BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

Serial Abul Anbiyaa #22 | Hijrah Sang Nabi: Membakar Jembatan Masa Lalu Demi Keabadian Jiwa

Thumbnail BABA Blog

بِسْمِ اللهِ الرَّحمْنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُم ْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Abi Ahmad Thoufur

Disajikan oleh : Abi Ahmad Thoufur

(Ustadz Betawi Nyablak Asli Cengkareng)

🏛️ COCOLAN SAMBEL BABA 🏛️

✍️ Muqoddimah ala Ustadz Betawi Nyablak

Gimane kabarnye sedulur-sedulur semua? Semoga iman tetep tegak dan semangat ngaji kaga kendor, walau badai cobaan dateng silih berganti. Hari ini kita bakal liat satu momen penting, momen saat seorang hamba bener-bener pasrah total sama keputusan $Allah$ ﷻ.

Meninggalkan tanah kenangan dan sosok yang dicintai, Ibrahim melangkah dalam gelap malam membawa cahaya iman, memutus belenggu berhala demi memenuhi panggilan $Allah$ ﷻ semesta alam. Inilah ujian kedewasaan iman, di mana setiap jengkal langkah adalah bentuk ketaatan mutlak kepada-Nya. Mari kita simak episode kali ini dengan khusyuk.

📖 مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ

Karya : Abdul Hamid Judah As-Sahhar

✦ ✧ ✦

أَبُو الْأَنْبِيَاءِ

Bapak Para Nabi ﴿

✧ ✦ ✧

Hijrah Sang Nabi:
Membakar Jembatan Masa Lalu Demi Keabadian Jiwa

Yuk, baca naskah aslinye. Nyang baca harus fokus, nyang ngebatin harus khusyuk!
ABUL ANBIYA
Abdul Hamid Judah As-Sahhar

Hijrah Sang Nabi: Membakar Jembatan Masa Lalu Demi Keabadian Jiwa

Meninggalkan tanah kenangan dan sosok yang dicintai, Ibrahim melangkah dalam gelap malam membawa cahaya iman, memutus belenggu berhala demi memenuhi panggilan Tuhan semesta alam.

دَبَّتِ الْحَيَاةُ فِي خِيَامِ إِبْرَاهِيمَ وَكَانَتْ سَارَةُ فِي خَيْمَتِهَا تُشْرِفُ عَلَى شُؤُونِ الْقَبِيلَةِ ؛ فَقَدْ كَانَتِ الْأَمِيرَةَ الْجَمِيلَةَ الَّتِي تَعُدُّ طَعَامَ الضَّيْفِ وَطَعَامَ الرِّجَالِ وَالْعَبِيدِ . وَكَانَ لُوطٌ لَا يُفَارِقُ إِبْرَاهِيمَ يَصْغَى إِلَيْهِ وَهُوَ يُصَلِّي فِي الْمَحْرَابِ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ فَيَمْتَلِئُ قَلْبُهُ بِالنَّقَاءِ وَتَثْرَى نَفْسُهُ بِكُنُوزِ الْحِكْمَةِ وَتُشْرِقُ رُوحُهُ .
Kehidupan merayap di kemah-kemah Ibrahim, dan Sarah di kemahnya mengawasi urusan kabilah; karena dia adalah putri cantik yang menyiapkan makanan tamu serta makanan bagi para lelaki dan budak. Dan Luth tidak berpisah dari Ibrahim, menyimak perkataannya saat ia shalat di mihrab untuk Tuhan semesta alam, hingga hatinya dipenuhi kesucian, jiwanya diperkaya dengan harta karun hikmah, dan ruhnya bersinar.
وَرَاحَ الْعَبِيدُ يَغْسِلُونَ الْمَلَابِسَ بِرَمَادِ الْقَصَبِ ، وَيَجْمَعُونَ عَسَلَ النَّحْلِ مِنَ الشَّجَرِ ، وَيَسْقُونَ الْمَوَاشِيَ وَالْغَنَمَ ، وَمَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يُكَلِّفُهُمْ بِعَمَلٍ إِلَّا وَيَدُهُ مَعَ أَيْدِيهِمْ ، بَلْ وَيَدُهُ أَسْبَقُ إِلَى الْعَمَلِ مِنْ أَيْدِيهِمْ ..
Para budak mencuci pakaian dengan abu alang-alang, mengumpulkan madu lebah dari pepohonan, dan mengairi ternak serta kambing. Ibrahim tidak pernah membebani mereka dengan suatu pekerjaan kecuali tangannya bersama tangan mereka, bahkan tangannya lebih dulu melakukan pekerjaan daripada tangan mereka.
وَكَانَ مَضْرِبُ خِيَامِ إِبْرَاهِيمَ قِبْلَةَ الْفُقَرَاءِ وَالْعَبِيدِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ وَأُولَئِكَ الَّذِينَ يَرْجُونَ حَيَاةً أَفْضَلَ مِنْ حَيَاةِ قَوْمِهِمْ ، وَأَرْحَبَ مِنَ الْحَيَاةِ الْحَبِيسَةِ فِي سِجْنِ النَّفْسِ وَسُجُونِ الْمَعَابِدِ بِأَبْرَاجِهَا الْعَالِيَةِ وَجُدْرَانِهَا السَّمِيكَةِ ، الْمَعَابِدِ الَّتِي لَا سُلْطَانَ لَهَا إِلَّا أَنْ تَجْلِبَ الْخَرَابَ أَوْ تُطِيلَ أَيَّامَ النَّاسِ عَلَى الْأَرْضِ .
Kawasan kemah Ibrahim menjadi kiblat bagi fakir miskin, para budak, orang-orang lemah, dan mereka yang mendambakan kehidupan yang lebih baik daripada kehidupan kaum mereka, serta lebih luas dari kehidupan yang terkurung dalam penjara jiwa dan penjara kuil-kuil dengan menara tinggi serta dinding tebalnya, kuil-kuil yang tidak memiliki kekuatan kecuali membawa kehancuran atau memperpanjang penderitaan manusia di bumi.
وَكَانَ إِبْرَاهِيمُ يُبَشِّرُ النَّاسَ بِحَيَاةٍ أَفْضَلَ بَعْدَ الْمَوْتِ ، بِجَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ، وَمَا كَانَ يَقُولُ لَهُمْ مَا يَقُولُهُ الْكَهَّانُ مِنْ أَنَّ الْحَيَاةَ تَنْتَهِي بِالْمَوْتِ ، وَأَنَّ الْمَيِّتَ يَذْهَبُ إِلَى الْعَالَمِ السُّفْلِيِّ ، إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي لَا رَجْعَةَ مِنْهَا ، بَلْ كَانَ يُحَدِّثُهُمْ عَنِ الْحَيَاةِ الثَّانِيَةِ ، حَيَاةِ الْخُلُودِ ، الْحَيَاةِ الَّتِي يَنْبَغِي أَنْ يَعْمَلَ الْإِنْسَانُ لَهَا لِيَفُوزَ بِمَا أَعَدَّهُ اللهُ لِلْمُتَّقِينَ .
Ibrahim memberi kabar gembira kepada orang-orang tentang kehidupan yang lebih baik setelah mati, dengan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Ia tidak mengatakan kepada mereka apa yang dikatakan para pendeta bahwa kehidupan berakhir dengan kematian, dan bahwa orang mati pergi ke dunia bawah, ke tanah yang tidak ada jalan kembali darinya, melainkan ia menceritakan kepada mereka tentang kehidupan kedua, kehidupan yang kekal, kehidupan yang seharusnya manusia bekerja untuknya agar meraih apa yang telah Allah sediakan bagi orang-orang yang bertaqwa.
رَاحَ إِبْرَاهِيمُ يَدْعُو إِلَى إِلَهٍ وَاحِدٍ رَحِيمٍ غَفُورٍ ، إِلَهٍ يُدْرِكُ كُلَّ شَيْءٍ وَلَا تُدْرِكُهُ الْعُيُونُ ، إِلَهٍ فَوْقَ الْكَوَاكِبِ وَالْقَمَرِ وَالشَّمْسِ ، مَشِيئَتُهُ فَوْقَ كُلِّ مَشِيئَةٍ إِنْ أَرَادَ شَيْئًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ .
Ibrahim menyerukan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Maha Penyayang, Maha Pengampun, Tuhan yang mengetahui segala sesuatu dan mata tidak dapat menjangkau-Nya, Tuhan yang di atas bintang-bintang, bulan, dan matahari, kehendak-Nya di atas segala kehendak. Jika Ia menghendaki sesuatu, maka Ia hanya berfirman kepadanya "Jadilah", maka jadilah ia.
وَكَانَ مَا يَمَسُّ قُلُوبَ الْفُقَرَاءِ وَالْعَبِيدِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ أَنَّ رَبَّ إِبْرَاهِيمَ لَا يُفَرِّقُ بَيْنَ السَّادَةِ الْأَحْرَارِ وَالْفُقَرَاءِ وَالْعَبِيدِ ، فَلَا فَضْلَ لِأَحَدِهِمْ عَلَى الْآخَرِ إِلَّا بِالتَّقْوَى ، لَا فَضْلَ لِعَامِلٍ عَلَى مِسْكِينٍ وَلَا فَضْلَ لِمِسْكِينٍ عَلَى عَامِلٍ إِلَّا بِمَا فِي قَلْبِهِ مِنْ نُورٍ ، وَقَدْ يَتَّكِئُ الْفَقِيرُ وَالْعَبْدُ عَلَى الْأَرَائِكِ فِي جَنَّةِ النَّعِيمِ ، بَيْنَا يَلْقَى السَّادَةُ الْأَحْرَارُ وَرِجَالُ الدِّينِ فِي الْجَحِيمِ . كُلٌّ بِمَا كَسَبَتْ يَمِينُهُ ، كُلٌّ بِمَا قَدَّمَ فِي دُنْيَاهُ مِنْ عَمَلٍ ، لَا فَضْلَ لِطَبَقَةٍ عَلَى طَبَقَةٍ وَلَا لِجِنْسٍ عَلَى جِنْسٍ وَلَا لِشَعْبٍ عَلَى شَعْبٍ .
Yang menyentuh hati fakir miskin, para budak, dan orang-orang lemah di bumi adalah bahwa Tuhan Ibrahim tidak membedakan antara tuan yang merdeka dengan orang miskin dan budak. Tidak ada keutamaan bagi salah satu di antara mereka atas yang lain kecuali dengan taqwa. Tidak ada keutamaan seorang pekerja atas orang miskin dan tidak ada keutamaan orang miskin atas seorang pekerja kecuali dengan apa yang ada dalam hatinya berupa cahaya. Mungkin orang fakir dan budak akan bersandar di atas dipan-dipan di surga yang penuh kenikmatan, sementara tuan-tuan yang merdeka dan para tokoh agama terlempar di neraka. Setiap orang dengan apa yang dilakukan tangannya, setiap orang dengan apa yang dipersembahkannya di dunianya berupa amal. Tidak ada keutamaan satu kelas atas kelas lain, tidak pula satu jenis atas jenis lain, dan tidak pula satu bangsa atas bangsa lain.
وَقَامَتْ فِي حَارَانَ قُوَّتَانِ : قُوَّةٌ لَاذَتْ بِالْمَعَابِدِ تَدُقُّ الطُّبُولَ وَتَنْفُخُ الْأَبْوَاقَ وَتَعْبَثُ بِأَوْتَارِ الْقِيثَارِ وَالْعُودِ وَتَلْعَبُ بِالدُّفُوفِ ، وَتَحْرِقُ الْبَخُورَ وَتَذْبَحُ الْقَرَابِينَ فِي الْمَذَابِحِ لِتَتَّقِيَ غَضَبَ الْآلِهَةِ وَتُطِيلَ فِي أَعْمَارِ النَّاسِ ؛ وَقُوَّةٌ أَسْلَمَتْ وَجْهَهَا للهِ ، الْكَوْنُ كُلُّهُ مَعْبَدُهَا وَالْأَرْضُ لَهَا مَسْجِدٌ ، رَبُّهَا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ، وَهُوَ رَحْمَنٌ رَحِيمٌ يَتَقَرَّبُ إِلَيْهِ بِالْحَسَنَاتِ ، لَيْسَتْ لَهُ مَذَابِحُ بَلْ تُنْحَرُ لَهُ الذَّبَائِحُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِهِ ، لَا يَنَالُهُ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْ عِبَادِهِ .
Di Haran bangkit dua kekuatan: kekuatan yang berlindung di kuil-kuil, memukul genderang, meniup terompet, memetik senar harpa dan kecapi, bermain rebana, membakar kemenyan, dan menyembelih kurban di altar untuk menghindari kemurkaan dewa dan memperpanjang umur manusia; dan kekuatan yang menghadapkan wajahnya kepada Allah, seluruh alam semesta adalah tempat ibadahnya dan bumi adalah masjid baginya, Tuhannya adalah Tuhan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, didekati kepada-Nya dengan amal kebajikan, tidak ada altar bagi-Nya, melainkan disembelih untuk-Nya hewan kurban untuk mencari keridhaan-Nya, tidaklah sampai kepada-Nya daging-dagingnya dan tidak pula darahnya, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketaqwaan dari hamba-hamba-Nya.
وَنَشَبَتِ الْحَرْبُ بَيْنَ الْقُوَّتَيْنِ : بَيْنَ الْقُوَّةِ الَّتِي لَا هَمَّ لَهَا إِلَّا الْإِبْقَاءُ عَلَى الْجَسَدِ وَإِطَالَةُ أَيَّامِهِ السَّعِيدَةِ عَلَى الْأَرْضِ ، وَالْقُوَّةِ الَّتِي أَخَذَتْ تَشْحَذُ الرُّوحَ لِتُسْعِدَ صَاحِبَهَا فِي الدَّارَيْنِ ؛ دَارِ الْفَنَاءِ وَدَارِ الْبَقَاءِ .
Maka meletuslah perang antara kedua kekuatan tersebut: antara kekuatan yang tidak memiliki kepentingan selain mempertahankan jasad dan memperpanjang hari-hari bahagianya di bumi, dan kekuatan yang mulai mengasah ruh untuk membahagiakan pemiliknya di dua negeri; negeri kefanaan dan negeri keabadian.
كَانَتْ دَعْوَةُ إِبْرَاهِيمَ بَيْضَاءَ نَاصِعَةً يَبْهَرُ سَنَاهَا نُورَ الشَّمْسِ وَالْقَمَرِ ، بَيْدَ أَنَّهَا تَسْلِبُ أَصْحَابَ السُّلْطَانِ فِي الْبِلَادِ نُفُوذَهُمْ . إِنَّهَا تُسَوِّي بَيْنَ السَّادَةِ وَالْعَبِيدِ أَمَامَ اللهِ ، وَتَقْضِي عَلَى كَهَنَةِ مَرْدُوخَ وَسِينْ وَشَمَاشَ وَالْآلِهَةِ الْأُخْرَى ، فَيَسْتَطِيعُ الْمُؤْمِنُ أَنْ يُخَاطِبَ إِلَهَهُ دُونَ وَسَاطَةِ الْكَهَّانِ وَرِجَالِ الدِّينِ وَأَنْ يَتَقَرَّبَ إِلَيْهِ دُونَ مَرَاسِيمِ الْكَهَنَةِ وَالسَّحَرَةِ وَالْعَرَّافِينَ ، فَهُوَ قَرِيبٌ مِنْ عِبَادِهِ ، أَقْرَبُ إِلَيْهِمْ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ ! إِنَّهَا دَعْوَةٌ صَادِقَةٌ وَلَكِنْ أُلْقِيَتْ فِي طَرِيقِهَا الْعَوَاثِيرُ ، فَقَدْ قَاوَمَهَا أَصْحَابُ النُّفُوذِ مُقَاوَمَةً لَا هَوَادَةَ فِيهَا .
Dakwah Ibrahim putih bersih, cahayanya mempesona melebihi cahaya matahari dan bulan, akan tetapi dakwah itu merampas pengaruh penguasa di negeri itu. Dakwah itu menyetarakan antara tuan dan budak di hadapan Allah, dan menghancurkan para pendeta Marduk, Sin, Shamash, dan dewa-dewa lainnya. Sehingga seorang mukmin dapat menyapa Tuhannya tanpa perantara pendeta dan tokoh agama, serta mendekat kepada-Nya tanpa ritual para pendeta, tukang sihir, dan peramal, karena Dia dekat dengan hamba-hamba-Nya, lebih dekat kepada mereka daripada urat nadi! Itu adalah dakwah yang benar, namun rintangan-rintangan dilemparkan di jalannya, karena para pemilik pengaruh melawannya dengan perlawanan yang tanpa ampun.
أَحَسَّ رِجَالُ الدِّينِ الْخَطَرَ يَحْلِقُ فَوْقَ رُءُوسِهِمْ ، وَيُهَدِّدُ بِانْقِطَاعِ الْأَنْعَامِ الَّتِي تَتَوَافَدُ عَلَى مَعَابِدِهِمْ ، وَشَوَاقِلِ الْفِضَّةِ الَّتِي تَتَدَفَّقُ فِي خَزَائِنِهِمْ ، وَأَحْمَالِ الْقَمْحِ وَالشَّعِيرِ وَالْبَلَحِ الَّتِي تَغُصُّ بِهَا مَخَازِنُهُمْ ، وَخِدْمَاتِ السُّدَّجِ الَّذِينَ يَعْتَقِدُونَ أَنَّ خِدْمَةَ رِجَالِ الدِّينِ تَجْلِبُ بَرَكَاتِ الْآلِهَةِ وَتَمْنَعُ نِقْمَتَهُمْ . وَغَضِبَ رِجَالُ الدَّوْلَةِ لِرِجَالِ الدِّينِ فَسُلْطَانُهُمْ وَاحِدٌ ، وَالْمَنَافِعُ بَيْنَهُمْ مُشْتَرَكَةٌ ، وَإِنَّ بِزُوغَ شَمْسِ الدَّعْوَةِ الْجَدِيدَةِ يَغِيضُ نُفُوذَهُمْ ، فَتَحَالَفَ رِجَالُ الدِّينِ وَرِجَالُ الدَّوْلَةِ عَلَى مُقَاوَمَةِ هَذَا الْخَطَرِ الدَّاهِمِ الَّذِي أَنْقَذَ لَهُ الْمُسْتَضْعَفُونَ وَالْعَبِيدُ ..
Tokoh-tokoh agama merasakan bahaya membayangi kepala mereka, mengancam terputusnya hewan ternak yang berdatangan ke kuil-kuil mereka, peti-peti perak yang mengalir ke kas mereka, beban-beban gandum, jelai, dan kurma yang memenuhi gudang-gudang mereka, serta layanan orang-orang lugu yang meyakini bahwa melayani tokoh agama mendatangkan berkah para dewa dan mencegah murka mereka. Tokoh negara marah demi tokoh agama karena kekuasaan mereka satu, manfaat di antara mereka bersama, dan sesungguhnya terbitnya matahari dakwah baru itu mengurangi pengaruh mereka, maka tokoh agama dan tokoh negara bersekutu untuk melawan bahaya yang mengancam ini yang diselamatkan oleh orang-orang lemah dan budak.
وَغَضِبَتْ فَتَيَاتُ الْمَعْبَدِ لِغَضَبِ رِجَالِ الدِّينِ وَلَمَّا نَالَ عَشْتَارَ مِنْ تَسْفِيهِ ، فَرَبُّ إِبْرَاهِيمَ يُحَرِّمُ أَنْ تُضَحِّيَ امْرَأَةٌ بِجَسَدِهَا فِي سَبِيلِ إِرْضَاءِ الْآلِهَةِ . وَيُقَاوِمُ هَذِهِ التَّضْحِيَةَ وَيَعْتَبِرُهَا مَهَانَةً لِلْبَشَرِيَّةِ وَيَحُطُّ مِنْ قَدْرِهَا حَتَّى يُلْحِقَهَا بِالزِّنَا ! الزِّنَا ! إِنَّهُ يَعْتَبِرُ فِي بَابِلَ فَاحِشَةً ، فَيَرْبِطُ الزَّانِي وَالزَّانِيَةَ بِالْحِبَالِ مَعًا وَيُلْقَى بِهِمَا فِي الْمَاءِ ، هَذَا إِذَا ضَبَطَتِ الزَّوْجَةُ مُتَلَبِّسَةً بِالزِّنَا . أَمَّا الْعَاهِرَاتُ الْمُقَدَّسَاتُ .. فَتَيَاتُ الْهَوَى .. عَاهِرَاتُ الْمَعْبَدِ فَإِنَّهُنَّ إِنَّمَا يَتَقَرَّبْنَ إِلَى الْآلِهَةِ بِأَجْسَادِهِنَّ قَبْلَ الزَّوَاجِ ، إِنَّهُنَّ إِنَّمَا يَقْبَلْنَ تِلْكَ الْمَهَانَةَ مَرْضَاةً لِلْآلِهَةِ .. مَرْضَاةً لِعَشْتَارَ الْعَطُوفِ لَا لِإِشْبَاعِ شَهْوَةٍ أَوْ جَلْبِ لَذَّةٍ .
Gadis-gadis kuil marah demi kemarahan tokoh agama, ketika Ishtar mendapat ejekan. Tuhan Ibrahim mengharamkan seorang wanita mengorbankan tubuhnya demi memuaskan dewa. Dia melawan pengorbanan ini dan menganggapnya kehinaan bagi manusia serta merendahkan martabatnya sampai menjadikannya zina! Zina! Ia dianggap perbuatan keji di Babilonia, maka seorang pezina pria dan wanita diikat dengan tali bersama-sama lalu dilemparkan ke air, itu jika istri kedapatan sedang berzina. Adapun pelacur suci.. gadis-gadis hawa nafsu.. pelacur kuil, mereka mendekatkan diri kepada dewa dengan tubuh mereka sebelum menikah, mereka menerima kehinaan itu demi keridhaan dewa.. demi keridhaan Ishtar yang penyayang, bukan untuk memuaskan syahwat atau mendatangkan kenikmatan.
وَلَقَدْ أَهَانَ إِبْرَاهِيمُ وَرَبُّ إِبْرَاهِيمَ فَتَيَاتِ الْمَعَابِدِ فَكَانَتْ عَدَاوَتُهُنَّ لِلدَّعْوَةِ الْجَدِيدَةِ مَرِيرَةً ، عَدَاوَةً مَنْ طَعَنَ فِي دِينِهِ وَكَرَامَتِهِ ، وَحَطَّ مِنْ شَأْنِ تَضْحِيَاتِهِ الْمُقَدَّسَةِ حَتَّى أَلْصَقَتْ بِالْفَوَاحِشِ وَالْمُنْكَرَاتِ .
Ibrahim dan Tuhan Ibrahim telah menghina gadis-gadis kuil, maka permusuhan mereka terhadap dakwah baru itu sangat pahit, permusuhan orang yang dicela agama dan martabatnya, serta direndahkan nilai pengorbanan sucinya sampai disematkan perbuatan keji dan munkar.
وَرَاحَتِ الْعَاهِرَاتُ الْمُقَدَّسَاتُ وَهُنَّ أَشَدُّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِإِبْرَاهِيمَ وَمَنْ اتَّبَعَهُ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ يُقَاوِمْنَ الدَّعْوَةَ الْجَدِيدَةَ وَيَنْفِثْنَ كَرَاهِيَتَهَا فِي صُدُورِ الْوَافِدِينَ إِلَيْهِنَّ مِنْ حَارَانَ وَالْبِلَادِ الْبَعِيدَةِ .
Pelacur suci, mereka adalah orang yang paling memusuhi Ibrahim dan pengikutnya dari kalangan mukminin, melawan dakwah baru tersebut dan menyebarkan kebenciannya ke dalam dada orang-orang yang datang kepada mereka dari Haran dan negeri-negeri jauh.
كَمَا غَضِبَ لِرِجَالِ الدِّينِ كَذَلِكَ أُولَئِكَ الَّذِينَ عَاشُوا عَبِيدًا لِمُعْتَقَدَاتِ آبَائِهِمْ ، الَّذِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى النَّجَاةِ .. إِلَى الْهُدَى كَانَتْ قُلُوبُهُمْ فِي أَكِنَّةٍ مِمَّا يَدْعُونَ إِلَيْهِ ، أُولَئِكَ الَّذِينَ يَقُولُونَ : وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَى هَذَا .
Sebagaimana marah pula tokoh agama, mereka yang hidup sebagai budak bagi keyakinan nenek moyang mereka, yang ketika diajak kepada keselamatan.. kepada petunjuk, hati mereka tertutup dari apa yang diserukan kepada mereka, mereka yang berkata: kami mendapati bapak-bapak kami di atas keyakinan ini.
وَاجْتَمَعَ رِجَالُ الدِّينِ مِنَ الْكَهَنَةِ وَالْكَاهِنَاتِ وَالْعَاهِرَاتِ الْمُقَدَّسَاتِ ، وَرِجَالُ الدَّوْلَةِ مِنَ الْحُكَّامِ وَرِجَالِ الْقَصْرِ وَالْمُوَظَّفِينَ الَّذِينَ يَقْتَسِمُونَ مَعَ الْكَهَنَةِ خَيْرَاتِ الْمَعَابِدِ ، وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ :
Berkumpullah tokoh agama dari pendeta pria dan wanita serta pelacur suci, dan tokoh negara dari penguasa, orang istana, dan pegawai yang membagi hasil kuil dengan pendeta, lalu mereka saling bertanya satu sama lain:
— مَاذَا أَنْتُمْ فَاعِلُونَ بِإِبْرَاهِيمَ ؟
— Apa yang akan kalian lakukan terhadap Ibrahim?
وَلَمْ يَقُلْ قَائِلٌ مِنْهُمْ :
Dan tidak ada seorang pun di antara mereka yang berkata:
— انْصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ .
— Belalah tuhan-tuhan kalian jika kalian mampu.
كَانُوا يَعْرِفُونَ جَمِيعًا أَنَّهُمْ إِنَّمَا يُدَافِعُونَ عَنْ كِيَانِهِمْ .. عَنْ وُجُودِهِمْ ، وَأَنَّ غَضَبَتَهُمْ إِنَّمَا هِيَ لِأَنْفُسِهِمْ ، فَلَمْ يَسْتَشِيرُوا الْآلِهَةَ فِيمَا يَفْعَلُونَ وَلَمْ يُقَرِّبُوا إِلَيْهَا الْقَرَابِينَ ، وَلَمْ يَمْسَحُوا حَوَائِطَ الْمَعْبَدِ بِلُحُومِ الضَّحَايَا وَلَمْ يُطْلِقُوا الْبَخُورَ ، رَاحُوا يُدِيرُونَ الرَّأْيَ بَيْنَهُمْ .
Mereka semua tahu bahwa mereka hanyalah membela eksistensi mereka.. membela keberadaan mereka, dan kemarahan mereka hanyalah untuk diri mereka sendiri. Mereka tidak meminta nasihat kepada dewa-dewa tentang apa yang mereka lakukan dan mereka tidak mempersembahkan kurban kepadanya, tidak mengusapkan dinding kuil dengan daging korban, dan tidak menyalakan kemenyan. Mereka mulai merundingkan pendapat di antara mereka.
قَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ :
Salah satu dari mereka berkata:
— أَخْرِجُوهُ مِنْ دِيَارِكُمْ .
— Usirlah dia dari negeri kalian.
— لَئِنْ أَخْرَجْنَاهُ الْيَوْمَ إِنَّهُ يَعُودُ إِلَيْنَا بَعْدَ أَنْ يَشْتَدَّ سَاعِدُهُ وَيَقْضِي عَلَيْنَا ، فَقَدْ فَتَنَ سَوَادَ النَّاسِ وَالْعَبِيدِ .
— Jika kita mengusirnya hari ini, sesungguhnya dia akan kembali kepada kita setelah lengannya kuat dan dia akan menghancurkan kita, karena dia telah memfitnah (menyesatkan) rakyat jelata dan budak.
— فَمَاذَا تَرَوْنَ ؟
— Lalu apa pendapat kalian?
وَصَاحَ صَائِحٌ مِنْهُمْ :
Dan berserulah salah seorang dari mereka:
— اقْتُلُوهُ يُخَلِّ لَكُمْ وَجْهُ النَّاسِ .
— Bunuhlah dia agar kalian terbebas dari pandangan orang-orang.
— وَإِنْ ثَارَ مَنْ آمَنُوا بِهِ ؟
— Dan bagaimana jika orang-orang yang beriman kepadanya bangkit (melawan)?
— نَقْضِي عَلَيْهِمْ جَمِيعًا وَنَسْتَرِيحُ مِنْهُمْ .
— Kita habisi mereka semua dan kita beristirahat dari (gangguan) mereka.
— هَذَا هُوَ الرَّأْيُ ، لَا خَيْرَ فِي أَنْ يُقْتَلَ إِبْرَاهِيمُ وَيَبْقَى لُوطٌ فَقَدْ أَفْسَدَهُ .
— Ini adalah pendapatnya, tidak ada gunanya Ibrahim dibunuh sementara Luth masih ada, karena dia telah merusaknya.
— لِنَقْتُلَنَّ لُوطًا فَهُوَ يَقُولُ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ هَدَاهُ السَّبِيلَ .
— Mari kita bunuh Luth karena dia mengatakan bahwa Ibrahim telah menunjukkan jalan kepadanya.
— لِنَقْتُلَنَّ إِبْرَاهِيمَ وَلُوطًا وَكُلَّ مَنْ آمَنَ لِإِبْرَاهِيمَ .
— Mari kita bunuh Ibrahim, Luth, dan setiap orang yang beriman kepada Ibrahim.
وَذَهَبَ إِبْرَاهِيمُ إِلَى الْمَعْبَدِ يَدْعُو الْقَوْمَ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ وَيَصُدُّهُمْ عَنْ عِبَادَةِ مَرْدُوخَ الْغَارِقِ فِي الْبَلَهِ وَالْوُجُومِ الَّذِي لَا يَفْقَهُ شَيْئًا وَإِنْ أَطَالُوا أُذُنَيْهِ لِيَرْمِزُوا إِلَى حِكْمَتِهِ ، وَعَنْ عِبَادَةِ سِينِ الْجَالِسِ عَلَى عَرْشِهِ يَحْمِلُ الْفَأْسَ وَسِلْسِلَةَ الْقِيَاسِ وَإِنْ كَانَ لَا يَعْقِلُ كَيْفَ يَنْبُتُ الْحَبُّ وَيَنْمُو الزَّرْعُ وَيَنْضَجُ الثِّمَارُ ، وَلَا يَعْرِفُ كَيْفَ تُمْسَحُ الْأَرْضُ وَتُقَاسُ الْأَبْعَادُ .
Ibrahim pergi ke kuil menyerukan kaumnya kepada Tuhan semesta alam dan berpaling dari penyembahan Marduk yang tenggelam dalam kebodohan dan kediaman yang tidak mengerti apa-apa, meski mereka memanjangkan telinganya untuk melambangkan kebijaksanaannya; dan berpaling dari penyembahan Sin yang duduk di atas singgasananya membawa kapak dan rantai pengukur, padahal dia tidak mengerti bagaimana biji tumbuh, tanaman berkembang, dan buah matang, serta tidak tahu bagaimana tanah disurvei dan jarak diukur.
فَثَارَ الْكَهَنَةُ وَرَاحُوا يَقُولُونَ لِلْمَلَإِ الَّذِينَ الْتَفُّوا حَوْلَهُ يَسْتَمِعُونَ إِلَيْهِ ، لِتَثْأَرَنَّ الْآلِهَةُ مِنْكُمْ ، وَلَتُغْرِقَنَّكُمْ بِالطُّوفَانِ إِنِ اسْتَمَعْتُمْ إِلَى هَذَا الْكَافِرِ بِآلِهَتِكُمُ الَّذِينَ اتَّخَذَهُمْ هَزُوًا ، فِرُّوا بِأَنْفُسِكُمْ قَبْلَ أَنْ يَحِلَّ عَلَيْكُمُ الْعَذَابُ . وَصَدَّقَ النَّاسُ مَا قَالَهُ الْكَهَّانُ وَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِهِ وَتَرَكُوهُ قَائِمًا وَحْدَهُ يَتَلَفَّتُ فِي أَسًى ، إِنَّهُ يَرْجُو لِقَوْمِهِ الْهِدَايَةَ بَيْدَ أَنَّهُمْ يَفِرُّونَ مِنْهُ وَيُعْرِضُونَ عَنْ دَعْوَتِهِ .
Maka para pendeta marah dan mulai berkata kepada orang banyak yang berkumpul di sekelilingnya mendengarkannya: "Biarlah dewa-dewa membalas dendam kepada kalian, dan menenggelamkan kalian dengan banjir jika kalian mendengarkan orang kafir yang telah menghina dewa-dewa kalian yang telah ia jadikan bahan ejekan, selamatkan diri kalian sebelum azab menimpa kalian." Orang-orang mempercayai apa yang dikatakan para pendeta dan bubar dari sekelilingnya, membiarkannya berdiri sendirian menoleh dengan sedih. Sesungguhnya ia mengharapkan hidayah bagi kaumnya, namun mereka justru lari darinya dan berpaling dari dakwahnya.
وَانْصَرَفَ إِبْرَاهِيمُ وَهُوَ مُطْرِقُ الرَّأْسِ فَقَدْ انْقَضَتْ سِنُونَ طِوَالٌ وَهُوَ يَدْعُو النَّاسَ إِلَى الْإِيمَانِ بِالرَّحْمَنِ ، وَلَمْ يُؤْمِنْ بِمَا جَاءَ بِهِ إِلَّا قَلِيلٌ مِنَ الْمُسْتَضْعَفِينَ وَالْعَبِيدِ . إِنَّهُ لَمْ يَقْصُرْ فِي دَعْوَتِهِ فَقَدْ دَعَا قَوَافِلَ التُّجَّارِ إِلَى اللَّهِ الَّذِي يَرْعَاهُمْ فِي الْفَيَافِي وَالْقِفَارِ ، إِلَى اللَّهِ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّزَّاقُ الْوَهَّابُ الْقَرِيبُ مِنْ عِبَادِهِ مَنْ يُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَاهُ ، وَدَعَا قَوْمَهُ إِلَى مَغْفِرَةٍ وَرَحْمَةٍ مِنْ رَبِّهِمْ ، دَعَاهُمْ إِلَى مَا يُحْيِيهِمْ ، إِلَى مَا فِيهِ خَيْرُ الدُّنْيَا وَخَيْرِ الْآخِرَةِ ، وَلَكِنَّهُ كُلَّمَا دَعَاهُمْ لِيَغْفِرَ لَهُمْ رَبُّهُمْ جَعَلُوا أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ .
Dan Ibrahim beranjak dengan menundukkan kepala, karena tahun-tahun yang panjang telah berlalu sementara dia mengajak manusia untuk beriman kepada Yang Maha Pengasih, namun tidak ada yang beriman atas apa yang dia bawa kecuali sedikit dari orang-orang yang tertindas dan para budak. Dia tidak kurang-kurang dalam dakwahnya, dia telah mengajak kafilah dagang kepada Allah yang menjaga mereka di padang pasir yang luas, kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia, Sang Pemberi Rezeki, Maha Pemberi Karunia, yang dekat dengan hamba-hamba-Nya, yang mengabulkan doa orang yang berdoa jika dia berdoa, dan dia mengajak kaumnya kepada ampunan dan rahmat dari Tuhan mereka, dia mengajak mereka kepada apa yang menghidupkan mereka, kepada apa yang di dalamnya terdapat kebaikan dunia dan kebaikan akhirat, namun setiap kali dia mengajak mereka agar Tuhan mereka mengampuni mereka, mereka justru memasukkan jari-jari mereka ke dalam telinga mereka.
وَرَاحَ الْكُهَّانُ وَرِجَالُ الدَّوْلَةِ يَدْعُونَ عَبِيدَهُمْ وَالْمُؤْمِنِينَ بِآلِهَتِهِمْ إِلَى عَمَلٍ فِيهِ رِضَا الْأَرْبَابِ ، إِلَى عَمَلٍ تَتَهَلَّلُ لَهُ الْآلِهَةُ فَرَحًا ، إِلَى عَمَلٍ يَرْفَعُ مَقْتَ الْآلِهَةِ وَغَضَبَهَا عَنْ حَارَانَ وَأَهْلِ حَارَانَ ، هَذَا الْعَمَلُ الْمُبَارَكُ هُوَ قَتْلُ إِبْرَاهِيمَ وَمَنْ مَعَهُ مِنَ السُّفَهَاءِ .
Para imam dan pejabat negara mulai memanggil budak-budak mereka dan orang-orang yang beriman kepada tuhan-tuhan mereka untuk melakukan pekerjaan yang di dalamnya terdapat ridha tuhan-tuhan, pekerjaan yang membuat tuhan-tuhan berseri-seri karena senang, pekerjaan yang mengangkat kebencian dan kemurkaan tuhan-tuhan dari Haran dan penduduk Haran, pekerjaan yang diberkati ini adalah membunuh Ibrahim dan orang-orang bodoh yang bersamanya.
وَأُعِدَّ كُلُّ شَيْءٍ ، وَاتُّفِقَ عَلَى أَنْ يُشَنَّ الْهُجُومُ عَلَى خِيَامِ إِبْرَاهِيمَ فِي عَمَايَةِ الصُّبْحِ فَيُقْتَلُ الرِّجَالُ وَتُسْبَى النِّسَاءُ وَتُسَاقُ الْأَنْعَامُ وَالْأَغْنَامُ غَنِيمَةً بَارِدَةً لِلْأَرْبَابِ !
Segala sesuatu disiapkan, dan disepakati bahwa serangan akan dilancarkan ke kemah-kemah Ibrahim pada awal subuh, maka para pria akan dibunuh, wanita-wanita ditawan, dan ternak serta domba akan digiring sebagai rampasan yang mudah bagi tuhan-tuhan!
وَأُوحِيَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ أَنْ اخْرُجْ ، أَنْ أَسْرِ بِأَهْلِكَ لَيْلًا ، فَأَذِنَ إِبْرَاهِيمُ بِالتَّأَهُّبِ لِلرَّحِيلِ ، أَمَرَهُ اللَّهُ فَكَانَ عَلَيْهِ أَنْ يُطِيعَ . لَقَدْ غَادَرَ أُورَ مِنْ قَبْلُ وَتَرَكَ فِيهَا أُمَّهُ ، إِمْتَالُ وَهَا هُوَ ذَا يُغَادِرُ حَارَانَ وَيَتْرُكُ فِي تُرَابِهَا أَبَاهُ آزَرَ ، إِنَّهُ يَتْرُكُ أَرْضَ بَابِلَ كُلَّهَا إِلَى حَيْثُ أَمَرَهُ اللَّهُ ، يَتْرُكُ قَوْمَهُ وَعَشِيرَتَهُ وَأَرْضَ الذِّكْرَيَاتِ وَأَرْضَ اللَّهِ ، يَتْرُكُ أَخَاهُ نَاحُورَ وَأَصْدِقَاءَهُ لَهُ كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُمْ مَوَدَّةٌ وَإِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِمَا جَاءَ بِهِ ، إِلَى أَقْوَامٍ لَا يَدْرِي مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُمْ أَمَوَدَّةٌ أَمْ عَدَاوَةٌ ؟ أَمَرَهُ اللَّهُ أَنْ يُهَاجِرَ ، أَمَرَهُ مَنْ أَسْلَمَ لَهُ وَجْهَهُ أَنْ يَخْرُجَ بِأَهْلِهِ فَاحَ يَنْفُذُ أَمْرَ اللَّهِ .
Dan diwahyukan kepada Ibrahim untuk keluar, untuk pergi membawa keluarganya di malam hari, maka Ibrahim mengizinkan untuk bersiap-siap pergi, Allah memerintahkannya maka dia harus taat. Dia telah meninggalkan Ur sebelumnya dan meninggalkan ibunya di sana, Imtal, dan kini dia meninggalkan Haran dan meninggalkan di tanahnya ayahnya, Azar, dia meninggalkan seluruh tanah Babil menuju ke mana Allah memerintahkannya, dia meninggalkan kaumnya dan kerabatnya serta tanah kenangan dan tanah Allah, dia meninggalkan saudaranya Nahur dan teman-temannya yang baginya ada kasih sayang di antara dia dan mereka meskipun mereka tidak beriman pada apa yang dia bawa, menuju kaum yang dia tidak tahu apa yang akan terjadi di antara dia dan mereka, apakah kasih sayang atau permusuhan? Allah memerintahkannya untuk berhijrah, dia diperintah oleh Dzat yang kepadanya dia menyerahkan wajahnya untuk keluar membawa keluarganya maka dia pun melaksanakan perintah Allah.
إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ، شَاكِرًا لِأَنْعُمِهِ اجْتَبَاهُ وَهَدَاهُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ .
Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan), mensyukuri nikmat-nikmat-Nya, Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus.
وَجَنَّ اللَّيْلُ فَرَكِبَ النِّسْوَةُ رَوَاحِلَهُنَّ وَرَكِبَتْ سَارَةُ رَاحِلَتَهَا . وَانْطَلَقَ الرَّكْبُ وَمَنْ حَوْلَهُ الْأَنْعَامُ وَالْأَغْنَامُ وَالرِّجَالُ وَالْعَبِيدُ . وَسَارَ إِبْرَاهِيمُ مُنْشَرِحَ الصَّدْرِ فَقَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ وَإِنْ كَانَ اللَّيْلُ حَالِكَ الظَّلَامِ . خَرَجَ إِبْرَاهِيمُ مِنْ حَارَانَ . وَانْطَلَقَتِ الْقَافِلَةُ وَهِيَ تُحِسُّ أَنَّ الْكَوْنَ كُلَّهُ يَرْعَاهَا وَيَحْنُو عَلَيْهَا ، وَلَا جَرَمَ فَهِيَ أَوَّلُ قَافِلَةٍ تَحْمِلُ أَوَّلَ فَوْجٍ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ يُهَاجِرُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ .
Malam pun tiba, maka para wanita menaiki kendaraan mereka dan Sarah menaiki kendaraannya. Kafilah pun berangkat dan di sekelilingnya ada ternak, domba, para pria, dan para budak. Ibrahim berjalan dengan dada lapang, karena Allah telah menjadikannya cahaya untuk berjalan dengannya meskipun malam gelap gulita. Ibrahim keluar dari Haran. Kafilah pun berangkat dan mereka merasakan bahwa seluruh alam semesta menjaga mereka dan menyayangi mereka, dan memang benar mereka adalah kafilah pertama yang membawa rombongan pertama orang-orang beriman yang berhijrah di jalan Allah.
وَفِي عَمَايَةِ الصُّبْحِ أَقْبَلَ الْكَاهِنُ الْأَعْظَمُ لِمَعْبَدِ الْإِلَهِ سِينٍ وَمَعَهُ الْعَبِيدُ وَمَنْ خَدَعَهُمْ مِنْ عِبَادِ الْأَرْبَابِ ، تَخْفَى صُدُورَهُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ ، جَاءُوا إِلَى خِيَامِ إِبْرَاهِيمَ لِيَقْتُلُوهُ وَمَنْ آمَنَ لَهُ تَقَرُّبًا إِلَى مَرْدُوخَ وَسِينٍ وَشَمَاشَ وَالْآلِهَةِ الْكَثِيرَةِ الْمُنْتَشِرَةِ فِي أَرْضِ الْآبَاءِ وَالْأَجْدَادِ . وَنَظَرَ الْكَاهِنُ الْأَعْظَمُ إِلَى حَيْثُ كَانَتْ خِيَامُ إِبْرَاهِيمَ فَلَمْ يَجِدْ إِلَّا آثَارَ الْقَوْمِ ، فَجَعَلَ اللَّهُ صَدْرَهُ ضِيقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ، وَكَذَلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ .
Dan di awal subuh datanglah imam besar kuil dewa Sin bersamanya para budak dan orang-orang yang mereka tipu dari para penyembah tuhan-tuhan, dada mereka disembunyikan oleh permusuhan dan kebencian, mereka datang ke kemah-kemah Ibrahim untuk membunuhnya dan orang yang beriman kepadanya sebagai pendekatan kepada Marduk, Sin, Shamash, dan dewa-dewa yang banyak yang tersebar di tanah para ayah dan nenek moyang. Imam besar melihat ke arah di mana kemah-kemah Ibrahim berada namun tidak menemukan kecuali jejak kaum itu, maka Allah menjadikan dadanya sempit lagi sesak seakan-akan ia sedang mendaki ke langit, dan demikianlah Allah menjadikan kehinaan atas orang-orang yang tidak beriman.
— أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنَّهُ سَاحِرٌ فَلَمْ تُصَدِّقُونِي ؟ هَا هُوَ ذَا قَدْ هَرَبَ مِنْكُمْ بِسِحْرِهِ ، لَوْ اسْتَمَعْتُمْ إِلَى نُصْحِي لِنُصْرَتِكُمْ لِآلِهَتِكُمْ وَلَقَتَلْتُمُوهُ فِي الْمَعْبَدِ وَلَحَرَقْتُمُوهُ قُرْبَانًا لِلْآلِهَةِ . إِنِّي أَخْشَى أَنْ تُعَذِّبَنَا الْآلِهَةُ بِالطُّوفَانِ مَا لَمْ نَخْرُجْ فِي طَلَبِهِ .
— Bukankah sudah aku katakan kepada kalian bahwa dia adalah penyihir tetapi kalian tidak mempercayaiku? Lihatlah, dia telah melarikan diri dari kalian dengan sihirnya, jika kalian mendengarkan nasihatku untuk kemenangan tuhan-tuhan kalian, niscaya kalian akan membunuhnya di kuil dan membakarnya sebagai kurban untuk tuhan-tuhan. Aku takut tuhan-tuhan akan menyiksa kita dengan banjir jika kita tidak keluar untuk mengejarnya.
فَقَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ :
Maka berkatalah seseorang di antara mereka:
— إِنَّ آلِهَتَنَا قَادِرَةٌ عَلَى أَنْ تَكْتُبَ عَلَيْهِ الْخَرَابَ فَلَنْدَعْهُ لِعَذَابِهَا .
— Sesungguhnya tuhan-tuhan kita mampu untuk menuliskan kehancuran atasnya, maka biarkanlah dia menerima siksaan mereka.
وَخَشِيَ الْكَاهِنُ أَنْ يُمَعِّنَ فِي تَحْرِيضِ الْقَوْمِ عَلَى الْخُرُوجِ فِي أَثَرِ إِبْرَاهِيمَ فَيَقُولَ قَائِلٌ مِنْهُمْ مِثْلَمَا كَانَ يَقُولُ إِبْرَاهِيمُ : إِنْ كَانَ لِلْآلِهَةِ مَشِيئَةٌ حَقًّا فَلْتَثْأَرُ لِنَفْسِهَا مِمَّنْ أَهَانَهَا .
Dan imam itu takut untuk bersikeras menghasut kaumnya untuk keluar mengejar Ibrahim, karena takut seseorang di antara mereka akan berkata seperti yang biasa dikatakan Ibrahim: Jika tuhan-tuhan benar-benar memiliki kehendak, maka biarkanlah mereka membalas diri mereka sendiri dari orang yang menghina mereka.
وَعَادَ الْكَاهِنُ وَمَنْ جَاءُوا مَعَهُ لِقَتْلِ إِبْرَاهِيمَ وَالْمُؤْمِنِينَ مُطَأْطِئِي رُءُوسِهِمْ ، وَيُفَكِّرُونَ فِيمَنْ أَفْضَى بِسِرِّهِمْ إِلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَيُقْنِعُونَ أَنْفُسَهُمْ بِأَنَّ إِبْرَاهِيمَ عَرَفَ بِسِحْرِهِ مَا يَبِيتُونَهُ بِلَيْلٍ ، وَلَمْ يَدْرِ بِخُلْدِهِمْ أَنَّ رَبَّ إِبْرَاهِيمَ نَجَّاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكَ فِيهَا لِلْعَالَمِينَ .
Dan kembalilah imam itu bersama orang-orang yang datang bersamanya untuk membunuh Ibrahim dan orang-orang beriman dengan menundukkan kepala mereka, dan mereka memikirkan tentang siapa yang membocorkan rahasia mereka kepada Ibrahim, dan mereka meyakinkan diri mereka sendiri bahwa Ibrahim mengetahui dengan sihirnya apa yang mereka rencanakan di malam hari, dan tidak terlintas dalam benak mereka bahwa Tuhan Ibrahim telah menyelamatkannya dan Luth ke tanah yang Dia berkahi di dalamnya bagi semesta alam.

💬 SYARH NYABLAK USTADZ BCA
(Betawi Cengkareng Asli)
- Klik buat baca syarah gaya Abi Thoufur untuk episode ini -
Assalaamu'alaikum Sahabat BABA...!!

"Jama'ah BABA nyang dimuliain Allah! Hari ini kita lanjutin petualangan Abul Anbiya, Nabi Ibrahim عليه السلام. Episode kali ini bener-bener bikin jantung copot, soalnye Ibrahim udeh dikepung ama musuh nyang niatnye mau habisin beliau. Tapi tenang, namanya juga utusan Allah, pasti ada cara buat lolos. Dengerin baek-baek yak!"

[BAGIAN 1: PEMIMPIN NYANG TURUN TANGAN]

Abi Thoufur: "Jama’ah! Liat nih Nabi Ibrahim, pemimpin kaga pake jaim. Beliau kaga cuma nyuruh-nyuruh doang, tapi tangannye paling depan kalo urusan kerja. Nyuci baju pake abu alang-alang ayo, nyari madu hayu. Beliau pengen ngetuk hati budak-budak ama orang lemah lewat teladan nyata, bukan cuma teori!"

Abi Nyablak: "Iye, Bang! Makanye tenda Ibrahim jadi 'magnet' buat orang nyang pengen idup merdeka. Ibrahim kaga bedain kasta, kaga bedain bangsa. Nyang penting takwa! Di surga nanti kaga ada urusan ente pejabat ape budak, nyang penting hati ente kinclong!"

⚠️ [BAGIAN 2: PERANG PRINSIP DI KOTA HARAN]

Abi Thoufur: "Di Haran, dunia pecah jadi dua kekuatan. Nyang satu sibuk maenin kecapi, bakar dupa, ama nyembelih anak sulung demi nenangin patung batu. Nyang satu lagi pasrah total ama Allah, nganggap alam semesta ini mejid gede nyang kaga butuh dinding tebel."

Abi Nyablak: "Pendeta-pendeta Haran mulai panas dingin, Bang! Mereka takut lapak sesajen sepi, takut koin perak kaga ngalir lagi. Makanye mereka benci bener ama Ibrahim nyang bilang: 'Tuhan itu deket, kaga perlu perantara pendeta!' Wah, ini mah langsung nyenggol 'periuk nasi' mereka!"

[BAGIAN 3: MAKAR SUBUH NYANG GAGAL TOTAL]

Abi Thoufur: "Akhirnye musuh-musuh Ibrahim bersatu. Pendeta ama pejabat bikin rencana jahat: 'Kite serbu tenda Ibrahim pas subuh! Kite bunuh cowok-cowoknye, kite tawan cewek-ceweknye, kite sikat ternaknye!' Mereka pikir Ibrahim kaga tau rencana busuk itu."

Abi Nyablak: "Tapi Allah Mah Tahu! Ibrahim dapet wahyu: 'Cepat cabut malem-malem bawa keluarga ente!' Ibrahim nurut, die ninggalin jasad Azar di Haran, sebagaimana die dulu ninggalin Emaknye di Ur. Die 'bakar jembatan' masa lalu demi perintah Allah!"

[BAGIAN 4: LARI DARI KEGELAPAN]

Abi Thoufur: "Malem itu Ibrahim mimpin kafilah iman pertama di sejarah. Mereka jalan nembus gelap, tapi hati mereka terang bener karena ada cahaya dari Allah. Mereka kaga tau mau kemane, nyang penting ikutin arah nyang Allah tunjukin. Perasaan tenang nyelimutin mereka karena ngerasa alam semesta lagi jagain mereka."

Abi Nyablak: "Iye, bener-bener hijrah nyang membelah malem. Ibrahim ninggalin saudaranye, Nahur, ama temen-temen lamanye. Sedih emang, tapi demi keimanan, kaga ada nyang lebih berharga dari ketaatan!"

[BAGIAN 5: ZONK! TENDA KOSONG MELOMPONG]

Abi Thoufur: "Pas subuh, Imam Besar kuil Sin dateng bawa pasukan, mukenye udah sangar bener. Pas nyampe lokasi... ZONK! Ibrahim udah kaga ada. Cuma ada bekas debu doang. Allah bikin dada mereka sesek sesek-nye kayak orang mau mati!"

Abi Nyablak: "Pendeta itu langsung tereak: 'Tuh kan! Die pake sihir lagi buat kabur!' Dasar bebel, udeh kalah telat masih aja fitnah sihir. Mereka kaga tau kalo Allah udah nyelametin Ibrahim ama Luth menuju Tanah nyang Diberkahi. Syam, I'm coming!"

[OUTRO]

Abi Nyablak: "Jama'ah, kalo Allah udah jagain, kaga ada makar manusie nyang bisa nembus. Percaya deh!"

Abi Thoufur: "Langkah kaki Ibrahim makin jauh, menuju babak baru di Tanah Syam. Tungguin kelanjutannye di episode depan! Ane Abi Thoufur ama Abi Nyablak pamit. Wassalamu’alaikum!"

— ABI THOUFUR • THE NYABLAK TEACHER • MAN 1 JAKARTA —
BONUS EXCLUSIVE

🎁 Bingkisan Sayang dari Abi: APA HIKMAH DI BALIK EPISODE INI BUAT KITA?

Eits, jangan bubar dulu! Biar ente kagak cuma baca ceritanya doang, Abi kasih "Kado Ilmu" soal apa yang bisa kita petik dari kisah hijrah Nabi Ibrahim عليه السلام yang penuh ketegangan ini.

🛡️ Catatan Aqidah Abi:

"Kalau Allah udah berkehendak buat nyelametin hamba-Nya, sehebat apa pun makar dan rencana busuk musuh, pasti bakal gagal total. Ibrahim cuma berbekal ketaatan dan tawakal, sementara musuh-musuhnya berbekal senjata dan nafsu. Hasilnya? Allah bikin mereka bengong karena yang dicari udah raib tak berbekas. Inilah kekuatan 'hijrah' yang sesungguhnya: yakin sama Allah di atas segalanya."

Catatan Ibadah Abi:

"Ibadah itu kaga butuh perantara manusia apalagi kuil yang penuh sesajen. Ibrahim nunjukin kalo hubungan sama Tuhan itu sifatnya privat, langsung, dan kaga butuh bayar 'uang pelicin' ke pendeta. Kalo ibadah ente masih ngerasa perlu disetir sama kasta atau status, mungkin ente perlu ngaca, jangan-jangan ente lagi nyembah 'periuk nasi' orang lain."

⚖️ Catatan Mu'amalah Abi:

"Pemimpin yang jago itu bukan yang pinter duduk manis sambil ngasih perintah, tapi yang tangannya berani kotor buat bantu bawahannya. Ibrahim mau nyuci baju dan nyari madu bareng budaknya. Inilah adab pemimpin sejati! Kalau ente punya bawahan atau teman, perlakukan mereka sebagai manusia, bukan sebagai alat. Kerendahan hati itu kunci yang bakal ngebuka banyak pintu kebaikan."

Alhamdulillah...

Sekian dulu ya, Jama'ah. Ingat, jangan jadi kayak pendeta Haran yang udah kalah telat masih aja fitnah sihir. Kalau ente gagal, ya akui aja, jangan nyalahin orang lain pake embel-embel sihir atau 'konspirasi'. Mending fokus hijrah ke arah yang lebih berkah. Ada yang mau ditanyain atau mau nitip salam buat Luth? Tulis aja di komentar atau langsung samperin Abi di MAN 1 Jakarta Barat, kita ngopi santai sambil bahas sisa sejarah!


~ ABI THOUFUR (THE NYABLAK TEACHER) ~

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ ، وَبِاللهِ الْهِدَايَةُ وَالتَّوْفِيْقُ

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi