suci. Maka seandainya seseorang mengisi kantong kulit dengan angin tersebut dan memikulnya di punggungnya lalu ia shalat, maka shalatnya sah.

📍 Mufrodat (Kata Penting) & Catatan Khusus Abi Thoufur
Famu (فَمُ) vs Fammun (فَمٌّ) Famu: Mulut secara umum (alat makan/ngomong).
Fammun: Lebih spesifik ke Lubang/Rongga Mulut (nyang rawan kemasukan najis).
Baroghits (بَرَاغِيْث) Kutu loncat. Dalam fiqih, darahnye "satu geng" ama Nyamuk (Ba'ud). Statusnye Ma'fu kalo dikit, karena darahnye kaga mengalir (Laa Dama Lahu Sailun).
Dukhān (دُخَان) vs Bukhār (بُخَار) Dukhān (Asap): Hasil api, najis tapi ma'fu kalo dikit.
Bukhār (Uap): Bukan dari api (kayak uap bau got), hukumnya Suci, Bi!
Al-Kuwārah (الْكُوَارَةِ) Tempat sarang lebah (glodokan). Biarpun dibuat pake campuran kotoran sapi/unta, madunye tetep Halal & Suci karena ma'fu.
Amma Al-Ibtila' (عَمَّ الابْتِلَاءُ) Kondisi darurat nyang susah banget dihindarin (kayak kotoran tikus di tempat lembab). Ini dimaafin biar ente kaga stres!
Al-Mughalladhah & Al-Khilth Mughalladhah: Najis berat (Anjing/Babi).
Al-Khilth: Campuran benda asing. Kalo darah sisa daging kena air, ma'fu-nye ilang karena udeh kaga murni!
💡 Catatan Abi buat Murid:

"Jangan salah fokus! Kutu rambut nyang ente pencet di jari itu darahnye dimaafin kalo dikit. Tapi kalo ente sengaja pencet kutu sekampung di jari terus darahnye belepotan, ya jangan dibawa shalat, cuci dulu tangan ente! Inget, urusan nyamuk ama kutu loncat mah emang satu geng dalam urusan darah ma'fu!"

💬 SYARH NYABLAK
USTADZ BCA (BETAWI CENGKARENG ASLI)
- Klik buat buka penjelasan lengkap "Hukum Najis" dari Abi -
Dengerin nih Jemaah...

Kalo kemaren kite udeh belajar tentang ukuran air banyak yang kebal ama najis ama air sedikit yang baperan ama najis, maka sekarang pertanyaannye kapan air jadi najis...?

1. Kapan Air Jadi Najis?

Nah, ini nyang sering bikin orang bingung.

  • Air Sedikit: Biar kata airnya keliatan bening, baunya wangi, tapi kalau kejatuhan najis (biarpun cuma secuil tahi cecak), itu air otomatis jadi Mutanajis. Kagak boleh dipake wudhu, kagak boleh dipake mandi wajib. Titik. Kagak pake tapi-tapian!
  • Air Banyak: Kalau airnya banyak (Dua Kullah ke atas), dia lebih kuat. Kejatuhan najis secuil kagak langsung jadi najis, kecuali kalau warna, rasa, atau baunya berubah.
NAJIS MA'FU: NAJIS NYANG "DIMAKLUMIN" SAMA SYARA'

Allah SWT Tuhan alam ini Maha Baik, kagak mau bikin kite ribet. Ada beberapa najis nyang saking susahnya dihindarin, akhirnya dimaafkan alias Ma'fu. Apa aje?

  • ● Bangkai Kagak Berdarah: Kayak lalat nyang nyemplung ke kopi ente. Kagak usah panik, kopinya kagak jadi najis karena lalat kagak punya darah nyang ngalir.
  • ● Najis "Ghaib": Najis nyang kecilnya minta ampun ampe mata normal kagak bisa liat. Misal lalat abis nangkring di kotoran basah, terus hinggap di air sedikit. Itu dimaafin, Tong!

Nah, kalimat terakhir di atas itu nyambung ama hasil diskusi kite bareng pakar kitab kuning, Tong!. Kite bedah pelan-pelan:

📜 IBAROT KITAB & DISKUSI TAHQIQ:

وَنَجَسٌ لَا يُدْرِكُهُ طَرْفٌ مُعْتَدِلٌ حَيْثُ لَمْ يَحْصُلْ بِفِعْلِهِ وَلَوْ مِنْ مُغَلَّظٍ

"...dan najis yang tidak kasat mata (tidak terdeteksi oleh pandangan mata normal), dengan catatan najis tersebut ada bukan karena hasil perbuatannya (tidak disengaja), meskipun najis itu berasal dari najis mughalladhah."

Bagian ini penting banget, Jemaah! Kite pretelin per kata biar pas artinye menurut diskusi kite bareng pakar-pakar kitab kuning:

  • 1. وَنَجَسٌ لَا يُدْرِكُهُ طَرْفٌ مُعْتَدِلٌ:
    Artinya najis nyang kagak bisa ditangkep (diliat) ama mata nyang normal. Maksudnye mata kite-kite begini, kagak picek, kagak juga tajem banget kayak mikroskop. Kalo udeh pake mata biasa kaga keliatan, ya udeh dimaafin (ma'fu).
  • 2. حَيْثُ لَمْ يَحْصُلْ بِفِعْلِهِ (Haitsu lam yahshul bi fi'lihi):
    Nah ini dia kuncinya, Jemaah! Ada dua pemahaman keren di sini:

    ● Pemahaman Pertama (Aspek Sengaja): Najis itu dimaafin selama kite kaga ada andil sengaja bikin itu najis nempel. Contoh: Kalo ada darah nyamuk setitik, kite diemin, itu ma'fu. Tapi kalo kite tangkep nyamuknya, kite pencet sengaja di baju, biarpun jadinya cuma setitik nyang kaga keliatan, itu jadi kaga ma'fu karena ada unsur "bi fi'lihi" (perbuatan sengaja kita).

    ● Pemahaman Kedua (Aspek Kondisi Lingkungan): Kondisi di mana najis itu terbawa secara alami oleh alam, misal lewat perantara kaki serangga yang terbang bebas tanpa bisa kita kontrol sama sekali.

📖 BUKA KITAB HALAMAN : 91

Preview Kitab Abi
Digital Archiver : Ahmad Thoufur (Abi Thoufur) Guru MAN 1 Jakarta
« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi