BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

Serial Abul Anbiyaa #26 | Pedang Tauhid di Tanah Damaskus: Runtuhnya Keangkuhan Berhala

Thumbnail BABA Blog

بِسْمِ اللهِ الرَّحمْنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُم ْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Abi Ahmad Thoufur

Disajikan oleh : Abi Ahmad Thoufur

(Ustadz Betawi Nyablak Asli Cengkareng)

🏛️ COCOLAN SAMBEL BABA 🏛️

✍️ Muqoddimah ala Ustadz Betawi Nyablak

Gimane kabarnye jama'ah kesayangan Abi? Masih semangat tholabul ilmi kan? Biarpun cuaca lagi panas, hati jangan ampe kering, kudu tetep adem kena siraman ilmu dari kisah para nabi kita.

Kali ini, kisah Nabi Ibrahim AS masuk ke fase yang makin mendebarkan. Bukan lagi sekadar debat kusir atau adu argumen, tapi udah masuk ke ranah mempertahankan eksistensi keimanan. Ketika dakwah tauhid mulai meruntuhkan keangkuhan berhala, pihak penguasa zalim mulai panik dan menebar ancaman. Mari kita selami bagaimana keberanian para pengikut Ibrahim diuji dalam mempertahankan aqidah mereka.

📖 مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ

Karya : Abdul Hamid Judah As-Sahhar

✦ ✧ ✦

أَبُو الْأَنْبِيَاءِ

Bapak Para Nabi ﴿

✧ ✦ ✧

Pedang Tauhid di Tanah Damaskus:
Runtuhnya Keangkuhan Berhala

Yuk, baca naskah aslinye. Nyang baca harus fokus, nyang ngebatin harus khusyuk!
ABUL ANBIYA
Abdul Hamid Judah As-Sahhar

Pedang Tauhid di Tanah Damaskus: Runtuhnya Keangkuhan Berhala

Episode ini menggambarkan titik balik ketika Ibrahim, yang tadinya memilih jalan kedamaian, harus angkat senjata demi menegakkan keadilan. Ini adalah kisah tentang bagaimana Hizbullah menghadapi Hizbusy Syaithan di medan perang yang menentukan nasib keimanan mereka.

خَرَجَ بَعْضُ الدِّمَشْقِيِّينَ مِنْ دُورِهِمْ يَتَلَفَّتُونَ ، وَانْطَلَقُوا صَوْبَ شِمَالِ دِمَشْقَ إِلَى خِيَامِ إِبْرَاهِيمَ رَسُولِ اللَّهِ الَّذِي آمَنُوا بِهِ سِرًّا ، لِيَتَفَقَّهُوا فِي دِينِهِمُ الْجَدِيدِ . وَبَلَغُوا مَضْرِبَ الْخِيَامِ فَإِذَا إِبْرَاهِيمُ فِي مِحْرَابِهِ يُصَلِّي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ، وَوَقَفَ خَلْفَهُ لُوطٌ وَالْيَعَازَرُ الدِّمَشْقِيُّ الَّذِي اشْتَرَى آخِرَتَهُ بِدُنْيَاهُ فَهَجَرَ مَا كَانَ فِيهِ مِنْ طِيبِ الْعَيْشِ وَآمَنَ لِإِبْرَاهِيمَ وَأَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ . وَاصْطَفَّ مَعَ لُوطٍ وَالْيَعَازَرِ رِجَالٌ هَاجَرُوا مَعَ خَلِيلِ الرَّحْمَنِ مِنْ أُورَ وَحَارَانَ فِرَارًا بِدِينِهِمْ ، وَرِجَالٌ مِنْ سُورِيَةَ شَرَحَ اللَّهُ صُدُورَهُمْ لِلْإِسْلَامِ . فَخَفَى الَّذِينَ أَخْفَوْا إِيمَانَهُمْ خَشْيَةَ بَطْشِ سَادَاتِهِمْ لِيَرْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ وَيَسْجُدُوا مَعَ السَّاجِدِينَ .
Sebagian penduduk Damaskus keluar dari rumah mereka sambil menoleh ke sekeliling, lalu mereka berangkat menuju utara Damaskus ke tenda-tenda Ibrahim, utusan Allah yang mereka imani secara rahasia, untuk mendalami agama mereka yang baru. Mereka sampai di perkemahan dan ternyata Ibrahim sedang berada di mihrabnya menyembah Allah, Tuhan semesta alam. Di belakangnya berdiri Luth dan Eliazar dari Damaskus yang menukar akhiratnya dengan dunianya, ia meninggalkan kemewahan hidup, beriman kepada Ibrahim, dan menyerahkan dirinya kepada Allah. Berbaris pula bersama Luth dan Eliazar, orang-orang yang berhijrah bersama Khalilurrahman dari Ur dan Haran demi menyelamatkan agama mereka, serta orang-orang dari Suriah yang Allah lapangkan dada mereka untuk Islam. Maka mereka yang menyembunyikan keimanan karena takut akan kezaliman tuan-tuan mereka, ikut rukuk bersama orang-orang yang rukuk dan sujud bersama orang-orang yang sujud.
وَقُضِيَتِ الصَّلَاةُ ، وَجَلَسَ إِبْرَاهِيمُ وَحَوْلَهُ مَنْ آمَنُوا بِهِ يَصْغُونَ إِلَى مَا يَقُولُهُ حَبِيبُ اللَّهِ ، كَانَ حَدِيثُهُ يَنْفُثُ فِيهِمُ الْقُوَّةَ ، وَيَجْعَلُهُمْ يَحِسُّونَ أَنَّهُمْ أَقْوَى مِنْ كُلِّ مَنْ فِي الْأَرْضِ مِنَ الْجَبَّارِينَ ، وَيُطْلِقُ أَرْوَاحَهُمْ لِتَهِيمَ فِي مَلَكُوتِ اللَّهِ فَتَسْتَشْعِرُ أَنَّهَا انْطَلَقَتْ مِنْ سِجْنِ النَّفْسِ وَالْجَسَدِ لِتَتَّصِلَ بِرُوحِ الْكَوْنِ . وَكَانَ فِيمَنْ أَلْقَوْا سَمْعَهُمْ إِلَى إِبْرَاهِيمَ الْخَلِيلِ بَعْضُ الْمُسْتَضْعَفِينَ وَالْعَبِيدِ ، فَرَاحَ يُعَلِّمُهُمْ أَنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَيَرْفَعُهُمْ إِلَى مَرْتَبَةٍ سَامِيَةٍ ، مَرْتَبَةِ الِاتِّصَالِ بِاللَّهِ وَالْأُنْسِ بِهِ ، فَإِذَا الْخَوْفُ يَنْتَزِعُ مِنْ نُفُوسِهِمْ وَإِذَا الْأَمْنُ يَغْشَاهُمْ . إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ . نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ . نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ .
Setelah shalat selesai, Ibrahim duduk dikelilingi oleh orang-orang yang beriman kepadanya, menyimak apa yang disampaikan oleh kekasih Allah itu. Ucapannya menanamkan kekuatan dalam diri mereka, membuat mereka merasa lebih kuat dari semua orang zalim di bumi, dan membebaskan jiwa mereka untuk mengembara di kerajaan Allah, merasakan seolah mereka lepas dari penjara nafsu dan jasad untuk terhubung dengan ruh alam semesta. Di antara mereka yang menyimak Ibrahim adalah sebagian orang-orang lemah dan hamba sahaya, maka ia mulai mengajarkan bahwa kemuliaan itu milik Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin, serta mengangkat mereka ke derajat yang tinggi, derajat keterikatan dengan Allah dan merasa tenang bersama-Nya, sehingga rasa takut tercabut dari jiwa mereka dan ketenangan pun menyelimuti mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berkata Tuhan kami adalah Allah kemudian istiqamah, malaikat turun kepada mereka seraya berkata: jangan takut dan jangan sedih, berilah kabar gembira dengan surga yang telah dijanjikan kepada kalian. Kami adalah penolong kalian di kehidupan dunia dan akhirat, kalian mendapatkan di dalamnya apa yang diinginkan oleh jiwa kalian dan apa yang kalian minta. Sebagai hidangan dari Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَجَاءَ مِنَ الْمَدِينَةِ رِجَالٌ يَسْعَوْنَ ، كَانُوا مِنَ الْكُهَّانِ وَسَادَاتِ الْعَبِيدِ الَّذِينَ آمَنُوا بِرَبِّ إِبْرَاهِيمَ وَالتُّجَّارِ وَأَصْحَابِ النُّفُوذِ مِمَّنْ يَخْشَوْنَ أَنْ تَزُولَ دَوْلَتُهُمْ أَوْ تَبُورَ تِجَارَتُهُمْ إِذَا انْتَشَرَ الدِّينُ الْجَدِيدُ . وَنَظَرُوا فَاتَّسَعَتْ أَعْيُنُهُمْ مِنَ الدَّهْشَةِ فَمَا دَارَ بِخَلَدِهِمْ أَنْ يُؤْمِنَ لِإِبْرَاهِيمَ كُلُّ هَؤُلَاءِ النَّاسِ . إِنَّهُمْ مَا جَاءُوا إِلَّا لِيَأْخُذُوا عَبِيدَهُمْ إِلَى مِلَّتِهِمْ وَلِيُهَدِّدُوا إِبْرَاهِيمَ بِالرَّجْمِ وَالْعَذَابِ الْأَلِيمِ ، وَلَكِنْ مَا رَأَوْهُ الْيَوْمَ أَنْزَلَ بِقُلُوبِهِمْ هَمًّا ثَقِيلًا فَقَدْ صَارَ لِإِبْرَاهِيمَ حِزْبٌ قَوِيٌّ لَا يَفْلِحُ فِيهِ التَّهْدِيدُ وَالْوَعِيدُ . وَتَقَدَّمَ أَحَدُ الْكُهَّانِ حَتَّى أَشْرَفَ عَلَى الْمَلَإِ وَقَالَ :
Datanglah dari kota orang-orang yang bergegas, mereka adalah para imam dan tuan hamba sahaya yang beriman kepada Tuhan Ibrahim, serta para pedagang dan orang-orang berpengaruh yang takut kekuasaan mereka lenyap atau perdagangan mereka rugi jika agama baru itu tersebar. Mereka memandang dengan mata terbelalak karena terkejut, tidak terpikir oleh mereka bahwa semua orang itu akan beriman kepada Ibrahim. Mereka datang hanya untuk mengambil hamba-hamba mereka kembali ke agama mereka dan mengancam Ibrahim dengan rajam serta azab yang pedih, namun apa yang mereka lihat hari ini menurunkan kesedihan berat ke dalam hati mereka, karena Ibrahim telah memiliki kelompok kuat yang tidak mempan oleh ancaman dan peringatan. Maka majulah salah satu imam hingga ia berdiri di depan khalayak dan berkata:
— يَا قَوْمِ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ هَذَا عَنْ دِينِ آبَائِكُمْ ، عُودُوا إِلَى آلِهَتِكُمْ ، عُودُوا إِلَى بَعْلٍ وَعَنَتٍ وَشَمَّاشٍ وَسِينٍ ، عُودُوا إِلَى الشَّمْسِ وَالْقَمَرِ وَالسَّادَةِ الْبَعُولِ .
— Wahai kaumku, jangan sampai orang ini menyesatkan kalian dari agama nenek moyang kalian, kembalilah kepada tuhan-tuhan kalian, kembalilah kepada Baal, Anat, Syamas, dan Sin, kembalilah kepada matahari, bulan, dan tuan-tuan sesembahan.
— وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ، لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ .
— Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya adalah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan pula kepada bulan, bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya jika benar kalian menyembah-Nya.
— يَا قَوْمِ لَا تَكْفُرُوا بِآلِهَةِ آبَائِكُمْ ، يَا قَوْمِ ..
— Wahai kaumku, janganlah kalian kufur terhadap tuhan-tuhan nenek moyang kalian, wahai kaumku...
— آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِمَا أُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ .
— Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim.
— وَكَفَرْتُمْ بِآلِهَةِ آبَائِكُمْ ؟
— Dan kalian kufur terhadap tuhan-tuhan nenek moyang kalian?
— آمَنَّا بِاللَّهِ وَحْدَهُ .
— Kami beriman kepada Allah semata.
وَهَمَّ الْكَاهِنُ بِأَنْ يَتَكَلَّمَ فَقَالَ لِلْيَعَازَرَ الدِّمَشْقِيِّ لِإِخْوَانِهِ الْمُؤْمِنِينَ :
Imam itu hendak berbicara, maka ia berkata kepada Eliazar dari Damaskus dan saudara-saudaranya yang beriman:
— لَا تَصْغَوْا إِلَيْهِ إِنَّهُ يُرِيدُ أَنْ يَرُدَّكُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ .
— Jangan dengarkan dia, sesungguhnya dia ingin mengembalikan kalian menjadi kafir setelah keimanan kalian.
— رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ .
— Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan rahmatilah kami, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat.
— إِنَّا بِالَّذِي آمَنْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ .
— Sesungguhnya kami kafir terhadap apa yang kalian imani.
يَا قَوْمِ .. اللَّهُ خَيْرٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ ، يَا قَوْمِ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ . عُودُوا إِلَى آلِهَتِنَا وَآلِهَةِ آبَائِكُمُ ، عُودُوا إِلَى مَنْ مَشِيَّتُهُمْ نَافِذَةٌ فِي السَّمَاءِ وَفِي الْأَرْضِ ، إِلَى مَنْ تُسَبِّحُ لَهُمُ الْأَرْوَاحُ السَّمَاوِيَّةُ وَالْأَرْوَاحُ الْأَرْضِيَّةِ . أَأَللَّهُ خَيْرٌ أَمَّا تُشْرِكُونَ ؟ أَمَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَأَنْزَلَ لَكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتَ بِهِ حَدَائِقَ ذَاتَ بَهْجَةٍ مَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُنْبِتُوا شَجَرَهَا ، أَأَللَّهُ مَعَ اللَّهِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تَعْدِلُونَ . أَمَّنْ جَعَلَ الْأَرْضَ قَرَارًا وَجَعَلَ خِلَالَهَا أَنْهَارًا وَجَعَلَ لَهَا رَوَاسِيَ وَجَعَلَ بَيْنَ الْبَحْرَيْنِ حَاجِزًا ، أَأَللَّهُ مَعَ اللَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ .
— Wahai kaumku... Allah lebih baik daripada apa yang kalian sekutukan. Wahai kaumku, bertobatlah kepada Allah, jika Dia menghendaki niscaya Dia melenyapkan kalian dan mendatangkan makhluk yang baru. Kembalilah kepada tuhan-tuhan kami dan tuhan-tuhan nenek moyang kalian, kembalilah kepada mereka yang kehendaknya berlaku di langit dan di bumi, kepada mereka yang disucikan oleh roh-roh langit dan bumi. Apakah Allah lebih baik atau apa yang kalian sekutukan? Bukankah Dia yang menciptakan langit dan bumi serta menurunkan air dari langit untuk kalian, lalu dengannya Dia menumbuhkan taman-taman yang indah yang kalian tidak akan mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah ada tuhan lain bersama Allah? Bahkan kalian adalah kaum yang menyekutukan. Bukankah Dia yang menjadikan bumi sebagai tempat menetap, menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, menjadikan gunung-gunung untuknya, dan menjadikan penghalang antara dua laut? Apakah ada tuhan lain bersama Allah? Bahkan kebanyakan mereka tidak mengetahui.
وَتَحَدَّثَ الرِّجَالُ إِلَى الرِّجَالِ ، وَكَانَ أَهْلُ دِمَشْقَ مِنْ كِهَّانٍ وَتُجَّارٍ وَأَصْحَابِ سُلْطَانٍ فِي ثَوْرَةٍ عَارِمَةٍ لِأَنَّ الْمُسْتَضْعَفِينَ وَالْعَبِيدَ لَمْ يَكْتَفُوا بِشَقِّ عَصَا الطَّاعَةِ وَتَرْكِ دِينِ الْآبَاءِ ، بَلْ أَصْبَحُوا يَنْهَوْنَهُمْ أَنْ يَعْبُدُوا آلِهَتَهُمْ وَيَقُولُونَ إِنَّهَا لَيْسَتْ عَلَى شَيْءٍ ! وَزَادَ فِي ضِيقِهِمُ الثِّقَةَ الَّتِي يَتَحَدَّثُ بِهَا أَتْبَاعُ إِبْرَاهِيمَ وَالطُّمَأْنِينَةَ الَّتِي تَغْشَاهُمْ . وَإِنَّ أَغْيَظَ مَا يُضَايِقُهُمْ وَصْفُهُمْ آلِهَتَهُمْ بِالْعَجْزِ : إِنْ هِيَ إِلَّا أَسْمَاءٌ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ ! تَطَاوَلَ الْمُسْتَضْعَفُونَ وَالْعَبِيدُ عَلَى السَّادَةِ الْبُعُولِ وَسَخِرُوا مِنْهُمْ وَهَزَؤُوا بِمَنْ اتَّبَعُوهُمْ . وَزَادَ الْأَمْرُ سُوءًا أَنْ أَصْبَحَ هَؤُلَاءِ السُّفَهَاءُ عَلَى عِلْمٍ : أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى . وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى . وَأَنْ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى . ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الْأَوْفَى . وَأَنْ إِلَى رَبِّكَ الْمُنْتَهَى . وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَى . وَأَنَّهُ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا . وَأَنَّهُ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَى . مِنْ نُطْفَةٍ إِذَا تُمْنَى . وَأَنَّ عَلَيْهِ النَّشْأَةَ الْأُخْرَى . وَأَنَّهُ هُوَ أَغْنَى وَأَقْنَى .
Laki-laki berbicara kepada laki-laki lain, dan penduduk Damaskus dari kalangan imam, pedagang, dan penguasa berada dalam gejolak yang hebat karena orang-orang lemah dan hamba sahaya tidak hanya berhenti pada membangkang dan meninggalkan agama nenek moyang, bahkan mereka mulai melarang untuk menyembah tuhan-tuhan mereka dan mengatakan bahwa tuhan-tuhan itu tidak berarti apa-apa! Yang menambah kesempitan hati mereka adalah kepercayaan yang dibicarakan oleh para pengikut Ibrahim dan ketenangan yang menyelimuti mereka. Hal yang paling menjengkelkan mereka adalah deskripsi mereka bahwa tuhan-tuhan itu lemah: "Itu hanyalah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu buat, Allah tidak menurunkan keterangan apa pun mengenainya!" Orang-orang lemah dan hamba sahaya melampaui batas terhadap tuan-tuan mereka dan mengejek serta menertawakan siapa yang mengikuti mereka. Perkara bertambah buruk karena orang-orang yang mereka anggap bodoh itu kini berilmu: "Seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya. Dan bahwa usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna. Dan bahwa kepada Tuhanmulah kesudahannya. Dan bahwa Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis. Dan bahwa Dialah yang mematikan dan menghidupkan. Dan bahwa Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan. Dari air mani, apabila dipancarkan. Dan bahwa Dialah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan). Dan bahwa Dialah yang memberi kekayaan dan kecukupan."
مِنْ أَيْنَ لِهَؤُلَاءِ الْبُسَطَاءِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ وَالْعَبِيدِ مِثْلُ هَذِهِ الْفَصَاحَةِ وَمَنْ الَّذِي بَثَّ فِيهِمْ هَذِهِ الرُّوحَ الْقَوِيَّةَ ؟ إِنَّ الْأَمْرَ لَأَخْطَرُ مِنْ أَنْ يُسْكَتَ عَلَيْهِ . إِنَّ هَؤُلَاءِ الْأُمِّيِّينَ قَدْ أَلْزَمُوا الْكِهَّانَ وَالتُّجَّارَ وَرِجَالَ السُّلْطَانِ الْحُجَّةَ ، وَتَرَكُوهُمْ حَيَارَى يَغُطُّونَ خِزْيَهُمْ بِالثَّوْرَةِ وَالْعُنْفِ . وَقَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ وَقَدْ ضَاقَ صَدْرُهُ بِأَنْفَاسِهِ الْمَحْمُومَةِ :
Dari mana orang-orang sederhana, lemah, dan hamba sahaya itu mendapatkan kefasihan seperti ini, dan siapa yang menanamkan ruh yang kuat ini ke dalam diri mereka? Perkara ini terlalu berbahaya untuk didiamkan. Orang-orang yang buta huruf ini telah mematahkan argumen para imam, pedagang, dan penguasa, membiarkan mereka bingung menutupi kehinaan mereka dengan revolusi dan kekerasan. Maka berkatalah salah seorang dari mereka sementara dadanya terasa sesak dengan napas yang memburu:
— لَئِنْ لَمْ تَنْتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ .
— Jika kalian tidak berhenti, niscaya kami akan merajam kalian dan kalian akan merasakan azab yang pedih dari kami.
وَلَمْ يَرْتَجِفِ الْمُؤْمِنُونَ فَهُمْ أَعِزَّةٌ ، هُمْ حِزْبُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ . وَأَصَابَ الْكَافِرِينَ صَغَارٌ وَأَحَسُّوا بِصُدُورِهِمْ تَضِيقُ وَأَطَلَّتْ مِنْ أَعْيُنِهِمُ الْبَغْضَاءُ ، وَأَرَادُوا أَنْ يَسْتُرُوا خِزْيَهُمْ فَبَدَؤُوا بِالْعُدْوَانِ وَهُمْ يَرْتَجِفُونَ . وَبَدَا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْكَافِرِينَ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ وَكَادَتْ تَضْطَرِمُ نَارُ الْقِتَالِ ، بَيْدَ أَنَّ إِبْرَاهِيمَ أَطْفَأَهَا فَهُوَ يَدْعُو إِلَى السَّلَامِ وَلَا يُرِيدُ إِلَّا السَّلَامَ وَإِذَا خَاطَبَهُ الْجَاهِلُونَ قَالَ سَلَامًا . وَتَأَهَّبَ الْجَاهِلُونَ لِيَنْقَلِبُوا إِلَى أَهْلِهِمْ لِيُثِيرُوهَا حَرْبًا شَعْوَاءَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَمَنْ مَعَهُ ، لِيَقْضُوا عَلَى الدَّعْوَةِ الَّتِي تَكَادُ تَقُوضُ سُلْطَانَهُمْ .
Namun orang-orang beriman tidak gemetar karena mereka mulia, mereka adalah hizbullah (golongan Allah), ketahuilah sesungguhnya hizbullah adalah orang-orang yang beruntung. Orang-orang kafir ditimpa kehinaan, mereka merasa dada mereka sesak, kebencian terlihat dari mata mereka, dan mereka ingin menutupi kehinaan mereka dengan memulai permusuhan sementara mereka gemetar. Permusuhan dan kebencian tampak jelas antara orang-orang beriman dan kafir, dan api peperangan hampir berkobar, namun Ibrahim memadamkannya karena dia menyeru kepada perdamaian dan tidak menginginkan selain perdamaian, dan apabila orang-orang jahil menyapanya, dia mengucapkan salam. Orang-orang jahil bersiap untuk kembali kepada kaum mereka untuk memicu perang besar terhadap Ibrahim dan para pengikutnya, demi menghancurkan dakwah yang hampir meruntuhkan kekuasaan mereka.
وَقَبْلَ أَنْ يَنْصَرِفُوا قَالَ أَحَدُهُمْ :
Dan sebelum mereka pergi, salah seorang dari mereka berkata:
— لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ يَا إِبْرَاهِيمُ لَتَكُونَنَّ مِنَ الْمُخْرَجِينَ .
— Jika engkau tidak berhenti wahai Ibrahim, engkau benar-benar akan termasuk orang-orang yang diusir.
وَقَالَ الْكَاهِنُ وَالْغَضَبُ يَتَطَايَرُ مِنْ عَيْنَيْهِ :
Dan sang imam berkata, dengan kemarahan yang terpancar dari kedua matanya:
— لَيُخْرِجَنَّ الْأَعَزُّ مِنْهَا الْأَذَلَّ .
— Yang paling mulia pasti akan mengusir yang paling hina darinya.
وَأَعْلَنَ الْكُفَّارُ الْحَرْبَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ .
Dan orang-orang kafir mengumumkan perang terhadap orang-orang beriman.
كَانَ إِبْرَاهِيمُ يُرِيدُ السِّلْمَ ، كَانَ يَدْعُوهُمْ إِلَى سَبِيلِ رَبِّهِ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ، يَدْعُوهُمْ إِلَى الْهُدَى ، إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ ، فَلَمْ يَسْمَعُوا دُعَاءَهُ ، وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَهُ فَقَدْ كَبُرَ عَلَيْهِمْ مَا يَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ .
Ibrahim menginginkan kedamaian. Ia mengajak mereka ke jalan Tuhannya dengan hikmah dan nasihat yang baik, ia mengajak mereka kepada petunjuk, ke jalan yang lurus. Namun mereka tidak mendengar ajakannya, dan sekiranya mereka mendengar pun, mereka tidak akan memenuhinya karena terasa berat bagi mereka apa yang ia ajak kepadanya.
قَالَ لَهُمْ إِنَّ مَا يَدْعُونَ إِلَيْهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ . وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لَا يَسْتَجِيبُونَ لَهُمْ بِشَيْءٍ إِلَّا كَبَاسِطِ كَفَّيْهِ إِلَى الْمَاءِ لِيَبْلُغَ فَاهُ وَمَا هُوَ بِبَالِغِهِ . وَأَنَّهُمْ لَا يَخْلُقُونَ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ . كَانَ يَخْفِضُ لَهُمْ جَنَاحَ الذُّلِ مِنَ الرَّحْمَةِ وَيَدْعُوهُمْ إِلَى النَّجَاةِ ، إِلَى دَارِ السَّلَامِ ، فَاسْتَكْبَرُوا .. وَقَالُوا قُلُوبُنَا فِي أَكِنَّةٍ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ ، وَفِي آذَانِنَا وَقْرٌ .. وَإِنَّنَا لَفِي شَكٍّ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ مُرِيبٍ .
Ia berkata kepada mereka bahwa apa yang mereka seru hanyalah kebatilan dan bahwa Allah adalah yang Haq. Dan siapa yang mereka seru selain-Nya tidak akan mengabulkan apa pun bagi mereka, melainkan seperti seseorang yang membentangkan kedua tangannya ke air agar sampai ke mulutnya, padahal air itu tidak akan sampai kepadanya. Dan bahwa mereka tidak menciptakan apa pun, justru mereka diciptakan. Ia merendahkan diri kepada mereka penuh kasih sayang dan mengajak mereka menuju keselamatan, menuju Darussalam, namun mereka sombong.. dan berkata: "Hati kami tertutup dari apa yang engkau serukan kepada kami, dan di telinga kami ada sumbatan.. dan kami benar-benar dalam keraguan yang mendalam atas apa yang engkau serukan kepada kami."
كَانَ يُرِيدُ السِّلْمَ ، أَنْ يَقْرَعَ الْحُجَّةَ بِالْحُجَّةِ ، وَلَكِنَّهُمْ ضَاقُوا بِهَذَا السَّبِيلِ ، فَإِنَّهُ كُلَّمَا جَادَلَهُمْ أَلْزَمَهُمُ الْحُجَّةَ وَجَعَلَهُمْ يَسْتَشْهِدُونَ صِغَارًا وَفِتَنَ الْمُسْتَضْعَفِينَ وَالْعَبِيدِ ، إِنَّهُمْ لَوْ صَبَرُوا عَلَى دَعْوَتِهِ لَقَضَتْ عَلَيْهِمْ وَذَهَبَتْ بِنُفُوذِهِمْ ، فَلْيَضَعِ السَّيْفَ حَدًّا لِهَذِهِ الْمَعْرَكَةِ الَّتِي كَادَتْ تَرْجَحُ فِيهَا كَفَّةُ الْمُؤْمِنِينَ .
Ia menginginkan kedamaian, untuk mematahkan hujjah dengan hujjah, namun mereka merasa sempit dengan jalan ini. Karena setiap kali ia mendebat mereka, ia membungkam mereka dengan hujjah dan membuat mereka merasa kecil serta lemah layaknya budak. Sesungguhnya jika mereka bersabar atas dakwahnya, maka ia akan mengalahkan mereka dan menghilangkan pengaruh mereka. Maka, pedang harus menjadi penentu bagi pertempuran ini yang hampir saja memenangkan pihak orang-orang beriman.
اعْتَدَوْا عَلَيْهِ وَعَلَى مَنْ مَعَهُ وَلَمْ يَبْدَأْ هُوَ بِالْعَدَاوَانِ أَلْبَتَّةَ فَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ ، وَصَبَرَ عَلَى مَا أَصَابَهُ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ . وَهَا هُمُ الْيَوْمَ جَاءُوا يَهْدِدُونَهُ بِالرَّجْمِ وَبِعَذَابٍ أَلِيمٍ ، فَصَبَرَ وَهُوَ عَلَى يَقِينٍ مِنْ أَنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ . وَاعْتَدَوْا عَلَى الْمُؤْمِنِينَ فَقَالُوا ، وَلَنَصْبِرَنَّ عَلَى مَا آذَيْتُمُونَا ، وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ .
Mereka menyerangnya dan orang-orang yang bersamanya, padahal ia sama sekali tidak memulai permusuhan karena ia tahu bahwa Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas, dan ia bersabar atas apa yang menimpanya, sesungguhnya itu adalah perkara yang diwajibkan. Dan inilah mereka hari ini, datang mengancamnya dengan rajam dan siksa yang pedih, maka ia bersabar seraya yakin bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. Dan mereka menyerang orang-orang beriman, maka mereka berkata: "Kami benar-benar akan bersabar atas apa yang kalian timpakan kepada kami, dan hanya kepada Allah-lah bertawakal orang-orang yang bertawakal."
كَانَ إِبْرَاهِيمُ يُرِيدُ السِّلْمَ وَلَكِنَّ الْقَوْمَ أَبَوْا إِلَّا الْقِتَالَ ، عَادُوا إِلَى الْمَدِينَةِ لِيَأْتَمِرُوا بِهِ ، لِيَقْتُلُوهُ وَيَقْتُلُوا الَّذِينَ يَأْمُرُونَ بِالْقِسْطِ مِنَ النَّاسِ . وَأَحَسَّ إِبْرَاهِيمُ الْخَطَرَ فَقَالَ لِمَنْ مَعَهُ :
Ibrahim menginginkan kedamaian, namun kaum itu menolak kecuali berperang. Mereka kembali ke kota untuk bersekongkol melawannya, untuk membunuhnya dan membunuh orang-orang yang menyeru kepada keadilan dari kalangan manusia. Ibrahim merasakan bahaya, maka ia berkata kepada orang-orang yang bersamanya:
— وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ .
— Dan persiapkanlah untuk mereka apa yang kalian mampu dari kekuatan.
فَنَظَرَ إِلَيْهِ الْمُؤْمِنُونَ وَقَدْ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَقَالُوا :
Orang-orang beriman menatapnya sementara hati mereka merasa takut, dan mereka berkata:
— قِتَالٌ ؟
— Berperang?
فَقَالَ لَهُمْ وَهُوَ كَارِهٌ :
Maka ia berkata kepada mereka sementara ia membencinya:
— قِتَالٌ .. إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ .
— Berperang.. Jika kalian tidak melakukannya, niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.
كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَجْنَحُ لِلسِّلْمِ وَلَكِنَّ الَّذِينَ نَاصَبُوهُ الْعِدَاءَ نَبَذُوا السِّلْمَ وَرَاحُوا يَنْفُخُونَ فِي نَارِ الْحَرْبِ . يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ ، لِيُعِيدُوا مَنْ آمَنُوا إِلَى ظُلُمَاتِ إِلَى عِبَادَةِ آلِهَةٍ لَا تَمْلِكُ لِنَفْسِهَا نَفْعًا وَلَا ضَرَّا ، فَحَقَّ عَلَيْهِ أَنْ يُحَرِّضَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى الْقِتَالِ وَأَنْ يَقُولَ لَهُمْ قَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ .
Ibrahim cenderung pada kedamaian, namun mereka yang memusuhinya mencampakkan kedamaian dan mulai meniup api peperangan. Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka, untuk mengembalikan orang-orang yang beriman ke dalam kegelapan, kepada penyembahan berhala yang tidak memiliki manfaat maupun mudarat bagi dirinya sendiri. Maka, menjadi hak baginya untuk memotivasi orang-orang beriman untuk berperang dan mengatakan kepada mereka: "Perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah dan agama semuanya hanya bagi Allah."
وَرَاحَ الْمُؤْمِنُونَ يَتَأَهَّبُونَ لِلْقِتَالِ ، حَمَلُوا الْقِسِيَّ وَالسِّهَامَ وَالْجِعَابَ وَالرِّمَاحَ وَقُوسَ الْحَرْبِ وَعَصَى الرِّمَايَةِ ، وَأَخَذَ إِبْرَاهِيمُ يَبُثُّ فِيهِمْ رُوحًا قَوِيَّةً وَيَقُولُ لَهُمْ :
Orang-orang beriman pun bersiap-siap untuk berperang. Mereka membawa busur, anak panah, tas panah, tombak, busur perang, dan tongkat lempar. Ibrahim mulai menanamkan semangat yang kuat di dalam diri mereka dan berkata kepada mereka:
— فَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ صَابِرَةٌ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ أَلْفٌ يَغْلِبُوا أَلْفَيْنِ .. كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ .
— Jika ada di antara kalian seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan mengalahkan dua ratus orang, dan jika ada di antara kalian seribu orang, niscaya mereka akan mengalahkan dua ribu orang.. Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok yang banyak dengan izin Allah.
— وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ .. فَمَنِ اعْتَدَى عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَى عَلَيْكُمْ ، وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ .. قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ .. وَيُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُحِقَّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكَافِرِينَ .
— Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian, dan janganlah melampaui batas, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.. Barangsiapa menyerang kalian, maka seranglah dia setimpal dengan serangannya kepada kalian. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa.. Perangilah mereka, Allah akan menyiksa mereka dengan tangan kalian, menghinakan mereka, dan menolong kalian atas mereka.. dan Allah hendak membenarkan yang benar dengan kalimat-kalimat-Nya dan memotong akar orang-orang kafir.
وَوَقَفَ الْمُؤْمِنُونَ يَنْتَظِرُونَ ، إِنَّهُمْ قَلِيلٌ مُسْتَضْعَفُونَ فِي الْأَرْضِ يَخَافُونَ أَنْ يَتَخَطَّفَهُمُ النَّاسُ وَلَكِنْ كَانَ يَقْوَى عَزَائِمَهُمْ مَا يَعِدُهُمْ بِهِ إِبْرَاهِيمُ ، كَانَ يَعِدُهُمْ بِالْفَتْحِ وَبِأَنَّ مَنْ يَسْتَشْهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَلَهُ جَنَّاتٌ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ .
Orang-orang beriman berdiri menanti. Mereka sedikit, lemah di bumi, takut orang-orang akan menculik mereka, namun tekad mereka dikuatkan oleh apa yang dijanjikan Ibrahim kepada mereka. Ia menjanjikan kepada mereka kemenangan, dan bahwa barangsiapa syahid di jalan Allah, maka baginya surga yang luasnya seluas langit dan bumi, itulah keberuntungan yang besar.
وَجَاءَ الْكُهَّانُ وَرِجَالُ الدَّوْلَةِ وَالتُّجَّارُ وَرِجَالُ الْجَيْشِ وَمَنْ سَاقُوا مَعَهُمْ مِنَ الْجُنُودِ الْمُرْتَزِقَةِ ، جَاءُوا لِيُدَافِعُوا عَنْ سُلْطَانِهِمْ فِي الْأَرْضِ وَفِي أَيْدِيهِمُ الْفُئُوسُ وَالسِّهَامُ وَالرِّمَاحُ وَفِي قُلُوبِهِمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ . جَاءُوا يَخْتَالُونَ فَقَدْ كَانُوا وَاثِقِينَ أَنَّ النَّصْرَ لَهُمْ وَأَنَّ الدَّائِرَةَ سَتَدُورُ عَلَى أُولَئِكَ السُّفَهَاءِ الَّذِينَ عَابُوا آلِهَتَهُمْ وَسَفَّهُوا أَحْلَامَهُمْ وَعَمِلُوا عَلَى تَقْوِيضِ نُفُوذِهِمْ .
Datanglah para imam, pejabat negara, pedagang, petinggi militer, dan tentara bayaran yang mereka bawa. Mereka datang untuk membela kekuasaan mereka di bumi, di tangan mereka kapak, anak panah, dan tombak, sementara di hati mereka ada permusuhan dan kebencian. Mereka datang dengan angkuh karena mereka yakin kemenangan ada di pihak mereka dan roda nasib akan berputar pada orang-orang bodoh itu yang mencela berhala mereka, menganggap impian mereka sia-sia, dan bekerja untuk meruntuhkan pengaruh mereka.
وَتَرَاءَى الْجَمْعَانِ ، وَنَظَرَ الْمُؤْمِنُونَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمُ السَّكِينَةَ إِذْ أَرَاهُمُ أَنَّ أَعْدَاءَهُمْ فِي أَعْيُنِهِمْ قَلِيلٌ ؛ وَنَظَرَ الَّذِينَ جَاءُوا يُقَاتِلُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَوَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَأَوْجَسُوا خِيفَةً إِذْ أَرَاهُمُ اللَّهُ أَنَّ أَعْدَاءَهُمْ فِي أَعْيُنِهِمْ كَثِيرٌ . وَنَزَلَتِ الْهَزِيمَةُ بِأَفْئِدَتِهِمْ قَبْلَ أَنْ يُطْلِقَ سَهْمٌ أَوْ يُرْمَى رُمْحٌ أَوْ تُبْسَطَ يَدٌ لِلْقِتَالِ .. ذَلِكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ مُوهِنُ كَيْدِ الْكَافِرِينَ .
Kedua golongan saling berhadapan. Orang-orang beriman menatap, maka Allah menurunkan ketenangan ke dalam hati mereka, karena Dia memperlihatkan kepada mereka bahwa musuh mereka di mata mereka sedikit; sementara mereka yang datang memerangi Allah dan Rasul-Nya menatap, maka hati mereka merasa takut dan diliputi ketakutan karena Allah memperlihatkan kepada mereka bahwa musuh mereka di mata mereka banyak. Kekalahan menimpa hati mereka sebelum satu anak panah dilepaskan, tombak dilemparkan, atau tangan diulurkan untuk berperang.. Demikianlah, sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang kafir.
وَمَشَى الرِّجَالُ إِلَى الرِّجَالِ وَبَدَأَ الصِّرَاعُ الَّذِي تَبَارَكَ السَّمَاءُ ، الصِّرَاعُ الَّذِي لَوْلَاهُ لَأَسِنَتِ الْحَيَاةُ وَنَخِرَ فِي الْكَوْنِ فِسْقُ الْمُتْرَفِينَ وَسَادَ فِيهِ ظُلْمُهُمْ وَطُغْيَانُهُمْ . وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَفَسَدَتِ الْأَرْضُ .. لَهَدِمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا .
Lelaki berjalan menuju lelaki, dan mulailah perjuangan yang diridhai langit, perjuangan yang jika tanpanya kehidupan akan membusuk, dan kefasikan orang-orang kaya akan menggerogoti alam semesta, di mana kezaliman dan kesombongan mereka berkuasa. Jika bukan karena Allah membela manusia satu sama lain, niscaya bumi akan rusak.. niscaya biara-biara, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah, dan masjid-masjid di mana nama Allah banyak disebut, akan dirobohkan.
كُتِبَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَالْمُؤْمِنِينَ الْقِتَالُ ، فَانْدَفَعَ إِبْرَاهِيمُ بَيْنَ الصُّفُوفِ يُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ، فَإِذَا الرَّجُلُ الْأَوَّاهُ الْحَلِيمُ الَّذِي تَفِيضُ بِالدُّمُوعِ عَيْنَاهُ إِذَا مَا دَعَا رَبَّهُ ، يُقَاتِلُ فِي ضَرَاوَةِ مَنْ أَرْغَمُوهُ عَلَى الْقِتَالِ ، فَقَدْ أُمِرَ أَنْ يَقْتُلَ مَنْ جَاءُوا لِقِتَالِهِ : فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ ، فَمَا كَانَ لَهُ إِلَّا أَنْ يُطِيعَ أَمْرَ اللَّهِ ، وَأَنْ يَخُوضَ مَعْرَكَةَ الْإِيمَانِ حَتَّى يُحَكِّمَ اللَّهُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُمْ وَهُوَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِينَ .
Diwajibkan atas Ibrahim dan orang-orang beriman untuk berperang. Ibrahim pun melesat di antara barisan, berperang di jalan Allah. Sungguh, lelaki yang lembut dan penyantun yang air matanya bercucuran jika ia berdoa kepada Tuhannya, kini berperang dengan keganasan orang yang dipaksa untuk berperang. Ia diperintahkan untuk membunuh mereka yang datang untuk memeranginya: "Jika mereka memerangi kalian, maka bunuhlah mereka." Maka tiada pilihan baginya selain menaati perintah Allah, dan terjun ke medan pertempuran iman hingga Allah menghakimi di antara dirinya dan mereka, dan Dia-lah sebaik-baik hakim.
وَرَاحَ إِبْرَاهِيمُ يُطْلِقُ سِهَامَهُ وَيَهُزُّ رُمْحَهُ وَيَطْعَنُ بِهِ أَعْدَاءَ اللَّهِ ، وَيَلْتَحِمُ مَعَ الرِّجَالِ وَيَبْسُطُ إِلَى أَعْدَائِهِ يَدَيْهِ لِيَقْتُلَ أَنْفُسًا تَبْغَى الْفَسَادَ ، حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ .
Ibrahim mulai melepaskan anak panahnya, mengayunkan tombaknya, dan menusukkan ke musuh-musuh Allah. Ia bertempur jarak dekat dengan lelaki-lelaki itu dan menjulurkan tangannya kepada musuh-musuhnya untuk membunuh jiwa-jiwa yang menghendaki kerusakan, hingga tidak ada lagi fitnah dan agama semuanya hanya bagi Allah.
وَسَارَعَ الْمِيعَازِرُ الدِّمَشْقِيُّ إِلَى الطَّعْنِ وَالنِّزَالِ وَكَانَ يَسْتَعْجِلُ إِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِ : النَّصْرَ أَوِ الِاسْتِشْهَادَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْفَوْزَ بِجَنَّاتِ الْخُلُودِ .
Mii'azir ad-Dimasyqi bersegera menusuk dan bertarung, dan ia menyegerakan salah satu dari dua kebaikan: kemenangan atau syahid di jalan Allah dan memperoleh surga yang kekal.
الْتَحَمَ حِزْبُ اللَّهِ وَحِزْبُ الشَّيْطَانِ وَاشْتَدَّ الْقِتَالُ بَيْنَ الْمُصْلِحِينَ وَالْمُفْسِدِينَ ، وَكَانَتْ قُلُوبُ الْمُؤْمِنِينَ عَامِرَةً بِالْإِيمَانِ وَقُلُوبُ الْفَاسِقِينَ هَوَاءً ، وَرَاحَ كُلٌّ يَسْتَنْصِرُ وَلِيَّهُ ، وَإِبْرَاهِيمُ وَمَنْ مَعَهُ يَدْعُونَ اللَّهَ ، وَالْكَافِرِينَ يَدْعُونَ بِعُلَا وَعَنَتِ الْأَصْنَامُ الْأُخْرَى ، وَأَطْبَقَ الْحَقُّ عَلَى الْبَاطِلِ لِيَزْهَقَهُ وَيَكْتُمَ أَنْفَاسَهُ .
Hizbullah dan Hizbusy Syaithan bertempur, peperangan sengit terjadi antara kaum pembawa perbaikan dan kaum perusak. Hati orang-orang beriman dipenuhi iman, sementara hati orang-orang fasik kosong, dan masing-masing mulai meminta pertolongan kepada pelindungnya. Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya berdoa kepada Allah, sementara orang-orang kafir menyeru 'Ula dan berhala-berhala lain pun murka, dan kebenaran mengepung kebatilan untuk melenyapkannya dan menyumbat napasnya.
وَوَقَفَتْ سَارَةُ عَلَى بَابِ خَيْمَتِهَا تَنْظُرُ وَالْمَعْرَكَةُ تَدُورُ عَلَى قَيْدِ خُطُوَاتٍ مِنْهَا وَقَدْ حَمِيَ وَطِيسُهَا : سِهَامٌ تَتَرَاشَقُ ، وَرِمَاحٌ تَهْزُ وَتَرْمَى لِتَسْتَقِرَّ فِي الظُّهُورِ وَالْبُطُونِ ، وَخَنَاجِرُ تَرْتَفِعُ وَتَهْوَى فَتَغُوصُ فِي الرِّقَابِ وَالْقُلُوبِ وَالصُّدُورِ ، وَصَرْخَاتُ مَفْزُوعَةٍ وَأَنَّاتُ مَوْجُوعَةٍ .
Sarah berdiri di depan pintu kemahnya, memperhatikan pertempuran yang berkecamuk hanya beberapa langkah darinya, pertempuran yang semakin memanas: anak panah saling melesat, tombak diayunkan dan dilemparkan untuk menghujam punggung dan perut, belati terangkat lalu turun, menghujam leher, hati, dan dada, diiringi teriakan ketakutan dan rintihan kesakitan.
وَرَاحَتْ تَتَبَّعُ إِبْرَاهِيمَ بِعَيْنَيْهَا وَانْبَهَرَتْ أَنْفَاسُهَا وَهُوَ يَصُولُ وَيَجُولُ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا وَيَكُونَ الْمَلِكُ لِلَّهِ . وَشَخَصَتْ بِبَصَرِهَا إِلَى السَّمَاءِ وَابْتَهَلَتْ إِلَى اللَّهِ فِي حَرَارَةٍ أَنْ يَنْصُرَ عِبَادَهُ وَيُؤَيِّدَهُمْ بِنَصْرٍ مِنْ عِنْدِهِ ، وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ . وَطَفَرَتْ مِنْ مَآقِيهَا الدُّمُوعُ وَهِيَ تَدْعُو اللَّهَ أَنْ يَنْزِلَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ نَصْرَهُ الَّذِي وَعَدَهُمْ .
Ia terus mengikuti Ibrahim dengan pandangannya, napasnya tertahan saat ia melihatnya menyerang dan bergerak agar kalimat Allah menjadi yang tertinggi dan kekuasaan hanya bagi Allah. Ia mengarahkan pandangannya ke langit dan memohon dengan khusyuk kepada Allah agar menolong hamba-hamba-Nya dan mendukung mereka dengan pertolongan dari sisi-Nya, dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Air mata bercucuran dari matanya seraya ia berdoa kepada Allah agar menurunkan pertolongan-Nya kepada orang-orang beriman seperti yang dijanjikan-Nya kepada mereka.
وَثَبَتَ إِبْرَاهِيمُ وَمَنْ مَعَهُ وَأَبْلَوْا بِلَاءً يَرْضَى اللَّهُ وَأَثْخَنُوا فِي الْأَرْضِ . وَلَمَّا رَأَى الْكَافِرُونَ جُنُودَهُمْ صَرْعَى يَغْطُونَ أَرْضَ الْمَعْرَكَةِ زَلْزَلُوا زَلْزَالًا شَدِيدًا ، وَأَيَّدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا عَلَى عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُوا ظَاهِرِينَ ، وَأَلْقَى فِي قُلُوبِ الْمُفْسِدِينَ الرُّعْبَ فَوَلَّوْا مُدْبِرِينَ ، وَإِبْرَاهِيمُ وَمَنْ مَعَهُ فِي أَثَرِهِمْ يَقْتُلُونَهُمْ تَقْتِيلًا . وَهَامَ مَنْ بَقِيَ مِنَ الْكَهَنَةِ وَرِجَالِ الدَّوْلَةِ وَأَصْحَابِ النُّفُوذِ وَالْجُنُودِ الْمُرْتَزِقَةِ عَلَى وُجُوهِهِمْ مَرْعُوبِينَ ، وَوَلَّوُا الْأَدْبَارَ فِي دُرُوبِ دِمَشْقَ لَا يَلْوُونَ عَلَى شَيْءٍ . وَبَاتَتْ دِمَشْقُ فِي حَوْزَةِ إِبْرَاهِيمَ لِيُقِيمَ فِيهَا الدِّينَ وَلِيَصْفَحَ عَنِ الْجَاهِلِينَ ، وَلِيَقُولَ : سَلَامٌ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ .
Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya tetap teguh dan menunjukkan ketabahan yang diridhai Allah, serta memberikan pukulan telak di bumi. Ketika orang-orang kafir melihat tentara mereka tumbang menutupi medan pertempuran, mereka terguncang hebat. Allah menguatkan orang-orang beriman atas musuh mereka, sehingga mereka pun menang. Allah melemparkan rasa takut ke dalam hati para perusak itu, maka mereka berbalik melarikan diri, sementara Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya mengejar mereka dan membantai mereka. Mereka yang tersisa dari kalangan imam, pejabat negara, pemilik pengaruh, dan tentara bayaran lari tunggang-langgang dalam ketakutan, berbalik arah di jalan-jalan Damaskus tanpa menoleh sedikit pun. Damaskus pun jatuh ke tangan Ibrahim untuk menegakkan agama di sana, memaafkan orang-orang yang jahil, dan untuk berkata: "Salam, kelak mereka akan mengetahui."

💬 SYARH NYABLAK USTADZ BCA
(Betawi Cengkareng Asli)
- Klik buat baca syarah gaya Abi Thoufur untuk episode ini -
Assalaamu'alaikum Sahabat BABA...!!

"Jama'ah BABA nyang dimuliain Allah! Gimane kabarnye, Cing, Nyak, Babe? Masih idup kan? Eh maksud ane, masih sehat kan? Alhamdulillah! Hari ini Abi mau ngajak ente pade lanjut 'nyilem' ke Episode 26. Kita bakal bahas gimanenye perjuangan Ibrahim عليه السلام nyang makin panas di tanah Damaskus. Nyablak bener nih ceritanye, dengerin baek-baek!"

[BAGIAN 1: PENGAJIAN SEMBUNYI-SEMBUNYI]

Abi Thoufur: "Jama’ah! Dakwah Ibrahim di Damaskus mulai ngerembet ke jantung kota. Orang-orang Damaskus mulai berani dateng diem-diem ke kemah beliau pas malem. Ada Eliazar, orang tajir Damaskus nyang milih 'jual dunia' demi akhirat. Mereka kumpul bukan buat arisan, tapi buat belajar rukuk & sujud nyembah Allah!"

Abi Nyablak: "Bener, Bang! Ibrahim itu magnet. Ucapannya nembus sampe ke budak-budak nyang tadinya ngerasa kagak punya harga diri. Beliau ajarin kalo kemuliaan itu cuma milik Allah. Rasa takut mereka sama majikan zalim pelan-pelan ilang, diganti ama rasa tenang karena punya Allah!"

[BAGIAN 2: DEBAT PANAS DI TENGAH KHALAYAK]

Abi Thoufur: "Lagi asyik belajar, eh... 'rombongan sirkus' elit Damaskus dateng! Para pendeta ama pedagang nyang takut cuan-nya ilang gara-gara berhala kagak laku lagi. Mereka teriak: 'Balik ente semua ke agama nenek moyang! Sembah tuh Matahari ama Bulan!'."

Abi Nyablak: "Ibrahim langsung 'skakmat', Bang! Beliau bilang: 'Matahari ama Bulan itu cuma tanda kebesaran Allah. Masa ciptaan disembah? Sembah nyang nyiptain dong!'. Para elit makin sesek napasnya, argumen mereka patah semua sama orang-orang 'buta huruf' nyang udah dapet hidayah!"

[BAGIAN 3: SERUAN JIHAD PERTAMA]

Abi Thoufur: "Ini dia titik baliknya. Ibrahim nyang lembut, nyang hatinya gampang nangis, terpaksa bilang: 'Siapin kekuatan ente semua!'. Beliau sebenernya cinta damai, Bang... tapi kalo didesak buat perang, beliau kagak bakal lari! Ini pertempuran buat cegah fitnah & kerusakan besar di bumi."

Abi Nyablak: "Jama’ah liat tuh, Ibrahim nyemangatin: 'Kalo ente sabar, seratus orang bisa kalahin dua ratus!'. Beliau janjin kemenangan atau syahid. Bukan soal siapa nyang paling jago silat, tapi soal siapa nyang paling yakin sama janji Tuhan!"

[BAGIAN 4: GEMURUH DI MEDAN LAGA]

Abi Thoufur: "Duar! Dua kelompok ketemu. Pasukan elit Damaskus nyang sombong mendadak gemeteran. Kenapa? Karena Allah taruh rasa takut di hati mereka. Ibrahim nyang biasanya pegang tasbih, sekarang pegang tombak! Beliau melesat kayak macan buat jaga kalimat Allah!"

Abi Nyablak: "Mpok Sarah di pintu kemah jantungnya mau copot, Bang! Beliau liat anak panah sliweran, liat Ibrahim 'siku-sikuan' ama musuh. Beliau tengadahin tangan ke langit, nangis minta Allah turunin bantuan. Dan bener aja... kemenangan itu cuma dateng dari Allah!"

[BAGIAN 5: KEMENANGAN DAN KEDAMAIAN]

Abi Thoufur: "Musuh kocar-kacir, Bang! Elit-elit Damaskus nyang tadinya gaya, sekarang lari kagak nengok belakang. Ibrahim menang mutlak! Tapi beliau kagak laper kuasa, beliau tetep tawadhu & maafin orang-orang jahil itu."

Abi Nyablak: "Ibrahim cuma bilang: 'Salam... kelak ente bakal tau kebenarannya'. Damaskus berhasil ditaklukin hatinya."

[OUTRO]

Abi Thoufur: "Perjuangan makin seru, Mesir udah nunggu di depan mata. Hikmah besar sudah tertanam, benih tauhid sudah menyebar."

Abi Nyablak: "Jejak langkah Sang Abul Anbiya terus berlanjut. Jangan kemane-mane, kita sambung lagi keseruannya di Episode 27! Wassalamu’alaikum!"

— ABI THOUFUR • THE NYABLAK TEACHER • MAN 1 JAKARTA —
BONUS EXCLUSIVE

🎁 Bingkisan Sayang dari Abi: APA HIKMAHNYA BUAT KITE?

Woi, woi, jangan pada bubar dulu! Biar kagak cuma dapet "capek baca"-nye doang, Abi kasih kado ilmu biar kisah perjuangan Nabi Ibrahim عليه السلام ini nancep di hati. Nyok, disimak!

🛡️ Catatan Aqidah Abi:

"Tauhid itu ibarat pondasi rumah. Kalo miring, ambruk! Jangan gara-gara takut sama 'atasan' atau 'ekonomi', terus ente jadi gadaikan iman. Ibrahim aja berani berdiri tegak sendirian ngelawan kebathilan, masa ente yang ngaku umatnya masih loyo? Mantepin iman, biar kagak gampang digoyang angin surga-dunia!"

Catatan Ibadah Abi:

"Ibadah itu bukan buat pamer atau ngejar 'like' di medsos, ape lagi ngarepin pujian. Ibrahim ngajarin kite kalau ibadah itu urusan rahasia antara kite ama Allah. Jangan sampe sholat kite rajin pas ada orang, tapi pas sendirian... waduh, malah 'kucing-kucingan' sama malaikat!"

⚖️ Catatan Mu'amalah Abi:

"Jadi orang jangan kagok. Kalau bener, bilang bener; kalau salah, ya akui. Kebanyakan orang sekarang saking takut dibilang 'gak gaul', akhirnya malah ikut-ikutan ngerjain yang bathil. Inget, gaul itu perlu, tapi jaga adab itu nomer satu. Jangan sampe ilmu segudang, tapi adabnya ilang!"

Alhamdulillah...

Nah, kelar deh ocehan Abi kali ini. Semoga bagean kisah Nabi Ibrahim عليه السلام ini kagak cuma lewat di kuping doang, tapi bisa jadi bekel kite biar idup makin berkah. Kalau masih ada yang ngeganjel di ati soal materi ini, tanya aja langsung, jangan malu-malu! Sambangin aja Abi di MAN 1, sapa tau dapet kopi gratis, hehe!


~ ABI THOUFUR (THE NYABLAK TEACHER) ~

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ ، وَبِاللهِ الْهِدَايَةُ وَالتَّوْفِيْقُ

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi