HALAMAN 91
الْقَلِيلُ حُكْمُهُ يَتَنَجَّسُ بِوُقُوْعِ النَّجَاسَةِ الْمُنَجِّسَةِ يَقِيْـنًا فِيْهِ ، وَإِنْ لَمْ يَتَغَيَّرْ ،
Artinya: Air sedikit hukumnya adalah menjadi najis dengan jatuhnya najis yang menajiskan secara yakin di dalamnya, meskipun (airnya) tidak berubah,
لِمَفْهُوْمِ قَوْلِهِ ﷺ : « إِذَا بَلَغَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلْ خَبَثًا » وَفِي رِوَايَةٍ : « نَجَسًا » [ الترمذي ، رقم : : ٦٧ ؛ أبو داود ، رقم : ٦٣ ، ٦٥ ؛ ابن ماجه ، رقم : ٥١٧ ؛ « مسند أحمد » ، رقم : ٤٥٩١ ، ۱۷۳۹ ، ۱۹۴۱ ، ۵۸۲۱ ؛ الدارمي ، رقم : ٧٣١] إِذْ مَفْهُوْمُهُ أَنَّ مَا دُوْنَهُمَا يَحْمِلُ الْخَبَثَ .
Artinya: karena pemahaman dari sabda Nabi ﷺ : "Apabila air mencapai dua kullah maka ia tidak mengandung kotoran", dan dalam satu riwayat: "najis", [HR. Tirmidzi no. 67; Abu Dawud no. 63, 65; Ibnu Majah no. 517; Musnad Ahmad no. 4591, 1739, 1941, 5821; Ad-Darimi no. 731] karena pemahamannya adalah bahwa apa yang kurang dari keduanya (dua kullah) mengandung kotoran.
وَخَرَجَ بِالنَّجَاسَةِ الْمُنَجِّسَةِ النَّجَسُ الْمَعْفُوُّ عَنْهُ ، كَمَيْتَةٍ لَا دَمَ لَهَا سَائِلٌ ،
Artinya: Dan dikecualikan dari najis yang menajiskan adalah najis yang dimaafkan, seperti bangkai yang tidak memiliki darah yang mengalir,
وَنَجَسٌ لَا يُدْرِكُهُ طَرْفٌ مُعْتَدِلٌ حَيْثُ لَمْ يَحْصُلْ بِفِعْلِهِ وَلَوْ مِنْ مُغَلَّظٍ ، كَمَا إِذَا عَفَّ الذُّبَابُ عَلَى نَجِسٍ رَطْبٍ ثُمَّ وَقَعَ فِي مَاءٍ قَلِيْلٍ أَوْ مَائِعِ ، فَإِنَّهُ لَا يَنْجُسُ ، مَعَ أَنَّهُ عَلِقَ فِي رِجْلِهِ نَجاسَةٌ لَا يُدْرِكُهَا الطَّرْفُ ؛
Artinya: sebagaimana jika lalat hinggap di atas najis yang basah kemudian hinggap/jatuh ke dalam air yang sedikit atau benda cair, maka sesungguhnya air tersebut tidak menjadi najis, padahal ada najis yang menempel di kakinya yang tidak kasat mata;
وَمَا عَلَى مَنْفَذِ حَيَوَانٍ طَاهِرٍ غَيْرِ آدَمِيٍّ ، وَرَوْثُ سَمَكٍ لَمْ يُغَيِّرِ الْمَاءَ وَلَمْ يَضَعْهُ فِيْهِ عَبَثًا ،
Artinya: Dan apa yang ada pada lubang (keluar kotoran) hewan yang suci selain manusia, dan kotoran ikan selama tidak mengubah air dan tidak sengaja dimasukkan ke dalamnya sebagai gurauan,
وَمَا يَمَاسُّهُ الْعَسَلُ مِنَ الْكُوَارَةِ الَّتِي تُجْعَلُ مِنْ رَوْثِ نَحْوِ الْبَقَرِ وَجِرَّةِ الْبَعِيْرِ ،
Artinya: dan apa yang bersentuhan dengan madu dari tempat sarang lebah yang dibuat dari kotoran sejenis sapi dan kunyahan unta,
وَأُلْحِقَ بِهِ فَمُ مَا يَجْتَرُّ مِنْ وَلَدِ الْبَقَرِ وَالضَّأْنِ إِذَا الْتَقَمَ أَخْلَافَ أُمِّهِ ، وَفَمُّ صَبِيٍّ تَنَجَّسَ ثُمَّ غَابَ وَاحْتُمِلَ طَهَارَتُهُ كَفَمِ الْهِرَّةِ ، فَإِنَّهُ لَا يُنَجِّسُ الْمَاءَ الْقَلِيْلَ ،
Artinya: dan disamakan dengannya mulut hewan yang memamah biak dari anak sapi dan domba ketika menyusu pada puting induknya, dan mulut bocah kecil yang terkena najis kemudian dia pergi menghilang dan ada kemungkinan mulutnya sudah suci seperti halnya mulut kucing, maka sesungguhnya hal itu tidak menajiskan air yang sedikit,
وَذَرَقُ الطُّيُوْرِ فِي الْمَاءِ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ مِنْ طُيُورِهِ ، وَبَعْرُ فَأَرَةٍ عَمَّ الابْتِلَاءُ بِهِ ، وَبَعْرُ شَاةٍ وَقَعَ فِي اللَّبَنِ حَالَ الْحَلْبِ ،
Artinya: dan kotoran burung di dalam air meskipun bukan dari burung air, dan kotoran tikus yang sudah menjadi cobaan umum (sulit dihindari), dan kotoran kambing yang jatuh ke dalam susu saat diperas,
وَمَا يَبْقَى فِي نَحْوِ الْكَرِشِ مِمَّا يَشُقُّ تَنْقِيَتُهُ ، وَالْقَلِيلُ مِنْ دُخَانِ النَّجَاسَةِ وَلَوْ مِنْ مُغَلَّظٍ ، وَهُوَ الْمُتَصَاعِدُ مِنْهَا بِوَاسِطَةِ نَارٍ ،
Artinya: dan apa yang tersisa di dalam sejenis jeroan yang sulit dibersihkan, dan sedikit dari asap najis meskipun dari (najis) mughalladhah, yaitu asap yang naik dari najis dengan perantara api,
وَالْيَسِيرُ مِنَ الشَّعْرِ الْمُنْفَصِلِ مِنْ غَيْرِ مَأْكُوْلٍ غَيْرِ مُغَلَّظٍ ، وَالْكَثِيْرُ مِنْهُ مِنْ مَرْكُوْبِ وَقِصَاصِ ،
Artinya: dan sedikit dari bulu yang terpisah dari hewan yang tidak boleh dimakan selain mughalladhah, dan banyak dari bulu hewan tunggangan dan hewan yang dicukur,
وَالدَّمُ الْبَاقِي عَلَى اللَّحْمِ وَالْعَظْمِ الَّذِي لَمْ يَخْتَلِطْ بِشَيْءٍ ، كَمَا لَوْ ذُبِحَتْ شَاةٌ وَقُطِعَ لَحْمُهَا وَبَقِيَ عَلَيْهِ أَثَرُ الدَّمِ ،
Artinya: dan darah yang tersisa pada daging dan tulang yang tidak bercampur dengan sesuatu, sebagaimana jika disembelih seekor kambing dan dipotong dagingnya lalu tersisa padanya bekas darah,
بِخِلَافِ مَا لَوْ اخْتَلَطَ بِغَيْرِهِ ، كَمَا يُفْعَلُ فِي الْبَقَرِ الَّتِي تُذْبَحُ فِي الْمَحَلِّ الْمُعَدِّ لِذَبْحِهَا الآنَ مِنْ صَبِّ الْمَاءِ عَلَيْهَا لِإِزَالَةِ الدَّمِ عَنْهَا فَإِنَّ الْبَاقِي مِنَ الدَّمِ عَلَى اللَّحْمِ بَعْدَ صَبِّ الْمَاءِ لَا يُعْفَىٰ عَنْهُ وَإِنْ قَلَّ ، لِاخْتِلَاطِهِ بِأَجْنَبِيٍّ ، فَلْيُتَنَبَّهْ لَهُ
Artinya: berbeda halnya jika bercampur dengan yang lain, sebagaimana yang dilakukan pada sapi yang disembelih di tempat penjagalan sekarang berupa penyiraman air padanya untuk menghilangkan darah darinya, maka sesungguhnya sisa darah pada daging setelah penyiraman air itu tidak dimaafkan meskipun sedikit, karena bercampur dengan benda asing, maka perhatikanlah hal itu.
وَالضَّابِطُ فِي جَمِيعِ ذَلِكَ أَنَّ الْعَفْوَ مَنُوْطٌ بِمَا يَشُقُّ الاحْتِرَازُ عَنْهُ غَالِبًا ،
Artinya: Dan kaidah umum dalam semua itu adalah bahwa pemaafan (ma'fu) itu tergantung pada apa yang umumnya sulit untuk dihindari,
وَالْمُعْتَمَدُ أَنَّهُ لَا يُعْفَى عَنْ دَمِ الْبَرَاغِيْثِ وَالْقَمْلِ وَنَحْوِهِ بِالنِّسْبَةِ لِلْمَائِعِ وَالْمَاءِ الْقَلِيْلِ وَإِنْ قَلَّ الدَّمُ ، دُونَ الْمَاءِ الْكَثِيرِ ،
Artinya: dan pendapat yang kuat (mu'tamad) adalah bahwa tidak dimaafkan darah kutu loncat (baraghits), kutu rambut, dan sejenisnya jika dibandingkan dengan benda cair dan air sedikit meskipun darahnya sedikit, bukan pada air yang banyak,
وَلَوْ قَتَلَ قَمْلًا أَوْ بَرَاغِيْثَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ فَإِنْ كَانَ الدَّمُ الْحَاصِلُ كَثِيرًا لَمْ يُعْفَ عَنْهُ ، أَوْ قَلِيْلًا عُفِيَ عَنْهُ عَلَى الْأَصَحَِّ
Artinya: dan jika ia membunuh kutu rambut atau kutu loncat di antara jari-jarinya. Maka jika darah yang dihasilkan itu banyak, tidak dimaafkan, atau jika sedikit maka dimaafkan menurut pendapat yang paling shahih.
هَذَا ، وَخَرَجَ بِدُخَانِ النَّجَاسَةِ بُخَارُهَا ، وَهُوَ الْمُتَصَاعِدُ مِنْهَا لَا بِوَاسِطَةِ نَارٍ ، فَهُوَ طَاهِرٌ ،
Artinya: Demikianlah, and dikecualikan dari asap najis adalah uap najis, yaitu yang membumbung darinya bukan dengan perantara api, maka ia adalah suci.
وَمِنْهُ الرِّيْحُ الْخَارِجُ مِنَ الْكُتُفِ أَوْ مِنَ الدُّبُرِ ، فَهُوَ طَاهِرٌ ، فَلَوْ مَلأَ مِنْهُ قُرْبَةً وَحَمَلَهَا عَلَى ظَهْرِهِ وَصَلَّى بِهَا صَحَّتْ صَلَاتُهُ
Artinya: Termasuk darinya adalah angin yang keluar dari lambung (sendawa) atau dari dubur (kentut), maka ia adalah suci. Maka seandainya seseorang mengisi kantong kulit dengan angin tersebut dan memikulnya di punggungnya lalu ia shalat, maka shalatnya sah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar