BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

Serial Abul Anbiyaa #27 | Langkah Sang Pengembara: Menjemput Janji di Tanah yang Diberkahi

Thumbnail BABA Blog

بِسْمِ اللهِ الرَّحمْنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُم ْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Abi Ahmad Thoufur

Disajikan oleh : Abi Ahmad Thoufur

(Ustadz Betawi Nyablak Asli Cengkareng)

🏛️ COCOLAN SAMBEL BABA 🏛️

✍️ Muqoddimah ala Ustadz Betawi Nyablak

Gimane kabarnye para murid-murid Abi di MAN 1 Jakarta dan jama'ah sekalian? Mudah-mudahan kite semue senantiasa dalam lindungan Allah, diberikan kesehatan, serta keistiqomahan dalam tholabul ilmi di jalan yang diridhoi-Nya.

Ibrahim kini melangkah meninggalkan zona nyaman, membawa kafilah iman menuju tanah yang dijanjikan. Di balik setiap debu yang beterbangan, tersimpan kerinduan mendalam akan ridha Sang Khalik, menanti keturunan yang dijanjikan meski waktu seolah membeku dalam kesendirian. Mari kite ikuti perjalanan sang Nabi yang terus mendakwahkan tauhid di tengah hamparan bumi Allah yang luas.

📖 مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ

Karya : Abdul Hamid Judah As-Sahhar

✦ ✧ ✦

أَبُو الْأَنْبِيَاءِ

Bapak Para Nabi ﴿

✧ ✦ ✧

Langkah Sang Pengembara:
Menjemput Janji di Tanah yang Diberkahi

Yuk, baca naskah aslinye. Nyang baca harus fokus, nyang ngebatin harus khusyuk!
ABUL ANBIYA
Abdul Hamid Judah As-Sahhar

Langkah Sang Pengembara: Menjemput Janji di Tanah yang Diberkahi

Ibrahim melangkah meninggalkan zona nyaman, membawa kafilah iman menuju tanah yang dijanjikan. Di balik setiap debu yang beterbangan, tersimpan kerinduan mendalam akan ridha Sang Khalik, menanti keturunan yang dijanjikan meski waktu seolah membeku dalam kesendirian.

فَرِحَ الْمُؤْمِنُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ فَقَدْ دَانَتْ لَهُمْ دِمَشْقُ الْفَيْحَاءُ جَنَّةُ اللَّهِ فِي أَرْضِهِ ، وَسَقَطَتْ فِي أَيْدِيهِمْ بِكُنُوزِهَا وَقُصُورِهَا وَقِلَاعِهَا وَبُيُوتِهَا ذَاتِ الشُّرُفَاتِ ، وَحَدَائِقِهَا وَرِيَاضِهَا وَأَشْجَارِهَا وَتِينِهَا وَزَيْتُونِهَا وَأَعْنَابِهَا وَنَخِيلِهَا وَمَا تَزْخَرُ بِهِ مِنْ خَيْرَاتٍ .
Kaum mukminin bersukacita atas apa yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya, maka Damaskus yang luas—surga Allah di bumi-Nya—tunduk kepada mereka, dan jatuh ke tangan mereka dengan harta karun, istana, benteng, rumah-rumah berteras, taman-taman, kebun-kebun, pepohonan, buah tin, zaitun, anggur, kurma, dan kekayaan yang berlimpah di dalamnya.
وَسَاءَ الْكَافِرِينَ هَزِيمَتُهُمْ وَوَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَبَاتُوا يَتَرَقَّبُونَ مِنَ الْخَوْفِ ، فَقَدْ ظَنُّوا أَنَّ إِبْرَاهِيمَ سَيَقْتَفِي آثَارَهُمْ لِيَقْطَعَ دَابِرَهُمْ . كَانُوا يَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا فَإِذَا الَّذِينَ كَانُوا يَسْتَهْزِئُونَ بِهِمْ قَدْ أَصْبَحُوا فَوْقَهُمْ يَتَحَكَّمُونَ فِي رِقَابِهِمْ ، إِنْ شَاءُوا عَفَوْا وَإِنْ شَاءُوا يَقْتُلُونَ .
Kekalahan tersebut menyusahkan orang-orang kafir, hati mereka gemetar, dan mereka menghabiskan waktu dengan waspada karena ketakutan, sebab mereka mengira bahwa Ibrahim akan melacak jejak mereka untuk memutus keturunan mereka. Mereka tadinya meremehkan orang-orang yang beriman, maka kini orang-orang yang dulu mereka ejek telah menjadi pihak yang berada di atas mereka dan mengendalikan leher mereka; jika mereka mau, mereka memaafkan, dan jika mereka mau, mereka membunuh.
وَقَالَ إِبْرَاهِيمُ : سَلَامٌ ! وَرَاحَ يَدْعُو إِلَى السِّلْمِ . كَانَ يَلْتَمِسُ هِدَايَتَهُمْ فَقَالَ لَهُمْ قَوْلًا لِينًا لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ : مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ ، وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ .
Ibrahim berkata: "Salam (damai)!" Dia pun mengajak kepada kedamaian. Dia mengharapkan hidayah bagi mereka, maka dia berkata kepada mereka dengan perkataan yang lembut agar mereka mendapat petunjuk: "Barangsiapa mengerjakan kebajikan maka itu untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa berbuat kejahatan maka itu untuk dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan."
عَفَا إِبْرَاهِيمُ وَصَفَحَ عَنْهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ، وَأَنْ تَعْفُوا أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى .. إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ . وَرَاحَ الْمُشْرِكُونَ يَرْقِبُونَ مَا يَفْعَلُ إِبْرَاهِيمُ بِقَصْرِ الْمَلِكِ وَقَدْ أَصْبَحَ خَالِيًا بَعْدَ أَنْ فَرَّ مَنْ فِيهِ هَارِبِينَ ، قَالَ مَنْ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ سَيَعْتَلِي الْعَرْشَ وَيَكُونُ جَبَّارًا مِنَ الْجَبَّارِينَ ، وَقَالَ مَنْ مَالَتْ قُلُوبُهُمْ إِلَى الدِّينِ الْجَدِيدِ إِنَّ مَا عِنْدَ رَبِّهِ خَيْرٌ مِنْ قُصُورِ دِمَشْقَ وَكُلِّ كُنُوزِ الْأَرْضِ ، فَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ .
Ibrahim memaafkan dan berpaling dari mereka sampai Allah mendatangkan perintah-Nya, dan bahwa kamu memaafkan adalah lebih dekat kepada takwa. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa. Orang-orang musyrik mengamati apa yang dilakukan Ibrahim terhadap istana raja yang telah kosong setelah penghuninya melarikan diri. Orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit berkata: "Dia akan menduduki takhta dan menjadi tiran di antara para tiran." Namun, orang-orang yang hatinya cenderung kepada agama baru berkata: "Apa yang ada di sisi Tuhannya lebih baik daripada istana Damaskus dan segala harta karun bumi, karena kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang menipu."
وَعَادَ إِبْرَاهِيمُ إِلَى خِيَامِهِ يُسَبِّحُ بِحَمْدِ رَبِّهِ وَيَسْتَغْفِرُهُ وَيَسْجُدُ مَعَ السَّاجِدِينَ ، وَيَدْعُو إِلَى سَبِيلِ رَبِّهِ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ، فَدَخَلَ النَّاسُ فِي الدِّينِ الْجَدِيدِ أَفْوَاجًا . وَرَاحَ إِبْرَاهِيمُ يَبْنِي الْمَحَارِيبَ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . وَعَرَفَ أَهْلُ دِمَشْقَ اللَّهَ الْوَاحِدَ الْقَهَّارَ رَبَّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ، وَشَرَحَ ذَلِكَ صَدْرَ إِبْرَاهِيمَ . وَلَكِنْ هَلْ يَقْنَعُ بِهَذَا الْفَتْحِ ؟ أَيَرْضَى بِالدَّعَةِ وَالِاسْتِقْرَارِ ؟ أَهَذِهِ هِيَ كُلُّ رِسَالَتِهِ ؟ أَنْ يَعْرِفَ حَفْنَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنَّ رَبَّهُمُ اللَّهُ وَاحِدٌ لَا شَرِيكَ لَهُ بَيْنَمَا النَّاسُ فِي الدُّنْيَا كُلِّهَا يَتَخَبَّطُونَ فِي الْجَهَالَةِ ؟
Ibrahim kembali ke kemahnya, bertasbih dengan memuji Tuhannya, memohon ampun kepada-Nya, dan bersujud bersama orang-orang yang bersujud, serta menyeru ke jalan Tuhannya dengan hikmah dan nasihat yang baik, sehingga manusia masuk ke dalam agama baru tersebut secara berbondong-bondong. Ibrahim pun mulai membangun mihrab (tempat ibadah) bagi Allah Tuhan semesta alam. Penduduk Damaskus pun mengenal Allah Yang Maha Esa, Maha Perkasa, Tuhan langit dan bumi beserta apa yang ada di antara keduanya, dan hal itu melapangkan dada Ibrahim. Namun, apakah dia puas dengan penaklukan ini? Apakah dia puas dengan ketenangan dan kestabilan? Apakah hanya ini seluruh risalahnya? Bahwa segelintir orang mukmin mengetahui Tuhan mereka adalah Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, sementara orang-orang di seluruh dunia terombang-ambing dalam kebodohan?
إِنَّهُ لَا يُرِيدُ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا يُرِيدُ سُلْطَانًا يَتَحَكَّمُ بِهِ فِي الرِّقَابِ . إِنَّ كُلَّ مَا يَبْغِيهِ هُوَ أَنْ يُبَلِّغَ رِسَالَاتِ رَبِّهِ لِلنَّاسِ كَافَّةً ، حَتَّى يُؤْمِنُوا وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُنْفِقُوا مِمَّا رَزَقَهُمُ اللَّهُ سِرًّا وَعَلَانِيَةً مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُمْ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خِلَالٌ . دَانَتْ لَهُ دِمَشْقُ بِقُصُورِهَا وَكُنُوزِهَا وَحُصُونِهَا وَمَعَابِدِهَا وَجَنَاتِهَا ، وَلَمْ يَدْرِ التَّرَفَ رَأْسَهُ وَلَمْ يُدَنِّسِ الطَّمَعُ قَلْبَهُ ، إِنَّ مَا يُرِيدُهُ يَفُوقُ كُلَّ كُنُوزِ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا مِنْ مَتَاعٍ ، إِنَّهُ يُرِيدُ الْآخِرَةَ وَيَسْعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ ، إِنَّهُ يُرِيدُ كُنُوزَ السَّمَاءِ وَقُصُورَ السَّمَاءِ وَجَنَّاتِ النَّعِيمِ .
Sesungguhnya dia tidak menginginkan ketinggian di muka bumi dan tidak menginginkan kekuasaan untuk mengendalikan leher manusia. Sesungguhnya yang dia inginkan hanyalah menyampaikan risalah Tuhannya kepada manusia seluruhnya, agar mereka beriman, mendirikan shalat, dan menafkahkan apa yang telah Allah karuniakan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan sebelum datang hari yang tidak ada jual beli dan persahabatan di dalamnya. Damaskus tunduk kepadanya dengan istana, harta, benteng, rumah ibadah, dan kebun-kebunnya, namun kemewahan tidak menguasai kepalanya dan ketamakan tidak menodai hatinya. Apa yang diinginkannya melampaui segala harta dunia dan perhiasannya. Dia menginginkan akhirat dan berupaya untuk itu dengan sungguh-sungguh sebagai orang yang beriman; dia menginginkan harta surga, istana surga, dan taman-taman kenikmatan.
وَمَا دِمَشْقُ فِي مُلْكِ اللَّهِ ؟ إِنَّهَا ذَرَّةٌ فِي فَلَاةٍ ، قَطْرَةٌ فِي بَحْرٍ ، وَمَا يَنْبَغِي أَنْ تَظَلَّ دَعْوَةُ التَّوْحِيدِ حَبِيسَةَ جُدْرَانِ مَدِينَتِهِ مَهْمَا عَظُمَتْ هَذِهِ الْمَدِينَةُ وَارْتَفَعَ شَأْنُهَا . إِنَّ دِينَ اللَّهِ لَابُدَّ أَنْ يَنْتَشِرَ فِي الْأَرْضِ مَشَارِقِهَا وَمَغَارِبِهَا . نَجَّاهُ اللَّهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكَ فِيهَا لِلْعَالَمِينَ فَكَانَ عَلَيْهِ أَنْ يَخْرُجَ إِلَى تِلْكَ الْأَرْضِ . حَسُنَتْ دِمَشْقُ مُسْتَقَرًّا وَمَقَامًا لِلْمُؤْمِنِينَ ، وَلَكِنْ كَا نَ لِلنَّبِيِّ الَّذِي هَجَرَ الدَّعَةَ لِيَعِيشَ فِي خَيْمَةٍ يَدْعُو النَّاسَ إِلَى السَّمِيعِ الْعَلِيمِ أَنْ يَسْتَقِرَّ فِي مَكَانٍ وَاحِدٍ ، فَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ وَقَدْ كَتَبَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَنْ يَمْشِيَ فِيهَا وَيَدْعُو النَّاسَ إِلَيْهِ .
Apa artinya Damaskus dalam kerajaan Allah? Ia hanyalah sebutir debu di padang pasir, setetes air di lautan. Dakwah tauhid tidak seharusnya terpenjara di balik dinding kotanya, betapapun agung dan mulianya kota itu. Agama Allah harus tersebar di seluruh penjuru bumi, timur dan baratnya. Allah menyelamatkan Ibrahim dan Luth ke bumi yang telah diberkahi bagi alam semesta, maka dia harus pergi ke negeri tersebut. Damaskus baik sebagai tempat tinggal dan tempat menetap bagi orang beriman, namun seorang nabi yang meninggalkan kenyamanan demi hidup di tenda untuk menyeru manusia kepada Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui tidaklah patut untuk menetap di satu tempat saja, sebab bumi Allah itu luas dan Allah telah menetapkan baginya untuk berjalan di dalamnya dan menyeru manusia kepada-Nya.
إِنْ كَانَتْ قَوَافِلُ التِّجَارَةِ تَجُوبُ الْآفَاقَ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافِ النَّهَارِ ، فِي الظُّلُمَاتِ وَالنُّورِ ، فِي الظِّلِّ وَالْحَرُورِ ، فِي الْفَيَافِي وَالسُّهُولِ ، فِي الْفِجَاجِ وَشِعَابِ الْجِبَالِ ، فِي الْمَطَرِ الشَّدِيدِ وَالرِّيِحِ الصَّرْصَرِ الْعَاتِيَةِ . فِي لَفْحِ الصَّيْفِ وَبَرْدِ الشِّتَاءِ فِي سَبِيلِ عَرَضٍ زَائِلٍ ، فَأَوْلَى لِقَوَافِلِ اللَّهِ أَنْ تَسِيحَ فِي الْأَرْضِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ، ثُمَّ أَوْلَى لَهُمْ أَنْ يَدْعُو النَّاسَ إِلَى اللَّهِ مَالِكِ الْمُلْكِ مَوْلَاهُمُ الْحَقِّ ، لِيَفُوزُوا بِجَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا . نَشَأَ إِبْرَاهِيمُ فِي أُورَ وَهَاجَرَ إِلَى حَارَانَ وَمِنْهَا إِلَى سُورِيَةَ ، وَإِنَّ بَابِلَ لَهَا حُدُودٌ وَسُلْطَانٌ ، وَآشُورَ لَهَا حُدُودٌ وَسُلْطَانٌ ، وَسُورِيَةَ لَهَا حُدُودٌ وَسُلْطَانٌ ، وَكَنْعَانَ لَهَا حُدُودٌ وَسُلْطَانٌ ، وَالْجَزِيرَةَ الْعَرَبِيَّةَ لَهَا حُدُودٌ وَسُلْطَانٌ ، وَمِصْرَ لَهَا حُدُودٌ وَسُلْطَانٌ ، وَلَكِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَا يُقِرُّ هَذِهِ الْحُدُودَ وَلَا يَدِينُ لِسُلْطَانٍ غَيْرِ سُلْطَانِ اللَّهِ ، إِنَّ هَذِهِ الْمَمَالِكَ كُلَّهَا أُمَّةٌ وَاحِدَةٌ وَرَبُّهَا وَاحِدٌ لَا إِلَهَ غَيْرُهُ يُؤْتَى كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ ، فَأَمَرَ مُؤَذِّنَهُ أَنْ يُؤْذِنَ فِي النَّاسِ بِالرَّحِيلِ إِلَى حَيْثُ يَشَاءُ اللَّهُ .
Jika kafilah dagang mengarungi cakrawala di malam dan siang hari, dalam kegelapan dan cahaya, dalam naungan dan panas, di padang pasir dan dataran, di celah-celah dan lereng gunung, dalam hujan deras dan angin kencang, dalam terik panas dan dingin musim dingin demi harta yang fana, maka lebih utama bagi kafilah Allah untuk menjelajahi bumi di jalan Allah, lebih utama lagi bagi mereka untuk menyeru manusia kepada Allah, Pemilik Kerajaan, Pelindung mereka yang hakiki, agar mereka memperoleh surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, kekal di dalamnya selamanya. Ibrahim tumbuh di Ur, berhijrah ke Haran, lalu ke Suriah. Babil memiliki batas dan kekuasaan, Asyur memiliki batas dan kekuasaan, Suriah memiliki batas dan kekuasaan, Kanaan memiliki batas dan kekuasaan, Jazirah Arab memiliki batas dan kekuasaan, Mesir memiliki batas dan kekuasaan. Namun Ibrahim tidak mengakui batas-batas ini dan tidak tunduk kepada kekuasaan selain kekuasaan Allah. Sesungguhnya kerajaan-kerajaan ini adalah satu umat dan Tuhannya satu, tidak ada tuhan selain Dia, yang memberikan karunia kepada setiap yang memiliki keutamaan, maka dia memerintahkan juru azannya untuk menyeru manusia untuk berangkat ke mana pun Allah kehendaki.
وَرَفَعَتِ الْخِيَامُ وَرَكِبَتْ سَارَةُ وَحَوْلَهَا جَوَارِيهَا ، وَرَاحَ الْيَعَازَرُ الدِّمَشْقِيُّ يُشْرِفُ عَلَى الْعَبِيدِ وَقُطْعَانِ الْمَاشِيَةِ الَّتِي أَثَارَتِ النَّقْعَ فَحَجَبَ دِمَشْقَ عَنِ الْعُيُونِ ، وَامْتَطَى إِبْرَاهِيمُ رَاحِلَتَهُ ، وَامْتَطَى لُوطٌ رَاحِلَتَهُ ، وَانْطَلَقَتْ قَافِلَةُ الْإِيمَانِ فِي الْكَوْنِ الْعَرِيضِ ، تُسَبِّحُ بِحَمْدِ رَبِّهَا وَتَسْتَغْفِرُهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا . كَانَ رِجَالُ بَيْتِ إِبْرَاهِيمَ أَلْفًا أَوْ يَزِيدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْعَبِيدِ وَكَانَ لِلُوطٍ رِجَالٌ وَرُعَاةٌ وَعَبِيدٌ وَأَنْعَامٌ ، فَقَدْ أَنْجَبَ كُلٌّ مَنْ خَرَجَ مَعَ إِبْرَاهِيمَ مِنْ أُورَ وَمِنْ حَارَانَ وَمِنْ دِمَشْقَ—إِلَّا إِبْرَاهِيمَ كَانَ فَرْدًا لَمْ يَرْزُقْهُ اللَّهُ بِذُرِّيَّةٍ مِنْ سَارَةَ وَلَكِنْ شَاءَتْ حِكْمَتُهُ أَنْ يُؤَخِّرَ هِبَتَهُ لَهُ ، لِأَنَّ اللَّهَ قَدَّرَ أَنْ يَكُونَ أَوَّلَ الصَّالِحِينَ الَّذِينَ يَهَبُهُمْ لَهُ مِنْ غَيْرِهَا . إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ .
Tenda-tenda diangkat, Sarah naik kendaraan bersama para pelayannya. Eliezer orang Damaskus mengawasi budak-budak dan kawanan ternak yang membangkitkan debu hingga menutupi Damaskus dari pandangan. Ibrahim menaiki kendaraannya, Luth menaiki kendaraannya, dan kafilah iman pun berangkat di alam yang luas, bertasbih dengan memuji Tuhannya dan memohon ampun, sesungguhnya Dia Maha Penerima Taubat. Anggota rumah Ibrahim berjumlah seribu orang atau lebih, terdiri dari orang beriman, budak, dan Luth memiliki orang-orang, penggembala, budak, dan ternak. Setiap orang yang keluar bersama Ibrahim dari Ur, Haran, dan Damaskus telah memiliki keturunan—kecuali Ibrahim yang masih sendiri, Allah belum mengaruniainya keturunan dari Sarah, namun hikmah-Nya berkehendak untuk menunda pemberian tersebut, karena Allah telah mentakdirkan bahwa keturunan yang akan Allah berikan kepadanya berasal dari wanita lain. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَدْعُو رَبَّهُ فِي الظُّلُمَاتِ وَفِي دُلُوكِ الشَّمْسِ وَآنَاءِ اللَّيْلِ وَأَطْرَافِ النَّهَارِ : رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ . وَلَمْ يَسْتَجِبِ اللَّهُ إِلَى دُعَاءِ خَلِيلِهِ فَلَمْ يَكُنْ أَوَّلُ الْوَارِثِينَ مِنْ آلِ إِبْرَاهِيمَ مِنْ زَوْجَتِهِ الَّتِي خَرَجَتْ مَعَهُ مِنْ أُورَ ، إِنَّهُ مِنْ امْرَأَةٍ أُخْرَى اخْتَارَهَا اللَّهُ لَهُ سَوْفَ يَقُودُهُ إِلَيْهَا . إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا .
Ibrahim berdoa kepada Tuhannya di dalam kegelapan, saat matahari tergelincir, di malam hari, dan di siang hari: "Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang termasuk orang-orang yang saleh." Allah tidak mengabulkan doa kekasih-Nya agar pewaris pertama dari keluarga Ibrahim berasal dari istri yang keluar bersamanya dari Ur; sesungguhnya ia berasal dari wanita lain yang telah dipilih Allah untuknya, yang akan Allah bimbing Ibrahim kepadanya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya, Dia telah menetapkan bagi segala sesuatu kadarnya.
انْطَلَقَتْ قَافِلَةُ الْإِيمَانِ إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكَ اللَّهُ فِيهَا لِلْعَالَمِينَ ، وَكَانَ الرُّعَاةُ يَرْعَوْنَ عَلَى سُفُوحِ الْجِبَالِ وَفَوْقَ قِمَمِهَا ، وَالدُّورُ مُبَعْثَرَةٌ هُنَا وَهُنَاكَ كَأَنَّهَا صَنَادِيقُ مِنَ الْوَرَقِ ، وَالْفَلَّاحُونَ يَحْرُثُونَ الْأَرْضَ وَيَجُرُّ الْمِحْرَاثَ جَمَلٌ وَثَوْرٌ ، وَالْكِلَابُ تَنْبَحُ مِنْ بَعِيدٍ . وَتَصَاعَدَ مِنَ الْجِبَالِ دُخَانٌ إِذْ كَانَ الْكَنْعَانِيُّونَ يُقَدِّمُونَ الْقَرَابِينَ ، وَكَانَ الْيَدُ يَيْمُمُونَ صَوْبَ الدُّخَانِ لِيَتَقَرَّبُوا إِلَى أَرْبَابِهِمْ بِالصَّلَوَاتِ فَإِنَّ النَّاسَ فِي حَاجَةٍ أَبَدًا إِلَى آلِهَةٍ تَرْعَاهُمْ يَوْمَ ظَعْنِهِمْ وَيَوْمَ إِقَامَتِهِمْ .
Kafilah iman berangkat ke bumi yang Allah berkahi bagi alam semesta. Penggembala menggembalakan ternak di lereng gunung dan puncaknya, rumah-rumah tersebar di sana-sini seperti kotak kertas, petani membajak tanah dengan unta dan lembu yang menarik bajak, dan anjing menggonggong dari kejauhan. Asap naik dari pegunungan karena orang Kanaan mempersembahkan kurban, dan mereka cenderung ke arah asap untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka dengan doa, karena manusia senantiasa membutuhkan tuhan yang menjaga mereka di waktu mereka bepergian maupun menetap.
وَبَلَغَتِ الْقَافِلَةُ وَادِيَ شَكِيمَ وَكَانَتِ الْمِيَاهُ تَتَدَفَّقُ وَلَهَا خَرِيرٌ وَقْعُهُ فِي نَفْسِ الْمُؤْمِنِ كَوَقْعِ التَّسْبِيحِ ، وَكَانَتِ الشَّمْسُ تُرْسِلُ أَشِعَّتَهَا الْحَامِيَةَ ، فَتَلَفَّتَ الْمُؤْمِنُونَ فَرَأَوْا بَلُّوطَةَ مُرْوَةَ وَلِلْأَشْجَارِ عِنْدَهَا ظِلٌّ مَمْدُودٌ ، فَرَاحُوا يَنْصِبُونَ خِيَامَهُمْ عَلَى جَانِبِي الْمَاءِ الَّذِي يَجْرِي بِالْحَيَاةِ وَالنَّمَاءِ . وَاسْتَرَاحَ الْمُؤْمِنُونَ قَلِيلًا ، وَلَمْ يَرْكَنُوا لِلدَّعَةِ بَلْ قَامُوا يَبْنُونَ مِحْرَابًا لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ، لِمَنْ أَسْلَمُوا وُجُوهَهُمْ لَهُ ، لِمَنْ هَجَرُوا أَوْطَانَهُمْ وَبَاعُوا دُنْيَاهُمْ وَسَاحُوا فِي الْأَرْضِ ابْتِغَاءَ وَجْهِ الْكَرِيمِ .
Kafilah mencapai lembah Syikhem, air mengalir dengan gemericik yang dampaknya bagi jiwa orang beriman bagaikan dampak tasbih. Matahari mengirimkan sinar panasnya, maka orang-orang beriman menoleh dan melihat pohon ek Moreh, dan pohon-pohon di sana memiliki bayangan yang panjang. Mereka mulai mendirikan tenda di sisi air yang mengalir membawa kehidupan dan pertumbuhan. Orang-orang beriman beristirahat sejenak, namun mereka tidak berpangku tangan pada kenyamanan, melainkan berdiri membangun tempat ibadah bagi Allah Tuhan semesta alam, bagi Dzat yang mereka pasrahkan wajah mereka kepada-Nya, bagi Dzat yang demi-Nya mereka meninggalkan kampung halaman, menjual dunia mereka, dan mengembara di bumi mencari keridhaan Yang Maha Mulia.
كَانَتْ أَشْجَارُ الْبَلُوطِ مُنْتَشِرَةً فِي الْمَنْطِقَةِ وَجَلَسَ تَحْتَ الْأَشْجَارِ الْمُعَلِّمُونَ يَفْقَهُونَ النَّاسَ فِي أَمْرِ دِينِهِمْ . وَكَانَتْ فُرْصَةً أَنْ تَدُورَ الْمُنَاقَشَاتُ بَيْنَ إِبْرَاهِيمَ وَمَنْ مَعَهُ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَبَيْنَ الْمُعَلِّمِينَ الَّذِينَ جَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ .
Pohon-pohon ek tersebar di wilayah tersebut, dan para pengajar duduk di bawah pohon-pohon itu memberikan pemahaman kepada manusia mengenai agama mereka. Ini menjadi kesempatan bagi diskusi untuk berlangsung antara Ibrahim bersama orang-orang beriman dengan para pengajar yang menjadikan sekutu bagi Allah.
— وَرَاحَ الْمُؤْمِنُونَ يَقُولُونَ لِلْمُعَلِّمِينَ : إِنَّ اللَّهَ وَاحِدٌ لَا شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ الثَّرَى ، وَإِنْ تَجْهَرُوا بِالْقَوْلِ فَإِنَّهُ يَعْلَمُ السِّرَّ وَأَخْفَى ، اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى .
— Orang-orang beriman berkata kepada para pengajar: Sesungguhnya Allah itu Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala yang ada di langit, di bumi, di antara keduanya, dan di bawah tanah; dan jika kalian mengeraskan perkataan, sesungguhnya Dia mengetahui yang rahasia dan yang lebih tersembunyi. Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Dialah yang memiliki nama-nama yang terbaik.
— وَطَفِقَ الْمُعَلِّمُونَ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ بَعْلٍ وَأُخْتِهِ وَالْآلِهَةِ الْأُخْرَى .
— Para pengajar mulai bertasbih memuji Baal dan saudarinya serta tuhan-tuhan lainnya.
— وَاشْتَدَّ الْجَدَلُ وَقَالَ الْمُؤْمِنُونَ : إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ .
— Perdebatan semakin sengit dan orang-orang beriman berkata: Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
— وَقَالَ الْمُشْرِكُونَ : مَا نَحْنُ بِتَارِكِي آلِهَتِنَا سَنَظَلُّ لَهَا عَابِدِينَ .
— Orang-orang musyrik berkata: Kami tidak akan meninggalkan tuhan-tuhan kami, kami akan terus menyembah mereka.
وَاشْتَدَّ الْجَدَلُ بَيْنَ الْفَرِيقَيْنِ ، وَأَحَسَّ الْمُعَلِّمُونَ الْقُوَّةَ فِي حُجَّةِ الرُّعَاةِ الَّذِينَ جَاءُوا يَسُوقُونَ أَبْقَارَهُمْ وَحَمِيرَهُمْ وَأَغْنَامَهُمْ ، وَهَبَّتْ رِيحُ الْهَزِيمَةِ فَوَطَّدُوا الْعَزْمَ عَلَى أَنْ يَنْهَوْا هَذِهِ الْمُنَاقَشَاتِ الَّتِي كَادَتْ تَزَعْزَعُ عَقَائِدَهُمْ فَقَالُوا فِي اسْتِكْبَارٍ : اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ هَذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِنَ السَّمَاءِ أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ .
Perdebatan antara kedua kelompok semakin sengit, dan para pengajar merasakan kekuatan dalam argumen para penggembala yang datang membawa sapi, keledai, dan domba mereka. Angin kekalahan berhembus, maka mereka membulatkan tekad untuk mengakhiri diskusi yang hampir mengguncang keyakinan mereka, lalu mereka berkata dengan sombong: "Ya Allah, jika ini adalah kebenaran dari sisi-Mu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih."
وَجَاءَ اللَّيْلُ وَمَدَّ أَبُو الْمُؤْمِنِينَ الْمَوَائِدَ لِرِجَالِهِ وَعَبِيدِهِ وَلِلضَّيْفِ ، وَأَقْبَلَ رِعَاتُهُ عَلَى الطَّعَامِ يَأْكُلُونَ بِاسْمِ اللَّهِ وَيَحْمَدُونَ اللَّهَ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ خَيْرٍ ، وَدَارَ الْحَدِيثُ حَوْلَ اللَّهِ وَالدِّينِ حَدِيثًا صَافِيًا رَقْرَاقًا أَصْفَى مِنَ الْمَاءِ الْمُتَرَقْرِقِ فِي جَدَاوِلِ شَكِيمَ ، وَجَاشَتْ نُفُوسُهُمْ بِفَرَحٍ فَيَّاضٍ انْعَكَسَ عَلَى وُجُوهِهِمْ فَتَأَلَّقَتْ بِالنُّورِ ، وَمَلَأَ الْإِيمَانُ قُلُوبَهُمْ بِالْقُوَّةِ وَالْبَأْسِ ، فَإِذَا الرُّعَاةُ الْبُسَطَاءُ الَّذِينَ يَرْعَوْنَ الْإِبِلَ الْجَالِسِينَ تَحْتَ أَشْجَارِ الْبَلُوطِ يَبْدُونَ فِي جَلَالِ رُعَاةِ الشُّعُوبِ .
Malam pun tiba, bapak orang-orang beriman (Ibrahim) menghamparkan hidangan bagi para pria, budak, dan tamunya. Para penggembalanya datang menyantap makanan dengan menyebut nama Allah dan memuji Allah atas rezeki kebaikan yang diberikan-Nya. Pembicaraan berkisar tentang Allah dan agama, sebuah pembicaraan yang murni dan jernih, lebih jernih daripada air yang mengalir di saluran Syikhem. Jiwa mereka meluap dengan kegembiraan yang melimpah yang terpancar di wajah mereka, hingga wajah-wajah itu bercahaya. Iman memenuhi hati mereka dengan kekuatan dan keberanian, sehingga para penggembala sederhana yang menggembalakan unta dan duduk di bawah pohon ek tampak dalam kemegahan bagaikan para pemimpin bangsa.
وَلَمْ يَسْتَقِرَّ إِبْرَاهِيمُ عِنْدَ « بَلُّوطَةِ مُرْوَةَ » ؛ فَهُوَ لَا يَعْرِفُ الِاسْتِقْرَارَ ، إِنَّهُ فِي رِحْلَةٍ دَائِمَةٍ سَوَاءٌ عَلَيْهِ أُورٌ كَانَ أَمْ حَارَانَ أَمْ دِمَشْقُ أَمْ فِي شَكِيمَ ، فَأَيْنَمَا كَانَ فَهُوَ مَعَ اللَّهِ يَرْجُو تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ . وَأَمَرَ بِالرَّحِيلِ فَانْطَلَقَتْ قَافِلَةُ الْإِيمَانِ إِلَى الْغَرْبِ تُسَيِّحُ فِي الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكَ اللَّهُ فِيهَا لِلْعَالَمِينَ ، تَسِيرُ إِلَى حَيْثُ يَقُودُهَا اللَّهُ وَاللَّهُ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ .
Ibrahim tidak menetap di "Pohon Ek Moreh"; karena dia tidak mengenal kata menetap. Dia berada dalam perjalanan abadi, sama saja baginya baik di Ur, Haran, Damaskus, maupun Syikhem. Di mana pun dia berada, dia bersama Allah, mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi. Dia memerintahkan untuk berangkat, maka kafilah iman bergerak ke arah barat, menjelajahi bumi yang telah diberkahi Allah bagi alam semesta, berjalan ke arah yang ditunjukkan Allah, dan Allah Maha Melakukan apa yang Dia kehendaki.
وَكَانَتْ تُرَى إِلَى مَدَى الْبَصَرِ الْمُرُوجُ الْخَضْرَاءُ زَخَرَتْ بِجَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ وَتَفَجَّرَتْ فِيهَا الْعُيُونُ وَدَنَتِ الْقُطُوفُ مُخْتَلِفَةَ أَلْوَانِهَا ، تَشْرَحُ الصُّدُورَ وَتُحَرِّكُ الْأَلْسِنَةَ بِالتَّسْبِيحِ لِمَنْ أَنْبَتَ كُلَّ شَيْءٍ مَوْزُونٍ . لَقَدْ أَخَذَتِ الْأَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَبَدَتْ كَالْفِرْدَوْسِ ، وَلَمْ تَجُشْ فِي نَفْسِ إِبْرَاهِيمَ رَغْبَةُ أَنْ يَضَعَ يَدَهُ عَلَيْهَا وَيَسْتَقِرَّ فِيهَا فَقَدْ أَعْرَضَ عَنْ جَنَّاتِ الدُّنْيَا ، وَإِنَّهُ لَيَرْجُو أَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ الْفِرْدَوْسَ لَهُ نُزُلًا .
Sejauh mata memandang, terlihat padang rumput hijau yang dipenuhi kebun kurma dan anggur, mata air memancar di dalamnya, dan buah-buahan yang beraneka warna telah dekat untuk dipetik. Pemandangan itu melapangkan dada dan menggerakkan lidah untuk bertasbih kepada Dzat yang menumbuhkan segala sesuatu dengan ukuran yang tepat. Bumi telah mengambil perhiasannya, bersolek, dan tampak bagaikan firdaus. Namun, tidak ada keinginan dalam diri Ibrahim untuk menguasai dan menetap di sana, karena dia telah berpaling dari surga dunia, dan dia mengharapkan agar Allah menjadikan firdaus sebagai tempat tinggalnya.
وَبَعْدَ مَسِيرَةِ يَوْمٍ بَلَغَتِ الْقَافِلَةُ « بَيْتَ إِيل » « بَيْتَ اللَّهِ » ، وَكَانَ النَّاسُ حَيْثُمَا سَارَ إِبْرَاهِيمُ يَعْرِفُونَ اللَّهَ ، فَبَابِلُ : بَابُ اللَّهِ ، وَبَيْتُ إِيل : بَيْتُ اللَّهِ . إِنَّ النَّاسَ فِي كُلِّ مَكَانٍ يُقِيمُونَ الْمَعَابِدَ لِلَّهِ وَلَكِنَّهُمْ يُشْرِكُونَ مَعَ اللَّهِ آلِهَةً أُخْرَى . وَكَانَ الْجَبَلُ شَرْقِيَّ بَيْتِ إِيلَ شَامِخًا تَكْسُوهُ غَابَاتُ الْبَلُوطِ ، وَكَانَتْ قِمَّتُهُ تَتَأَلَّقُ بِنُورٍ لَطِيفٍ تَهْفُو إِلَيْهِ قُلُوبُ الْمُؤْمِنِينَ . فَهَنَاكَ تَطْمَئِنُّ الْأَرْوَاحُ فِي الصَّلَاةِ وَتَرْشُفُ مِنْ نَبْعِ الصَّفَا الْإِلَهِيِّ وَتَنْدَمِجُ فِي رُوحِ الْكَوْنِ ، فِي الْحَقِيقَةِ الْأَزَلِيَّةِ .
Setelah perjalanan sehari, kafilah mencapai "Bet-El" (rumah Allah). Ke mana pun Ibrahim pergi, manusia mengenal Allah; Babil adalah pintu Allah, dan Bet-El adalah rumah Allah. Manusia di setiap tempat mendirikan rumah ibadah untuk Allah, namun mereka mempersekutukan-Nya dengan tuhan lain. Gunung di sebelah timur Bet-El sangat tinggi, ditutupi hutan pohon ek, puncaknya bersinar dengan cahaya lembut yang dirindukan hati orang-orang beriman. Di sana jiwa merasa tenang dalam shalat, meminum dari mata air kesucian ilahi, dan menyatu dengan roh alam dalam hakikat yang abadi.
وَرَاحَ إِبْرَاهِيمُ يَرْقَى فِي الْجَبَلِ وَفِي أَثَرِهِ الْقَافِلَةُ الْمُؤْمِنَةُ ، حَتَّى إِذَا بَلَغُوا قِمَّتَهُ رَاحُوا يَنْصِبُونَ خِيَامَهُمْ فِي ظِلِّ أَشْجَارِ الْبَلُوطِ ، وَأَخَذَ الْمُؤْمِنُونَ يَتَلَفَّتُونَ : كَانَتْ أَرَاضِي وَادِي الْأُرْدُنِّ تَمْتَدُّ إِلَى مَدَى الْبَصَرِ كَبِسَاطٍ سُنْدُسِيٍّ أَخْضَرَ . إِنَّهَا جَنَّةُ الرَّبِّ تَنْطِقُ بِنِعْمَتِهِ وَتُسَبِّحُ لَهُ . وَنَظَرُوا وَرَاءَهُمْ فَرَأَوْا الْبَحْرَ وَأَمْوَاجَهُ الْمُتَلَاطِمَةَ كَجِيَادٍ شُهْبٍ يَجْرِي بَعْضُهَا فِي إِثْرِ بَعْضٍ كَأَنَّمَا هِيَ حَلْبَةُ سِبَاقٍ ! فَانْشَرَحَتْ نُفُوسُهُمْ : رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ !
Ibrahim mulai mendaki gunung diikuti kafilah beriman. Begitu sampai di puncak, mereka memasang tenda di bawah bayangan pohon ek. Orang-orang beriman menoleh; tanah lembah Yordan membentang sejauh mata memandang bagaikan permadani sutra hijau. Itu adalah surga Tuhan yang menyatakan nikmat-Nya dan bertasbih kepada-Nya. Mereka melihat ke belakang dan melihat laut dengan ombak yang saling berkejaran bagaikan kuda putih yang berlari satu sama lain seolah-olah di arena pacuan. Jiwa mereka pun lapang: "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau!".
وَفَوْقَ أَعْلَى قِمَّةٍ فِي ذَلِكَ الْجَبَلِ بَنَى إِبْرَاهِيمُ مِحْرَابًا لِيُذْكَرَ فِيهِ اسْمُ اللَّهِ ، وَلِيَخِرَّ الْمُؤْمِنُونَ لِلَّهِ سَاجِدِينَ . وَانْتَشَرَتِ الْأَنْعَامُ وَالْأَغْنَامُ فِي الْأَرْضِ تَرْعَى وَالرِّجَالُ وَالْعَبِيدُ يَحْرُسُونَهَا . وَنَظَرَ الْكَنْعَانِيُّونَ فَرَأَوْا قَبِيلَةً عَظِيمَةً بِهَا رِجَالٌ أَشِدَّاءُ مُسَلَّحُونَ .. قَبِيلَةً لَا قِبَلَ لَهُمْ بِهَا تَزَاحَمُهُمْ عَلَى مَرَاعِيهِمْ . وَلَمْ تَكُنْ هَذِهِ أَوَّلَ قَبِيلَةٍ تَجِيءُ لِلرَّعَى فَمَا أَكْثَرَ الْقَبَائِلَ الْعَرَبِيَّةَ الَّتِي جَاءَتْ إِلَى هَذِهِ الْأَرْضِ ثُمَّ هَبَطَتْ إِلَى سِينَاءَ أَوْ وَادِي الْأُرْدُنِّ أَوْ وَادِي النِّيلِ .
Di puncak tertinggi gunung itu, Ibrahim membangun tempat ibadah agar nama Allah disebut di sana dan orang-orang beriman bersujud kepada Allah. Ternak dan domba menyebar di bumi untuk merumput, sementara pria dan budak menjaganya. Orang Kanaan melihat sebuah suku besar dengan pria-pria kuat bersenjata; suku yang tidak mampu mereka lawan karena berebut padang rumput. Ini bukan suku pertama yang datang untuk menggembala; betapa banyaknya suku Arab yang datang ke tanah ini lalu turun ke Sinai, lembah Yordan, atau lembah Nil.
وَسَكَتَ الْكَنْعَانِيُّونَ عَلَى مَضَضٍ حَتَّى إِذَا دَعَاهُمْ إِبْرَاهِيمُ إِلَى عِبَادَةِ اللَّهِ وَحْدَهُ وَنَبَذَ إِلَهَ الْقَمَرِ « سِين » الَّذِي كَانَ يُعْبَدُ فِي بَابِلَ وَحَارَانَ وَكَنْعَانَ ، وَفِي سِينَاءَ الَّتِي تَشَرَّفَتْ بِالِانْتِسَابِ إِلَيْهِ ، ثَارُوا وَاشْتَدَّ حَنَقُهُمْ عَلَى الْقَبِيلَةِ الَّتِي جَاءَتْ تَسُبُّ آلِهَتَهُمْ وَتَسْفَهُ أَحْلَامَ آبَائِهِمُ الْأَوَّلِينَ . وَفَكَّرَ الْكَنْعَانِيُّونَ فِي دَفْعِ هَذَا الْبَلَاءِ الَّذِي نَزَلَ بِهِمْ ، إِنَّهُمْ كَانُوا دَائِمًا فِي حِمَايَةِ الْفَرَاعِنَةِ ، وَحَتَّى بَعْدَ أَنْ ضَعُفَتْ مِصْرُ وَوَثَبَ الرُّعَاةُ عَلَى الْحُكْمِ فِيهَا وَاسْتَوْلَوْا عَلَيْهِ لَمْ يَتَغَيَّرِ الْأَمْرُ عَمَّا كَانَ ، وَظَلَّ الْكَنْعَانِيُّونَ فِي حِمَايَةِ حُكَّامِ الْبِلَادِ الْأَجَانِبِ .
Orang Kanaan diam menahan kesal hingga Ibrahim mengajak mereka menyembah Allah semata dan menolak tuhan bulan "Sin" yang disembah di Babil, Haran, Kanaan, dan Sinai yang merasa bangga dengan kaitan tersebut. Mereka marah dan kemarahan mereka memuncak kepada suku yang datang mencela tuhan-tuhan mereka dan menghina pemikiran nenek moyang mereka. Orang Kanaan berpikir untuk menolak bencana yang menimpa mereka. Mereka selalu berada di bawah perlindungan Firaun, bahkan setelah Mesir melemah dan para penggembala merebut kekuasaan di sana, keadaan tidak berubah; orang Kanaan tetap berada di bawah perlindungan penguasa asing.
إِنَّهُمْ وَجَدُوا أَلَا قِبَلَ لَهُمْ بِهَذِهِ الْقَبِيلَةِ الَّتِي جَاءَتْ مِنْ أُورَ بِدِينٍ جَدِيدٍ تَدْعُو إِلَى إِلَهٍ وَاحِدٍ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ، فَلْيُرْسِلُوا إِلَى سَادَاتِهِمْ فِي مِصْرَ يَسْتَنْجِدُونَهُمْ يَلْتَمِسُونَ مِنْهُمْ تَخْلِيصَ آلِهَتِهِمْ مِمَّا يَتَهَدَّدُهَا مِنْ هَوَانٍ وَخِزْيٍ . وَرَكِبَ رِجَالٌ مِنَ الْكَنْعَانِيِّينَ إِلَى مِصْرَ يَسْتَصْرِخُونَ الْمَلِكَ وَيَرْجُونَهُ أَنْ يُرْسِلَ حَمْلَةً لِتَأْدِيبِ الْوَاجِلِينَ الَّذِينَ وَثَبُوا عَلَى عَبِيدِهِ وَسَبُّوا آلِهَتَهُمْ ، وَيُخَوِّفُونَهُ مَغَبَّةَ السُّكُوتِ عَلَيْهِمْ ، فَإِنَّهُمْ أَقْوِيَاءُ أَشِدَّاءُ إِنْ لَمْ يَخْرُجِ الْيَوْمَ لِقِتَالِهِمْ فَسَيَشْتَدُّ سَاعِدُهُمْ وَيُغِيرُونَ عَلَى مِصْرَ غَدًا يَنْتَزِعُونَهَا مِنْ يَدِهِ ، وَيَسُبُّونَ آلِهَتَهُ .
Mereka mendapati diri mereka tidak mampu melawan suku yang datang dari Ur dengan agama baru yang menyeru kepada Tuhan Yang Maha Esa, pemilik segala sesuatu di langit dan bumi. Maka mereka mengirim utusan kepada tuan mereka di Mesir untuk meminta pertolongan, memohon agar mereka menyelamatkan tuhan-tuhan mereka dari kehinaan yang mengancam. Orang Kanaan pergi ke Mesir memohon pertolongan raja, memintanya mengirim pasukan untuk mendisiplinkan para pendatang yang telah menyerbu budak-budaknya dan mencela tuhan-tuhan mereka. Mereka menakuti raja akan akibat jika membiarkan mereka; karena mereka adalah orang-orang kuat dan tangguh, jika raja tidak memerangi mereka hari ini, kekuatan mereka akan bertambah dan mereka akan menyerang Mesir besok, merebutnya dari tangan raja, dan mencela tuhan-tuhannya.
وَتَوَكَّلَ الْكَنْعَانِيُّونَ عَلَى مَلِكِ مِصْرَ وَتَوَكَّلَ إِبْرَاهِيمُ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ، إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا .
Orang Kanaan bertawakal kepada raja Mesir, sementara Ibrahim bertawakal kepada Allah, karena Allah adalah pelindungnya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya, Allah telah menetapkan bagi segala sesuatu kadarnya.

💬 SYARH NYABLAK USTADZ BCA
(Betawi Cengkareng Asli)
- Klik buat baca syarah gaya Abi Thoufur untuk episode 27 ini -
Assalaamu'alaikum Sahabat BABA...!!

"Jama'ah BABA nyang dimuliain Allah! Gimane kabarnye hari ini? Masih semangat buat tholabul ilmi kan? Alhamdulillah, kali ini Abi mau ngajak ente semua buat lanjutin kisah sang Abul Anbiya, Nabi Ibrahim عليه السلام. Di episode 27 ini, ceritanya makin seru, pas Ibrahim mulai ninggalin Damaskus demi dakwah. Dengerin baek-baek ye!"

[BAGIAN 1: PERPISAHAN DENGAN DAMASKUS]

Abi Thoufur: "Jama’ah, liat tuh! Ibrahim AS ninggalin Damaskus bukan karena kalah, tapi karena tugas dakwah emang kagak boleh berenti di satu titik. Damaskus emang cakep, airnya ngalir, buah tin ama zaitunnya melimpah, tapi buat Ibrahim, itu semua cuma 'mampir ngombe'. Fokus beliau cuma satu: Ridha Allah!"

Abi Nyablak: "Bener, Cing! Itu kafilah udah kayak kota jalan. Seribu orang lebih! Eliezer si orang Damaskus nyang setia sibuk ngurusin logistik. Tapi di balik rame-ramenya itu rombongan, ada satu hal nyang bikin hati Ibrahim 'baper' tipis-tipis. Semua pengikutnya udah punya anak-cucu, lah beliau? Masih berdua aja ama Mpok Sarah. Tapi tenang, Ibrahim mah tawakal-nya level dewa!"

⚠️ [BAGIAN 2: LEMBAH SYIKHEM & POHON EK MOREH]

Abi Thoufur: "Sampe di Syikhem, bukannya nyari istana, Ibrahim malah bikin Mihrab—tempat sujud. Di bawah pohon Ek Moreh, beliau mulai lagi 'adu logika' sama penduduk lokal. Mereka nyembah asap kurban, nyembah Baal. Ibrahim mah santai, beliau jelasin pake bahasa nyang adem tapi nusuk ke jantung."

Abi Nyablak: "Penduduk sana ampe bingung, Bang. Argumen Ibrahim kuat banget. Ampe ada nyang nyeletuk saking keselnya kalah debat: 'Kalo emang bener Tuhan lu hebat, turunin dah batu dari langit!'. Dasar emang ye, dari dulu nyang namanya orang denial mah nantang mulu kerjaannya, padahal hatinya udah goyah kena 'skakmat' Tauhid!"

[BAGIAN 3: BETHEL – RUMAH ALLAH]

Abi Thoufur: "Naik lagi beliau ke Bethel. Di puncak gunung, beliau liat kebesaran Allah. Lembah Yordan membentang cakep bener, laut juga keliatan. Di situ beliau sujud lagi. Ibrahim itu nabi nyang kagak betah diem, bumi Allah luas, masa ilmunya dipendem sendiri?"

Abi Nyablak: "Itu pandangan dari atas gunung Bethel emang hidden gem banget, Bang! Ibrahim makin yakin, harta dunia kayak istana Damaskus mah kagak ada apa-apanya dibanding 'Istana Surga'. Beliau pengen semua orang ngerasain nikmatnya iman, bukan cuma segelintir orang doang."

[BAGIAN 4: SIASAT 'SNITCH' ORANG KANAAN]

Abi Thoufur: "Nah, mulai ada intrik nih. Orang Kanaan ngerasa terancam. 'Ini suku dari Ur kok makin banyak pengikutnya? Ternaknya makin banyak, orangnya jago perang pula!'. Karena kagak berani ngelawan langsung, mereka maen 'adu domba'!"

Abi Nyablak: "Bener, mereka jadi snitch (tukang ngadu)! Mereka kirim utusan ke Mesir, bilang ke Raja Mesir: 'Bos, ada geng baru nih dari Ur. Kalo didiemin, entar Mesir diserbu, tuhan-tuhan kita dihina!'. Padahal mah Ibrahim kagak niat nyerbu Mesir, beliau cuma mau dakwah. Tapi ya gitu, orang zalim mah parno-an!"

[BAGIAN 5: DOA DALAM KEGELAPAN]

Abi Thoufur: "Di tengah ancaman dari Mesir, Ibrahim tetep fokus ke Allah. Beliau terus doa: 'Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang saleh'. Beliau kagak tau, kalau Allah udah siapin rencana nyang lebih dahsyat lewat wanita lain nyang bakal beliau temuin nanti."

Abi Nyablak: "Sabar ya, Beh! Allah mah kagak tidur. Doa Ibrahim di kegelapan malem itu bakal jadi awal sejarah besar dunia. Kisahnya makin seru, pasrahnya Ibrahim makin totalitas. Nyok, kite intip kelanjutannya pas mereka mulai masuk ke tanah Mesir di episode depan!"

[OUTRO]

Abi Thoufur: "Perjalanan dakwah emang kagak pernah gampang, Bang. Dari Damaskus, Kanaan, sampe sekarang kudu berhadapan ama konspirasi nyang nyerempet ke penguasa Mesir. Tapi rencana Allah buat sang Khalilullah bakal ngerubah sejarah!"

Abi Nyablak: "Makin greget nih urusannye! Ibrahim ama Mpok Sarah bakal ngadepin ujian berat di tanah Mesir, tapi justru di situ dapet 'kado' luar biasa nyang bakal jadi jawaban dari doa-doanya. Penasaran pan? Pantengin terus sambungannye di Episode 28! Wassalamu’alaikum!"

— ABI THOUFUR • THE NYABLAK TEACHER • MAN 1 JAKARTA —
BONUS EXCLUSIVE

🎁 Bingkisan Sayang dari Abi: APA HIKMAH DI BALIK EPISODE INI BUAT KITA?

Eits, jangan bubar dulu! Biar ente kagak cuma baca ceritanya doang, Abi kasih "Kado Ilmu" sebagai refleksi kita di Episode 27 ini. Semoga makin memperdalam pemahaman kita akan napak tilas sejarah yang penuh ibrah.

🛡️ Catatan Aqidah Abi:

"Keistiqamahan di atas jalan kebenaran bukanlah perkara mudah, namun Allah menjanjikan pertolongan bagi siapa saja yang bersandar hanya kepada-Nya. Episode ini mengingatkan kita bahwa rintangan seberat apa pun adalah ujian untuk menguji kadar ketauhidan kita agar semakin kokoh dan tak tergoyahkan oleh zaman."

Catatan Ibadah Abi:

"Ibadah yang berkelas bukan cuma soal kuantitas rakaat, tapi soal kedalaman rasa dan kehadiran hati di hadapan Allah. Jangan biarkan ibadah kita jadi rutinitas kering tanpa ruh. Mari kita perbaiki kualitas shalat dan munajat kita, karena itulah jembatan terkuat kita saat badai ujian datang menerjang."

⚖️ Catatan Mu'amalah Abi:

"Dalam bergaul, pilihlah lingkungan yang membuat iman kita bertambah, bukan malah mengikisnya. Bersosialisasi memang harus dengan siapa saja, tapi urusan prinsip dan adab, kita harus punya ketegasan. Jadilah penyejuk bagi sesama, namun tetap tegak berdiri membawa panji kebenaran."

Alhamdulillah...

Sekian dulu pembahasan untuk Episode 27 ini. Semoga apa yang kita pelajari hari ini menjadi bekal yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat kita. Jangan lupa untuk terus membersamai Abi dalam menyusuri kisah-kisah penuh hikmah selanjutnya. Kalau ada yang ingin didiskusikan atau sekadar silaturahmi, pintu diskusi selalu terbuka, baik di kolom komentar maupun langsung di MAN 1 Jakarta Barat!


~ ABI THOUFUR (THE NYABLAK TEACHER) ~

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ ، وَبِاللهِ الْهِدَايَةُ وَالتَّوْفِيْقُ

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi