BANU ISMA'IL
Abdul Hamid Judah As-Sahhar
Mahkota di Atas Prahara: Thalut, Jubah yang Robek, dan Penyesalan yang Terlambat
Kekuasaan adalah ujian yang melarutkan ketundukan. Thalut yang dulunya rendah hati kini terbuai oleh kemegahan tahta, hingga jubah yang robek di tangan Syamuil menjadi saksi bisu bahwa kerajaan yang dibangun di atas kesombongan akan segera tercerai-berai.
اتَّخَذَ بَنُو إِسْرَائِيلَ الْعِبْرِيَّةَ لُغَةً لَهُمْ ، وَأَقَامُوا فِي أُورُشَلِيمَ خَيْمَةَ الرَّبِّ وَوَضَعُوا فِيهَا التَّابُوتَ فِيهِ سَكِينَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَبَقِيَّةٌ مِمَّا تَرَكَ آلُ مُوسَى وَآلُ هَارُونَ .
Bani Israil mengambil bahasa Ibrani sebagai bahasa mereka, dan mereka mendirikan di Yerusalem kemah Tuhan dan meletakkan di dalamnya tabut yang berisi ketenangan dari Tuhan mereka dan peninggalan dari apa yang ditinggalkan keluarga Musa dan keluarga Harun.
وَكَانَ حُلْمُ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنْ يُقِيمُوا مَكَانَ خَيْمَةِ الرَّبِّ بَيْتًا مُطَهَّرًا كَذَلِكَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ الَّذِي أَقَامَ قَوَاعِدَهُ إِبْرَاهِيمُ وَإِسْمَاعِيلُ فِي وَادِي مَكَّةَ ، وَلَكِنَّ الْكَنْعَانِيِّينَ كَانُوا يَشُنُّونَ عَلَيْهِمُ الْحَرْبَ بَيْنَ وَقْتٍ وَآخَرَ وَلَمْ يَتْرُكُوهُمْ فِي سَلَامٍ أَبَدًا ، فَقَدْ كَانَتِ الْأَرْضُ لِلْكَنْعَانِيِّينَ وَكَانَ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَافِدِينَ يُرِيدُونَ أَنْ يُثْبِتُوا سُلْطَانَهُمْ فِي فِلَسْطِينَ .
Impian Bani Israil adalah mendirikan di tempat kemah Tuhan sebuah rumah yang disucikan seperti Baitul Atiq yang didirikan fondasinya oleh Ibrahim dan Ismail di lembah Makkah, namun orang-orang Kanaan terus mengobarkan perang terhadap mereka dari waktu ke waktu dan tidak pernah membiarkan mereka dalam kedamaian, karena bumi itu milik orang Kanaan dan Bani Israil adalah pendatang yang ingin meneguhkan kekuasaan mereka di Palestina.
وَلَمَّا طَالَ عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ الْأَمَدُ وَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ نَسُوا اللَّهَ الْوَاحِدَ الْقَهَّارَ وَعَبَدُوا مَا يَعْبُدُ الْكَنْعَانِيُّونَ ، عَبَدُوا بَعْلًا وَعَشْتَارَا وَآلِهَةَ الْوَثْنِيِّينَ الْأُخْرَى وَغَرِقَتْ خَيْمَةُ الرَّبِّ فِي الدَّنَسِ ، فَقَدْ اتَّخَذَ الْكَاهِنُ عَالِي خِدْمَةَ الْخَيْمَةِ تِجَارَةً لِجَمْعِ الْأَمْوَالِ ، وَوَقَفَ أَبْنَاؤُهُ يُبَايِلُ لِتَحْصِيلِ اللَّذَّاتِ ، فَكَانُوا يَتَرَصَّدُونَ الْفَتَيَاتِ الْإِسْرَائِيلِيَّاتِ الْجَمِيلَاتِ لِيَضَاجِعُوهُنَّ قَبْلَ الدُّخُولِ لِلْعِبَادَةِ وَالاسْتِغْفَارِ ، وَكَانَ عَالِي يَعْلَمُ بِمَا يَأْتِيهِ أَبْنَاؤُهُ فَلَا يَزْجُرُهُمْ وَلَا يَنْهَاهُمْ فَقَدْ تَفَشَّتِ الْفَاحِشَةُ فِي بَنِي إِسْرَائِيلَ تَفَشِّيَهَا فِي مَعَابِدِ عَشْتَارَ .
Ketika waktu berlalu bagi Bani Israil dan hati mereka mengeras, mereka melupakan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa dan menyembah apa yang disembah orang Kanaan, mereka menyembah Baal, Asytara, dan berhala-berhala lainnya, dan kemah Tuhan tenggelam dalam kotoran, karena imam Ali menjadikan layanan kemah sebagai perdagangan untuk mengumpulkan harta, dan anak-anaknya berdiri di pintu untuk mendapatkan kesenangan, maka mereka mengintai gadis-gadis Israel yang cantik untuk menyetubuhi mereka sebelum masuk untuk beribadah dan memohon ampun, dan Ali tahu apa yang dilakukan anak-anaknya namun ia tidak menegur mereka dan tidak melarang mereka, maka perbuatan keji tersebar di kalangan Bani Israil sebagaimana tersebarnya di kuil-kuil Asytara.
وَكَانَ يَعِيشُ فِي تِلْكَ الْخَيْمَةِ شَمُوئِيلُ ذَلِكَ الْغُلَامُ الْهَابِطُ مِنْ نَسْلِ النُّبُوَّةِ ، وَقَدْ وَهَبَ حَيَاتَهُ لِعِبَادَةِ اللَّهِ فَكَانَ يَدْعُوهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ ، وَلَوْلَا ذَلِكَ الْغُلَامُ الْمُبَارَكُ لَأَنْزَلَ اللَّهُ غَضَبَهُ عَلَى الْخَيْمَةِ الْغَارِقَةِ فِي الدَّنَسِ وَالْمُنْكَرَاتِ .
Dan hiduplah di kemah itu Syamuil, pemuda yang turun dari garis keturunan kenabian, dan ia telah mewakafkan hidupnya untuk beribadah kepada Allah, maka ia berdoa kepada-Nya dengan hati yang bersih, dan seandainya bukan karena pemuda yang diberkati itu, niscaya Allah akan menurunkan kemurkaan-Nya atas kemah yang tenggelam dalam kotoran dan kemungkaran tersebut.
وَفِي ذَاتِ لَيْلَةٍ دَخَلَ شَمُوئِيلُ لِيَنَامَ إِلَى جَنْبِ الشَّيْخِ عَالِي ، وَفِيمَا هُوَ غَارِقٌ فِي نَوْمِهِ بَلَغَ سَمْعَهُ صَوْتٌ أَشْبَهُ بِصَوْتِ الشَّيْخِ يَدْعُوهُ :
Pada suatu malam Syamuil masuk untuk tidur di samping Syekh Ali, dan ketika ia sedang tenggelam dalam tidurnya, pendengarannya menangkap suara yang menyerupai suara Syekh memanggilnya:
— شَمُوئِيل .. شَمُوئِيل .
— Syamuil.. Syamuil.
فَهَبَّ الْغُلَامُ فَزِعًا إِلَى الشَّيْخِ فَقَالَ :
Maka pemuda itu bergegas dengan cemas menghampiri Syekh dan berkata:
— يَا أَبَتَاهُ دَعَوْتَنِي ؟
— Wahai Ayah, apakah engkau memanggilku?
فَنَظَرَ الشَّيْخُ إِلَى الْغُلَامِ فِي إِنْكَارٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ :
Maka Syekh memandang pemuda itu dengan keheranan lalu berkata kepadanya:
— يَا بُنَيَّ ارْجِعْ فَنَمْ .
— Wahai anakku, kembalilah dan tidurlah.
فَرَجَعَ شَمُوئِيلُ فَنَامَ وَإِذَا بِصَوْتٍ أَشْبَهُ بِصَوْتِ الشَّيْخِ يَدْعُوهُ :
Syamuil kembali lalu tidur, tiba-tiba terdengar suara yang menyerupai suara Syekh memanggilnya:
— شَمُوئِيل .. شَمُوئِيل .
— Syamuil.. Syamuil.
فَهَبَّ الْغُلَامُ فَزِعًا إِلَى الشَّيْخِ فَقَالَ :
Maka pemuda itu bergegas dengan cemas menghampiri Syekh dan berkata:
— يَا أَبَتَاهُ دَعَوْتَنِي ؟
— Wahai Ayah, apakah engkau memanggilku?
فَقَالَ لَهُ الشَّيْخُ وَهُوَ نَائِمٌ :
Maka Syekh berkata kepadanya saat sedang tidur:
— ارْجِعْ فَنَمْ فَإِنَّ دَعَوْتُكَ الثَّالِثَةَ فَلَا تُجِبْنِي .
— Kembalilah dan tidurlah, jika aku memanggilmu ketiga kalinya maka jangan jawab aku.
فَرَجَعَ شَمُوئِيلُ وَمَا إِنْ دَاعَبَهُ النَّوْمُ حَتَّى سَمِعَ صَوْتًا أَشْبَهَ بِصَوْتِ الشَّيْخِ يَدْعُوهُ :
Syamuil kembali dan baru saja kantuk menyapanya, tiba-tiba terdengar suara yang menyerupai suara Syekh memanggilnya:
— شَمُوئِيل .. شَمُوئِيل . قُمْ !
— Syamuil.. Syamuil. Bangun!
فَقَامَ وَنَظَرَ وَهُوَ يَعْجَبُ ، كَانَتِ الْخَيْمَةُ غَارِقَةً فِي نُورٍ يَمْلَأُ الْقَلْبَ وَيُرِيحُ النَّفْسَ وَيَجْعَلُ الرُّوحَ تَهِيمُ لِتَسْبَحَ فِي ذَلِكَ النُّورِ الَّذِي يَمْلَأُ الْجَوَانِحَ بِالسَّكِينَةِ وَالْأَمْنِ ، وَإِذَا بِوَحْيٍ يُلْقَى إِلَيْهِ :
Maka ia bangun dan melihat dengan heran, kemah itu tenggelam dalam cahaya yang memenuhi hati, menenangkan jiwa, dan membuat ruh melayang untuk bertasbih dalam cahaya yang memenuhi relung dada dengan ketenangan dan rasa aman, tiba-tiba wahyu disampaikan kepadanya:
— اذْهَبْ إِلَى قَوْمِكَ فَبَلِّغْهُمْ رِسَالَةَ رَبِّكَ ، فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَكَ فِيهِمْ نَبِيًّا . وَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ مَا أَوْحَى ، وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ .
— Pergilah kepada kaummu, sampaikanlah kepada mereka pesan Tuhanmu, karena Allah telah mengutusmu di antara mereka sebagai seorang nabi. Dan Allah mewahyukan kepadanya apa yang diwahyukan, dan tidaklah mungkin bagi seorang manusia bahwa Allah berbicara kepadanya kecuali dengan wahyu atau dari balik tirai.
وَفِي الصَّبَاحِ قَالَ عَالِي لِشَمُوئِيلَ :
Pada pagi harinya, Ali berkata kepada Syamuil:
— مَاذَا حَدَثَ الْبَارِحَةَ ؟
— Apa yang terjadi semalam?
فَقَالَ شَمُوئِيلُ :
Syamuil menjawab:
— أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّ اللَّهَ سَيُنْزِلُ غَضَبَهُ عَلَيْكَ وَعَلَى بَيْتِكَ جَزَاءَ سُكُوتِكَ عَلَى مَا يَفْعَلُهُ أَبْنَاؤُكَ مِنَ الْمُنْكَرَاتِ .
— Diwahyukan kepadaku bahwa Allah akan menurunkan kemurkaan-Nya kepadamu dan rumahmu sebagai balasan atas diamnya dirimu terhadap kemungkaran yang diperbuat anak-anakmu.
فَأَطْرَقَ الشَّيْخُ مَلِيًّا ثُمَّ قَالَ :
Maka Syekh tertunduk lama lalu berkata:
— أَتُوبُ إِلَى اللَّهِ وَأَقْرَبُ لَهُ قُرْبَانَا .
— Aku bertaubat kepada Allah dan akan mempersembahkan kurban untuk-Nya.
— لَنْ يَقْبَلَ مِنْكَ .
— Dia tidak akan menerima darimu.
فَقَالَ عَالِي فِي اسْتِسْلَامٍ :
Ali berkata dengan pasrah:
— هُوَ اللَّهُ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ .
— Dialah Allah, Dia melakukan apa yang Dia kehendaki.
وَصَارَ شَمُوئِيلُ نَبِيًّا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ يَدْعُوهُمْ إِلَى عِبَادَةِ اللَّهِ وَحْدَهُ وَهَجْرِ السَّيِّئَاتِ ، فَكَانُوا يَصْغُونَ إِلَى دَعْوَتِهِ وَيَعْجَبُونَ ، فَهُوَ يَتَكَلَّمُ كَمَا كَانَ يَتَكَلَّمُ إِبْرَاهِيمُ وَإِسْمَاعِيلُ وَإِسْحَاقُ وَيَعْقُوبُ وَيُوسُفُ وَمُوسَى ، وَلَكِنَّهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ أَغْرَتْهُمُ الدُّنْيَا وَصَارُوا عَبِيدَ اللَّذَّاتِ .
Syamuil menjadi nabi bagi Bani Israil, mengajak mereka beribadah kepada Allah semata dan meninggalkan perbuatan buruk. Mereka mendengarkan dakwahnya dan kagum, karena ia berbicara sebagaimana Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, Yusuf, dan Musa berbicara, namun mereka tidak mengamalkan apa yang ia katakan karena dunia telah memikat mereka dan mereka menjadi budak kesenangan.
وَتَأَهَّبَ الْكَنْعَانِيُّونَ أَهْلُ فِلَسْطِينَ لِقِتَالِ بَنِي إِسْرَائِيلَ ، وَتَأَهَّبَ بَنُو إِسْرَائِيلَ لِقِتَالِهِمْ وَدَارَتِ الْحَرْبُ بَيْنَ الْفَرِيقَيْنِ ، فَانْهَزَمَ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَقُتِلَ مِنْهُمْ خَلْقٌ كَثِيرٌ ، فَاجْتَمَعَ شُيُوخُهُمْ يُفَكِّرُونَ فِيمَا حَاقَ بِهِمْ فَأَرْجَعُوا سَبَبَ تَخَلِّي اللَّهِ عَنْهُمْ إِلَى أَنَّهُمْ خَرَجُوا لِلِقَاءِ أَعْدَائِهِمْ دُونَ أَنْ يَأْخُذُوا مَعَهُمُ التَّابُوتَ الْمُبَارَكَ الَّذِي وَضَعُوا فِيهِ بَعْضَ الْأَلْوَاحِ الْمُقَدَّسَةِ الَّتِي نَزَلَتْ عَلَى مُوسَى ، وَبَقِيَّةً مِمَّا تَرَكَ آلُ مُوسَى وَآلُ هَارُونَ .
Orang-orang Kanaan, penduduk Palestina, bersiap untuk memerangi Bani Israil, dan Bani Israil bersiap untuk memerangi mereka. Perang berkecamuk di antara kedua pihak, Bani Israil kalah dan banyak dari mereka yang terbunuh. Para tetua mereka berkumpul memikirkan apa yang menimpa mereka, mereka mengembalikan penyebab Allah meninggalkan mereka adalah karena mereka keluar menemui musuh-musuh mereka tanpa membawa Tabut yang diberkati, di dalamnya mereka meletakkan sebagian lembaran-lembaran suci yang diturunkan kepada Musa, dan peninggalan dari apa yang ditinggalkan keluarga Musa dan keluarga Harun.
إِنَّهُمْ مَا جَاءُوا أَعْدَاءَهُمْ وَمَعَهُمُ التَّابُوتُ إِلَّا أَيَّدَهُمُ اللَّهُ بِنَصْرٍ مِنْ عِنْدِهِ ، فَبَعَثُوا الرِّجَالَ لِيُحْضِرُوهُ لِيُبَدِّلَ خَوْفَهُمْ أَمْنًا وَيَقْلِبَ الْهَزِيمَةَ نَصْرًا ، وَمَا إِنْ رَأَوُا التَّابُوتَ حَتَّى دَبَّتِ الْحَمَاسَةُ فِي صُدُورِهِمْ فَهَتَفُوا مُسْتَبْشِرِينَ ، فَتَجَاوَبَ الْهُتَافُ فِي أَرْجَاءِ الْمَكَانِ وَصَكَّ آذَانَ الْكَنْعَانِيِّينَ فَأَشَاعَ الْخَوْفَ فِيهِمْ وَنَزَلَ الرُّعْبُ فِي قُلُوبِهِمْ لَمَّا عَلِمُوا أَنَّ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَحْضَرُوا التَّابُوتَ الَّذِي بِهِ يَنْتَصِرُونَ .
Mereka tidaklah mendatangi musuh-musuh mereka dengan membawa Tabut kecuali Allah mendukung mereka dengan pertolongan dari sisi-Nya. Maka mereka mengirim orang untuk membawanya agar ketakutan mereka berubah menjadi aman dan kekalahan menjadi kemenangan. Dan ketika mereka melihat Tabut itu, semangat berkobar di dada mereka, mereka bersorak dengan gembira, sorak-sorai bergema di seluruh tempat dan mengejutkan telinga orang-orang Kanaan, menyebarkan ketakutan di antara mereka dan rasa takut turun ke dalam hati mereka ketika mereka tahu bahwa Bani Israil telah membawa Tabut yang dengannya mereka akan menang.
وَقَامَ رَجُلٌ مِنَ الْكَنْعَانِيِّينَ يَحْمَسُهُمْ وَيَحُضُّهُمْ عَلَى الْقِتَالِ فَقَالَ :
Maka berdirilah seorang pria dari orang Kanaan menyemangati mereka dan mendorong mereka untuk berperang, lalu berkata:
— يَا قَوْمِ لَقَدْ جَاءَكُمُ أَعْدَاؤُكُمُ بِإِلَهِهِمْ لِقِتَالِكُم ، فَإِذَا أَصَابَكُمُ الْوَهَنُ فَسَتُهْزَمُونَ وَتُصْبِحُونَ عَبِيدًا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ بَعْدَ أَنْ كَانُوا عَبِيدًا لَكُمْ ، فَحَارِبُوا عَنْ نِسَائِكُمْ وَأَبْنَائِكُمْ وَأَعْرَاضِكُمْ .
— Wahai kaumku, musuh-musuhmu telah datang kepadamu dengan Tuhan mereka untuk memerangimu, jika kamu terkena kelemahan maka kamu akan kalah dan menjadi budak bagi Bani Israil setelah sebelumnya mereka menjadi budak bagimu, maka berperanglah demi wanita, anak-anak, dan kehormatanmu.
وَهَجَمَ الْكَنْعَانِيُّونَ عَلَى الْأَعْدَاءِ وَقَدْ كَشَرُوا عَنْ أَنْيَابِهِمْ فَفَرَّ بَنُو إِسْرَائِيلَ مَفْزُوعِينَ ، فَقَدْ كَانَتْ قُلُوبُهُمْ خَوَاءً وَمَا كَانَتْ هُتَافَاتُهُمُ الْمَدْوِيَّةُ لِلتَّابُوتِ إِلَّا صِيحَاتٍ جَوْفَاءَ أَطْلَقَتْهَا الْحَنَاجِرُ لِتَذْهَبَ فِي الْهَوَاءِ . وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ .
Orang-orang Kanaan menyerang musuh dengan menampakkan taring mereka, maka Bani Israil lari ketakutan, karena hati mereka kosong, dan teriakan-teriakan mereka yang menggema untuk Tabut tidak lain hanyalah pekikan kosong yang dilepaskan tenggorokan hanya untuk hilang di udara. Dan tidak ada kemenangan kecuali dari sisi Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
وَتَسَاقَطَ بَنُو إِسْرَائِيلَ قَتْلَى تَحْتَ سُيُوفِ الْكَنْعَانِيِّينَ وَنَجَا بِجِلْدِهِ مَنْ أَطْلَقَ سَاقَيْهِ لِلرِّيحِ ، وَسَقَطَ التَّابُوتُ غَنِيمَةً بَارِدَةً فِي أَيْدِي الْأَعْدَاءِ ، وَاسْتَمَرَّ الْهَارِبُونَ فِي جَرْيِهِمْ حَتَّى ابْتَعَدُوا عَنْ مَيْدَانِ الطَّعْنِ وَالنِّزَالِ .
Bani Israil berjatuhan tewas di bawah pedang orang Kanaan, dan selamatlah orang yang melarikan diri, Tabut jatuh sebagai rampasan mudah ke tangan musuh, dan mereka yang lari terus berlari sampai menjauh dari medan pertempuran dan pertarungan.
وَدَخَلَ رَجُلٌ الْمَدِينَةَ مُمَزَّقَ الثِّيَابِ يَحْثُو عَلَى رَأْسِهِ التُّرَابَ وَفِي وَجْهِهِ هَلَعٌ وَاضْطِرَابٌ ، فَانْجَفَلَ النَّاسُ إِلَيْهِ يَسْأَلُونَهُ :
Seorang pria masuk ke kota dengan pakaian robek, menaburkan tanah di atas kepalanya, dan di wajahnya tampak ketakutan dan gelisah, orang-orang bergegas menemuinya menanyakan:
— مَاذَا وَرَاءَكَ ؟
— Apa yang terjadi di belakangmu?
فَقَالَ وَهُوَ يَتَلَفَّتُ كَأَنَّمَا يَعْدُو خَلْفَهُ مَارِدُ جَبَّارٍ :
Ia berkata sambil menoleh seolah ada raksasa perkasa berlari di belakangnya:
— الْهَزِيمَةُ وَالانْكِسَارُ .
— Kekalahan dan kehancuran.
فَارْتَجَّتِ الْمَدِينَةُ بِالصِّيَاحِ وَبَلَغَتِ الْأَصْوَاتُ مَسَامِعَ عَالِي فَقَالَ :
Kota itu geger dengan teriakan, suara itu sampai ke telinga Ali, lalu ia bertanya:
— مَاذَا جَرَى ؟
— Apa yang terjadi?
— هَزَمْنَا هَزِيمَةً مُنْكَرَةً .
— Kita kalah dengan kekalahan yang amat buruk.
— وَمَاذَا فَعَلَ النَّاسُ ؟
— Dan apa yang dilakukan orang-orang?
— قُتِلَ مِنْهُمُ الْآلَافُ .
— Ribuan dari mereka terbunuh.
— وَأَبْنَائِي ؟
— Dan anak-anakku?
— قُتِلُوا جَمِيعًا .
— Mereka semua terbunuh.
— وَالتَّابُوتُ ؟
— Dan Tabutnya?
— أَخَذَهُ الْأَعْدَاءُ .
— Musuh telah mengambilnya.
وَبَانَ فِي وَجْهِ الشَّيْخِ الْقَهْرُ الشَّدِيدُ وَعَلَاهُ عُبُوسٌ وَمَال إِلَى الْوَرَاءِ فِي ضِيقٍ ، فَوَقَعَ عَلَى رَأْسِهِ وَدَقَّتْ عُنُقُهُ أَمَامَ خَيْمَةِ الرَّبِّ الَّتِي خَلَتْ مِنَ التَّابُوتِ ، وَفِي نَفْسِ الْمَكَانِ الَّذِي كَانَ يَضْطَجِعُ فِيهِ أَبْنَاؤُهُ مَعَ فَتَيَاتِ إِسْرَائِيلَ الْجَمِيلَاتِ الْوَافِدَاتِ لِلْعِبَادَةِ وَالاسْتِغْفَارِ .
Tampak di wajah Syekh kemarahan yang hebat, ia tampak muram, dan ia terjungkal ke belakang karena sesak, ia jatuh tepat di atas kepalanya dan lehernya patah di depan kemah Tuhan yang telah kosong dari Tabut, tepat di tempat di mana anak-anaknya biasa berbaring dengan gadis-gadis Israel yang cantik yang datang untuk beribadah dan memohon ampun.
وَمَرَّتِ السُّنُونُ وَشَمُوئِيلُ يَدْعُو بَنِي إِسْرَائِيلَ إِلَى اللَّهِ ، وَفِي ذَاتِ يَوْمٍ جَمَعَهُمْ وَقَالَ لَهُمْ :
Tahun-tahun berlalu dan Syamuil mengajak Bani Israil kepada Allah. Pada suatu hari, ia mengumpulkan mereka dan berkata kepada mereka:
— تُوبُوا إِلَى اللَّهِ وَأَخْلِصُوا لَهُ وَانْزَعُوا مِنْ عِبَادَةِ بَعْلٍ وَعَشْتَارَ وَالْآلِهَةِ الْأُخْرَى الَّتِي لَا تَمْلِكُ لَكُمْ نَفْعًا وَلَا ضَرَّا ، وَاعْبُدُوهُ وَحْدَهُ يَخْلُصْكُمْ مِنْ أَعْدَائِكُمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ . إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ وَإِنْ يَخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِي يَنْصُرُكُمْ مِنْ بَعْدِهِ ؟ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ .
— Bertaubatlah kepada Allah dan ikhlaskanlah dirimu untuk-Nya, cabutlah dari hatimu ibadah kepada Baal, Asytara, dan tuhan-tuhan lain yang tidak memiliki manfaat dan mudarat bagimu, sembahlah Dia saja, maka Dia akan menyelamatkanmu dari musuh-musuhmu dan menolongmu atas mereka. Jika Allah menolongmu, maka tak ada yang bisa mengalahkanmu, dan jika Dia membiarkanmu, maka siapakah yang akan menolongmu setelah Dia? Dan kepada Allah-lah orang-orang mukmin bertawakkal.
فَقَالُوا لَهُ :
Mereka menjawab:
— تُبْنَا إِلَى اللَّهِ وَأَبْنَا .
— Kami bertaubat kepada Allah dan kembali.
فَأَمَرَهُمْ أَنْ يَصُومُوا ذَلِكَ الْيَوْمَ تَطْهِيرًا لِأَنْفُسِهِمْ وَتَقَرُّبًا إِلَى اللَّهِ لِيُؤَيِّدَهُمْ بِنَصْرٍ مِنْ عِنْدِهِ ، وَنَشَبَ الْقِتَالُ بَيْنَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَبَيْنَ الْكَنْعَانِيِّينَ أَهْلِ فِلَسْطِينَ فَانْتَصَرَ بَنُو إِسْرَائِيلَ بَعْدَ أَنْ طَهَّرَهُمْ شَمُوئِيلُ مِنْ رِجْسِهِمْ وَبَثَّ فِيهِمْ رُوحَ التَّضْحِيَةِ وَالْإِقْدَامِ ، وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ ، إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ .
Maka ia memerintahkan mereka untuk berpuasa pada hari itu sebagai bentuk penyucian diri dan pendekatan diri kepada Allah agar Allah mendukung mereka dengan pertolongan dari sisi-Nya. Pertempuran pecah antara Bani Israil dan orang-orang Kanaan, penduduk Palestina, maka Bani Israil menang setelah Syamuil menyucikan mereka dari kotoran mereka dan meniupkan ke dalam diri mereka semangat berkorban dan keberanian. Dan seandainya Allah tidak menolak sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya telah dirobohkan biara-biara, gereja-gereja, tempat-tempat ibadah, dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Dan Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
وَأَمْسَى شَمُوئِيلُ شَيْخًا فَاجْتَمَعَ شُيُوخُ بَنِي إِسْرَائِيلَ بِهِ وَقَالُوا لَهُ :
Samuel telah menjadi tua, lalu para tetua Bani Israel berkumpul kepadanya dan berkata kepadanya:
— يَا شَمُوئِيلُ أَصْبَحْتَ شَيْخًا وَقَدْ جِئْنَاكَ لِتَدْعُوَ رَبَّكَ لِيَجْعَلَ عَلَيْنَا مَلِكًا يَحْكُمُنَا وَيَجْمَعَنَا حَوْلَهُ كَكُلِّ شُعُوبِ الْأَرْضِ ، وَيَقُودَنَا لِنُقَاتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ .
— Wahai Samuel, engkau telah menjadi tua, dan kami datang kepadamu agar engkau berdoa kepada Tuhanmu untuk menjadikan bagi kami seorang raja yang memimpin kami dan mengumpulkan kami di sekelilingnya seperti bangsa-bangsa di bumi, dan memimpin kami untuk berperang di jalan Allah.
فَقَالَ لَهُمْ شَمُوئِيلُ :
Samuel berkata kepada mereka:
— إِنْ ذَهَبَتْ تَرْكَتُكُمْ اللَّهِ وَهُوَ خَيْرُ رَاعٍ لَكُمْ .
— Jika kalian pergi, tinggalkanlah urusan kalian kepada Allah, dan Dia adalah sebaik-baik pengembala bagi kalian.
— يَا نَبِيَّ اللَّهِ إِنَّنَا نَعْلَمُ ذَلِكَ ، وَلَكِنَّا نُرِيدُ مَلِكًا يَلُمُّ شَمْلَنَا وَنَلْتَفُّ حَوْلَهُ .
— Wahai Nabi Allah, sesungguhnya kami mengetahui hal itu, namun kami menginginkan seorang raja yang dapat menyatukan kami dan kami dapat berkumpul di sekelilingnya.
فَقَالَ لَهُمْ شَمُوئِيلُ لِيَرُدَّهُمْ عَنْ رَأْيِهِمْ :
Samuel berkata kepada mereka untuk mencegah mereka dari pendapat mereka:
— أَتَعْلَمُونَ مَاذَا يَفْعَلُ الْمَلِكُ فِيكُمْ ؟ يَأْخُذُ أَبْنَاءَكُمْ لِيَرْكُضُوا أَمَامَ مَرَاكِبِهِ ، وَيَجْعَلُ لِنَفْسِهِ آلَافَ الْخَدَمِ وَالْعَبِيدِ لِيَحْرُثُوا أَرْضَهُ وَيَحْصُدُوا حَصَادَهُ ، وَيَأْخُذُ بَنَاتِكُمْ سَرَارَى وَحَظَايَا ، وَيَسْتَوْلِي عَلَى أَجْوَدِ أَرَاضِيَكُمْ لِيَمْنَحَهَا عَبِيدَهُ ، وَيُسَخِّرُ عَبِيدَكُمْ وَجَوَارِيَكُمْ لِيَعْمَلُوا فِي أَرْضِهِ ، وَسَتَصْبِحُونَ جَمِيعًا عَبِيدًا لَهُ ، وَسَتَضَرَّعُونَ إِلَى اللَّهِ أَنْ يُخَلِّصَكُمْ مِنْهُ وَيَوْمَهَا لَنْ يَسْمَعَ اللَّهُ دُعَاءَكُمْ .
— Apakah kalian tahu apa yang akan dilakukan raja terhadap kalian? Dia akan mengambil anak-anak laki-laki kalian untuk berlari di depan keretanya, dan menjadikan bagi dirinya ribuan pelayan dan budak untuk membajak tanahnya dan memanen hasil panennya, dan dia akan mengambil anak-anak perempuan kalian sebagai selir dan gundik, dan dia akan menguasai tanah-tanah terbaik kalian untuk diberikan kepada budak-budaknya, dan dia akan memperbudak budak-budak dan pelayan-pelayan perempuan kalian untuk bekerja di tanahnya, dan kalian semua akan menjadi budaknya, dan kalian akan meratap kepada Allah agar membebaskan kalian darinya dan pada hari itu Allah tidak akan mendengar doa kalian.
— يَا نَبِيَّ اللَّهِ إِنَّنَا نَعْلَمُ كُلَّ ذَلِكَ وَنَقْبَلُهُ ، فَكُلُّ مَا نَبْغِيهِ أَنْ يَكُونَ عَلَيْنَا مَلِكٌ يَجْمَعُ كَلِمَتَنَا وَيَقُودَنَا لِقِتَالِ أَعْدَائِنَا الَّذِينَ أَذَلُّونَا .
— Wahai Nabi Allah, sesungguhnya kami mengetahui semua itu dan kami menerimanya, karena semua yang kami inginkan adalah adanya raja atas kami yang menyatukan kata-kata kami dan memimpin kami untuk memerangi musuh-musuh kami yang telah menghina kami.
فَقَالَ لَهُمْ شَمُوئِيلُ :
Samuel berkata kepada mereka:
— هَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ أَلَّا تُقَاتِلُوا ؟
— Apakah mungkin jika diwajibkan kepada kalian berperang, kalian tidak akan berperang?
فَقَالُوا :
Mereka berkata:
— وَمَا لَنَا أَلَّا نُقَاتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَدْ أُخْرِجْنَا مِنْ دِيَارِنَا وَأَبْنَائِنَا .
— Dan mengapa kami tidak akan berperang di jalan Allah, padahal kami telah diusir dari kampung halaman kami dan anak-anak kami?
وَرَاحَ شَمُوئِيلُ يُصَلِّي لِلَّهِ ، لِلْإِجَلِّ الَّذِي نَسَبَ إِلَيْهِ كَمَا نَسَبَ إِلَيْهِ مِنْ قَبْلُ إِسْمَاعِيلُ وَإِسْرَائِيلُ ، وَخَرَّ سَاجِدًا يَدْعُوهُ أَنْ يُجِيبَ رَغْبَةَ قَوْمِهِ . وَفِيمَا هُوَ فِي سُجُودِهِ أَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ أَنَّهُ سَيَجْعَلُ طَالُوتَ مَلِكًا عَلَيْهِمْ ، فَخَرَجَ شَمُوئِيلُ إِلَى قَوْمِهِ وَقَالَ :
Samuel mulai berdoa kepada Allah, kepada Tuhan yang telah ia nisbatkan dirinya sebagaimana Ismail dan Israel menisbatkan diri kepada-Nya sebelumnya, dan dia bersujud memohon agar Dia menjawab keinginan kaumnya. Dan di saat dia sujud, Allah mewahyukan kepadanya bahwa Dia akan menjadikan Thalut sebagai raja atas mereka, maka Samuel keluar kepada kaumnya dan berkata:
— يَا قَوْمِ إِنَّ اللَّهَ اسْتَجَابَ لِدُعَائِنَا وَسَيَبْعَثُ مَلِكًا .
— Wahai kaumku, sesungguhnya Allah telah mengabulkan doa kita dan akan mengutus seorang raja.
فَقَالُوا لَهُ فِي لَهْفَةٍ :
Mereka berkata kepadanya dengan antusias:
— مَنْ هُوَ ؟
— Siapakah dia?
— طَالُوتُ .
— Thalut.
— طَالُوتُ ؟!
— Thalut?!
وَانْبَعَثَتْ مِنَ الْقَوْمِ أَصْوَاتُ اسْتِنْكَارٍ ، فَقَدْ كَانَ طَالُوتُ رَجُلًا فَقِيرًا وَقَدْ صَارَ بَنُو إِسْرَائِيلَ عَبِيدَ الْمَالِ ، فَقَالُوا :
Suara-suara keberatan muncul dari kaum tersebut, karena Thalut adalah orang miskin sedangkan Bani Israel telah menjadi budak harta, maka mereka berkata:
— أَنَّى يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ ، وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ ؟
— Bagaimana dia memiliki kerajaan atas kami padahal kami lebih berhak atas kerajaan daripada dia, dan dia tidak diberi kelapangan harta?
فَقَالَ شَمُوئِيلُ :
Samuel berkata:
— إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ ، وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ .
— Sesungguhnya Allah telah memilihnya atas kalian dan melebihkannya dalam keluasan ilmu dan fisik, dan Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.
— وَمَا أَدْرَانَا أَنَّ اللَّهَ اخْتَارَ طَالُوتَ لِيَكُونَ مَلِكًا عَلَيْنَا ؟
— Dan apa buktinya bahwa Allah memilih Thalut untuk menjadi raja atas kami?
— إِنَّ آيَةَ مُلْكِهِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ التَّابُوتُ فِيهِ سَكِينَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌ مِمَّا تَرَكَ آلُ مُوسَى وَآلُ هَارُونَ تَحْمِلُهُ الْمَلَائِكَةُ . إِنْ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ .
— Sesungguhnya tanda kerajaannya adalah datangnya tabut kepada kalian yang di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhan kalian dan sisa dari apa yang ditinggalkan keluarga Musa dan keluarga Harun, yang dibawa oleh malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagi kalian jika kalian orang-orang yang beriman.
وَتَحَقَّقَتْ آيَةُ اللَّهِ فَإِذَا بِهِمْ يَجِدُونَ التَّابُوتَ أَمَامَهُمْ ، فَفَرِحُوا وَهَتَفُوا بِحَيَاةِ أَوَّلِ مَلِكٍ لِي إِسْرَائِيلَ .
Tanda Allah pun terbukti, tiba-tiba mereka menemukan tabut di hadapan mereka, maka mereka bergembira dan meneriakkan kehidupan raja pertama Bani Israel.
وَجَمَعَ طَالُوتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ حَوْلَهُ وَرَاحَ يَقُودُهُمْ مِنْ نَصْرٍ إِلَى نَصْرٍ ، وَدَارَتْ مَعَارِكُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْعَمَالِيقِ فَقَدْ كَانَ الْعَرَبُ يَغِيرُونَ عَلَى مَمْلَكَةِ إِسْرَائِيلَ بَعْدَ أَنْ بَعُدَتْ الشُّقَّةُ بَيْنَ أَبْنَاءِ إِسْمَاعِيلَ وَأَبْنَاءِ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ ، وَبَعْدَ أَنْ عُبِدَ حَمَلَةُ النَّفْحَةِ الرُّوحِيَّةِ الْأَوْثَانَ فِي قَبَائِلِ أَبْنَاءِ نَابِتٍ وَقِيدَارَ وَدُومَا وَمَسَا وَإِخْوَاتِهِمْ وَفِي أَرْضِ إِسْرَائِيلَ .
Thalut mengumpulkan Bani Israel di sekelilingnya dan mulai memimpin mereka dari kemenangan ke kemenangan, dan pertempuran berkecamuk antara dia dan kaum Amalek, karena orang-orang Arab menyerang kerajaan Israel setelah jarak yang jauh memisahkan antara keturunan Ismail dan keturunan Ishak dan Yakub, dan setelah pembawa embusan rohani menyembah berhala di suku-suku keturunan Nabit, Qaidar, Duma, Masa, dan saudara-saudara mereka serta di tanah Israel.
وَفِي ذَاتِ يَوْمٍ دَخَلَ شَمُوئِيلُ عَلَى طَالُوتَ فَأَلْفَاهُ شَانِخًا مُتَكَبِّرًا قَدْ غَرَّهُ الْمُلْكُ فَرَاحَ يُحَاكِي الْمُلُوكَ فِي تَكَبُّرِهِمْ ، فَقَالَ لَهُ شَمُوئِيلُ :
Pada suatu hari, Samuel menemui Thalut dan mendapatinya sombong dan angkuh, kerajaan telah memperdayanya sehingga ia mulai meniru para raja dalam kesombongan mereka, maka Samuel berkata kepadanya:
— أَصْبَحْتَ مَلِكَ إِسْرَائِيلَ يَوْمَ كُنْتَ مُتَوَاضِعًا فِي نَفْسِكَ ، فَمَا الَّذِي غَرَّكَ لِتَعْصَى أَوَامِرَ اللَّهِ ؟
— Engkau menjadi raja Israel di hari engkau rendah hati dalam dirimu sendiri, maka apa yang memperdayamu sehingga engkau membangkang perintah-perintah Allah?
فَقَالَ طَالُوتُ :
Thalut berkata:
— سَأَتَضَرَّعُ إِلَى اللَّهِ أَنْ يَغْفِرَ لِي خَطَايَايَ .
— Aku akan memohon kepada Allah agar mengampuni dosa-dosaku.
وَأَرَادَ شَمُوئِيلُ أَنْ يَنْصَرِفَ فَأَمْسَكَ طَالُوتُ بِذَيْلِ جُبَّتِهِ فَتَمَزَّقَ ، فَقَالَ شَمُوئِيلُ :
Samuel ingin pergi, namun Thalut memegang ujung jubahnya hingga robek, maka Samuel berkata:
— يُمَزِّقُ اللَّهُ مَمْلَكَةَ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ .
— Allah akan mencabik-cabik kerajaan Bani Israel darimu.
— قَدْ أَخْطَأْتُ . وَالْآنَ فَأَكْرِمْنِي أَمَامَ شُيُوخِ شَعْبِي وَأَمَامَ اللَّهِ وَارْجِعْ مَعِي وَسَوْفَ أَسْجُدُ لِلَّهِ أَوْ أَدْعُوهُ أَنْ يَغْفِرَ ذَنْبِي .
— Aku telah bersalah. Sekarang muliakanlah aku di hadapan para tetua rakyatku dan di hadapan Allah, kembalilah bersamaku dan aku akan bersujud kepada Allah atau berdoa kepada-Nya agar mengampuni dosaku.
وَسَجَدَ شَمُوئِيلُ وَطَالُوتُ لِلَّهِ مُلْتَمِسَيْنِ غُفْرَانَهُ ، وَبَعْدَ أَنْ تَمَّتِ الصَّلَاةُ دَخَلَ طَالُوتُ قَصْرَهُ وَكَلِمَاتُ شَمُوئِيلَ تَرِنُ فِي أُذُنَيْهِ : « يُمَزِّقُ اللَّهُ مَمْلَكَةَ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ » فَأَحَسَّ انْقِبَاضًا ، فَمَاذَا لَوْ اسْتَجَابَ اللَّهُ دُعَاءَ نَبِيِّهِ ؟ إِنَّهُ كَانَ فَقِيرًا فَأَكْرَمَهُ اللَّهُ فَصَارَ مَلِكًا وَقَدْ أَلِفَ عِيشَةَ الْمُلُوكِ ، وَإِنَّهُ لَمَا يَحْزُنُ فِي نَفْسِهِ أَنْ تَزُولَ عَنْهُ أُبَّهَةُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ .
Samuel dan Thalut bersujud kepada Allah memohon ampunan-Nya, dan setelah salat selesai, Thalut masuk ke istananya sementara kata-kata Samuel terngiang di telinganya: "Allah akan mencabik-cabik kerajaan Bani Israel darimu," maka ia merasakan kesempitan. Bagaimana jika Allah mengabulkan doa nabi-Nya? Dia dulunya miskin lalu Allah memuliakannya sehingga menjadi raja dan ia telah terbiasa dengan kehidupan para raja, dan ia merasa sangat sedih di dalam dirinya jika kemegahan kerajaan dan kekuasaan hilang darinya.
وَظَلَّ طَالُوتُ قَلِقًا حَزِينًا ، فَلَمَّا دَخَلَ عَلَيْهِ غِلْمَانُهُ أَنْكَرُوهُ وَقَالُوا :
Thalut terus gelisah dan sedih, ketika para pelayannya masuk menemuinya, mereka tidak mengenalinya dan berkata:
— رُوحْ عَنْ نَفْسِكَ يَا مَوْلَانَا .
— Hiburlah dirimu, wahai tuan kami.
— إِنَّ الْأَفْكَارَ السُّودَ تَعْبَثُ بِي .
— Pikiran-pikiran kelam mempermainkanku.
— ابْعَثْ إِلَى رَجُلٍ يُحْسِنُ الضَّرْبَ عَلَى الْعُودِ يُبَدِّدُ مِنْ حَوْلِكَ هَذِهِ الْكَآبَةَ .
— Kirimlah untuk mencari pria yang mahir memetik kecapi, yang dapat mengusir kesedihan ini dari sekitarmu.
فَقَالَ أَحَدُ الْغِلْمَانِ :
Salah seorang pelayan berkata:
— إِنِّي أَعْرِفُ غُلَامًا يَرْعَى الْغَنَمَ وَيُحْسِنُ الضَّرْبَ عَلَى الْعُودِ ، إِذَا غَنَّى أَصْغَى الْكَوْنُ وَخَشَعَتِ الْقُلُوبُ ، فَصَوْتُهُ عَذْبٌ لَا يُحَاكِيهِ صَوْتٌ فِي الْوُجُودِ .
— Sesungguhnya aku tahu seorang pemuda yang menggembalakan domba dan mahir memetik kecapi. Jika ia bernyanyi, alam semesta mendengarkan dan hati menjadi tunduk, suaranya begitu merdu, tak ada suara di alam semesta yang menandinginya.
فَقَالَ طَالُوتُ :
Thalut berkata:
— عَلَيَّ بِهَذَا الْغُلَامِ .
— Datangkan pemuda ini kepadaku.
فَخَرَجَ الْعَبِيدُ يَبْحَثُونَ عَنْ دَاوُدَ حَتَّى إِذَا عَثَرُوا عَلَيْهِ عَادُوا بِهِ إِلَى الْمَلِكِ ، وَرَاحَ طَالُوتُ يَنْظُرُ إِلَيْهِ فَارْتَاحَ إِلَى مَنْظَرِهِ ؛ كَانَ أَشْقَرَ جَمِيلًا وَكَانَتْ عَيْنَاهُ زَرْقَاوَيْنِ وَفِي وَجْهِهِ صَفَاءُ صَفَاءِ نَفْسِهِ ، وَكَانَ قَصِيرًا بَيْدَ أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ قَمِيئًا .
Para budak keluar mencari Dawud, ketika mereka menemukannya, mereka membawanya kembali kepada raja. Thalut terus memandangnya dan merasa tenang melihat penampilannya; ia berambut pirang dan tampan, matanya biru, dan pada wajahnya terpancar kejernihan jiwanya, ia bertubuh pendek namun tidaklah buruk rupa.
وَأَخَذَ دَاوُدُ يَضْرِبُ عَلَى الْعُودِ ، وَمَا انْبَعَثَتِ الْأَنْغَامُ حَتَّى أَحَسَّ طَالُوتُ كَأَنَّمَا السِّحْرُ يَسْرِي فِي الْهَوَاءِ ، وَشَعَرَ بِالضِّيقِ يَجْلُو عَنْ صَدْرِهِ وَبِالنَّشْوَةِ تَمْشِي فِي أَوْصَالِهِ . إِنَّهَا نَشْوَةٌ مِنْ تَهِيمُ رُوحُهُ لِتَتَّصِلَ بِرُوحِ الرُّوحِ وَتُضِيءَ جَوَانِحَهُ بِنُورِ النُّورِ . وَارْتَفَعَ صَوْتُ دَاوُدَ الْعَذْبِ الْحَنُونِ يُمَجِّدُ اللَّهَ ، وَلَا غَرْوَ فَقَدْ كَانَ دَاوُدُ سِبْطًا مِنَ الْأَسْبَاطِ ، كَانَ مِنْ نَسْلِ يَهُوذَا بْنِ يَعْقُوبَ بْنِ إِسْحَاقَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلِ الرَّحْمَنِ :
Dawud mulai memetik kecapi, dan saat nada-nada bermunculan, Thalut merasa seolah sihir menyebar di udara, dan ia merasakan kesempitan di dadanya sirna, dan kebahagiaan mengalir di sekujur tubuhnya. Itu adalah kebahagiaan dari jiwa yang mengembara untuk terhubung dengan Ruh dari segala ruh dan menerangi hatinya dengan cahaya di atas cahaya. Suara Dawud yang merdu dan penuh kasih naik memuliakan Allah, dan tidaklah mengherankan karena Dawud adalah salah satu keturunan dari dua belas suku, ia berasal dari keturunan Yahudza bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim Khalilur Rahman:
— يَا رَبِّ مَا أَعْظَمَ اسْمَكَ فِي الْأَرْضِ ! وَيَا لِرَوْعَةِ جَلَالِكَ فَوْقَ السَّمَاءِ ! الْأَطْفَالُ وَالرُّضَّعُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِكَ . وَطُيُورُ السَّمَاءِ تُقَدِّسُ لَكَ . وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ صُنْعُ يَمِينِكَ . يَا رَبِّ مَا أَمْجَدَ اسْمَكَ فِي الْأَرْضِ !
— Wahai Tuhanku, betapa agung nama-Mu di bumi! Dan alangkah mengagumkan kebesaran-Mu di atas langit! Anak-anak dan bayi-bayi memuji nama-Mu. Burung-burung di langit menyucikan-Mu. Bulan dan bintang-bintang adalah ciptaan tangan kanan-Mu. Wahai Tuhanku, betapa mulia nama-Mu di bumi!
وَأَحَسَّ طَالُوتُ تَوَاضُعًا يَغْشَاهُ فَخَرَّ سَاجِدًا لِلَّهِ وَقَدْ غَشِيَتْهُ رَاحَةٌ وَطَمَأْنِينَةٌ وَأَمْنٌ . وَكَانَ عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنْ يَتَأَهَّبُوا لِلْقِتَالِ فَقَالَ طَالُوتُ لَهُمْ :
Thalut merasakan kerendahan hati menyelimutinya lalu ia bersujud kepada Allah, dan ia dilingkupi oleh kenyamanan, ketenangan, dan rasa aman. Bani Israel harus bersiap untuk berperang, maka Thalut berkata kepada mereka:
— إِنَّ اللَّهَ مُبْتَلِيكُمْ بِنَهْرٍ ، فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّي وَمَنْ لَمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّي ، إِلَّا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً بِيَدِهِ .
— Sesungguhnya Allah akan menguji kalian dengan sungai, barangsiapa meminum darinya maka ia bukan pengikutku, dan barangsiapa tidak mencicipinya maka ia adalah pengikutku, kecuali bagi yang mengambil seteguk dengan tangannya.
إِنَّ اللَّهَ مُبْتَلِيهِمْ بِنَهْرٍ لِيَعْرِفَ قَائِدُهُمْ الْمُطِيعِينَ مِمَّنْ لَا يَضْغَوْنَ إِلَى الْأَوَامِرِ وَلَا يَعْتَرِفُونَ بِالنِّظَامِ ، فَلَا خَيْرَ فِي جَيْشٍ فِيهِ الْجُنُودُ يَعْصَى أَوَامِرَ قَائِدِهِمْ وَلَا يَحْتَرِمُونَ النِّظَامَ ، فَالنِّظَامُ سَنَدُ الرُّوحِ الْمَعْنَوِيَّةِ وَسَبِيلُ النَّصْرِ وَإِعْلَاءِ كَلِمَةِ اللَّهِ .
Sesungguhnya Allah menguji mereka dengan sungai untuk mengetahui pemimpin mereka siapa yang patuh di antara mereka yang tidak melanggar perintah dan tidak mengakui sistem, karena tidak ada kebaikan dalam tentara yang di dalamnya para prajurit membangkang perintah pemimpin mereka dan tidak menghormati aturan, karena aturan adalah sandaran semangat moril dan jalan menuju kemenangan dan meninggikan kalimat Allah.
وَخَرَجَ إِخْوَةُ دَاوُدَ مَعَ الْجَيْشِ وَبَقِيَ دَاوُدُ يَرْعَى غَنَمَ أَبِيهِ وَيُقَلِّبُ وَجْهَهُ فِي مَلَكُوتِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ فَتَفْتَحُ آيَاتُ اللهِ بَصِيرَتَهُ وَتُرْهِفُ نَفْسَهُ وَتَنْطَلِقُ رُوحُهُ رَفْرَافَةً فِي رِحَابِ خَالِقِ الْكَوْنِ وَوَاهِبِ الْحَيَاةِ . إِنَّ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِلْمُؤْمِنِينَ ، وَفِي خَلْقِكُمْ وَمَا يَبُثُّ مِنْ دَابَّةٍ آيَاتٌ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ . وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا أَنْزَلَ اللهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ رِزْقٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ آيَاتٌ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ .
Saudara-saudara Dawud pergi bersama pasukan, sedangkan Dawud tetap tinggal menggembalakan kambing ayahnya, membolak-balikkan pandangannya ke alam semesta dan bumi. Ayat-ayat Allah membukakan mata hatinya, melembutkan jiwanya, dan jiwanya terbang melayang di keluasan rahmat Sang Pencipta alam semesta dan Pemberi kehidupan. Sesungguhnya di langit dan bumi terdapat tanda-tanda bagi orang beriman, dan pada penciptaan dirimu dan makhluk melata yang Dia sebarkan terdapat tanda-tanda bagi kaum yang yakin. Begitu pula perbedaan siang dan malam, dan rezeki yang Allah turunkan dari langit lalu menghidupkan bumi dengannya setelah matinya, serta perputaran angin, semuanya adalah tanda-tanda bagi kaum yang berakal.
وَسَارَ جَيْشُ بَنِي إِسْرَائِيلَ حَتَّى إِذَا وَصَلُوا إِلَى النَّهْرِ رَاحَ الرِّجَالُ يَشْرَبُونَ مِنْهُ وَعَصَوْا أَمْرَ طَالُوتَ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ، فَأَمَرَ طَالُوتُ مَنْ عَصَوْهُ أَنْ يَقْفِلُوا رَاجِعِينَ فَلَا خَيْرَ فِي جُنُودٍ لَا يُطِيعُونَ مَا يَصْدُرُ إِلَيْهِمْ مِنْ أَوَامِرَ دُونَ تَفْكِيرٍ .
Pasukan Bani Israil berjalan hingga ketika sampai di sungai, para lelaki mulai meminum airnya dan mereka membangkang perintah Thalut kecuali sedikit di antara mereka. Maka Thalut memerintahkan mereka yang membangkang untuk kembali pulang, karena tidak ada kebaikan pada prajurit yang tidak mematuhi perintah yang dikeluarkan kepada mereka tanpa berpikir.
وَعَبَرَ طَالُوتُ وَالَّذِينَ مَعَهُ النَّهْرَ وَانْطَلَقُوا حَتَّى أَصْبَحُوا أَمَامَ جَيْشِ جَالُوتَ حَاكِمِ الْكَنْعَانِيِّينَ ، فَلَمَّا رَأَوْا جَيْشَ جَالُوتَ الْجَرَّارَ مَشَى الرُّعْبُ فِي أَوْصَالِهِمْ فَقَالُوا :
Thalut dan orang-orang bersamanya menyeberangi sungai dan berangkat hingga mereka berada di depan pasukan Jalut, penguasa Kanaan. Ketika mereka melihat pasukan Jalut yang besar, rasa takut menjalar ke sendi-sendi mereka, lalu mereka berkata:
— لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ .
— Hari ini kita tidak punya kekuatan menghadapi Jalut dan tentaranya.
فَقَالَ الْجُنُودُ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو اللهِ :
Prajurit yang meyakini bahwa mereka akan bertemu Allah berkata:
— كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللهِ ، وَاللهُ مَعَ الصَّابِرِينَ .
— Berapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah, dan Allah bersama orang-orang yang sabar.
وَأَصْبَحَ جَيْشُ طَالُوتَ أَمَامَ جَيْشِ جَالُوتَ وَجْهًا لِوَجْهٍ ، فَدَعَا الْمُؤْمِنُونَ رَبَّهُمْ قَالُوا :
Pasukan Thalut berhadap-hadapan dengan pasukan Jalut. Orang-orang beriman berdoa kepada Tuhan mereka, mereka berkata:
— رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ .
— Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kokohkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.
وَبَدَأَتِ الْمُنَاوَشَاتُ بَيْنَ الْجَيْشَيْنِ فَكَانَ الرِّجَالُ يَخْرُجُونَ لِلرِّجَالِ يَتَجَالَدُونَ وَيَتَبَارَزُونَ ، وَخَرَجَ مِنْ بَيْنِ الصُّفُوفِ جَالُوتُ وَكَانَ طَوِيلًا جِدًّا فِي وَجْهِهِ صَرَامَةٌ يَبْعَثُ الرُّعْبَ فِي الْقُلُوبِ وَيُزَلْزِلُ الْأَرْضَ تَحْتَ أَقْدَامِ الْأَبْطَالِ الصَّنَادِيدِ . وَوَقَفَ يَتَأَلَّقُ فِي زَهْوٍ تَحْتَ أَشِعَّةِ الشَّمْسِ وَكَانَ عَلَى رَأْسِهِ خُوذَةٌ مِنْ نُحَاسٍ تَتَأَلَّقُ فَتَنْبَعِثُ مِنْهَا أَشِعَّةٌ تُشِيعُ فِي صُفُوفِ بَنِي إِسْرَائِيلَ رُعْبًا شَدِيدًا . وَكَانَ يُخَيَّلُ لِبَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّ دِرْعَهُ النُّحَاسِيَّةَ حِصْنٌ مَنِيعٌ ، وَكَانَ فِي يَدِهِ رُمْحٌ هَائِلٌ تَتَرَاءَى عَلَى سِنَانِهِ الْمَنُونُ ، وَصَاحَ فِي صَوْتٍ يَقْصِفُ كَالرَّعْدِ :
Pertempuran kecil pun dimulai di antara kedua pasukan, para lelaki keluar untuk bertarung dan berduel. Jalut keluar dari barisan, ia sangat tinggi, wajahnya garang, menebar ketakutan di hati dan menggetarkan bumi di bawah kaki para pahlawan perkasa. Ia berdiri bersinar dengan angkuh di bawah sinar matahari. Di kepalanya terdapat helm tembaga yang berkilau memancarkan sinar yang menebar ketakutan luar biasa di barisan Bani Israil. Bani Israil membayangkan baju zirah tembaganya adalah benteng yang kokoh, dan di tangannya ada tombak raksasa yang ujungnya terlihat sebagai maut. Ia berteriak dengan suara yang menggelegar seperti guntur:
— يَا طَالُوتُ لَمْ يَقْتُلْ قَوْمِي قَوْمَكَ ؟ اخْرُجْ لِقِتَالِي أَوْ أَخْرِجْ لِي مَنْ شِئْتَ مِنْ جُنُودِكَ ، فَإِنْ قَتَلْتُكَ كَانَ الْمُلْكُ لِي وَإِنْ قَتَلْتَنِي كَانَ الْمُلْكُ لَكَ .
— Wahai Thalut, bukankah kaumku telah membunuh kaummu? Keluarlah untuk melawanku atau keluarkan untukku siapa saja yang kamu mau dari prajuritmu, jika aku membunuhmu, kerajaan jadi milikku, dan jika kamu membunuhku, kerajaan jadi milikmu.
وَسَادَ فِي مَيْدَانِ الْقِتَالِ سُكُونٌ رَهِيبٌ وَلَفَّ الْخَوْفُ مُعَسْكَرَ بَنِي إِسْرَائِيلَ ، فَمَا كَانَ أَحَدٌ مِنْهُمْ يَجْرُؤُ عَلَى أَنْ يُفَكِّرَ فِي التَّقَدُّمِ لِقِتَالِ ذَلِكَ الْجَبَّارِ الرَّهِيبِ ، وَصَاحَ طَالُوتُ فِي جُنُودِهِ :
Keheningan yang mengerikan menyelimuti medan perang, dan ketakutan menyelimuti perkemahan Bani Israil. Tidak ada seorang pun dari mereka yang berani berpikir untuk maju melawan raksasa yang menakutkan itu. Thalut berteriak kepada pasukannya:
— مَنْ يَخْرُجُ لِقِتَالِ جَالُوتَ ؟
— Siapa yang mau keluar melawan Jalut?
فَلَمْ يَخْرُجْ أَحَدٌ فَمَا كَانَ أَحَدٌ لِيَرْمِيَ نَفْسَهُ فِي أَحْضَانِ الْمَوْتِ عَنْ طَوَاعِيَةٍ . وَتَقَدَّمَ جَالُوتُ صُوبَ صُفُوفِ بَنِي إِسْرَائِيلَ فَتَأَخَّرُوا مَرْعُوبِينَ فَضَحِكَ جَالُوتُ وَجَلْجَلَتْ ضَحِكَاتُهُ لِتَنْزِلَ الرُّعْبَ فِي قُلُوبِهِمْ ، فَانْبَعَثَتِ الْهُتَافَاتُ مِنْ صُفُوفِ جُنُودِهِ وَتَطَايَرَتْ عِبَارَاتُ الزِّرَايَةِ وَالِاسْتِخْفَافِ بِمَنْ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ جُنُودُ رَبِّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ .
Tidak ada yang keluar, tidak ada yang mau melemparkan dirinya ke pelukan maut dengan sukarela. Jalut maju ke arah barisan Bani Israil, mereka mundur ketakutan. Jalut tertawa dan tawaannya menggelegar menebar ketakutan di hati mereka. Sorak-sorai pun bangkit dari barisan tentaranya, dan kalimat-kalimat hinaan serta peremehan beterbangan kepada mereka yang mengaku sebagai tentara Tuhan langit dan bumi.
وَمَرَّتِ الْأَيَّامُ وَجَالُوتُ يَرِزُّ كُلَّ يَوْمٍ بَيْنَ الصُّفُوفِ يَدْعُو الرِّجَالَ لِلنِّزَالِ فَلَا يَجْرُؤُ أَحَدٌ عَلَى أَنْ يَخْرُجَ لَهُ . فَحَزَّ ذَلِكَ فِي نَفْسِ طَالُوتَ ، وَأَرَادَ أَنْ يُشَجِّعَ الرِّجَالَ عَلَى الْخُرُوجِ لِقِتَالِ ذَلِكَ الطَّاغِيَةِ الَّذِي يَسْخَرُ مِنْهُمْ كُلَّ يَوْمٍ ، فَصَاحَ فِي جُنُودِهِ :
Hari-hari berlalu, Jalut muncul setiap hari di antara barisan menantang para lelaki untuk bertarung, namun tidak ada seorang pun yang berani keluar menemuinya. Hal itu menyayat hati Thalut, ia ingin menyemangati para lelaki untuk keluar melawan tiran yang mengejek mereka setiap hari itu, maka ia berteriak kepada pasukannya:
— مَنْ يَقْتُلُ جَالُوتَ كَرَّمْتُهُ وَزَوَّجْتُهُ ابْنَتِي وَجَعَلْتُ بَيْتَ أَبِيهِ حُرًّا فِي إِسْرَائِيلَ .
— Siapa yang membunuh Jalut, akan aku muliakan dia, aku nikahkan dengan putriku, dan aku jadikan rumah ayahnya merdeka di Bani Israil.
فَلَمْ يَغُرَّ ذَلِكَ الْوَعْدُ أَحَدًا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ فَقَدْ كَانُوا عَلَى يَقِينٍ مِنْ أَنَّ مَنْ يَخْرُجُ لِقِتَالِ جَالُوتَ يَزُفُّ إِلَى الْمَوْتِ قَبْلَ أَنْ يُزَفَّ إِلَى ابْنَةِ طَالُوتَ . وَانْقَضَتْ أَرْبَعُونَ يَوْمًا وَالْحَرْبُ دَائِرَةٌ وَجَالُوتُ يَخْرُجُ كُلَّ يَوْمٍ بَيْنَ الصُّفُوفِ يَتَأَلَّقُ فِي الشَّمْسِ ، وَيَصِيحُ بِالرِّجَالِ الصَّنَادِيدِ أَنْ يَخْرُجُوا لِقِتَالِهِ فَلَا يَجْرُؤُ أَحَدٌ عَلَى الْخُرُوجِ ، فَكَانَ يَسْخَرُ بِهِمْ وَكَانَتْ سُخْرِيَتُهُ مَرِيرَةً تَحُزُّ فِي نَفْسِ مَلِكِهِمْ طَالُوتَ .
Janji itu tidak menggoda seorang pun dari Bani Israil, karena mereka yakin bahwa siapa yang keluar melawan Jalut akan dibawa ke kematian sebelum dibawa kepada putri Thalut. Empat puluh hari berlalu, perang terus berkecamuk, dan Jalut keluar setiap hari di antara barisan, bersinar di bawah matahari, berteriak kepada para pahlawan perkasa untuk keluar melawannya, namun tidak ada seorang pun yang berani keluar. Ia mengejek mereka, dan ejekannya terasa pahit, menyayat hati raja mereka, Thalut.
وَفِي ذَاتِ يَوْمٍ تَرَكَ دَاوُدُ غَنَمَهُ وَذَهَبَ لِيَرَى إِخْوَتَهُ الْحَارِبِينَ وَيُقَدِّمَ لَهُمُ الطَّعَامَ ، فَبَلَغَ سَاحَةَ الْقِتَالِ فَوَجَدَ الْجَيْشَيْنِ اصْطَفَّا لِلنِّزَالِ وَخَرَجَ جَالُوتُ بَيْنَ الصُّفُوفِ وَرَاحَ يَصِيحُ فِي زِرَايَةٍ وَاعْتِدَادٍ :
Suatu hari, Dawud meninggalkan kambingnya dan pergi untuk melihat saudara-saudaranya yang berperang dan membawakan mereka makanan. Ia tiba di medan perang, menemukan kedua pasukan bersiap untuk duel, dan Jalut keluar di antara barisan sambil berteriak dengan penuh hinaan dan kesombongan:
— أَمَا مِنْ أَحَدٍ يُرِيدُ أَنْ يُقَاتِلَنِي ؟
— Apakah tidak ada seorang pun yang ingin melawanku?
فَانْكَمَشَ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَلَمْ يَتَقَدَّمْ مِنْهُمْ أَحَدٌ ، فَأَحَسَّ دَاوُدُ دِمَاءَهُ تَتُورُ فِي عُرُوقِهِ وَتَتَدَفَّقُ حَارَّةً إِلَى رَأْسِهِ ، فَمَا بَالُ هَؤُلَاءِ الرِّجَالِ يَحْجُمُونَ عَنْ قِتَالِ ذَلِكَ الرَّجُلِ ؟ وَغَضِبَ دَاوُدُ للهِ فَقَدْ رَأَى الْمُؤْمِنِينَ يَخَافُونَ رَأْسَ الْكُفْرِ وَلَا يَخْجَلُونَ مِنَ اللهِ الَّذِي يُحَارِبُونَ فِي سَبِيلِهِ ، فَانْطَلَقَ دَاوُدُ بَيْنَ الصُّفُوفِ كَعَاصِفَةٍ مَزْجَرَةٍ غَاضِبَةٍ وَصَاحَ :
Bani Israil menciut dan tidak ada seorang pun yang maju. Dawud merasakan darahnya mendidih di nadinya dan mengalir panas ke kepalanya. Mengapa para lelaki ini menahan diri dari melawan pria itu? Dawud marah karena Allah, ia melihat orang beriman takut pada pemimpin kekafiran dan tidak malu kepada Allah yang mereka berjuang di jalan-Nya. Dawud bergerak di antara barisan seperti badai yang menderu marah dan berteriak:
— أَنَا أُقَاتِلُكَ .
— Aku yang akan melawanmu.
فَهَرَعَ إِخْوَةُ دَاوُدَ إِلَيْهِ وَصَاحُوا بِهِ :
Saudara-saudara Dawud bergegas menemuinya dan berteriak kepadanya:
— أَمَجْنُونٌ أَنْتَ ؟ إِنَّهُ جَالُوتُ .
— Apa kamu gila? Itu Jalut!
فَقَالَ دَاوُدُ فِي إِيمَانٍ :
Dawud berkata dengan penuh iman:
— إِنَّ مَنْ هُوَ أَقْوَى مِنْ جَالُوتَ يُؤَيِّدُنِي .
— Sesungguhnya Dia yang lebih kuat dari Jalut, mendukungku.
— عُدْ إِلَى غَنَمِكَ يَا دَاوُدُ إِنَّكَ تَقْدَمُ عَلَى الِانْتِحَارِ .
— Kembalilah ke kambingmu wahai Dawud, kamu sedang melakukan bunuh diri.
وَتَقَدَّمَ طَالُوتُ مِنْهُ وَقَالَ لَهُ :
Thalut mendekatinya dan berkata kepadanya:
— إِنَّكَ غُلَامٌ وَهُوَ رَجُلُ حَرْبٍ .
— Kamu hanyalah seorang pemuda, sedangkan dia adalah pria yang terlatih perang.
— دَعْنِي يَا مَوْلَايَ أَقْتُلْهُ إِنَّ اللهَ مَعِي .
— Biarkan aku wahai tuanku membunuhnya, sesungguhnya Allah bersamaku.
وَأَلْبَسَ طَالُوتُ دَاوُدَ ثِيَابَهُ وَجَعَلَ عَلَى رَأْسِهِ خُوذَةً مِنْ نُحَاسٍ ، وَأَلْبَسَهُ دِرْعًا وَقَلَّدَهُ سَيْفًا وَقَالَ لَهُ :
Thalut memakaikan pakaiannya pada Dawud, menaruh helm tembaga di kepalanya, memakaikan baju zirah, mengalungkan pedang, dan berkata kepadanya:
— اذْهَبْ وَاللهُ يَرْعَاكَ .
— Pergilah, dan semoga Allah menjagamu.
وَهَمَّ دَاوُدُ بِالسَّيْرِ وَلَكِنَّهُ لَمْ يَقْدِرْ ، فَنَزَعَهَا عَنْ نَفْسِهِ وَقَالَ لِطَالُوتَ :
Dawud hendak berjalan tetapi dia tidak mampu, maka dia melepasnya dari dirinya dan berkata kepada Thalut:
— إِنِّي أَجِيدُ اسْتِعْمَالَ الْمِقْلَاعِ فَمَا صَوَّبْتُهُ إِلَى شَيْءٍ إِلَّا أَصَبْتُهُ .
— Aku terampil menggunakan ketapel, tidaklah aku mengarahkannya pada sesuatu kecuali aku mengenai sasaran.
وَتَقَدَّمَ دَاوُدُ وَلَمْ يَكُنْ فِي يَدِهِ إِلَّا هَرَاوَةٌ وَمِقْلَاعٌ ، وَتَقَدَّمَ جَالُوتُ وَفِي يَدِهِ حَرْبَتُهُ الَّتِي طَالَمَا انْتَصَرَ بِهَا عَلَى أَعْدَائِهِ وَكَانَ رَأْسُهَا يَزِنُ سِتَّمِائَةِ شَاقِلٍ مِنَ الْحَدِيدِ ، وَقَدْ غَطَّى جِسْمَهُ بِالزَّرْدِ الْكَامِلِ مِنْ خُوذَةٍ وَدِرْعٍ خَفِيفٍ وَدِرْعٍ صَغِيرٍ وَدِرْعَيِ السَّاقَيْنِ وَقَدِ امْتَلَأَ غُرُورًا ، فَمَا يَحْسَبُ أَنَّ هُنَاكَ سِلَاحًا فِي أَيْدِي أَعْدَائِهِ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يَنْفُذَ إِلَيْهِ .
Dawud maju tanpa membawa apapun selain tongkat dan ketapel. Jalut maju dengan tombaknya yang selalu ia gunakan untuk menang melawan musuh-musuhnya, yang kepalanya seberat enam ratus syekel besi. Ia menutupi tubuhnya dengan zirah lengkap, helm, zirah ringan, zirah kecil, dan pelindung kaki. Ia penuh dengan kesombongan, karena ia tidak menyangka ada senjata di tangan musuh-musuhnya dari Bani Israil yang mampu menembusnya.
وَنَظَرَ جَالُوتُ إِلَى دَاوُدَ الَّذِي تَقَدَّمَ لِقِتَالِهِ دُونَ دِرْعٍ وَقَالَ لَهُ :
Jalut menatap Dawud yang maju untuk melawannya tanpa zirah dan berkata kepadanya:
— يَا فَتَى ارْجِعْ فَإِنِّي لَا أُرِيدُ أَنْ أَقْتُلَكَ .
— Wahai anak muda, kembalilah, karena aku tidak ingin membunuhmu.
فَقَالَ دَاوُدُ فِي حَزْمٍ :
Dawud berkata dengan tegas:
— لَا ، بَلْ أَنَا مُصَمِّمٌ عَلَى أَنْ أَقْتُلَكَ .
— Tidak, aku bertekad untuk membunuhmu.
ضَحِكَ جَالُوتُ لِسُخْرِيَةٍ وَلَكِنْ سُرْعَانَ مَا مَاتَتْ سُخْرِيَتُهُ فَقَدْ أَلْقَى اللهُ فِي قَلْبِهِ الرُّعْبَ مِنْ ذَلِكَ الْفَتَى الْأَعْزَلِ ، وَأَخَذَ الرِّيبُ جَالُوتَ كُلَّ مَأْخَذٍ ، وَصَاحَ :
Jalut tertawa mengejek, namun segera tawaannya mati karena Allah melemparkan rasa takut ke dalam hatinya dari pemuda tak bersenjata itu. Keraguan mencengkeram Jalut sepenuhnya, lalu ia berteriak:
— هَلْ أَنَا كَلْبٌ حَتَّى تَأْتِيَ إِلَيَّ بِهَرَاوَةٍ ؟
— Apakah aku anjing sampai kamu datang kepadaku dengan tongkat?
أَتَكُونُ اسْتِهَانَةُ ذَلِكَ الْفَتَى خُطَّةً مُحْكَمَةً ؟ تَرَى مَاذَا يَكْمُنُ فِي جِرَابِ الرَّاعِي الشَّابِّ ؟ أَيَمْلِكُ سِلَاحًا سِرِّيًّا يَفُوقُ حَرْبَتَهُ وَدِرْعَهُ ؟ فَالْفَوْزُ مَعْقُودٌ لِمَنْ يَمْلِكُ أَحْدَثَ سِلَاحٍ . كَانَ سِلَاحُ جَالُوتَ أَمْضَى سِلَاحٍ حَتَّى هَذِهِ السَّاعَةِ وَقَدْ حَقَّقَ لَهُ السِّلَاحُ كُلَّ نَصْرٍ . تَرَى أَيَصْمُدُ ذَلِكَ الْفَتَى الْأَعْزَلُ الَّذِي لَا يَمْلِكُ إِلَّا هَرَاوَتَهُ لِضَرْبَةٍ مِنْ رَأْسِ حَرْبَتِهِ الَّذِي يَزِنُ سِتَّمِائَةِ شَاقِلٍ مِنَ الْحَدِيدِ ؟!
Apakah penghinaan pemuda itu adalah rencana yang matang? Kira-kira apa yang tersembunyi di tas gembala muda itu? Apakah ia memiliki senjata rahasia yang melampaui tombak dan zirahnya? Kemenangan biasanya milik mereka yang memiliki senjata tercanggih. Senjata Jalut adalah senjata paling tajam hingga saat ini, dan senjata itu telah memberinya setiap kemenangan. Kira-kira, bisakah pemuda tak bersenjata yang hanya memiliki tongkat itu bertahan dari hantaman kepala tombaknya yang seberat enam ratus syekel besi itu?!
وَسَادَ الْمُعَسْكَرَيْنِ هُدُوءٌ وَاشْرَأَبَّتِ الْأَعْنَاقُ وَشَخَصَتِ الْأَبْصَارُ ، وَسَارَ جَالُوتُ إِلَى دَاوُدَ الْأَعْزَلِ لِيَضْرِبَهُ ضَرْبَةً تَقْضِي عَلَيْهِ فَأَخْرَجَ دَاوُدُ مِنْ جِرَابِهِ حَجَرًا وَوَضَعَهُ فِي مِقْلَاعِهِ . ثُمَّ أَدَارَ دَاوُدُ الْمِقْلَاعَ وَأَرْسَلَ الْحَجَرَ فَأَصَابَ بِهِ عَيْنَ جَالُوتَ فَسَقَطَ دَاوُدُ إِلَيْهِ وَقَعَدَ عَلَى صَدْرِهِ وَحَزَّ رَأْسَهُ فَانْبَعَثَتْ أَصْوَاتُ الْهَلَعِ مِنْ صُفُوفِ الْفِلَسْطِينِيِّينَ وَأَصْوَاتُ التَّهْلِيلِ مِنْ صُفُوفِ بَنِي إِسْرَائِيلَ .
Keheningan menyelimuti kedua perkemahan, leher-leher terulur, dan mata-mata terpaku. Jalut berjalan menuju Dawud yang tak bersenjata untuk menghantamnya dengan pukulan yang menghabisinya. Dawud mengeluarkan batu dari tasnya dan meletakkannya di ketapelnya. Kemudian Dawud memutar ketapel itu dan melontarkan batu, tepat mengenai mata Jalut. Dawud jatuh ke arahnya, duduk di atas dadanya, dan memenggal kepalanya. Suara kepanikan bangkit dari barisan Palestina, dan suara tahlil bangkit dari barisan Bani Israil.
قَتَلَ دَاوُدُ جَالُوتَ فَزُلْزِلَتْ قُلُوبُ الْكَنْعَانِيِّينَ فَمَا دَارَ بِخَلَدِهِمْ أَنَّ غُلَامًا يَجْدِلُ مَلِكَهُمُ الْجَبَّارَ الْعَتِيدَ ، وَبَعَثَ ذَلِكَ الْحَمَاسَةَ فِي صُدُورِ بَنِي إِسْرَائِيلَ فَشَدَّدُوا عَلَى أَعْدَائِهِمُ النَّكِيرَ وَأَعْمَلُوا فِيهِمُ الْقَتْلَ حَتَّى فَرُّوا مِنْ أَمَامِهِمْ مَهْزُومِينَ .
Dawud membunuh Jalut, hati orang Kanaan terguncang, tidak terlintas dalam benak mereka bahwa seorang pemuda bisa menaklukkan raja mereka yang raksasa dan perkasa itu. Hal itu membangkitkan semangat dalam dada Bani Israil, mereka menyerang musuh mereka dengan dahsyat dan melakukan pembantaian hingga mereka melarikan diri dari hadapan mereka dalam keadaan kalah.
وَعَادَ طَالُوتُ مُنْتَصِرًا فَخَرَجَ بَنُو إِسْرَائِيلَ لِاسْتِقْبَالِهِ ، وَرَاحَتِ الْإِسْرَائِيلِيَّاتُ يَرْقُصْنَ وَيُغَنِّينَ فَرَحَاتٍ مُسْتَبْشِرَاتٍ بِنَصْرِ اللهِ وَأَخَذْنَ يَنْشُدْنَ أَنَّ الْمَلِكَ ضَرَبَ أَعْدَاءَهُ وَأَنَّ دَاوُدَ اسْتَحَقَّ أَنْ يَتَزَوَّجَ رَبَوَاتِ ابْنَةَ الْمَلِكِ الْعَظِيمِ . فَاسْتَشْعَرَ طَالُوتُ بَعْضَ الْكَدَرِ فَمَا كَانَ دَاوُدُ إِلَّا رَاعِيًا يَرْعَى الْغَنَمَ لَا يَلِيقُ أَنْ يُصَاهِرَ الْمَلِكَ ، وَنَسِيَ طَالُوتُ أَنَّهُ كَانَ سَقَّاءً قَبْلَ أَنْ يَخْتَارَهُ اللهُ مَلِكًا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ .
Thalut kembali sebagai pemenang, Bani Israil keluar menyambutnya. Wanita-wanita Israil menari dan bernyanyi dengan penuh kegembiraan akan pertolongan Allah, dan mereka bersyair bahwa sang raja telah mengalahkan musuh-musuhnya dan Dawud layak menikahi Rabawat, putri sang raja agung. Thalut merasa sedikit kesal, karena Dawud hanyalah seorang penggembala kambing, tidak layak menjadi menantu raja, dan Thalut lupa bahwa ia dulunya adalah pembawa air sebelum Allah memilihnya menjadi raja Bani Israil.
كَانَ دَاوُدُ مُتَوَاضِعًا فِي نَفْسِهِ عَظِيمًا عِنْدَ اللهِ فَلَمْ يَلْتَمِسْ أَنْ يَنْقُذَ الْمَلِكَ وَعْدَهُ وَيُزَوِّجَهُ ابْنَتَهُ ، فَمَا خَرَجَ لِقِتَالِ جَالُوتَ طَمَعًا فِي رَبَوَاتٍ وَلَكِنَّهُ تَقَدَّمَ لِقَتْلِهِ لِإِرْضَاءِ إِلَهِ إِسْرَائِيلَ . وَعَيَّنَ طَالُوتُ دَاوُدَ قَائِدًا لِجُيُوشِهِ فَكَانَ لَا يَخْرُجُ إِلَى غَزْوَةٍ إِلَّا عَادَ مِنْهَا مُنْتَصِرًا ، وَاشْتَهَرَ دَاوُدُ وَعَلَا ذِكْرُهُ وَلَكِنْ لَمْ يَتَمَلَّكْهُ الْغُرُورُ ، كَانَ يُصَلِّي اللهَ وَيَصُومُ وَيَعْتَكِفُ أَيَّامًا لِيَتَعَبَّدَ ، فَقَدْ كَانَ يُرِيدُ أَنْ يَكُونَ عِنْدَ اللهِ كَآبَائِهِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ . وَأَحَبَّ الشَّعْبُ دَاوُدَ وَرَأَى الْمَلِكُ أَنْ يُصَاهِرَهُ فَبَعَثَ إِلَيْهِ مَنْ يَقُولُ لَهُ :
Dawud rendah hati dalam dirinya, namun besar di sisi Allah. Ia tidak meminta raja menepati janjinya dan menikahkan dengannya putrinya. Ia tidak keluar melawan Jalut karena menginginkan Rabawat, namun ia maju membunuhnya demi memuaskan Tuhan Bani Israil. Thalut menunjuk Dawud sebagai panglima pasukannya, setiap kali ia pergi berperang, ia kembali sebagai pemenang. Dawud menjadi terkenal, sebutannya tinggi, namun kesombongan tidak menguasainya. Ia selalu shalat kepada Allah, berpuasa, dan i'tikaf berhari-hari untuk beribadah, karena ia ingin menjadi seperti bapak-bapaknya Ibrahim, Ishaq, dan Ya'qub di sisi Allah. Rakyat mencintai Dawud, dan sang raja melihat perlu untuk menjadikannya menantu, maka ia mengirim orang yang berkata kepadanya:
إِنَّ الْمَلِكَ يُوَافِقُ عَلَى أَنْ يُعْطِيَكَ ابْنَتَهُ مِيرَبَ لَوْ طَلَبْتَهَا زَوْجَةً لَكَ.
Sesungguhnya raja setuju untuk memberimu putrinya, Merab, jika engkau memintanya sebagai istrimu.
فَقَالَ دَاوُدُ فِي صِدْقٍ:
Lalu Dawud berkata dengan jujur:
— وَمَنْ أَنَا حَتَّى أُصَاهِرَ الْمَلِكَ؟
— Dan siapakah aku ini hingga bisa menjadi menantu raja?
وَتَزَوَّجَتِ ابْنَةُ الْمَلِكِ الْكُبْرَى مِنْ رَجُلٍ آخَرَ، وَاسْتَمَرَّ دَاوُدُ فِي غَزَوَاتِهِ، وَكَانَ دُخُولُهُ وَخُرُوجُهُ أَمَامَ الشَّعْبِ فَأَصْبَحَ مَحَطَّ آمَالِ بَنِي إِسْرَائِيلَ. وَشَغَفَتْ مِيكَالُ ابْنَةُ الْمَلِكِ بِهِ حُبًّا فَأَرْسَلَتْ إِلَى أَبِيهَا مَنْ يَذْكُرُ لَهُ أَنَّ مِيكَالَ ابْنَتَهُ تَهْوَى دَاوُدَ وَلَا تُطِيقُ الْعَيْشَ بَعِيدَةً عَنْهُ فَبَعَثَ طَالُوتُ إِلَيْهِ الرُّسُلَ يَقُولُونَ لَهُ:
Putri raja yang sulung menikah dengan pria lain, dan Dawud terus melanjutkan pertempurannya. Kehadirannya di tengah rakyat membuatnya menjadi tumpuan harapan Bani Israil. Mikal, putri raja, jatuh cinta kepadanya, lalu ia mengirim seseorang kepada ayahnya untuk menyampaikan bahwa Mikal mencintai Dawud dan tidak sanggup hidup jauh darinya. Maka Thalut mengirim utusan kepadanya dan berkata:
— إِنَّ الْمَلِكَ يُحِبُّكَ وَيُقَدِّرُكَ وَهُوَ يَرَى أَنْ يُزَوِّجَكَ ابْنَتَهُ مِيكَالَ إِظْهَارًا لِإِعْجَابِهِ بِكَ وَمُكَافَأَةً لَكَ عَلَى الْوَفَاءِ وَالْإِخْلَاصِ.
— Sesungguhnya raja mencintaimu dan menghargaimu, dan ia ingin menikahkanmu dengan putrinya, Mikal, sebagai bentuk kekagumannya kepadamu dan imbalan atas kesetiaan dan ketulusanmu.
فَقَالَ دَاوُدُ:
Lalu Dawud berkata:
— وَمَنْ أَنَا حَتَّى أُصَاهِرَ الْمَلِكَ؟!
— Dan siapakah aku ini hingga bisa menjadi menantu raja?!
— أَنْتَ قَائِدُهُ الْمُظَفَّرُ مَنْ يَسِيرُ النَّصْرُ فِي رِكَابِهِ، أَنْتَ طَالِعُ السَّعْدِ فِي مَمْلَكَتِهِ.
— Engkau adalah panglima perangnya yang berjaya, yang kemenangan selalu menyertai langkahnya, engkau adalah pembawa keberuntungan di kerajaannya.
— إِنِّي رَجُلٌ فَقِيرٌ وَلَيْسَ مِنَ الْهَيِّنِ عَلَى رَجُلٍ مِثْلِي أَنْ يُصَاهِرَ الْمُلُوكَ.
— Sesungguhnya aku adalah pria miskin, dan tidak mudah bagi pria sepertiku untuk menjadi menantu para raja.
— أَنْتَ رَجُلُ حَرْبٍ قَدِيرٌ وَيَمْثُلُكَ تُوطِدُ الْعُرُوشَ.
— Engkau adalah pria perang yang hebat, dan karena dirimulah tahta-tahta menjadi kokoh.
وَاسْتَمَرَّ الرُّسُلُ فِي إِقْنَاعِ دَاوُدَ بِقَبُولِ الزَّوَاجِ مِن مِيكَالَ الَّتِي تُحِبُّهُ حَتَّى اقْتَنَعَ، وَتَمَّ الزَّوَاجُ فَرَحَتِ ابْنَةُ الْمَلِكِ الْعَاشِقَةُ، وَزَادَ دَاوُدُ بِتِلْكَ الْمُصَاهَرَةِ عُلُوًّا وَرِفْعَةً فِي أَعْيُنِ بَنِي إِسْرَائِيلَ. وَزَادَ حُبُّ الشَّعْبِ لِدَاوُدَ وَتَعَلَّقَ بِهِ كُلُّ مَنْ فِي الْقَصْرِ حَتَّى أَهْلِ بَيْتِ الْمَلِكِ، فَأَحَسَّ طَالُوتُ غَيْرَةً وَرَاحَتْ تِلْكَ الْغَيْرَةُ تَزْدَادُ عَلَى الْأَيَّامِ حَتَّى فَكَّرَ فِي قَتْلِ دَاوُدَ. وَفِي ذَاتِ يَوْمٍ أَفْضَى إِلَى يُونَاثَانَ ابْنِهِ وَوَلِيِّ عَهْدِهِ أَنَّهُ سَيَقْتُلُ دَاوُدَ لِيَبْقَى دَاوُدُ عَلَى الْمَلِكِ فِي أَمْرَتِهِ فَقَدْ أَصْبَحَ دَاوُدُ خَطَرًا عَلَى الْعَرْشِ، فَقُلُوبُ الشَّعْبِ تَلْتَفُّ حَوْلَهُ وَالزَّمَنُ حَلِيفُهُ فَإِذَا تَرَكَ حَيًّا فَلَنْ يَحُولَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْمَلِكِ حَائِلٌ.
Para utusan terus meyakinkan Dawud untuk menerima pernikahan dengan Mikal yang mencintainya hingga ia yakin. Pernikahan pun terlaksana, putri raja yang sedang jatuh cinta itu pun bahagia. Dawud pun bertambah tinggi derajatnya dan kehormatannya di mata Bani Israil karena pernikahan tersebut. Cinta rakyat kepada Dawud semakin bertambah, dan setiap orang di istana, bahkan keluarga raja sendiri, menjadi sangat terikat kepadanya. Thalut merasa cemburu, dan kecemburuan itu semakin bertambah hari demi hari hingga ia berpikir untuk membunuh Dawud. Suatu hari, ia mencurahkan isi hatinya kepada Yonatan, putranya dan putra mahkotanya, bahwa ia akan membunuh Dawud agar kekuasaannya tetap terjaga. Dawud telah menjadi ancaman bagi tahta, hati rakyat berpaling kepadanya, dan waktu menjadi sekutunya. Jika ia dibiarkan hidup, maka tidak akan ada lagi yang menghalangi antara dirinya dan tahta raja.
كَانَ يُونَاثَانُ يُحِبُّ دَاوُدَ وَكَانَ يُؤْمِنُ بِصَلَاحِهِ وَتَقْوَاهُ فَهَرَعَ إِلَيْهِ وَقَالَ لَهُ:
Yonatan mencintai Dawud dan meyakini kesalehan serta ketaqwaannya, maka ia bergegas mendatanginya dan berkata kepadanya:
— أَبِي يَلْتَمِسُ اللَّيْلَةَ قَتْلَكَ فَاهْرُبْ مِنْ وَجْهِهِ إِلَى الْخَلَاءِ وَاخْتَبِئْ، حَتَّى إِذَا مَا أَصْبَحَ الصَّبَاحُ خَرَجْتُ أَنَا وَأَبِي إِلَى قُرْبِ مَخْبَئِكَ وَتَحَدَّثْنَا عَنْكَ فَتَسْمَعَ مَا يَدُورُ بَيْنَنَا مِنْ حَدِيثٍ.
— Ayahku malam ini berniat membunuhmu, maka larilah dari hadapannya ke tempat yang terpencil dan bersembunyilah. Hingga ketika pagi hari tiba, aku dan ayah akan keluar ke dekat tempat persembunyianmu dan membicarakanmu, agar engkau bisa mendengar percakapan di antara kami.
وَهَرَبَ دَاوُدُ مِنْ وَجْهِهِ طَالُوتَ، فَلَمَّا جَاءَ الصَّبَاحُ خَرَجَ طَالُوتُ وَابْنُهُ وَأَقْبَلَا حَتَّى وَقَفَا بِالْقُرْبِ مِنْ مَخْبَإِ دَاوُدَ وَقَالَ يُونَاثَانُ:
Dawud pun lari dari hadapan Thalut. Ketika pagi tiba, Thalut dan putranya keluar dan berjalan hingga berdiri di dekat tempat persembunyian Dawud, lalu Yonatan berkata:
— لَيْتَ مَوْلَايَ الْمَلِكَ لَا يُخْطِئُ فِي حَقِّ عَبْدِهِ دَاوُدَ، فَدَاوُدُ لَمْ يُخْطِئْ فِي حَقِّكَ فَهُوَ يَبْذُلُ جُهْدَهُ إِرْضَاءً لَكَ. لَقَدْ شَهَرَ نَفْسَهُ سَيْفًا فِي يَدِكَ عَلَى أَعْدَائِكَ وَأَنْزَلَ بِهِمُ الْهَزَائِمَ وَأَنْتَ لَا تَرْضَى أَنْ تُرِيقَ دَمًا بَرِيئًا. تَذَكَّرْ أَنَّ الرَّبَّ الَّذِي اخْتَارَكَ مَلِكًا عَلَى هَذَا الشَّعْبِ يَرْقُبُ أَعْمَالَكَ وَيَعْرِفُ مَا تُخْفِيهِ فِي صَدْرِكَ.
— Semoga tuanku raja tidak melakukan kesalahan terhadap hambanya, Dawud. Dawud tidak pernah berbuat salah terhadapmu, ia bahkan mengerahkan segenap usahanya untuk memuaskanmu. Ia telah menjadikan dirinya bagaikan pedang di tanganmu untuk melawan musuh-musuhmu, dan ia telah menimpakan kekalahan kepada mereka, sementara engkau tidak rela menumpahkan darah orang yang tidak bersalah. Ingatlah bahwa Tuhan yang memilihmu menjadi raja atas rakyat ini, mengawasi perbuatan-perbuatanmu dan mengetahui apa yang engkau sembunyikan di dalam dadamu.
فَأَطْرَقَ طَالُوتُ قَلِيلًا وَقَدْ أَحَسَّ نَدَمًا عَلَى مَا فَكَّرَ فِيهِ فَقَالَ:
Thalut tertunduk sejenak, ia merasakan penyesalan atas apa yang telah ia pikirkan, lalu berkata:
— أُقْسِمُ أَلَّا أَمُدَّ يَدِي إِلَى دَاوُدَ بِأَذًى مَا حَيِيتُ.
— Aku bersumpah tidak akan menyentuh Dawud dengan keburukan selama aku hidup.
وَعَادَ طَالُوتُ وَابْنُهُ إِلَى الْقَصْرِ يَتَسَامَرَانِ، وَخَرَجَ دَاوُدُ مِنْ مَكْمَنِهِ وَانْطَلَقَ إِلَى الْمَلِكِ فَقَابَلَهُ الْمَلِكُ بَاشَّا مَرْحَبًا. وَخَرَجَ دَاوُدُ لِقِتَالِ الْكَنْعَانِيِّينَ فَضَرَبَهُمْ وَانْتَصَرَ عَلَيْهِمْ وَعَادَ إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ مُظَفَّرًا فَاسْتَقْبَلُوهُ اسْتِقْبَالًا فَخْمًا رَائِعًا، وَبَلَغَتْ مَسَامِعَ طَالُوتَ هُتَافَاتُ الْجَمَاهِيرِ فَتَحَرَّكَتِ الْغَيْرَةُ فِي صَدْرِهِ وَرَاحَتْ تُعَذِّبُهُ وَتُضْنِيهِ. وَجَلَسَ دَاوُدُ يَوْمًا إِلَى الْمَلِكِ يَشْجِيهِ بِصَوْتِهِ الْحَنُونِ، كَانَ دَاوُدُ يُمَجِّدُ اللَّهَ وَالدُّمُوعُ تَسِيلُ عَلَى خَدَّيْهِ فَقَدْ كَانَ يَرْتَجِفُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ. وَاذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوُدَ ذَا الْأَيْدِ إِنَّهُ أَوَّابٌ. إِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهُ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِشْرَاقِ. وَالطَّيْرَ مَحْشُورَةً كُلٌّ لَهُ أَوَّابٌ. لَمْ يَكُنْ طَالُوتُ يَصْغَى إِلَى الصَّوْتِ الْعَجِيبِ الَّذِي يَنْفُثُ السِّحْرَ بَلْ كَانَ يَصْغَى إِلَى شَيْطَانِهِ الَّذِي يُوَسْوِسُ لَهُ أَنْ يَقْتُلَ مَنْ سَلَبَهُ حُبَّ شَعْبِهِ، فَرَفَعَ الرُّمْحَ وَطَعَنَ بِهِ دَاوُدَ وَلَكِنَّهُ أَخْطَأَهُ، فَنَهَضَ دَاوُدُ وَفَرَّ مِنْ وَجْهِهِ.
Thalut dan putranya kembali ke istana sambil berbincang-bincang. Dawud keluar dari tempat persembunyiannya dan pergi menemui raja, lalu raja menyambutnya dengan wajah yang berseri. Dawud berangkat memerangi orang-orang Kanaan, ia menghancurkan mereka, menang atas mereka, dan kembali kepada Bani Israil dengan kemenangan. Mereka menyambutnya dengan sambutan yang megah dan luar biasa. Sorak-sorai massa terdengar oleh Thalut, kecemburuan pun bergerak di dalam dadanya dan mulai menyiksa serta melemahkannya. Suatu hari, Dawud duduk di hadapan raja, melantunkan nyanyian dengan suaranya yang lembut. Dawud memuliakan Allah dengan air mata mengalir di kedua pipinya, ia gemetar karena takut kepada Allah. "Dan ingatlah hamba Kami Dawud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan). Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia di waktu petang dan pagi, dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Semuanya amat taat (kepada Allah)." Thalut tidak mendengarkan suara ajaib yang memancarkan sihir itu, melainkan mendengarkan bisikan syaitannya yang membujuknya untuk membunuh orang yang telah mencuri kecintaan rakyatnya. Ia mengangkat tombak dan menusukkannya ke arah Dawud namun meleset, lalu Dawud bangkit dan melarikan diri dari hadapannya.
وَهَرَبَ دَاوُدُ إِلَى بَيْتِهِ وَذَهَبَ إِلَى مِيكَالَ يَقُصُّ عَلَيْهَا خَبَرَهُ، فَقَالَتْ لَهُ:
Dawud lari ke rumahnya dan pergi menemui Mikal menceritakan kejadian tersebut kepadanya, maka Mikal berkata kepadanya:
— إِنِّي أَعْرِفُ أَبِي، اهْرُبْ بِنَفْسِكَ اللَّيْلَةَ لِأَنَّهُ سَيَبْعَثُ فِي أَثَرِكَ مَنْ يَقْتُلُكَ.
— Aku mengenal ayahku, larilah menyelamatkan dirimu malam ini karena ia akan mengirim seseorang untuk mengejarmu dan membunuhmu.
وَهَمَّ دَاوُدُ بِالْخُرُوجِ فَقَالَتْ لَهُ مِيكَالُ:
Dawud bergegas untuk keluar, lalu Mikal berkata kepadanya:
— لَا تَخْرُجْ مِنَ الْبَابِ فَعَبِيدُ أَبِي يَرْصُدُونَكَ وَيَرْقُبُونَ خُرُوجَكَ لِيَقْتُلُوكَ، تَعَالَ.
— Jangan keluar lewat pintu, karena hamba-hamba ayahku sedang mengintaimu dan menantikan keluarmu untuk membunuhmu, kemarilah.
وَسَاعَدَتْهُ عَلَى الْخُرُوجِ مِنْ فَتْحَةٍ فِي الْحَائِطِ فَانْطَلَقَ هَارِبًا مِنَ الْمَوْتِ الَّذِي يَتَرَبَّصُ عِنْدَ الْبَابِ. وَوَضَعَتْ مِيكَالُ فِي فِرَاشِ زَوْجِهَا تِمْثَالًا وَغَطَّتْهُ بِغِطَائِهِ لِتَخْدَعَ الرِّجَالَ الْوَاقِفِينَ بِالْبَابِ يَتَرَّصَدُونَ دَاوُدَ. وَأَرْسَلَتِ الشَّمْسُ أَشِعَّتَهَا الْأُولَى فَسَمِعَتْ مِيكَالُ طَرُقًا عَلَى الْبَابِ فَذَهَبَتْ لِتَجِدَ عَبِيدَ أَبِيهَا، فَلَمَّا انْفَرَجَ الْبَابُ قَالَتْ لِلرُّسُلِ الَّذِينَ بَعَثَ بِهِمُ الْمَلِكُ:
Ia membantunya keluar melalui lubang di dinding, Dawud pun lari menghindari maut yang mengintai di pintu. Mikal meletakkan sebuah patung di ranjang suaminya dan menutupinya dengan selimut untuk menipu orang-orang yang berdiri di pintu mengintai Dawud. Matahari memancarkan sinar pertamanya, Mikal mendengar ketukan di pintu, ia pun pergi untuk menemui hamba-hamba ayahnya. Saat pintu terbuka, ia berkata kepada para utusan yang dikirim oleh raja:
— مَاذَا تَبْغُونَ؟
— Apa yang kalian inginkan?
— مَوْلَانَا يَطْلُبُ دَاوُدَ.
— Tuan kami mencari Dawud.
— إِنَّ زَوْجِي مَرِيضٌ.
— Sesungguhnya suamiku sedang sakit.
وَعَادَ الرُّسُلُ إِلَى الْمَلِكِ فَأَمَرَهُمْ أَنْ يَأْتُوا إِلَيْهِ بِدَاوُدَ مِنْ فِرَاشِهِ، وَقَفَلَ الرُّسُلُ عَائِدِينَ وَمَا دَخَلُوا حُجْرَةَ دَاوُدَ حَتَّى وَجَدُوا التِّمْثَالَ فِي اسْتِقْبَالِهِمْ. وَاشْتَدَّ غَضَبُ طَالُوتَ وَصَاحَ بِابْنَتِهِ:
Para utusan kembali kepada raja, lalu ia memerintahkan mereka untuk membawa Dawud kepadanya dari tempat tidurnya. Para utusan kembali, dan begitu mereka masuk ke kamar Dawud, mereka menemukan patung sedang menyambut mereka. Amarah Thalut semakin menjadi-jadi dan ia berteriak kepada putrinya:
— لِمَاذَا أَطْلَقْتِ عَدُوِّي حَتَّى فَرَّ مِنْ يَدِي؟
— Mengapa engkau melepaskan musuhku hingga ia lari dari tanganku?
فَانْبَرَتِ الزَّوْجَةُ الْمُحِبَّةُ تُدَافِعُ عَنْ زَوْجِهَا، وَلَكِنَّ دِفَاعَهَا لَمْ يُذْهِبِ الْغَضَبَ عَنِ الْمَلِكِ فَبَعَثَ رُسُلَهُ يَنْقَبُونَ عَنْ دَاوُدَ. وَجَاءَ إِلَيْهِ رُسُلُهُ يُخْبِرُونَهُ بِمَكَانِهِ فَخَرَجَ إِلَيْهِ فِي جُنُودِهِ، وَمَا إِنْ وَصَلَ إِلَى حَيْثُ كَانَ حَتَّى وَقَفَ يَنْظُرُ لَا يَجْرُؤُ عَلَى أَنْ يَتَقَدَّمَ خُطْوَةً وَاحِدَةً. فَقَدْ كَانَ دَاوُدُ وَالنَّبِيُّ شَمُوئِيلُ يُصَلِّيَانِ فِي خُشُوعٍ وَقَدْ غَمَرَ الْمَكَانَ نُورٌ إِلَهِيٌّ وَطَافَتْ بِهِ نَفَحَاتٌ رَبَّانِيَّةٌ تَمْلَأُ الْقُلُوبَ رِقَّةً وَمَحَبَّةً وَإِيمَانًا وَتَسْلِيمًا. وَأَحَسَّ طَالُوتُ كَأَنَّ فَيْضَ النُّورِ قَدْ غَسَلَ فُؤَادَهُ مِمَّا فِيهِ مِنْ حِقْدٍ فَتَقَدَّمَ إِلَى حَيْثُ كَانَ شَمُوئِيلُ وَدَاوُدُ وَهُوَ مَسْحُورٌ، وَفِي مِثْلِ لَمْحِ الْبَصَرِ تَذَكَّرَ نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْهِ إِذْ جَعَلَهُ مَلِكًا عَلَى شَعْبِهِ بَعْدَ أَنْ كَانَ سَقَّاءً فَخَلَعَ ثِيَابَهُ وَخَرَّ سَاجِدًا لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ يُصَلِّي لَهُ وَيَدْعُوهُ فِي ذِلَّةٍ وَانْكِسَارٍ. وَسُرْعَانَ مَا عَادَ طَالُوتُ إِلَى مَا كَانَ فِيهِ وَعَادَ إِلَى حِقْدِهِ عَلَى دَاوُدَ وَرَاحَ يَلْتَمِسُ الْفُرَصَ لِقَتْلِهِ، وَقَابَلَ دَاوُدُ يُونَاثَانَ وَلِيَّ الْعَهْدِ وَقَالَ:
Sang istri yang mencintai itu segera membela suaminya, namun pembelaannya tidak menghilangkan amarah sang raja, sehingga ia mengirim utusannya mencari Dawud. Utusannya datang kepadanya memberitahukan tempatnya, lalu ia keluar menuju ke sana dengan bala tentaranya. Begitu ia sampai di tempat tersebut, ia berhenti dan memandang, tidak berani melangkah satu langkah pun. Ternyata Dawud dan Nabi Syamuel sedang shalat dengan khusyuk, tempat itu dipenuhi cahaya ilahi, dan hembusan rahmat Tuhan mengelilinginya, memenuhi hati dengan kelembutan, cinta, iman, dan kepasrahan. Thalut merasa seolah-olah pancaran cahaya telah membasuh hatinya dari kedengkian yang ada di dalamnya, ia pun berjalan menuju tempat Syamuel dan Dawud berada dalam keadaan terpesona. Dalam sekejap mata, ia teringat nikmat Allah kepadanya saat Ia menjadikannya raja atas rakyatnya setelah dulunya ia hanyalah seorang penyiram air. Ia melepas pakaiannya dan bersujud kepada Allah, Tuhan semesta alam, berdoa dan memohon kepada-Nya dalam kerendahan dan kehancuran hati. Namun secepat itu pula Thalut kembali ke sifatnya yang lama, ia kembali pada kedengkiannya kepada Dawud dan mulai mencari kesempatan untuk membunuhnya. Dawud bertemu Yonatan, sang putra mahkota, dan berkata:
— مَاذَا جَنَيْتُ حَتَّى يَلْتَمِسَ أَبُوكَ طَلَبِي؟
— Dosa apa yang telah kulakukan hingga ayahmu berusaha mencariku?
— سَامَحَكَ اللَّهُ إِنَّ أَبِي قَدْ عَفَا عَنْكَ.
— Semoga Allah mengampunimu, sesungguhnya ayahku telah memaafkanmu.
— إِنِّي أَحَسُّ الشَّرَّ يُحِيطُ بِي مِنْ كُلِّ مَكَانٍ.
— Aku merasakan kejahatan mengepungku dari setiap tempat.
— إِنَّ أَبِي لَا يَفْعَلُ شَيْئًا إِلَّا أَخْبَرَنِي بِهِ، فَلَوْ كَانَ يَنْوِي قَتْلَكَ لَحَدَّثَنِي عَنْ ذَلِكَ.
— Ayahku tidak melakukan sesuatu kecuali memberitahuku, jika ia berniat membunuhmu niscaya ia akan menceritakan hal itu kepadaku.
— لَقَدْ عَلِمَ أَبُوكَ حُبَّكَ لِي فَأَخْفَى عَنْكَ عَزْمَهُ.
— Ayahmu mengetahui kecintaanmu kepadaku, maka ia menyembunyikan niatnya darimu.
— وَمَاذَا تَرَى؟
— Lalu menurutmu apa yang harus kulakukan?
— غَدًا أَوَّلُ الشَّهْرِ وَعَلَيَّ أَنْ أُشَارِكَ الْمَلِكَ فِي مَجْلِسِهِ فِي الْوَلِيمَةِ الَّتِي يَعُدُّهَا كُلَّ شَهْرٍ، وَلَكِنِّي أَرَى أَنْ أَتَخَلَّفَ عَنْ هَذِهِ الْوَلِيمَةِ، فَإِذَا سَأَلَ أَبُوكَ عَنِّي فَقُلْ لَهُ إِنَّ دَاوُدَ اسْتَأْذَنَنِي فِي الذَّهَابِ إِلَى بَيْتِ لَحْمٍ لِيُقَدِّمَ قُرْبَانًا إِلَى الرَّبِّ، فَإِذَا قَالَ الْمَلِكُ: "حَسَنًا" كَانَ ذَلِكَ دَلِيلَ الرِّضَا وَالسَّلَامِ، أَمَّا إِذَا غَضِبَ وَثَارَ كَانَ ذَلِكَ آيَةً عَلَى مَا يُضْمِرُ لِي مِنْ شَرٍّ.
— Besok adalah awal bulan dan aku harus menghadiri jamuan makan raja di majelisnya yang ia adakan setiap bulan. Namun aku berniat untuk absen dari jamuan ini. Jika ayahmu bertanya tentang diriku, katakanlah kepadanya bahwa Dawud meminta izin kepadaku untuk pergi ke Betlehem guna mempersembahkan kurban kepada Tuhan. Jika raja berkata "Baiklah", maka itu adalah tanda kerelaan dan perdamaian. Namun jika ia marah dan meluap-luap, itu adalah tanda kejahatan yang ia sembunyikan untukku.
وَاتَّفَقَا عَلَى أَنْ يَخْتَبِئَ دَاوُدُ حَتَّى يَكْتَشِفَ يُونَاثَانُ خَبِيثَةَ نَفْسِ أَبِيهِ وَيُخْبِرَهُ بِمَا يُضْمِرُ لَهُ، فَقَالَ دَاوُدُ لِصَدِيقِهِ:
Mereka berdua bersepakat agar Dawud bersembunyi hingga Yonatan dapat mengungkap niat buruk ayahnya dan memberitahunya tentang apa yang ia simpan untuknya. Lalu Dawud berkata kepada sahabatnya:
— أَخْشَى إِذَا جِئْتَ إِلَى أَنْ يَبْعَثَ الْمَلِكُ رِجَالَهُ فِي أَثَرِكَ يَتَعَقَّبُونَكَ لِيَهْتَدُوا إِلَى مَكَانِي.
— Aku khawatir jika engkau datang, raja akan mengirim orang-orangnya mengikutimu untuk melacakmu hingga mereka menemukan tempat persembunyianku.
— فَمَاذَا نَفْعَلُ؟
— Lalu apa yang harus kita lakukan?
— وَاللَّهُ لَا أَدْرِي.
— Demi Allah, aku tidak tahu.
— أَخْرُجُ مَعَ غُلَامٍ مِنْ غِلْمَانِي فَإِذَا كَانَ الْمَلِكُ رَاضِيًا عَنْكَ فَسَأَرْمِي سِهَامِي وَآمُرُ الْغُلَامَ أَنْ يَلْتَقِطَ السِّهَامَ الْقَرِيبَةَ مِنْهُ، أَمَّا إِذَا كَانَ الْمَلِكُ حَاقِدًا عَلَيْكَ فَآمُرُ غُلَامِي أَنْ يَلْتَقِطَ السِّهَامَ الْبَعِيدَةَ عَنْهُ.
— Aku akan keluar bersama seorang pelayanku. Jika raja sedang ridha kepadamu, aku akan memanah dan memerintahkan pelayan untuk memungut panah yang dekat dengannya. Namun jika raja sedang mendendam kepadamu, aku akan memerintahkan pelayanku untuk memungut panah yang jauh darinya.
وَانْطَلَقَ دَاوُدُ يَخْتَبِئُ وَذَهَبَ يُونَاثَانُ التَّقَى إِلَى الْقَصْرِ. وَوَافَى مِيعَادُ الْوَلِيمَةِ فَجَلَسَ الْمَلِكُ فِي صَدْرِهَا وَجَلَسَ كُلُّ وَاحِدٍ فِي مَكَانِهِ وَبَقِيَ مَقْعَدُ دَاوُدَ خَالِيًا. وَمَرَّ الْيَوْمُ الْأَوَّلُ وَلَمْ يَقُلِ الْمَلِكُ شَيْئًا. وَجَاءَ الْيَوْمُ الثَّانِي وَجَلَسَ كُلٌّ فِي مَكَانِهِ وَبَقِيَ مَقْعَدُ دَاوُدَ خَالِيًا فَقَالَ الْمَلِكُ:
Dawud pergi bersembunyi dan Yonatan yang bertaqwa pergi ke istana. Waktu jamuan tiba, raja duduk di bagian depan, setiap orang duduk di tempatnya masing-masing, namun kursi Dawud tetap kosong. Hari pertama berlalu dan raja tidak mengatakan apa-apa. Hari kedua tiba, setiap orang duduk di tempatnya, kursi Dawud tetap kosong, lalu raja berkata:
— أَيْنَ دَاوُدُ؟ غَابَ الْيَوْمَ وَغَابَ الْأَمْسِ.
— Di mana Dawud? Ia absen hari ini dan kemarin.
فَقَالَ يُونَاثَانُ:
Lalu Yonatan berkata:
— الْتَمَسَ دَاوُدُ مِنِّي أَنْ أَسْمَحَ لَهُ بِالذَّهَابِ إِلَى بَيْتِ لَحْمٍ لِيُقَدِّمَ إِلَى الرَّبِّ قُرْبَانًا، وَسَأَلَنِي أَنْ يَذْهَبَ لِيَرَى إِخْوَتَهُ فَأَذِنْتُ لَهُ.
— Dawud memohon izin kepadaku untuk pergi ke Betlehem guna mempersembahkan kurban kepada Tuhan, dan ia memintaku agar diizinkan menemui saudara-saudaranya, maka aku mengizinkannya.
فَغَضِبَ طَالُوتُ غَضَبًا شَدِيدًا وَصَاحَ بِابْنِهِ:
Thalut marah besar dan berteriak kepada putranya:
— يَا أَحْمَقَ أَلَا تَرَى أَنَّهُ مَا دَامَ دَاوُدُ يَمْشِي عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ فَلَنْ تَرْبَعَ يَوْمًا عَلَى عَرْشِكَ. ابْعَثْ مَنْ يَأْتِي بِهِ لِأَقْتُلَهُ.
— Wahai orang bodoh, tidakkah engkau melihat bahwa selama Dawud berjalan di muka bumi, engkau tidak akan pernah duduk di atas tahtamu. Kirimlah seseorang untuk menjemputnya agar aku bisa membunuhnya.
— كَيْفَ تَقْتُلُهُ وَلَمْ يَفْعَلْ مَا يُوجِبُ الْقَتْلَ؟ حَرَامٌ أَنْ تُهْدَرَ دِمَاءٌ بَرِيئَةٌ!
— Bagaimana engkau akan membunuhnya sementara ia tidak melakukan apa yang mengharuskannya dibunuh? Haram hukumnya menumpahkan darah orang yang tidak bersalah!
— إِنِّي أَقْتُلُهُ مِنْ أَجْلِكَ.
— Aku membunuhnya demi engkau.
— لَا أَرْضَى أَنْ تُسْفَكَ الدِّمَاءُ بِاسْمِي.
— Aku tidak rela darah ditumpahkan atas namaku.
— عَزِيزٌ عَلَيَّ أَنْ أَرَى الْمَلِكَ يَفْلِتُ مِنْ بَيْنِ أَصَابِعِكَ وَأَنَا أَنْظُرُ لَا أَفْعَلُ شَيْئًا.
— Sungguh berat bagiku melihat raja terlepas dari sela-sela jarimu sementara aku melihat dan tidak melakukan apa-apa.
— أَيْنَ ذَهَبَتْ حِكْمَتُكَ؟! أَنَسِيتَ أَنَّ اللَّهَ يُعْطِي الْمُلْكَ مَنْ يَشَاءُ؟!
— Ke mana perginya kebijaksanaanmu?! Tidakkah engkau lupa bahwa Allah memberikan kekuasaan kepada siapa yang Ia kehendaki?!
— حِكْمَتِي تَهِيبُ بِي أَنْ أَقْتُلَهُ، إِذَا تَرَبَّعَ عَلَى الْعَرْشِ فَلَنْ يَتْرُكَكَ تَمْشِي فِي الْأَرْضِ يَوْمًا. سَيَقْتُلُكَ وَيَقْتُلُ أُسْرَتَكَ جَمِيعًا. فَمَا كَانَ لِمَلِكٍ جَدِيدٍ أَنْ يَتْرُكَ أَحَدًا دُونَ ذَبْحٍ مِنْ أُسْرَةِ مَنْ سَبَقَهُ، إِنِّي سَأَقْتُلُهُ لِأُحْيِيَكُمْ جَمِيعًا.
— Kebijaksanaanku memerintahkanku untuk membunuhnya. Jika ia duduk di atas tahta, ia tidak akan membiarkanmu berjalan di muka bumi sehari pun. Ia akan membunuhmu dan seluruh keluargamu. Tidaklah seorang raja yang baru akan membiarkan siapa pun dari keluarga pendahulunya hidup tanpa disembelih. Sesungguhnya aku akan membunuhnya agar kalian semua tetap hidup.
فَقَالَ يُونَاثَانُ وَهُوَ يُغَادِرُ الْمَكَانَ:
Lalu Yonatan berkata sambil meninggalkan tempat itu:
— لَنْ أَسْمَحَ بِذَلِكَ مَا دَامَ فِيَّ عِرْقٌ يَنْبِضُ.
— Aku tidak akan membiarkan hal itu selama masih ada urat nadiku yang berdenyut.
وَانْقَضَتِ اللَّيْلَةُ وَبَزَغَتِ الشَّمْسُ تَنْشُرُ أَشِعَّتَهَا عَلَى الْكَوْنِ وَخَرَجَ يُونَاثَانُ يَحْمِلُ قَوْسَهُ وَسِهَامَهُ وَمَعَهُ غُلَامٌ صَغِيرٌ، وَمَا إِنْ بَلَغَ مَكَانَ اخْتِفَاءِ دَاوُدَ حَتَّى تَنَاوَلَ الْقَوْسَ وَوَضَعَ فِيهِ السِّهَامَ وَأَطْلَقَهَا بَعِيدًا وَصَاحَ بِغُلَامِهِ:
Malam pun berlalu dan matahari terbit menyebarkan sinarnya ke seluruh alam semesta. Yonatan keluar membawa busur dan anak panahnya, bersama seorang pelayan kecil. Begitu ia sampai di tempat persembunyian Dawud, ia mengambil busur, memasang anak panah, melesatkannya jauh-jauh, lalu berteriak kepada pelayannya:
— الْتَقِطِ السِّهَامَ الَّتِي تَجَاوَزَتْكَ، أَسْرِعْ، ارْكُضْ، لَا تَقِفْ.
— Pungutlah anak panah yang melampauimu, cepatlah, berlarilah, jangan berhenti!
وَفَهِمَهَا دَاوُدُ فَخَرَجَ عَلَى حَذَرٍ وَانْطَلَقَ وَهُوَ يَتَرَقَّبُ فَالْمَلِكُ حَاقِدٌ عَلَيْهِ يُرِيدُ اغْتِيَالَهُ. لَقَدْ أَصْبَحَ طَرِيدَ الْقَانُونِ فَرَاحَ يَحُثُّ الْخُطَا هَارِبًا بِحَيَاتِهِ.
Dawud memahaminya, ia pun keluar dengan waspada dan pergi sambil terus berjaga-jaga, karena raja mendendam kepadanya dan ingin membunuhnya. Ia telah menjadi buronan hukum, maka ia mempercepat langkahnya, melarikan diri demi menyelamatkan nyawanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar