BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

Serial Abul Anbiyaa #21 | Mengejar Jejak dalam Kegelapan: Ibrahim Menjemput Kembali Hati yang Terluka

Thumbnail BABA Blog

بِسْمِ اللهِ الرَّحمْنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُم ْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Abi Ahmad Thoufur

Disajikan oleh : Abi Ahmad Thoufur

(Ustadz Betawi Nyablak Asli Cengkareng)

🏛️ COCOLAN SAMBEL BABA 🏛️

✍️ Muqoddimah ala Ustadz Betawi Nyablak

Pripun kabar sedulur-sedulur semua, Jama'ah MAN 1 Jakarta dan para pecinta ilmu di manapun berada? Semoga hari ini iman kian kokoh, dan adab tetap jadi pegangan. Kita lanjut lagi belajar dari kehidupan Sang Kekasih Allah, Ibrahim AS.

Kali ini kita masuk pada ujian kesabaran yang luar biasa. Bagaimana seorang hamba yang taat harus belajar tentang kasih sayang universal. Saat keyakinan diuji oleh perbedaan, Ibrahim AS diingatkan oleh wahyu-Nya bahwa rahmat Tuhan melampaui batas-batas yang kita tentukan. Mari kita telusuri bagaimana Ibrahim mengejar kembali jejak sang tamu demi meraih ridha-Nya.

📖 مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ

Karya : Abdul Hamid Judah As-Sahhar

✦ ✧ ✦

أَبُو الْأَنْبِيَاءِ

Bapak Para Nabi ﴿

✧ ✦ ✧

Mengejar Jejak dalam Kegelapan:
Ibrahim Menjemput Kembali Hati yang Terluka

Yuk, baca naskah aslinye. Nyang baca harus fokus, nyang ngebatin harus khusyuk!
ABUL ANBIYA
Abdul Hamid Judah As-Sahhar

Mengejar Jejak dalam Kegelapan: Ibrahim Menjemput Kembali Hati yang Terluka

Setelah mengusir musafir karena perbedaan keyakinan, Ibrahim dilanda gelisah hingga ia berlari menembus gelapnya malam. Ia tidak lagi peduli pada perbedaan keyakinan, melainkan pada kewajiban seorang hamba untuk memuliakan sesama manusia.

تَقَاطَرَ النَّاسُ مِنَ الْقَوَافِلِ الْقَادِمَةِ إِلَى حَارَانَ عَلَى خِيَامِ إِبْرَاهِيمَ ، فَكَانَ إِبْرَاهِيمُ وَعَبِيدُهُ يُقَدِّمُونَ لَهُمُ الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ . وَدَارَتِ الْأَحَادِيثُ عَنِ الْبِلَادِ الَّتِي وَفَدُوا مِنْهَا فَرَاحَ كُلُّ مِنْهُمْ يَرْوِي عَجَائِبَ مَا شَاهَدَهُ فِي تِلْكَ الْبِلَادِ ، قَالَ أَحَدُهُمْ :
Orang-orang dari kafilah yang datang ke Haran berbondong-bondong menuju kemah-kemah Ibrahim, dan Ibrahim serta hamba-hambanya menyuguhkan makanan dan minuman kepada mereka. Percakapan pun berputar mengenai negeri-negeri asal mereka, dan masing-masing mulai menceritakan keajaiban yang mereka saksikan di negeri-negeri tersebut, salah satu dari mereka berkata:
— إِنِّي قَادِمٌ مِنْ وَادِي النِّيلِ ، مِنْ بِلَادِ الْعَجَائِبِ : الْأَهْرَامِ وَأَبِي الْهَوْلِ وَالْمَسَلَّاتِ وَالْمَعَابِدِ ، إِنَّ الْمَسَلَّاتِ فِي وَادِي النِّيلِ شَامِخَةٌ كَأَبْرَاجِ الْمَعَابِدِ فِي بَابِلَ .
— Aku datang dari Lembah Nil, dari negeri keajaiban: Piramida, Sphinx, obelisk, dan kuil-kuil. Sesungguhnya obelisk di Lembah Nil menjulang tinggi seperti menara kuil-kuil di Babil.
فَقَالَ آخَرُ :
Orang lain berkata:
— أَلَهَا عَلَاقَةٌ بِالدِّينِ ؟
— Apakah itu ada hubungannya dengan agama?
— إِنَّهَا تَخْلِيدٌ لِعَظَمَةِ الْإِنْسَانِ ، أَمَّا آلِهَةُ الْمِصْرِيِّينَ فَلَهُمْ مَعَابِدُ هَائِلَةٌ تَفُوقُ مَعَابِدَ مَرْدُوخَ .
— Itu adalah pengabadian keagungan manusia, adapun tuhan-tuhan orang Mesir, mereka memiliki kuil-kuil raksasa yang melampaui kuil Marduk.
— مَاذَا يَعْبُدُ الْمِصْرِيُّونَ ؟
— Apa yang disembah orang-orang Mesir?
— يَعْبُدُونَ آلِهَةً كَثِيرَةً ، وَيَجْتَمِعُ آلِهَتُهُمْ فِي مَجْمَعِهِمْ كَمَا يَجْتَمِعُ آلِهَةُ بَابِلَ فِي مَجْمَعِهِمْ يَتَشَاوَرُونَ وَيَتَّخِذُونَ قَرَارَاتِهِمُ الَّتِي تُصْبِحُ مَشِيئَةً سَارِيَةً فِي الْأَرْضِ أَوْ فِي السَّمَاءِ .
— Mereka menyembah banyak tuhan, dan tuhan-tuhan mereka berkumpul di majelis mereka sebagaimana tuhan-tuhan Babil berkumpul di majelis mereka, bermusyawarah dan mengambil keputusan-keputusan yang menjadi kehendak yang berlaku di bumi atau di langit.
— أَيَعْبُدُونَ مَرْدُوخَ وَنَانَا وَشَمَاشَ وَآلِهَتَنَا الْأُخْرَى ؟
— Apakah mereka menyembah Marduk, Nana, Shamash, dan tuhan-tuhan kita yang lain?
— كَلَّا ، بَلْ يَعْبُدُونَ رَعَ إِلَهَ الشَّمْسِ وَأُزْرِيسَ وَآلِهَةً أُخْرَى كَثِيرَةً .
— Tidak, melainkan mereka menyembah Ra, dewa matahari, Osiris, dan banyak tuhan-tuhan lainnya.
— أَوَ يَخْتَلِفُ رَعُ عَنْ شَمَاشَ ؟
— Apakah Ra berbeda dengan Shamash?
— إِنَّ آلِهَةَ الْمِصْرِيِّينَ يَحُلُّونَ فِي الْحَيَوَانِ ، لِذَلِكَ يُقَدِّسُ الْمِصْرِيُّونَ الْبَقَرَ وَالتِّمْسَاحَ وَالصَّقْرَ ، وَيَرْمُزُونَ إِلَى رَعَ بِقُرْصِ الشَّمْسِ بَيْنَ جَنَاحَيِ الصَّقْرِ .
— Sesungguhnya tuhan-tuhan orang Mesir bersemayam di dalam hewan, karena itulah orang Mesir mengkuduskan sapi, buaya, dan elang, dan mereka menyimbolkan Ra dengan cakram matahari di antara kedua sayap elang.
— وَأُزْرِيسَ ؟
— Dan Osiris?
— إِنَّهُ إِلَهُ الْعَالَمِ السُّفْلِيِّ .. إِلَهُ الْمَوْتَى . كَانَ أُزْرِيسُ كَسَائِرِ الْآلِهَةِ حَاكِمًا فِي الْأَرْضِ قَبْلَ أَنْ يَرْفَعَ إِلَى مَمْلَكَتِهِ فِي السَّمَاءِ . إِنَّهُ هُوَ الَّذِي عَلَّمَ سُكَّانَ مِصْرَ الزِّرَاعَةَ وَالْكِتَابَةَ وَحِيَاكَةَ الثِّيَابِ وَالنَّظَرَ فِي النُّجُومِ وَالْحِسَابِ ، وَهُوَ الَّذِي سَنَّ لَهُمُ الْقَوَانِينَ .
— Dia adalah tuhan dunia bawah.. tuhan orang mati. Osiris dulunya seperti tuhan-tuhan lainnya, seorang penguasa di bumi sebelum dia diangkat ke kerajaannya di langit. Dialah yang mengajari penduduk Mesir pertanian, tulis-menulis, menenun pakaian, memperhatikan bintang-bintang, dan berhitung, serta dialah yang menetapkan hukum-hukum untuk mereka.
وَنَظَرَ رَجُلٌ إِلَى الْمُتَحَدِّثِينَ وَقَالَ :
Dan seorang pria memandang para pembicara dan berkata:
— هَذَا شَيْءٌ عَجِيبٌ ، فَقَدْ نَزَلْتُ فِي أَثْنَاءِ مُرُورِي بِالْحِجَازِ بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ لِأَسْتَرِيحَ ، فَقَابَلْتُ هُنَاكَ رَجُلًا عَرَفْتُ أَنَّهُ مِنَ الصَّابِئَةِ قَالَ لِي إِنَّهُ كَانَ فِي ذَلِكَ الْوَادِي بَيْتٌ مُقَدَّسٌ بَنَاهُ إِدْرِيسُ لِلْعِبَادَةِ ، وَأَنَّ الطُّوفَانَ أَتَى عَلَى ذَلِكَ الْبَيْتِ فِيمَا أَتَى عَلَيْهِ . وَسَأَلْتُهُ عَمَّنْ يَكُونُ إِدْرِيسُ هَذَا فَقَالَ لِي إِنَّهُ أَوَّلُ مَنْ خَطَّ بِالْقَلَمِ ، وَأَوَّلُ مَنْ خَاطَ الثِّيَابَ وَلَبِسَ الْمُخِيطَ ، وَأَوَّلُ مَنْ عَلَّمَ النَّاسَ الزِّرَاعَةَ ، وَأَوَّلُ مَنْ نَظَرَ فِي عِلْمِ النُّجُومِ وَالْحِسَابِ ، وَأَنَّهُ جَاءَ بِالْقَوَانِينِ مِنَ السَّمَاءِ ، ثُمَّ رُفِعَ إِلَى السَّمَاءِ بَعْدَ أَنْ مَاتَ .
— Ini adalah hal yang aneh, saat aku melewati Hijaz, aku singgah di sebuah lembah yang tidak ada tanamannya untuk beristirahat. Aku bertemu di sana dengan seorang pria yang kuketahui dari kaum Shabi'ah, dia memberitahuku bahwa di lembah itu dulunya ada sebuah rumah suci yang dibangun oleh Idris untuk beribadah, dan bahwa air bah telah menghancurkan rumah itu sebagaimana menghancurkan segala sesuatu di sekitarnya. Aku bertanya kepadanya siapakah Idris ini, maka dia berkata kepadaku bahwa dia adalah orang pertama yang menulis dengan pena, orang pertama yang menjahit pakaian dan memakai pakaian yang dijahit, orang pertama yang mengajari manusia pertanian, orang pertama yang memperhatikan ilmu perbintangan dan berhitung, dan bahwa dia datang membawa hukum-hukum dari langit, kemudian dia diangkat ke langit setelah dia wafat.
وَقَالَ قَائِلٌ :
Dan seseorang berkata:
— قَدْ يَكُونُ أُزْرِيسُ هُوَ إِدْرِيسَ هَذَا .
— Mungkin Osiris adalah Idris ini.
— إِنَّهَا أَسَاطِيرُ تَنْسُجُهَا خَيَالَاتُ النَّاسِ وَيَسْتَغِلُّهَا الْكِهَّانُ .
— Itu hanyalah mitos-mitos yang ditenun oleh imajinasi manusia dan dimanfaatkan oleh para pendeta.
— لَا يُمْكِنُ أَنْ يُنْسَجَ شَيْءٌ مِنْ لَا شَيْءٍ ، لَا بُدَّ أَنْ يَكُونَ لِهَذِهِ الْأَسَاطِيرِ أَصْلٌ مِنَ الْأُصُولِ .
— Sesuatu tidak mungkin ditenun dari ketiadaan, pasti mitos-mitos ini memiliki asal-usul.
وَدَنَا إِبْرَاهِيمُ مِنَ الْقَوْمِ وَكَانَ يَطْمَعُ أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ خَالِقِ كُلِّ شَيْءٍ ، فَهُمْ عَلَى عِلْمٍ وَسَّعَتِ الرِّحْلَاتُ مَدَارِكَهُمْ ، وَلَابُدَّ أَنْ تَكُونَ مَمْلَكَةُ اللَّهِ الَّتِي سَاحُوا فِيهَا قَدْ فَتَحَتْ أَعْيُنَ بَصَائِرِهِمْ عَلَى وَحْدَةِ الْخَالِقِ فَقَالَ :
Ibrahim mendekati kaum tersebut, dan dia berharap mereka beriman kepada Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa, Pencipta segala sesuatu. Mereka adalah orang-orang yang berilmu, perjalanan telah memperluas wawasan mereka, dan tentulah kerajaan Allah yang mereka jelajahi telah membuka mata batin mereka akan keesaan Sang Pencipta, maka dia berkata:
— إِدْرِيسُ كَانَ صَدِيقًا نَبِيًّا أَرْسَلَهُ اللَّهُ لِهِدَايَةِ النَّاسِ .
— Idris adalah seorang shiddiq dan nabi yang diutus Allah untuk memberi petunjuk kepada manusia.
فَنَظَرَ الْقَوْمُ إِلَى إِبْرَاهِيمَ فِي دَهَشٍ وَقَالَ أَحَدُهُمْ :
Maka kaum tersebut memandang Ibrahim dengan takjub dan salah seorang dari mereka berkata:
— أَيُّ إِلَهٍ مِنَ الْآلِهَةِ ؟
— Tuhan yang mana dari tuhan-tuhan itu?
— اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ .
— Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri.
— أَجَعَلْتَ الْآلِهَةَ إِلَهًا وَاحِدًا ؟
— Apakah kamu menjadikan tuhan-tuhan itu menjadi tuhan yang satu?
— وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا إِلَهٌ وَاحِدٌ .
— Dan tidak ada tuhan selain Tuhan yang satu.
— أَيْنَمَا ذَهَبْنَا وَجَدْنَا النَّاسَ يَعْبُدُونَ آلِهَةً كَثِيرَةً . الْكَوَاكِبَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالْبَقَرَ وَالتِّمْسَاحَ ؛ فَكَيْفَ تَدْعُونَا إِلَى إِلَهٍ وَاحِدٍ ؟
— Ke mana pun kami pergi, kami menemukan orang-orang menyembah banyak tuhan. Bintang-bintang, matahari, bulan, sapi, dan buaya; maka bagaimana kamu mengajak kami kepada tuhan yang satu?
— مَنْ إِلَهُ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ أَفَلَا تَسْمَعُونَ ؟ مَنْ إِلَهُ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ أَفَلَا تُبْصِرُونَ ؟
— Tuhan siapakah selain Allah yang mendatangkan cahaya kepada kalian, apakah kalian tidak mendengar? Tuhan siapakah selain Allah yang mendatangkan malam kepada kalian untuk beristirahat di dalamnya, apakah kalian tidak melihat?
— يَقُولُ الْمِصْرِيُّونَ إِنَّ رَعَ إِلَهَ الشَّمْسِ إِذَا فَتَحَ عَيْنَيْهِ يَأْتِينَا بِالضِّيَاءِ ، وَإِذَا أَغْمَضَ عَيْنَيْهِ يَأْتِينَا بِاللَّيْلِ .
— Orang-orang Mesir mengatakan bahwa Ra, dewa matahari, jika dia membuka kedua matanya, dia mendatangkan cahaya kepada kita, dan jika dia memejamkan kedua matanya, dia mendatangkan malam kepada kita.
— هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ؟ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سَخَّرَ لَكُمُ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ ، الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ . يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلَا تَتَّقُونَ ؟
— Adakah pencipta selain Allah yang memberi rezeki kepada kalian dari langit dan bumi? Tidak ada tuhan selain Dia, yang menundukkan matahari, bulan, dan bintang-bintang bagi kalian, Dia yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak ada tuhan selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan. Wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagi kalian selain Dia, apakah kalian tidak bertakwa?
— أَنْتَ رَجُلٌ صَالِحٌ يَا إِبْرَاهِيمُ وَلَكِنْ مَالِكَ وَهَذَا ؟
— Kamu adalah orang yang shalih wahai Ibrahim, tetapi apa urusanmu dengan ini?
— إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ .
— Sesungguhnya aku adalah utusan yang terpercaya bagi kalian.
فَقَالَ الْقَادِمُ مِنَ الْحِجَازِ :
Maka orang yang datang dari Hijaz berkata:
— كَإِدْرِيسَ ؟
— Seperti Idris?
— يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ قَبْلَ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خِلَالٌ ، يَوْمٌ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ، يَا قَوْمِ لَا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ .
— Wahai kaumku, sembahlah Allah sebelum datang suatu hari di mana tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan, hari di mana harta dan anak-anak tidak bermanfaat, wahai kaumku, janganlah kalian menyembah selain Allah, sesungguhnya aku takut akan menimpa kalian azab hari yang dahsyat.
— وَمَتَى هَذَا الْيَوْمُ ؟
— Dan kapan hari ini?
— يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ ، يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَوْمَ يَحْكُمُ اللَّهُ بَيْنَكُمْ لِيَجْزِيَ كُلَّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ ، إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ .
— Hari ketika manusia berdiri di hadapan Rabb semesta alam, hari kiamat, hari ketika Allah menghakimi di antara kalian untuk membalas setiap jiwa atas apa yang telah ia perbuat, sesungguhnya Allah Maha Cepat perhitungan-Nya.
فَقَالَ الْقَادِمُ مِنْ مِصْرَ :
Maka orang yang datang dari Mesir berkata:
— أَيُحَاكِمُنَا اللَّهُ بَعْدَ الْمَوْتِ كَمَا يُحَاكِمُ أُزْرِيسُ الْمَوْتَى عَلَى أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَالَمِ السُّفْلِيِّ ؟ أَلَهُ مِيزَانٌ كَمِيزَانِ أُزْرِيسَ يَزِنُ بِهِ أَعْمَالَ الْبَشَرِ ؟
— Apakah Allah akan menghakimi kita setelah mati sebagaimana Osiris menghakimi orang mati atas perbuatan-perbuatan mereka di dunia bawah? Apakah Dia memiliki timbangan seperti timbangan Osiris yang digunakan untuk menimbang perbuatan manusia?
وَقَالَ الْقَادِمُ مِنَ الْحِجَازِ :
Dan orang yang datang dari Hijaz berkata:
— هَلْ دَعَا إِدْرِيسُ قَوْمَهُ إِلَى عِبَادَةِ اللَّهِ وَحَدَّثَهُمْ عَنْ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ؟ هَلْ قَالَ لَهُمُ إِنَّ اللَّهَ سَيُحَاسِبُهُمْ عَلَى أَعْمَالِهِمْ فِي الدُّنْيَا ؟
— Apakah Idris mengajak kaumnya kepada penyembahan Allah dan menceritakan kepada mereka tentang hari kiamat? Apakah dia mengatakan kepada mereka bahwa Allah akan menghisab mereka atas perbuatan-perbuatan mereka di dunia?
— فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ فَلَا أَنْسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَتَسَاءَلُونَ . فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ، وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فِي جَهَنَّمَ خَالِدُونَ ، تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ النَّارُ وَهُمْ فِيهَا كَالِحُونَ . إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ أَنَّ لَهُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ لِيَفْتَدُوا بِهِ مِنْ عَذَابِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَا تَقَبَّلَ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ . يُرِيدُونَ أَنْ يَخْرُجُوا مِنَ النَّارِ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنْهَا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ . إِنَّ اللَّهَ لَا يُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ .
— Maka apabila sangkakala ditiup, tidak ada lagi nasab di antara mereka pada hari itu dan tidak pula mereka saling bertanya. Barangsiapa yang berat timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung, dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri di dalam neraka jahanam mereka kekal. Api akan membakar wajah-wajah mereka dan mereka di dalamnya dalam keadaan muram. Sesungguhnya orang-orang yang kafir, sekiranya mereka mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan ditambah sebanyak itu lagi untuk menebus diri mereka dari azab hari kiamat, niscaya tidak akan diterima dari mereka dan bagi mereka azab yang pedih. Mereka ingin keluar dari neraka dan sekali-kali tidak dapat keluar darinya dan bagi mereka azab yang kekal. Sesungguhnya Allah tidak mengutus para utusan melainkan sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.
وَقَالَ الْقَادِمُ مِنَ الْحِجَازِ :
Dan orang yang datang dari Hijaz berkata:
— آمَنْتُ بِاللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ، آمَنْتُ بِرَبِّ إِدْرِيسَ وَرَبِّ إِبْرَاهِيمَ .
— Aku beriman kepada Allah, Rabb semesta alam, aku beriman kepada Rabb Idris dan Rabb Ibrahim.
فَقَالَ الْقَادِمُ مِنْ مِصْرَ :
Maka orang yang datang dari Mesir berkata:
— أَتُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاءُ ؟ أَتُصَدِّقُ أَنَّ النَّاسَ يَبْعَثُونَ بَعْدَ أَنْ يَكُونُوا عِظَامًا ؟ إِنَّ مَا يَقُولُهُ هَذَا الْكَهَنَةُ الْمِصْرِيُّونَ مِنْ قَبْلُ ، فَأُزْرِيسُ يُقِيمُ الْمَوَازِينَ لِلنَّاسِ ، وَاللَّهُ إِبْرَاهِيمُ يُقِيمُ الْمَوَازِينَ لِلنَّاسِ .
— Apakah kamu beriman sebagaimana orang-orang bodoh beriman? Apakah kamu mempercayai bahwa manusia dibangkitkan setelah mereka menjadi tulang belulang? Sesungguhnya apa yang dikatakannya ini sudah dikatakan oleh para pendeta Mesir sebelumnya, Osiris mendirikan timbangan bagi manusia, dan Tuhannya Ibrahim mendirikan timbangan bagi manusia.
فَقَالَ الْقَادِمُ مِنَ الْحِجَازِ :
Dan orang yang datang dari Hijaz berkata:
— إِنَّ مَا جَاءَ بِهِ الرُّسُلُ مِنْ رَبِّهِمْ هُوَ الْحَقُّ ، فَلَمَّا طَالَ عَلَى النَّاسِ الْأَمَدُ ، قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَنَسَخُوا حَوْلَ ذَلِكَ الْحَقِّ الْأَسَاطِيرَ ، وَمَا عَقِيدَةُ أُزْرِيسَ إِلَّا مَا تَبَقَّى مِنْ دَعْوَةِ إِدْرِيسَ : الْبَعْثُ وَخُلُودُ الرُّوحِ .
— Sesungguhnya apa yang dibawa oleh para rasul dari Tuhan mereka adalah kebenaran, namun ketika masa berlalu begitu lama bagi manusia, hati mereka menjadi keras dan mereka menenun mitos di sekitar kebenaran itu, dan keyakinan Osiris hanyalah apa yang tersisa dari dakwah Idris: kebangkitan dan keabadian ruh.
وَقَالَ الْقَادِمُ مِنْ مِصْرَ :
Dan orang yang datang dari Mesir berkata:
— إِنِّي لَا أُصَدِّقُ أَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ بَشَرًا رَسُولًا ، يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِي فِي الْأَسْوَاقِ .
— Aku tidak percaya bahwa Allah mengutus manusia sebagai rasul, yang makan makanan dan berjalan di pasar-pasar.
— إِنَّمَا يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ .
— Sesungguhnya hanyalah diwahyukan kepadaku bahwa tuhan kalian adalah Tuhan yang satu.
فَقَالَ الْقَادِمُ مِنْ مِصْرَ وَهُوَ يَقُولُ :
Maka orang yang datang dari Mesir berkata:
— إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا تَدْعُو إِلَيْهِ يَا إِبْرَاهِيمُ .
— Sesungguhnya aku mengingkari apa yang kamu ajak kepadanya wahai Ibrahim.
وَقَالَ الْقَادِمُ مِنَ الْحِجَازِ :
Dan orang yang datang dari Hijaz berkata:
— وَإِنِّي أَسْلَمْتُ وَجْهِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .
— Dan sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah, Rabb semesta alam.
وَقَامَ مَنْ آمَنَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَقَالَ لَهُ :
Dan seseorang yang beriman berdiri menuju Ibrahim dan berkata kepadanya:
— إِنِّي مَا تَنَاوَلْتُ طَعَامًا إِلَّا بِثَمَنٍ .
— Sesungguhnya aku tidak memakan makanan melainkan dengan harga.
فَقَالَ إِبْرَاهِيمُ وَأَشْرَقَ وَجْهُهُ بِابْتِسَامَةٍ رَقِيقَةٍ :
Maka Ibrahim berkata dan wajahnya bersinar dengan senyuman lembut:
— ثَمَنُهُ أَنْ تَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ عَلَى أَوَّلِهِ وَأَنْ تَحْمَدَ اللَّهَ فِي آخِرِهِ .
— Harganya adalah kamu menyebut nama Allah di awalnya dan kamu memuji Allah di akhirnya.
```
فَقَالَ الرَّجُلُ :
Maka lelaki itu berkata:
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِينَ .
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
انْتَشَرَ النَّاسُ فِي الْأَرْضِ وَرَاحَ الرِّجَالُ وَالْعَبِيدُ وَالنِّسَاءُ يَرْعَوْنَ الْأَنْعَامَ وَالْأَغْنَامَ وَيَجْلِبُونَ الْمَاءَ مِنْ بِئْرِ حَارَانَ . وَانْتَهَى إِبْرَاهِيمُ مِنْ عَمَلِهِ ، فَلَمَّا جَنَّ اللَّيْلُ وَقُضِيَتِ الصَّلَاةُ أَوْقَدَ النَّارَ لِيَدْعُوَ النَّاسَ وَأَبْنَاءَ السَّبِيلِ إِلَى طَعَامِهِ . وَكَانَتِ اللَّيْلَةُ حَالِكَةَ الظَّلَامِ وَلَمْ يَكُنْ فِي السَّمَاءِ نَجْمٌ يَتَلَأْلَأُ ، وَكَانَتِ الرِّيحُ تَصْفِرُ وَالْبَرْدُ شَدِيدًا حَتَّى إِنَّ إِبْرَاهِيمَ جَلَسَ أَمَامَ بَابِ خَيْمَتِهِ يَنْظُرُ وَيَخْشَى أَنْ يَمُرَّ اللَّيْلُ دُونَ أَنْ يَفِدَ إِلَيْهِ ضَيْفٌ يُكْرِمُ وِفَادَتَهُ .
Manusia tersebar di bumi dan para lelaki, budak, serta perempuan pergi menggembalakan ternak dan kambing, serta mengambil air dari sumur Haran. Ibrahim menyelesaikan pekerjaannya, ketika malam tiba dan shalat telah ditunaikan, ia menyalakan api untuk mengundang orang-orang dan musafir ke makanannya. Malam itu begitu gelap gulita dan tidak ada bintang yang berkelap-kelip di langit, angin bersiul dan udara sangat dingin hingga Ibrahim duduk di depan pintu kemahnya, melihat-lihat dan khawatir malam akan berlalu tanpa ada tamu yang datang agar ia bisa memuliakan tamunya.
وَلَمَحَ فِي الظَّلَامِ شَيْخًا يَتَقَدَّمُ وَيَتَوَكَّأُ عَلَى عَصًا فَهَرَعَ إِلَيْهِ يَسْتَقْبِلُهُ وَيَقُودُهُ إِلَى خَيْمَتِهِ . كَانَ الشَّيْخُ مُسِنًّا حَنَتِ الْأَيَّامُ ظَهْرَهُ وَخَلَّفَتِ السُّنُونُ فِي صَفْحَةِ وَجْهِهِ أَخَادِيدَ تَنِمُّ عَنْ أَنَّهُ جَاوَزَ التِّسْعِينَ .
Ia melihat di kegelapan seorang lelaki tua berjalan maju dengan bersandar pada tongkat, maka ia bergegas menyambut dan menuntunnya ke kemahnya. Orang tua itu sudah sepuh, hari-hari telah membungkukkan punggungnya dan tahun-tahun telah meninggalkan garis-garis di wajahnya yang menunjukkan bahwa ia telah melewati usia sembilan puluh tahun.
وَبَلَغَا الْخَيْمَةَ وَعَاوَنَ إِبْرَاهِيمُ الرَّجُلَ عَلَى أَنْ يَجْلِسَ وَيَسْتَرِيحَ ، ثُمَّ ذَهَبَ وَعَادَ وَمَعَهُ مَاءٌ لِيَغْسِلَ الرَّجُلُ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ مِنْ وَعْثَاءِ الطَّرِيقِ، وَجَاءَتْ سَارَةُ بِطَعَامٍ وَفِيرٍ وَضَعَتْهُ أَمَامَهُمَا وَرَاحَتْ تَخْدُمُهُمَا بِنَفْسِهَا إِكْرَامًا لِلشَّيْخِ الْمَكْدُودِ.
Mereka sampai di kemah dan Ibrahim membantu lelaki itu untuk duduk dan beristirahat, kemudian ia pergi dan kembali membawa air agar lelaki itu bisa membasuh wajah, tangan, dan kakinya dari kelelahan perjalanan. Sarah datang dengan makanan yang melimpah, meletakkannya di depan mereka, dan melayani mereka sendiri sebagai penghormatan bagi lelaki tua yang lelah itu.
وَمَدَّ الشَّيْخُ يَدَهُ إِلَى الطَّعَامِ دُونَ أَنْ يَنْبِسَ بِكَلِمَةٍ فَقَالَ لَهُ إِبْرَاهِيمُ :
Lelaki tua itu mengulurkan tangannya ke arah makanan tanpa mengucapkan sepatah kata pun, maka Ibrahim berkata kepadanya:
— هَلَّا ذَكَرْتَ اسْمَ اللهِ ؟
— Tidakkah engkau menyebut nama Allah?
فَنَظَرَتِ الشَّيْخُ إِلَى إِبْرَاهِيمَ فِي دَهَشٍ وَقَالَ :
Lelaki tua itu memandang Ibrahim dengan terkejut dan berkata:
— اسْمُ اللهِ ؟
— Nama Allah?
فَقَالَ إِبْرَاهِيمُ :
Ibrahim berkata:
— قُلْ بِسْمِ اللهِ قَبْلَ أَنْ تَأْكُلَ .
— Ucapkanlah bismillah sebelum engkau makan.
— اللهُ ؟ وَمَنْ هُوَ اللهُ ؟
— Allah? Dan siapakah Allah itu?
— رَبِّي وَرَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا .
— Tuhanku dan Tuhan langit serta bumi dan apa yang ada di antara keduanya.
— لَيْسَ لِي رَبٌّ اسْمُهُ اللهُ .
— Aku tidak punya Tuhan yang namanya Allah.
— وَمَا تَعْبُدُ ؟
— Dan apa yang engkau sembah?
— أَعْبُدُ النَّارَ .
— Aku menyembah api.
— وَلِمَاذَا لَا تَعْبُدُ اللهَ رَبَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ؟
— Dan mengapa engkau tidak menyembah Allah Tuhan langit dan bumi?
— لِأَنِّي لَا أَعْرِفُ إِلَهًا غَيْرَ النَّارِ .
— Karena aku tidak mengenal Tuhan selain api.
— أَتَعْبُدُ إِلَهًا يَطْفِئُهُ الْمَاءُ ؟ إِنَّ الْمَاءَ أَوْلَى بِعِبَادَتِكَ مِنَ النَّارِ .
— Apakah engkau menyembah Tuhan yang dipadamkan oleh air? Sesungguhnya air lebih layak untuk engkau sembah daripada api.
— لَا ، إِنَّ الْمَاءَ لَا يُحْرِقُنِي وَلَكِنَّ النَّارَ تُحْرِقُنِي ، إِنِّي أَعْبُدُ مَنْ يَقْدِرُ عَلَى إِحْرَاقِ .. عَلَى تَعْذِيبِي .
— Tidak, sesungguhnya air tidak membakarku tetapi api membakarku, sesungguhnya aku menyembah siapa yang mampu membakar... (dan) menyiksaku.
— إِنَّ اللهَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُحْرِقَكَ بِالنَّارِ .
— Sesungguhnya Allah mampu untuk membakarmu dengan api.
وَمَدَّ الشَّيْخُ يَدَهُ إِلَى النَّارِ الَّتِي تَتَرَاقَصُ أَمَامَ الْخَيْمَةِ فَأَحَسَّ حَرَارَتَهَا فَقَالَ :
Lelaki tua itu mengulurkan tangannya ke arah api yang menari-nari di depan kemah, lalu ia merasakan panasnya dan berkata:
— إِنِّي أَسْتَطِيعُ أَنْ أَلْمَسَ حَرَّ هَذِهِ النَّارِ ، أَمَّا اللهُ الَّذِي تَدْعُونِي إِلَيْهِ فَإِنِّي لَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَلْمَسَ نَارَهُ :
— Sesungguhnya aku bisa menyentuh panasnya api ini, adapun Allah yang engkau serukan kepadaku, sesungguhnya aku tidak bisa menyentuh apinya:
وَمَدَّ يَدَهُ خَارِجَ الْخَيْمَةِ فَإِذَا الْهَوَاءُ بَارِدٌ فَقَالَ :
Ia mengulurkan tangannya ke luar kemah dan ternyata udara dingin, maka ia berkata:
— لَا ، لَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أُؤْمِنَ بِنَارٍ لَا أُحِسُّ حَرَّهَا :
— Tidak, aku tidak bisa beriman pada api yang tidak kurasakan panasnya:
ثُمَّ الْتَفَتَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَقَالَ :
Kemudian ia berpaling kepada Ibrahim dan berkata:
— إِلَهِي تَتَأَجَّجُ رُوحُهُ أَمَامَ عَيْنِي . أَمَّا إِلَهُكَ فَإِنِّي لَا أَرَاهُ ، إِنِّي لَا أُؤْمِنُ إِلَّا بِمَا أَرَاهُ وَأَحَسُّهُ .
— Tuhanku berkobar rohnya di depan mataku. Adapun Tuhanmu sesungguhnya aku tidak melihat-Nya, aku tidak beriman kecuali kepada apa yang kulihat dan kurasakan.
— قُمْ يَا سَيِّدِي لِتَسْجُدَ مَعِي لِلْإِلَهِي .
— Berdirilah wahai tuanku untuk bersujud bersamaku kepada Tuhanku.
وَقَامَ الشَّيْخُ وَسَجَدَ لِلنَّارِ فَثَارَ إِبْرَاهِيمُ وَقَالَ :
Lelaki tua itu berdiri dan bersujud kepada api, maka Ibrahim bangkit dengan marah dan berkata:
— لَا يَسْجُدُ فِي خَيْمَتِي إِلَّا اللهُ . اخْرُجْ .. اخْرُجْ .
— Tidak boleh bersujud di kemahku kecuali kepada Allah. Keluarlah.. keluarlah.
وَقَامَ الشَّيْخُ وَخَرَجَ وَسَارَ حَتَّى أَطْبَقَ عَلَيْهِ الظَّلَامُ ، وَأَطْرَقَ إِبْرَاهِيمُ وَأَحَسَّ أَنَّهُ يُوحَى إِلَيْهِ وَإِذَا بِالْوَحْيِ يَتَّضِحُ فِي صَدْرِهِ :
Lelaki tua itu bangkit dan keluar, berjalan hingga kegelapan menyelimutinya. Ibrahim tertunduk dan merasa mendapatkan wahyu, dan tiba-tiba wahyu itu menjadi jelas di dadanya:
— مَاذَا فَعَلْتَ بِالضَّيْفِ يَا إِبْرَاهِيمُ ؟
— Apa yang telah engkau lakukan terhadap tamu itu, wahai Ibrahim?
— طَرَدْتُهُ لِأَنَّهُ أَبَى أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللهِ عَلَى الطَّعَامِ وَأَبَى أَنْ يُؤْمِنَ بِاللهِ ، وَرَاحَ يَدْعُونِي أَنْ أَسْجُدَ مَعَهُ لِلنَّارِ .
— Aku mengusirnya karena ia enggan menyebut nama Allah atas makanan dan enggan beriman kepada Allah, serta ia malah mengajakku bersujud bersamanya kepada api.
— حَمَلَهُ رَبُّكَ يَا إِبْرَاهِيمُ مِائَةَ سَنَةٍ وَهُوَ يَعْبُدُ النَّارَ مِنْ دُونِهِ وَيَأْبَى أَنْ يَحْمَدَهُ أَوْ يُسَبِّحَ لَهُ أَوْ يَذْكُرَهُ بِخَيْرٍ ، وَأَنْتَ لَمْ تَحْتَمِلْهُ سَاعَةً وَمَا ضَرَّكَ بِشَيْءٍ وَلَا أَسَاءَ إِلَيْكَ !
— Tuhanmu telah menanggungnya wahai Ibrahim selama seratus tahun, sementara ia menyembah api selain Dia dan enggan memuji-Nya, bertasbih kepada-Nya, atau menyebut-Nya dengan kebaikan, sementara engkau tidak bisa menanggungnya walau sesaat, padahal dia tidak membahayakanmu sedikit pun dan tidak berbuat buruk kepadamu!
وَقَامَ إِبْرَاهِيمُ وَقَلْبُهُ يَخْفِقُ مِنْ خَشْيَةِ اللهِ ، وَانْطَلَقَ يَعْدُو فِي أَثَرِ الشَّيْخِ يَنْقُبُ عَنْهُ فِي ظُلْمَةِ اللَّيْلِ وَمَا سَأَلَ أَحَدًا مِنْ رِجَالِهِ أَوْ عَبِيدِهِ أَنْ يَبْحَثَ مَعَهُ عَنْهُ . إِنَّهُ هُوَ الَّذِي طَرَدَهُ وَهُوَ الَّذِي يَنْبَغِي أَنْ يَعْثُرَ عَلَيْهِ .
Ibrahim bangkit dengan hati yang berdebar karena takut kepada Allah, ia melesat berlari mencari jejak lelaki tua itu, mencarinya di kegelapan malam, dan ia tidak meminta seorang pun dari lelaki atau budaknya untuk mencari bersamanya. Dialah yang mengusirnya, dan dialah yang harus menemukannya.
وَبَاتَ إِبْرَاهِيمُ هَائِمًا عَلَى وَجْهِهِ يَخْشَى أَلَّا يَعْثُرَ عَلَى الرَّجُلِ وَيَظَلُّ عِتَابُ رَبِّهِ قَائِمًا ، إِنَّهُ يُرِيدُ أَنْ يُصْلِحَ مَا كَانَ مِنْهُ فِي حَقِّ الشَّيْخِ لِيَسْتَرِيحَ ضَمِيرُهُ . وَوُجِدَ الشَّيْخُ يَتَوَكَّأُ عَلَى عَصَاهُ فِي فَحْمَةِ اللَّيْلِ وَالرِّيَاحِ تَصْفِرُ ، فَهَرَعَ إِلَيْهِ وَعَادَ بِهِ إِلَى خَيْمَتِهِ لِيُكْرِمَهُ وَيُبَالِغَ فِي إِكْرَامِهِ مَرْضَاةَ للهِ .
Ibrahim bermalam dalam keadaan gelisah, khawatir tidak menemukan lelaki itu dan teguran Tuhannya tetap ada. Ia ingin memperbaiki apa yang telah ia perbuat terhadap lelaki tua itu agar hati nuraninya tenang. Lelaki tua itu ditemukan bersandar pada tongkatnya di tengah pekatnya malam dan angin yang bersiul, maka Ibrahim bergegas menghampirinya dan membawanya kembali ke kemahnya untuk memuliakannya dan sangat memuliakannya demi mencari ridha Allah.

💬 SYARH NYABLAK USTADZ BCA
(Betawi Cengkareng Asli)
- Klik buat baca syarah gaya Abi Thoufur untuk episode ini -
Assalaamu'alaikum Sahabat BABA...!!

"Jama'ah BABA nyang dimuliain Allah! Gimane kabarnye, Cing, Nyak, Babe? Masih idup kan? Eh maksud ane, masih sehat kan? Alhamdulillah!

Hari ini kita lanjutin petualangan Nabi Ibrahim عليه السلام nyang luar biasa. Kita bakal liat gimana 'rest area' dakwahnye beliau bukan cuma soal makanan, tapi soal nyentuh hati yang paling bebal sekalipun. Nyablak bener nih ceritanye, dengerin baek-baek!"

[BAGIAN 1: OBRAL CERITA DARI LEMBAH NIL SAMPE HIJAZ]

Abi Thoufur: "Jama’ah! Tenda Nabi Ibrahim udah kayak 'rest area' paling hits di Haran. Musafir dari mana-mana mampir. Ada nyang cerita soal Piramida di Mesir, ada nyang cerita soal nabi Idris nyang jago nulis ama ngejahit. Ibrahim dengerin sambil pelan-pelan masukin dakwah tauhid."

Abi Nyablak: "Iye, Bang! Ada musafir Mesir nyang sombong: 'Tuhan Ra kite mah kalo melek jadi siang, kalo merem jadi malem.' Ibrahim jawab santai tapi nancep: 'Tuhan ane mah nyang ngatur matahari ama bulan biar tertib buat ente.' Satu musafir dari Hijaz langsung dapet hidayah, masuk Islam gara-gara kagum ama akhlak Ibrahim!"

⚠️ [BAGIAN 2: TAMU TUA PENYEMBAH API]

Abi Thoufur: "Malem itu gelap bener, Bang. Anginnye ampe bikin gigil. Ibrahim gelisah: 'Masa malem ini kagak ada tamu nyang mampir?' Tiba-tiba nongol kakek sepuh, umurnye udah lewat 90 taun. Ibrahim girang bener, langsung disun ampe dituntun masuk tenda, dikasih air anget ama makanan paling enak."

Abi Nyablak: "Pas mau makan, Ibrahim nanya: 'Kek, yuk baca Bismillah dulu.' Eh si kakek malah nanya: 'Siapa tuh Allah? Ane mah tuhannye Api!' Ibrahim kaget, dicoba didebatin logikanye, tapi si kakek malah makin nekat sujud ke api di depan tenda!"

[BAGIAN 3: PENGUSIRAN NYANG JADI TEGURAN]

Abi Thoufur: "Ibrahim nyang taat ini langsung emosi: 'Kaga boleh ada nyang sujud ke api di tenda ane! Keluar ente, Kek!' Si kakek nyang udah lemah itu akhirnya jalan keluar, ilang ditelen gelap malem. Ibrahim ngerasa die udah bela Allah, tapi ternyata..."

Abi Nyablak: "Eh, kaga lama Ibrahim dapet 'bisikan' wahyu nyang bikin die lemes. Allah negor: 'Ibrahim, Ane aja sabar ngurus die 100 taun meski die kaga pernah inget Ane, eh ente baru sejam nemu die udah maen usir aja! Emang die ngerugiin ente ape?' Beuh, Ibrahim langsung gemeteran, Bang!"

[BAGIAN 4: BALAPAN AMA MALEM DEMI MAAF]

Abi Thoufur: "Ibrahim kaga pake nunggu lama, langsung lari keluar tenda! Die kaga nyuruh budaknye, die cari sendiri kakek itu di tengah badai pasir ama gelap malem. Die takut bener teguran Allah kaga ilang kalo die belon nemu kakek itu."

Abi Nyablak: "Akhirnye ketemu juga tuh si kakek lagi kedinginan nyender di tongkat. Ibrahim langsung meluk, minta maap lahir batin, terus diajak balik ke tenda. Kali ini Ibrahim muliain die tanpa nanya-nanya agamenye lagi. Pokoknye servis bintang lima!"

[BAGIAN 5: HARGA SEBUAH MAKANAN]

Abi Thoufur: "Si kakek heran liat Ibrahim nyang tadinya galak jadi lembut bener. Ada musafir nanya: 'Brahim, makanan ini harganye berape?' Ibrahim senyum tipis: 'Harganye cuma dua: Sebut nama Allah pas mulai (Bismillah), ama puji Allah pas udah selese (Alhamdulillah).' Indah bener dah dakwahnye!"

Abi Nyablak: "Tuh liat, Bang! Dakwah nyang paling mempan itu bukan pake otot, tapi pake akhlak ama kasih sayang. Kalo kakek 100 taun aja dapet rahmat, masa kite nyang masih muda ogah muliain sesame? Penasaran kelanjutannye? Tungguin episode depan!"

[OUTRO]

Abi Nyablak: "Jama'ah, jangan ampe kite jadi 'polisi iman' nyang hobi ngusir orang. Contoh tuh Nabi Ibrahim, salah dikit langsung tobat."

Abi Thoufur: "Adab dulu baru ilmu, Bang. Ane Abi Thoufur ama Abi Nyablak pamit. Wassalamu’alaikum!"

— ABI THOUFUR • THE NYABLAK TEACHER • MAN 1 JAKARTA —
BONUS EXCLUSIVE

🎁 Bingkisan Sayang dari Abi: APA HIKMAH DI BALIK EPISODE INI BUAT KITA?

Eits, jangan bubar dulu! Biar ente kagak cuma baca ceritanya doang, Abi kasih "Kado Ilmu" soal apa yang bisa kita petik dari kisah Nabi Ibrahim عليه السلام yang lagi "balapan" sama malam demi memuliakan tamu.

🛡️ Catatan Aqidah Abi:

"Sabar itu kagak ada batasnya kalau berurusan sama makhluk Allah. Nabi Ibrahim yang udah nabi aja ditegor sama Allah gara-gara keburu emosi ngusir tamu. Apalagi kita? Hidayah itu hak prerogatif Allah, tugas kita cuma buka pintu tenda (hati) selebar-lebarnya buat siapa aja, urusan mereka mau balik ke Allah atau kaga, itu udah urusan 'langit'."

Catatan Ibadah Abi:

"Dakwah itu bukan ajang pamer otot atau debat kusir yang ujung-ujungnya malah bikin orang kabur. Nabi Ibrahim ngajarin kita kalo adab sebelum makan (Bismillah & Alhamdulillah) itu jauh lebih berharga daripada debat soal Tuhan Api. Ibadah yang bener itu bikin orang adem, bukan malah bikin orang ngerasa dikucilin."

⚖️ Catatan Mu'amalah Abi:

"Jangan jadi 'polisi iman' yang hobi nge-judge orang lain di depan mata. Nabi Ibrahim pas tau dirinya salah, kaga pake nunggu besok buat minta maap. Die langsung lari, nerjang gelap malam demi nyusul si kakek. Itu baru jantan! Minta maaf sama orang yang dianggap 'berbeda' itu kaga bakal bikin derajat kita turun, malah makin nambah wibawa."

Alhamdulillah...

Sekian dulu ya, Jama'ah. Kalau tadi Abi bilang Nabi Ibrahim 'balapan' sama malam, jangan dibayangin pake motor trail ya, entar si Humaid (motor ane) cemburu! Intinya, kisah ini pengingat buat kita semua supaya jangan gampang 'usir' orang dari hati kita. Ada yang mau nanya-nanya atau curhat soal dakwah? Tulis di bawah, atau mampir ke ruang guru MAN 1 Jakarta, pintu terbuka asal jangan bawa 'Api' ya, bawa aja kopi biar makin akrab!


~ ABI THOUFUR (THE NYABLAK TEACHER) ~

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ ، وَبِاللهِ الْهِدَايَةُ وَالتَّوْفِيْقُ

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi