خَرَجَ حَكِيمُ بْنُ حِزَامِ بْنِ خُوَيْلِدٍ مِنْ دَارِ النَّدْوَةِ لِيَطُوفَ بِالْبَيْتِ قَبْلَ أَنْ يَنْطَلِقَ إِلَى دَارِ عَمَّتِهِ خَدِيجَةَ ، وَكَانَ حَكِيمٌ آدَمَ شَدِيدَ الْأُدْمَةِ خَفِيفَ اللَّحْمِ وُلِدَ قَبْلَ الْفِيلِ بِاثْنَتَيْ عَشْرَةَ سَنَةً ، فَقَدْ دَخَلَتْ أُمُّهُ الْكَعْبَةَ مَعَ نِسْوَةٍ مِنْ قُرَيْشٍ وَهِيَ حَامِلٌ مُتِمٌّ بِهِ فَضَرَبَهَا الْمَخَاضُ فِي الْكَعْبَةِ ، فَأَتَتْ بِنِطَعٍ حَيْثُ أَعْجَلَهَا الْوِلَادُ ، فَوُلِدَتْ حَكِيمًا فِي الْكَعْبَةِ عَلَى النِّطَعِ .
Hakim bin Hizam bin Khuwailid keluar dari Darun Nadwah untuk thawaf di Baitullah sebelum berangkat ke rumah bibinya, Khadijah. Hakim adalah pria berkulit gelap, tubuhnya kurus, dan ia lahir dua belas tahun sebelum peristiwa Gajah. Ibunya masuk ke dalam Ka'bah bersama beberapa wanita Quraisy saat ia sedang hamil tua. Rasa mulas persalinan menyerangnya di dalam Ka'bah, lalu ia meminta alas kulit (nith') karena persalinan sudah mendesak, dan Hakim pun dilahirkan di dalam Ka'bah di atas alas tersebut.
وَكَانَ حَكِيمٌ رَاجِحَ الْعَقْلِ لَهُ دِرَايَةٌ وَرَأَى ، وَقَدْ عُرِفَ عَنْهُ ذَلِكَ وَهُوَ لَا يَزَالُ حَدَثًا ، وَلَمْ يَدْخُلْ دَارَ النَّدْوَةِ لِلرَّأْيِ أَحَدٌ حَتَّى يَبْلُغَ الْأَرْبَعِينَ إِلَّا حَكِيمُ بْنِ حِزَامٍ فَإِنَّهُ دَخَلَهَا لِلرَّأْيِ وَهُوَ ابْنُ خَمْسٍ عَشْرَةَ سَنَةً ، وَكَانَتْ لَهُ كَلِمَةٌ بَيْنَ شُيُوخِ قُرَيْشٍ وَسَادَاتِهَا ، وَصَارَ مِنْ وُجُوهِ قُرَيْشٍ وَلَمَّا يَبْلُغُ الْعِشْرِينَ مِنْ عُمَرِهِ ، وَقَدْ كَانَ ذَلِكَ سَبَبًا فِي تَأْجِيجِ مَطَامِعِ أَبِي الْحَكَمِ بْنِ هِشَامٍ ( أَبِي جَهْلٍ ) وَأَبِي سُفْيَانَ بْنِ حَرْبٍ ، فَقَدْ طَمَعَ كُلٌّ مِنْهُمَا فِي أَنْ يَدْخُلَ دَارَ النَّدْوَةِ لِلرَّأْيِ قَبْلَ أَنْ يَبْلُغَ الْأَرْبَعِينَ كَمَا فَعَلَ حَكِيمُ بْنُ حِزَامٍ .
Hakim memiliki akal yang cerdas, berwawasan luas, dan memiliki pendapat yang kuat. Hal itu sudah dikenal darinya sejak ia masih muda. Tidak ada seorang pun yang boleh masuk ke Darun Nadwah untuk memberikan pendapat sampai mencapai usia empat puluh tahun, kecuali Hakim bin Hizam; ia telah memasukinya untuk memberikan pendapat saat usianya baru lima belas tahun. Ia memiliki pengaruh di antara para tetua dan pemuka Quraisy, serta menjadi tokoh terpandang di Quraisy padahal belum mencapai usia dua puluh tahun. Hal inilah yang memicu ambisi Abu al-Hakam bin Hisyam (Abu Jahal) dan Abu Sufyan bin Harb; keduanya berambisi untuk bisa masuk ke Darun Nadwah guna memberikan pendapat sebelum usia empat puluh tahun, sebagaimana yang dilakukan oleh Hakim bin Hizam.
وَكَانَ حَكِيمٌ يُعَالِجُ الْبِرَّ وَإِنْ كَانَ يَسْجُدُ لِأَصْنَامِ الْكَعْبَةِ ، وَكَانَ رَجُلًا تَاجِرًا يَخْرُجُ إِلَى الْيَمَنِ وَإِلَى الشَّامِ فِي رِحْلَتَيِ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ فَكَانَ يَرْبَحُ أَرْبَاحًا كَثِيرَةً فَيَعُودُ عَلَى فُقَرَاءِ قَوْمِهِ يُرِيدُ بِذَلِكَ ثَرَاءِ الْأَمْوَالِ وَالْمَحَبَّةَ فِي الْعَشِيرَةِ ، وَكَانَ يَحْضُرُ الْأَسْوَاقَ ، وَكَانَتْ سُوقُ مِجَنَّةَ تَقُومُ عَشْرَةَ أَيَّامٍ ، حَتَّى إِذَا بَدَا هِلَالُ ذِي الْحِجَّةِ انْصَرَفَ الْعَرَبُ وَانْتَهَوْا إِلَى سُوقِ ذِي الْمَجَازِ فَتُقَامُ ثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ ، ثُمَّ يَنْصَرِفُونَ إِلَى أَدَاءِ مَنَاسِكِ الْحَجِّ وَالْوُقُوفِ بِعَرَفَةَ .
Hakim senantiasa melakukan kebaikan meskipun ia masih bersujud kepada berhala-berhala di Ka'bah. Ia adalah seorang pedagang yang melakukan perjalanan ke Yaman dan Syam dalam perjalanan musim dingin dan musim panas. Ia meraih keuntungan yang besar, lalu ia memberikannya kepada fakir miskin di kaumnya, dengan tujuan agar hartanya berkah dan mendapatkan kecintaan di kalangan kerabatnya. Ia sering menghadiri pasar-pasar. Pasar Mijannah berlangsung selama sepuluh hari. Hingga ketika hilal Dzulhijjah muncul, orang-orang Arab beranjak dan menuju pasar Dzul Majaz yang berlangsung selama delapan hari, kemudian mereka beralih untuk menunaikan manasik haji dan wukuf di Arafah.
كَانَ دِينُ إِبْرَاهِيمَ قَدِ انْدَثَرَ وَلَمْ يَبْقَ مِنْهُ إِلَّا حَجُّ الْبَيْتِ وَتَقْدِيسُ الْحَرَمِ ، وَإِنْ كَانَ الشِّرْكُ قَدْ دَنَّسَ عَقِيدَةَ التَّوْحِيدِ وَإِنْ كَانَتِ الْأَسَاطِيرُ قَدْ طَمَسَتِ الدِّينَ الْقَوِيمَ لَمَّا طَالَ عَلَى النَّاسِ الْعُمُرُ بَعْدَ أَنِ انْقَضَتِ الْقُرُونُ ؛ فَكَانَ الْعَرَبُ جَمِيعًا وَثَنِيِّينَ وَيَهُودَ وَنَصَارَى أَوْ حُنَفَاءَ يَحْتَرِمُونَ الْبَيْتَ ، وَإِذَا مَا جَاءَ أَوَانُ الْحَجِّ يَأْتُونَ عَلَى كُلِّ ضَامِرٍ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ .
Agama Ibrahim telah sirna, dan tidak tersisa darinya kecuali ibadah haji ke Baitullah dan pengagungan terhadap tanah haram. Meskipun kemusyrikan telah menodai akidah tauhid dan mitos-mitos telah mengaburkan agama yang lurus seiring lamanya usia manusia setelah berlalunya abad demi abad. Seluruh bangsa Arab, baik kaum pagan, Yahudi, Nasrani, maupun Hunafa (penganut ajaran Ibrahim), menghormati Baitullah. Jika tiba waktu haji, mereka datang dengan mengendarai unta yang kurus dari segenap penjuru yang jauh.
وَكَانَ حَكِيمٌ يُؤْمِنُ بِالتِّجَارَةِ وَيَجِدُ فِيهَا عِزَّ الْعَرَبِ ، فَكَانَ لَا يَدَعُ سُوقًا بِمَكَّةَ أَوْ تِهَامَةَ إِلَّا حَضَرَهَا ، وَكَانَ بِتِهَامَةَ أَسْوَاقٌ أَعْظَمُهَا سُوقُ حُبَاشَةَ ، وَقَدْ رَأَى فِيهَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ مَعَ أَعْمَامِهِ مِنْ آلِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ يَشْتَرِي بَزًّا مِنْ بِزِّ ( ثِيَابِ ) تِهَامَةَ .
Hakim meyakini perdagangan dan menemukannya sebagai kehormatan bangsa Arab. Maka ia tidak melewatkan pasar mana pun di Makkah atau Tihamah kecuali ia menghadirinya. Di Tihamah terdapat pasar-pasar, yang terbesar di antaranya adalah pasar Hubasyah. Di sana, Muhammad bin Abdullah pernah terlihat bersama paman-pamannya dari keluarga Abdul Muthalib sedang membeli kain dari kain-kain (pakaian) Tihamah.
وَانْتَهَى حَكِيمٌ مِنْ طَوَافِهِ وَخَرَجَ مِنَ الْحَرَمِ قَاصِدًا بَيْتَ عَمَّتِهِ خَدِيجَةَ ، وَالنَّاسُ يَنْظُرُونَ إِلَيْهِ وَفِي عُيُونِهِمْ حَسَدٌ ، فَهُوَ رَجُلٌ مَجْدُودٌ فِي التِّجَارَةِ مَا بَاعَ شَيْئًا قَطُّ إِلَّا رَبِحَ فِيهِ ، وَلَقَدْ كَانَتْ قُرَيْشٌ تَبْعَثُ بِالْأَمْوَالِ وَيَبْعَثُ بِبِمَالِهِ فَلَرُبَّمَا دَعَاهُ بَعْضُهُمْ إِلَى أَنْ يُخَالِطَهُ بِنَفَقَتِهِ يُرِيدُ بِذَلِكَ الْحَظَّ فِي مَالِهِ ، وَذَلِكَ أَنَّهُ كَانَ كُلَّ مَا رَبِحَ تَحَنَّثَ بِهِ ( فَعَلَ الْبِرَّ ابْتِغَاءَ التَّخَفُّفِ مِنَ الْإِثْمِ ) أَوْ بِعَامَتِهِ ، وَيُرِيدُ بِذَلِكَ الْبَرَكَةَ فِي الْمَالِ وَتَأْلِيفَ قُلُوبِ عَشِيرَتِهِ .
Hakim menyelesaikan thawafnya dan keluar dari tanah haram menuju rumah bibinya, Khadijah. Orang-orang melihat ke arahnya dengan rasa iri, karena ia adalah pria yang beruntung dalam perdagangan; tidak ada barang yang pernah ia jual kecuali ia mendapatkan untung di dalamnya. Kaum Quraisy terbiasa mengirimkan harta-harta, dan ia pun mengirimkan hartanya. Seringkali sebagian dari mereka mengajaknya untuk bermitra dalam perbelanjaan, menginginkan keberuntungan pada hartanya. Hal itu dikarenakan setiap kali ia mendapatkan keuntungan, ia menggunakannya untuk berbuat baik (melakukan kebaikan demi meringankan beban dosa) atau untuk keumuman, dan ia menginginkan dengan hal tersebut keberkahan dalam harta serta melunakkan hati kerabatnya.
وَكَانَ وَرَقَةُ بْنُ نَوْفَلٍ عَاكِفًا عَلَى التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَقْرَأُ فِيهِمَا وَيَنْقُلُ مِنْهُمَا وَيُنَقِّبُ فِي ثَنَايَاهُمَا عَنِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي فَاضَتْ بِشَارَاتُ الْأَنْبِيَاءِ بِهِ ، وَالَّذِي أَكَّدَ الرُّهْبَانُ وَالْكُهَّانُ وَالْمُنَجِّمُونَ أَنَّ زَمَانَهُ قَدْ أَظَلَّ الْأَرْضَ . إِنَّهُ يَتَحَرَّقُ شَوْقًا إِلَى ذَلِكَ النَّبِيِّ ، وَإِنَّهُ إِنَّمَا دَخَلَ فِي دِينِ النَّصْرَانِيَّةِ انْتِظَارًا لِبُزُوغِ الدِّينِ الْقَيِّمِ مِنْ مَكَّةَ ، فَقَدْ قِيلَ لَهُ أَنَّ النَّبِيَّ الْمُنْتَظَرَ مِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَأَنَّهُ مِنْ عِنْدِ الْحَرَمِ يُبْعَثُ .
Waraqah bin Naufal tekun mempelajari Taurat dan Injil, membacanya, menyalin darinya, dan meneliti di dalamnya mengenai Nabi yang ummi yang berita gembira para Nabi tentangnya telah melimpah. Yang telah ditegaskan oleh para rahib, pendeta, dan ahli nujum bahwa zamannya telah menaungi bumi. Ia terbakar rasa rindu kepada Nabi tersebut, dan sesungguhnya ia masuk ke dalam agama Nasrani semata-mata untuk menanti terbitnya agama yang lurus dari Makkah. Telah dikatakan kepadanya bahwa Nabi yang dinanti-nantikan itu berasal dari keturunan Ibrahim dan Ismail, dan bahwa ia akan dibangkitkan dari sekitar tanah haram.
إِنَّهُ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَحْشٍ وَزَيْدُ بْنُ نَفِيلٍ قَدْ تَرَكُوا عِبَادَةَ الْأَوْثَانِ ، وَقَدْ تَنَصَّرَ هُوَ وَعَبْدُ اللَّهِ بَيْنَمَا رَاحَ زَيْدُ بْنُ عَمْرٍو يَبْحَثُ عَنِ الْحَنِيفِيَّةِ دِينِ إِبْرَاهِيمَ ، وَإِنْ كَانُوا جَمِيعًا يَتَرَقَّبُونَ أَنْ يُشْرِقَ نُورُ النَّبِيِّ الَّذِي فَاضَتْ صَوَامِعُ الرُّهْبَانِ وَبِيَعُ الْمُتَعَبِّدِينَ بِذِكْرِهِ .
Ia, Abdullah bin Jahsy, dan Zaid bin Nufail telah meninggalkan penyembahan berhala. Ia dan Abdullah memeluk Nasrani, sementara Zaid bin Amr pergi mencari Al-Hanifiyyah, agama Ibrahim. Meskipun mereka semua menantikan terbitnya cahaya Nabi yang biara-biara rahib dan tempat-tempat ibadah para penyembah telah melimpah dengan menyebutnya.
إِنَّ وَرَقَةَ بْنِ نَوْفَلٍ الْأَسَدِيَّ قَدْ هَجَرَ الدُّنْيَا وَمَبَاهِجَهَا وَكَرَّسَ حَيَاتَهُ لِلْعِبَادَةِ وَتَرْقُبِ ذَلِكَ الْحَدَثِ الْجَلِيلِ الَّذِي مَلَأَ وِجْدَانَهُ وَاسْتَوْلَى عَلَى كُلِّ مَشَاعِرِهِ ، فَهُوَ يَرْجُو أَنْ يَظْهَرَ رَسُولُ اللَّهِ لِيُؤَيِّدَهُ وَيَنْصُرَهُ نَصْرًا مُؤْزَرًا ، وَلَقَدْ قَالَ أَشْعَارًا فِي هَجْرِ الدُّنْيَا وَسَارَتْ بِهَا الرُّكْبَانُ وَأَنْشَدَهَا رُوَاةُ الشِّعْرِ فِي حَلَقَاتِ السَّمَرِ :
Waraqah bin Naufal al-Asadi telah meninggalkan dunia dan segala kemegahannya. Ia mendedikasikan hidupnya untuk beribadah dan menanti peristiwa agung yang telah memenuhi perasaannya dan menguasai seluruh emosinya. Ia berharap Rasulullah akan muncul agar ia dapat mendukung dan menolongnya dengan pertolongan yang nyata. Ia telah mengucapkan bait-bait syair tentang meninggalkan dunia, yang kemudian dibawa berkeliling oleh para kafilah dan dilantunkan oleh para perawi syair dalam lingkaran perbincangan malam:
رَحَلَتْ قُتَيْلَةُ عِيرَهَا قَبْلَ الضُّحَى وَإِخَالُ أَنْ شَحَطَتْ بِجَارَتِكَ النَّوَى
[Shadr] Qutailah memberangkatkan kafilahnya sebelum waktu dhuha,
[Ajuz] dan aku membayangkan bahwa jarak yang jauh telah memisahkanmu dari tetanggamu.
أَوْ كُلَّمَا رَحَلَتْ قُتَيْلَةُ غُدْوَةً وَغَدَتْ مُفَارِقَةً لِأَرْضِهِمُ بَكَى
[Shadr] Atau setiap kali Qutailah pergi di pagi hari,
[Ajuz] dan ia pun beranjak meninggalkan tanah mereka, lalu ia menangis.
وَلَقَدْ رَكِبْتُ عَلَى السَّفِينَةِ مُلْجَحًا أَذَرُ الصَّدِيقَ وَأَنْتَحِي دَارَ الْعِدَى
[Shadr] Sungguh aku telah menaiki perahu dengan tergesa-gesa,
[Ajuz] meninggalkan sahabat dan menuju negeri musuh.
وَلَقَدْ دَخَلْتُ الْبَيْتَ يُخْشَى أَهْلُهُ بَعْدَ الْهُدُوءِ وَبَعْدَمَا سَقَطَ النَّدَى
[Shadr] Dan sungguh aku telah memasuki rumah yang penghuninya disegani,
[Ajuz] setelah suasana tenang dan setelah embun turun.
فَوَجَدْتُ فِيهِ طِفْلَةً قَدْ زُيِّنَتْ بِالْحُلِيِّ تَحْسَبُهُ بِهَا جَمْرَ الْغَضَا
[Shadr] Maka aku mendapati di dalamnya seorang anak kecil yang telah berhias,
[Ajuz] dengan perhiasan yang kau sangka di atasnya seperti bara api pohon Ghadha.
فَنَعِمْتُ بَالًا إِذْ أَتَيْتُ فِرَاشَهَا وَسَقَطْتُ مِنْهَا حِينَ جِئْتُ عَلَى هُدَى
[Shadr] Maka hatiku merasa tenang tatkala aku mendatangi peraduannya,
[Ajuz] dan aku terjatuh di sisinya saat aku datang di atas petunjuk.
(1) عَلَى جَانِبٍ مِنْهَا. (1) Di salah satu sisinya.
(2) أَحَسَّ الْحَطَبِ نَارًا وَأَزْهَرَهُ. (2) Kayu yang merasakan api dan bunga-bunganya.
فَبِتِّلْكَ لَذَّاتِ الشَّبَابِ قَضَيْتُهَا عَنِّي فَسَائِلْ بَعْضَهُمْ مَاذَا قَضَى
[Shadr] Maka dengan kenikmatan masa muda itulah aku menghabiskannya,
[Ajuz] tanyakanlah kepada mereka, apa yang telah ia habiskan.
قَدَحُ الذُّبَابِ فَلَيْسَ يُورَى قِدْحُهُ لَا حَاجَةً قَضَى وَلَا مَالًا نَمَى
[Shadr] Pemantik api lalat, tidaklah memercikkan apinya,
[Ajuz] tidak pula menuntaskan hajat, tidak pula mengembangkan harta.
فَارْفَعْ ضَعِيفَكَ لَا يَحُلُّ بِكَ ضَعْفُهُ يَوْمًا فَتُدْرِكَهُ الْعَوَاقِبُ قَدْ نَمَى
[Shadr] Maka angkatlah orang yang lemah di antaramu, agar kelemahannya tidak menimpamu,
[Ajuz] suatu hari nanti, saat akibat-akibat itu menyusulmu ketika ia telah berkembang.
يَجْزِيكَ أَوْ يُثْنَى عَلَيْكَ وَإِنْ مَنْ أَثْنَى عَلَيْكَ بِمَا فَعَلْتَ كَمَنْ جَزَى
[Shadr] Ia akan membalasmu atau memujimu, dan barangsiapa,
[Ajuz] yang memujimu atas apa yang telah kau lakukan, maka ia seperti orang yang telah membalas.
كَانَ وَرَقَةُ شَاعِرًا رَقِيقًا وَكَانَتِ الْمَجَالِسُ تَرْحَبُ بِهِ وَتَزْهَوْ وَتَزْدَهِرُ لَوْ أَنَّهُ كَانَ مِنَ الشُّعَرَاءِ الَّذِينَ يَهْرَعُونَ إِلَى حَلَقَاتِ السَّمَرِ ، وَلَكِنَّهُ آثَرَ الِاعْتِكَافَ وَالتَّعَبُّدَ وَالتَّحَنُّثَ وَانْتِظَارَ إِشْرَاقِ نُورِ النُّبُوَّةِ . وَأَغْلَقَ وَرَقَةُ الْكُتُبَ الَّتِي يَقْرَأُ فِيهَا وَنَهَضَ فَارْتَدَى أَفْخَرَ ثِيَابِهِ وَانْطَلَقَ إِلَى بَيْتِ ابْنَةِ عَمِّهِ خَدِيجَةَ الطَّاهِرَةِ .
Waraqah adalah penyair yang lembut, and majelis-majelis akan menyambutnya dengan hangat, berseri-seri, dan meriah seandainya ia termasuk penyair yang bergegas menuju lingkaran-lingkaran perbincangan malam. Namun ia memilih untuk beritikaf, beribadah, mencari kebenaran, dan menanti terbitnya cahaya kenabian. Waraqah menutup kitab-kitab yang biasa ia baca, bangkit, mengenakan pakaian terbaiknya, dan berangkat menuju rumah sepupunya, Khadijah yang suci.
وَكَانَ عَدِيُّ بْنُ نَوْفَلٍ أَسَدٍ فِي دَارِ أُمِّهِ أُمَيَّةَ بِنْتِ جَابِرِ بْنِ سُفْيَانَ ، وَكَانَ خَالُهُ ثَابِتُ بْنُ جَابِرٍ هُنَاكَ وَقَدْ عُرِفَ خَالُهُ بِتَأَبُّطِ شَرًّا ، فَفِي ذَاتِ يَوْمٍ تَأَبَّطَ ثَابِتٌ سَيْفًا وَخَرَجَ فَقِيلَ لِأُمِّهِ :
Adiy bin Naufal berada di rumah ibunya, Umayyah binti Jabir bin Sufyan. Pamannya, Tsabit bin Jabir, ada di sana. Pamannya dikenal dengan julukan "Ta'abbatha Syarran" (ia yang menjinjing keburukan). Suatu hari, Tsabit menjinjing pedang dan keluar. Lalu dikatakan kepada ibunya:
— أَيْنَ هُوَ ؟
— Di mana dia?
— لَا أَدْرَى تَأَبَّطَ شَرًّا ،
— Aku tidak tahu, ia menjinjing keburukan.
وَاشْتَهَرَ بِأَنَّهُ مِنْ عِدَائِي الْعَرَبِ ، وَأَنَّهُ إِذَا جَاعَ نَظَرَ إِلَى الظِّبَاءِ فَيَنْتَقِي عَلَى نَظَرِهِ أَسْمَنَهَا ، ثُمَّ يَجْرِي خَلْفَهُ فَلَا يَفُوتُهُ حَتَّى يَأْخُذَهُ . وَكَانَ تَأَبَّطَ شَرًّا يَرْوِي مُغَامَرَاتِهِ فِي كُلِّ مَجْلِسٍ ، فَمَا إِنْ جَلَسَ عَدِيُّ ابْنُ نَوْفَلٍ حَتَّى رَاحَ خَالُهُ يَقُولُ :
Ia terkenal sebagai salah seorang musuh bangsa Arab, and bahwa jika ia lapar, ia memandangi kawanan kijang, lalu memilih dari pandangannya yang paling gemuk, kemudian ia berlari di belakangnya sehingga kijang itu tidak luput darinya sampai ia menangkapnya. Ta'abbatha Syarran sering meriwayatkan petualangannya di setiap majelis. Maka begitu Adiy bin Naufal duduk, pamannya mulai berkata:
قَدْحُ الذِّبَابِ لَا يُوقَدُ نَارًا .
Pemantik api lalat tidak dapat menyalakan api.
— كُنَّا ثَلَاثَةً ، أَنَا وَالشَّنْفَرَى وَعَمْرُو بْنُ بَرَّاقٍ ، وَنَحْنُ أَعْدَى الْعِدَائِينَ فِي الْعَرَبِ لَا تَلْحَقُنَا الْخَيْلُ ، وَكَانَ بَيْنَنَا وَبَيْنَ بَجِيلَةَ ثَارَاتٍ ، فَوَجَدْنَا بَجِيلَةَ قَدْ أَقْعَدُوا لَنَا الْمَاءَ رَصَدًا ، فَلَمَّا مِلْنَا فِي جَوْفِ اللَّيْلِ قُلْتُ لِصَاحِبَيَّ :
— Kami bertiga; aku, asy-Shanfara, dan Amr bin Barraq. Kami adalah pelari tercepat di antara bangsa Arab, kuda tidak mampu mengejar kami. Antara kami dan suku Bajilah terdapat dendam. Kami mendapati suku Bajilah telah menempatkan pengintai untuk kami di sumber air. Tatkala kami condong (mendekat) di tengah malam, aku berkata kepada dua sahabatku:
« إِنَّ بِالْمَاءِ رَصَدًا ، وَإِنِّي لَأَسْمَعُ وَجِيبَ قُلُوبِ الْقَوْمِ » .
"Sesungguhnya ada pengintai di sumber air, and sungguh aku mendengar degup jantung kaum tersebut."
قَالُوا :
Mereka berkata:
« وَاللَّهِ مَا نَسْمَعُ شَيْئًا وَلَا هُوَ إِلَّا قَلْبُكَ يَجِيبُ » .
"Demi Allah, kami tidak mendengar sesuatu, itu hanyalah jantungmu yang berdegup."
فَوَضَعْتُ يَدِي عَلَى قَلْبِي وَقُلْتُ :
Aku meletakkan tanganku di atas jantungku and berkata:
« وَاللَّهِ مَا يَجِبُ وَمَا كَانَ وَجَّابًا » .
"Demi Allah, ia tidak berdegup and tidak pula berdegup kencang."
قَالُوا :
Mereka berkata:
« فَلَا وَاللَّهِ مَا لَنَا بُدٌّ مِنْ وُرُودِ الْمَاءِ » .
"Tidak, demi Allah, kami harus mendatangi sumber air."
فَخَرَجَ الشَّنْفَرَى ، فَلَمَّا رَآهُ الرَّصَدُ عَرَفُوهُ فَتَرَكُوهُ فَشَرِبَ ثُمَّ رَجَعَ إِلَيْنَا ، فَقَالَ :
Maka keluarlah asy-Shanfara. Tatkala pengintai melihatnya, mereka mengenalinya and membiarkannya, sehingga ia minum kemudian kembali kepada kami, lalu berkata:
« وَاللَّهِ مَا بِالْمَاءِ أَحَدٌ لَقَدْ شَرِبْتُ مِنَ الْحَوْضِ » .
"Demi Allah, tidak ada seorang pun di sumber air, sungguh aku telah minum dari telaga."
« بَلَى لَا يُرِيدُونَكَ وَلَكِنْ يُرِيدُونَنِي » .
"Tidak, mereka tidak menginginkanmu, tetapi mereka menginginkanku."
ثُمَّ ذَهَبَ ابْنُ بَرَّاقٍ فَشَرِبَ وَرَجَعَ فَلَمْ يَعْرِضُوا لَهُ ، فَقَالَ :
Kemudian Ibnu Barraq pergi lalu minum and kembali, and mereka tidak mengganggunya. Ia berkata:
« لَيْسَ بِالْمَاءِ أَحَدٌ »
"Tidak ada seorang pun di sumber air."
« بَلَى لَا يُرِيدُونَكَ وَلَكِنْ يُرِيدُونَنِي » .
"Tidak, mereka tidak menginginkanmu, tetapi mereka menginginkanku."
ثُمَّ قُلْتُ لِلشَّنْفَرَى :
Kemudian aku berkata kepada asy-Shanfara:
« إِذَا أَنَا كَرَعْتُ فِي الْحَوْضِ فَإِنَّ الْقَوْمَ سَيَشْدُدُونَ عَلَيَّ فَأَسَرُونِي ، فَاذْهَبْ كَأَنَّكَ تَهْرُبُ ثُمَّ ارْجِعْ فَاسْتَتِرْ فِي أَصْلِ ذَلِكَ الْجَبَلِ ، فَإِذَا سَمِعْتَنِي أَقُولُ : خُذُوا خُذُوا ، فَتَعَالَ فَأَطْلِقْنِي » .
"Jika aku mendekat ke telaga, maka kaum itu akan menyerbuku lalu menawanku. Pergilah seolah-olah kau melarikan diri, kemudian kembalilah and bersembunyilah di pangkal gunung itu. Maka jika kau mendengar aku berkata: Tangkaplah, tangkaplah, maka datanglah and bebaskanlah aku."
وَقُلْتُ لِابْنِ بَرَّاقٍ :
Dan aku berkata kepada Ibnu Barraq:
« إِنِّي سَآمُرُكَ أَنْ تَسْتَأْسِرَ لِلْقَوْمِ فَلَا تَبْعَدْ عَنْهُمْ وَلَا تُمَكِّنْهُمْ مِنْ نَفْسِكَ » .
"Aku akan memerintahkanmu untuk menyerahkan diri kepada kaum itu, jangan menjauh dari mereka and jangan biarkan mereka menangkapmu."
ثُمَّ أَقْبَلْتُ حَتَّى وَرَدْتُ الْمَاءَ فَلَمَّا كَرَعْتُ فِي الْحَوْضِ شَدُّوا عَلَيَّ فَأَخَذُونِي وَكَتَفُونِي بِوَتَرٍ ، وَطَارَ الشَّنْفَرَى فَأَتَى حَيْثُ أَمَرْتُهُ وَانْحَازَ ابْنُ بَرَّاقٍ حَيْثُ يَرَوْنَهُ . فَقُلْتُ :
Kemudian aku maju hingga sampai ke air. Tatkala aku mendekat ke telaga, mereka menyerbuku, menangkapku, and mengikat tanganku dengan tali busur. Asy-Shanfara terbang (lari) and datang ke tempat yang aku perintahkan, and Ibnu Barraq menyepi ke tempat yang mereka lihat. Aku berkata:
« يَا بَجِيلَةُ هَلْ لَكُمْ فِي خَيْرٍ ! هَلْ لَكُمْ أَنْ تَيَاسَرُوا لَنَا فِي الْفِدَاءِ وَيَسْتَأْثِرُ لَكُمْ ابْنُ بَرَّاقٍ ؟ » .
"Wahai kaum Bajilah, apakah kalian menginginkan kebaikan! Apakah kalian mau memberikan kemudahan bagi kami dalam penebusan, and Ibnu Barraq akan mengutamakan kalian?"
فَقَالُوا :
Mereka berkata:
فَقُلْتُ لِابْنِ بَرَّاقٍ :
Aku berkata kepada Ibnu Barraq:
« وَيْلَكَ يَا ابْنَ بَرَّاقٍ ، إِنَّ الشَّنْفَرَى قَدْ طَارَ وَهُوَ يَصْطَلِي نَارَ بَنِي فُلَانٍ ، وَقَدْ عَلِمْتَ مَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ أَهْلِكَ فَهَلْ لَكَ أَنْ تَسْتَأْسِرَ وَيَأْسُرُونَنَا فِي الْفِدَاءِ ؟ » .
"Celakalah kau wahai Ibnu Barraq, sesungguhnya asy-Shanfara telah pergi and ia sedang memanggang api di bani Fulan, and kau telah tahu apa yang terjadi antara kami and keluargamu. Apakah kau mau menyerahkan diri and mereka akan menawan kami sebagai tebusan?"
« أَمَا وَاللَّهِ حَتَّى أُجَرِّبَ نَفْسِي شَوْطًا أَوْ شَوْطَيْنِ » .
"Demi Allah, hingga aku mencoba diriku satu atau dua putaran."
فَجَعَلَ يَعْدُو فِي سَفْحِ الْجَبَلِ ثُمَّ يَرْجِعُ ، حَتَّى إِذَا رَأَوْا أَنَّهُ قَدْ أَعْيَا وَطَمِعُوا فِيهِ اتَّبَعُوهُ . وَنَادَيْتُ :
Ia pun mulai berlari di kaki gunung kemudian kembali, hingga ketika mereka melihat bahwa ia telah lelah and mereka menginginkannya, mereka pun mengikutinya. Aku berteriak:
« خُذُوا خُذُوا »
"Tangkaplah, tangkaplah."
فَذَهَبُوا يَسْعَوْنَ فِي أَثَرِهِ يَطْمَعُهُمْ وَيَبْعُدُ عَنْهُمْ ، وَرَجَعَ إِلَى الشَّنْفَرَى فَقَطَعَ وَثَاقِي فَلَمَّا رَآنِي ابْنُ بَرَّاقٍ قَدْ قَطَعَ عَنِّي انْطَلَقَ وَكَرُّوا إِلَيَّ فَإِذَا أَنَا قَائِمٌ ، فَقُلْتُ :
Mereka pun pergi berlari mengejarnya, ia memancing mereka and menjauh dari mereka. Ia kembali kepada asy-Shanfara, lalu asy-Shanfara memotong ikatan tanganku. Tatkala Ibnu Barraq melihatku telah terlepas, ia pergi, and mereka kembali menyerangku, tiba-tiba aku sudah berdiri. Aku berkata:
« أَعْجَبُكُمْ يَا مَعْشَرَ بَجِيلَةَ عَدُوَّ ابْنِ بَرَّاقٍ ؟ أَمَا وَاللَّهِ لَأُعْدُونَّ لَكُمْ عَدُوًّا أُنْسِيكُمُوهُ » .
"Apakah kalian terheran-heran wahai kaum Bajilah dengan musuh Ibnu Barraq? Demi Allah, sungguh aku akan menjadi musuh bagi kalian yang akan membuat kalian melupakannya."
ثُمَّ انْطَلَقْتُ أَنَا وَالشَّنْفَرَى نُسَايِقُ الرِّيحَ .
Kemudian aku and asy-Shanfara pergi memacu kecepatan seperti angin.
كَانَتِ الْعَدَاوَةُ نَاشِبَةً بَيْنَ قَبَائِلِ الْعَرَبِ وَكَانَ الْقِتَالُ يَثُورُ لِأَتْفَهِ الْأَسْبَابِ ، وَكَانَتِ السُّيُوفُ تَسَلُّ لِكَلِمَةٍ لِكَلِمَةٍ فَخْرٍ أَوْ لِكَلِمَةِ هِجَاءٍ ، وَمَا أَيْسَرَ أَنْ تُزْهَقَ رُوحٌ فِي مُشَادَّةٍ بَيْنَ سَفِيهَيْنِ مِنْ سُفَهَاءِ الْأُسْرَاتِ فَتَقُومُ سِلْسِلَةٌ لَا نِهَايَةَ لَهَا مِنَ الثَّارَاتِ وَالْخُصُومَاتِ وَسَفْكِ الدِّمَاءِ .
Permusuhan berkecamuk di antara kabilah-kabilah Arab, and pertempuran sering pecah karena sebab yang paling sepele. Pedang terhunus karena sepatah kata, demi kebanggaan atau karena kata-kata hinaan. Begitu mudahnya nyawa melayang dalam pertengkaran antara dua orang bodoh dari kalangan keluarga, sehingga bangkitlah serangkaian dendam, perselisihan, and pertumpahan darah yang tak ada akhirnya.
وَكَانَ الشُّعَرَاءُ وَرُوَاةُ الْأَخْبَارِ يُؤَجِّجُونَ نَارَ الْعَدَاوَةِ وَالْبَغْضَاءِ بَيْنَ الْقَبَائِلِ يُثِيرُونَ النَّخْوَةَ فِي النُّفُوسِ فَتَنْطَلِقُ أَصْوَاتٌ مِنَ الْحَنَاجِرِ « يَا لَثَارَاتِ فُلَانٍ » ، وَتُسَلُّ السُّيُوفُ مِنْ أَغْمَادِهَا لِتَهْوِيَ عَلَى أَيِّ بَرِيءٍ مِنْ أُسْرَةِ الْعَدُوِّ فِي غَدْرٍ وَغَفْلَةٍ .
Para penyair and perawi kabar mengobarkan api permusuhan and kebencian antar kabilah, membangkitkan harga diri dalam jiwa, sehingga meluncurlah suara-suara dari tenggorokan: "Wahai tuntutan balas dendam si fulan!" Pedang pun terhunus dari sarungnya untuk melayang pada orang yang tidak berdosa dari keluarga musuh dalam keadaan dikhianati and lengah.
وَرَاحَ تَأَبَّطَ شَرًّا يَرْوِي مُغَامَرَاتِهِ نَثْرًا وَنَظْمًا وَعَدِيُّ بْنُ نَوْفَلٍ يَصْغَى إِلَى خَالِهِ وَهُوَ مُعْجَبٌ بِحَدِيثِهِ لَا يَدْرِي مَا إِذَا كَانَ مَا يَرْوِيهِ قَدْ وَقَعَ حَقًّا أَوْ مِنْ وَحْيِ خَيَالِهِ ، وَمَا كَانَ يَهُمُّهُ أَنْ يَكُونَ الْحَدِيثُ صِدْقًا فَقَدْ كَانَ يَكْفِيهِ مَا فِيهِ مِنْ طَلَاوَةٍ وَسِحْرٍ ، وَظَلَّ تَأَبَّطَ شَرًّا يَنْتَقِلُ مِنْ حَدِيثٍ إِلَى حَدِيثٍ حَتَّى رَاحَ يَصِفُ الْغُولَ وَيَذْكُرُ أَنَّهُ رَاوَدَهَا عَنْ نَفْسِهَا فَامْتَنَعَتْ عَلَيْهِ فَقَتَلَهَا ، وَقَالَ :
Ta'abbatha Syarran mulai meriwayatkan petualangannya dalam bentuk prosa and syair, sementara Adiy bin Naufal mendengarkan pamannya, terpesona oleh ceritanya, tidak tahu apakah yang diceritakannya itu benar-benar terjadi atau dari bisikan imajinasinya. Ia tidak peduli apakah cerita itu benar, karena baginya sudah cukup apa yang terkandung di dalamnya dari keindahan and pesona. Ta'abbatha Syarran terus berpindah dari satu cerita ke cerita lain hingga ia mulai mendeskripsikan hantu (ghul) and menyebutkan bahwa ia merayunya, namun hantu itu menolak, lalu ia membunuhnya, and ia berkata:
فَأَصْبَحَتْ وَالْغُولُ لِي جَارَةً فَيَا جَارَةً أَنْتِ مَا أَغْوَلَا
[Shadr] Maka jadilah si ghul bagiku sebagai tetangga,
[Ajuz] wahai tetangga, alangkah jahatnya engkau.
وَطَالَبْتُهَا بِضْعَهَا فَالْتَوَتْ فَكَانَ مِنَ الرَّأْيِ أَنْ تُقْتَلَا
[Shadr] Aku memintanya untuk menyerahkan dirinya namun ia berpaling,
[Ajuz] maka keputusannya adalah untuk dibunuh.
فَجَلَّلْتُهَا مُرْهَفًا صَارِمًا أَبَانَ الْمَرَافِقَ وَالْمَفْصَلَا
[Shadr] Aku menebasnya dengan pedang tajam yang terhunus,
[Ajuz] yang memisahkan lengan dan sendi-sendinya.
فَطَارَ بِقُحْفٍ(1) ابْنَةَ الْجِنِّ ذُو شَقَاشِقَ قَدْ أَطْلَقَ الْمَحْمَلَا
[Shadr] Maka terbanglah tempurung kepala putri jin itu,
[Ajuz] yang memiliki suara keras, ia telah melepaskan bawaannya.
فَمَنْ يَكُ يَسْأَلُ عَنْ جَارَتِي فَإِنَّ لَهَا بِاللِّوَى مَنْزِلَا
[Shadr] Barangsiapa yang bertanya tentang tetanggaku,
[Ajuz] sesungguhnya ia memiliki tempat tinggal di lembah Liwa.
وَغَطَّاهُ أَرْضٌ لَهَا حَلَّتَا دَنٍ مِنْ وَرَقِ الطَّلْحِ لَمْ تَغْزِلَا
[Shadr] Dan bumi yang telah ia tempati menutupinya,
[Ajuz] dari dedaunan pohon Thalh yang ia tidak memintalnya.
وَكُنْتُ إِذَا هَمَمْتُ اهْتَبَلْتُ(2) وَأُحْرَى إِذَا قُلْتُ أَنْ أَفْعَلَا
[Shadr] Dan aku tatkala berkehendak, aku memanfaatkannya,
[Ajuz] dan paling utama adalah tatkala aku berkata, aku melaksanakannya.
(1) الْقُحْفُ: أَعْلَى الدِّمَاغِ. (1) Tengkorak: Bagian atas otak.
(2) أَصْلُ مَا أُرِيدُ. (2) Asal (dari) apa yang aku inginkan.
وَنَهَضَ عَدِيُّ بْنُ نَوْفَلٍ مُسْتَأْذِنًا ، إِنَّهُ كَانَ مَأْخُوذًا بِخَالِهِ مُعْجَبًا بِهِ ، وَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مُنْطَلِقًا إِلَى دَارِ خَدِيجَةَ بِنْتِ عَمِّهِ لِيُلْقِيَ سَمْعَهُ إِلَى خَالِهِ يَرْوِي ظَمَأَهُ إِلَى الشِّعْرِ وَأَيَّامِ الْعَرَبِ .
Adiy bin Naufal bangkit meminta diri. Ia benar-benar terkesima oleh pamannya dan mengaguminya, seandainya saja ia tidak sedang bergegas menuju rumah Khadijah, sepupunya, untuk meminjamkan telinganya (mendengarkan) kepada pamannya dalam rangka memuaskan dahaganya terhadap syair dan sejarah hari-hari bangsa Arab.
وَدَخَلَ عَدِيٌّ دَارَ خَدِيجَةَ فَإِذَا بِسَادَاتِ بَنِي أَسَدِ بْنِ عَبْدِ الْعُزَّى جَالِسِينَ ، خُوَيْلِدٌ وَإِلَى جِوَارِهِ أَخُوهُ عَمْرُو عَمُّ خَدِيجَةَ ، وَوَرَقَةُ بْنُ نَوْفَلٍ وَحَكِيمُ بْنُ حِزَامٍ بْنِ خُوَيْلِدٍ وَالْأَسْوَدُ بْنُ الْمُطَّلِبِ بْنِ أَسَدٍ ، وَكَانَ الْقِيَانُ يَضْرِبْنَ عَلَى الدُّفُوفِ فَقَدِ انْتَهَتْ أَيَّامُ خَدِيجَةَ مَعَ عَتِيقِ بْنِ عَابِدٍ بَعْدَ أَنْ وَلَدَتْ لَهُ بِنْتًا أَسْمَتْهَا هِنْدًا ، وَأَنَّهَا سَتَتَزَوَّجُ الْيَوْمَ سَيِّدًا مِنْ سَادَاتِ قَوْمِهَا هُوَ هِنْدٌ وَسَتَلِدُ لَهُ وَلَدًا وَسَتُسَمِّيهِ هَالَةَ إِكْرَامًا لِأُخْتِهَا هَالَةَ وَسَيُعْرَفُ زَوْجُهَا بِأَبِي هَالَةَ ، ثُمَّ تَلِدُ لَهُ وَلَدًا آخَرَ اسْمُهُ هِنْدٌ وَسَيَشْتَهِرُ هِنْدُ بْنُ هِنْدٍ وَيَرْتَفِعُ .
Adiy memasuki rumah Khadijah, tiba-tiba para pemuka Bani Asad bin Abdul Uzza sedang duduk; Khuwailid dan di sampingnya saudaranya, Amr, paman Khadijah, serta Waraqah bin Naufal, Hakim bin Hizam bin Khuwailid, dan al-Aswad bin al-Muthalib bin Asad. Budak-budak wanita sedang memukul rebana, karena hari-hari Khadijah dengan Atiq bin Abid telah berakhir setelah ia melahirkan seorang putri untuknya yang dinamainya Hindun. Dan bahwa hari ini ia akan menikah dengan seorang sayyid dari para pemuka kaumnya, yaitu Hindun, dan ia akan melahirkan seorang anak laki-laki untuknya, dan ia akan menamainya Halah untuk memuliakan saudarinya, Halah, dan suaminya akan dikenal dengan Abu Halah. Kemudian ia melahirkan untuknya anak laki-laki lain yang bernama Hindun, dan Hindun bin Hindun akan menjadi terkenal dan terpandang.
ذِكْرُهُ لَا لِأَنَّهُ ابْنُ هِنْدٍ ، بَلْ لِأَنَّهُ سَيَنْتَسِبُ إِلَى مَنْ سَتَعْلُو بِهِ عَدْنَانُ بَلْ إِلَى مَنْ سَيَشْرُفُ بِهِ الْعَرَبُ جَمِيعًا .
Ia menyebutnya bukan karena ia putra Hindun, melainkan karena ia akan bernasab hingga ke Adnan, bahkan hingga ke sosok yang dengannya seluruh bangsa Arab akan meraih kemuliaan.
وَأَقْبَلَ الْعَوَّامُ بْنُ خُوَيْلِدٍ وَمَعَهُ بَعْضُ سَادَاتِ بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ ، فَهُوَ زَوْجُ صَفِيَّةَ بِنْتِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ ، وَهُوَ الَّذِي شَدَّ الْأَوَاصِرَ بَيْنَ بَنِي أَسَدٍ وَبَيْنَ بَنِي هَاشِمٍ ، بَلْ بَيْنَ بَنِي خُوَيْلِدِ بْنِ أَسَدٍ وَبَيْنَ بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ بْنِ هَاشِمٍ .
Lalu al-Awwam bin Khuwailid datang bersama beberapa pemuka Bani Abdul Muthalib, karena ia adalah suami dari Shafiyyah binti Abdul Muthalib, dan dialah yang mempererat ikatan antara Bani Asad dan Bani Hasyim, bahkan antara Bani Khuwailid bin Asad dan Bani Abdul Muthalib bin Hasyim.
وَهَرَعَ الْمَوْجُودُونَ إِلَى الْعَوَّامِ يُهَنِّئُونَهُ بِمَوْلِدِ ابْنِهِ الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ .
Orang-orang yang hadir bergegas menuju al-Awwam untuk memberi selamat atas kelahiran putranya, az-Zubair bin al-Awwam.
وَقَامَ أَبُو هِنْدٍ وَأَلْقَى كَلِمَةً ذَكَرَ فِيهَا فَضْلَ قَوْمِهِ .
Lalu Abu Hindun berdiri dan menyampaikan pidato yang di dalamnya ia menyebutkan keutamaan kaumnya.
، ثُمَّ قَامَ خُوَيْلِدٌ وَرَاحَ يُعَدِّدُ مَنَاقِبَ بَنِي أَسَدٍ .
Kemudian Khuwailid berdiri dan mulai memaparkan keunggulan Bani Asad.
وَمَا انْتَهَى الرَّجُلَانِ مِنْ إِلْقَاءِ خُطْبَتِهِمَا حَتَّى تَمَّ زَوَاجُ خَدِيجَةَ بِنْتِ خُوَيْلِدٍ مِنْ هِنْدٍ .
Setelah kedua pria tersebut selesai menyampaikan pidatonya, pernikahan Khadijah binti Khuwailid dengan Hindun pun terlaksana.
، بَيْنَا كَانَ الْفَتَى الَّذِي سَيَعْلُو بِهِ ذِكْرُ هَؤُلَاءِ جَمِيعًا فِي أَحْضَانِ الطَّبِيعَةِ يَسْمُو بِرُوحِهِ إِلَى مَا فَوْقَ الْكَوْنِ لِيَتَّصِلَ بِذَاتِ الذَّوَاتِ ، حَتَّى يُوحَى إِلَيْهِ بِمَا فِيهِ خَيْرُ قَوْمِهِ ، بَلْ بِمَا فِيهِ خَيْرُ الْبَشَرِيَّةِ فِي الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ .
Sementara itu, sang pemuda yang dengannya nama mereka semua akan melambung tinggi berada di pelukan alam, jiwanya membubung ke atas semesta untuk terhubung dengan Dzat Yang Maha Memiliki Segalanya, hingga diwahyukan kepadanya kebaikan bagi kaumnya, bahkan kebaikan bagi seluruh umat manusia di dunia dan di akhirat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar