BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

MRWM - Hajar Al Mishriyyah Ummul Arab - Episode 22

🏛️ COCOLAN SAMBEL BABA 🏛️

✍️ Muqoddimah ala Ustadz Betawi Nyablak

Gimane kabarnye, Cing? Masih setia nungguin kelanjutan kisah nabi kecintaan Allah? Kali ini, kite bakal masuk ke babak nyang paling nguras air mata. Siapin ati yang lapang, karena perjalanan Sang Khalilullah kali ini ngebawa kite ke puncak ujian kesetiaan di Hebron.

Setelah semua gemuruh perjalanan dari Bakkah, Ibrahim pulang dengan hati yang penuh kerinduan untuk berbagi kabar tentang perintah agung Allah. Namun, takdir berkata lain. Hebron justru menyambutnya dengan sunyi yang mencekam. Di tempat ini, di bawah langit Hebron yang saksi bisu, Ibrahim harus melepas separuh jiwanya—Sarah, pendamping setianya dalam suka maupun duka. Mari kite resapi momen perpisahan ini, sebuah pelajaran tentang keikhlasan yang dalam namun penuh kehormatan.

📖 مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ

Karya : Abdul Hamid Judah As-Sahhar

✦ ✧ ✦

هَاجَرَ الْمِصْرِيَّةُ ، أُمُّ الْعَرَبِ

Hajar Al-Mishriyyah, Ummul 'Arab﴿

✧ ✦ ✧

Lembah Air Mata:
Cinta Ibrahim yang Abadi di Gua Makhpela

Yuk, baca naskah aslinye. Nyang baca harus fokus, nyang ngebatin harus khusyuk!
HAJAR AL-MISHRIYYAH, UMMUL 'ARAB
Abdul Hamid Judah As-Sahhar

Lembah Air Mata: Cinta Ibrahim yang Abadi di Gua Makhpela

Kepulangan Ibrahim dari tanah suci justru menyambut takdir yang paling menyayat; di Hebron, ia harus melepas sang pendamping setia, menguburkan separuh jiwanya dalam duka yang mendalam namun penuh kehormatan.

تَأَهَّبَ خَلِيلُ الرَّحْمَنِ لِمُغَادَرَةِ بَكَّةَ بَعْدَ أَنْ انْقَضَى مَوْسِمُ الْحَجِّ وَعَادَ النَّاسُ إِلَى دِيَارِهِمْ ، فَقَدْ تَرَكَ سَارَةَ وَإِسْحَاقَ فِي حَبْرُونَ قَبْلَ أَنْ يَشُدَّ الرِّحَالَ إِلَى هَاجَرَ وَإِسْمَاعِيلَ وَقَبْلَ أَنْ يَأْمُرَهُ اللَّهُ بِرَفْعِ الْقَوَاعِدِ مِنْ بَيْتِهِ الْمُحَرَّمِ .
وَكَانَ قَدْ قَطَعَ عَهْدًا مَعَ أَبِيمَالِكَ وَتَعَاهَدَا عَلَى أَنْ يَعِيشَا فِي سَلَامٍ ، أَنْ يُكْرِمَ أَبِيمَالِكَ وِفَادَةَ رَسُولِ اللَّهِ وَأَنْ يَنْزِلَهُ عَلَى الرَّحْبِ وَالسَّعَةِ فِي أَرْضِهِ وَأَنْ يُقْسِمَ إِبْرَاهِيمُ بِرَبِّهِ أَلَّا يُنَافِسَ أَبِيمَالِكَ فِي مُلْكِهِ وَأَنْ يَرْعَى ذُرِّيَّتَهُ مِنْ بَعْدِهِ .
وَكَانَ قَدْ زَرَعَ حَوْلَ بِئْرِ سَبْعٍ أَثَلًا وَاسْتَقَرَّ بِهِ الْمَقَامُ فِيهَا وَلَكِنَّ رِعَاتَهُ وَعَبِيدَهُ كَانُوا فِي شِجَارٍ دَائِمٍ مَعَ عَبِيدِ الْمَلِكِ ، فَأَمَرَ إِبْرَاهِيمُ قَوْمَهُ بِرَفْعِ الْخِيَامِ وَالْعَوْدَةِ إِلَى حَبْرُونَ حَيْثُ كَانَ رُؤَسَاءُ الْقَبَائِلِ يُحِبُّونَهُ وَيُجِلُّونَهُ وَيَلْتَمِسُونَ مِنْهُ الْبَرَكَةَ .
وَأَكْرَمَ اللَّهُ هَاجَرَ وَإِسْمَاعِيلَ يَوْمَ أَمَرَهُ أَنْ يَسْكُنَهُمَا بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِهِ الْمُحَرَّمِ ، وَلَمْ يَكُنْ هُنَاكَ أَنِيسٌ بَلْ كَانَتِ الْأَرْضُ اللَّهُ لَمْ يُوَرِّثْهَا بَعْدَ لِأَحَدٍ مِنْ عِبَادِهِ . فَفَجَّرَ لَهُمَا بِئْرَ زَمْزَمَ . فَفَرَجَ لَهُمَا النَّاسُ إِلَيْهِمَا يَلْتَمِسُونَ النُّزُولَ عِنْدَهُمَا . وَكَانَتِ الْبِئْرُ لَهَاجَرَ وَإِسْمَاعِيلَ .. كَانَا يَمْلِكَانِ عَصَبَ الْحَيَاةِ فَكَانَا أَسَاسَ الْعُمْرَانِ الَّذِي بَدَأَ يَتَكَوَّنُ حَوْلَ بَيْتِ اللَّهِ .
Khalilur Rahman bersiap untuk meninggalkan Bakkah setelah musim haji berakhir dan orang-orang kembali ke rumah mereka, karena ia telah meninggalkan Sarah dan Ishak di Hebron sebelum ia melakukan perjalanan kepada Hajar dan Ismail dan sebelum Allah memerintahkannya meninggikan pondasi rumah-Nya yang haram (suci).
Dia telah membuat perjanjian dengan Abimelekh dan berjanji untuk hidup dalam damai, bahwa Abimelekh akan menghormati kedatangan utusan Allah dan menyambutnya dengan keterbukaan dan keluasan di tanahnya, dan bahwa Ibrahim bersumpah kepada Tuhannya untuk tidak menyaingi Abimelekh dalam kerajaannya dan untuk mengasuh keturunannya setelahnya.
Dia telah menanam pohon Atsal di sekitar Bersyeba dan menetap di sana, namun para penggembala dan budaknya selalu berselisih dengan budak-budak raja, maka Ibrahim memerintahkan kaumnya untuk membongkar kemah dan kembali ke Hebron di mana para kepala suku mencintai, menghormatinya, dan mengharapkan keberkahan darinya.
Allah memuliakan Hajar dan Ismail pada hari Ia memerintahkannya untuk menempatkan mereka di lembah yang tidak ada tanamannya di dekat rumah-Nya yang suci, dan tidak ada penghuni di sana, bahkan tanah itu milik Allah yang belum diwariskan kepada satu pun hamba-Nya. Maka Dia memancarkan sumur Zamzam untuk mereka. Maka manusia pun berbondong-bondong mendatangi mereka mencari tempat tinggal di dekat mereka. Sumur itu milik Hajar dan Ismail.. mereka menguasai urat nadi kehidupan, maka mereka menjadi dasar pemukiman yang mulai terbentuk di sekitar rumah Allah.
وَنَظَرَ خَلِيلُ الرَّحْمَنِ إِلَى سُفُوحِ الْجِبَالِ فَرَأَى الْبُيُوتَ قَامَتْ عَلَيْهَا وَنَصَبَتِ الْخِيَامُ وَبَدَأَتْ تَتَكَوَّنُ مَدِينَةُ بَكَّةَ . إِنَّهَا مَدِينَةٌ مُبَارَكَةٌ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ فِي الْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَفِي آنَاءِ اللَّيْلِ وَأَطْرَافِ النَّهَارِ ، إِنَّ هَذِهِ الْمَدِينَةَ تَنْتَشِرُ بِبَرَكَةِ هَاجَرَ وَابْنِهَا إِسْمَاعِيلَ .
إِنَّ إِسْمَاعِيلَ يَشِبُّ زَعِيمًا بَيْنَ قَوْمِهِ ، إِنَّهُ صَادِقُ الْوَعْدِ مِنَ الْأَخْيَارِ وَيَعِيشُ مَعَ أُمِّهِ آمِنًا فِي حَرَمِ اللَّهِ لَا يَخْشَى أَنْ يَعْتَدِيَ عَلَيْهِ أَحَدٌ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ الِاعْتِدَاءَ حَوْلَ بَيْتِهِ ، إِنَّهَا مَدِينَةٌ مُحَرَّمَةٌ يَأْمَنُ فِيهَا النَّاسُ وَالْحَيَوَانُ وَالطَّيْرُ ، يَأْمَنُ فِيهَا كُلُّ مَنْ تَتَرَدَّدُ بَيْنَ جَنْبَاتِهِ رُوحٌ .
وَلَوْ مَالَ خَلِيلُ الرَّحْمَنِ مَعَ هَوَاهُ لَحَمَلَ سَارَةَ وَإِسْحَاقَ وَقَوْمَهُ إِلَى بَيْتِ اللَّهِ وَلَأَمْضَى نَهَارَهُ وَسَوَادَ لَيْلِهِ فِي التَّهَجُّدِ وَالْعِبَادَةِ ، وَلَكِنَّ اللَّهَ وَعَدَهُ أَنْ يُورِثَ ذُرِّيَّتَهُ مَشَارِقَ الْأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا وَأَنْ يَجْعَلَ فِيهِمُ الْحِكْمَةَ وَالْكِتَابَ . وَقَدْ تَحَقَّقَ وَعْدُ اللَّهِ فِي بَكَّةَ فَوَرِثَ هَاجَرُ وَإِسْمَاعِيلُ الْأَرْضَ الْمُبَارَكَةَ لَا يُنَازِعُهُمَا فِيهَا مَنَازِعُ ، وَسَتَنْتَشِرُ ذُرِّيَّةُ إِسْمَاعِيلَ فِي هَذِهِ الْبِطَاحِ . فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ .
أَمَّا ابْنُهُ الْآخَرُ فَلَا يَزَالُ غَرِيبًا فِي الْأَرْضِ يَسِيحُ بَيْنَ بَيْتِ إِيلٍ وَبِئْرِ سَبْعٍ وَقَادِشَ وَشُورٍ وَحَبْرُونَ ، لَا يَمْلِكُ أَرْضًا وَلَمْ يَبْنِ بَعْدُ بَيْتًا لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيرِ يُصَلِّي فِي مَحْرَابِهِ ، بَيْنَمَا بُيُوتُ الْآلِهَةِ الْوَثْنِيَّةِ فَارِهَةٌ سَامِقَةٌ تَشْهَدُ أَنَّ الضَّلَالَةَ لَا تَزَالُ شَاخِصَةً فِي الْأَرْضِ ، إِنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادُ الرَّحْمَنِ الصَّالِحُونَ .
وَوَقَعَتْ عَيْنَا خَلِيلِ الرَّحْمَنِ عَلَى هَاجَرَ وَهِيَ تَنْظُرُ إِلَى بَيْتِ اللَّهِ وَقَدْ تَعَلَّقَتْ فِيهِ كُلُّ آمَالِهَا ؛ كَانَتْ مَهِيبَةً تُعْرَفُ فِي وَجْهِهَا نَضْرَةُ النَّعِيمِ وَتَشِعُّ رُوحُهَا نُورًا تَتَفَتَّحُ لَهُ الْقُلُوبُ . لَقَدْ رَأَى خَلِيلُ الرَّحْمَنِ مُلُوكَ بَابِلَ وَحَارَانَ وَجِيرَارَ وَمِصْرَ وَلَكِنَّهُ لَمْ يَرَ فِي أَيٍّ مِنْهُمْ ذَلِكَ الْجَلَالِ الَّذِي أَسْبَغَهُ اللَّهُ عَلَى أُمِّ إِسْمَاعِيلَ .
Khalilur Rahman memandang ke lereng-lereng gunung dan melihat rumah-rumah berdiri di atasnya dan kemah-kemah dipasang dan kota Bakkah mulai terbentuk. Ini adalah kota yang diberkahi di mana nama Allah disebutkan di dalamnya pada waktu pagi dan petang dan pada waktu malam dan siang hari, kota ini tersebar dengan berkah Hajar dan putranya Ismail.
Ismail tumbuh menjadi pemimpin di antara kaumnya, ia jujur ​​pada janjinya, termasuk orang-orang terpilih dan hidup bersama ibunya dengan aman di tanah suci Allah, tidak takut ada orang yang menyerangnya, karena Allah telah mengharamkan penyerangan di sekitar rumah-Nya. Ini adalah kota yang diharamkan, di mana manusia, hewan, dan burung merasa aman, di mana setiap jiwa yang bernapas di dalamnya merasa aman.
Seandainya Khalilur Rahman mengikuti keinginannya sendiri, dia pasti akan membawa Sarah, Ishak, dan kaumnya ke rumah Allah dan menghabiskan siang dan malamnya dalam tahajud dan ibadah, tetapi Allah berjanji kepadanya untuk mewariskan kepada keturunannya timur dan barat bumi dan menjadikan di antara mereka hikmah dan kitab. Janji Allah telah terwujud di Bakkah, maka Hajar dan Ismail mewarisi tanah yang diberkahi itu tanpa ada yang menyengketakan mereka, dan keturunan Ismail akan tersebar di lembah-lembah ini. Maka bersabarlah, sesungguhnya janji Allah itu benar dan janganlah orang-orang yang tidak yakin membuatmu gelisah.
Adapun putranya yang lain masih asing di bumi, mengembara di antara Bait El, Bersyeba, Kadesy, Syur, dan Hebron, tidak memiliki tanah dan belum membangun rumah bagi Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Kuasa untuk shalat di mihrab-Nya, sementara rumah-rumah berhala pagan begitu mewah dan menjulang tinggi, menjadi saksi bahwa kesesatan masih tampak di muka bumi, sesungguhnya bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih yang shalih.
Mata Khalilur Rahman tertuju pada Hajar yang sedang memandang ke arah rumah Allah dan semua harapannya terpaut di sana; ia begitu berwibawa, di wajahnya tampak kesegaran nikmat dan jiwanya memancarkan cahaya yang membuat hati terbuka karenanya. Khalilur Rahman telah melihat raja-raja Babil, Haran, Gerar, dan Mesir, tetapi dia tidak melihat pada satu pun dari mereka keagungan yang telah Allah anugerahkan kepada ibu Ismail.
وَدَّعَ خَلِيلُ الرَّحْمَنِ هَاجَرَ وَإِسْمَاعِيلَ وَزَوْجَهُ وَبَنِيهِ وَطَافَ بِالْبَيْتِ طَوَافَ الْوَدَاعِ ، ثُمَّ امْتَطَى رَاحِلَتَهُ وَخَرَجَ فِي الْقَافِلَةِ الْمُنْطَلِقَةِ إِلَى الشَّامِ لِيَعُودَ إِلَى حَبْرُونَ ، وَكَانَ فِي شَوْقٍ شَدِيدٍ إِلَى سَارَةَ وَإِسْحَاقَ .
لِيَقُصَّ عَلَى سَارَةَ مَا رَآهُ فِي الْمَنَامِ مِنْ ذَبْحِ إِسْمَاعِيلَ وَكَيْفَ أَنَّ اللَّهَ نَادَاهُ فِي ثَبِيرٍ وَفَدَاهُ بِذَبْحٍ عَظِيمٍ ، وَلِيَقُصَّ عَلَيْهَا خَبَرَ الْبَيْتِ وَكَيْفَ أَمَرَهُ اللَّهُ أَنْ يُطَهِّرَ بَيْتَهُ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ ، وَكَيْفَ أَمَرَهُ أَنْ يُؤْذِنَ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ وَكَيْفَ أَتَوْا رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ .
إِنَّ أَحْدَاثًا جَلِيلَةً قَدْ وَقَعَتْ مُنْذُ غَادَرَ سَارَةَ إِلَى حَيْثُ أَسْكَنَ هَاجَرَ وَإِسْمَاعِيلَ قَدْ تَكُونُ أَجَلَّ الْأَحْدَاثِ الَّتِي وَقَعَتْ فِي حَيَاةِ مَنْ اتَّخَذَهُ اللَّهُ خَلِيلًا ، لَقَدْ شَارَكَتْهُ سَارَةَ كُلَّ حَيَاتِهِ وَهِيَ تُشَارِكُهُ ذِكْرَيَاتِهِ ، فَهُوَ يُحَدِّثُهَا بَيْنَ الْحِينِ وَالْحِينِ عَنْ جَدِّهِ نَاحُورَ وَعَنْ أَبِيهِ آزرَ وَعَنْ أُمِّهِ إِيمْتَالِي وَعَنْ عَمِّهِ هَارَانَ وَعَنْ أَخِيهِ نَاحُورَ . وَإِنَّهُ لَيَذْكُرُهَا بِمَا كَانَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ النُّمْرُودِ ، وَإِنَّهَا لَتَذْكُرُ لَهُ كَيْفَ آمَنَتْ لَهُ وَخَرَجَتْ مَعَهُ مُهَاجِرَةً إِلَى رَبِّهَا .
إِنَّ ذِكْرَيَاتِ السِّنِينَ تَشُدُّ أَحَدَهُمَا إِلَى الْآخَرِ ، أَيَّامَ حَارَانَ وَلَيَالِيهَا ، حُرُوبَ دِمَشْقَ ، أَوَّلَ مَحْرَابٍ بَنَاهُ إِبْرَاهِيمُ اللَّهُ الْعَلِيُّ الْقَدِيرِ ، هُجُومَ جُنُودِ الْمِصْرِيِّينَ عَلَيْهِمْ بِاللَّيْلِ ، أَسْرَ سَارَةَ وَهُبُوطَ إِبْرَاهِيمَ إِلَى مِصْرَ ، عَوْدَتَهُمَا بِهَاجَرَ وَكَيْفَ كَانَتْ هَاجَرُ خَيْرًا وَبَرَكَةً عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَأَهْلِ بَيْتِهِ فَأَنْجَبَتْ لَهُ إِسْمَاعِيلَ ثُمَّ بَشَّرَ اللَّهُ سَارَةَ بِإِسْحَاقَ .
إِنَّ الذِّكْرَيَاتِ الَّتِي تَرْبِطُ خَلِيلَ الرَّحْمَنِ بِسَارَةَ ذِكْرَيَاتٌ غَالِيَةٌ نَابِضَةٌ بِالْحَيَاةِ وَالْبَرَكَةِ . إِنَّهَا قِصَّةُ أَرْوَعِ كِفَاحٍ شَهِدَتْهُ الْبَشَرِيَّةُ ، كِفَاحِ فَرْدٍ آمَنَ بِاللَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ فَوَقَفَ فِي وَجْهِ الْعَالَمِ يَجْلُو حَقِيقَةَ التَّوْحِيدِ فِي الْأَرْضِ وَقَدْ نَجَحَ فِي رِسَالَتِهِ وَوَفَّى مَا أَمَرَهُ اللَّهُ بِهِ .
Khalilur Rahman mengucapkan selamat tinggal kepada Hajar dan Ismail, istrinya, dan anak-anaknya, lalu melakukan tawaf perpisahan di Baitullah, kemudian menunggangi untanya dan keluar dalam kafilah yang menuju ke Syam untuk kembali ke Hebron, dan dia sangat merindukan Sarah dan Ishak.
Untuk menceritakan kepada Sarah apa yang dilihatnya dalam mimpi tentang penyembelihan Ismail dan bagaimana Allah memanggilnya di Tsabir dan menebusnya dengan sembelihan yang agung, dan untuk menceritakan kepadanya kabar tentang rumah Allah dan bagaimana Allah memerintahkannya untuk menyucikan rumah-Nya bagi orang-orang yang tawaf, yang berdiri shalat, dan yang ruku' serta sujud, dan bagaimana Allah memerintahkannya untuk menyeru manusia untuk berhaji dan bagaimana mereka datang dengan berjalan kaki atau mengendarai unta yang kurus dari setiap lembah yang dalam.
Peristiwa-peristiwa agung telah terjadi sejak dia meninggalkan Sarah sampai ke tempat di mana dia menempatkan Hajar dan Ismail, mungkin itu adalah peristiwa-peristiwa teragung yang terjadi dalam kehidupan seseorang yang Allah jadikan kekasih-Nya. Sarah telah berbagi seluruh hidupnya dengannya dan dia berbagi kenangan dengannya, maka dia menceritakan kepadanya dari waktu ke waktu tentang kakeknya Nahor, ayahnya Azar, ibunya Imtali, pamannya Haran, dan saudaranya Nahor. Dan dia mengingatnya dengan apa yang terjadi antara dia dan Namrud, dan dia menceritakan kepadanya bagaimana dia beriman kepadanya dan keluar bersamanya berhijrah kepada Tuhannya.
Kenangan bertahun-tahun menarik satu sama lain, hari-hari di Haran dan malam-malamnya, perang Damaskus, mihrab pertama yang dibangun Ibrahim bagi Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Kuasa, serangan tentara Mesir kepada mereka di malam hari, penawanan Sarah dan turunnya Ibrahim ke Mesir, kembalinya mereka dengan Hajar dan bagaimana Hajar menjadi kebaikan dan berkah bagi Ibrahim dan keluarganya, maka ia melahirkan Ismail baginya, kemudian Allah memberi kabar gembira kepada Sarah dengan Ishak.
Kenangan yang mengikat Khalilur Rahman dengan Sarah adalah kenangan berharga yang berdenyut dengan kehidupan dan berkah. Ini adalah kisah perjuangan terindah yang pernah disaksikan umat manusia, perjuangan seorang individu yang beriman kepada Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa, maka dia berdiri di hadapan dunia menjelaskan kebenaran tauhid di bumi dan dia telah berhasil dalam risalahnya dan menunaikan apa yang Allah perintahkan kepadanya.
لَقَدْ عَرَفَ خَلِيلُ الرَّحْمَنِ قَبْلَ أَنْ يُغَادِرَ حَبْرُونَ إِلَى بَكَّةَ أَنَّ مَلَكَةَ زَوْجَةَ أَخِيهِ نَاحُورَ أَنْجَبَتْ ثَمَانِيَةً وَأَنَّ بَتُوئِيلَ بْنَ نَاحُورَ أَنْجَبَ رِفْقَةَ وَأَنَّ رِفْقَةَ شَبَّتْ فِي حَارَانَ جَمِيلَةً وَدِيعَةً ، فَفَكَّرَ أَنْ يَبْعَثَ إِلِيعَازَرَ الدِّمَشْقِيَّ إِلَى حَارَانَ لِيَخْطُبَهَا لِإِسْحَاقَ .
وَسَوْفَ تَسُرُّ سَارَةَ وَتَتَهَلَّلُ بِالْفَرَحِ عِنْدَمَا يَقُولُ لَهَا إِبْرَاهِيمُ إِنَّ ابْنَهُمَا إِسْحَاقَ سَيَتَزَوَّجُ رِفْقَةَ ابْنَةَ عَمِّهِ نَاحُورَ ، فَأُمْنِيَّةُ سَارَةَ أَنْ تَرَى إِسْحَاقَ زَوْجًا يَمْلَأُ الدُّنْيَا ذُرِّيَّةً صَالِحَةً لِيَتَحَقَّقَ وَعْدُ اللَّهِ ، وَقَدْ كَانَتْ سَارَةَ تُحِبُّ مَلَكَةَ وَإِنْ كَانَتْ مَلَكَةَ وَنَاحُورَ قَدْ أَبَيَا أَنْ يُهَاجِرَا مَعَ إِبْرَاهِيمَ إِلَى حَيْثُ لَا يَعْلَمَانِ .
كَانَ إِبْرَاهِيمُ بَارًا بِأَهْلِهِ ، فَلَئِنْ كَانَ فِي سِيَاحَةٍ رُوحِيَّةٍ يَجُوبُ الْمَشَارِقَ وَالْمَغَارِبَ إِنَّهُ كَانَ يَتَنَسَّمُ أَخْبَارَ أَخِيهِ . وَلَمْ يُهْمِلْ إِبْرَاهِيمُ هَاجَرَ وَإِسْمَاعِيلَ بَعْدَ أَنْ أَسْكَنَهُمَا عِنْدَ بَيْتِ اللَّهِ الْحَرَامِ بَلْ كَانَ يَهْدِفُ دَائِمًا إِلَى رَبْطِ أَوَاصِرِ الْأُسْرَةِ . وَلَئِنْ كَانَتْ سَارَةَ وَإِسْحَاقَ لَمْ يَحُجَّا هَذِهِ السَّنَةَ إِنَّهُ سَيَحْمِلُهُمَا فِي الْعَامِ الْقَابِلِ إِلَى بَيْتِ اللَّهِ لِيُؤَدِّيَا شَعَائِرَ اللَّهِ . وَقَدْ زَارَهُ إِسْمَاعِيلُ مَرَّاتٍ فِي حَبْرُونَ وَفِي بَيْتِ إِيلٍ وَعَانَقَ إِسْمَاعِيلُ إِسْحَاقَ فِي حُبٍّ شَدِيدٍ حَتَّى إِنَّ سَارَةَ تَأَثَّرَتْ بِذَلِكَ اللِّقَاءِ وَانْهَمَرَتْ مِنْ عَيْنِهَا الدُّمُوعُ .
وَخُيِّلَ إِلَيْهِ أَنَّهُ يَصْغَى إِلَى تَرْتِيلِ سَارَةَ فِي صَحِيفَةٍ الْمُطَهَّرَةِ ، صَحِيفَةٍ الَّتِي أَنْزَلَهَا اللَّهُ ، وَإِنَّ صَوْتَهَا عَذْبٌ نَدًى كَتَرْتِيلِ الْمَلَائِكَةِ يَمَسُّ شَغَافَ الْقُلُوبِ وَيُبَلِّلُ الرُّوحَ بِالْعَبَرَاتِ .
إِنَّ صَوْتَهَا يَسْرَى فِي سُكُونِ اللَّيْلِ أَشْجَى مِنَ الْمَزَامِيرِ وَيَتَغَلْغَلُ فِي سُوَيْدَاءِ النُّفُوسِ فَيَبْعَثُ الْخَشْيَةَ فِي الْوِجْدَانِ وَيُطْلِقُ الْأَرْوَاحَ لِتَهِيمَ فِي نُورِ اللَّهِ تَرْشُفُ الرَّحِيقَ الْحِكْمَةَ الْغَالِيَةَ .
إِنَّهُ فِي شَوْقٍ إِلَيْهَا ، فِي شَوْقٍ إِلَى أَنْ يَصْغَى إِلَى صَلَاتِهَا ، فِي شَوْقٍ إِلَى أَنْ يَلْقَى إِلَيْهَا السَّمْعَ وَهِيَ تُنَاجِي رَبَّهَا وَتَبْتَهِلُ إِلَيْهِ أَنْ يَغْفِرَ لَهَا وَيَتَقَبَّلَ مِنْهَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ .
Khalilur Rahman tahu sebelum meninggalkan Hebron menuju Bakkah bahwa Milka, istri saudaranya Nahor, telah melahirkan delapan anak, dan bahwa Betuel bin Nahor telah melahirkan Ribka, dan bahwa Ribka tumbuh di Haran dengan cantik dan lembut, maka dia berpikir untuk mengirim Eliezer dari Damaskus ke Haran untuk meminangnya bagi Ishak.
Sarah akan senang dan berseri-seri dengan kegembiraan ketika Ibrahim memberitahunya bahwa putra mereka Ishak akan menikahi Ribka, putri sepupunya Nahor, karena keinginan Sarah adalah melihat Ishak menjadi seorang suami yang memenuhi dunia dengan keturunan yang shalih agar janji Allah terwujud. Dan Sarah mencintai Milka, meskipun Milka dan Nahor menolak untuk berhijrah bersama Ibrahim ke tempat yang tidak mereka ketahui.
Ibrahim berbuat baik kepada keluarganya, meskipun dia sedang dalam perjalanan spiritual menjelajahi timur dan barat, dia selalu mendengarkan kabar saudaranya. Ibrahim tidak mengabaikan Hajar dan Ismail setelah menempatkan mereka di dekat rumah Allah yang suci, bahkan dia selalu bertujuan untuk mempererat ikatan keluarga. Dan jika Sarah dan Ishak tidak berhaji tahun ini, dia akan membawa mereka tahun depan ke rumah Allah untuk menunaikan syiar-syiar Allah. Ismail telah mengunjunginya berkali-kali di Hebron dan di Bait El, dan Ismail memeluk Ishak dengan penuh kasih sayang yang mendalam sampai-sampai Sarah terharu dengan pertemuan itu dan air mata mengalir dari matanya.
Dia membayangkan dirinya mendengarkan lantunan Sarah dalam lembaran yang disucikan, lembaran yang Allah turunkan, dan suaranya begitu manis dan lembut seperti lantunan malaikat yang menyentuh relung hati dan membasahi jiwa dengan air mata.
Suaranya mengalir dalam kesunyian malam lebih syahdu dari mizmar (seruling) dan meresap ke dalam lubuk jiwa, membangkitkan rasa takut kepada Allah dalam nurani dan melepaskan ruh untuk mengembara dalam cahaya Allah, meminum nektar hikmah yang berharga.
Dia merindukannya, rindu untuk mendengarkan shalatnya, rindu untuk mendengarkan saat dia bermunajat kepada Tuhannya dan memohon kepada-Nya agar Dia mengampuninya dan menerima darinya, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
وَلَاحَتْ لَهُ أَرْبَاضُ حَبْرُونَ - وَلَمْ تَكُنْ قَدْ نُسِبَتْ إِلَيْهِ بَعْدُ وَلَمْ تُعْرَفْ بَعْدُ بِاسْمِ الْخَلِيلِ - فَخَفَقَ قَلْبُهُ رَهْبَةً . فَمَا أَكْثَرَ مَا سَافَرَ وَجَابَ الْآفَاقَ وَمَا أَكْثَرَ مَا عَادَ بَعْدَ سَفَرِهِ إِلَى خِيَامِهِ وَأَهْلِهِ ، وَلَكِنَّهُ لَمْ يُحِسَّ أَبَدًا مَا يَحِسُّهُ فِي هَذِهِ الْعَوْدَةِ فَقَلْبُهُ يَخْفِقُ فِي حُزْنٍ وَصَدْرُهُ يَضِيقُ وَهَامِسٌ يَهْمِسُ فِي أَغْوَارِهِ أَنَّ خَطْبًا جَلَلًا نَزَلَ بِأَهْلِهِ . تَرَى مَا الَّذِي حَلَّ بِأُسْرَتِهِ الَّتِي تَرَكَهَا وَهِيَ آمِنَةٌ فِي كَنَفِ اللَّهِ ؟
Tampak baginya pinggiran Hebron - yang belum dinisbatkan kepadanya dan belum dikenal dengan nama Al-Khalil - maka jantungnya berdegup karena cemas. Betapa sering dia bepergian dan menjelajahi cakrawala dan betapa sering dia kembali setelah perjalanannya ke kemah dan keluarganya, tetapi dia tidak pernah merasakan apa yang dia rasakan pada kepulangan ini, hatinya berdegup dalam kesedihan dan dadanya terasa sesak, dan bisikan berbisik di lubuk hatinya bahwa malapetaka besar telah menimpa keluarganya. Ada apa dengan keluarganya yang dia tinggalkan dalam keadaan aman dalam lindungan Allah?
وَأَسْرَعَ إِلَى خِيَامِهِ فَنَزَلَ عَنْ رَاحِلَتِهِ وَرَاحَ يَتَلَفَّتُ فَهَرَعَ إِلَيْهِ الرِّجَالُ وَالْعَبِيدُ وَلَكِنَّ وُجُوهَهُمْ كَانَتْ بَاسِرَةً . وَتَقَدَّمَ إِبْرَاهِيمُ إِلَى إِلِيعَازَرَ الدِّمَشْقِيِّ وَقَالَ :
Dia bergegas ke kemahnya, turun dari untanya, dan mulai menoleh ke sana kemari, lalu para pria dan budak bergegas kepadanya, namun wajah mereka tampak masam. Ibrahim mendekati Eliezer dari Damaskus dan berkata:
— مَاذَا هُنَاكَ ؟
— Apa yang terjadi?
وَلَمْ يَسْتَطِعْ إِلِيعَازَرُ أَنْ يَتَجَلَّدَ فَأَجْهَشَ بِالْبُكَاءِ وَقَالَ وَالْعَبَرَاتُ تَخْنُقُهُ :
Eliezer tidak mampu menahan diri, dia menangis tersedu-sedu dan berkata dengan air mata yang mencekiknya:
— مَاتَتْ سَارَةَ .
— Sarah telah meninggal.
فَأَحَسَّ خَلِيلُ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ يَتَمَزَّقُ ، وَهَرَعَ إِلَى خَيْمَتِهِ وَفَتَحَهَا فَإِذَا بِسَارَةَ مُسَجَّاةً أَكَبَّ عَلَيْهَا إِسْحَاقَ يَبْكِي وَيَنْتَحِبُ . وَلَمْ يَسْتَطِعْ إِبْرَاهِيمُ أَنْ يَكْتُمَ حُزْنَهُ فَرَاحَ يَبْكِي سَارَةَ الَّتِي آمَنَتْ لَهُ يَوْمَ كَفَرَ بِهِ النَّاسُ وَوَاسَتْهُ يَوْمَ أَعْرَضَ عَنْهُ النَّاسُ وَضَمَدَتْ جُرُوحَ نَفْسِهِ يَوْمَ سُدِّدَتْ إِلَيْهِ الطَّعْنَاتُ . إِنَّهُ يَرَى أَحَبَّ النَّاسِ إِلَيْهِ فَارَقَتِ الْحَيَاةَ ، أَمْسَتْ سَارَةَ جُثَّةً هَامِدَةً ، أَضْحَتْ ذِكْرَى كَأَيَّامِ أُورَ وَحَارَانَ وَمِصْرَ .
Khalilur Rahman merasa seolah dirinya terpecah, dia bergegas ke kemahnya dan membukanya, tiba-tiba Sarah terbaring di sana, Ishak menelungkup di atasnya sambil menangis dan meratap. Ibrahim tidak mampu menyembunyikan kesedihannya, dia mulai menangisi Sarah yang beriman kepadanya di hari orang-orang kafir kepadanya, yang menghiburnya di hari orang-orang berpaling darinya, dan yang membalut luka jiwanya di hari tusukan-tusukan diarahkan kepadanya. Dia melihat orang yang paling dicintainya telah berpisah dari kehidupan, Sarah telah menjadi jenazah yang diam, telah menjadi kenangan seperti hari-hari di Ur, Haran, dan Mesir.
وَرَاحَ إِبْرَاهِيمُ يَنْظُرُ إِلَى سَارَةَ وَفِي حَلْقِهِ وَقْدَةٌ مِنْ نَارٍ ثُمَّ قَالَ :
Ibrahim mulai memandang Sarah dengan kerongkongan yang terasa terbakar api, lalu ia berkata:
— إِنَّا يَا سَارَةَ عَلَيْكِ لَمَحْزُونُونَ ، الْعَيْنُ تَدْمَعُ وَالْقَلْبُ لَا يَقُولُ إِلَّا خَيْرًا ، إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ .
— Wahai Sarah, sesungguhnya kami bersedih atas kepergianmu. Mata meneteskan air mata, dan hati tidak mengucapkan kecuali yang baik. Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.
وَطَافَ بِذِهْنِهِ أَنْ يَحْمِلَهَا إِلَى أُورَ لِيَدْفِنَهَا إِلَى جِوَارِ أُمِّهِ إِيمْتَالِي أَوْ يَحْمِلَهَا إِلَى حَارَانَ لِيَدْفِنَهَا إِلَى جِوَارِ أَبِيهِ آزرَ ، وَلَكِنَّهُ أَعْرَضَ عَنْ هَذَا . فَلْيَدْفِنْهَا فِي حَبْرُونَ حَيْثُ فَاضَتْ رُوحُهَا فَالْأَرْضُ كُلُّهَا لِلَّهِ .
وَقَامَ إِلَى بَنِي حِثٍّ ، إِلَى النَّاسِ الَّذِينَ نَزَلَ بَيْنَهُمْ وَكَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُمْ مَوَدَّةٌ ، وَكَانُوا مُجْتَمِعِينَ لِمَا بَلَغَهُمْ مَوْتُ سَارَةَ فَقَالَ لَهُمْ :
Terlintas di benaknya untuk membawa Sarah ke Ur agar dimakamkan di dekat ibunya, Imtali, atau membawanya ke Haran untuk dimakamkan di dekat ayahnya, Azar, namun ia berpaling dari niat itu. Maka biarlah ia memakamkannya di Hebron di mana ruhnya terlepas, karena bumi seluruhnya milik Allah.
Lalu ia bangkit menemui Bani Heth, kepada orang-orang di mana ia menetap dan di antara mereka terdapat kasih sayang. Mereka sedang berkumpul ketika mendengar kabar kematian Sarah, maka ia berkata kepada mereka:
— أُرِيدُ أَنْ أَشْتَرِيَ قَبْرًا أَدْفِنَ فِيهِ سَارَةَ .
— Aku ingin membeli makam tempat aku memakamkan Sarah.
— قُبُورُنَا كُلُّهَا لَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ اخْتَرْ مِنْهَا مَا تَشَاءُ .
— Semua makam kami adalah milikmu, wahai Rasul Allah, pilihlah dari makam-makam itu sesukamu.
فَشَكَرَ لَهُم إِبْرَاهِيمُ وَقَالَ :
Maka Ibrahim berterima kasih kepada mereka dan berkata:
— الْتَمِسُوا لِي مِنْ عَفْرُونَ بْنِ صُومَرَ أَنْ يَبِيعَنِي مَغَارَةَ الْكَفِيلَةِ الَّتِي لَهُ فِي طَرَفِ حَقْلِهِ .
— Mintakan untukku kepada 'Efron bin Sohar agar ia menjual kepadaku Gua Makhpela yang ia miliki di ujung ladangnya.
وَكَانَ عَفْرُونُ بَيْنَ الْمُجْتَمِعِينَ فَقَالَ :
Dan 'Efron ada di antara orang-orang yang berkumpul, lalu ia berkata:
— إِنَّهَا لَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، هِيَ وَالْحَقْلُ لِلَّهِ وَلِرَسُولِهِ .
— Itu untukmu wahai Rasul Allah, ia dan ladang tersebut adalah milik Allah dan Rasul-Nya.
وَلَمْ يَقْبَلْ خَلِيلُ الرَّحْمَنِ أَنْ يَقْبَلَهَا هَدِيَّةً بَلْ قَالَ :
Namun Khalilur Rahman tidak menerima untuk menjadikannya hadiah, bahkan ia berkata:
— شُكْرًا لَكَ يَا عَفْرُونُ ، لَا بُدَّ أَنْ أَدْفَعَ ثَمَنَ الْحَقْلِ فَإِنِّي لَا أَدْفِنُ سَارَةَ فِي قَبْرٍ لَا أَمْلِكُهُ ، فِي قَبْرٍ لَمْ أَدْفَعْ ثَمَنَهُ .
— Terima kasih kepadamu wahai 'Efron, aku harus membayar harga ladang itu karena aku tidak memakamkan Sarah di makam yang tidak aku miliki, di makam yang belum aku bayar harganya.
قَالَ عَفْرُونُ :
'Efron berkata:
— إِنِّي رَضِيتُ أَنْ أَبِيعَكَ الْحَقْلَ بِأَرْبَعِمِائَةِ شَاقِلٍ مِنَ الْفِضَّةِ .
— Aku ridha menjual ladang itu kepadamu seharga empat ratus syikal perak.
وَوَزَنَ خَلِيلُ الرَّحْمَنِ لِعَفْرُونَ الْفِضَّةَ الَّتِي طَلَبَهَا وَأَعْطَاهُ إِيَّاهَا عَلَى مَرْأًى وَمَسْمَعٍ مِنَ الْقَوْمِ . وَقُبِرَتْ سَارَةَ فِي مَغَارَةِ الْكَفِيلَةِ وَوَقَفَ عَلَى قَبْرِهَا إِبْرَاهِيمُ وَإِسْحَاقُ وَإِلِيعَازَرُ الدِّمَشْقِيُّ وَالْمُؤْمِنُونَ يَبْكُونَ السَّيِّدَةَ الْجَلِيلَةَ الَّتِي كَانَتْ أَوَّلَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَالَّتِي كَانَتِ الْقُلُوبُ تَخْشَعُ لِصَوْتِهَا إِذَا قَامَتْ لِلصَّلَاةِ أَوْ قَرَأَتْ فِي صُحُفِ خَلِيلِ الرَّحْمَنِ .
Dan Khalilur Rahman menimbang perak yang diminta 'Efron dan memberikannya di hadapan orang-orang yang melihat dan mendengar. Sarah dimakamkan di Gua Makhpela, dan di atas makamnya berdiri Ibrahim, Ishak, Eliezer dari Damaskus, dan orang-orang beriman menangisi wanita agung yang merupakan orang pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, yang hatinya menjadi khusyuk karena suaranya saat ia berdiri untuk shalat atau membaca lembaran-lembaran Khalilur Rahman.
« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi