خَرَجَ إِسْمَاعِيلُ مِنْ تِهَامَةَ فِي قَافِلَةٍ مِنَ الْقَوَافِلِ الْمُنْطَلِقَةِ إِلَى الْيَمَنِ وَسَارَ وَمَنْ فِي الْقَافِلَةِ لَيَالِيَ وَأَيَّامًا آمِنِينَ ، ثُمَّ أَمْطَرَتِ السَّمَاءُ مَطَرًا شَدِيدًا فَصَهَلَتِ الْجِيَادُ وَأَقْبَلَتْ وَأَدْبَرَتْ وَقَامَتْ عَلَى سِيقَانِهَا الْخَلْفِيَّةِ فَجَذَبَ الْفُرْسَانُ الْأَعِنَّةَ لِيَكْبَحُوا جِمَاحَهَا ، وَارْتَفَعَ رُغَاءُ الْإِبِلِ وَهَمَّتْ بِأَنْ تَشْرِدَ لَوْلَا أَنْ أَخَذَ الرِّجَالُ بِزِمَامِهَا ، وَخَفَّ الْعَبِيدُ يَسْدِلُونَ عَلَى الْبَضَائِعِ الْأَغْطِيَةَ خَشْيَةَ أَنْ يَصِلَ إِلَيْهَا الْمَاءُ فَيَدِبَّ فِيهَا الْفَسَادُ وَيَلْحَقَهَا الْكَسَادُ .
Ismail keluar dari Tihamah dalam salah satu kafilah yang berangkat menuju Yaman. Dia dan orang-orang dalam kafilah itu berjalan selama beberapa malam dan hari dengan aman. Kemudian langit menurunkan hujan yang sangat deras, kuda-kuda meringkik, maju dan mundur, serta berdiri di atas kaki belakangnya. Para penunggang menarik kekang untuk mengendalikan keliarannya. Raungan unta meninggi dan mereka hendak melarikan diri sekiranya para lelaki tidak memegang tali kekang mereka. Para budak bergegas menutupi barang dagangan dengan penutup karena khawatir air akan sampai padanya, lalu kerusakan merambat di dalamnya dan kehancuran menyertainya.
وَرَاحَ الرِّجَالُ يَنْصِبُونَ الْخِيَامَ ، وَشَدَّ إِسْمَاعِيلُ خَيْمَةً مِنَ الْوَبَرِ الْأَسْوَدِ احْتَمَى بِهَا هُوَ وَجَوَادُهُ مِنَ الْمَطَرِ الْمُنْهَمِرِ عَلَى الْجِبَالِ الْمُتَدَفِّقِ إِلَى الْوِدْيَانِ سُيُولًا تَجْرِفُ فِي طَرِيقِهَا الصُّخُورَ لَكَأَنَّهَا رِيشٌ فِي مَهَبِّ الرِّيَاحِ .
Para pria mulai mendirikan tenda-tenda, dan Ismail mengikat tenda dari bulu hitam, dia dan kudanya berlindung di dalamnya dari hujan yang mengguyur pegunungan, yang mengalir ke lembah-lembah sebagai banjir yang menghanyutkan batu-batu di jalannya seakan-akan bulu yang tertiup angin.
وَبَرَقَ الْبَرْقُ وَرَعَدَ الرَّعْدُ وَزَمْجَرَتِ الْعَوَاصِفُ فَنَزَلَ الْخَوْفُ بِالْقُلُوبِ فَرَاحَ إِسْمَاعِيلُ يُسَبِّحُ لِلَّهِ الَّذِي يُرَى عِبَادَهُ بَرْقَهُ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنْشِئُ السَّحَابَ الثِّقَالَ .
Kilat menyambar dan guntur bergemuruh, badai menderu, maka ketakutan turun ke dalam hati. Ismail pun mulai bertasbih kepada Allah, Dialah yang memperlihatkan kepada hamba-hamba-Nya kilat untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dialah yang mengadakan awan yang berat.
وَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ رِجَالِ الْقَافِلَةِ بِتِمْثَالٍ لِلْإِلَهِ بَعْلٍ إِلَهَ الْعَوَاصِفِ وَالصَّوَاعِقِ ، وَكَانَ التِّمْثَالُ لِبَعْلٍ وَاقِفًا عَلَى قِمَمِ الْجِبَالِ فِي يَدِهِ الْيُمْنَى دَبُوسُ الْقِتَالِ وَفِي يَدِهِ الْيُسْرَى حَرْبَةٌ فِي أَعْلَاهَا مَا يُمَثِّلُ الصَّوَاعِقَ وَعَلَى رَأْسِهِ تَاجٌ ذُو قَرْنَيْنِ تَهْدِلُ مِنَ نَحْتِهِ الشَّعْرُ حَتَّى بَلَغَ صَدْرَهُ ثُمَّ اسْتَدَارَ فِي حَلَقَاتٍ ، وَوَضَعَ الرَّجُلُ التِّمْثَالَ فِي خَيْمَتِهِ وَدَعَا النَّاسَ لِلصَّلَاةِ .
Datang seorang pria dari rombongan kafilah membawa patung Dewa Baal, dewa badai dan petir. Patung Baal itu sedang berdiri di puncak gunung, di tangan kanannya ada pentungan perang, dan di tangan kirinya ada tombak yang di puncaknya melambangkan petir. Di atas kepalanya ada mahkota bertanduk dua yang dari ukirannya menjuntai rambut hingga mencapai dadanya lalu melingkar dalam cincin-cincin. Pria itu meletakkan patung tersebut di dalam tendanya dan mengajak orang-orang untuk berdoa.
وَصَلَّى إِسْمَاعِيلُ فِي خَيْمَتِهِ لِلَّهِ وَأَتَمَّ صَلَاتِهِ وَإِذَا بِأَصْوَاتِ ضِرَاعَاتٍ تَبْلُغُ سَمْعَهُ ، فَذَهَبَ لِيَرَى مَا يَفْعَلُ الْقَوْمُ فَأَلْفَاهُمْ يَسْجُدُونَ لِبَعْلٍ فَقَالَ لَهُمْ :
Ismail shalat di dalam tendanya kepada Allah dan menyempurnakan shalatnya, tiba-tiba suara ratapan sampai ke pendengarannya. Maka dia pergi untuk melihat apa yang dilakukan kaum itu, ternyata dia mendapati mereka bersujud kepada Baal, lalu dia berkata kepada mereka:
— أَتَسْجُدُونَ لِغَيْرِ اللَّهِ ؟
— Apakah kalian bersujud kepada selain Allah?
— إِنَّا نَسْجُدُ لِآلِهَتِنَا .
— Kami bersujud kepada tuhan-tuhan kami.
— لَا تَسْجُدُوا لِبَعْلٍ وَ ﴿ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ ﴾ .
— Janganlah kalian bersujud kepada Baal, dan "Janganlah bersujud kepada matahari maupun bulan, dan bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kalian benar-benar menyembah-Nya".
— إِنَّا نَعْبُدُ آلِهَتَنَا الَّتِي وَجَدْنَا آبَاءَنَا لَهَا عَابِدِينَ .
— Kami menyembah tuhan-tuhan kami yang kami dapati bapak-bapak kami sebagai penyembahnya.
— ﴿ إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ ﴾ .. ﴿ إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ * وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ ﴾ .
— "Dan Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan melainkan Dia, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang." .. "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi setelah mati (kering)-nya dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan * Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan yang mereka cintai sebagaimana mereka mencintai Allah, sedang orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)".
وَحَاجَّهُ قَوْمُهُ كَمَا حَاجَّ أَبَاهُ إِبْرَاهِيمَ قَوْمُهُ ، فَقَالَ لِقَوْمِهِ مَا قَالَهُ خَلِيلُ الرَّحْمَنِ :
Kaumnya mendebatnya sebagaimana kaum Ibrahim mendebat ayahnya, Ibrahim. Maka dia berkata kepada kaumnya sebagaimana yang diucapkan Khalilur Rahman (Ibrahim):
— ﴿ أَتُحَاجُّونِّي فِي اللَّهِ وَقَدْ هَدَانِ وَلَا أَخَافُ مَا تُشْرِكُونَ بِهِ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ رَبِّي شَيْئًا وَسِعَ رَبِّي كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ * وَكَيْفَ أَخَافُ مَا أَشْرَكْتُمْ وَلَا تَخَافُونَ أَنَّكُمْ أَشْرَكْتُمْ بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا فَأَيُّ الْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ بِالْأَمْنِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ * الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ ﴾ .
— "Apakah kalian hendak membantahku tentang Allah, padahal Dia telah memberikan petunjuk kepadaku? Aku tidak takut kepada (sesembahan) yang kalian persekutukan dengan-Nya, kecuali jika Tuhanku menghendaki sesuatu. Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Tidakkah kalian dapat mengambil pelajaran? * Dan bagaimana aku harus takut kepada (sesembahan) yang kalian persekutukan, sedangkan kalian sendiri tidak takut mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak memberikan keterangan kepadamu tentang itu. Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka), jika kalian mengetahui? * Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk".
ثُمَّ عَادَ إِلَى خَيْمَتِهِ وَاعْتَزَلَ فِيهَا وَكَانَ كَأَبِيهِ يُحِبُّ الْخَيْمَةَ وَحَيَاةَ الْعُزْلَةِ لِيَتَّصِلَ بِاللَّهِ وَيَأْنَسَ بِهِ وَتَتَهَلَّلَ رُوحُهُ بِالْفَرَحِ كُلَّمَا أَشْرَقَ فُؤَادُهُ بِنُورِ اللَّهِ . إِنَّهُ نَشَأَ فِي خَيْمَةٍ بِالْقُرْبِ مِنَ الْبِئْرِ الْمُقَدَّسَةِ ، وَلَكِنَّهُ جَابَ الْآفَاقَ . وَرَأَى قُصُورَ مَدِينَةِ مَارِي فِي سُورِيَةَ ، مَدِينَةَ الْعُمُورِيِّينَ ، وَكَانُوا عَرَبًا مِثْلَهُ كَمَا كَانَ أَهْلُ بَابِلَ عَرَبًا كَذَلِكَ وَلَكِنْ أَطْلَقَ الْعَرَبُ عَلَى عَرَبِ سُورِيَةَ اسْمَ الْعُمُورِيِّينَ لِأَنَّهُمْ كَانُوا غَرْبَ بَابِلَ ، كَمَا أَطْلَقُوا اسْمَ الشَّامِ عَلَى مَنْ كَانُوا عَنْ شَمَالِهِمْ وَاسْمَ الْيَمَنِ عَلَى مَنْ كَانُوا عَنْ يَمِينِهِمْ .
Kemudian dia kembali ke tendanya dan mengasingkan diri di dalamnya, dia seperti ayahnya menyukai tenda dan kehidupan menyendiri agar dapat berhubungan dengan Allah dan merasa tenang bersama-Nya, dan jiwanya berseri-seri penuh sukacita setiap kali hatinya diterangi dengan cahaya Allah. Dia tumbuh di sebuah tenda di dekat sumur suci, tetapi dia menjelajahi cakrawala. Dia melihat istana-istana kota Mari di Suriah, kota orang Amori, mereka adalah orang Arab seperti dirinya sebagaimana penduduk Babil juga orang Arab. Namun orang Arab memberikan nama orang Amori kepada orang Arab Suriah karena mereka berada di barat Babil, sebagaimana mereka memberikan nama Syam kepada mereka yang berada di utara mereka, dan nama Yaman kepada mereka yang berada di sebelah kanan (selatan) mereka.
كَانَتْ قُصُورُ مَدِينَةِ مَارِي قُصُورًا فَخْمَةً ضَخْمَةً بَلَغَتْ مِسَاحَةُ أَحَدِهَا سِتَّةَ أَفْدِنَةً وَكَانَ بِهِ ثَلَاثُمِائَةِ غُرْفَةٍ زُخْرِفَتْ جُدْرَانُهَا بِزَخَارِفَ وَتَهَاوِيلَ ، وَرُسِمَ عَلَى إِحْدَاهَا بِأَلْوَانٍ زَاهِيَةٍ أَخَّاذَةٍ تَسْبِي الْعُقُولَ صُورَةُ الْمَلِكِ وَهُوَ يَتَسَلَّمُ صَوْلَجَانَ الْمُلْكِ وَالسِّيَادَةِ مِنَ الْإِلَهَةِ عَشْتَارَ .
Istana-istana kota Mari adalah istana-istana yang megah dan besar, luas salah satunya mencapai enam feddan dan memiliki tiga ratus ruangan yang dinding-dindingnya dihiasi dengan ornamen-ornamen dan motif-motif. Pada salah satunya tergambar dengan warna-warna cerah yang memukau dan menawan akal, gambar sang raja saat menerima tongkat kerajaan dan kekuasaan dari Dewi Ishtar.
وَرَأَى فِي مَدِينَةِ أُوجَارِيتَ قُصُورًا وَمَعَابِدَ لِلْإِلَهِ بَعْلٍ وَأُخْتِهِ عَنَتِ رَوْعَةً فِي الْفَنِّ وَالْجَمَالِ ، وَلَكِنْ لَمْ تَبْهَرْهُ هَذِهِ الْقُصُورُ بِكُلِّ مَا فِيهَا مِنْ تَرَفٍ وَزِينَةٍ وَتَهَاوِيلَ ، بَيْنَمَا كَانَتْ نَظْرَةٌ وَاحِدَةٌ إِلَى شُرُوقِ الشَّمْسِ أَوْ غُرُوبِهَا أَوْ إِلَى بُزُوغِ الْقَمَرِ مِنْ خَلْفِ سَحَابَةٍ تَهُزُّ مَشَاعِرَهُ وَتَجْعَلُهُ يَخِرُّ سَاجِدًا لِبَدِيعِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ .
Dia melihat di kota Ugarit istana-istana dan kuil-kuil untuk Dewa Baal dan saudarinya Anat, yang sangat menakjubkan dalam seni dan keindahan. Namun istana-istana ini tidak memukaunya dengan segala kemewahan, perhiasan, dan motif yang ada di dalamnya, sementara satu tatapan pada terbitnya matahari atau terbenamnya, atau pada munculnya bulan dari balik awan menggetarkan perasaannya dan membuatnya bersujud kepada Pencipta langit dan bumi yang Maha Indah.
وَأَخِيرًا انْقَشَعَتِ السُّحُبُ وَكَفَّ الْمَطَرُ عَنِ الْهَطُولِ ، وَرَاحَتْ طُيُورٌ كَالصُّقُورِ تَحُومُ حَوْلَ قِمَمِ الْجِبَالِ . لَمْ تَكُنْ صُقُورًا بَلْ كَانَتْ طَائِرَ الْحُرِّ وَهُوَ طَائِرٌ صَغِيرٌ أَصْفَعُ قَصِيرُ الذَّنَبِ عَظِيمُ الْمَنْكِبَيْنِ وَالرَّأْسِ ، وَقَدْ عَبَرَ الْحُرُّ مَعَ أَهْلِ الْبِلَادِ الْبَحْرِ إِلَى الشَّاطِئِ الْإِفْرِيقِيِّ ثُمَّ إِلَى صَحْرَاءِ مِصْرَ الشَّرْقِيَّةِ ثُمَّ إِلَى وَادِي النِّيلِ عَنْ طَرِيقِ وَادِي الْحَمَّامَاتِ حَيْثُ عُبِدَ فِي مِصْرَ بِاسْمِ حُورٍ ، وَمِنْ ذَلِكَ الْوَقْتِ نَظَرَ الْمِصْرِيُّونَ إِلَى ذَلِكَ الْوَادِي نَظْرَةَ تَقْدِيسٍ فَقَدْ جَاءَتْ مِنْهَا الْآلِهَةُ .
Akhirnya awan tersingkap dan hujan berhenti turun, dan burung-burung seperti elang mulai terbang mengelilingi puncak gunung. Itu bukan elang, melainkan burung Al-Hurr, yaitu burung kecil yang berwarna gelap, berekor pendek, dengan bahu dan kepala yang besar. Burung Al-Hurr telah menyeberangi laut bersama penduduk negeri ke pantai Afrika, kemudian ke gurun Mesir Timur, lalu ke Lembah Nil melalui Wadi Hammamat di mana ia disembah di Mesir dengan nama Horus. Sejak saat itu orang Mesir memandang lembah tersebut dengan pandangan kesucian karena para dewa berasal dari sana.
وَانْطَلَقَتِ الْقَافِلَةُ وَنَظَرَ إِسْمَاعِيلُ إِلَى الْجَنُوبِ فَرَأَى أَرْضَ الْيَمَنِ فَخَفَقَ قَلْبُهُ وَهَفَتْ نَفْسُهُ إِلَيْهَا فَهِيَ أَرْضُ الْأَجْدَادِ ، فَمِنْ هَذِهِ الْبِلَادِ خَرَجَ أَجْدَادُهُ فِيمَنْ خَرَجَ إِلَى بِلَادِ مَا بَيْنَ النَّهْرَيْنِ حَيْثُ قَضَوْا عَلَى مَمْلَكَةِ سُومَرَ وَأَسَّسَ سَرْجُونُ الْأَوَّلُ مَمْلَكَةَ أَكَدَ الْعَرَبِيَّةَ الَّتِي اتَّسَعَتْ فُتُوحُهَا حَتَّى وَصَلَتْ إِلَى آسِيَا الصُّغْرَى .
Kafilah berangkat, Ismail memandang ke selatan dan melihat tanah Yaman, hatinya berdebar dan jiwanya mendambakannya karena ia adalah tanah para leluhur. Dari negeri inilah para leluhurnya keluar di antara mereka yang pergi ke Mesopotamia di mana mereka melenyapkan kerajaan Sumeria dan Sargon I mendirikan kerajaan Akkadia Arab yang penaklukannya meluas hingga mencapai Asia Kecil.
وَمِنْ أَرْضِ الْأَجْدَادِ خَرَجَ نَفَرٌ مِنَ الْمُغَامِرِينَ إِلَى الشَّاطِئِ الْإِفْرِيقِيِّ حَيْثُ دَخَلُوا وَادِي النِّيلِ عَنْ طَرِيقِ وَادِي الْحَمَّامَاتِ الْمُقَدَّسِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِمْ جَاءَ الْمِصْرِيُّونَ . إِنَّ آبَاءَ أَبِيهِ إِبْرَاهِيمَ مِنْ هَذِهِ الْأَرْضِ السَّعِيدَةِ وَإِنَّ آبَاءَ أُمِّهِ هَاجَرَ مِنْهَا وَكَانُوا جَمِيعًا يَتَكَلَّمُونَ لُغَةً وَاحِدَةً وَإِنِ اخْتَلَفَتْ لَهَجَاتُهَا . كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ .
Dari tanah leluhur, sekelompok petualang keluar menuju pantai Afrika di mana mereka memasuki Lembah Nil melalui Wadi Hammamat yang suci, dan dari keturunan merekalah datang bangsa Mesir. Ayah dari ayahnya, Ibrahim, berasal dari tanah yang bahagia ini, dan ayah dari ibunya, Hajar, berasal dari sana. Mereka semua berbicara dalam satu bahasa meskipun dialeknya berbeda. Manusia dahulunya adalah satu umat, maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan menurunkan bersama mereka Kitab dengan kebenaran untuk memberi keputusan di antara manusia tentang apa yang mereka perselisihkan.
وَاسْتَأْنَفَتِ الْقَافِلَةُ رِحْلَتَهَا إِلَى أَنْ نَزَلَتْ عِنْدَ أَبْوَابِ صَنْعَاءَ ، وَرَاحَ إِسْمَاعِيلُ يَجُوسُ خِلَالَ الْأَسْوَاقِ وَكَانَتْ غَاصَّةً بِالثِّيَابِ وَالْمَنْسُوجَاتِ الْوَارِدَةِ مِنْ جِبِيلٍ وَبِالْأَقْمِشَةِ الْكَتَّانِيَّةِ وَالْحُلَى الْوَارِدَةِ مِنْ مِصْرَ وَبِالْأَوَانِي الْفَخَّارِيَّةِ الْوَارِدَةِ مِنْ بِلَادِ السِّنْدِ وَبِالسُّيُوفِ وَالْخَنَاجِرِ الْوَارِدَةِ مِنْ بَابِلَ وَبِالْبَخُورِ وَالتَّوَابِلِ وَالْأَخْشَابِ الْوَارِدَةِ مِنْ بِلَادِ بُونَتٍ ، وَلَا غَرْوَ فَقَدْ كَانَ التُّجَّارُ الْيَمَنِيُّونَ هَمْزَةَ الْوَصْلِ بَيْنَ إِفْرِيقِيَّةَ وَالْهِنْدِ مِنْ نَاحِيَةٍ وَالْعِرَاقِ وَسُورِيَةَ وَمِصْرَ مِنْ نَاحِيَةٍ أُخْرَى .
Kafilah melanjutkan perjalanannya hingga sampai di gerbang Sana'a, dan Ismail berkeliling di pasar-pasar yang dipadati oleh pakaian dan tenunan yang didatangkan dari Byblos, kain linen dan perhiasan yang didatangkan dari Mesir, tembikar yang didatangkan dari Sindh, pedang dan belati yang didatangkan dari Babil, serta dupa, rempah-rempah, dan kayu yang didatangkan dari negeri Punt. Tidak mengherankan karena pedagang Yaman menjadi penghubung antara Afrika dan India di satu sisi, dan Irak, Suriah, serta Mesir di sisi lain.
وَأَقْبَلَ كِهَانُ صَنْعَاءَ وَرِجَالُ الدِّينِ فِيهَا عَلَى الْبَخُورِ فَالْبَخُورُ يُحْرَقُ فِي دِيَانَاتِ الْعَرَبِ إِرْضَاءً لِلْآلِهَةِ ، وَأَقْبَلَ النِّسْوَةُ عَلَى الْحُلَى الْمِصْرِيَّةِ وَالْحُلَى الْبَابِلِيَّةِ وَالْأَوَانِي الْفَخَّارِيَّةِ الْوَارِدَةِ مِنْ بِلَادِ السِّنْدِ ، وَأَقْبَلَ الْأَغْنِيَاءُ عَلَى التُّحَفِ وَالتَّمَاثِيلِ .
Para imam dan agamawan Sana'a mendatangi dupa karena dupa dibakar dalam agama-agama Arab untuk menyenangkan para dewa. Para wanita mendatangi perhiasan Mesir, perhiasan Babil, dan tembikar yang didatangkan dari Sindh, dan orang-orang kaya mendatangi benda-benda seni dan patung-patung.
وَرَاحَ إِسْمَاعِيلُ يَجُوسُ خِلَالَ الْبِلَادِ وَيَسْعَى فِي السَّهْلِ الْفَسِيحِ الَّذِي ازْدَانَ بِالْحَدَائِقِ وَالْحُقُولِ فَرَأَى مَعَابِدَ الْقَوْمِ تَنْهَضُ عَلَى الرُّبَى الْعَالِيَةِ ، فَالْآلِهَةُ الْعَرَبُ لَا تَسْكُنُ إِلَّا الْأَعَالِيَ وَقِمَمَ الْجِبَالَ . وَرَأَى إِسْمَاعِيلُ فِي الْيَمَنِ مَا رَآهُ أَبُوهُ إِبْرَاهِيمُ فِي أُورَ ، رَأَى مَعْبَدَ إِلَهِ الْقَمَرِ وَكَانَ يُطْلَقُ عَلَيْهِ فِي أُورَ اسْمَ نَانَا أَوْ سِينٍ أَمَّا هُنَا فَيُطْلِقُونَ عَلَيْهِ اسْمَ « الْمُوقَاةِ » . وَرَأَى مَعْبَدَ إِلَهِ الشَّمْسِ وَهُوَ فِي أُورَ شَمَاسُ أَمَّا هُنَا فَهُوَ ذَاتُ حَمِيمٍ . وَرَأَى مَعْبَدَ إِلَهِ الزَّهْرَاءِ وَهُوَ هُنَاكَ عُشْتَارَ وَأُنْثَى بِاللَّيْلِ أَمَّا هُنَا فَهُوَ إِلَهُ ذَكَرٍ . وَرَأَى الْعَاهِرَاتِ الْمُقَدَّسَاتِ فِي مَعَابِدِ الْآلِهَةِ . كَانَ الْمُوقَاةُ هُوَ الْأَبُ وَذَاتُ حَمِيمٍ هِيَ الْأُمُّ وَعُشْتَارُ هُوَ الِابْنُ ، وَكَانَ لِكُلِّ قَبِيلَةٍ إِلَهٌ لِجَلْبِ الْمَطَرِ وَآخَرُ لِمُبَارَكَةِ الْمَحَاصِيلِ أَوْ لِغَيْرِ ذَلِكَ مِنْ شُئُونِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ .
Ismail berkeliling negeri dan berjalan di dataran luas yang dihiasi taman dan ladang, dia melihat kuil-kuil kaum itu berdiri di perbukitan tinggi, karena dewa-dewa Arab tidak tinggal kecuali di tempat tinggi dan puncak gunung. Ismail melihat di Yaman apa yang ayahnya, Ibrahim, lihat di Ur; dia melihat kuil Dewa Bulan, yang di Ur disebut Nanna atau Sin, namun di sini mereka menyebutnya "Al-Muqah". Dia melihat kuil Dewa Matahari, yang di Ur adalah Shamash, namun di sini adalah Dzat Hamin. Dia melihat kuil Dewa Venus, yang di sana adalah Ishtar dan feminin di malam hari, namun di sini adalah dewa maskulin. Dia melihat pelacur-pelacur suci di kuil-kuil para dewa. Al-Muqah adalah sang ayah, Dzat Hamin adalah sang ibu, dan Ishtar adalah sang anak, dan setiap suku memiliki dewa untuk mendatangkan hujan, dan yang lain untuk memberkati hasil panen atau urusan dunia dan agama lainnya.
وَكَانَ إِلَهُ الْقَمَرِ فِي الدِّيَانَاتِ الْعَرَبِيَّةِ هُوَ رَبُّ الْأَرْبَابِ ، فَإِنْ كَانَ الْعَرَبُ الَّذِينَ أَسَّسُوا مَمْلَكَةَ بَابِلَ فِي بِلَادِ الْعِرَاقِ جَعَلُوا مَرْدُوخَ رَبًّا لِلْأَرْبَابِ وَنَسَجُوا الْأَسَاطِيرَ حَوْلَ تَنْصِيبِ الْآلِهَةِ إِيَّاهُ فِي مَجْمَعِهِمْ إِلَهًا لِلْآلِهَةِ ، فَمَا ذَلِكَ إِلَّا لِأَنَّ مَرْدُوخَ كَانَ إِلَهَ الْقَبِيلَةِ الْعَرَبِيَّةِ الَّتِي اسْتَلَّتِ الْمُلْكَ مِنَ السُّومَرِيِّينَ . فَلَمَّا أَصْبَحَ زَعِيمُ تِلْكَ الْقَبِيلَةِ مَلِكًا عَلَى مَمْلَكَتِهِ بَابِلَ أَرَادَ أَنْ يُكَافِئَ إِلَهَهُ عَلَى مَا أَسْدَى إِلَيْهِ مِنْ مَعْرُوفٍ فَجَعَلَهُ رَبَّ الْأَرْبَابِ مِنْ خَلْقِ الْبَشَرِ جَمِيعًا .
Dewa Bulan dalam agama-agama Arab adalah Tuhan dari segala tuhan. Jika bangsa Arab yang mendirikan kerajaan Babil di Irak menjadikan Marduk sebagai Tuhan dari segala tuhan dan menenun legenda tentang pengangkatan para dewa terhadapnya dalam majelis mereka sebagai tuhan bagi para dewa, itu tidak lain karena Marduk adalah dewa suku Arab yang merebut kekuasaan dari bangsa Sumeria. Ketika pemimpin suku itu menjadi raja atas kerajaan Babilnya, dia ingin membalas budi tuhannya atas kebaikan yang diberikan kepadanya, maka dia menjadikannya Tuhan dari segala tuhan bagi seluruh ciptaan manusia.
وَرَأَى إِسْمَاعِيلُ فِي مَعَابِدِ الْمُوقَاةِ وَذَاتِ حَمِيمٍ وَعَشْتَارَ الْقَرَابِينَ تُقَدَّمُ لِلْآلِهَةِ فِي الصَّبَاحِ وَالظُّهْرِ وَالْمَسَاءِ ، وَالْكَهَنَةَ يُطْلِقُونَ الْبَخُورَ وَيَتْلُونَ الصَّلَوَاتِ ، وَسَمِعَ الْمُغَنِّينَ وَالْمُغَنِّيَاتِ وَهُمْ يَنْشُدُونَ عَلَى أَنْغَامِ الشَّحَاشِيخِ وَالْمَزَامِيرِ وَالدُّفُوفِ . رَأَى إِسْمَاعِيلُ النَّبْعَ الَّذِي تَبَعَتْ مِنْهُ دِيَانَةُ بَابِلَ أَصْلَ الْمُعْتَقَدَاتِ الَّتِي ثَارَ عَلَيْهَا أَبُوهُ خَلِيلُ الرَّحْمَنِ . وَجَادَلَ إِسْمَاعِيلُ أَهْلَ الْيَمَنِ كَمَا جَادَلَ إِبْرَاهِيمُ قَوْمَهُ :
Ismail melihat di kuil Al-Muqah, Dzat Hamin, dan Ishtar kurban-kurban dipersembahkan kepada para dewa di pagi, siang, dan sore hari, para imam melepas dupa dan membacakan doa-doa, dan dia mendengar para penyanyi pria dan wanita bersenandung dengan irama kecapi, seruling, dan rebana. Ismail melihat mata air yang darinya agama Babil berasal, asal muasal keyakinan yang dilawan oleh ayahnya, Khalilur Rahman (Ibrahim). Ismail mendebat penduduk Yaman sebagaimana Ibrahim mendebat kaumnya:
— ﴿ مَا تَعْبُدُونَ ﴾ ؟
— "Apa yang kalian sembah?"
— ﴿ نَعْبُدُ أَصْنَامًا فَنَظَلُّ لَهَا عَاكِفِينَ ﴾ .
— "Kami menyembah berhala-berhala, dan kami senantiasa beribadah kepadanya."
— ﴿ هَلْ يَسْمَعُونَكُمْ إِذْ تَدْعُونَ * أَوْ يَنْفَعُونَكُمْ أَوْ يَضُرُّونَ ﴾ ؟
— "Apakah mereka mendengar kalian ketika kalian berdoa? Atau (dapatkah) mereka memberi manfaat atau memberi mudarat kepada kalian?"
— ﴿ بَلْ وَجَدْنَا آبَاءَنَا كَذَلِكَ يَفْعَلُونَ ﴾ .
— "Bahkan (tidak), kami dapati bapak-bapak kami berbuat demikian."
— ﴿ أَفَرَأَيْتُمْ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ * أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمُ الْأُولُونَ * فَإِنَّهُمْ عَدُوٌّ لِي إِلَّا رَبَّ الْعَالَمِينَ * الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ * وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ * وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ * وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ * وَالَّذِي أَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ ﴾ .
— "Maka apakah kalian telah memperhatikan apa yang kalian sembah, (kalian) dan bapak-bapak kalian yang terdahulu? Sesungguhnya apa yang kalian sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan semesta alam, (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku, dan Tuhanku, Yang memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali), dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat."
— ﴿ أَجِئْتَنَا بِالْحَقِّ أَمْ أَنْتَ مِنَ اللَّاعِبِينَ ﴾ ؟
— "Apakah engkau datang kepada kami dengan membawa kebenaran, ataukah engkau termasuk orang-orang yang bermain-main?"
— ﴿ بَلْ رَبُّكُمْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الَّذِي فَطَرَهُنَّ وَأَنَا عَلَى ذَلِكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ * أُفٍّ لَكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَفَلَا تَعْقِلُونَ ﴾ ؟
— "Sebenarnya Tuhan kalian adalah Tuhan langit dan bumi yang telah menciptakan keduanya; dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberi kesaksian atas yang demikian itu. Celakalah kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah! Maka apakah kalian tidak memikirkan?"
وَلَمْ يَثُرْ أَهْلُ الْيَمَنِ ثَوْرَةَ أَهْلِ بَابِلَ . لَمْ يَقُولُوا حَرِّقُوهُ وَانْصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ ، فَهُمْ بِطَبْعِهِمْ مَيَّالُونَ إِلَى السَّلَمِ وَيَنْتَهِجُونَ مَبْدَأَ الْمُسَالَمَةِ . هُمْ قَوْمُ تُجَّارٍ فِيهِمْ رَحَابَةُ صَدْرٍ وَسَعَةُ أُفُقٍ وَحُسْنُ إِدْرَاكٍ لِلْأُمُورِ تَقُومُ حَيَاتُهُمْ عَلَى حُسْنِ الصِّلَةِ بِالنَّاسِ ، فَجَادَلُوهُ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّى شَرَحَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلْإِسْلَامِ وَشَهِدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَآمَنُوا بِرُسُلِهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ .
Penduduk Yaman tidak memberontak seperti penduduk Babil. Mereka tidak berkata, "Bakarlah dia dan tolonglah tuhan-tuhan kalian, jika kalian benar-benar melakukan perbuatan itu," karena mereka secara alami cenderung pada perdamaian dan menganut prinsip kerukunan. Mereka adalah kaum pedagang yang memiliki kelapangan dada, wawasan luas, dan pemahaman yang baik akan berbagai urusan, hidup mereka berlandaskan hubungan baik dengan sesama manusia. Maka mereka mendebatnya dengan cara yang paling baik sampai Allah melapangkan hati mereka untuk Islam, dan mereka bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah serta beriman kepada rasul-rasul-Nya, malaikat-malaikat-Nya, dan kitab-kitab-Nya.
وَعَكَفَ إِسْمَاعِيلُ عَلَى تَعْلِيمِهِمْ دِينَ اللَّهِ وَعَلَّمَهُمْ فِيمَا عَلَّمَهُمُ الْكِتَابَةَ لِيَنْسَخُوا صُحُفَ إِبْرَاهِيمَ ، وَفَرِحَ الْيَمَنِيُّونَ بِالْقَلَمِ الَّذِي صَارَ بَيْنَ أَصَابِعِهِمْ فَهُمْ قَوْمٌ يَعِيشُونَ عَلَى التِّجَارَةِ وَهُمْ فِي أَشَدِّ الْحَاجَةِ إِلَى تَسْجِيلِ عُقُودِهِمْ وَتَدْوِينِ حِسَابَاتِهِمْ وَبَعْثِ رَسَائِلِهِمْ إِلَى الْأَمْصَارِ ، فَشَكَرُوا رَبَّهُمُ الْأَكْرَمَ ﴿ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ * عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ﴾ .
Ismail tekun mengajarkan mereka agama Allah dan di antara yang diajarkannya adalah menulis agar mereka dapat menyalin lembaran-lembaran Ibrahim. Bangsa Yaman bergembira dengan pena yang berada di antara jari-jari mereka karena mereka adalah kaum yang hidup dari perdagangan dan sangat membutuhkan untuk mencatat kontrak, membukukan perhitungan, dan mengirimkan surat-surat mereka ke berbagai kota. Maka mereka bersyukur kepada Tuhan mereka yang Maha Mulia, "Yang mengajar (manusia) dengan pena * Mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar