جَاتِ الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَتَأَهَّبَ النَّاسُ لِلْخُرُوجِ إِلَى الْأَسْوَاقِ ، وَكَانُوا يَنْطَلِقُونَ إِلَى سُوقِ مَجَنَّةَ فَسُوقِ ذِي الْمَجَازِ فَمَوْسِمِ الْحَجِّ الْأَكْبَرِ ، وَلَكِنْ فِي هَذِهِ السَّنَةِ ظَهَرَتْ سُوقٌ جَدِيدَةٌ بَيْنَهَا وَبَيْنَ الطَّائِفِ لَيْلَةً وَبَيْنَهَا وَبَيْنَ مَكَّةَ ثَلَاثُ لَيَالٍ ، وَرَاءَ قَرْنِ الْمَنَازِلِ بِمَرْحَلَةٍ عَلَى طَرِيقِ صَنْعَاءَ . وَكَانَتْ هَذِهِ السُّوقُ يُعْرَضُ فِيهَا فِي أَوَّلِ الْأَمْرِ الْأَشْيَاءُ الْمَسْرُوقَةُ ، ثُمَّ اجْتَمَعَ النَّاسُ فِيهَا وَتَعَاكُظُوا ( تَفَاخَرُوا ) فَسُمِّيَتْ عُكَاظَ ، وَعَلَا ذِكْرُهَا فَرَاحَ بَنُو هَاشِمٍ وَبَنُو أُمَيَّةَ وَبَنُو الْمُغِيرَةِ وَبَنُو تِيمٍ وَكُلُّ قَبَائِلِ قُرَيْشٍ يَتَأَهَّبُونَ لِيَفِدُوا إِلَيْهَا آمِنِينَ .
Datanglah bulan-bulan haram dan orang-orang bersiap untuk keluar menuju pasar-pasar, dan mereka berangkat ke pasar Majannah, lalu pasar Dzul Majaz, kemudian musim haji akbar. Namun pada tahun ini muncul pasar baru di antara pasar itu dan Thaif berjarak satu malam, dan di antara pasar itu dengan Makkah berjarak tiga malam, di belakang Qarnul Manazil satu tahapan di jalan menuju Shan'a. Pada awalnya pasar ini mempertunjukkan barang-barang curian, kemudian orang-orang berkumpul di sana dan saling membanggakan diri (tufakhiru), maka dinamailah 'Ukaz, dan sebutannya meninggi, sehingga Bani Hasyim, Bani Umayyah, Bani Mughirah, Bani Taim, dan seluruh kabilah Quraisy bersiap untuk mendatangi pasar itu dengan aman.
يَمُنُّونَ النَّفْسَ بِأَرْبَاحٍ وَفِيرَةٍ مِنَ التِّجَارَةِ ، فَمَنْ يُرِيدُ الْمِيرَةَ أَصْبَحَ يَذْهَبُ إِلَيْهَا ، وَمَنْ فَقَدَ شَيْئًا الْتَمَسَهُ فِيهَا لَعَلَّهُ يَجِدُهُ فِي سِلَعِهَا ، وَمَنْ أَرَادَ أَنْ يَخْطُبَ أَوْ يُنْشِدَ ذَهَبَ إِلَيْهَا لِيَذْهَبَ الشِّعْرُ فِي النَّاسِ .
Mereka memanjakan diri dengan keuntungan yang melimpah dari perdagangan, siapa yang menginginkan persediaan makanan maka ia berangkat ke sana, siapa yang kehilangan sesuatu ia mencarinya di sana semoga ia menemukannya di antara barang dagangannya, dan siapa yang ingin melamar atau bersyair maka ia pergi ke sana agar syair tersebut tersebar di kalangan manusia.
وَتَجَهَّزَ بَنُو هَاشِمٍ ثُمَّ امْتَطَوْا رَوَاحِلَهُمْ ، وَكَانَ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ فِي رِفْقَةِ أَعْمَامِهِ . إِنَّهُ ذَهَبَ مَعَ عَمِّهِ الزُّبَيْرِ إِلَى الْيَمَنِ وَمَرَّ بِذَلِكَ السَّهْلِ الْوَاسِعِ الَّذِي انْتَشَرَتْ فِيهِ أَحْجَارٌ كَبِيرَةٌ بَيْضَاءُ مِنَ الْمَرْمَرِ عُرِفَتْ بِالْعُبَيْلَاتِ ، إِلَّا أَنَّ ذَلِكَ كَانَ قَبْلَ أَنْ تُصْبِحَ تِلْكَ الْأَرْضُ الْوَاسِعَةُ الْمُطْمَئِنَّةُ أَشْهَرَ سُوقٍ مِنْ أَسْوَاقِ الْعَرَبِ .
Bani Hasyim bersiap-siap lalu menunggangi unta-unta mereka, dan Muhammad bin Abdullah berada dalam rombongan paman-pamannya. Sesungguhnya dia telah pergi bersama pamannya, Az-Zubair, ke Yaman dan melewati dataran luas yang di sana tersebar batu-batu putih besar dari marmer yang dikenal dengan al-'Ubailat, hanya saja itu terjadi sebelum tanah yang luas dan tenang itu menjadi pasar yang paling terkenal di antara pasar-pasar bangsa Arab.
وَخَرَجَ عَتِيقٌ ( أَبُو بَكْرٍ ) مَعَ بَنِي تَيْمٍ إِلَى عُكَاظَ وَكَانَ سَعِيدًا غَايَةَ السَّعَادَةِ ، فَسَيَلْتَقِي فِي عُكَاظَ وَفِي مِجَنَّةَ وَفِي ذِي الْمَجَازِ وَفِي مَوْسِمِ الْحَجِّ بِصَدِيقِهِ مُحَمَّدٍ . وَإِنَّ أَسْعَدَ أَيَّامِ حَيَاتِهِ لِتِلْكَ الَّتِي يَمْضِيهَا فِي رِفْقَةِ صَاحِبِهِ الَّذِي كَانَ يَزْدَادُ إِعْجَابًا بِهِ عَلَى مَرِّ الْأَيَّامِ .
Dan 'Atiq (Abu Bakar) keluar bersama Bani Taim menuju 'Ukaz dan dia merasa sangat bahagia, karena dia akan bertemu di 'Ukaz, di Majannah, di Dzul Majaz, dan di musim haji dengan sahabatnya Muhammad. Sesungguhnya hari-hari paling bahagia dalam hidupnya adalah hari-hari yang ia habiskan dalam menemani sahabatnya yang semakin membuatnya kagum seiring berjalannya waktu.
وَانْطَلَقَتْ قَافِلَةُ قُرَيْشٍ فِي مَعْبَدِ اللَّهِ وَمُحَمَّدٌ يَرَى فِي كُلِّ مَا يُوَجِّهُ إِلَيْهِ بَصَرَهُ إِرَادَةَ اللَّهِ الْحُرَّةَ ، فَيَتَهَلَّلُ بِالْفَرَحِ بِالْحِكْمَةِ الَّتِي كَانَتْ تَنْسَكِبُ فِي رُوحِهِ مِنْ فَوْقِ السَّمَاوَاتِ ، حَتَّى بَاتَ يُحِسُّ أَنَّ شَهِيقَهُ إِنْ هُوَ إِلَّا مَجْدُ اللَّهِ ، وَأَنَّ الْحَيَاةَ الَّتِي تَسْرِي فِي الْوُجُودِ إِنْ هِيَ إِلَّا خَفْقُ قَلْبٍ رَحِيمٍ ، وَأَنَّ شَيْئًا آمِرًا سَاحِرًا يَجْذِبُهُ إِلَى الْجَوْهَرِ الْأَسْمَى وَيَنْزِعُهُ مِنْ ذَاتِهِ وَيَحْفِزُهُ إِلَى تَجَاوُزِ الطَّبِيعَةِ وَيُهَيِّبُ بِهِ أَنْ يَتَّحِدَ بِالْعَالَمِ وَأَنْ يَسْتَجِيبَ لِلدِّنَاءَاتِ الَّتِي تُوصِيهِ بِأَنْ يَسْتَمْسِكَ بِمَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ . كَانَ الْفَضَاءُ مُمْتَدًّا أَمَامَهُ وَلَكِنَّ نَفْسَهُ كَانَتْ أَكْثَرَ اتِّسَاعًا مِنْ تِلْكَ الْبَيْدَاءِ الَّتِي تَضْرِبُ فِيهَا قَوَافِلُ قُرَيْشٍ ، إِنَّهُ يُحِسُّ حُرِّيَّةً طَاغِيَةً وَلَكِنَّهَا لَمْ تَكُنْ حُرِّيَّةً مُطْلَقَةً بَلْ حُرِّيَّةً وَاصِلَةً تُوَسِّعُ آفَاقَ الرُّوحِ وَتُوهِنُ رَغَبَاتِ الْجَسَدِ أَوْ تَكْبَحُ جِمَاحَهَا .
Kafilah Quraisy berangkat menuju tempat ibadah Allah dan Muhammad melihat pada setiap apa yang ia arahkan pandangannya kehendak Allah yang bebas, maka ia berseri-seri karena bahagia dengan hikmah yang tertuang ke dalam ruhnya dari atas langit, hingga ia merasa bahwa napasnya tidak lain adalah kemuliaan Allah, dan bahwa kehidupan yang mengalir di alam wujud tidak lain adalah detak jantung yang penyayang, dan bahwa sesuatu yang memerintah lagi memikat menariknya kepada esensi yang paling tinggi, mencabutnya dari dirinya sendiri, mendorongnya untuk melampaui alam, dan memanggilnya untuk bersatu dengan alam semesta serta merespons panggilan-panggilan yang mewasiatkannya untuk berpegang teguh pada akhlak yang mulia. Ruang angkasa membentang di hadapannya, namun jiwanya lebih luas daripada padang pasir tempat kafilah Quraisy melakukan perjalanan, dia merasakan kebebasan yang meluap-luap namun itu bukanlah kebebasan mutlak, melainkan kebebasan yang menghubungkan, memperluas cakrawala ruh, serta melemahkan keinginan tubuh atau mengekang liarnya.
وَقَوِيَتْ بَصِيرَتُهُ حَتَّى صَارَ يَرَى بِنُورِ اللَّهِ ، وَانْدَاحَتْ مَوْجَاتُ تَفْكِيرِهِ حَتَّى وَسَعَتِ الْوُجُودَ وَمَا وَرَاءَ الْوُجُودِ ، وَإِنَّ ذَاتَهُ الَّتِي تَتَدَبَّرُ وَتَتَرَوَّى وَتَتَأَمَّلُ فِي تَدْرِيبٍ شَاقٍ مُسْتَمِرٍ ، وَفِي نُزُوعٍ إِلَى غَايَةٍ لَيْسَ بَعْدَهَا غَايَةٍ ، وَإِنَّ هِيَ تَتَرَقَّى كُلَّ يَوْمٍ بَلْ كُلَّ سَاعَةٍ وَكُلَّ لَحْظَةٍ لِتَبْلُغَ أَسْمَى مَا تَبْلُغُهُ رُوحٌ بَشَرِيَّةٌ ، أَلَا هُوَ الْاِتِّصَالُ بِالْجَوْهَرِ الْأَسْمَى وَتَلَقَّى أَوَامِرَ السَّمَاءِ لِتَبْلِيغِهَا إِلَى أَهْلِ الْأَرْضِ .
Pandangan batinnya menguat hingga ia melihat dengan cahaya Allah, dan gelombang pemikirannya meluas hingga meliputi alam wujud dan apa yang ada di balik alam wujud, dan sesungguhnya dirinya yang merenung, berpikir jernih, dan bertafakur dalam latihan yang berat dan terus-menerus, dan dalam keinginan menuju tujuan yang tidak ada lagi tujuan setelahnya, dan sesungguhnya ia terus meningkat setiap hari bahkan setiap jam dan setiap saat untuk mencapai tingkat tertinggi yang bisa dicapai oleh ruh manusia, tidak lain yaitu keterhubungan dengan esensi yang paling agung dan menerima perintah langit untuk menyampaikannya kepada penduduk bumi.
وَانْقَضَتْ لَيْلَةٌ وَقَافِلَةُ قُرَيْشٍ فِي طَرِيقِهَا إِلَى عُكَاظَ ، وَانْقَضَتِ اللَّيْلَةُ الثَّانِيَةُ وَأَدْبَرَتِ اللَّيْلَةُ الثَّالِثَةُ وَقَدْ أَشْرَفَتِ الْقَافِلَةُ عَلَى سَهْلٍ وَاسِعٍ بِهِ أَحْجَارٌ كَبِيرَةٌ مِنَ الْمَرْمَرِ وَالرُّخَامِ ، وَمُحَمَّدٌ يُجَاهِدُ لِيَلْحَقَ نَفْسَهُ الذَّكِيَّةَ بِنَفْسِهِ وَبِالْوَحْيِ الَّذِي بَاتَ يُحِسُّ أَنَّهُ يَنْزِلُ بِصَدْرِهِ وَيُنِيرُ جَوَانِحَهُ بِنُورِ الْيَقِينِ ، وَبِاتِّصَالِ رُوحِهِ بِذَاتِ الذَّوَاتِ .
Berlalulah satu malam dan kafilah Quraisy dalam perjalanannya menuju 'Ukaz, dan berlalulah malam kedua dan berlalu pula malam ketiga, dan kafilah telah tiba di dataran luas yang di sana terdapat batu-batu besar dari marmer dan pualam, dan Muhammad berjuang untuk menyusulkan dirinya yang cerdas kepada dirinya sendiri dan kepada wahyu yang ia rasakan mulai turun ke dadanya dan menerangi relung hatinya dengan cahaya keyakinan, serta dengan keterhubungan ruhnya dengan Zat segala zat.
وَنَزَلَتْ قَافِلَةُ قُرَيْشٍ بِرِجَالِهَا وَشَبَابِهَا وَعَبِيدِهَا وَتِجَارَتِهَا بِالْقُرْبِ مِنَ الْعُبَيْلَاتِ ، وَرَاحَ مُحَمَّدٌ يَتَلَفَّتُ فَقَدْ كَانَتْ أَوَّلَ مَرَّةٍ يَفِدُ فِيهَا إِلَى عُكَاظَ ، فَرَأَى أَرْضًا وَاسِعَةً كَانَتْ مُجْتَمَعَ مِيَاهِ السَّيْلِ ، وَإِلَى الشَّرْقِ حَرَّةٌ كَبِيرَةٌ عَالِيَةٌ ، فَذَهَبَ إِلَيْهَا فَإِذَا بِهَا مُشْرِفَةٌ عَلَى سَهْلٍ وَاسِعٍ ، وَإِذَا بِأَحْجَارٍ بَيْضَاءَ مِنَ الْمَرْمَرِ عُرِفَتْ بِالْعُبَيْلَاتِ ، وَإِذَا بِبَعْضِ الرِّجَالِ يَطِيفُونَ بِالْعُبَيْلَاتِ الْبِيضِ وَيَنْحَرُونَ عِنْدَهَا .
Kafilah Quraisy turun dengan orang-orangnya, para pemudanya, budak-budaknya, dan barang dagangannya di dekat al-'Ubailat, dan Muhammad pun melihat-lihat karena itu adalah kali pertama ia datang ke 'Ukaz, ia melihat tanah luas yang merupakan tempat berkumpulnya air banjir, dan ke arah timur terdapat tanah berbatu hitam yang besar dan tinggi, lalu ia pergi ke sana, tiba-tiba dari sana ia bisa melihat dataran yang luas, dan ternyata ada batu-batu putih dari marmer yang dikenal sebagai al-'Ubailat, dan terlihat sebagian pria mengelilingi al-'Ubailat yang putih itu dan menyembelih kurban di dekatnya.
وَرَمَى بِبَصَرِهِ شَطْرَ الْجَنُوبِ فَإِذَا جَبَلٌ بَعِيدٌ يَنْتَهِي إِلَيْهِ النَّظَرُ ، إِنَّهُ هَضْبَةُ جَلْدَانَ . وَإِلَى الْغَرْبِ وَالشَّمَالِ مِنْ هَذَا الْجَبَلِ الْبَعِيدِ أَكَمَةٌ بَيْضَاءُ مِنْ رُخَامٍ هِيَ الْعُبَيْلَا ، وَإِلَى الشَّمَالِ وَالْغَرْبِ جَبِيلٌ أَدْكَنُ هُوَ الْعَرْفَا ، وَطَمَحَ الْبَصَرُ إِلَى جِبَالٍ بَعِيدَةٍ هِيَ جِبَالُ عَسِيرَ .
Ia mengarahkan pandangannya ke arah selatan, tiba-tiba ada gunung jauh yang ujung pandangannya tertuju ke sana, itu adalah dataran tinggi Jaldan. Dan ke arah barat dan utara dari gunung yang jauh ini terdapat bukit putih dari pualam yaitu al-'Ubaila, dan ke utara dan barat terdapat gunung kecil yang gelap yaitu al-'Arfa, dan pandangannya membumbung ke pegunungan jauh yaitu pegunungan 'Asir.
وَيَأْتِي مِنَ الْجَنُوبِ وَالْغَرْبِ وَادِي وَادٍ وَتَلْتَقِي بِهِ أَوْدِيَةٌ مِنْهَا وَادِي الْأَخْضَرِ بِهِ نُخْلٌ لِقَبِيلَةِ عَدْوَانَ ؛ إِنَّهَا سُوقٌ لِقَيْسِ عَيْلَانَ وَثَقِيفٍ ، وَقَدْ جَاءَ إِلَيْهَا النَّاسُ مِنْ مَكَّةَ وَمِنَ الطَّائِفِ وَمِنْ نَجْدٍ وَمِنَ الْيَمَنِ فَقَدْ كَانَتْ فِي طَرِيقِ أَهْلِ الْيَمَنِ وَنَجْدٍ إِلَى مَكَّةَ .
Dan datang dari selatan dan barat satu lembah ke lembah lainnya, dan di sana bertemu lembah-lembah, di antaranya lembah al-Akhdhar yang di sana terdapat kurma milik kabilah 'Adwan; itu adalah pasar bagi Qais 'Ailan dan Tsaqif, dan orang-orang telah datang ke sana dari Makkah, dari Thaif, dari Najd, dan dari Yaman, karena tempat itu berada di jalan penduduk Yaman dan Najd menuju Makkah.
وَهَبَطَ مُحَمَّدٌ مِنْ فَوْقِ الْحَرَّةِ وَرَاحَ يَجُوسُ خِلَالَ السُّوقِ فَأَلْفَى النَّابِغَةَ الذُّبْيَانِيَّ وَقَدْ ضُرِبَتْ لَهُ قُبَّةٌ مِنْ أَدَمٍ ، وَاجْتَمَعَ إِلَيْهِ النَّاسُ يَصْغُونَ إِلَى مَا يَقُولُ مِنَ الْأَشْعَارِ . وَكَانَ مُحَمَّدٌ يَكْرَهُ الشِّعْرَ وَيَمْقُتُ ذَلِكَ الطَّوَافَ الَّذِي يُمَارِسُهُ النَّاسُ حَوْلَ الْعُبَيْلَاتِ ، وَمَا كَانَتْ غَيْرَ مَرْمَرٍ أَبْيَضَ . وَنَصَبَتْ هَوَازِنُ صَنَمًا لَهَا فِي السُّوقِ كَانَ يُعْرَفُ بِجُهَارٍ ، فَرَاحَ النَّاسُ يَطِيفُونَ بِهِ وَيَتَمَسَّحُونَ بِهِ وَيَنْحَرُونَ عِنْدَهُ وَيَحْلِقُونَ رُءُوسَهُمْ ، فَضَاقَ مُحَمَّدٌ بِمَا يَفْعَلُ قَوْمُهُ وَذَهَبَ بَعِيدًا لِيُنَاجِيَ السَّمَاءَ تِلْكَ الْمُنَاجَاةَ الصَّامِتَةَ الَّتِي كَانَتْ أَحَرَّ وَأَصْفَى مِنْ أَيِّ صَلَاةٍ .
Muhammad turun dari atas tanah berbatu hitam (al-Harrah) dan mulai berkeliling di tengah pasar, ia mendapati an-Nabighah adz-Dzubyani yang telah didirikan untuknya kubah dari kulit samak, dan orang-orang berkumpul di sekelilingnya mendengarkan syair-syair yang ia ucapkan. Muhammad membenci syair dan muak dengan tawaf yang dilakukan orang-orang mengelilingi al-'Ubailat, padahal itu hanyalah marmer putih. Hawazin mendirikan berhala bagi mereka di pasar yang dikenal dengan Juhar, maka orang-orang mulai mengelilinginya, mengusap-usapnya, menyembelih kurban di dekatnya, dan mencukur rambut kepala mereka. Muhammad merasa sesak dengan apa yang dilakukan kaumnya, dan ia pergi menjauh untuk bermunajat kepada langit dengan munajat sunyi yang lebih hangat dan lebih jernih daripada salat apa pun.
إِنَّهُ بَاتَ لَا يَسْتَشْعِرُ رَاحَةً نَفْسِيَّةً إِلَّا إِذَا أَلْقَى بِنَفْسِهِ فِي أَحْضَانِ الطَّبِيعَةِ لِتَرْفَعَهُ إِلَى مَا وَرَاءَهَا ، إِلَى الْخَيْرِ الْأَسْمَى وَفَيْضِ النُّورِ . وَإِنَّهُ مُذْ تِلْكَ اللَّيْلَةِ الَّتِي خَرَجَ فِيهَا مَعَ قَوْمِهِ فِي عِيدٍ مِنْ أَعْيَادِهِمْ إِلَى حَيْثُ تُقَامُ الْأَصْنَامُ ، وَدَنَا مِنْ صَنَمِ بَوَانَةَ فَخُيِّلَ إِلَيْهِ أَنَّ مَارِدًا هَائِلًا يَحُولُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ ، ثُمَّ جَرَى لِيَرْتَمِيَ فِي أَحْضَانِ بَرْكَةِ الْحَبَشِيَّةِ وَهُوَ يَخْشَى أَنْ يَكُونَ بِهِ مَسٌّ مِنَ الشَّيْطَانِ ، إِنَّهُ مُذْ تِلْكَ اللَّيْلَةِ لَمْ يَدْنُ مِنْ صَنَمٍ وَلَمْ يُحَاوِلْ أَنْ يَمَسَّهُ .
Ia tidak merasakan ketenangan jiwa kecuali jika ia menjatuhkan dirinya ke pangkuan alam untuk mengangkatnya ke apa yang ada di baliknya, kepada kebaikan tertinggi dan limpahan cahaya. Sesungguhnya sejak malam itu di mana ia keluar bersama kaumnya pada salah satu hari raya mereka ke tempat didirikannya berhala, dan ia mendekati berhala Bawwanah, lalu terbayang kepadanya bahwa ada jin raksasa yang menghalangi antara dia dan berhala itu, kemudian ia berlari untuk menjatuhkan diri ke pangkuan Barakah al-Habasyiyyah dalam keadaan ia takut kalau-kalau dirinya terkena gangguan setan, sesungguhnya sejak malam itu ia tidak pernah mendekati berhala dan tidak mencoba menyentuhnya.
وَإِنَّهُ مُذْ خَرَجَ لَيْلَتَيْنِ مُتَتَالِيَتَيْنِ لِيَسْمُرَ فِي مَكَّةَ كَمَا يَسْمُرُ الْفِتْيَانُ وَعَصَمَهُ اللَّهُ بِأَنْ أَلْقَى عَلَيْهِ النُّعَاسَ لَمْ يُفَكِّرْ قَطُّ فِي السَّمَرِ ، فَحَلَقَاتُ السَّمَرِ مُنْتَشِرَةٌ فِي كُلِّ مَكَانٍ فِي أَرْجَاءِ عُكَاظَ ، وَأَصْوَاتُ الدُّفُوفِ وَالْمَزَامِيرِ وَغِنَاءِ الْقَيَانِ تَسْرِي مَعَ النَّسِيمِ فِي السَّهْلِ الْوَاسِعِ ، وَلَكِنَّ مُحَمَّدًا قَدْ صَمَّ أُذُنَيْهِ وَفَطَمَ جَوَارِحَهُ عَنْ كُلِّ لَهْوٍ ، فَهُوَ غَائِبٌ عَنْ نَفْسِهِ وَعَنْ كُلِّ مَا حَوْلَهُ بِالْفَيْضِ الرُّوحِيِّ الَّذِي يَغْمُرُهُ فَيَمْلَأُ عَيْنَ وُجُودِ بِالِابْتِهَاجِ .
Sesungguhnya sejak ia keluar selama dua malam berturut-turut untuk begadang di Makkah seperti para pemuda yang begadang, dan Allah melindunginya dengan menjatuhkan rasa kantuk kepadanya, ia tidak pernah lagi berpikir untuk begadang. Lingkaran-lingkaran perbincangan malam tersebar di setiap tempat di seluruh penjuru 'Ukaz, dan suara-suara rebana, seruling, serta nyanyian para biduanita mengalir bersama angin sepoi-sepoi di dataran yang luas itu, namun Muhammad telah menyumbat kedua telinganya dan menyapih anggota tubuhnya dari segala hiburan, maka ia tenggelam dari dirinya sendiri dan dari segala apa yang ada di sekitarnya dengan limpahan ruhani yang membanjirinya sehingga memenuhi pusat keberadaannya dengan kebahagiaan.
وَضُرِبَتْ خَيْمَةٌ لِعَامِرِ بْنِ الظَّرِبِ الْعُدْوَانِيِّ وَكَانَ مِنْ حُكَمَاءِ قَيْسٍ لَا تَعْدِلُ الْعَرَبُ بِفَهْمِهِ فَهْمًا وَلَا بِحُكْمِهِ حُكْمًا ، وَيَتَحَاكَمُونَ إِلَيْهِ فِي كُلِّ مُعْضِلَةٍ ، فَمَا كَانَ يَغْلِظُ فِي حُكْمِهِ ، وَقَدْ جَاءَهُ صَعْصَعَةُ بْنُ مُعَاوِيَةَ يَخْطُبُ إِلَيْهِ ابْنَتَهُ فَقَالَ :
Didirikanlah kemah untuk 'Amir bin azh-Zharib al-'Adwani, dan dia adalah salah satu dari hakim-hakim (orang bijak) kabilah Qais yang mana orang-orang Arab tidak menyamakan pemahamannya dengan pemahaman lain, tidak pula hukumnya dengan hukum lain, dan mereka meminta keputusan kepadanya dalam setiap masalah pelik, maka dia tidak pernah keras dalam keputusannya. Sha'sha'ah bin Mu'awiyah datang kepadanya melamar putrinya, lalu dia berkata:
— يَا صَعْصَعَةُ إِنَّكَ جِئْتَ تَشْتَرِي مِنِّي كَبِدِي ، وَأَرْحَمُ وَلَدِي عِنْدِي ، مَنَعْتُكَ أَوْ بَعْتُكَ ، النِّكَاحُ خَيْرٌ مِنَ الْأَيِّمَةِ ، وَالْحَسِيبُ كَفُءُ الْحَسِيبِ ، وَالزَّوْجُ الصَّالِحُ يُعَدُّ أَبًا ، قَدْ أَنْكَحْتُكَ خَشْيَةَ أَلَّا أَجِدَ مِثْلَكَ .
— Wahai Sha'sha'ah, sesungguhnya engkau datang untuk membeli bagian dari hatiku, dan anakku yang paling kusayangi di sisiku, aku menolakmu atau aku menjualnya kepadamu, pernikahan lebih baik daripada membujang, dan orang yang terhormat sepadan dengan yang terhormat, dan suami yang saleh dianggap sebagai ayah, aku telah menikahkanmu dengannya karena khawatir tidak menemukan orang sepertimu.
ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَى قَوْمِهِ ، فَقَالَ :
Kemudian dia menghadap kaumnya, lalu berkata:
— يَا مَعْشَرَ عَدْوَانَ أَخْرَجَتْ مِنْ بَيْنِ أَظْهُرِكُمْ كَرِيمَتَكُمْ عَلَى غَيْرِ رَغْبَةٍ عَنْكُمْ ، وَلَكِنَّهُ مَنْ خُطَّ لَهُ شَيْءٌ جَاءَهُ ، رَبُّ زَارِعٍ لِنَفْسِهِ حَاصِدٌ سِوَاهُ . وَلَوْلَا قَسْمُ الْحُظُوظِ عَلَى غَيْرِ الْجُدُودِ مَا أَدْرَكَ الْآخَرُ مِنَ الْأَوَّلِ شَيْئًا يَعِيشُ بِهِ ، وَلَكِنَّ الَّذِي أَرْسَلَ الْحَيَا ( الْمَطَرَ ) أَنْبَتَ الْمَرْعَى ، ثُمَّ قَسَمَهُ أَكْلًا لِكُلِّ فَمٍ بَقْلَةً ، وَمِنَ الْمَاءِ جُرْعَةً . إِنَّكُمْ تَرَوْنَ وَلَا تَعْلَمُونَ ، لَنْ يَرَى مَا أَصِفُ لَكُمْ إِلَّا كُلُّ ذِي قَلْبٍ وَاعٍ ، وَلِكُلِّ شَيْءٍ رَاعٍ ، وَلِكُلِّ رِزْقٍ سَاعٍ ، مَا أَكْيَسَ وَمَا أَحْمَقَ ! وَمَا رَأَيْتُ شَيْئًا قَطُّ إِلَّا سَمِعْتُ حِسَّهُ ، وَوَجَدْتُ مَسَّهُ . وَمَا رَأَيْتُ مَوْضُوعًا إِلَّا مَصْنُوعًا ، وَمَا رَأَيْتُ جَائِيًا إِلَّا دَاعِيًا ، وَلَا غَانِمًا إِلَّا خَائِبًا ، وَلَا نِعْمَةً إِلَّا مَعَهَا بَوْسٌ ، وَلَوْ كَانَ يُمِيتُ النَّاسَ الدَّاءُ لَأَحْيَاهُمُ الدَّوَاءُ ، فَهَلْ لَكُمْ فِي الْعِلْمِ الْعَلِيمِ ؟!
— Wahai golongan 'Adwan, telah dikeluarkan dari tengah-tengah kalian wanita mulia kalian tanpa rasa enggan terhadap kalian, akan tetapi barang siapa yang telah digariskan untuknya sesuatu maka akan datang kepadanya, terkadang seseorang yang menanam, namun orang lain yang menuainya. Seandainya bukan karena pembagian nasib yang bukan berdasarkan kerja keras, niscaya orang yang datang kemudian tidak akan mendapatkan apa pun dari orang yang terdahulu untuk ia gunakan bertahan hidup, akan tetapi Dia yang menurunkan al-Haya (hujan) menumbuhkan rerumputan, kemudian membaginya sebagai makanan untuk setiap mulut berupa sayuran, dan dari air berupa tegukan. Sesungguhnya kalian melihat namun tidak mengetahui, tidak akan melihat apa yang aku gambarkan kepada kalian kecuali setiap orang yang memiliki hati yang waspada, dan bagi setiap sesuatu ada penjaganya, dan bagi setiap rezeki ada yang mengusahakannya, sungguh cerdas dan sungguh bodoh! Dan aku tidak pernah melihat sesuatu pun kecuali aku mendengar desisnya, dan merasakan sentuhannya. Dan aku tidak melihat sesuatu yang diletakkan kecuali ada yang membuatnya, dan aku tidak melihat seseorang yang datang kecuali ada yang memanggilnya, tidak ada yang mendapatkan rampasan kecuali ada yang merugi, dan tidak ada kenikmatan kecuali bersamanya ada kesengsaraan, dan seandainya penyakit mematikan manusia maka obatlah yang akan menghidupkan mereka, maka adakah bagi kalian pengetahuan tentang Yang Maha Mengetahui?!
— مَا هُوَ قَدْ فَاتَ فَأَصَبْتَ ، وَأَخْبَرْتَ فَصَدَقْتَ ؟
— Apa yang telah berlalu lalu engkau tepat (menggambarkannya), dan engkau mengabarkan lalu engkau jujur?
— أَرَى أُمُورًا شَتَّى وَشَيْئًا شَيْئًا ، حَتَّى يَرْجِعَ الْمَيِّتُ حَيًّا ، وَيَعُودَ اللَّاشَيْءُ شَيْئًا ، وَلِذَلِكَ خُلِقَتِ الْأَرْضُ وَالسَّمَاءُ .
— Aku melihat berbagai perkara dan sesuatu demi sesuatu, hingga yang mati kembali hidup, dan ketiadaan kembali menjadi ada, dan karena itulah bumi dan langit diciptakan.
فَتَوَلَّوْا عَنْهُ رَاجِعِينَ فَقَالَ :
Maka mereka berpaling darinya dalam keadaan kembali, lalu dia berkata:
— وَيْلُمَّهَا نَصِيحَةً لَوْ كَانَ مَنْ يَقْبَلُهَا .
— Celaka, sungguh sebuah nasihat seandainya ada yang menerimanya.
لَمْ يَكُنْ كَثِيرٌ مِنَ الْجَاهِلِيِّينَ يُؤْمِنُونَ بِالْبَعْثِ فَكَانُوا يَرَوْنَ أَنَّ الْمَوْتَ نِهَايَةٌ وَأَنَّهُمْ غَيْرُ مَبْعُوثِينَ ، وَأَنَّ الْبَعْثَ بَعْدَ الْمَوْتِ أَمْرٌ لَا يُصَدَّقُ فَكَانُوا يَقُولُونَ لِكُلِّ مَنْ يَقُولُ بِالْبَعْثِ : إِنْ هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ . وَأَنْكَرَ الْبَعْثَ أَقْوَامٌ مِنْ كُلِّ قَبِيلَةٍ ، بَلْ إِنَّ أُنَاسًا مِنْ قُرَيْشٍ أَنْكَرُوا الْآخِرَةَ وَالرُّبُوبِيَّةَ ، أَخَذُوا زَنْدَقَتَهُمْ هَذِهِ مِنَ الْحِيرَةِ . وَإِنْ كَانُوا يُقَدِّمُونَ الْقَرَابِينَ لِلْأَصْنَامِ وَيَهْدُونَ إِلَيْهَا فَإِنَّهُمْ لَا يَرْجُونَ ثَوَابًا فِي الْآخِرَةِ بَلْ لِثَمَنِ عَلَيْهِمْ بِالنِّعَمِ وَالْخَيْرَاتِ فِي هَذِهِ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا .
Banyak dari orang-orang Jahiliyah tidak beriman kepada kebangkitan, maka mereka berpendapat bahwa kematian adalah akhir dan bahwa mereka tidak akan dibangkitkan, dan bahwa kebangkitan setelah kematian adalah perkara yang tidak bisa dipercaya, maka mereka berkata kepada setiap orang yang meyakini kebangkitan: Tidak lain adalah kehidupan dunia kita ini dan kami tidak akan dibangkitkan. Kaum dari setiap kabilah mengingkari kebangkitan, bahkan sekelompok orang Quraisy mengingkari akhirat dan ketuhanan, mereka mengambil paham zindik ini dari al-Hirah. Dan seandainya mereka mempersembahkan kurban kepada berhala-berhala dan memberikan persembahan kepadanya, maka sesungguhnya mereka tidak mengharapkan pahala di akhirat, melainkan karena mengharapkan imbalan berupa nikmat dan kebaikan atas mereka dalam kehidupan dunia ini.
وَكَانَتْ فِئَةٌ قَلِيلَةٌ مِنَ الْجَاهِلِيِّينَ يُؤْمِنُونَ بِالْبَعْثِ وَبِالْحَشْرِ بِالْأَجْسَادِ بَعْدَ الْمَوْتِ ، فَإِذَا مَا مَاتَ أَحَدٌ مِنْهُمْ عَقَرُوا نَاقَةً أَوْ جَمَلًا أَوْ بَقَرَةً أَوْ شَاةً عِنْدَ قَبْرِهِ ، فَلَا تُعْلَفُ وَلَا تُسْقَى حَتَّى تَمُوتَ جُوعًا أَوْ عَطَشًا ، أَوْ يُحْفَرُ لَهَا أَوْ تُتْرَكُ فِيهَا حَتَّى تَبْلَى ، فَقَدْ كَانُوا يَعْتَقِدُونَ أَنَّ النَّاسَ رُكْبَانًا عَلَى الْبَلَايَا ، وَأَنَّ مَنْ لَا بَلِيَةَ لَهُ يُحْشَرُ مَاشِيًا .
Dan sekelompok kecil orang Jahiliyah beriman kepada kebangkitan dan pengumpulan dengan jasad setelah kematian, maka jika salah seorang dari mereka mati, mereka menyembelih unta betina, unta jantan, sapi, atau domba di dekat kuburannya, maka hewan itu tidak diberi makan dan tidak diberi minum hingga mati karena lapar atau haus, atau dibuatkan galian untuknya atau ditinggalkan di dalamnya hingga menjadi bangkai, karena mereka meyakini bahwa orang-orang akan berkendaraan di atas hewan kurban (balaya) mereka (saat dibangkitkan), dan siapa yang tidak memiliki hewan kurban akan dibangkitkan dengan berjalan kaki.
وَكَانَ فِي السُّوقِ غَيْلَانُ بْنُ سَلَمَةَ الثَّقَفِيُّ وَهُوَ مِنْ حُكَمَاءِ قَيْسٍ ، وَكَانَ عِنْدَهُ حَرْبُ بْنُ أُمَيَّةَ وَأَبُو سُفْيَانَ بْنُ حَرْبٍ فَالصَّدَاقَةُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ بَنِي أُمَيَّةَ كَانَتْ وَثِيقَةً ، وَكَثِيرًا مَا اشْتَرَكَ غَيْلَانُ فِي تِجَارَةِ بَنِي أُمَيَّةَ . وَكَانَتْ لَهُ ثَلَاثَةُ أَيَّامٍ : يَوْمٌ يَحْكُمُ بَيْنَ النَّاسِ ، وَيَوْمٌ يُنْشِدُ فِيهِ شِعْرَهُ ، وَيَوْمٌ يَنْظُرُ فِيهِ إِلَى جَمَالِهِ فَقَدْ كَانَ جَمِيلًا آيَةً فِي الْحُسْنِ وَكَانَ يَسُرُّهُ أَنْ يُطِيلَ النَّظَرَ إِلَى جَمَالِهِ فِي الْمِرْآةِ . وَكَانَتْ عِنْدَهُ عَشْرُ نِسْوَةٍ غَيْرَ الْإِمَاءِ ، فَقَدْ كَانَ الْعَرَبِيُّ يَتَزَوَّجُ بِلَا حُدُودٍ وَلَا قُيُودٍ مِنَ النِّسَاءِ مَا يَشَاءُ مَا دَامَ قَادِرًا عَلَى إِطْعَامِهِنَّ وَيَقُومُ بِنَفَقَتِهِنَّ .
Di pasar itu terdapat Ghailan bin Salamah ats-Tsaqafi dan dia termasuk salah satu dari orang bijak kabilah Qais, dan di dekatnya ada Harb bin Umayyah dan Abu Sufyan bin Harb, karena persahabatan antara dirinya dan Bani Umayyah sangat erat, dan sering kali Ghailan berserikat dalam perdagangan Bani Umayyah. Dia memiliki tiga hari: satu hari dia memutuskan perkara di antara manusia, satu hari dia membacakan syairnya, dan satu hari dia memandangi kecantikannya karena dia seorang yang tampan, tanda keindahan, dan dia senang berlama-lama memandang ketampanannya di cermin. Dia memiliki sepuluh orang istri selain budak perempuan, karena orang Arab menikahi wanita tanpa batas dan tanpa ikatan semau mereka selama mereka mampu memberi makan dan menanggung nafkah mereka.
وَالْتَقَى مُحَمَّدٌ بِصَدِيقِهِ عَتِيقٍ ( أَبُو بَكْرٍ ) فَذَهَبَا فِي السُّوقِ ، أَبُو بَكْرٍ يَصْغَى إِلَى الْأَنْسَابِ وَحُكَمَاءِ الْعَرَبِ مِنْ تَمِيمِيِّينَ وَعَدْوَانِيِّينَ وَقُرَشِيِّينَ وَيَهْتَمُّ بِالدِّيَاتِ ، وَمُحَمَّدٌ يَرْصُدُ فِعَالَ قَوْمِهِ وَيَقِيسُهَا عَلَى مَا كَانَ يَنْبَغِي أَنْ تَكُونَ عَلَيْهِ ، وَإِذَا بِقَيْسِ بْنِ سَاعِدَةَ الْأَيَادِيِّ يُقْبِلُ عَلَى جَمَلٍ أَوْرَقَ فَيَهْرَعُ النَّاسُ إِلَيْهِ ، فَقَسٌّ تَضْرِبُ بِحِكْمَتِهِ الْأَمْثَالُ ، أَيْقَنَ بِالْبَعْثِ وَالْحِسَابِ وَسَلَّمَ بِالْقَضَاءِ وَذَكَرَ النُّشُورَ وَوَعَظَ دَائِبًا وَخَوَّفَ الدَّهْرَ وَشَوَّقَ إِلَى الْحَنِيفِيَّةِ .
Muhammad bertemu dengan sahabatnya 'Atiq (Abu Bakar) lalu mereka pergi ke pasar, Abu Bakar mendengarkan silsilah nasab dan perkataan orang bijak Arab dari kalangan Bani Tamim, 'Adwan, dan Quraisy, serta peduli dengan urusan diat, sedangkan Muhammad mengamati perbuatan kaumnya dan mengukurnya dengan apa yang seharusnya terjadi. Tiba-tiba Qais bin Sa'idah al-Ayadi datang dengan menunggangi unta berwarna abu-abu kehijauan, maka orang-orang bergegas menuju kepadanya, karena Quss (nama panggilan Qais bin Sa'idah) adalah seseorang yang hikmahnya menjadi perumpamaan, dia meyakini kebangkitan dan perhitungan, berserah diri pada takdir, menyebutkan kebangkitan, terus-menerus memberi nasihat, menakut-nakuti tentang zaman, dan merindukan agama yang lurus (al-Hanifiyyah).
وَأَلْقَى مُحَمَّدٌ سَمْعَهُ إِلَى قُسٍّ ، وَرَاحَ أَبُو بَكْرٍ يَرْنُو إِلَيْهِ فِي انْتِبَاهٍ ، وَقَالَ قُسُّ بْنُ سَاعِدَةَ :
Muhammad mendengarkan dengan saksama kepada Quss, dan Abu Bakar pun menatapnya dengan penuh perhatian, lalu Quss bin Sa'idah berkata:
— يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، اجْتَمِعُوا وَاسْتَمِعُوا وَعُوا ، مَنْ عَاشَ مَاتَ ، وَمَنْ مَاتَ فَاتَ ، وَكُلُّ مَا هُوَ آتٍ آتٍ . إِنَّ فِي السَّمَاءِ لَخَبَرًا ، وَإِنَّ فِي الْأَرْضِ لَعِبَرًا . مِهَادٌ مَوْضُوعٌ ، وَسَقْفٌ مَرْفُوعٌ ، وَنُجُومٌ تَمُورُ ، وَبِحَارٌ لَا تَغُورُ . وَأُقْسِمُ قُسٌّ قَسَمًا حَقًّا ، لَئِنْ كَانَ فِي الْأَمْرِ رَضًى لَيَكُونَنَّ بَعْدَهُ سَخَطٌ . إِنَّ اللهَ دِينًا هُوَ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ دِينِكُمُ الَّذِي أَنْتُمْ عَلَيْهِ . مَا لِي أَرَى النَّاسَ يَذْهَبُونَ وَلَا يَرْجِعُونَ . أَرَضُوا بِالْمُقَامِ فَأَقَامُوا ؟ أَمْ تُرِكُوا فَنَامُوا ؟
— Wahai manusia, berkumpullah, dengarkanlah, dan perhatikanlah. Siapa yang hidup akan mati, siapa yang mati akan luput, dan segala yang akan datang pasti datang. Sesungguhnya di langit ada berita, dan sesungguhnya di bumi ada pelajaran. Hamparan yang terbentang, langit yang ditinggikan, bintang-bintang yang bergerak, dan lautan yang tidak akan surut. Dan Quss bersumpah dengan sumpah yang benar, jika dalam urusan ini ada keridaan, niscaya setelahnya akan ada kemurkaan. Sesungguhnya Allah memiliki agama yang lebih Ia cintai daripada agama yang kalian anut. Mengapa aku melihat orang-orang pergi dan tidak kembali? Apakah mereka rida dengan tempat tinggal (dunia) sehingga mereka menetap? Ataukah mereka dibiarkan sehingga mereka tertidur?
وَانْفَضَّ النَّاسُ مِنْ حَوْلِهِ وَبَعْضُهُمْ يَرْوِي شِعْرَهُ :
Orang-orang bubar dari sekelilingnya dan sebagian mereka meriwayatkan syairnya:
فِي الذَّاهِبِينَ الْأَوَّلِينَ مِنَ الْقُرُونِ لَنَا بَصَائِرْ
Pada orang-orang terdahulu yang telah pergi, dari berbagai abad, terdapat pelajaran bagi kita.
لَمَّا رَأَيْتُ مَوَارِدًا لِلْمَوْتِ لَيْسَ لَهَا مَصَادِرْ
Ketika aku melihat tempat-tempat menuju kematian, yang tidak memiliki tempat kembali.
وَرَأَيْتُ قَوْمِي نَحْوَهَا يَمْضِي الْأَصَاغِرُ وَالْأَكَابِرْ
Dan aku melihat kaumku menuju ke sana, yang muda dan yang tua pergi berlalu.
لَا مَنْ مَضَى يَأْتِي إِلَيْنَا وَلَا مِنَ الْبَاقِينَ غَابِرْ
Tidak ada yang telah pergi kembali kepada kita, dan tidak ada yang tersisa yang (akan) tertinggal.
أَيْقَنْتُ أَنِّي لَا مَحَا لَةَ حَيْثُ صَارَ الْقَوْمُ صَائِرْ
Aku yakin bahwa aku pasti akan menuju ke mana kaum itu menuju.
وَدَارَ الْحَدِيثُ حَوْلَ قُسٍّ فَقَالَ قَائِلٌ مِنْ إِيَادٍ ، إِنَّ قُسًّا وَقَفَ ذَاتَ يَوْمٍ يَعِظُهُمْ فَقَالَ :
Pembicaraan berputar di sekitar Quss, maka seorang penutur dari Iyad berkata, sesungguhnya Quss berdiri pada suatu hari menasihati mereka lalu berkata:
— أَمَّا بَعْدُ ، فَيَا مَعْشَرَ إِيَادٍ ، أَيْنَ ثَمُودُ وَعَادٌ ، وَأَيْنَ الْآبَاءُ وَالْأَجْدَادُ ، وَأَيْنَ الْعَلِيلُ وَالْعَوَّادُ ؟ كُلٌّ لَهُ مَعَادٌ . يُقْسِمُ قُسٌّ بِرَبِّ الْعِبَادِ ، وَسَاطِحِ الْمِهَادِ ، لَتُحْشَرُنَّ عَلَى الْاِنْفِرَادِ ، فِي يَوْمِ التَّنَادِ ، إِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ [1] ، وَنُقِرَ فِي النَّاقُورِ ، وَأَشْرَقَتِ الْأَرْضُ وَوَعَظَ الْوَاعِظُ ، فَانْتَبَذَ وَأَبْصَرَ الْمُلَاحِظُ ، فَوَيْلٌ لِمَنْ صَرَفَ عَنِ الْحَقِّ الْأَشْهَرَ ، وَالنُّورِ الْأَزْهَرِ ، وَالْعَرْضِ الْأَكْبَرِ ، فِي يَوْمِ الْفَصْلِ ، وَمِيزَانِ الْعَدْلِ ، إِذَا حَكَمَ الْقَدِيرُ ، وَشَهِدَ النَّذِيرُ ، وَبَعُدَ النَّصِيرُ ، وَظَهَرَ التَّقْصِيرُ ، فَفَرِيقٌ فِي الْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِي السَّعِيرِ .
— Amma ba'du, wahai kaum Iyad, di mana Tsamud dan 'Ad, dan di mana para ayah dan kakek, dan di mana orang yang sakit dan yang menjenguk? Semuanya memiliki tempat kembali. Quss bersumpah demi Tuhan para hamba, yang menghamparkan hamparan bumi, bahwa kalian benar-benar akan dikumpulkan secara sendiri-sendiri, pada hari pemanggilan, ketika sangkakala ditiup [1], dan terompet dibunyikan, bumi bersinar dan pemberi nasihat memberi nasihat, maka ia menyisih dan pengamat pun melihat. Maka celakalah bagi orang yang berpaling dari kebenaran yang paling masyhur, cahaya yang paling cemerlang, dan pengadilan yang paling besar, pada hari keputusan, dan timbangan keadilan, ketika Yang Maha Kuasa menghakimi, pemberi peringatan bersaksi, penolong menjadi jauh, dan kelalaian tampak jelas. Maka segolongan di surga dan segolongan di dalam api yang menyala-nyala.
وَفِي نَاحِيَةٍ مِنَ السُّوقِ كَانَ رَاوِيَةٌ يَرْوِي شِعْرَ قُسٍّ :
Dan di salah satu sudut pasar ada seorang perawi yang meriwayatkan syair Quss:
ذِكْرُ الْقَلْبِ مِنْ جَوَاهُ اذْكَارُ وَلَيَالٍ خَلَالَهُنَّ نَهَارُ
Ingatan hati dari kesedihannya adalah pengingat, dan malam-malam yang di dalamnya ada siang.
وَسِجَالٌ هَوَاطِلٌ مِنْ غَمَامٍ ثَرْنَ مَاءً وَفِي جَوَاهِنَّ نَارُ
Dan curahan air dari awan, menumpahkan air sedangkan di dalamnya ada api.
ضَوْءُهَا يَطْمِسُ الْعُيُونَ وَأَرْعَا دُ شِدَادٌ فِي الْخَافِقَيْنِ تَطَارُ
Cahayanya membutakan mata, dan guntur yang dahsyat di dua ufuk bergemuruh.
وَقُصُورٌ مَشِيدَةٌ حَوَتِ الْخَيْ رَ وَأُخْرَى خَلَتْ بِهِنَّ قِفَارُ
Dan istana-istana megah yang berisi kebaikan, dan yang lain yang kosong ditinggalkan menjadi padang pasir.
وَجِبَالٌ شَوَامِخٌ رَاسِيَاتٌ وَبِحَارٌ مِيَاهُهُنَّ غِزَارُ
Dan gunung-gunung tinggi yang kokoh, serta lautan yang airnya berlimpah.
وَنُجُومٌ تَلُوحُ فِي ظُلَمِ اللَّيْ لِ نَرَاهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ تُدَارُ
Dan bintang-bintang yang tampak dalam kegelapan malam, kita melihatnya berputar setiap hari.
ثُمَّ شَمْسٌ يَحُثُّهَا قَمَرُ اللَّيْ لِ وَكُلٌّ مُتَابِعٌ مَوَّارُ
Kemudian matahari yang didorong oleh bulan malam, dan semuanya saling mengikuti dan bergerak.
وَصَغِيرٌ وَأَشْمَطٌ وَكَبِيرٌ كُلُّهُمْ فِي الصَّعِيدِ يَوْمًا مَزَارُ
Yang kecil, yang beruban, dan yang tua, semuanya suatu hari nanti akan berziarah ke tanah (yang sama).
وَكَبِيرٌ مِمَّا يَسْقُطُ عَنْهُ حَدَسَةُ الْخَاطِرِ الَّذِي لَا يُجَارُ
Dan perkara besar yang tidak terjangkau oleh dugaan pikiran, yang tidak tertandingi.
(١) انْظُرِ التَّذْيِيلَ .
(1) Lihat catatan kaki.
فَالَّذِي قَدْ ذُكِرَتْ دَلَّ عَلَى اللَّهِ سُبْحَانَهُ نُفُوسًا لَهَا هُدًى وَاعْتِبَارٌ .
Maka apa yang telah disebutkan menunjukkan kepada Allah Subhanah bagi jiwa-jiwa yang memiliki petunjuk dan pelajaran.
وَقَامَ الشُّعَرَاءُ فِي السُّوقِ يَتَفَاخَرُونَ لِيَذْهَبَ صِيتُهُمْ فِي النَّاسِ ، وَكَانَ بَدْرُ بْنُ مَعْشَرٍ أَحَدَ بَنِي غِفَارِ بْنِ مَلِيلِ بْنِ ضَمْرَةَ بْنِ بَكْرِ بْنِ عَبْدِ مَنَاةَ بْنِ كِنَانَةَ ، وَهُوَ أَبُو أَبِي ذَرٍّ الْغِفَارِيِّ ، جَعَلَ لَهُ مَجْلِسًا بِسُوقِ عُكَاظَ ، وَكَانَ حَدَثًا مَنِيعًا فِي نَفْسِهِ ، فَقَامَ فِي الْمَجْلِسِ وَقَامَ عَلَى رَأْسِهِ قَائِمٌ وَأَنْشَأَ يَقُولُ :
Para penyair berdiri di pasar membanggakan diri agar nama mereka dikenal di kalangan orang-orang, dan Badr bin Ma'syar, salah satu dari Bani Ghifar bin Malil bin Dhamrah bin Bakr bin 'Abd Manah bin Kinanah, yaitu ayah dari Abu Dzarr al-Ghifari, mengadakan majelis untuk dirinya di pasar 'Ukaz. Dia adalah seorang pemuda yang perkasa dalam dirinya, maka dia berdiri di majelis itu dan seseorang berdiri di atas kepalanya lalu mulai bersyair:
نَحْنُ بِنَسُو مُدْرَكَةُ بِنْ خِنْدِفِ مَنْ يَطْعَنُوا فِي عَيْنِهِ لَمْ نَطْرِفِ
Kami adalah keturunan Mudrikah bin Khindif, barangsiapa yang menikam matanya, kami tidak berkedip.
وَمَنْ يَكُونُوا قَوْمُهُ يُعْظَرِفِ [1] كَأَنَّهُمْ لُجَّةُ بَحْرٍ مُسْدَفِ [2]
Dan barangsiapa yang kaumnya sombong [1], seakan-akan mereka adalah gelombang laut yang gelap [2].
وَمَدَّ رِجْلَهُ وَقَالَ :
Dan dia merentangkan kakinya lalu berkata:
— أَنَا أَعَزُّ الْعَرَبِ ، فَمَنْ زَعَمَ أَنَّهُ أَعَزُّ مِنِّي فَلْيَضْرِبْهَا .
— Aku adalah orang Arab yang paling mulia, maka barangsiapa yang mengklaim bahwa dia lebih mulia dariku, silakan pukul kakiku ini.
فَجَاءَ الْأُحَيْمِرُ بْنُ مَازِنٍ ، أَحَدُ بَنِي دُهْمَانَ بْنِ نَصْرِ بْنِ مُعَاوِيَةَ وَضَرَبَهَا بِسَيْفِهِ ضَرْبَةً يَسِيرَةً شَجَّتِ الْجِلْدَ قَلِيلًا وَقَالَ :
Maka datanglah al-Uhaimir bin Mazin, salah satu dari Bani Duhman bin Nasr bin Mu'awiyah dan memukulnya dengan pedangnya dengan pukulan ringan yang melukai kulit sedikit, lalu berkata:
خُذْهَا إِلَيْكَ أَيُّهَا الْمُخَنْدِفُ نَحْنُ بِنَسَى دُهْمَانَ ذُو التَّغَطْرُفُ
Ambillah ini olehmu wahai al-Mukhandif, kami adalah Bani Duhman yang penuh dengan kesombongan.
بَحْرٌ لِبَحْرٍ زَاخِرٍ لَمْ يَنْزِفُ نَبْنِي عَلَى الْأَحْيَاءِ بِالْمُعَرَّفُ
Lautan bagi lautan yang penuh gelombang yang tidak pernah surut, kami membangun di atas orang-orang yang hidup dengan kebaikan (yang dikenal).
وَثَارَتْ كِنَانَةُ لِبَدْرٍ ، وَثَارَتْ هَوَازِنُ الْقَبِيلَةِ الَّتِي اسْتَرْضَعَ فِيهَا مُحَمَّدٌ لِلْأُحَيْمِرِ ، وَكَادَتِ الْحَرْبُ أَنْ تَنْشَبَ فِي الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ بَيْنَ الْحَيَّيْنِ ،
Maka Kinanah bangkit membela Badr, dan Hawazin, suku tempat Muhammad disusui, bangkit membela al-Uhaimir, dan perang hampir saja berkecamuk di bulan-bulan haram antara dua kabilah tersebut.
(١) يَخْتَالُ فِي مِشْيَتِهِ تَكَبُّرًا .
(٢) مُظْلِمٌ .
(1) Berjalan dengan sombong.
(2) Gelap.
وَتَحَاوَرَ الرِّجَالُ حَتَّى كَادَ أَنْ يَكُونَ بَيْنَهُمَا الدِّمَاءُ ، ثُمَّ تَرَاجَعُوا وَرَأَوْا أَنَّ الْخَطْبَ يَسِيرٌ ، وَكَانَ دَمُ الْغِفَارِيِّ هُوَ أَوَّلُ دَمٍ سَالَ فِي عُكَاظَ فِي الشَّهْرِ الْحَرَامِ ، فَكَانَ ذَلِكَ أَوَّلَ يَوْمٍ مِنْ أَيَّامِ الْفِجَارِ .
Maka orang-orang berdiskusi hingga hampir terjadi pertumpahan darah di antara keduanya, kemudian mereka mundur dan melihat bahwa masalahnya ringan. Darah al-Ghifari adalah darah pertama yang mengalir di 'Ukaz pada bulan haram, maka itulah hari pertama dari hari-hari Perang Fijar.
وَانْتَهَتْ أَيَّامُ عُكَاظَ فَرَحَلَتِ الْقَبَائِلُ إِلَى سُوقِ مَجَنَّةَ ، وَقَدْ حَسِبَ الشُّعَرَاءُ أَنَّ شِعْرَهُمْ سَيَرْفَعُ ذِكْرَهُمْ عَلَى مَرِّ الْأَيَّامِ ، وَظَنَّ زُعَمَاءُ الْقَبَائِلِ أَنَّ الْمُنَاوَشَاتِ الَّتِي تَدُورُ بَيْنَ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ وَالَّتِي عُرِفَتْ بِأَيَّامِ الْعَرَبِ سَتُخَلِّدُ أَعْمَالَهُمْ ، وَمَا دَارَ بِخَلَدِ أَحَدِهِمْ أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ ذَلِكَ الْفَتَى الَّذِي يَبْدُو هَادِئًا سَاكِنًا ، وَالَّذِي يَسِيرُ إِلَى جِوَارِ صَدِيقِهِ عَتِيقٍ ( أَبُو بَكْرٍ ) هُوَ الَّذِي سَيَكْتُبُ تَارِيخَهُمْ وَيَحْفِرُ أَسْمَاءَهُمْ عَلَى جَبِينِ الزَّمَنِ بِأَحْرُفٍ مِنْ نُورٍ .
Hari-hari 'Ukaz berakhir, maka kabilah-kabilah pun berangkat ke pasar Majannah. Para penyair mengira bahwa syair mereka akan mengangkat penyebutan nama mereka sepanjang masa, dan para pemimpin kabilah mengira bahwa perselisihan yang terjadi di antara kabilah-kabilah Arab yang dikenal sebagai "Ayyam al-'Arab" akan mengabadikan perbuatan mereka. Tidak terlintas di benak salah seorang pun dari mereka bahwa Muhammad bin 'Abdullah, pemuda yang tampak tenang dan diam itu, yang berjalan di samping sahabatnya 'Atiq (Abu Bakr), dialah yang akan menulis sejarah mereka dan memahat nama-nama mereka di kening zaman dengan huruf-huruf dari cahaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar