BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

MRWM - Banu Ismail - Episode 6

BANU ISMA'IL
Abdul Hamid Judah As-Sahhar

Cahaya di Atas Takhta: Yusuf dan Pelajaran Memaafkan di Negeri Asing

Setelah bertahun-tahun dizalimi, akhirnya Yusuf memegang kendali. Namun, alih-alih membalas dendam, ia justru menggunakan kekuasaannya untuk menolong rakyat Mesir dan tetap berlemah lembut pada saudaranya. Inilah kisah tentang bagaimana iman mampu menaklukkan amarah.

كَانَ يُوسُفُ فِي سِجْنِهِ غَرِيبًا وَوَحِيدًا بِلَا جِنْسٍ وَلَا وَطَنٍ ، بَيْدَ أَنَّهُ كَانَ يَسْبَحُ لِمَنْ أَشْرَقَ الْفُؤَادُ بِنُورِهِ فَإِذَا بِهِ يَسْتَشْعِرُ رَحَابَةً فِي وِجْدَانِهِ وَسِعَتِ الْكَوْنَ كُلَّهُ وَصَمَتْ رُوحُهُ لِتَتَّصِلَ بِرُوحِ الْوُجُودِ ، وَإِذَا بِهِ يَأْنَسُ بِرَبِّهِ وَيُحِسُّ تَعَاطُفًا مَعَ كُلِّ مَا حَوْلَهُ ، وَإِذَا بِالدُّنْيَا كُلِّهَا وَطَنُهُ ، وَإِذَا بِقَلْبِهِ يَتَفَتَّحُ لِلْبَشَرِيَّةِ جَمِيعًا وَيَعْطِفُ حَتَّى عَلَى هَؤُلَاءِ الَّذِينَ ظَلَمُوهُ .
Yusuf berada di dalam penjaranya dalam keadaan asing dan sebatang kara, tanpa bangsa maupun tanah air. Namun, ia senantiasa bertasbih kepada Dzat yang hatinya telah disinari oleh cahaya-Nya, sehingga ia merasakan kelapangan di dalam jiwanya yang luasnya meliputi seluruh alam semesta. Ruhnya terdiam hening untuk terhubung dengan ruh eksistensi, hingga ia merasa tenteram bersama Tuhannya dan merasakan kasih sayang terhadap segala sesuatu di sekitarnya. Seketika seluruh dunia menjadi tanah airnya, dan hatinya terbuka lebar bagi seluruh umat manusia, bahkan menaruh iba kepada orang-orang yang telah menzaliminya.
كَانَ سَعِيدًا وَإِنْ كَانَ يَعِيشُ بَيْنَ جُدْرَانٍ أَرْبَعَةٍ ، فَرُوحُهُ حُرَّةٌ لَمْ تَرْزَحْ تَحْتَ وَطْأَةِ الدَّنَسِ ، إِنَّهُ فَرَّ مِنْ سِجْنِ الْخَطِيئَةِ إِلَى رَحَابَةِ النَّفْسِ الْمُطْمَئِنَّةِ ، خَرَجَ مِنْ ظُلُمَاتِ أَحَاسِيسِهِ الْهَابِطَةِ إِلَى فَيْضِ النُّورِ الْإِلَهِيِّ .
Ia merasa bahagia meskipun hidup di antara empat dinding penjara, karena jiwanya merdeka dan tidak terpuruk di bawah beban noda kenistaan. Sesungguhnya ia telah lari dari penjara dosa menuju kelapangan jiwa yang tenang (muthmainnah), serta keluar dari kegelapan perasaan-perasaannya yang rendah menuju limpahan cahaya ketuhanan.
وَرَاحَتْ زَهْرَةُ نَفْسِهِ تَتَفَتَّحُ فَإِذَا بِرُوحِهِ قَدْ شَفَتْ لِتَتَلَقَّى الْحِكْمَةَ الَّتِي تُسْكَبُ فِي ضَمِيرِهِ ، وَإِذَا بِنُورِ رَبِّهِ يَشِيعُ فِي جَنَبَاتِهِ فَيَمْلَؤُهُ طُمَأْنِينَةً وَرِضًا ، وَإِذَا بِالْفَتَى الْيَافِعِ الْجَمِيلِ صَاحِبِ إِرَادَةٍ وَنِيَّةٍ وَعَزْمٍ وَقَصْدٍ .
Bunga jiwanya pun mulai mekar, dan seketika ruhnya menjadi jernih untuk menerima hikmah yang dituangkan ke dalam lubuk hatinya. Cahaya Tuhannya memancar di setiap sudut dirinya, memenuhinya dengan ketenteraman dan keridaan, dan menjadilah pemuda yang tumbuh matang lagi tampan itu sebagai pribadi yang memiliki keteguhan kehendak, kelurusan niat, kemauan hati, dan tujuan yang jelas.
كَانَتْ إِرَادَتُهُ أَنْ يَتَّقِيَ اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ، وَنِيَّتُهُ أَنْ يُخْلِصَ للهِ ، وَعَزْمُهُ عَلَى أَنْ يَظَلَّ مُعْتَصِمًا بِحَبْلِ اللهِ ، وَقَصْدُهُ أَنْ يَهَبَ نَفْسَهُ لِعِبَادَتِهِ وَيَسِيرَ فِي سَبِيلِهِ ، فَجَزَاهُ الْجَزَاءَ الْأَوْفَى وَآتَاهُ مِنْ عِلْمِهِ ، وَاللهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ .
Kehendaknya adalah bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, niatnya adalah ikhlas karena Allah, tekadnya adalah senantiasa berpegang teguh pada tali agama Allah, dan tujuannya adalah membaktikan dirinya untuk beribadah kepada-Nya serta meniti jalan-Nya. Maka Allah memberinya balasan yang paling sempurna dan menganugerahkan sebagian ilmu-Nya kepadanya, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
كَانَ يَتَعَبَّدُ للهِ وَيَدْعُو مَنْ فِي السِّجْنِ إِلَى عِبَادَتِهِ وَحْدَهُ ، وَلَمْ تَكُنْ كُلُّ سَاعَاتِ لَيْلِهِ وَنَهَارِهِ عِبَادَةً وَتَسْبِيحًا وَاسْتِغْفَارًا بَلْ كَانَ يُفَكِّرُ فِي الْفَيُّومِ وَفِي مَفَايِضِ الْمَاءِ تَنْتَشِرُ فِي أَرْضِهَا وَفِي طَرِيقَةِ تَجْفِيفِ تِلْكَ الْمَفَايِضِ وَتَنْظِيمِ رِيِّهَا ، فَلَوْ نَجَحَ لَأَسْدَى إِلَى مِصْرَ خِدْمَةً جَلِيلَةً ، فَسَيُضِيفُ إِلَى أَرْضِهَا الْخِصْبَةِ مِسَاحَاتٍ وَاسِعَةً تَزِيدُ فِي رَخَائِهَا وَتَسْعَدُ أَهْلَهَا .
Ia beribadah kepada Allah dan mengajak orang-orang yang ada di dalam penjara untuk menyembah-Nya semata. Tidak seluruh waktu siang dan malamnya habis hanya untuk ritual ibadah, tasbih, dan istighfar saja, melainkan ia juga memikirkan wilayah Faiyum dan daerah luapan air (rawa/aliran sungai) yang tersebar di negerinya, serta memikirkan cara mengeringkan luapan air tersebut beserta penataan sistem irigasinya. Sebab andai usaha ini berhasil, ia akan mempersembahkan jasa yang sangat agung bagi Mesir, yaitu menambah area tanah subur dengan hamparan luas yang akan meningkatkan kemakmuran dan membahagiakan penduduknya.
وَأُدْخِلَ مَعَهُ الرَّيَّانُ مَلِكُ الْهَكْسُوسِ صَاحِبَ طَعَامِهِ وَصَاحِبَ شَرَابِهِ بَعْدَ أَنِ اتَّهَمَهُمَا بِأَنَّهُمَا تَآمَرَا عَلَيْهِ وَدَسَّا لَهُ السَّمَّ فِي الطَّعَامِ ، فَرَاحَ يَدْعُوهُمَا إِلَى اللهِ وَيُذْهِبُ عَنْهُمَا حُزْنَهُمَا وَيَبْذُلُ لَهُمَا مَا وَسِعَهُ الْبَذْلُ لِتَطْمَئِنَّ نُفُوسُهُمَا ، كَانَ كَالنِّبْرَاسِ فِي اللَّيْلَةِ الظَّلْمَاءِ .
Dan Al-Rayan, raja dinasti Hyksos, menjebloskan kepala bagian makanan dan kepala bagian minuman ke dalam penjara bersamanya, setelah sang raja menuduh bahwa keduanya telah bersekongkol melawannya dan membubuhkan racun ke dalam makanannya. Maka Yusuf pun mulai menyeru keduanya kepada Allah, menghilangkan kesedihan mereka, dan mencurahkan segala kemampuan yang dimilikinya agar jiwa mereka menjadi tenang. Ia bagaikan pelita di tengah malam yang gelap gulita.
وَجَاءَ صَاحِبُ شَرَابِ الْمَلِكِ فِي الصَّبَاحِ وَقَالَ لَهُ :
Dan kepala bagian minuman raja datang di pagi hari lalu berkata kepadanya:
— إِنِّي أَرَانِي أَعْصِرُ خَمْرًا .
— Sesungguhnya aku melihat diriku memeras anggur (menjadi khamar).
وَقَالَ الْآخَرُ :
Dan yang satunya lagi (kepala bagian makanan) berkata:
— إِنِّي أَرَانِي أَحْمِلُ فَوْقَ رَأْسِي خُبْزًا تَأْكُلُ الطَّيْرُ مِنْهُ ، نَبِّئْنَا بِتَأْوِيلِهِ إِنَّا نَرَاكَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ .
— Sesungguhnya aku melihat diriku membawa roti di atas kepalaku, lalu sebagian darinya dimakan oleh burung. Berikanlah kepada kami takwilnya, sesungguhnya kami melihatmu termasuk orang-orang yang berbuat baik.
قَالَ :
Yusuf berkata:
— لَا يَأْتِيكُمَا طَعَامٌ تُرْزَقَانِهِ إِلَّا نَبَّأْتُكُمَا بِتَأْوِيلِهِ قَبْلَ أَنْ يَأْتِيَكُمَا ذَلِكُمَا مِمَّا عَلَّمَنِي رَبِّي إِنِّي تَرَكْتُ مِلَّةَ قَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَ . وَاتَّبَعْتُ مِلَّةَ آبَائِي إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ مَا كَانَ لَنَا أَنْ نُشْرِكَ بِاللهِ مِنْ شَيْءٍ ذَلِكَ مِنْ فَضْلِ اللهِ عَلَيْنَا وَعَلَى النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ .
— Tidaklah datang kepadamu suatu makanan yang diberikan sebagai rezeki, melainkan aku telah mengabarkan kepadamu takwilnya sebelum makanan itu sampai kepadamu. Hal itu termasuk apa yang diajarkan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama kaum yang tidak beriman kepada Allah, sedangkan mereka kafir terhadap kehidupan akhirat. Dan aku mengikuti agama nenek moyangku: Ibrahim, Ishaq, dan Ya'qub. Tidak patut bagi kami mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun. Yang demikian itu adalah bagian dari karunia Allah atas kami dan atas manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
كَرِهَ يُوسُفُ أَنْ يَعْبُرَ لَهُمَا عَمَّا سَأَلَاهُ فَقَدْ فَطِنَ إِلَى أَنَّ مَكْرُوهًا يُصِيبُ أَحَدَهُمَا ، فَعَدَلَ عَنِ التَّأْوِيلِ وَقَالَ :
Yusuf enggan menakwilkan apa yang mereka tanyakan, karena ia menyadari bahwa kemalangan akan menimpa salah satu dari keduanya. Maka ia mengalihkan pembicaraan dari takwil tersebut lalu berkata:
— يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أَأَرْبَابٌ مُتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ ؟ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِهِ إِلَّا أَسْمَاءً سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ ، إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا للهِ أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ ، ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ .
— Wahai kedua penghuni penjara, manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Apa yang kamu sembah selain Dia hanyalah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu buat-buat, Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang hal itu. Keputusan itu hanyalah milik Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
فَقَالَ صَاحِبُ شَرَابِ الْمَلِكِ :
Maka kepala bagian minuman raja berkata:
— نَبِّئْنَا بِتَأْوِيلِ مَا رَأَيْنَا .
— Beritahukanlah kepada kami takwil dari apa yang telah kami lihat.
— يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أَمَّا أَحَدُكُمَا فَيَسْقِي رَبَّهُ خَمْرًا ، وَأَمَّا الْآخَرُ فَيُصْلَبُ فَتَأْكُلُ الطَّيْرُ مِنْ رَأْسِهِ ، قُضِيَ الْأَمْرُ الَّذِي فِيهِ تَسْتَفْتِيَانِ .
— Wahai kedua penghuni penjara, adapun salah seorang di antara kamu akan menuangkan khamar bagi tuannya, sedangkan yang satunya lagi akan disalib lalu burung akan memakan sebagian dari kepalanya. Telah ditetapkan perkara yang kamu tanyakan itu.
وَقَالَ لِلَّذِي ظَنَّ أَنَّهُ نَاجٍ مِنْهُمَا :
Dan Yusuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara keduanya:
— اذْكُرْنِي عِنْدَ رَبِّكَ .
— Sebutlah namaku di hadapan tuanmu.
إِنَّهُ فِي لَحْظَةٍ مِنْ لَحْظَاتِ ضَعْفِهِ ابْتَغَى الْفَرَجَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللهِ ، أَرَادَ أَنْ يَذْكُرَهُ صَاحِبُ شَرَابِ الْمَلِكِ لِمَوْلَاهُ إِذَا مَا كُتِبَتْ لَهُ النَّجَاةُ . وَمَرَّتْ أَيَّامٌ وَأُفْرِجَ الرَّيَّانُ عَنْ صَاحِبِ شَرَابِهِ ، وَصُلِبَ صَاحِبُ طَعَامِهِ فَقَدْ ثَبَتَ أَنَّهُ هُوَ الَّذِي دَسَّ لَهُ السَّمَّ فِي الطَّعَامِ .
Sesungguhnya pada satu momen dari saat-saat kelemahannya, ia mengharapkan jalan keluar dari selain Allah; ia ingin agar kepala bagian minuman raja menyebutkan perihal dirinya kepada tuannya jika orang itu telah selamat. Hari-hari pun berlalu, Al-Rayan membebaskan kepala bagian minumannya dan menyalib kepala bagian makanannya, karena telah terbukti bahwa dialah yang membubuhkan racun ke dalam makanan raja.
وَرَاحَ صَاحِبُ شَرَابِ الْمَلِكِ يَسْقِي الْمَلِكَ خَمْرًا وَنَسِيَ أَنْ يَذْكُرَ لَهُ أَنَّ فِي السِّجْنِ مَظْلُومًا حُبِسَ ظُلْمًا ، فَلَبِثَ يُوسُفُ فِي السِّجْنِ بِضْعَ سِنِينَ ، لِأَنَّ الشَّيْطَانَ أَنْسَاهُ ذِكْرَ رَبِّهِ لِمَا سَأَلَ صَاحِبَ شَرَابِ الْمَلِكِ أَنْ يَذْكُرَهُ عِنْدَ الْمَلِكِ .
Dan kepala bagian minuman raja kembali menuangkan khamar untuk raja dan lupa menyebutkan kepadanya bahwa di dalam penjara ada orang tertindas yang ditahan secara zalim. Maka Yusuf pun tinggal di dalam penjara beberapa tahun lamanya, karena setan telah menjadikannya lupa mengingat Tuhannya ketika ia meminta kepala bagian minuman raja untuk menyebutkan perihal dirinya di hadapan raja.
وَقَامَ الْمَلِكُ مِنْ نَوْمِهِ مَفْزُوعًا وَقَالَ :
Dan raja terbangun dari tidurnya dalam keadaan terkejut seraya berkata:
— إِنِّي أَرَى سَبْعَ بَقَرَاتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعَ سُنْبُلَاتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَاتٍ ، يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ أَفْتُونِي فِي رُؤْيَايَ إِنْ كُنْتُمْ لِلرُّؤْيَا تَعْبُرُونَ .
— Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus, dan tujuh bulir gandum yang hijau serta tujuh bulir lainnya yang kering. Wahai orang-orang terkemuka, terangkanlah kepadaku tentang takwil mimpiku jika kamu benar-benar dapat menakwilkan mimpi.
قَالَ الْكَهَنَةُ وَالْعَرَّافُونَ وَالْمُنَجِّمُونَ :
Para pendeta, peramal, dan ahli nujum berkata:
— أَضْغَاثُ أَحْلَامٍ وَمَا نَحْنُ بِتَأْوِيلِ الْأَحْلَامِ بِعَالِمِينَ .
— Itu adalah mimpi-mimpi kosong, dan kami tidak memiliki pengetahuan untuk menakwilkan mimpi-mimpi seperti itu.
وَقَالَ صَاحِبُ شَرَابِ الْمَلِكِ الَّذِي نَجَا مِنْهُمَا وَادَّكَرَ بَعْدَ أُمَّةٍ :
Dan berkatalah kepala bagian minuman raja yang selamat di antara keduanya dan baru teringat setelah beberapa waktu lamanya:
— أَنَا أُنَبِّئُكُمْ بِتَأْوِيلِهِ فَأَرْسِلُونِ .
— Aku akan memberitahukan kepadamu takwil mimpi itu, maka utuslah aku.
وَانْطَلَقَ إِلَى السِّجْنِ حَتَّى إِذَا الْتَقَى بِيُوسُفَ قَالَ :
Maka ia pun berangkat menuju penjara, hingga ketika bertemu Yusuf ia berkata:
— يُوسُفُ أَيُّهَا الصِّدِّيقُ ! أَفْتِنَا فِي سَبْعِ بَقَرَاتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ ، وَسَبْعِ سُنْبُلَاتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَاتٍ ، لَعَلِّي أَرْجِعُ إِلَى النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ .
— Yusuf, wahai orang yang sangat dipercaya! Terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus, dan tujuh bulir gandum yang hijau serta tujuh bulir lainnya yang kering, agar aku dapat kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya.
قَالَ :
Yusuf berkata:
— تَزْرَعُونَ سَبْعَ سِنِينَ دَأَبًا فَمَا حَصَدْتُمْ فَذَرُوهُ فِي سُنْبُلِهِ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّا تَأْكُلُونَ . ثُمَّ يَأْتِي مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّا تُحْصِنُونَ . ثُمَّ يَأْتِي مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ عَامٌ فِيهِ يُغَاثُ النَّاسُ وَفِيهِ يَعْصِرُونَ .
— Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun berturut-turut sebagaimana biasa; kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di bulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian setelah itu akan datang tujuh tahun yang sangat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya, kecuali sedikit dari apa yang kamu simpan. Setelah itu akan datang tahun di mana manusia diberi hujan (dengan cukup) dan pada masa itu mereka memeras anggur.
وَعَادَ صَاحِبُ شَرَابِ الْمَلِكِ بِتَأْوِيلِ الرُّؤْيَا ، فَلَمَّا قَصَّهَا عَلَى الْمَلَإِ مِنَ الْكَهَنَةِ وَالْعَرَّافِينَ وَالْمُنَجِّمِينَ لَزِمُوا الصَّمْتَ الْمُبِينَ ، وَقَالَ الْمَلِكُ فِي إِعْجَابٍ :
Dan kepala bagian minuman raja kembali membawa takwil mimpi tersebut. Ketika menceritakannya kepada para pemuka dari kalangan pendeta, peramal, dan ahli nujum, mereka terdiam seribu bahasa. Dan raja berkata dengan penuh kekaguman:
— ائْتُونِي بِهِ .
— Bawalah dia kepadaku.
وَعَادَ صَاحِبُ شَرَابِ الْمَلِكِ إِلَى السِّجْنِ وَهُوَ يَتَهَلَّلُ بِالْفَرَحِ ، فَرُبَّمَا قَدْ أُمِرَ بِإِطْلَاقِ يُوسُفَ مِنْ سِجْنِهِ ، وَمَا إِنْ رَأَى يُوسُفَ حَتَّى قَالَ وَالْبِشْرُ يَتَرَقْرَقُ فِي وَجْهِهِ :
Maka kepala bagian minuman raja kembali ke penjara dengan wajah berseri-seri penuh kegembiraan, sebab ia telah diperintahkan untuk membebaskan Yusuf dari penjaranya. Begitu melihat Yusuf, ia langsung berkata dengan kegembiraan yang terpancar di wajahnya:
— أَمَرَ رَبِّي بِإِطْلَاقِ سَرَاحِكَ ، إِنَّهُ يُرِيدُكَ .
— Tuanku (raja) telah memerintahkan untuk membebaskanmu, sesungguhnya ia menginginkan kehadiranmu.
وَأَبَى يُوسُفُ أَنْ يُغَادِرَ السِّجْنِ ، لَقَدْ سُجِنَ بُهْتَانًا وَزُورًا وَلَنْ يُغَادِرَ سِجْنَهُ قَبْلَ أَنْ تُعْلِنَ عَلَى الْمَلَأِ بَرَاءَتُهُ فَقَالَ لِصَاحِبِهِ :
Namun Yusuf menolak untuk meninggalkan penjara. Ia telah dipenjarakan atas dasar fitnah dan tuduhan palsu, dan ia tidak akan keluar dari penjaranya sebelum kedoknya dibongkar serta keluguannya diumumkan di hadapan khalayak ramai. Maka ia berkata kepada temannya:
— ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ مَا بَالُ النِّسْوَةِ اللَّاتِي قَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ ، إِنَّ رَبِّي بِكَيْدِهِنَّ عَلِيمٌ .
— Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakan kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangan mereka. Sesungguhnya Tuhanku Maha Mengetahui tipu daya mereka.
وَبَعَثَ الْمَلِكُ إِلَى امْرَأَةِ الْعَزِيزِ وَإِلَى النِّسْوَةِ اللَّاتِي أَعْتَدَتْ لَهُنَّ مُتَّكَأً وَآتَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ سِكِّينًا ، وَقَالَ :
Maka raja mengirim utusan kepada istri Al-Aziz dan wanita-wanita yang dahulu telah disediakan tempat duduk serta diberikan sebilah pisau kepada masing-masing dari mereka, lalu raja bertanya:
— مَا خَطْبُكُنَّ إِذْ رَاوَدْتُنَّ يُوسُفَ عَنْ نَفْسِهِ ؟
— Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya?
كَانَ ضَمِيرُ زُلَيْخَا وَضَمَائِرُ النِّسْوَةِ قَدْ عَذَّبَتْهُنَّ طَوَالَ السِّنِينَ الَّتِي قَضَاهَا يُوسُفُ فِي سِجْنِهِ ظُلْمًا فَقُلْنَ :
Hati nurani Zulaikha dan hati nurani wanita-wanita tersebut telah menyiksa mereka sepanjang tahun-tahun yang dilewati Yusuf di dalam penjara secara zalim, maka mereka pun berkata:
— حَاشَ للهِ مَا عَلِمْنَا عَلَيْهِ مِنْ سُوءٍ .
— Maha Sempurna Allah, kami tidak mengetahui sesuatu keburukan pun darinya.
قَالَتِ امْرَأَةُ الْعَزِيزِ :
Istri Al-Aziz berkata:
— الْآنَ حَصْحَصَ الْحَقُّ ، أَنَا رَاوَدْتُهُ عَنْ نَفْسِهِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الصَّادِقِينَ . ذَلِكَ لِيَعْلَمَ أَنِّي لَمْ أَخُنْهُ بِالْغَيْبِ وَأَنَّ اللهَ لَا يَهْدِي كَيْدَ الْخَائِنِينَ . وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ، إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ .
— Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya, dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar. (Yusuf berkata): "Yang demikian itu agar dia (Al-Aziz) mengetahui bahwa aku benar-benar tidak mengkhianatinya di belakangnya, dan bahwasanya Allah tidak merestui tipu daya orang-orang yang berkhianat. Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
وَقَالَ الْمَلِكُ :
Dan Raja berkata:
— ائْتُونِي بِهِ أَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِي .
— "Bawalah dia kepadaku agar aku memilihnya sebagai orang yang dekat kepadaku."
وَجَاءَ يُوسُفُ وَلَمْ يَنْسَ مَا شُغِلَ بِهِ سَبْعَ سِنِينَ ، إِنَّهُ فَكَّرَ فِي الْفَيُّومِ وَدَبَّرَ وَأَمْكَنَهُ بِالْوَحْيِ وَالْحِكْمَةِ وَالْهَنْدَسَةِ أَنْ يَصِلَ إِلَى خَيْرِ السُّبُلِ لِتَنْظِيمِ رِيِّهَا . وَعَمِلَ وَدَبَّرَ وَإِذَا بِالْمَفَايِضِ تُخْرِجُ ثَمَرَاتٍ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهَا تَسُرُّ النَّاظِرِينَ . وَكَلَّمَهُ الْمَلِكُ وَقَالَ لَهُ :
Maka Yusuf pun datang dengan tidak melupakan apa yang telah menyibukkannya selama tujuh tahun. Dia telah memikirkan dan merencanakan wilayah Al-Fayyum, dan dengan wahyu, hikmah, serta ilmu teknik, dia berhasil menemukan cara terbaik untuk mengatur irigasinya. Dia bekerja dan mengatur, hingga tiba-tiba saluran-saluran air menghasilkan buah-buahan yang bermacam-macam warnanya yang memanjakan mata yang memandang. Dan Raja berbicara kepadanya serta berkata kepadanya:
— إِنَّكَ الْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِينٌ أَمِينٌ .
— "Sesungguhnya kamu mulai hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercayai di sisi kami."
قَالَ :
Dia (Yusuf) berkata:
— اجْعَلْنِي عَلَى خَزَائِنِ الْأَرْضِ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ .
— "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan."
وَأَصْبَحَ يُوسُفُ عَلَى خَزَائِنِ الرَّيَّانِ بْنِ الْوَلِيدِ وَصَارَ الْقَاضِيَ الَّذِي يَحْكُمُ بَيْنَ النَّاسِ بِالْعَدْلِ . وَمَاتَ الْعَزِيزُ فَوَرِثَ يُوسُفُ مَنْصِبَهُ وَقَصْرَهُ وَتَزَوَّجَ امْرَأَتَهُ . « وَكَذَلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِي الْأَرْضِ يَتَبَوَّأُ مِنْهَا حَيْثُ يَشَاءُ نُصِيبُ بِرَحْمَتِنَا مَنْ نَشَاءُ وَلَا نُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ ، وَلَأَجْرُ الْآخِرَةِ خَيْرٌ لِلَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ » .
Maka Yusuf menguasai perbendaharaan Ar-Rayyan bin Al-Walid, dan menjadi hakim yang memutuskan perkara di antara manusia dengan adil. Al-Aziz pun wafat, lalu Yusuf mewarisi jabatan serta istananya, dan menikahi istrinya. "Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (untuk tinggal) di mana saja yang dia kehendaki. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. Dan sungguh, pahala akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa."
وَلَمْ تُؤَثِّرْ نُعُومَةُ الْحَيَاةِ وَلَا إِقْبَالُ الدُّنْيَا فِي خُلُقِ يُوسُفَ فَقَدْ زَادَ تَوَاضُعًا لِلَّهِ وَرَاحَ يَدْعُو إِلَى سَبِيلِ رَبِّهِ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ، فَآمَنَ بِاللَّهِ قَوْمٌ كَثِيرٌ ، فَقَدْ كَانَ يُوسُفُ أُسْوَةً حَسَنَةً لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ .
Kemewahan hidup dan kesenangan dunia sama sekali tidak memengaruhi akhlak Yusuf, bahkan dia semakin bertambah tawaduk kepada Allah. Dia mulai menyeru manusia ke jalan Tuhannya dengan hikmah dan pelajaran yang baik, sehingga banyak kaum yang beriman kepada Allah. Sungguh, Yusuf telah menjadi teladan yang baik bagi orang yang mengharap rida Allah dan hari akhir.
وَكَانَ كُلَّمَا كَلَّمَ الرَّيَّانَ بْنَ الْوَلِيدِ يَزِينُ لَهُ الْإِسْلَامَ وَيَدْعُوهُ إِلَيْهِ وَيُحَبِّبُهُ فِيهِ ، فَكَانَ الرَّيَّانُ يُلْقِي إِلَيْهِ سَمْعَهُ وَيَنْشَرِحُ صَدْرُهُ لِحَدِيثِهِ : وَاسْتَمَرَّ الْحِوَارُ بَيْنَهُمَا مَوْصُولًا حَتَّى أَسْلَمَ الرَّيَّانُ وَجَّهَهُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .
Setiap kali berbicara dengan Ar-Rayyan bin Al-Walid, Yusuf selalu memperindah Islam di matanya, mengajaknya, dan membuatnya mencintai agama tersebut. Ar-Rayyan pun mendengarkannya dengan saksama dan dadanya merasa lapang dengan perkataannya. Dialog di antara keduanya terus berlanjut hingga akhirnya Ar-Rayyan menyerahkan dirinya (masuk Islam) kepada Allah, Tuhan semesta alam.
عَرَفَتْ مِصْرُ التَّوْحِيدَ أَيَّامَ إِدْرِيسَ قَبْلَ أَنْ يُوَحَّدَ مِينَا الْوَجْهَيْنِ الْبَحْرِيَّ وَالْقِبْلِيَّ فِي أُمَّةٍ وَاحِدَةٍ ، وَقَبْلَ أَنْ يَكُونَ رَعْ مَلِكًا عَلَى الْأَرْضِ قَبْلَ أَنْ تَرْفَعَهُ الْأَسَاطِيرُ إِلَى السَّمَاءِ لِيَكُونَ إِلَهَ الشَّمْسِ يَعْبُرُ السَّمَوَاتِ فِي مَرْكَبَتِهِ الْإِلَهِيَّةِ مِنَ الشَّرْقِ إِلَى الْغَرْبِ .
Mesir telah mengenal tauhid pada zaman Idris, sebelum Raja Mina menyatukan wilayah Hilir (Utara) dan Hulu (Selatan) dalam satu bangsa yang satu, dan sebelum Ra menjadi raja di bumi, sebelum mitologi mengangkatnya ke langit untuk menjadi dewa matahari yang menyeberangi langit dengan kereta dewatanya dari timur ke barat.
وَعَرَفَتْ مِصْرُ التَّوْحِيدَ أَيَّامَ أَنْ جَاءَ إِلَيْهَا إِبْرَاهِيمُ الْخَلِيلُ يَنْقِذُ سَارَةَ مِنَ الْأَسْرِ ، فَقَدْ نَاقَشَ مُسْتَشَارِي أَسْرَارِ السَّمَاءِ وَكَهَنَةَ أَوَارِيسَ وَمَنْفَ فِي أَمْرِ الدِّينِ وَدَعَاهُمْ إِلَى عِبَادَةِ اللَّهِ وَحْدَهُ ، رَبِّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيزِ الْغَفَّارِ .
Dan Mesir telah mengenal tauhid pada hari-hari ketika Ibrahim Al-Khalil datang kepadanya untuk menyelamatkan Sarah dari tawanan. Beliau mendiskusikan urusan agama dengan para penasihat rahasia langit serta para pendeta Avaris dan Memphis, dan menyeru mereka untuk menyembah Allah semata, Tuhan penguasa langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.
وَهَا هُوَ ذَا يُوسُفُ يَنْشُرُ بَيْنَ النَّاسِ فِي الدِّلْتَا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ، وَأَنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ ، وَأَنَّ مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ .
Dan kini, Yusuf menyebarkan di antara manusia di Delta bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus; dan barang siapa yang mengerjakan amal saleh maka itu untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang berbuat jahat maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan.
وَاقْتَحَمَتْ دَعْوَتُهُ دُورَ الْكَهَنَةِ فِي طِيبَةَ وَمَنْزِلَ وَحَيِّ الْإِلَهِ آمُونَ فِي سِيوَةَ فَفَتَحَتْ أَمَامَهُمْ آفَاقًا جَدِيدَةً ، جَعَلَتْهُمْ يُعِيدُونَ النَّظَرَ فِي أُمُورِ دِينِهِمْ وَتَعَدُّدِ آلِهَتِهِمْ ، وَرَاحَ قَوْلُ يُوسُفَ : « يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أأَرْبَابٌ مُتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ . مَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِهِ إِلَّا أَسْمَاءً سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ . إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ ، ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ » يَقْرَعُ أَذْهَانَ الْكَهَنَةِ الصَّادِقِينَ الَّذِينَ يَبْغُونَ وَجْهَ الْحَقِيقَةِ ، وَيُزَعْزِعُ إِيمَانَهُمْ فِي رَعْ وَبْتَاحَ وَأُوزِيرِيسَ وَإِيزِيسَ ، بَلْ وَفِي آمُونَ حَامِي حِمَى طِيبَةَ وَالْمُحَافِظِ عَلَى اسْتِقْلَالِ الْجَنُوبِ مِنْ غَارَاتِ الْهِكْسُوسِ !
Dakwahnya pun menembus rumah-rumah para pendeta di Thebes (Thiba) serta tempat tinggal dan lingkungan dewa Amun di Siwa, sehingga membuka cakrawala baru bagi mereka, membuat mereka meninjau kembali urusan agama mereka dan konsep politeisme mereka. Perkataan Yusuf: "Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui," kini mengetuk benak para pendeta yang jujur yang mencari kebenaran, serta mengguncang keyakinan mereka terhadap Ra, Ptah, Osiris, dan Isis, bahkan terhadap Amun sang pelindung Thebes dan penjaga kemerdekaan wilayah Selatan dari serangan bangsa Hyksos!
وَوَلَدَتْ زَلِيخَا لَهُ أَفْرَايِمَ وَمِيشَا ، وَمَضَتِ السُّنُونُ السَّبْعُ الْمُخْصِبَةُ وَالْمِصْرِيُّونَ يَزْرَعُونَ دَأَبًا ، فَمَا حَصَدُوا ذَرُوهُ فِي سُنْبُلِهِ ، وَدَخَلَتِ السُّنُونُ الْمُجْدِبَةُ وَقَحِطَ النَّاسُ ، وَأَصَابَ آلَ يَعْقُوبَ فِي حَبْرُونَ الْمَجَاعَةُ فَبَعَثَ يَعْقُوبُ بَنِيهِ إِلَى مِصْرَ وَأَمْسَكَ أَخَا يُوسُفَ بِنْيَامِينَ لِيَكُونَ بِقُرْبِهِ ، فَمَا كَانَ يُطِيقُ فِرَاقَهُ بَعْدَ أَنْ فَقَدَ يُوسُفَ الْحَبِيبَ .
Dan Zulaikha melahirkan baginya Efraim dan Misya (Manasye). Tujuh tahun masa subur pun berlalu sementara orang-orang Mesir bercocok tanam sebagaimana biasanya, lalu apa yang mereka tuai, mereka biarkan pada tangkainya. Kemudian masuklah tahun-tahun paceklik dan manusia mengalami kelaparan. Kelaparan itu pun menimpa keluarga Yakub di Hebron (Habrun), maka Yakub mengutus putra-putranya ke Mesir dan menahan saudara kandung Yusuf, Bunyamin, agar tetap berada di dekatnya, karena beliau tidak sanggup menahan perpisahan dengannya setelah kehilangan Yusuf yang tercinta.
وَانْطَلَقُوا إِلَى مِصْرَ مَعَ الْمُنْطَلِقِينَ ، فَلَمَّا دَخَلُوا عَلَى يُوسُفَ عَرَفَهُمْ وَهُمْ لَهُ مُنْكِرُونَ ، فَالْتَفَتَ إِلَى رِجَالِهِ وَأَمَرَ بِأَنْ يُوَقَّرَ لِكُلِّ رَجُلٍ مِنْ إِخْوَتِهِ بَعِيرُهُ ، فَقَالَ لَهُ إِخْوَتُهُ :
Maka mereka berangkat ke Mesir bersama orang-orang yang pergi. Dan ketika mereka masuk ke tempat Yusuf, Yusuf mengenal mereka, sedang mereka tidak mengenalinya lagi. Yusuf menoleh kepada anak buahnya dan memerintahkan agar unta setiap orang dari saudara-saudaranya dipenuhi dengan muatan, lalu saudara-saudaranya berkata kepadanya:
— لَنَا أَخٌ بَقِيَ إِلَى جِوَارِ أَبِينَا وَهُوَ شَيْخٌ كَبِيرٌ .
— "Kami mempunyai seorang saudara laki-laki yang tinggal bersama ayah kami, dan beliau adalah seorang syekh yang sudah sangat tua."
كَانُوا يَطْمَعُونَ فِي حِمْلِ بَعِيرٍ لِبِنْيَامِينَ ، فَقَالَ لَهُمْ يُوسُفُ لَمَّا جَهَّزَهُمْ بِجَهَازِهِمْ :
Mereka mengharapkan tambahan muatan seonggok unta untuk Bunyamin, maka Yusuf berkata kepada mereka tatkala dia menyiapkan bahan makanan mereka:
— ائْتُونِي بِأَخٍ لَكُمْ مِنْ أَبِيكُمْ أَلَا تَرَوْنَ أَنِّي أُوفِي الْكَيْلَ وَأَنَا خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ ؟ فَإِنْ لَمْ تَأْتُونِي بِهِ فَلَا كَيْلَ لَكُمْ عِنْدِي وَلَا تَقْرَبُونِ .
— "Bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu, tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan takaran dan aku adalah penerima tamu yang terbaik? Jika kamu tidak membawanya kepadaku, maka kamu tidak akan mendapat takaran lagi dariku dan jangan kamu mendekatiku."
قَالُوا :
Mereka berkata:
— سَنُرَاوِدُ عَنْهُ أَبَاهُ وَإِنَّا لَفَاعِلُونَ .
— "Kami akan membujuk ayahnya untuk membawanya dan sesungguhnya kami benar-benar akan melaksanakannya."
وَقَالَ لِفِتْيَانِهِ :
Dan Yusuf berkata kepada pelayan-pelayannya:
— اجْعَلُوا بِضَاعَتَهُمْ فِي رِحَالِهِمْ لَعَلَّهُمْ يَعْرِفُونَهَا إِذَا انْقَلَبُوا إِلَى أَهْلِهِمْ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ .
— "Masukkanlah barang-barang (penukar) mereka ke dalam karung-karung mereka, supaya mereka mengetahuinya apabila mereka telah kembali kepada keluarganya, mudah-mudahan mereka kembali lagi."
وَذَهَبَ فِتْيَانُ يُوسُفَ إِلَى رِحَالِ إِخْوَتِهِ وَدَسُّوا فِيهَا ثَمَنَ مَا اشْتَرَوْا مِنْ طَعَامٍ . كَانَ يُوسُفُ يَرْجُو أَنْ يَرْجِعُوا إِذَا مَا وَجَدُوا أَنَّهُمْ لَمْ يَدْفَعُوا ثَمَنَ مَا أَخَذُوهُ ، فَقَدْ كَانَ لَا يَزَالُ يَثِقُ فِي ضَمَائِرِهِمْ بَعْدَ مَا فَعَلُوهُ مَعَهُ يَوْمَ أَلْقَوْهُ فِي الْبِئْرِ لِتَلْتَقِطَهُ بَعْضُ السَّيَّارَةِ .
Maka pelayan-pelayan Yusuf pergi ke barang muatan saudara-saudaranya dan menyisipkan di dalamnya harga (uang penukar) dari makanan yang mereka beli. Yusuf berharap mereka akan kembali apabila mereka mendapati bahwa mereka belum membayar harga dari apa yang telah mereka ambil, karena dia masih menaruh harapan pada hati nurani mereka setelah apa yang mereka perbuat kepadanya pada hari ketika mereka melemparkannya ke dalam sumur agar dipungut oleh sebagian musafir.
فَلَمَّا رَجَعُوا إِلَى أَبِيهِمْ شَكَوْا إِلَيْهِ أَنَّهُمْ لَمْ يَحْصُلُوا عَلَى نَصِيبِ بِنْيَامِينَ ، وَقَالُوا :
Maka tatkala mereka telah kembali kepada ayah mereka, mereka mengadu kepadanya bahwa mereka tidak mendapatkan bagian untuk Bunyamin, dan mereka berkata:
— يَا أَبَانَا مُنِعَ مِنَّا الْكَيْلُ فَأَرْسِلْ مَعَنَا أَخَانَا نَكْتَلْ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ .
— "Wahai ayah kami, kami tidak akan mendapat takaran lagi (jika tidak membawa Bunyamin), sebab itu utuslah saudara kami bersama kami supaya kami mendapat takaran, dan sesungguhnya kami benar-benar akan menjaganya."
قَالَ :
Beliau (Yakub) berkata:
— هَلْ آمَنُكُمْ عَلَيْهِ إِلَّا كَمَا أَمِنْتُكُمْ عَلَى أَخِيهِ مِنْ قَبْلُ ، فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ .
— "Hanyakah aku akan mempercayakan dia kepadamu, seperti aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu? Maka Allah adalah penjaga yang terbaik dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang."
وَلَمَّا فَتَحُوا مَتَاعَهُمْ وَجَدُوا بِضَاعَتَهُمْ رُدَّتْ إِلَيْهِمْ ، وَجَدُوا ثَمَنَ مَا أَخَذُوهُ فِي رِحَالِهِمْ ، فَلَمْ يُفَكِّرُوا فِي الْعَوْدَةِ كَمَا كَانَ يَرْجُو يُوسُفُ بَلْ قَالُوا :
Tatkala mereka membuka barang-barangnya, mereka menemukan barang-barang (penukar) mereka dikembalikan kepada mereka. Mereka menemukan harga makanan yang mereka ambil berada di karung-karung mereka, maka mereka tidak lagi berpikir panjang untuk kembali seperti yang diharapkan Yusuf, melainkan mereka langsung berkata:
— يَا أَبَانَا مَا نَبْغِي ، هَذِهِ بِضَاعَتُنَا رُدَّتْ إِلَيْنَا وَنَمِيرُ أَهْلَنَا وَنَحْفَظُ أَخَانَا وَنَزْدَادُ كَيْلَ بَعِيرٍ ، ذَلِكَ كَيْلٌ يَسِيرٌ .
— "Wahai ayah kami, apa lagi yang kita inginkan? Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita, dan kita akan dapat memberi makan keluarga kita, dan kami akan memelihara saudara kami, dan kami akan mendapat tambahan takaran seonggok muatan unta. Itu adalah takaran yang mudah (bagi Raja Mesir)."
رَأَوْا أَنَّ الثَّمَنَ الَّذِي رُدَّ إِلَيْهِمْ يَفُوقُ كَثِيرًا كَيْلَ الْبَعِيرِ ، لَمْ تَعُدِ الْمَسْأَلَةُ مَسْأَلَةَ ضَمِيرٍ وَحُقُوقٍ بَلْ أَصْبَحَتْ مُوَازَنَةً بَيْنِ كَيْلِ الْبَعِيرِ وَقِيمَتِهِ وَبَيْنَ الثَّمَنِ الَّذِي وَجَدُوهُ فِي رِحَالِهِمْ ، وَلَمْ يَقْبَلْ يَعْقُوبُ مَا رَأَوْهُ بَلْ أَمَرَ بِرُجُوعِهِمْ إِلَى مِصْرَ لِيُسَدِّدُوا ثَمَنَ مَا أَخَذُوا ، وَدَارَتِ الْمُشَاوَرَةُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُمْ حَوْلَ بِنْيَامِينَ قَالَ :
Mereka melihat bahwa harga yang dikembalikan kepada mereka jauh melebihi nilai muatan unta itu. Masalahnya tidak lagi menjadi masalah hati nurani dan hak, melainkan menjadi perbandingan antara muatan unta serta nilainya dengan harga yang mereka temukan di dalam karung mereka. Namun Yakub tidak menerima apa yang mereka pandang itu, melainkan beliau memerintahkan mereka kembali ke Mesir untuk melunasi harga dari apa yang telah mereka ambil. Dan terjadilah musyawarah antara beliau dengan mereka mengenai Bunyamin, beliau berkata:
— لَنْ أُرْسِلَهُ مَعَكُمْ حَتَّى تُؤْتُونِ مَوْثِقًا مِنَ اللَّهِ لَتَأْتُنَّنِي بِهِ إِلَّا أَنْ يُحَاطَ بِكُمْ .
— "Aku sekali-kali tidak akan melepaskannya pergi bersama-sama kamu, sebelum kamu memberikan kepadaku janji yang teguh di atas nama Allah, bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kamu dikepung (oleh musuh)."
إِنَّهُ لَمْ يَقْبَلْ مِنْهُمْ عُذْرًا أَنْ يَعُودُوا مِنْ غَيْرِ بِنْيَامِينَ إِلَّا أَنْ يَهْلِكُوا جَمِيعًا ، فَأَقْسَمُوا عَلَى ذَلِكَ ، فَلَمَّا آتَوْهُ مَوْثِقَهُمْ قَالَ :
Sesungguhnya beliau tidak menerima alasan apa pun dari mereka untuk kembali tanpa Bunyamin kecuali jika mereka semua binasa. Maka mereka pun bersumpah atas hal itu, dan tatkala mereka memberikan janji yang teguh kepada beliau, beliau berkata:
— اللَّهُ عَلَى مَا نَقُولُ وَكِيلٌ .
— "Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan."
وَتَحَرَّكَتْ أُبُوَّةُ يَعْقُوبَ فَقَدْ كَانَ يُحِبُّهُمْ مِنْ سُوَيْدَاءِ قَلْبِهِ وَكَانَ يَخْشَى أَنْ يُصِيبَهُمْ مَكْرُوهٌ ، فَقَالَ :
Dan tergeraklah naluri keayahan Yakub, karena sesungguhnya beliau mencintai mereka dari lubuk hatinya yang paling dalam dan beliau khawatir mereka akan ditimpa kemalangan, maka beliau berkata:
— يَا بَنِيَّ لَا تَدْخُلُوا مِنْ بَابٍ وَاحِدٍ وَادْخُلُوا مِنْ أَبْوَابٍ مُتَفَرِّقَةٍ ، وَمَا أُغْنِي عَنْكُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ ، إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ .
— "Wahai anak-anakku, janganlah kamu masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlainan; namun demikian aku tidak dapat memalingkan kamu sedikit pun dari takdir Allah. Keputusan urusan itu tidak lain hanyalah hak Allah; kepada-Nya aku bertawakal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakal berserah diri."
وَلَمَّا دَخَلُوا مِصْرَ مِنْ حَيْثُ أَمَرَهُمْ أَبُوهُمْ مَا كَانَ يُغْنِي عَنْهُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا حَاجَةً فِي نَفْسِ يَعْقُوبَ قَضَاهَا ، وَإِنَّهُ لَذُو عِلْمٍ لِمَا عَلَّمْنَاهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ .
Dan tatkala mereka masuk ke Mesir dari arah yang diperintahkan oleh ayah mereka, hal itu tidak dapat memalingkan mereka sedikit pun dari takdir Allah, melainkan itu hanyalah suatu keinginan pada diri Yakub yang telah ditetapkannya. Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan, karena Kami telah mengajarkan kepadanya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
وَلَمَّا دَخَلُوا عَلَى يُوسُفَ الْتَفَتُوا إِلَى بِنْيَامِينَ وَقَالُوا :
Dan ketika mereka masuk ke tempat Yusuf, mereka menoleh kepada Bunyamin dan berkata:
— هَذَا أَخُونَا الَّذِي أَمَرْتَنَا أَنْ نَأْتِيَكَ بِهِ قَدْ جِئْنَاكَ بِهِ .
— "Ini adalah saudara kami yang engkau perintahkan kepada kami untuk membawanya kepadamu, sungguh kami telah membawanya kepadamu."
— قَدْ أَحْسَنْتُمْ وَأَصَبْتُمْ وَسَتَجِدُونَ جَزَاءَ ذَلِكَ عِنْدِي .
— "Kalian telah berbuat baik dan bertindak benar, dan kalian akan mendapati balasan bagi hal itu di sisiku."
وَنَظَرَ إِلَى إِخْوَتِهِ الْأَحَدَ عَشَرَ وَقَالَ :
Dan dia melihat kepada kesebelas saudaranya lalu berkata:
— إِنِّي أَرَاكُمْ رِجَالًا وَقَدْ أَرَدْتُ أَنْ أُكْرِمَكُمْ .
— "Sesungguhnya aku melihat kalian sebagai orang-orang yang terhormat dan aku ingin memuliakan kalian."
فَدَعَا صَاحِبَ ضِيَافَتِهِ فَقَالَ :
Maka dia memanggil kepala pelayan perjamuannya lalu berkata:
— أَنْزِلْ كُلَّ رَجُلَيْنِ عَلَى حِدَةٍ ، ثُمَّ أَكْرِمْهُمَا وَأَحْسِنْ ضِيَافَتَهُمَا .
— "Tempatkanlah setiap dua orang bersama-sama, kemudian muliakanlah keduanya dan berikanlah jamuan terbaik untuk mereka."
ثُمَّ نَظَرَ إِلَى بِنْيَامِينَ وَقَالَ :
Kemudian dia melihat kepada Bunyamin dan berkata:
— إِنِّي أَرَى هَذَا الرَّجُلَ الَّذِي جِئْتُمْ بِهِ لَيْسَ مَعَهُ ثَانٍ ، فَسَأَضُمُّهُ إِلَيَّ فَيَكُونُ مَنْزِلُهُ مَعِي .
— "Sesungguhnya aku melihat orang yang kalian bawa ini tidak memiliki pasangan kedua, maka aku akan mengajaknya bersamaku sehingga tempat tinggalnya bersamaku."
وَأَنْزَلَ أَخَاهُ مَعَهُ فَآوَاهُ إِلَيْهِ ، فَلَمَّا خَلَا بِهِ قَالَ :
Dan dia menempatkan saudara kandungnya bersamanya lalu melindunginya, maka tatkala dia telah berdua saja dengannya, dia berkata:
— إِنِّي أَنَا أَخُوكَ فَلَا تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ .
— "Sesungguhnya aku ini adalah saudaramu, maka janganlah kamu berduka cita terhadap apa yang telah mereka lakukan."
فَلَمَّا جَهَّزَهُمْ بِجَهَازِهِمْ جَعَلَ الْإِنَاءَ الَّذِي كَانَ يَشْرَبُ فِيهِ الْمَلِكُ فِي رَحْلِ أَخِيهِ ، فَلَمَّا ارْتَحَلُوا أَذَّنَ مُؤَذِّنٌ :
Maka tatkala Yusuf menyiapkan bahan makanan untuk mereka, dia memasukkan piala (tempat minum) yang biasa digunakan Raja untuk minum ke dalam karung saudaranya. Kemudian ketika mereka mulai berangkat, terdengarlah penyeru berteriak:
— أَيَّتُهَا الْعِيرُ إِنَّكُمْ لَسَارِقُونَ .
— "Wahai kafilah, sesungguhnya kamu benar-benar orang-orang yang mencuri."
قَالُوا وَأَقْبَلُوا عَلَيْهِمْ :
Mereka berkata sambil menghadap kepada mereka (para petugas):
— مَاذَا تَفْقِدُونَ ؟
— "Barang apakah yang hilang dari kamu?"
قَالُوا :
Mereka (para petugas) menjawab:
— نَفْقِدُ صُوَاعَ الْمَلِكِ وَلِمَنْ جَاءَ بِهِ حِمْلُ بَعِيرٍ ، وَأَنَا بِهِ زَعِيمٌ .
— "Kami kehilangan piala Raja, dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat) muatan unta, dan aku menjamin terhadapnya."
قَالُوا :
Mereka (saudara-saudara Yusuf) berkata:
— تَاللَّهِ لَقَدْ عَلِمْتُمْ مَا جِئْنَا لِنُفْسِدَ فِي الْأَرْضِ وَمَا كُنَّا سَارِقِينَ ، فَلَوْ كُنَّا سَارِقِينَ مَا رَدَدْنَا ثَمَنَ الطَّعَامِ الَّذِي وَجَدْنَاهُ فِي رِحَالِنَا .
— "Demi Allah, sesungguhnya kamu mengetahui bahwa kami datang bukan untuk membuat kerusakan di negeri (ini) dan kami bukanlah orang-orang pencuri. Kalau sekiranya kami pencuri, tidaklah mungkin kami mengembalikan harga makanan yang kami temukan di dalam karung-karung kami."
قَالُوا :
Mereka (para petugas) berkata:
— فَمَا جَزَاؤُهُ إِنْ كُنْتُمْ كَاذِبِينَ ؟
— "Maka apakah balasannya jika kamu berdusta?"
قَالُوا :
Mereka berkata:
— جَزَاؤُهُ مَنْ وُجِدَ فِي رِحْلِهِ فَهُوَ جَزَاؤُهُ ، كَذَلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ .
— "Balasannya ialah pada siapa yang ditemukan (piala itu) dalam karungnya, maka dia sendirilah balasannya (menjadi tawanan). Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim."
فَبَدَأَ يُوسُفُ بِأَوْعِيَتِهِمْ قَبْلَ وِعَاءِ أَخِيهِ . لَمْ يَكُنْ حُكْمُ الرَّيَّانِ مَلِكِ مِصْرَ وَقَضَاؤُهُ أَنْ يُسْتَرَقَّ السَّارِقُ بِمَا سَرَقَ ، وَمَا كَانَ لِيُوسُفَ أَنْ يَأْخُذَ أَخَاهُ فِي دِينِ الْمَلِكِ إِلَّا بِعِلَّةٍ كَادَهَا اللَّهُ لَهُ فَاعْتَلَّ بِهَا .
Maka Yusuf mulai memeriksa karung-karung mereka sebelum karung saudaranya sendiri. Padahal hukum Ar-Rayyan raja Mesir dan ketetapannya tidaklah menjadikan seorang pencuri sebagai budak karena apa yang dicurinya, dan tidaklah mungkin bagi Yusuf untuk mengambil saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali dengan alasan yang telah direncanakan Allah baginya, lalu dia beralasan dengannya.
قَالُوا :
Mereka berkata:
— إِنْ يَسْرِق| فَقَدْ سَرَقَ أَخٌ لَهُ مِنْ قَبْلُ .
— "Jika ia mencuri, maka sesungguhnya saudara kandungnya pun pernah mencuri sebelumnya."
وَالْتَفَتُوا إِلَى بِنْيَامِينَ وَقَالُوا :
Dan mereka menoleh kepada Bunyamin lalu berkata:
— يَا بَنِي رَاحِيلَ مَا يَزَالُ لَنَا مِنْكُمْ بَلَاءٌ ، مَتَى أَخَذْتَ هَذَا الصُّوَاعَ ؟
— "Wahai anak-anak Rahel, tidak henti-hentinya musibah menimpa kami karena kalian! Kapan kamu mengambil piala ini?"
فَأَسَرَّهَا يُوسُفُ فِي نَفْسِهِ وَلَمْ يُبْدِهَا لَهُمْ . قَالَ دُونَ أَنْ تَتَحَرَّكَ شَفَتَاهُ :
Maka Yusuf menyembunyikan kejengkelan itu dalam hatinya dan tidak menyatakannya kepada mereka. Dia berkata di dalam hati tanpa menggerakkan kedua bibirnya:
أَنْتُمْ شَرٌّ مَكَانًا وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا تَصِفُونَ .
"Kedudukan kalian lebih buruk, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian ceritakan itu."
قَالُوا :
Mereka berkata:
— يَا أَيُّهَا الْعَزِيزُ إِنَّ لَهُ أَبًا شَيْخًا كَبِيرًا فَخُذْ أَحَدَنَا مَكَانَهُ إِنَّا نَرَاكَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ .
— "Wahai Al-Aziz, sesungguhnya ia mempunyai ayah yang sudah sangat tua, maka ambillah salah seorang di antara kami sebagai gantinya, sesungguhnya kami melihatmu termasuk orang-orang yang berbuat baik."
قَالَ :
Yusuf berkata:
— مَعَاذَ اللَّهِ أَنْ نَأْخُذَ إِلَّا مَنْ وَجَدْنَا مَتَاعَنَا عِنْدَهُ ، إِنَّا إِذًا لَظَالِمُونَ .
— "Aku berlindung kepada Allah dari menahan siapapun kecuali orang yang kami temukan harta kami padanya, sesungguhnya kalau kami berbuat demikian, tentulah kami termasuk orang-orang yang zalim."
وَظَلُّوا يَسْأَلُونَهُ أَنْ يُطْلِقَ بِنْيَامِينَ وَيَأْخُذَ بَعْضَهُمْ مَكَانَهُ وَهُوَ يَأْبَى أَنْ يَأْخُذَ بَرِيئًا بِسَقِيمٍ ، فَلَمَّا اسْتَيْأَسُوا مِنْهُ خَلَصُوا نَجِيًّا قَالَ كَبِيرُهُمْ شَمْعُونُ :
Dan mereka terus-menerus memohon kepadanya agar melepaskan Bunyamin dan mengambil salah seorang dari mereka sebagai gantinya, namun dia tetap menolak untuk mengambil orang yang tidak bersalah sebagai ganti orang yang bersalah. Maka tatkala mereka berputus asa darinya, mereka menyendiri sambil berunding. Berkatalah yang tertua di antara mereka, Syam'un:
— أَلَمْ تَعْلَمُوا أَنَّ أَبَاكُمْ قَدْ أَخَذَ عَلَيْكُمْ مَوْثِقًا مِنَ اللَّهِ وَمِنْ قَبْلُ مَا فَرَّطْتُمْ فِي يُوسُفَ ، فَلَنْ أَبْرَحَ الْأَرْضَ حَتَّى يَأْذَنَ لِي أَبِي أَوْ يَحْكُمَ اللَّهُ لِي وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ . ارْجَعُوا إِلَى أَبِيكُمْ فَقُولُوا : يَا أَبَانَا إِنَّ ابْنَكَ سَرَقَ ، وَمَا شَهِدْنَا إِلَّا بِمَا عَلِمْنَا وَمَا كُنَّا لِلْغَيْبِ حَافِظِينَ . وَاسْأَلِ الْقَرْيَةَ الَّتِي كُنَّا فِيهَا وَالْعِيرَ الَّتِي أَقْبَلْنَا فِيهَا وَإِنَّا لَصَادِقُونَ .
— "Tidakkah kalian ketahui bahwa ayah kalian telah mengambil janji teguh dari kalian dengan nama Allah, dan sebelum itu kalian telah menyia-nyiakan Yusuf? Maka aku tidak akan meninggalkan negeri ini sampai ayahku mengizinkanku atau Allah memberi keputusan kepadaku, dan Dia adalah Hakim yang terbaik. Kembalilah kepada ayah kalian lalu katakanlah: Wahai ayah kami, sesungguhnya anakmu telah mencuri, dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui, dan kami tidak dapat menjaga hal-hal yang gaib. Dan tanyalah penduduk negeri tempat kami berada, dan kafilah yang kami datang bersamanya, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar."
وَعَادُوا إِلَى حَبْرُونَ وَقَالُوا لِأَبِيهِمْ مَا قَالَ شَمْعُونُ ، فَقَالَ يَعْقُوبُ :
Maka mereka pun kembali ke Hebron dan menceritakan kepada ayah mereka apa yang dikatakan Syam'un, lalu Yakub berkata:
— بَلْ سَوَّلَت| لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا ، فَصَبْرٌ جَمِيلٌ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَنِي بِهِم| جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ .
— "Sebenarnya diri kalian sendirilah yang memandang baik perbuatan buruk itu, maka kesabaran yang indah itulah yang terbaik. Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku, sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
وَتَوَلَّى عَنْهُمْ وَقَالَ :
Dan dia berpaling dari mereka seraya berkata:
— يَا أَسَفَى عَلَى يُوسُفَ .
— "Aduhai duka citaku terhadap Yusuf."
وَابْيَضَّت| عَيْنَاهُ مِنَ الْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيمٌ .
Dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan, dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya.
قَالُوا :
Mereka berkata:
— تَاللَّهِ تَفْتَأُ تَذْكُرُ يُوسُفَ حَتَّى تَكُونَ حَرَضًا أَوْ تَكُونَ مِنَ الْهَالِكِينَ .
— "Demi Allah, kamu senantiasa mengingat Yusuf, sampai kamu mengidap penyakit yang berat atau termasuk orang-orang yang binasa."
قَالَ :
Yakub berkata:
— إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ . يَا بَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِنْ يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ ، إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ .
— "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kalian ketahui. Wahai anak-anakku, pergilah kalian, maka carilah berita tentang Yusuf and saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir."
... وَذَهَبُوا إِلَى مِصْرَ يَحْمِلُونَ الصَّنَوْبَرَ لِيُقَايِضُوا بِبِضَاعَتِهِمْ مَا عِنْدَ يُوسُفَ مِنَ طَعَامٍ ، فَلَمَّا دَخَلُوا عَلَيْهِ
Dan mereka berangkat ke Mesir membawa buah sanobar untuk menukarkan barang dagangan mereka dengan makanan yang ada pada Yusuf. Maka tatkala mereka masuk ke tempat Yusuf,
قَالُوا :
mereka berkata:
— يَا أَيُّهَا الْعَزِيزُ مَسَّنَا وَأَهْلَنَا الضُّرُّ وَجِئْنَا بِبِضَاعَةٍ مُزْجَاةٍ ، فَأَوْفِ لَنَا الْكَيْلَ وَتَصَدَّقْ عَلَيْنَا إِنَّ اللَّهَ يَجْزِي الْمُتَصَدِّقِينَ .
— "Wahai Al-Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tidak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah."
قَالَ :
Yusuf berkata:
— هَل| عَلِمْتُمْ مَا فَعَلْتُمْ بِيُوسُفَ وَأَخِيهِ إِذ| أَنْتُمْ جَاهِلُونَ ؟
— "Apakah kalian mengetahui apa yang telah kalian lakukan terhadap Yusuf dan saudaranya sewaktu kalian masih bodoh?"
قَالُوا :
Mereka berkata:
— أَإِنَّكَ لَأَنْتَ يُوسُفُ ؟!
— "Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?!"
قَالَ :
Yusuf berkata:
— أَنَا يُوسُفُ وَهَذَا أَخِي قَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا ، إِنَّهُ مَنْ يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ .
— "Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami. Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nYakan pahala orang-orang yang berbuat baik."
قَالُوا :
Mereka berkata:
— تَاللَّهِ لَقَدْ آثَرَكَ اللَّهُ عَلَيْنَا وَإِنْ كُنَّا لَخَاطِئِينَ .
— "Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami, dan sesungguhnya kami benar-benar orang yang bersalah."
قَالَ :
Yusuf berkata:
— لَا تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ ، يَغْفِرُ اللَّهُ لَكُمْ وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ . اِذْهَبُوا
— "Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kalian, mudah-mudahan Allah mengampuni kalian, dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang. Pergilah kalian..."
بِقَمِيصِي هَذَا فَأَلْقُوهُ عَلَى وَجْهِ أَبِي يَأْتِ بَصِيرًا وَأْتُونِي بِأَهْلِكُمْ أَجْمَعِينَ .
"...dengan membawa jubahku ini, lalu usapkanlah ke wajah ayahku, nanti ia akan melihat kembali; dan bawalah seluruh keluarga kalian kepadaku."
قَالَ يَهُوذَا الَّذِي سَيُصْبِحُ الْجَدَّ الْأَعْلَى لِلْيَهُودِ :
Berkatalah Yahuza, yang kelak akan menjadi nenek moyang agung kaum Yahudi:
— أَنَا ذَهَبْتُ بِالْقَمِيصِ مُلَطَّخًا بِالدَّمِ إِلَى يَعْقُوبَ فَأَخْبَرْتُهُ أَنَّ يُوسُفَ أَكَلَهُ الذِّئْبُ ، وَأَنَا أَذْهَبُ الْيَوْمَ بِالْقَمِيصِ فَأُخْبِرُهُ بِأَنَّهُ حَيٌّ فَأُقِرَّ عَيْنَهُ كَمَا أَحْزَنْتُهُ .
— "Dulu akulah yang pergi membawa jubah berlumuran darah itu kepada Yakub lalu mengabarkan kepadanya bahwa Yusuf telah dimakan serigala. Maka hari ini akulah yang akan pergi membawa jubah ini untuk mengabarkan kepadanya bahwa ia masih hidup, agar aku dapat membahagiakan hatinya sebagaimana dulu aku pernah membuatnya berduka."
وَفَصَلَتِ الْعِيرُ وَانْطَلَقَتْ مِنْ أَوَارِيسَ إِلَى حَبْرُونَ ، وَقَبْلَ أَنْ يَصِلَ الْبَشِيرُ إِلَى يَعْقُوبَ قَالَ أَبُوهُمْ :
Dan tatkala kafilah itu keluar dan berangkat dari Avaris menuju Hebron, sebelum pembawa kabar gembira itu sampai kepada Yakub, ayah mereka berkata:
— إِنِّي لَأَجِدُ رِيحَ يُوسُفَ لَوْلَا أَنْ تُفَنِّدُونِ .
— "Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kalian tidak menuduhku lemah akal."
قَالُوا :
Orang-orang di sekitarnya berkata:
— تَاللَّهِ إِنَّكَ لَفِي ضَلَالِكَ الْقَدِيمِ .
— "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih tetap berada dalam kekeliruanmu yang dahulu."
... فَلَمَّا أَنْ جَاءَ الْبَشِيرُ أَلْقَاهُ عَلَى وَجْهِهِ فَارْتَدَّ بَصِيرًا
Maka tatkala telah datang pembawa kabar gembira itu, diusapkannya jubah itu ke wajah Yakub, lalu kembalilah dia dapat melihat.
قَالَ :
Yakub berkata:
— أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ ؟
— "Tidakkah aku katakan kepada kalian, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kalian ketahui?"
قَالُوا :
Mereka berkata:
— يَا أَبَانَا اسْتَغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا إِنَّا كُنَّا خَاطِئِينَ .
— "Wahai ayah kami, mohonkanlah ampunan bagi kami atas dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah."
قَالَ :
Yakub berkata:
— سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّي إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ .
— "Aku akan memohonkan ampunan bagi kalian kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
وَخَرَجَ يَعْقُوبُ فِي سَبْعِينَ رَاكِبًا مِنْ أَهْلِهِ وَسَارُوا إِلَى مِصْرَ . وَقَبْلَ أَنْ يَدْخُلُوهَا خَرَجَ يُوسُفُ لِيَلْقَاهُمْ وَارْتَمَى فِي حِضْنِ أَبِيهِ وَامْتَزَجَتْ دُمُوعُهُ بِدُمُوعِهِ .
Dan berangkatlah Yakub beserta tujuh puluh orang berkendara dari keluarganya, dan mereka berjalan menuju Mesir. Dan sebelum mereka memasukinya, Yusuf keluar untuk menyambut mereka, lalu ia mendekap ke dalam pelukan ayahnya, dan air mata mereka pun bercampur menjadi satu.
وَآوَى إِلَيْهِ أَبَوَيْهِ وَقَالَ :
Dan dia menyambut kedua orang tuanya di tempatnya seraya berkata:
— ادْخُلُوا مِصْرَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ .
— "Masuklah kalian ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman."
وَبَلَغُوا مِصْرَ وَذَهَبُوا إِلَى قَصْرِ يُوسُفَ ، وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّوا لَهُ سُجَّدًا وَقَالَ :
Dan mereka sampai di Mesir lalu pergi ke istana Yusuf, dan dia menaikkan kedua orang tuanya ke atas singgasana, dan mereka semua tunduk bersujud kepadanya, lalu Yusuf berkata:
— يَا أَبَتِ هَذَا تَأْوِيلُ رُؤْيَايَ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّي حَقًّا ، وَقَدْ أَحْسَنَ بِي إِذْ أَخْرَجَنِي مِنَ السِّجْنِ وَجَاءَ بِكُمْ مِنَ الْبَدْوِ مِنْ بَعْدِ أَنْ نَزَغَ الشَّيْطَانُ بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِي ، إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِمَا يَشَاءُ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ .
— "Wahai ayahku, inilah takwil mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya kenyataan. Dan sesungguhnya Dia telah berbuat baik kepadaku ketika Dia mengeluarkan aku dari penjara dan membawa kalian dari dusun padang pasir, setelah setan merusak hubungan antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
رَبِّ قَدْ آتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِي مِنْ تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ ، فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ .
"Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. Wahai Pencipta langit dan bumi, Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh."
« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi