BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

MRWM - Al-Yatim - Episode 25

AL-YATIM
Abdul Hamid Judah As-Sahhar

Di Balik Debu Ukaz: Cahaya Remaja yang Menghalau Amarah

Di tengah hiruk-pikuk Perang Fijar yang berdarah, sosok muda Muhammad bin Abdullah hadir tidak sebagai komandan perang, melainkan sebagai kehadiran yang memberi keberkahan dan ketenangan di tengah panasnya perseteruan antar kabilah.

كَانَ النُّعْمَانُ بْنُ الْمُنْذِرِ فِي قَاعَةِ الْعَرْشِ بِقَصْرِ الْخَوَرْنَقِ ، وَكَانَ رِجَالٌ مِنْ أَشْرَافِ عَرَبِ الْجَزِيرَةِ عِنْدَهُ فِيهِمْ عُرْوَةُ الرَّحَّالُ بْنُ عُتْبَةَ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ كِلَابٍ سَيِّدُ هَوَازِنَ ، وَالْبَرَّاضُ مِنْ كِنَانَةَ ، وَكَانَ مَوْسِمُ الْحَجِّ قَدْ أَشْرَفَ ، وَكَانَ النُّعْمَانُ يَبْعَثُ بِسُوقِ عُكَاظَ فِي كُلِّ عَامٍ قَافِلَةً تِجَارِيَّةً فِي جِوَارِ رَجُلٍ شَرِيفٍ مِنْ أَشْرَافِ الْعَرَبِ يُجِيرُهَا لَهُ ، حَتَّى تُبَاعَ هُنَاكَ . وَيُشْتَرَى لَهُ بِثَمَنِهَا مِنْ أَدَمِ الطَّائِفِ مَا يَحْتَاجُ إِلَيْهِ .
An-Nu'man bin al-Mundzir berada di aula singgasana istana al-Khawarnaq, dan para tokoh terhormat dari Arab Jazirah berada di sisinya, di antara mereka terdapat Urwah ar-Rahhal bin Utbah bin Ja'far bin Kilab, pemimpin Hawazin, dan al-Barradh dari Kinanah. Musim haji telah tiba, dan An-Nu'man setiap tahun mengirim kafilah dagang ke pasar Ukaz di bawah perlindungan seorang pria terhormat dari kalangan Arab untuk melindunginya, hingga (barang dagangan itu) terjual di sana. Dan dibelikan untuknya dengan harga tersebut kulit (hasil olahan) Thaif yang ia perlukan.
وَكَانَتِ الْعَرَبُ تَجْتَمِعُ فِي عُكَاظَ لِلتِّجَارَةِ وَالتَّهَيُّؤِ لِلْحَجِّ مِنْ أَوَّلِ ذِي الْقَعْدَةِ ، فَجَهَّزَ النُّعْمَانُ عِيرَ التِّجَارَةِ ثُمَّ قَالَ :
Orang-orang Arab berkumpul di Ukaz untuk berdagang dan bersiap-siap menunaikan haji sejak awal Dzulqa'dah, maka An-Nu'man menyiapkan kafilah dagang lalu bertanya:
— مَنْ يُجِيرُهَا ؟
— Siapa yang akan melindunginya?
فَقَالَ الْبَرَّاضُ بْنُ قَيْسٍ النَّمَرِيُّ :
Al-Barradh bin Qais an-Namari berkata:
— أَنَا أُجِيرُهَا عَلَى بَنِي كِنَانَةَ .
— Aku yang melindunginya atas (nama) Bani Kinanah.
فَقَالَ النُّعْمَانُ :
An-Nu'man berkata:
— مَا أُرِيدُ إِلَّا رَجُلًا يُجِيرُهَا عَلَى أَهْلِ نَجْدٍ وَتِهَامَةَ .
— Aku tidak menginginkan kecuali pria yang melindunginya atas (seluruh) penduduk Najd dan Tihamah.
فَقَالَ عُرْوَةُ الرَّحَّالُ وَهُوَ يَوْمَئِذٍ رَجُلُ هَوَازِنَ :
Urwah ar-Rahhal, yang pada saat itu adalah pemimpin Hawazin, berkata:
— أَكَلْبُ خَلِيعٍ يُجِيرُهَا لَكَ أَيُّبِتَ اللَّعْنُ ؟ أَنَا أُجِيرُهَا لَكَ عَلَى أَهْلِ الشِّيحِ وَالْقَيْصُومِ مِنْ أَهْلِ نَجْدٍ وَتِهَامَةَ .
— Apakah anjing buangan itu yang melindunginya untukmu, wahai orang yang terkutuk? Aku yang akan melindunginya untukmu atas (seluruh) penduduk (wilayah) asy-Syiih dan al-Qaisuum dari penduduk Najd dan Tihamah.
فَقَالَ الْبَرَّاضُ فِي غَضَبٍ وَإِنْكَارٍ :
Al-Barradh berkata dengan marah dan menolak:
— أَعَلَى بَنِي كِنَانَةَ تُجِيرُهَا يَا عُرْوَةُ ؟
— Apakah atas (nama) Bani Kinanah kamu melindunginya, wahai Urwah?
— وَعَلَى النَّاسِ كُلِّهِمْ .
— Dan atas seluruh manusia.
فَدَفَعَهَا النُّعْمَانُ إِلَى عُرْوَةَ فَخَرَجَ بِهَا ، وَتَبِعَهَا الْبَرَّاضُ وَعُرْوَةُ لَا يَخْشَى مِنْهُ شَيْئًا لِأَنَّهُ كَانَ بَيْنَ ظَهْرَانِي قَوْمِهِ مِنْ غَطَفَانَ إِلَى جَانِبِ فَدَكَ إِلَى أَرْضٍ يُقَالُ لَهَا أُوَارَةُ فِي بِلَادِ بَنِي تَمِيمٍ ، فَنَزَلَ بِهَا عُرْوَةُ فَشَرِبَ مِنَ الْخَمْرِ وَغَنَّتْهُ قَيْنَةٌ ، ثُمَّ قَامَ فَنَامَ . فَجَاءَ الْبَرَّاضُ فَدَخَلَ عَلَيْهِ فَنَاشَدَهُ عُرْوَةُ وَقَالَ :
Maka An-Nu'man menyerahkannya kepada Urwah, dan dia pun keluar membawanya. Al-Barradh mengikutinya, dan Urwah tidak merasa takut sedikit pun darinya karena ia berada di tengah-tengah kaumnya dari (kabilah) Ghatafan menuju sisi Fadak hingga tanah yang disebut Uwarah di negeri Bani Tamim. Urwah singgah di sana lalu minum khamr dan seorang biduanita bernyanyi untuknya, kemudian ia berdiri lalu tidur. Al-Barradh datang dan menemuinya, lalu Urwah memanggilnya dan berkata:
— كَانَتْ مِنِّي زَلَّةٌ ، وَكَانَتِ الْفَعْلَةُ مِنِّي ضَلَّةً .
— (Apa yang terjadi) dariku adalah sebuah kesalahan, dan perbuatan itu dariku adalah sebuah kesesatan.
فَقَتَلَهُ وَخَرَجَ يَرْتَجِزُ وَيَقُولُ :
Ia membunuhnya dan keluar sambil melantunkan rajaz:

قَدْ كَانَتِ الْفَعْلَةُ مِنِّي ضَلَّةً            هَلَّا عَلَى غَيْرِي جَعَلْتُ الزَّلَّةَ

[Shadr] Sungguh perbuatan itu dariku adalah sebuah kesesatan,
[Ajuz] Mengapa tidak kepada selainku aku tujukan kesalahan itu.

فَسَوْفَ أَعْلُو بِالْحُسَامِ الْقِلَّةَ

[Shadr/Ajuz] Maka aku akan menaiki puncak (kemuliaan) dengan pedang tajam.

وَظَلَّ الْبَرَّاضُ يَفْخَرُ بِقَتْلِ سَيِّدِ هَوَازِنَ وَيَقُولُ :
Al-Barradh terus membanggakan diri atas pembunuhan pemimpin Hawazin dan berkata:

وَدَاهِيَةٍ يَهَالُ النَّاسُ مِنْهَا            شَدَدْتُ لَهَا بِنِي بَكْرٍ ضُلُوعِي

[Shadr] Dan sebuah bencana yang membuat orang-orang takut karenanya,
[Ajuz] aku ikat untuknya (seperti) tulang rusukku (dari kabilah) Bani Bakr.

هَتَكْتُ بِهَا بُيُوتَ بَنِي كِلَابٍ            وَأَرْضَعْتُ الْمَوَالِيَ بِالضُّرُوعِ

[Shadr] Aku robek dengannya rumah-rumah Bani Kilab,
[Ajuz] dan aku susui para mawali dengan puting susu (siksaan).

جَمَعْتُ لَهُ يَدَيَّ بِنَصْلِ سَيْفٍ            أَفَلَّ ، فَخَرَّ كَالْجِذْعِ الصَّرِيعِ

[Shadr] Aku kumpulkan untuknya kedua tanganku dengan mata pedang,
[Ajuz] yang tumpul, lalu ia tersungkur seperti batang pohon yang rebah.

وَاسْتَاقَ الْبَرَّاضُ الْعِيرَ إِلَى خَيْبَرَ ، وَاتَّبَعَهُ الْمَسْلُورُ بْنُ مَالِكٍ الْغَطَفَانِيُّ وَأَسَدُ بَنِي خَيْثَمَ الْغَنَوِيُّ حَتَّى دَخَلَ خَيْبَرَ ، فَكَانَ الْبَرَّاضُ أَوَّلَ مَنْ لَقِيَهُمَا فَقَالَ لَهُمَا :
Al-Barradh membawa kafilah itu menuju Khaibar. Al-Masluur bin Malik al-Ghathafani dan Asad bin Khaytsam al-Ghanawi mengikutinya hingga ia memasuki Khaibar. Al-Barradh adalah orang pertama yang mereka temui, lalu ia bertanya kepada keduanya:
— مَنِ الرَّجُلَانِ ؟
— Siapa kedua pria ini?
— مِنْ غَطَفَانَ وَغَنًى .
— Dari (kabilah) Ghathafan dan Ghani.
فَقَالَ الْبَرَّاضُ وَقَدْ أَحَسَّ الْخَطَرَ :
Al-Barradh berkata setelah merasakan bahaya:
— مَا شَأْنُ غَطَفَانَ وَغَنًى بِهَذِهِ الْبَلْدَةِ ؟
— Apa urusan Ghathafan dan Ghani di negeri ini?
قَالَا :
Keduanya menjawab:
— وَمَنْ أَنْتَ ؟
— Dan siapa kamu?
— مِنْ أَهْلِ خَيْبَرَ .
— Dari penduduk Khaibar.
— أَلَكَ عِلْمٌ بِالْبَرَّاضِ ؟
— Apakah kamu punya pengetahuan tentang al-Barradh?
— دَخَلَ عَلَيْنَا طَرِيدًا خَلِيعًا فَلَمْ يُؤْوِهِ أَحَدٌ بِخَيْبَرَ وَلَا أَدْخَلَهُ بَيْتًا .
— Ia masuk kepada kami sebagai orang buangan lagi terlantar, maka tidak ada seorang pun di Khaibar yang melindunginya atau memasukkannya ke dalam rumah.
— فَأَيْنَ يَكُونُ ؟
— Maka di mana ia berada?
— وَهَلْ لَكُمَا طَاقَةٌ إِنْ دَلَلْتُكُمَا عَلَيْهِ ؟
— Dan apakah kalian berdua sanggup jika aku menunjukkan kalian kepadanya?
— نَعَمْ .
— Ya.
— فَانْزِلَا .
— Maka turunlah (dari kendaraan).
فَنَزَلَا وَعَقَلَا رَاحِلَتَيْهِمَا . قَالَ :
Keduanya turun dan mengikat kedua kendaraan mereka. Ia berkata:
— فَأَيُّكُمَا أَجْرَأُ عَلَيْهِ وَأَمْضَى مِقْدَمًا وَأَحَدُ سَيْفًا ؟
— Maka siapa di antara kalian yang paling berani terhadapnya, paling kuat maju (menyerang), dan paling tajam pedangnya?
قَالَ الْغَطَفَانِيُّ :
Si Ghathafani berkata:
— أَنَا .
— Aku.
قَالَ الْبَرَّاضُ :
Al-Barradh berkata:
— فَانْطَلِقْ أَدُلُّكَ عَلَيْهِ وَيُحْفَظْ صَاحِبُكَ رَاحِلَتَيْكُمَا .
— Maka berangkatlah, aku akan menunjukkanmu kepadanya, dan biarlah temanmu menjaga kedua kendaraan kalian.
فَفَعَلَ . فَانْطَلَقَ الْبَرَّاضُ يَمْشِي بَيْنَ يَدَيِ الْغَطَفَانِيِّ حَتَّى انْتَهَى إِلَى خَرِبَةٍ فِي جَانِبِ خَيْبَرَ خَارِجَةٍ عَنِ الْبُيُوتِ ، فَقَالَ الْبَرَّاضُ :
Ia pun melakukannya. Al-Barradh berangkat berjalan di depan si Ghathafani hingga ia sampai pada sebuah reruntuhan di sisi Khaibar yang berada di luar rumah-rumah, lalu al-Barradh berkata:
— هُوَ فِي هَذِهِ الْخَرِبَةِ وَإِلَيْهَا يَأْوَى ، فَانْظُرْنِي حَتَّى أَنْظُرَ أَتَمَّ هُوَ أَمْ لَا .
— Ia ada di reruntuhan ini dan ke sanalah ia berlindung. Tunggulah aku hingga aku melihat apakah ia (memang) dia atau bukan.
فَوَقَفَ لَهُ وَدَخَلَ الْبَرَّاضُ ، ثُمَّ خَرَجَ إِلَيْهِ وَقَالَ :
Ia (si Ghathafani) berhenti menunggunya, dan al-Barradh masuk, kemudian ia keluar kepadanya dan berkata:
— هُوَ نَائِمٌ فِي الْبَيْتِ الْأَقْصَى خَلْفَ هَذَا الْجِدَارِ عَنْ يَمِينِكَ إِذَا دَخَلْتَ ، فَهَلْ عِنْدَكَ سَيْفٌ فِيهِ صَرَامَةٌ ؟
— Ia sedang tidur di rumah paling ujung di belakang tembok ini di sebelah kananmu jika kamu masuk. Apakah kamu memiliki pedang yang tajam?
— نَعَمْ .
— Ya.
— هَاتِ سَيْفَكَ أَنْظُرْ إِلَيْهِ أَصَارِمٌ هُوَ ؟
— Berikan pedangmu, aku ingin melihatnya, apakah ia tajam?
فَأَعْطَاهُ إِيَّاهُ ، فَهَزَّهُ الْبَرَّاضُ ثُمَّ ضَرَبَهُ حَتَّى قَتَلَهُ وَوَضَعَ السَّيْفَ خَلْفَ الْبَابِ ، وَأَقْبَلَ عَلَى الرَّجُلِ الْآخَرِ فَقَالَ الْغَنَوِيُّ :
Ia memberikannya, lalu al-Barradh mengayunkan pedang itu kemudian menebasnya hingga membunuhnya. Ia meletakkan pedang itu di belakang pintu, dan menghadap pria lainnya. Lalu si Ghanawi berkata:
— مَا وَرَاءَكَ ؟
— Apa yang terjadi di sana?
— لَمْ أَرَ أَجْبَنَ مِنْ صَاحِبِكَ ، تَرَكْتُهُ قَائِمًا فِي الْبَابِ الَّذِي فِيهِ الرَّجُلُ وَالرَّجُلُ نَائِمٌ لَا يَتَقَدَّمُ إِلَيْهِ وَلَا يَتَأَخَّرُ عَنْهُ .
— Aku belum pernah melihat orang yang lebih pengecut daripada temanmu, aku meninggalkannya berdiri di pintu yang di dalamnya terdapat pria itu, padahal pria itu sedang tidur, ia tidak maju kepadanya dan tidak mundur darinya.
قَالَ الْغَنَوِيُّ :
Si Ghanawi berkata:
— يَا لَهَفَاهُ ، لَوْ كَانَ أَحَدٌ يَنْظُرُ رَاحِلَتَيْنَا ؟
— Oh celakalah, seandainya ada seseorang yang melihat kedua kendaraan kita?
— هُمَا عَلَى مَا ذَهَبْتَ .
— Keduanya (masih) dalam keadaan sebagaimana kamu meninggalkannya.
فَانْطَلَقَ الْغَنَوِيُّ وَالْبَرَّاضُ خَلْفَهُ ، حَتَّى إِذَا جَاوَزَ الْغَنَوِيُّ بَابَ الْخَرِبَةِ أَخَذَ الْبَرَّاضُ السَّيْفَ مِنْ خَلْفِ الْبَابِ ، ثُمَّ ضَرَبَهُ حَتَّى قَتَلَهُ ، وَأَخَذَ سِلَاحَهُمَا وَرَاحِلَتَيْهِمَا ثُمَّ انْطَلَقَ . وَكَانَتْ سُوقُ عُكَاظَ تَمُوجُ بِقُرَيْشٍ وَكِنَانَةَ وَهَوَازِنَ وَكُلِّ قَبَائِلِ الْعَرَبِ .
Si Ghanawi pergi dan al-Barradh di belakangnya, hingga ketika si Ghanawi melewati pintu reruntuhan, al-Barradh mengambil pedang dari belakang pintu, kemudian ia menebasnya hingga membunuhnya. Ia mengambil senjata dan kedua kendaraan mereka, kemudian pergi. Pasar Ukaz saat itu dipenuhi dengan hiruk-pikuk Quraisy, Kinanah, Hawazin, dan seluruh kabilah Arab.
وَبَلَغَ قُرَيْشًا خَبَرُ الْبَرَّاضِ فَأَيْقَنُوا أَنَّ هَوَازِنَ لَنْ تَرْضَى بِقَتْلِ الْبَرَّاضِ بِعُرْوَةَ ، فَالْبَرَّاضُ خَلِيعٌ مِنْ بَنِي كِنَانَةَ وَعُرْوَةُ الرَّحَّالُ سَيِّدُ هَوَازِنَ وَلَا بُدَّ مِنْ أَنْ يَقْتُلُوا بِهِ عَظِيمًا مِنْ قُرَيْشٍ ، فَقَرَّ رَأْيُهُمْ عَلَى أَنْ يَعُودُوا إِلَى الْحَرَمِ يَلُوذُونَ بِهِ .
Kabar tentang al-Barradh sampai kepada Quraisy, dan mereka yakin bahwa Hawazin tidak akan ridha dengan pembunuhan al-Barradh atas Urwah. Al-Barradh adalah orang buangan dari Bani Kinanah dan Urwah ar-Rahhal adalah pemimpin Hawazin, dan pastilah mereka akan membunuh seorang tokoh besar dari Quraisy sebagai balasannya. Maka keputusan mereka bulat untuk kembali ke al-Haram dan berlindung di sana.
وَبَلَغَ قَيْسَ قَتْلُ زَعِيمِهِمْ وَفِرَارُ قُرَيْشٍ إِلَى مَكَّةَ ، فَخَرَجَتْ فِي أَثَرِهِمْ وَعَلَيْهِمْ أَبُو بَرَاءَ بْنُ مَالِكٍ فَأَدْرَكُوهُمْ وَقَدْ دَخَلُوا الْحَرَمَ ، وَنَادَوْهُمْ :
Berita pembunuhan pemimpin mereka dan pelarian Quraisy ke Mekah sampai kepada Qais, maka mereka keluar mengejar mereka di bawah pimpinan Abu Bara' bin Malik. Mereka menyusul mereka ketika telah memasuki al-Haram, dan memanggil mereka:
— يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ ، إِنَّا نُعَاهِدُ اللَّهَ أَنْ لَا يَبْطُلَ دَمُ عُرْوَةَ الرَّحَّالِ أَبَدًا وَنَقْتُلَ بِهِ عَظِيمًا مِنْكُمْ ، وَمِيعَادُنَا وَإِيَّاكُمْ هَذِهِ اللَّيَالِي مِنَ الْعَامِ الْمُقْبِلِ .
— Wahai kaum Quraisy, sesungguhnya kami berjanji kepada Allah bahwa darah Urwah ar-Rahhal tidak akan sia-sia selamanya, dan kami akan membunuh seorang tokoh besar dari kalian sebagai balasannya. Janji temu kami dengan kalian adalah malam-malam ini di tahun depan.
فَقَالَ حَرْبُ بْنُ أُمَيَّةَ لِأَبِي سُفْيَانَ ابْنِهِ :
Harb bin Umayyah berkata kepada Abu Sufyan putranya:
— قُلْ لَهُمْ إِنَّ مَوْعِدَكُمْ قَابِلٌ فِي هَذَا الْيَوْمِ .
— Katakan kepada mereka bahwa janji temu kalian adalah (tepat) pada hari ini (tahun depan).
فَقَالَ خِدَاشُ بْنُ زُهَيْرٍ فِي هَذَا الْيَوْمِ وَهُوَ يَوْمُ نَخْلَةَ :
Khidasy bin Zuhair berkata pada hari ini, yaitu hari Nakhla:

يَا شِدَّةً مَا شَدَدْنَا ، غَيْرَ كَاذِبَةٍ            عَلَى سَخِينَةَ(١) لَوْلَا الْبَيْتِ وَالْحَرَمِ

[Shadr] Wahai kepayahan yang kami alami, tidak dusta,
[Ajuz] Atas Sakhinah (Quraisy), seandainya bukan karena Baitullah dan al-Haram.

(١) كَانَتِ الْعَرَبُ تُسَمِّي قُرَيْشًا سَخِينَةً لِأَكْلِهَا السَّخْنَ .

[Catatan kaki] (1) Orang-orang Arab menamai Quraisy sebagai Sakhinah karena mereka memakan as-Sakhn (sejenis makanan).

(Syair kelanjutan dari bait sebelumnya):

لَمَّا رَأَوْا خَيْلَنَا تُرْجَى أَوَائِلُهَا            آمَادُ غِيلٍ حَمَى أَشْبَالَهَا الْأَجَمُ

[Shadr] Ketika mereka melihat pasukan berkuda kami, bagian depannya dinanti-nanti,
[Ajuz] Seperti singa-singa hutan yang dilindungi anak-anaknya oleh semak belukar.

وَاسْتَقْبَلُوا بِضِرَابٍ ، لَا كِفَاءَ لَهُ            بِيَدَيِ الْعُزَّلِ الْأَكْفَالِ مَا كَتَمُوا

[Shadr] Mereka menyambut dengan sabetan pedang yang tiada tandingannya,
[Ajuz] Dengan tangan-tangan yang tak bersenjata (lemah), mereka tidak menyembunyikan (ketakutan).

وَلَّوْا شَلَالًا ، وَعُظْمُ الْخَيْلِ لَاحِقَةٌ            كَمَا تَخُبُّ إِلَى أَوْطَانِهَا النَّعَمُ

[Shadr] Mereka berpaling lari terbirit-birit, sementara sisa pasukan berkuda terus mengejar,
[Ajuz] Seperti unta-unta yang berlari cepat menuju tempat asalnya.

وَلَّتْ بِهِمْ كُلُّ مِخْضَارٍ مُلَمْلَمَةٍ            كَأَنَّهَا لِلْقُوَّةِ(١) يَحُثُّهَا ضَرَمُ

[Shadr] Mereka dibawa lari oleh setiap pasukan yang gesit lagi terkumpul,
[Ajuz] Seakan-akan demi kecepatan, semangat yang menyala-nyala mendorongnya.

(١) اللَّقُوَةُ : الْخَفِيفَةُ السَّرِيعَةُ .

[Catatan kaki] (1) Al-Laqwah: Yang ringan lagi cepat.

وَحَالَ الْحَوْلُ وَتَأَهَّبَ النَّاسُ لِلِانْطِلَاقِ إِلَى عُكَاظَ ، فَجَمَعَتْ كِنَانَةُ قُرَيْشَهَا وَعَبْدَ مَنَافِهَا وَالْأَحَابِيشَ وَمَنْ لَحِقَ بِهِمْ مِنْ بَنِي أَسَدِ بْنِ خُزَيْمَةَ ، وَسَلَّحَ يَوْمَئِذٍ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جُدْعَانَ مِائَةَ كَمِيٍّ بِأَدَاةٍ كَامِلَةٍ سِوَى مَنْ سَلَحَ مِنْ قَوْمِهِ .
Satu tahun berlalu, dan orang-orang bersiap untuk berangkat ke Ukaz. Kinanah mengumpulkan orang Quraisy, Abd Manaf, al-Ahabisy, dan siapa pun yang bergabung dengan mereka dari Bani Asad bin Khuzaimah. Pada hari itu, Abdullah bin Jud'an mempersenjatai seratus penunggang kuda dengan perlengkapan lengkap, di luar mereka yang ia persenjatai dari kaumnya sendiri.
وَجَمَعَتْ سُلَيْمٌ وَهَوَازِنُ جُمُوعَهُمَا وَأَحْلَافَهُمَا غَيْرَ كِلَابٍ وَبَنِي كَعْبٍ فَإِنَّهُمَا لَمْ يَشْهَدَا يَوْمَ الْفِجَارِ غَيْرَ يَوْمِ نَخْلَةَ ، فَاجْتَمَعُوا بِشَمْطَةَ مِنْ عُكَاظَ فِي الْأَيَّامِ الَّتِي تَوَاعَدُوا فِيهَا عَلَى قَرْنِ الْحَوْلِ ، وَعَلَى كُلِّ قَبِيلَةٍ مِنْ قُرَيْشٍ وَكِنَانَةَ سَيِّدُهَا ، وَكَذَلِكَ عَلَى قَبَائِلِ قَيْسٍ ، غَيْرَ أَنَّ أَمْرَ كِنَانَةَ كُلَّهَا إِلَى حَرْبِ بْنِ أُمَيَّةَ ، وَعَلَى إِحْدَى مُجَنَّتَيْهَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جُدْعَانَ ، وَعَلَى الْأُخْرَى كُرَيْزُ بْنُ رَبِيعَةَ ، وَحَرْبُ بْنُ أُمَيَّةَ فِي الْقَلْبِ ، وَأَمْرُ هَوَازِنَ كُلِّهَا إِلَى مَسْعُودِ بْنِ مُعَتِّبٍ الثَّقَفِيِّ . فَتَنَاهَضَ النَّاسُ وَزَحَفَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ، فَكَانَتِ الدَّائِرَةُ فِي أَوَّلِ النَّهَارِ لِكِنَانَةَ عَلَى هَوَازِنَ ، حَتَّى إِذَا كَانَ آخِرُ النَّهَارِ تَدَاعَتْ هَوَازِنُ وَصَابَرَتْ وَانْقَشَعَتْ كِنَانَةُ فَاسْتَحَرَّ الْقَتْلُ فِيهِمْ فَقُتِلَ مِنْهُمْ تَحْتَ رَايَتِهِمْ مِائَةُ رَجُلٍ ، وَلَمْ يُقْتَلْ مِنْ قُرَيْشٍ أَحَدٌ يُذْكَرُ . فَكَانَ يَوْمُ شَمْطَةَ لِهَوَازِنَ عَلَى كِنَانَةَ .
Sulaim dan Hawazin mengumpulkan pasukan mereka dan sekutu-sekutu mereka selain Kilab dan Bani Ka'ab, karena keduanya tidak menyaksikan hari al-Fijar kecuali hari Nakhla. Mereka berkumpul di Syamthah di Ukaz pada hari-hari yang telah mereka janjikan untuk bertemu tepat satu tahun kemudian. Setiap kabilah dari Quraisy dan Kinanah memiliki pemimpinnya, begitu pula kabilah-kabilah Qais. Namun, komando seluruh Kinanah berada di tangan Harb bin Umayyah, pada salah satu sayapnya ada Abdullah bin Jud'an, dan pada sayap lainnya ada Kuraiz bin Rabi'ah, sedangkan Harb bin Umayyah di tengah. Seluruh komando Hawazin ada di tangan Mas'ud bin Mu'attib ats-Tsaqafi. Orang-orang bangkit dan saling merayap maju, dan putaran (kemenangan) pada awal hari berada di tangan Kinanah atas Hawazin. Namun ketika tiba akhir hari, Hawazin bangkit kembali, bersabar, dan Kinanah terpukul mundur, maka pembunuhan hebat terjadi di antara mereka, di mana seratus pria dari mereka di bawah panji mereka terbunuh, sementara tidak ada seorang pun dari Quraisy yang terbunuh yang layak disebut. Maka hari Syamthah adalah kemenangan Hawazin atas Kinanah.
وَمَرَّتْ سَنَةٌ وَجَمَعَ هَؤُلَاءِ وَأُولَئِكَ فَالْتَقَوْا عَلَى قَرْنِ الْحَوْلِ فِي الْيَوْمِ الثَّالِثِ مِنْ أَيَّامِ عُكَاظَ ، وَدَارَتِ الْحَرْبُ وَقُتِلَ مِنْ قُرَيْشٍ الْعَوَّامُ بْنُ خُوَيْلِدٍ وَالِدُ الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ وَشَقِيقُ خَدِيجَةَ ، وَسَتَحْزَنُ عَلَيْهِ خَدِيجَةُ حُزْنًا يَفُوقُ حُزْنَهَا عَلَى أَبِيهَا الَّذِي مَاتَ فِي نَفْسِ الْعَامِ . قُتِلَ مَرَّةَ بْنُ مُعَتِّبٍ الثَّقَفِيِّ الْعَوَّامُ بْنُ خُوَيْلِدٍ ، فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ ثَقِيفٍ :
Satu tahun berlalu, dan mereka semua berkumpul lalu bertemu tepat satu tahun kemudian pada hari ketiga dari hari-hari Ukaz. Perang berkecamuk, dan terbunuhlah dari Quraisy al-'Awwam bin Khuwailid, ayah dari az-Zubair bin al-'Awwam dan saudara laki-laki Khadijah. Khadijah akan bersedih atasnya dengan kesedihan yang melebihi kesedihannya atas ayahnya yang meninggal pada tahun yang sama. Murrah bin Mu'attib ats-Tsaqafi membunuh al-'Awwam bin Khuwailid, maka seorang pria dari Tsaqif berkata:

مِنَّا مَنِ اتْرُكُ الْعَوَّامِ مُجَنْدَلًا            تَنْتَابُهُ السَّطْرُ لَحْمًا بَيْنَ أَعْجَارِ

[Shadr] Dari kami, (kami) biarkan al-'Awwam terkapar,
[Ajuz] (yang) dimangsa oleh burung-burung (buas) dagingnya di antara bebatuan.

وَانْتَصَرَتْ فِي هَذَا الْيَوْمِ هَوَازِنُ عَلَى كِنَانَةَ ، وَلَمَّا كَانَتِ الْحَرْبُ قَدْ دَارَتْ عِنْدَ الْعَبْلَاءِ فَقَدْ سُمِّيَ ذَلِكَ الْيَوْمُ يَوْمَ الْعَبْلَاءِ ، وَفِيهِ يَقُولُ خِدَاشُ ابْنُ زُهَيْرٍ :
Hawazin menang pada hari ini atas Kinanah. Karena perang berkecamuk di dekat al-'Ablaa', maka hari itu disebut hari al-'Ablaa'. Di dalamnya Khidasy bin Zuhair berkata:

أَلَمْ يَبْلُغْكَ مَا لَقِيتْ قُرَيْشٌ            وَحَيُّ بَنِي كِنَانَةَ إِذْ أُبِيرُوا(١)

[Shadr] Tidakkah sampai kepadamu apa yang dialami Quraisy,
[Ajuz] dan kabilah Bani Kinanah ketika mereka dibinasakan.

دَهَمْنَاهُمْ بِأَرْعَنَ مَكْفَئِرٍّ            فَظَلَّ لَنَا ، بِعُقْوَتِهِمُ(٢) زَئِيرُ

[Shadr] Kami serbu mereka dengan pasukan yang besar lagi hitam kelam,
[Ajuz] Maka terdengarlah bagi kami, di tengah pemukiman mereka raungan.

(١) أُبِيرُوا : أَهْلَكُوا .

[Catatan kaki] (1) Ubiiru: Dibinasakan (dihancurkan).

(٢) الْعُقْوَةُ : شَجَرٌ .

[Catatan kaki] (2) Al-'Uqwah: Semak belukar/pohon.

وَانْصَرَمَ عَامٌ ، وَخَرَجَتْ قُرَيْشٌ وَكِنَانَةُ وَخَرَجَ آلُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فِيمَنْ خَرَجَ إِلَى عُكَاظَ . وَقَدْ أَخَذَ أَبُو طَالِبٍ ابْنَ أَخِيهِ مُحَمَّدَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ مَعَهُ فَهُوَ يَتَفَاءَلُ بِهِ وَيَرْجُو أَنْ يَكُونَ النَّصْرُ حَلِيفَهُمْ بِبَرَكَتِهِ ، وَحَمَلَ ابْنُ جُدْعَانَ مِائَةَ رَجُلٍ عَلَى مِائَةِ بَعِيرٍ مِمَّنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَمُولَةٌ ، وَقَدْ كَانَ لِهَوَازِنَ عَلَى كِنَانَةَ يَوْمَانِ ، يَوْمُ شَمْطَةَ وَيَوْمُ الْعَبْلَاءِ ، وَكَانَتْ قُرَيْشٌ وَكِنَانَةُ تَطْمَعُ فِي النَّصْرِ وَإِزَالَةِ مَا لَحِقَ بِهِمْ مِنْ عَارٍ .
Satu tahun telah berlalu. Quraisy dan Kinanah berangkat, dan keluarga Abdul Muthalib pun berangkat bersama mereka yang berangkat ke Ukaz. Abu Thalib membawa anak saudaranya, Muhammad bin Abdullah, bersamanya karena ia mengharapkan keberuntungan dengannya dan berharap kemenangan menjadi sekutu mereka berkat keberkahannya. Ibnu Jud'an menanggung seratus pria di atas seratus unta bagi mereka yang tidak memiliki kendaraan. Hawazin telah memiliki dua kemenangan atas Kinanah, (yaitu) hari Syamthah dan hari al-'Ablaa'. Quraisy dan Kinanah berharap meraih kemenangan dan menghapus aib yang menimpa mereka.
وَالْتَقَى هَؤُلَاءِ وَأُولَئِكَ عَلَى قَرْنِ الْحَوْلِ فِي الثَّالِثِ مِنْ أَيَّامِ عُكَاظَ بِشِرْبٍ ، فَحَمِيَتْ قُرَيْشٌ وَكِنَانَةُ ، وَقَيَّدَ أُمَيَّةُ وَحَرْبُ ابْنَا أُمَيَّةَ بْنِ عَبْدِ شَمْسٍ وَأَبُو سُفْيَانَ بْنُ حَرْبٍ أَنْفُسَهُمْ كَيْلَا يَفِرُّوا ، فَسُمُّوا الْعَنَابِسَ ( الْأُسُودَ ) . وَصَابَرَتْ بَنُو مَخْزُومٍ وَبَنُو بَكْرٍ ، وَرَاحَ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ يَنْبُلُ عَلَى أَعْمَامِهِ ، وَرَاحَ أَبُو رَبِيعَةَ بْنُ الْمُغِيرَةِ يُقَاتِلُ بِرُمْحَيْنِ فَسُمِّيَ بِذِي الرُّمْحَيْنِ ، وَاسْتَبْسَلَ قُصَيُّ بْنُ الْمُغِيرَةِ وَهَاشِمُ بْنُ الْمُغِيرَةِ فِي الْقِتَالِ ، فَانْهَزَمَتْ هَوَازِنُ وَقُتِلَتْ قَتْلًا ذَرِيعًا وَأَثْلَجَتْ صُدُورَ الْقُرَشِيِّينَ ، وَالْتَفَتَ أَبُو طَالِبٍ إِلَى ابْنِ أَخِيهِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ وَقَالَ لَهُ :
Mereka semua bertemu tepat satu tahun kemudian pada hari ketiga dari hari-hari Ukaz di (wilayah) Syirb. Quraisy dan Kinanah menjadi garang. Umayyah dan Harb, putra-putra Umayyah bin Abd Syams, serta Abu Sufyan bin Harb, mengikat diri mereka agar tidak melarikan diri, maka mereka dinamai al-'Anabis (Singa-singa). Bani Makhzum dan Bani Bakr bersabar. Muhammad bin Abdullah mulai memanah untuk membela paman-pamannya. Abu Rabi'ah bin al-Mughirah mulai bertempur dengan dua tombak, maka ia dinamai Dzul Rumhain (Pemilik dua tombak). Qushay bin al-Mughirah dan Hasyim bin al-Mughirah bertempur dengan gagah berani. Hawazin kalah dan dibantai secara hebat, yang menyejukkan hati orang-orang Quraisy. Abu Thalib berpaling kepada anak saudaranya, Muhammad bin Abdullah, dan berkata kepadanya:
— لَا أُبَالِكَ لَا تَغِبْ عَنَّا .
— Aku tidak membiarkanmu, janganlah jauh dari kami.
وَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزِّبَعْرَى يَمْدَحُ بَنِي الْمُغِيرَةِ :
Abdullah bin az-Ziba'ra berkata memuji Bani al-Mughirah:

أَلَا اللَّهُ قَسَّومٌ وَأَلَدَّتْ أَخَتُ بَنِي سَهْمٍ            هِشَامٌ وَأَبُو عَبْدٍ مَنَافٍ مَدَرُه(١) الْخِصَمِ

[Shadr] Ketahuilah Allah adalah pembagi (rezeki/nasib), saudari Bani Sahm telah melahirkan,
[Ajuz] Hisyam dan Abu Abdi Manaf, pemimpin para penantang.

وَذُو الرُّمْحَيْنِ ، أَشْبَالٌ مِنَ الْقُوَّةِ وَالْحَزْمِ            فَهَذَانِ يَذُودَانِ وَذَا مِنْ كَثَبٍ يُرْمَى

[Shadr] Dan Dzul Rumhain, (mereka adalah) anak singa dari kekuatan dan ketegasan,
[Ajuz] Keduanya mempertahankan, dan yang ini (yang lain) melempar dari dekat.

وَقَالَ جِذْلُ الطِّعَانِ :
Jidzl ath-Thi'an berkata:

(١) الْمَدَرُ : زَعِيمُ الْقَوْمِ .

[Catatan kaki] (1) Al-Madr: Pemimpin kaum.

جَاءَتْ هَوَازِنُ ، أَرْسَالًا وَإِخْوَتَهَا            بَنُو سُلَيْمٍ ، فَهَابُوا الْمَوْتَ وَانْصَرَفُوا

[Shadr] Hawazin datang, (berdatangan) berkelompok-kelompok beserta saudara mereka,
[Ajuz] Bani Sulaim, maka mereka takut akan kematian lalu berbalik pergi.

فَاسْتَقْبَلُوا بِضِرَابٍ فَضَّ جَمْعَهُمُ            مِثْلَ الْحَرِيقِ ، فَمَا عَاجُوا وَلَا عَطَفُوا

[Shadr] Maka mereka disambut dengan sabetan pedang yang membubarkan kumpulan mereka,
[Ajuz] Seperti api (yang membakar), maka mereka tidak berhenti dan tidak menoleh.

وَانْقَضَتْ سَنَةٌ وَقُرَيْشٌ سَعِيدَةٌ بِنَصْرِهَا وَأَبُو طَالِبٍ يَنْظُرُ إِلَى ابْنِ أَخِيهِ فِي إِكْبَارٍ ، فَقَدْ وَقَرَ فِي ضَمِيرِهِ أَنَّ النَّصْرَ كَانَ بِبَرَكَةِ ابْنِ أَخِيهِ عَبْدِ اللَّهِ . وَخَرَجَتْ قُرَيْشٌ وَأَرَادَ عُتْبَةُ بْنُ رَبِيعَةَ بْنِ عَبْدِ شَمْسٍ أَنْ يَخْرُجَ مَعَ الْخَارِجِينَ وَلَكِنَّ حَرْبَ بْنَ أُمَيَّةَ أَشْفَقَ مِنْ خُرُوجِهِ ، فَقَدْ كَانَ يَتِيمًا فِي حِجْرِهِ فَضَنَّ بِهِ . وَالْتَقَى الْقُرَشِيُّونَ وَالْكِنَانِيُّونَ بِهَوَازِنَ وَبَنِي سُلَيْمٍ بِالْحَرِيرَةِ وَهِيَ حَرَّةٌ إِلَى جَنْبِ عُكَاظَ ، وَدَارَ قِتَالٌ رَهِيبٌ ، فَقُتِلَ أَبُو سُفْيَانَ بْنُ أُمَيَّةَ أَخُو حَرْبِ بْنِ أُمَيَّةَ ، وَقُتِلَ خَلْقٌ مِنَ الْجَانِبَيْنِ ، وَإِذَا بِرَجُلٍ بَيْنَ الصَّفَّيْنِ يُنَادِي :
Satu tahun berlalu, dan Quraisy bahagia dengan kemenangan mereka, dan Abu Thalib memandang anak saudaranya dengan penuh kekaguman. Telah tertanam di dalam batinnya bahwa kemenangan itu berkat keberkahan anak saudaranya, Abdullah. Quraisy berangkat, dan Utbah bin Rabi'ah bin Abd Syams ingin berangkat bersama mereka yang keluar, namun Harb bin Umayyah merasa khawatir atas kepergiannya, karena ia adalah anak yatim dalam asuhannya, maka ia pun merasa berat melepaskannya. Orang-orang Quraisy dan Kinanah bertemu dengan Hawazin dan Bani Sulaim di al-Harirah, yaitu sebuah tanah berbatu di samping Ukaz. Perang dahsyat berkecamuk, Abu Sufyan bin Umayyah, saudara laki-laki Harb bin Umayyah terbunuh, dan banyak orang dari kedua belah pihak tewas. Tiba-tiba ada seorang pria di antara kedua barisan yang berseru:
— يَا مَعْشَرَ مُضَرَ عَلَامَ تَفَانُونَ ؟
— Wahai kaum Mudhar, untuk apa kalian saling membinasakan?
فَقَالَتْ هَوَازِنُ :
Hawazin berkata:
— مَا تَدْعُو إِلَيْهِ ؟
— Apa yang kamu serukan?
— الصُّلْحُ ، الصُّلْحُ عَلَى أَنْ نَدْفَعَ لَكُمْ دِيَةَ قَتْلَاكُمْ وَنَعْفُوَ عَنْ دِمَائِنَا .
— Perdamaian, perdamaian dengan syarat kami membayar diyat (uang darah) korban kalian dan kami memaafkan darah kami.
— وَكَيْفَ ؟
— Dan bagaimana (caranya)?
— نَدْفَعُ لَكُمْ رَهْنًا مِنَّا إِلَى أَنْ نُوفِيَ لَكُمْ ذَلِكَ .
— Kami akan memberikan kepada kalian sandera dari kami sampai kami menunaikan hal itu kepada kalian.
— وَمَنْ لَنَا بِهَذَا ؟
— Dan siapa yang menjamin ini untuk kami?
— أَنَا .
— Aku.
— وَمَنْ أَنْتَ ؟
— Dan siapa kamu?
— عُتْبَةُ بْنُ رَبِيعَةَ بْنِ عَبْدِ شَمْسٍ .
— Utbah bin Rabi'ah bin Abd Syams.
وَرَاحَ حَرْبُ بْنُ أُمَيَّةَ يَنْظُرُ إِلَى عُتْبَةَ وَإِنْ كَانَ قَدْ خَرَجَ بِغَيْرِ إِذْنِهِ ، وَرَضِيَتْ بِمَا حَكَمَ هَوَازِنُ وَكِنَانَةُ وَقُرَيْشٌ ، وَدَفَعُوا إِلَى هَوَازِنَ أَرْبَعِينَ رَجُلًا فِيهِمْ حَكِيمُ بْنُ حِزَامٍ ابْنُ أَخِي خَدِيجَةَ بِنْتِ خُوَيْلِدٍ ، فَلَمَّا رَأَتْ هَوَازِنُ الرَّهْنَ فِي أَيْدِيهِمْ عَفَوْا عَنِ الدِّمَاءِ وَأَطْلَقُوهُمْ ، وَخَشِيَ الطَّرَفَانِ أَنْ تَثُورَ حُرُوبٌ فِي الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ فَاتَّفَقَا عَلَى أَنْ يَتْرُكَ كُلُّ مَنْ يَرِدُ إِلَى عُكَاظَ سِلَاحَهُ عِنْدَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جُدْعَانَ ، حَتَّى إِذَا مَا انْتَهَتْ أَيَّامُ الْمَوْسِمِ ، أَعَادَ ابْنُ جُدْعَانَ إِلَى كُلِّ سِلَاحَهُ ، وَبِذَلِكَ انْقَضَتْ أَيَّامُ الْفِجَارِ الَّتِي قَالَ فِيهَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بَعْدَ أَنْ بَعَثَ : « قَدْ حَضَرْتُهُ مَعَ عُمُومَتِي وَرَمَيْتُ فِيهِ بِأَسْهُمٍ ، وَمَا أُحِبُّ أَنِّي لَمْ أَكُنْ فَعَلْتُ » .
Harb bin Umayyah mulai memandang kepada Utbah, meskipun Utbah telah keluar tanpa seizinnya. Mereka ridha dengan apa yang diputuskan oleh Hawazin, Kinanah, dan Quraisy. Mereka menyerahkan kepada Hawazin empat puluh pria, di antaranya Hakim bin Hizam, anak saudara Khadijah binti Khuwailid. Ketika Hawazin melihat sandera di tangan mereka, mereka memaafkan darah (korban) dan membebaskan mereka. Kedua belah pihak khawatir akan meletusnya perang di bulan-bulan haram, maka mereka sepakat bahwa siapa pun yang datang ke Ukaz agar meninggalkan senjatanya di tempat Abdullah bin Jud'an. Hingga ketika hari-hari musim telah berakhir, Ibnu Jud'an mengembalikan senjata kepada setiap orang. Dengan demikian, berakhir pula hari-hari al-Fijar yang tentangnya Muhammad bin Abdullah bersabda setelah ia diutus: "Aku telah menghadirinya bersama paman-pamanku dan aku memanah di dalamnya, dan aku tidak merasa senang jika aku tidak melakukannya."
« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi