BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

MRWM - Khadijah Bintu Khuwailid - Episode 28

KHADIJAH BINTU KHUWAILID
Abdul Hamid Judah As-Sahhar

Siasat di Balik Cawan: Akhir Tragis Sang Pujangga dan Dendam yang Membutakan

Episode ini mengungkap bagaimana dendam kesumat Ibnu Marina merusak tatanan kerajaan melalui fitnah yang sistematis. Kita akan melihat bagaimana 'Adiy bin Zaid terjebak dalam jaring tipu daya yang ia buat sendiri, menjadi pengingat bahwa kezaliman akan kembali kepada pelakunya.

كَانَ عَدِيُّ بْنُ زَيْدٍ قَدِ احْتَالَ حَتَّى جَعَلَ كِسْرَى أَنُوشِرْوَانَ يُوَلِّي النُّعْمَانَ بْنَ الْمُنْذِرِ أَمْرَ الْحِيرَةِ ، وَقَدْ حَقَدَ عَلَيْهِ لِذَلِكَ عَدِيُّ بْنُ مَرِينَا فَقَدْ كَانَ يَرَى أَنَّ صَاحِبَهُ الْأَسْوَدَ بْنَ الْمُنْذِرِ أَحَقُّ بِالْوِلَايَةِ مِنْ أَخِيهِ ، وَلَمْ يَنْسَ ابْنُ مَرِينَا مَا فَعَلَ ابْنُ زَيْدٍ فَرَاحَ يَتَرَبَّصُ بِهِ الدَّوَائِرَ وَيَنْتَظِرُ فُرْصَةً سَانِحَةً لِثَأْرٍ مِنْهُ .
'Adiy bin Zaid telah bersiasat hingga membuat Kisra Anusyirwan mengangkat An-Nu'man bin Al-Mundzir sebagai penguasa Al-Hirah. 'Adiy bin Marina mendendam kepadanya karena hal itu, karena ia berpandangan bahwa sahabatnya, Al-Aswad bin Al-Mundzir, lebih berhak atas jabatan tersebut daripada saudaranya. Ibnu Marina tidak melupakan apa yang dilakukan Ibnu Zaid, sehingga ia terus mengintai dan menunggu kesempatan yang tepat untuk membalas dendam kepadanya.
وَتَزَوَّجَ عَدِيُّ بْنُ زَيْدٍ هِنْدَ ابْنَةَ النُّعْمَانِ ، وَعَلَا شَأْنُ النُّعْمَانِ وَأَصْبَحَ قِبْلَةَ قَبَائِلِ الْعَرَبِ يَفِدُونَ إِلَيْهِ يَلْتَمِسُونَ مَا عِنْدَهُ وَقَدْ تَوَطَّدَتْ صَدَاقَاتٌ بَيْنَهُ وَبَيْنَ سَادَاتِ الْعَرَبِ وَشُعَرَائِهِمْ ، وَكَانَ ابْنُ مَرِينَا كَثِيرَ الْمَالِ وَالضَّيْعَةِ ، فَلَمْ يَكُنْ فِي الدَّهْرِ يَوْمٌ يَأْتِي إِلَّا عَلَى بَابِ النُّعْمَانِ هَدِيَّةٌ مِنْ ابْنِ مَرِينَا ، فَصَارَ مِنْ أَكْرَمِ النَّاسِ عَلَيْهِ حَتَّى كَانَ لَا يَقْضِي فِي مُلْكِهِ شَيْئًا إِلَّا بِأَمْرِ ابْنِ مَرِينَا ، وَكَانَ إِذَا ذُكِرَ عَدِيُّ بْنُ زَيْدٍ عِنْدَ النُّعْمَانِ أَحْسَنَ الثَّنَاءَ عَلَيْهِ وَأَتْبَعَ ذَلِكَ بِأَنْ يَقُولَ : إِنَّ عَدِيَّ بْنَ زَيْدٍ فِيهِ مَكْرٌ وَخَدِيعَةٌ وَالْمَعَدُّى لَا يَصْلُحُ إِلَّا هَكَذَا .
'Adiy bin Zaid menikahi Hindun binti An-Nu'man. Kedudukan An-Nu'man semakin tinggi dan menjadi kiblat bagi kabilah-kabilah Arab yang datang kepadanya untuk memohon apa yang ada padanya. Persahabatan antara dirinya dan para pemimpin serta penyair Arab pun semakin kokoh. Ibnu Marina adalah orang yang memiliki banyak harta dan lahan, sehingga tidak ada satu hari pun berlalu melainkan selalu ada hadiah dari Ibnu Marina di pintu An-Nu'man. Ia pun menjadi orang yang paling dimuliakan di sisinya, hingga tidaklah An-Nu'man memutuskan sesuatu dalam kerajaannya kecuali dengan perintah Ibnu Marina. Jika 'Adiy bin Zaid disebut di hadapan An-Nu'man, ia memujinya dengan baik namun menyambungnya dengan berkata: "Sesungguhnya 'Adiy bin Zaid itu penuh makar dan tipu daya, dan Al-Ma'adda tidaklah benar kecuali dengan cara seperti ini".
فَلَمَّا رَأَى مَنْ يَطِيفُ بِالنُّعْمَانِ مَنْزِلَةَ ابْنِ مَرِينَا عِنْدَهُ لَزِمُوهُ وَتَابَعُوهُ فَجَعَلَ يَقُولُ لِمَنْ يَثِقُ بِهِ مِنْ أَصْحَابِهِ : إِذَا رَأَيْتُمُونِي أَذْكُرُ عَدِيًّا عِنْدَ الْمَلِكِ بِخَيْرٍ فَقُولُوا : إِنَّهُ لَكَذَلِكَ ، وَلَكِنَّهُ لَا يُسَلِّمُ عَلَيْهِ أَحَدٌ ، إِنَّهُ لَيَقُولُ إِنَّ النُّعْمَانَ عَامَلُهُ وَأَنَّهُ هُوَ وَلَّاهُ مَا وَلَّاهُ ، فَلَمْ يَزَالُوا بِذَلِكَ حَتَّى أَضْغَنُوهُ عَلَيْهِ .
Ketika orang-orang yang berada di sekitar An-Nu'man melihat kedudukan Ibnu Marina di sisinya, mereka pun mendekati dan mengikutinya. Ia mulai berkata kepada orang-orang kepercayaannya: "Jika kalian melihatku memuji 'Adiy di hadapan raja, maka katakanlah: 'Memang benar begitu, tetapi dia tidak pernah memberi salam kepadanya. Sesungguhnya dia mengatakan bahwa An-Nu'man hanyalah pegawainya, dan dialah yang mengangkatnya dengan jabatan tersebut.'" Mereka terus melakukan hal itu hingga menanamkan kebencian dalam hati An-Nu'man terhadapnya.
وَصَنَعَ عَدِيُّ بْنُ زَيْدٍ ذَاتَ يَوْمٍ طَعَامًا لِلنُّعْمَانِ وَسَأَلَهُ أَنْ يَرْكَبَ إِلَيْهِ وَيَتَغَدَّى عِنْدَهُ هُوَ وَأَصْحَابُهُ ، فَرَكَبَ النُّعْمَانُ إِلَيْهِ فَاعْتَرَضَهُ عَدِيُّ بْنُ مَرِينَا فَاحْتَبَسَهُ حَتَّى تَغَدَّى عِنْدَهُ هُوَ وَأَصْحَابُهُ وَشَرِبُوا حَتَّى ثَمِلُوا ، ثُمَّ رَكِبَ إِلَى عَدِيٍّ وَلَا فَضْلَ فِيهِ فَأَحْفَظَهُ ذَلِكَ وَرَأَى فِي وَجْهِ عَدِيٍّ الْكَرَاهَةَ ، فَقَامَ فَرَكَبَ وَرَجَعَ إِلَى مَنْزِلِهِ .
Suatu hari, 'Adiy bin Zaid menyiapkan jamuan makan untuk An-Nu'man dan memintanya untuk berkunjung dan makan siang bersamanya beserta para sahabatnya. An-Nu'man pun berangkat ke tempatnya, namun ia dihadang oleh 'Adiy bin Marina dan ditahan hingga An-Nu'man makan siang dan minum bersamanya hingga mabuk. Setelah itu, An-Nu'man pergi menemui 'Adiy bin Zaid tanpa ada sisa (keistimewaan) padanya. Hal itu membuatnya kesal dan ia melihat ketidaksukaan pada wajah 'Adiy. Maka ia pun berdiri, lalu naik kendaraan dan kembali ke kediamannya.
وَأَطْرَقَ عَدِيُّ بْنُ زَيْدٍ يَتَذَكَّرُ أَوَّلَ يَوْمٍ قَدِمَ فِيهِ عَلَى النُّعْمَانِ قَبْلَ أَنْ يَنْطَلِقَ بِهِ إِلَى قَصْرِ كِسْرَى . صَادَفَهُ لَا مَالِ عِنْدَهُ وَلَا أَثَاثَ وَلَا مَا يَصْلُحُ لِمَلِكٍ ، وَكَانَ آدَمَ إِخْوَتِهِ مَنْظَرًا وَكُلُّهُمْ أَكْثَرُ مَالًا مِنْهُ . وَرَاحَ الْحِوَارُ الَّذِي دَارَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ النُّعْمَانِ يَرِنُّ فِي أَغْوَارِهِ :
'Adiy bin Zaid menunduk, mengenang hari pertama ia datang kepada An-Nu'man sebelum membawanya ke istana Kisra. Ia menemukannya tidak memiliki harta, perabotan, maupun sesuatu yang layak bagi seorang raja. Dia adalah yang paling tampan di antara saudara-saudaranya, namun mereka semua lebih kaya darinya. Percakapan yang terjadi antara dia dan An-Nu'man terngiang-ngiang di lubuk hatinya:
— كَيْفَ أَصْنَعُ بِكَ وَلَا مَالَ عِنْدَكَ !
— Bagaimana aku bisa berbuat sesuatu untukmu sementara kamu tidak punya harta!
— مَا أَعْرِفُ لَكَ حِيلَةً إِلَّا مَا تَعْرِفُهُ أَنْتَ .
— Aku tidak tahu jalan keluar bagimu selain apa yang kamu sendiri ketahui.
— قُمْ بِنَا نَمْضِ إِلَى ابْنِ قَرْدَسَ .
— Ayo kita pergi menemui Ibnu Qardas.
وَرَأَى بِعَيْنِ خَيَالِهِ وَهُمَا يَنْطَلِقَانِ إِلَى الرَّجُلِ حَتَّى أَتَيَاهُ لِيَقْتَرِضَا مِنْهُ مَالًا ، فَأَبَى أَنْ يُقْرِضَهُمَا وَقَالَ :
Ia melihat dengan mata batinnya saat mereka berdua berangkat menemui pria itu untuk meminjam uang darinya, namun ia menolak untuk meminjamkan mereka dan berkata:
— مَا عِنْدِي شَيْءٌ .
— Aku tidak punya apa-apa.
فَأَتَيَا جَابِرَ بْنَ شَمْعُونَ الْأَسْقَفَ أَحَدَ بَنِي الْأَوْسِ بْنِ قُلَامٍ فَاسْتَقْرَضَا مِنْهُ مَالًا ، فَأَنْزَلَهُمَا ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ يَذْبَحُ لَهُمَا وَيَسْقِيهِمَا الْخَمْرَ ، فَلَمَّا كَانَ الْيَوْمُ الرَّابِعُ قَالَ لَهُمَا :
Kemudian mereka mendatangi Jabir bin Syam'un Al-Asqaf, salah seorang dari Bani Al-Aus bin Qulam, lalu meminjam uang darinya. Ia menjamu mereka selama tiga hari, menyembelih hewan untuk mereka dan memberi mereka minum khamr. Ketika hari keempat tiba, ia berkata kepada mereka:
— مَاذَا تُرِيدَانِ ؟
— Apa yang kalian inginkan?
فَقَالَ لَهُ عَدِيٌّ :
'Adiy berkata kepadanya:
— تَقْرِضَنَا أَرْبَعِينَ أَلْفَ دِرْهَمٍ يَسْتَعِينُ بِهَا النُّعْمَانُ عَلَى أَمْرِهِ عِنْدَ كِسْرَى .
— Pinjamkan kami empat puluh ribu dirham yang akan digunakan An-Nu'man untuk urusannya di hadapan Kisra.
فَقَالَ لَهُمَا :
Ia berkata kepada mereka:
— لَكُمَا عِنْدِي ثَمَانُونَ أَلْفًا .
— Kalian punya delapan puluh ribu di sisiku.
فَقَالَ النُّعْمَانُ لِجَابِرٍ :
An-Nu'man berkata kepada Jabir:
— لَا جَرَمَ لَا يَجْرِي لِي دِرْهَمٌ إِلَّا عَلَى يَدَيْكَ إِنْ أَنَا مَلَكْتُ .
— Tentu saja, tidak akan ada satu dirham pun yang mengalir untukku melainkan melalui tanganmu jika aku telah menjadi raja.
وَقَدْ وَفَى النُّعْمَانُ لِجَابِرٍ فَهُوَ صَاحِبُ الْقَصْرِ الْأَبْيَضِ فِي الْحِيرَةِ ، فَمَا بَالُهُ بِفَضْلِ ابْنِ مَرِينَا عَلَيْهِ ؟ وَغَضِبَ عَدِيُّ بْنُ زَيْدٍ وَانْفَعَلَ ، فَقَالَ مُخَاطِبًا النُّعْمَانَ :
An-Nu'man menepati janjinya kepada Jabir, karena dia adalah pemilik Istana Putih di Al-Hirah. Namun, bagaimana dengan keutamaan Ibnu Marina atasnya? 'Adiy bin Zaid marah dan bereaksi, lalu berkata seraya berbicara kepada An-Nu'man:

أَحْبَبْتُ مَجْلِسَنَا وَحُسْنُ حَدِيثِنَا

Aku mencintai majelis kita dan kebaikan pembicaraan kita.

فَالْمَالُ وَالْأَهْلُونَ مَصْبُورَةٌ لِأَمْرِكَ أَوْ نَكَالِكَ

Harta dan keluarga tercurah untuk perintahmu atau hukumanmu.

مَا تَأْمُرَنْ فِينَا فَأَمْرُكَ فِي يَمِينِكَ أَوْ شِمَالِكَ

Apa pun yang engkau perintahkan kepada kami, maka urusanmu ada di tangan kananmu atau kirimu.

وَرَأَى ابْنُ مَرِينَا أَنَّ الْجَفَاءَ قَدْ وَقَعَ بَيْنَ النُّعْمَانِ وَعَدِيِّ بْنِ زَيْدٍ فَرَأَى أَنْ يُجْهِزَ عَلَى عَدُوِّهِ ، فَكَتَبَ كِتَابًا عَلَى لِسَانِ ابْنِ زَيْدٍ إِلَى قَهْرَمَانِ لَهُ ( أَمِينِ الْمَلِكِ ) ثُمَّ دَسَّهُ إِلَيْهِ وَاحْتَالَ حَتَّى أَخَذَ الْكِتَابَ مِنْهُ وَأَتَى بِهِ النُّعْمَانَ فَقَرَأَهُ فَاشْتَدَّ غَضَبُهُ ، فَأَرْسَلَ إِلَى عَدِيِّ بْنِ زَيْدٍ :
Ibnu Marina melihat bahwa kerenggangan telah terjadi antara An-Nu'man dan 'Adiy bin Zaid, maka ia bertekad untuk menghabisi musuhnya. Ia menulis surat atas nama Ibnu Zaid kepada bendaharanya (Kepercayaan Raja), lalu menyelipkannya kepadanya. Ia bersiasat hingga mengambil kembali surat itu darinya dan membawanya kepada An-Nu'man. Ketika An-Nu'man membacanya, kemarahannya memuncak, lalu ia mengutus seseorang kepada 'Adiy bin Zaid:
— عَزَمْتُ عَلَيْكَ إِلَّا زُرْتَنِي فَإِنِّي قَدِ اشْتَقْتُ إِلَى رُؤْيَتِكَ .
— Aku bersumpah kepadamu agar engkau mengunjungiku, karena aku telah rindu untuk melihatmu.
كَانَ عَدِيُّ بْنُ زَيْدٍ يَوْمَئِذٍ عِنْدَ كِسْرَى فَاسْتَأْذَنَ كِسْرَى فَأَذِنَ لَهُ ، فَلَمَّا أَتَاهُ لَمْ يَنْظُرْ إِلَيْهِ حَتَّى حَبَسَهُ فِي مَحْبِسٍ لَا يَدْخُلُ عَلَيْهِ فِيهِ أَحَدٌ ، فَجَعَلَ عَدِيٌّ يَقُولُ الشِّعْرَ وَهُوَ فِي الْحَبْسِ :
'Adiy bin Zaid saat itu berada di sisi Kisra, maka ia meminta izin kepada Kisra dan ia mengizinkannya. Ketika ia sampai, An-Nu'man tidak menoleh sedikit pun kepadanya hingga ia memenjarakannya di sebuah tempat di mana tidak ada seorang pun yang bisa menemuinya. 'Adiy mulai melantunkan syair saat ia berada di dalam penjara:

لَيْتَ شِعْرِي عَنِ الْهَمَامِ وَيَأْتِي

Seandainya aku tahu tentang sang pahlawan dan ia datang

لَكَ بِخَبَرٍ لِأَنْبَاءِ عَطْفِ السُّؤَالِ

Membawakanmu kabar bagi berita-berita kelembutan pertanyaan.

أَيْنَ عَنَّا إِخْطَارُنَا الْمَالَ وَالْأَنْفَـ

Di mana dari kita pertaruhan harta dan harga diri

سَ إِذَا نَاهَدُوا الْيَوْمَ الْحَالَ

Jika mereka bangkit pada hari kondisi ini

وَنُصَالِي فِي جَنْبِكَ النَّاسِ يَرْمُو

Dan kami membakar di sisimu orang-orang yang memanah

نَ وَأَرْمَى وَكُلُّنَا غَيْرُ آلٍ

Dan memanah, sementara kami semua tidaklah lemah.

فَأَصِيبُ الَّذِي تُرِيدُ بَلَاغَى

Maka aku akan mendapatkan apa yang engkau inginkan sebagai penyampaian

وَأُرَى عَلَيْهِمْ وَأَوَالِي

Dan aku terlihat atas mereka dan menjadi wali.

لَيْتَ أَنِّي أَخَذْتُ حَتْفِي بِكَفِّي

Seandainya aku mengambil kematianku dengan tanganku sendiri

وَلَمْ أَلْقَ مِيْتَةَ الْأَفْعَالِ

Dan tidak menemui kematian akibat perbuatan-perbuatan.

مَحَوْا مَحَلَّهُمْ لِصَرْعَتِنَا الْعَا

Mereka menghapus tempat mereka demi jatuhnya kita

مِ فَقَدْ أَوْقَعُوا الرَّحَى بِالثِّقَالِ

Maka mereka menjatuhkan gilingan dengan beban yang berat.

وَرَاحَ عَدِيُّ بْنُ زَيْدٍ يُرْسِلُ إِلَى النُّعْمَانِ قَصَائِدَهُ فَلَا تُغْنِي عِنْدَهُ شَيْئًا ، فَلَمَّا طَالَ سَجْنُهُ كَتَبَ إِلَى أَخِيهِ وَهُوَ مَعَ كِسْرَى بِهَذَا الشِّعْرِ :
'Adiy bin Zaid mulai mengirimkan qasidah-qasidahnya kepada An-Nu'man namun tidak memberikan hasil apa pun. Ketika masa penjaranya berkepanjangan, ia menulis kepada saudaranya yang saat itu sedang bersama Kisra dengan bait syair ini:

أَبْلِغْ أَبِيًّا عَلَى نَأْيِهِ وَهَلْ يَنْفَعُ الْمَرْءَ مَا قَدْ عَلِمْ

Sampaikan kepada Abi, di kejauhannya, apakah bermanfaat bagi seseorang apa yang telah ia ketahui?

بِأَنَّ أَخَاكَ شَقِيقَ الْفُؤَادِ دَكْنَتُ بِهِ وَاثِقًا مَا سَلِمْ

Bahwa saudaramu adalah belahan jiwa, aku telah memercayainya saat ia selamat.

لَدَى مَلِكٍ مُوثَقٍ فِي الْحَدِيدِ إِمَّا بِحَقٍّ وَإِمَّا ظُلِمْ

Di hadapan raja, terbelenggu dalam besi, entah karena kebenaran atau kezaliman.

فَلَا أَعْرِفَنَّكَ كَذَاتِ الْغُلَامِ مَا لَمْ يَجِدْ عَارِمًا تَعْتَرِمْ

Jangan sampai aku mengenalmu seperti wanita itu, yang tidak menemukan pelindung saat ia butuh.

فَأَرْضُكَ أَرْضَكَ إِنْ تَأْتِنَا تَنَمْ نَوْمَةً لَيْسَ فِيهَا حَلَمْ

Maka bumimu adalah bumimu, jika engkau datang kepada kami, engkau akan tidur dengan tidur yang tidak ada mimpi di dalamnya.

فَلَمَّا قَرَأَ أَبَى كِتَابَ عَدِيٍّ قَامَ إِلَى كِسْرَى فَكَلَّمَهُ فِي أَمْرِهِ وَعَرَّفَهُ خَبَرَهُ ، فَكَتَبَ إِلَى النُّعْمَانِ يَأْمُرُهُ بِإِطْلَاقِهِ وَبَعَثَ مَعَهُ رَجُلًا . وَعَرَفَ أَعْدَاءُ عَدِيٍّ أَنَّ كِسْرَى قَدْ كَتَبَ إِلَى النُّعْمَانِ فِي أَمْرِهِ فَجَاءُوا إِلَى النُّعْمَانِ وَقَالُوا لَهُ :
Ketika Abi membaca surat 'Adiy, ia menghadap Kisra dan berbicara kepadanya perihal urusannya serta memberi tahu kisahnya. Maka Kisra menulis kepada An-Nu'man memerintahkannya untuk membebaskannya dan mengutus seseorang bersamanya. Musuh-musuh 'Adiy mengetahui bahwa Kisra telah menulis surat kepada An-Nu'man perihal urusannya, maka mereka mendatangi An-Nu'man dan berkata kepadanya:
— اقْتُلْهُ السَّاعَةَ .
— Bunuh dia sekarang juga.
فَأَبَى عَلَيْهِمْ . وَجَاءَ الرَّسُولُ وَقَدْ كَانَ أَخُو عَدِيٍّ تَقَدَّمَ إِلَيْهِ وَرَشَاهُ وَأَمَرَهُ أَنْ يَبْدَأَ بِعَدِيٍّ فَيَدْخُلَ إِلَيْهِ وَهُوَ مَحْبُوسٌ ، فَقَالَ لَهُ : ادْخُلْ عَلَيْهِ وَانْظُرْ مَا يَأْمُرُكَ بِهِ فَامْتَثَلَهُ ، فَدَخَلَ الرَّسُولُ عَلَى عَدِيٍّ فَقَالَ لَهُ :
Namun ia menolak mereka. Rasul (utusan) pun datang, dan sebelumnya saudara 'Adiy telah menghadapnya, menyuapnya, dan memerintahkannya untuk mendahulukan 'Adiy dan menemuinya saat ia dipenjara. Ia berkata kepadanya: "Temuilah dia dan lihatlah apa yang diperintahkannya kepadamu." Rasul pun menuruti, masuk menemui 'Adiy dan berkata kepadanya:
— إِنِّي قَدْ جِئْتُكَ بِرِسَالَةٍ ، فَمَا عِنْدَكَ ؟
— Aku datang kepadamu membawa pesan, apa yang ada padamu?
— عِنْدِي الَّذِي تُحِبُّ .
— Ada padaku apa yang engkau sukai.
فَوَعَدَهُ سَنِيَّةً وَقَالَ لَهُ :
Ia menjanjikannya sesuatu yang agung dan berkata kepadanya:
— لَا تَخْرُجَنَّ مِنْ عِنْدِي وَأَعْطِنِي الْكِتَابَ حَتَّى أُرْسِلَهُ إِلَيْهِ ، فَإِنَّكَ وَاللَّهِ إِنْ خَرَجْتَ مِنْ عِنْدِي لَأُقْتَلَنَّ .
— Janganlah engkau keluar dari sisiku dan berikan surat itu kepadaku sampai aku mengirimkannya kepadanya, karena demi Allah jika engkau keluar dari sisiku, aku pasti akan dibunuh.
— لَا أَسْتَطِيعُ إِلَّا أَنْ آتِيَ الْمَلِكَ بِالْكِتَابِ فَأُوصِلَهُ إِلَيْهِ .
— Aku tidak bisa kecuali harus menghadap raja membawa surat itu dan menyampaikannya kepadanya.
فَانْطَلَقَ بَعْضُ مَنْ كَانَ هُنَاكَ مِنْ أَعْدَائِهِ فَأَخْبَرَ النُّعْمَانَ أَنَّ رَسُولَ كِسْرَى دَخَلَ عَلَى عَدِيٍّ وَهُوَ ذَاهِبٌ بِهِ ، وَإِنْ فَعَلَ وَاللَّهِ لَمْ يَسْتَبِقْ مِنَّا أَحَدًا أَنْتَ وَلَا غَيْرُكَ ، فَبَعَثَ إِلَيْهِ النُّعْمَانُ أَعْدَاءَهُ فَغَمُّوهُ حَتَّى مَاتَ ثُمَّ دَفَنُوهُ . وَدَخَلَ الرَّسُولُ إِلَى النُّعْمَانِ فَأَوْصَلَ الْكِتَابَ إِلَيْهِ ، فَقَالَ :
Sebagian musuh-musuhnya yang ada di sana pergi memberitahu An-Nu'man bahwa utusan Kisra menemui 'Adiy dan ia akan membawanya pergi. "Demi Allah, jika itu terjadi, dia tidak akan membiarkan seorang pun dari kita tersisa, baik engkau maupun yang lain." Maka An-Nu'man mengutus musuh-musuhnya kepadanya, lalu mereka membekapnya hingga mati dan menguburkannya. Utusan itu masuk menemui An-Nu'man dan menyampaikan surat kepadanya, lalu ia berkata:
— نَعَمْ وَكَرَامَةً .
— Baik dan dengan kehormatan (saya terima).
وَأَمَرَ لَهُ بِأَرْبَعَةِ آلَافِ مِثْقَالٍ ذَهَبًا وَجَارِيَةٍ حَسْنَاءَ وَقَالَ لَهُ :
Ia memerintahkan untuk memberinya empat ribu mitsqal emas dan seorang gadis cantik, lalu berkata kepadanya:
— إِذَا أَصْبَحْتَ فَادْخُلْ أَنْتَ بِنَفْسِكَ فَأَخْرِجْهُ .
— Jika pagi telah tiba, masuklah sendiri dan keluarkan dia.
فَلَمَّا أَصْبَحَ رَكِبَ فَدَخَلَ السِّجْنَ فَأَعْلَمَهُ الْحَرَسُ أَنَّهُ مَاتَ مُنْذُ أَيَّامٍ ، وَلَمْ تَجْتَرِئْ عَلَى إِخْبَارِ الْمَلِكِ خَوْفًا مِنْهُ وَقَدْ عَرَفْنَا كَرَاهَتَهُ لِمَوْتِهِ . فَرَجَعَ إِلَى النُّعْمَانِ وَقَالَ لَهُ :
Ketika pagi tiba, ia berkendara lalu masuk ke penjara, namun penjaga memberitahunya bahwa 'Adiy telah meninggal beberapa hari yang lalu. Penjaga tidak berani memberitahu raja karena takut kepadanya, sementara kita telah mengetahui kebenciannya terhadap kematiannya. Ia kembali kepada An-Nu'man dan berkata:
— إِنِّي كُنْتُ أَمْسِ دَخَلْتُ عَلَى عَدِيٍّ وَهُوَ حَيٌّ ، وَجِئْتُ الْيَوْمَ فَجَحَدَنِي السَّجَّانُ وَبَهَتَنِي وَذَكَرَ أَنَّهُ قَدْ مَاتَ مُنْذُ أَيَّامٍ .
— Kemarin saya menemui 'Adiy dan ia masih hidup, saya datang hari ini namun sipir penjara membantah saya, menuduh saya, dan menyebutkan bahwa ia telah mati sejak beberapa hari lalu.
فَقَالَ لَهُ النُّعْمَانُ :
An-Nu'man berkata kepadanya:
— أَبَعَثَ بِكَ الْمَلِكُ إِلَى وَتَدْخُلُ إِلَيْهِ قَبْلِي ! كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ أَرَدْتَ الرِّشْوَةَ وَالْخُبْثَ .
— Apakah raja mengutusmu untuk menemuinya sebelum aku! Engkau berbohong, engkau hanya menginginkan suap dan kelicikan.
فَهَدَّدَهُ ثُمَّ زَادَهُ جَائِزَةً وَأَكْرَمَهُ وَتَوَثَّقَ مِنْهُ أَلَّا يُخْبِرَ كِسْرَى إِلَّا أَنَّهُ مَاتَ قَبْلَ أَنْ يَقْدَمَ عَلَيْهِ . فَرَجَعَ الرَّسُولُ إِلَى كِسْرَى وَقَالَ لَهُ :
Ia mengancamnya, lalu menambah hadiahnya, memuliakannya, dan memastikan darinya agar tidak mengabari Kisra kecuali bahwa ia telah mati sebelum ia sempat menghadapnya. Rasul pun kembali kepada Kisra dan berkata kepadanya:
— إِنِّي وَجَدْتُ عَدِيًّا قَدْ مَاتَ قَبْلَ أَنْ أَدْخُلَ عَلَيْهِ .
— Aku mendapati 'Adiy telah meninggal sebelum aku sempat menemuinya.
وَنَدِمَ النُّعْمَانُ عَلَى قَتْلِ عَدِيٍّ وَعَرَفَ أَنَّهُ احْتِيلَ عَلَيْهِ فِي أَمْرِهِ ، وَاجْتَرَأَ أَعْدَاؤُهُ عَلَيْهِ وَهَابَهُمْ هَيْبَةً شَدِيدَةً ، ثُمَّ إِنَّهُ خَرَجَ إِلَى صَيْدِهِ ذَاتَ يَوْمٍ فَلَقِيَ ابْنًا لِعَدِيٍّ يُقَالُ لَهُ زَيْدٌ ، فَلَمَّا رَآهُ عَرَفَ شَبَهَهُ فَقَالَ لَهُ :
An-Nu'man menyesali pembunuhan terhadap 'Adiy dan tahu bahwa ia telah dijebak dalam urusannya. Musuh-musuhnya menjadi berani terhadapnya dan ia sangat segan kepada mereka. Kemudian, suatu hari ia keluar berburu, lalu bertemu dengan putra 'Adiy yang bernama Zaid. Ketika melihatnya, ia mengenali kemiripannya dan berkata kepadanya:
— مَنْ أَنْتَ ؟
— Siapa namamu?
فَقَالَ :
Ia berkata:
— أَنَا زَيْدُ بْنُ عَدِيِّ بْنِ زَيْدٍ .
— Saya Zaid bin 'Adiy bin Zaid.
فَكَلَّمَهُ فَإِذَا غُلَامٌ ظَرِيفٌ فَفَرِحَ بِهِ فَرَحًا شَدِيدًا وَقَرَّبَهُ وَأَعْطَاهُ وَوَصَلَهُ وَاعْتَذَرَ إِلَيْهِ مِنْ أَمْرِ أَبِيهِ ، وَأَعَدَّ لَهُ مِعْدَاتِ السَّفَرِ ثُمَّ كَتَبَ إِلَى كِسْرَى :
Ia mengajaknya bicara, ternyata ia seorang pemuda yang cerdas. Ia sangat gembira, mendekatinya, memberinya, menyambungnya, dan meminta maaf kepadanya atas urusan ayahnya. Ia menyiapkan bekal perjalanan untuknya lalu menulis surat kepada Kisra:
— إِنَّ عَدِيًّا كَانَ مِمَّنْ أَعِينَ بِهِ الْمَلِكُ فِي نَصْحِهِ وَلِبِّهِ فَأَصَابَهُ مَا لَا بُدَّ مِنْهُ وَانْقَطَعَتْ مُدَّتُهُ وَانْقَضَى أَجَلُهُ ، وَلَمْ يُصَبْ بِهِ أَحَدٌ أَشَدَّ مِنْ مُصِيبَتِي . وَأَمَّا الْمَلِكُ فَلَمْ يَكُنْ لِيَفْقِدَ رَجُلًا إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْهُ خَلَفًا لِمَا عَظُمَ اللَّهُ مِنْ مُلْكِهِ وَشَأْنِهِ ، وَقَدْ بَلَغَ ابْنُهُ هَذَا رَأَيْتُهُ يَصْلُحُ لِخِدْمَةِ الْمَلِكِ فَسَرَّحْتُهُ إِلَيْهِ ، فَإِنْ رَأَى الْمَلِكُ أَنْ يَجْعَلَهُ مَكَانَ أَبِيهِ فَلْيَفْعَلْ وَلْيَصْرِفْ عَمَّهُ عَنْ ذَلِكَ إِلَى مَكَانٍ آخَرَ .
— Sesungguhnya 'Adiy adalah orang yang dengannya raja dibantu dalam nasehat dan kecerdasannya, lalu ia tertimpa apa yang tak terelakkan, masanya berakhir dan ajalnya tiba, dan tidak ada seorang pun yang tertimpa musibah karena kepergiannya yang lebih berat daripada musibahku. Adapun bagi raja, tidaklah ia kehilangan seseorang melainkan Allah akan menjadikannya pengganti baginya karena keagungan kerajaan dan urusannya. Putranya ini telah beranjak dewasa, aku melihatnya layak melayani raja, maka aku mengutusnya kepada raja. Jika raja memandang perlu untuk menempatkannya menggantikan posisi ayahnya, maka lakukanlah, dan pindahkan pamannya dari posisi itu ke tempat lain.
وَصَارَ زَيْدُ بْنُ عَدِيٍّ يَلِي الْمُكَاتَبَةَ عَنِ الْمَلِكِ إِلَى مُلُوكِ الْعَرَبِ فِي أُمُورِهَا وَفِي خَوَاصِّ أُمُورِ الْمَلِكِ ، وَكَانَتْ لَهُ مِنَ الْعَرَبِ وَظِيفَةٌ مُوَظَّفَةٌ فِي كُلِّ سَنَةٍ : مِهْرَانُ أَشْقَرَانِ يَجْعَلَانِ لَهُ ( مَرَقَ لَحْمٍ يُطْبَخُ بِخَلٍّ ) وَالْكَمْأَةُ الرَّطْبَةُ فِي حِينِهَا وَالْيَابِسَةُ وَالْأَقْطُ وَالْأَدَمُ وَسَائِرُ تِجَارَاتِ الْعَرَبِ .
Zaid bin 'Adiy kemudian menangani surat-menyurat dari raja kepada para raja Arab mengenai urusan mereka dan urusan khusus raja. Ia memiliki jatah tahunan dari orang-orang Arab: Mihran dan Asyqaran menyiapkan baginya (kuah daging yang dimasak dengan cuka), jamur truffel segar pada musimnya, serta yang kering, aqth (susu kering), kulit, dan sisa perdagangan orang Arab lainnya.
فَلَمَّا وَقَعَ زَيْدُ بْنُ عَدِيٍّ عِنْدَ الْمَلِكِ هَذَا الْمَوْقِعَ سَأَلَهُ كِسْرَى عَنِ النُّعْمَانِ فَأَحْسَنَ الثَّنَاءَ عَلَيْهِ ، وَمَكَثَ عَلَى ذَلِكَ سَنَوَاتٍ عَلَى الْأَمْرِ الَّذِي كَانَ أَبُوهُ عَلَيْهِ ، وَأَعْجَبَ بِهِ كِسْرَى فَكَانَ يَكْثُرُ الدُّخُولَ عَلَيْهِ وَالْخِدْمَةَ لَهُ . وَكَانَتْ لِمُلُوكِ الْعَجَمِ صِفَةٌ مِنَ النِّسَاءِ مَكْتُوبَةٌ عِنْدَهُمْ فَكَانُوا يَبْعَثُونَ فِي تِلْكَ الْأَرْضِينَ بِتِلْكَ الصِّفَةِ ، فَإِذَا وُجِدَتْ حُمِلَتْ إِلَى الْمَلِكِ غَيْرَ أَنَّهُمْ لَمْ يَكُونُوا يَطْلُبُونَهَا فِي أَرْضِ الْعَرَبِ وَلَا يَظُنُّونَهَا عِنْدَهُمْ ، ثُمَّ إِنَّهُ بَدَا لِلْمَلِكِ فِي طَلَبِ تِلْكَ الصِّفَةِ وَأَمَرَ فَكَتَبَ بِهَا إِلَى النَّوَاحِي ، وَدَخَلَ إِلَيْهِ زَيْدُ بْنُ عَدِيٍّ وَهُوَ فِي ذَلِكَ الْقَوْلِ فَخَاطَبَهُ فِيمَا دَخَلَ إِلَيْهِ فِيهِ ، ثُمَّ قَالَ :
Ketika Zaid bin 'Adiy mencapai posisi ini di sisi raja, Kisra bertanya kepadanya tentang An-Nu'man, maka ia memujinya dengan baik. Ia menetap dalam keadaan demikian selama bertahun-tahun mengikuti jejak ayahnya, dan Kisra mengaguminya sehingga ia sering masuk menghadap dan melayaninya. Raja-raja 'Ajam (Persia) memiliki kriteria wanita yang tertulis di sisi mereka, dan mereka biasa mengirim utusan ke wilayah-wilayah tersebut dengan kriteria itu. Jika ditemukan, wanita itu dibawa kepada raja, namun mereka tidak mencarinya di tanah Arab dan tidak mengira ada di antara mereka. Kemudian terlintas di benak raja untuk mencari kriteria tersebut dan ia memerintahkan untuk menulisnya ke berbagai penjuru. Zaid bin 'Adiy masuk menghadapnya saat ia sedang membicarakan hal itu, lalu berbicara kepadanya mengenai hal yang ia masuk menghadapnya, kemudian ia berkata:
— إِنِّي رَأَيْتُ الْمَلِكَ قَدْ كَتَبَ فِي نِسْوَةٍ يُطْلَبْنَ لَهُ وَقَرَأْتُ الصِّفَةَ وَقَدْ كُنْتُ بِآلِ الْمُنْذِرِ عَارِفًا ، وَعِنْدَ عَبْدِكَ النُّعْمَانِ مِنْ بَنَاتِهِ وَأَخَوَاتِهِ وَبَنَاتِ عَمِّهِ وَأَهْلِهِ أَكْثَرُ مِنْ عِشْرِينَ امْرَأَةً عَلَى هَذِهِ الصِّفَةِ .
— Aku melihat raja telah menulis tentang wanita-wanita yang dicari untuknya, dan aku telah membaca kriterianya, dan aku adalah orang yang mengenal keluarga Al-Mundzir, dan di sisi hamba sahayamu An-Nu'man, dari putri-putrinya, saudara-saudara perempuannya, putri-putri pamannya, dan keluarganya ada lebih dari dua puluh wanita dengan kriteria ini.
— فَاكْتُبْ فِيهِمْ .
— Maka tuliskanlah tentang mereka.
فَقَالَ زَيْدُ بْنُ عَدِيٍّ فِي دَهَاءٍ :
Zaid bin 'Adiy berkata dengan kelicikan:
— أَيُّهَا الْمَلِكُ أَنْ شَرَّ شَيْءٍ فِي الْعَرَبِ وَفِي النُّعْمَانِ خَاصَّةً أَنَّهُمْ يَتَكَبَّرُونَ زَعَمُوا فِي أَنْفُسِهِمْ عَنِ الْعَجَمِ ، فَأَنَا أَكْرَهُ أَنْ يَغِيبَهُنَّ عَمَّنْ تَبْعَثُ إِلَيْهِ أَوْ يَعْرِضَ عَلَيْهِ غَيْرَهُنَّ ، وَإِنْ قَدِمْتُ أَنَا عَلَيْهِ لَمْ يَقْدِرْ عَلَى ذَلِكَ ، فَابْعَثْنِي وَابْعَثْ مَعِي رَجُلًا مِنْ ثِقَاتِكَ يَفْهَمُ الْعَرَبِيَّةَ حَتَّى أَبْلُغَ مَا تُحِبُّ .
— Wahai raja, sesungguhnya hal yang paling buruk pada orang Arab, dan An-Nu'man khususnya, adalah bahwa mereka sombong dan menganggap diri mereka lebih tinggi dari 'Ajam. Aku khawatir jika engkau mengutus orang lain, dia akan menyembunyikan mereka atau menawarkan wanita selain mereka. Jika aku sendiri yang datang kepadanya, ia tidak akan bisa berbuat demikian. Maka utuslah aku dan utuslah bersamaku seorang dari orang kepercayaanmu yang memahami bahasa Arab agar aku bisa menyampaikan apa yang engkau sukai.
فَبَعَثَ مَعَهُ رَجُلًا جَلْدًا فَهَمَا فَخَرَجَ بِهِ زَيْدٌ ، فَجَعَلَ يُكْرِمُ الرَّجُلَ وَيَلْطِفُهُ حَتَّى بَلَغَ الْحِيرَةَ ، فَلَمَّا دَخَلَ عَلَى النُّعْمَانِ أَعْظَمَ الْمَلِكَ وَقَالَ :
Maka ia mengutus bersamanya seorang pria yang tangguh dan cerdas. Zaid pergi bersamanya, ia memuliakan pria itu dan melayaninya dengan lembut hingga sampai di Al-Hirah. Ketika masuk menghadap An-Nu'man, ia mengagungkan raja dan berkata:
— إِنَّهُ قَدِ احْتَاجَ إِلَى نِسَاءٍ لِنَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَأَهْلِ بَيْتِهِ وَأَرَادَ كَرَامَتَكَ بِصِهْرِهِ فَبَعَثَ إِلَيْكَ .
— Sesungguhnya raja membutuhkan wanita untuk dirinya sendiri, anaknya, dan keluarganya, dan ia menginginkan untuk memuliakanmu dengan meminangmu, maka ia mengutus utusan kepadamu.
فَقَالَ النُّعْمَانُ :
An-Nu'man berkata:
— مَا هَؤُلَاءِ النِّسْوَةُ ؟
— Siapa wanita-wanita ini?
قَالَ زَيْدٌ :
Zaid berkata:
— هَذِهِ صِفَتُهُنَّ قَدْ جِئْنَا بِهَا .
— Ini sifat-sifat mereka yang telah kami bawa.
وَكَانَتِ الصِّفَةُ أَنَّ الْمُنْذِرَ الْأَكْبَرَ أَهْدَى أَنُوشِرْوَانَ جَارِيَةً كَانَ أَصَابَهَا إِذْ أَغَارَ عَلَى الْحَارِثِ الْأَكْبَرِ بْنِ أَبِي شَمِرٍ الْغَسَّانِيِّ ، فَكَتَبَ إِلَى أَنُوشِرْوَانَ بِصِفَتِهَا وَقَالَ : إِنِّي قَدْ وَجَّهْتُ إِلَى الْمَلِكِ جَارِيَةً مُعْتَدِلَةَ الْخَلْقِ ، نَقِيَّةَ اللَّوْنِ وَالثَّغْرِ ، بَيْضَاءَ قَمْرَاءَ وطفاء كحلاء دعجاء حوراء قنواء شماء برحاء زجاء ، أَسِيلَةَ الْخَدِّ شَهِيَّةَ الْمُقْبَلِ جَثْلَةَ الشَّعْرِ عَظِيمَةَ الْهَامَةِ بَعِيدَةَ مَهْوَى الْقُرْطِ ، عِيطَاءَ عَرِيضَةَ الصَّدْرِ كَاعِبَ الثَّدْيِ ضَخْمَةَ مُشَاشِ الْمَنْكِبِ وَالْعَضُدِ حَسَنَةَ الْمِعْصَمِ لَطِيفَةَ الْكَفِّ سَبْطَةَ الْبَنَانِ ، ضَامِرَةَ الْبَطْنِ خَمِيصَةَ الْخَصْرِ ، غَرَّى الْوِشَاحِ رَدَاحَ الْأَقْبَالِ رَابِيَةَ الْكَفَلِ لَفَّاءَ الْفَخِذَيْنِ رَيَّا الرَّوَادِفِ ضَخْمَةَ الْمَأْكَمَتَيْنِ مَفْعَمَةَ السَّاقِ ، مُشْبَعَةَ الْخَلْخَالِ لَطِيفَةَ الْكَعْبِ وَالْقَدَمِ قَطُوفَ الْمَشْيِ مِكْسَالَ الضُّحَى بَضَّةَ الْمُتَجَرَّدِ ، سَمُوعًا لِلسَّيِّدِ لَيْسَتْ بِخَنْسَاءَ وَلَا سَعْفَاءَ ، رَقِيقَةَ الْأَنْفِ عَزِيزَةَ النَّفْسِ لَمْ تَغْذُ فِي بُؤْسٍ ، حَيِيَّةً رَزِينَةً حَلِيمَةً رَكِينَةً ، كَرِيمَةَ الْخَالِ تَقْتَصِرُ عَلَى نَسَبِ أَبِيهَا دُونَ فَصِيلَتِهَا ، وَتَسْتَغْنِي بِفَصِيلَتِهَا دُونَ جِمَاعِ قَبِيلَتِهَا ، قَدْ أَحْكَمَتْهَا الْأُمُورُ فِي الْأَدَبِ فَرَأْيُهَا رَأْيُ أَهْلِ الشَّرَفِ وَعَمَلُهَا عَمَلُ أَهْلِ الْحَاجَةِ ، صَنَاعَ الْكَفَّيْنِ طَبِيعَةَ اللِّسَانِ رَهْوَةَ الصَّوْتِ سَاكِنَةً ، تَزِينُ الْوَلَى وَتَشِينُ الْعَدُوَّ ، إِنْ أَرَدْتَهَا اشْتَهَتْ ، وَإِنْ تَرَكْتَهَا انْتَهَتْ ، تَحْمَلُقُ عَيْنَاهَا وَتَحْمَرُّ وَجْنَتَاهَا وَتَذْبِذِبُ شِفَتَاهَا ، وَتُبَادِرُ الْوَثْبَةَ إِذَا قَمَتْ وَلَا تَجْلِسُ إِلَّا بِأَمْرِكَ إِذَا جَلَسَتْ .
Sifatnya adalah bahwa Al-Mundzir Al-Akbar menghadiahi Anushirwan seorang budak wanita yang ia dapatkan ketika menyerang Al-Harits Al-Akbar bin Abi Syamir Al-Ghassani, maka ia menulis kepada Anushirwan tentang sifat-sifatnya dan berkata: Sesungguhnya aku telah mengirimkan kepada raja seorang budak wanita yang proporsional fisiknya, bersih warna kulitnya dan giginya, putih berseri, bulu matanya lentik, matanya hitam pekat, matanya lebar, hidungnya mancung, wajahnya terangkat, bersinar, alisnya melengkung, pipinya halus, bibirnya menarik, rambutnya lebat, kepalanya besar, jarak cuping telinganya jauh, lehernya jenjang, dadanya bidang, payudaranya montok, tulang bahu dan lengannya besar, pergelangan tangannya bagus, telapak tangannya lembut, jari-jarinya lentik, perutnya ramping, pinggangnya kecil, ikat pinggangnya elegan, wajahnya mempesona saat datang, bokongnya menonjol, pahanya rapat, pinggulnya berisi, pantatnya besar, betisnya padat, gelang kakinya pas, mata kaki dan telapak kakinya lembut, langkahnya tenang, malas di waktu dhuha, kulitnya lembut saat dibuka, patuh pada tuannya, tidak pesek dan tidak berbibir tebal, hidungnya mancung, harga dirinya tinggi, tidak tumbuh dalam kesengsaraan, pemalu, berwibawa, penyabar, tenang, tahi lalatnya mulia, mencukupkan diri pada nasab ayahnya tanpa fashilahnya, dan cukup dengan fashilahnya tanpa kumpulan kabilahnya, perkara-perkara dalam adab telah menyempurnakannya, pendapatnya adalah pendapat orang terhormat dan pekerjaannya adalah pekerjaan orang yang berkecukupan, terampil kedua tangannya, lembut lisannya, suaranya tenang, pembawaannya tenang, menghiasi teman dan memalukan musuh, jika kau menginginkannya ia bergairah, dan jika kau meninggalkannya ia berhenti, matanya berbinar dan pipinya memerah serta bibirnya bergetar, ia bersegera bangkit jika berdiri dan tidak duduk kecuali dengan perintahmu jika ia duduk.
قَرَأَ زَيْدٌ هَذِهِ الصِّفَةَ عَلَى النُّعْمَانِ فَشَقَّتْ عَلَيْهِ ، وَقَالَ لِزَيْدٍ وَالرَّسُولُ يَسْمَعُ :
Zaid membacakan sifat-sifat ini kepada An-Nu'man, maka hal itu memberatkannya, dan ia berkata kepada Zaid sementara sang utusan mendengarkan:
— أَمَا فِي مَهَا السَّوَادِ وَعَيْنِ فَارِسَ مَا يَبْلُغُ بِهِ كِسْرَى حَاجَتَهُ !
— Apakah tidak ada di kalangan wanita jelita As-Sawad dan 'Ain Fāris apa yang bisa memenuhi kebutuhan Kisra!
فَقَالَ الرَّسُولُ لِزَيْدٍ بِالْفَارِسِيَّةِ :
Sang utusan berkata kepada Zaid dalam bahasa Persia:
— مَا الْمَهَا وَالْعَيْنُ ؟
— Apa itu Al-Maha dan Al-'Ain?
فَقَالَ لَهُ بِالْفَارِسِيَّةِ :
Ia berkata kepadanya dalam bahasa Persia:
— كَاوَان ( أَىِ الْبَقَرِ ) .
— Kawan (yaitu sapi).
فَأَمْسَكَ الرَّسُولُ وَقَالَ زَيْدٌ لِلنُّعْمَانِ :
Sang utusan diam dan Zaid berkata kepada An-Nu'man:
— إِنَّمَا أَرَادَ الْمَلِكُ كَرَامَتَكَ ، وَلَوْ عَلِمَ أَنَّ هَذَا يَشُقُّ عَلَيْكَ لَمْ يَكْتُبْ إِلَيْكَ بِهِ .
— Sesungguhnya raja hanya menginginkan kemuliaan bagimu, dan jika ia tahu bahwa ini memberatkanmu, niscaya ia tidak akan menulis kepadamu tentang hal itu.
فَأَنْزَلَهُمَا يَوْمَيْنِ ثُمَّ كَتَبَ إِلَى كِسْرَى :
Ia menjamu keduanya dua hari kemudian ia menulis kepada Kisra:
— إِنَّ الَّذِي طَلَبَ الْمَلِكُ لَيْسَ عِنْدِي .
— Sesungguhnya apa yang diminta raja tidak ada padaku.
وَقَالَ لِزَيْدٍ :
Dan ia berkata kepada Zaid:
— اعْذُرْنِي عِنْدَ الْمَلِكِ .
— Belalah aku di hadapan raja.
فَلَمَّا رَجَعَا إِلَى كِسْرَى قَالَ زَيْدٌ لِلرَّسُولِ الَّذِي قَدِمَ مَعَهُ :
Ketika keduanya kembali kepada Kisra, Zaid berkata kepada utusan yang datang bersamanya:
— أَصْدِقِ الْمَلِكَ عَمَّا سَمِعْتَ فَإِنِّي سَأُحَدِّثُهُ بِمِثْلِ حَدِيثِكَ وَلَا أُخَالِفُكَ فِيهِ .
— Jujurlah kepada raja tentang apa yang engkau dengar karena aku akan menceritakan kepadanya seperti ucapanmu dan aku tidak akan menyelisihimu di dalamnya.
فَلَمَّا دَخَلَا عَلَى كِسْرَى قَالَ زَيْدٌ :
Ketika keduanya masuk menemui Kisra, Zaid berkata:
— هَذَا كِتَابُهُ إِلَيْكَ .
— Ini suratnya kepadamu.
فَقَرَأَهُ عَلَيْهِ فَقَالَ لَهُ كِسْرَى :
Ia membacanya di hadapannya, lalu Kisra berkata kepadanya:
— وَأَيْنَ الَّذِي كُنْتَ خَبَّرْتَنِي بِهِ ؟
— Lalu di mana apa yang engkau beritakan kepadaku?
— كُنْتَ خَبَّرْتُكَ بِصِدْقِهِمْ بِنِسَائِهِمْ عَلَى غَيْرِهِمْ ، وَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ شَقَائِهِمْ وَاخْتِيَارِهِمُ الْجُوعَ وَالْعُرَى عَلَى الشِّبَعِ وَالرِّيَاشِ ، وَإِيثَارِهِمُ السُّمُومَ وَالرِّيَاحَ عَلَى طِيبِ أَرْضِكَ هَذِهِ حَتَّى إِنَّهُمْ لَيُسَمُّونَهَا السِّجْنَ ، فَسَلْ هَذَا الرَّسُولَ الَّذِي كَانَ مَعِي عَمَّا قَالَ فَإِنِّي أُكْرِمُ الْمَلِكَ عَنْ مُشَافَهَتِهِ بِمَا قَالَ وَأَجَابَ .
— Aku memberitakan kepadamu tentang kejujuran mereka terhadap wanita mereka dibanding orang lain, dan sesungguhnya hal itu adalah bagian dari kesengsaraan mereka dan pilihan mereka akan kelaparan dan ketelanjangan dibanding kenyang dan kemewahan, serta pilihan mereka akan racun dan angin dibanding kenyamanan tanahmu ini, sampai-sampai mereka menamakannya penjara. Tanyakanlah kepada utusan yang bersamaku tentang apa yang ia katakan, karena aku memuliakan raja dari mengucapkannya secara langsung dengan apa yang ia katakan dan jawab.
قَالَ لِلرَّسُولِ :
Ia berkata kepada utusan:
— وَمَا قَالَ ؟
— Dan apa yang ia katakan?
فَقَالَ لَهُ الرَّسُولُ :
Sang utusan berkata kepadanya:
— أَيُّهَا الْمَلِكُ إِنَّهُ قَالَ : أَمَا كَانَ فِي بَقَرِ السَّوَادِ وَفَارِسَ مَا يَكْفِيهِ حَتَّى يَطْلُبَ مَا عِنْدَنَا !
— Wahai raja, sesungguhnya ia berkata: Apakah tidak ada di kalangan sapi As-Sawad dan Persia apa yang cukup baginya sampai ia meminta apa yang ada pada kami!
فَعُرِفَ الْغَضَبُ فِي وَجْهِهِ وَوَقَعَ فِي قَلْبِهِ مَا وَقَعَ ، لَكِنَّهُ لَمْ يَزِدْ عَلَى أَنْ قَالَ :
Maka kemarahan nampak di wajahnya dan jatuhlah ke dalam hatinya apa yang terjadi, namun ia tidak menambah selain berkata:
— رَبُّ عَبْدٍ قَدْ أَرَادَ مَا هُوَ أَشَدُّ مِنْ هَذَا ثُمَّ حَارَ أَمْرُهُ إِلَى التَّبَابِ ( الْهَلَاكِ ) .
— Tuhan seorang hamba telah menginginkan apa yang lebih berat dari ini kemudian perkaranya kembali kepada kehancuran.
وَشَاعَ هَذَا الْكَلَامُ حَتَّى بَلَغَ النُّعْمَانَ ، وَسَكَتَ كِسْرَى أَشْهُرًا عَلَى ذَلِكَ وَجَعَلَ النُّعْمَانُ يَسْتَعِدُّ وَيَتَوَقَّعُ حَتَّى أَتَاهُ كِتَابُهُ : أَنْ أَقْبِلْ فَإِنَّ لِلْمَلِكِ حَاجَةً إِلَيْكَ . فَانْطَلَقَ حِينَ أَتَاهُ كِتَابُهُ فَحَمَلَ سِلَاحَهُ وَمَا قَوَى عَلَيْهِ ثُمَّ لَحِقَ بِجَبَلِ طَيِّءٍ ، وَكَانَتْ فَرْعَةُ بِنْتُ سَعْدِ بْنِ حَارِثَةَ بْنِ لَأَمٍ عِنْدَهُ وَقَدْ وَلَدَتْ رَجُلًا وَامْرَأَةً ، وَكَانَتْ أَيْضًا عِنْدَهُ زَيْنَبُ بِنْتُ أَوْسِ بْنِ حَارِثَةَ ، فَأَرَادَ النُّعْمَانُ طَيِّئًا عَلَى أَنْ يَدْخُلُوهُ الْجَبَلَيْنِ وَيَمْنَعُوهُ ، فَأَبَوْا ذَلِكَ عَلَيْهِ وَقَالُوا لَهُ :
Ucapan ini menyebar sampai sampai ke An-Nu'man, dan Kisra diam beberapa bulan atas hal itu dan An-Nu'man mulai bersiap-siap dan mengantisipasi sampai suratnya datang kepadanya: Bahwa datanglah karena raja memiliki kebutuhan kepadamu. Ia pun berangkat ketika suratnya datang kepadanya, lalu ia membawa senjatanya dan apa yang ia kuatkan atasnya kemudian menyusul ke gunung Thayyi', dan Far'ah binti Sa'ad bin Haritsah bin La'am ada bersamanya dan telah melahirkan seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan Zainab binti Aus bin Haritsah juga ada bersamanya, maka An-Nu'man menghendaki kaum Thayyi' agar memasukkannya ke Al-Jabalain dan melindunginya, namun mereka menolak hal itu darinya dan berkata kepadanya:
— لَوْلَا صِهْرُكَ لَقَتَلْنَاكَ ، فَإِنَّهُ لَا حَاجَةَ بِنَا إِلَى مُعَادَاةِ كِسْرَى وَلَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ .
— Seandainya bukan karena hubungan kekerabatanmu, niscaya kami telah membunuhmu, karena tidak ada kebutuhan bagi kami untuk memusuhi Kisra dan kami tidak memiliki kekuatan untuk melawannya.
وَأَقْبَلَ يَطُوفُ عَلَى قَبَائِلِ الْعَرَبِ لَيْسَ أَحَدٌ مِنْهُمْ يَقْبَلُهُ ، غَيْرَ أَنَّ هَانِئَ بْنَ رَوَاحَةَ بْنِ قَطِيعَةَ بْنِ عَبْسٍ قَالُوا :
Ia mulai berkeliling ke kabilah-kabilah Arab tidak ada seorang pun dari mereka yang menerimanya, selain Hani' bin Rawahah bin Qathi'ah bin 'Abs mereka berkata:
— إِنْ شِئْتَ قَاتَلْنَا مَعَكَ .
— Jika kau mau, kami akan berperang bersamamu.
لِمَّةٍ كَانَتْ لَهُمْ عِنْدَهُمْ ، قَالَ :
Melihat kedekatan yang ada pada mereka di sisi mereka, ia berkata:
— مَا أُحِبُّ أَنْ أُهْلِكَكُمْ فَإِنَّهُ لَا طَاقَةَ لَكُمْ بِكَسْرَى .
— Aku tidak ingin mencelakai kalian karena kalian tidak memiliki kekuatan melawan Kisra.
فَأَقْبَلَ حَتَّى نَزَلَ بِذِي قَارٍ فِي بَنِي شَيْبَانَ سِرًّا ، فَلَقَى هَانِئَ بْنَ مَسْعُودٍ مِنْ بَنِي شَيْبَانَ وَكَانَ سَيِّدًا مَنِيعًا ، فَاسْتَجَارَ بِهَانِئَ فَأَجَارَهُ وَقَالَ لَهُ :
Ia datang hingga singgah di Dzi Qar di Bani Syaiban secara rahasia, lalu bertemu Hani' bin Mas'ud dari Bani Syaiban dan ia adalah seorang sayyid yang dihormati, maka ia meminta perlindungan kepada Hani' lalu ia melindunginya dan berkata kepadanya:
— قَدْ لَزِمَنِي ذِمَامُكَ وَأَنَا مَانِعُكَ مِمَّا أَمْنَعُ نَفْسِي وَأَهْلِي وَوَلَدِي مِنْهُ مَا بَقِيَ مِنْ عَشِيرَتِي الْأَدْنَيْنِ رَجُلٌ ، وَإِنَّ ذَلِكَ غَيْرُ نَافِعِكَ لِأَنَّهُ مَهْلَكِي وَمَهْلَكُكَ ، وَعِنْدِي رَأْيٌ لَسْتُ أُشِيرُ بِهِ عَلَيْكَ لِأَدْفَعَكَ عَمَّا تُرِيدُ مِنْ مُجَاوَرَتِي وَلَكِنَّهُ الصَّوَابُ ، فَقَالَ :
— Telah melekat padaku perlindunganmu dan aku melindungimu dari apa yang aku melindungi diriku, keluargaku, dan anakku darinya selama masih tersisa seorang laki-laki dari kabilahku yang terdekat, namun hal itu tidak bermanfaat bagimu karena itu adalah kehancuranku dan kehancuranmu, dan aku punya pendapat yang tidak akan aku sarankan kepadamu agar aku menolakmu dari apa yang engkau inginkan dari bertetangga denganku tetapi itu adalah kebenaran, ia berkata:
— هَاتِهِ .
— Berikan itu (sampaikanlah).
— إِنَّ كُلَّ أَمْرٍ يَجْمُلُ بِالرِّجَالِ أَنْ يَكُونَ عَلَيْهِ إِلَّا أَنْ يَكُونَ بَعْدَ الْمَلِكِ سُوقَةً ، وَالْمَوْتُ نَازِلٌ بِكُلِّ أَحَدٍ ، وَلَأَنْ تَمُوتَ كَرِيمًا خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَتَجَرَّعَ الذُّلَّ أَوْ تَبْقَى سُوقَةً بَعْدَ الْمُلْكِ ، هَذَا إِنْ بَقِيتَ . فَامْضِ إِلَى صَاحِبِكَ وَأَرْسِلْ إِلَيْهِ هَدَايَا وَمَالًا وَأَلْقِ نَفْسَكَ بَيْنَ يَدَيْهِ ، فَأَمَّا إِنْ صَفَحَ عَنْكَ فَعُدْتَ مَلِكًا عَزِيزًا ، وَإِمَّا إِنْ أَصَابَكَ فَالْمَوْتُ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَتَلَعَّبَ بِكَ صَعَالِيكُ الْعَرَبِ وَيَتَخَطَّفَكَ ذِئَابُهَا وَتَأْكُلَ مَالَكَ وَتَعِيشَ فَقِيرًا مُجَاوِرًا أَوْ تُقْتَلَ مَقْهُورًا .
— Sesungguhnya setiap perkara yang elok bagi laki-laki adalah untuk dijalani kecuali jika ia menjadi rakyat jelata setelah menjadi raja, dan kematian akan menimpa setiap orang, dan engkau mati mulia lebih baik daripada engkau menelan kehinaan atau tetap menjadi rakyat jelata setelah menjadi raja, ini jika engkau tetap hidup. Maka pergilah kepada sahabatmu (Kisra) dan kirimkanlah kepadanya hadiah-hadiah dan harta dan serahkanlah dirimu di hadapannya, maka jika ia memaafkanmu engkau kembali menjadi raja yang mulia, dan jika ia menimpakan sesuatu padamu maka kematian lebih baik daripada engkau dipermainkan oleh bandit-bandit Arab dan diculik oleh serigala-serigalanya dan mereka memakan hartamu dan engkau hidup miskin dalam kejawaran atau engkau terbunuh dalam keadaan terhina.
— كَيْفَ بَحْرَمَى ؟
— Bagaimana dengan wanita-wanita (keluarga)?
— هُنَّ فِي ذِمَّتِي لَا يُخْلَصُ إِلَيْهِنَّ حَتَّى يُخْلَصَ إِلَى بَنَاتِي .
— Mereka ada dalam perlindunganku, tidak akan ada yang bisa menyentuh mereka sampai mereka menyentuh anak-anak perempuanku.
— هَذَا وَأَبِيكَ الرَّأْيُ الصَّحِيحُ وَلَنْ أُجَاوِزَهُ .
— Demi ayahmu, ini adalah pendapat yang benar dan aku tidak akan melanggarnya.
ثُمَّ اخْتَارَ خَيْلًا وَحُلَلًا عَصْبًا(1) الْيَمَنِ وَجَوْهَرًا وَطُرَفًا كَانَتْ عِنْدَهُ وَوَجَّهَ بِهَا إِلَى كِسْرَى ، وَكَتَبَ إِلَيْهِ يَعْتَذِرُ وَيُعْلِمُهُ أَنَّهُ صَائِرٌ إِلَيْهِ ، وَوَجَّهَ بِهَا مَعَ رَسُولِهِ فَقَبِلَهَا كِسْرَى وَأَمَرَهُ بِالْقُدُومِ ، فَعَادَ إِلَيْهِ ،
Kemudian ia memilih kuda-kuda dan pakaian 'Ashb (1) Yaman serta permata dan barang-barang berharga yang ada padanya lalu mengirimkannya kepada Kisra, dan ia menulis kepadanya untuk meminta maaf dan memberitahukan bahwa ia akan segera datang kepadanya, lalu ia mengirimkannya bersama utusannya maka Kisra menerimanya dan memerintahkannya untuk datang, maka ia pun kembali kepadanya,
الرَّسُولُ فَأَخْبَرَهُ بِذَلِكَ وَأَنَّهُ لَمْ يَرَ لَهُ عِنْدَ كِسْرَى سُوءًا ، فَمَضَى إِلَيْهِ حَتَّى إِذَا وَصَلَ إِلَى الْمَدَائِنِ لَقِيَهُ زَيْدُ بْنُ عَدِيٍّ عَلَى قَنْطَرَةِ سَابَاطَ فَقَالَ لَهُ :
sang utusan lalu mengabarkannya tentang hal itu dan bahwa ia tidak melihat keburukan bagi dirinya di sisi Kisra, maka ia berangkat kepadanya sampai ketika sampai di Al-Mada'in ia ditemui oleh Zaid bin 'Adiy di jembatan Sābāṭ lalu ia berkata kepadanya:
— انْجُ نَعِيمُ إِنِ اسْتَطَعْتَ النَّجَاةَ .
— Selamatkan dirimu Na'im jika engkau mampu selamat.
فَقَالَ لَهُ النُّعْمَانُ فِي غَيْظٍ :
Maka An-Nu'man berkata kepadanya dengan marah:
— أَفَعَلْتَهَا يَا زَيْدُ ! أَمَا وَاللَّهِ لَئِنْ عِشْتُ لَأَقْتُلَنَّكُ قِتْلَةً لَمْ يُقْتَلْهَا عَرَبِيٌّ قَطُّ وَلَأُلْحِقَنَّكَ بِأَبِيكَ !
— Apakah engkau melakukannya wahai Zaid! Demi Allah, jika aku hidup niscaya aku akan membunuhmu dengan pembunuhan yang belum pernah dialami orang Arab mana pun dan niscaya aku akan menyusulkanmu kepada ayahmu!
فَقَالَ لَهُ زَيْدٌ :
Zaid berkata kepadanya:
— امْضِ لِشَأْنِكَ نَعِيمُ فَقَدْ وَاللَّهِ أَحْيَيْتَ لَكَ لَا يَقْطَعُهَا الْمَهْرُ الْأَرْنُ ( النَّشِيطُ ) .
— Pergilah urusanmu Na'im, demi Allah, sesungguhnya engkau telah menghidupkan untukmu (sesuatu) yang tidak bisa diputus oleh kuda yang gesit (aktif).
فَلَمَّا بَلَغَ كِسْرَى أَنَّهُ بِالْبَابِ بَعَثَ إِلَيْهِ فَقَيَّدَهُ ، وَبَعَثَ بِهِ إِلَى سِجْنٍ كَانَ لَهُ بِخَانِقِينَ فَلَمْ يَزَلْ فِيهِ حَتَّى وَقَعَ الطَّاعُونُ هُنَاكَ فَمَاتَ .
Ketika Kisra sampai kabar bahwa ia berada di pintu, ia mengutus orang kepadanya lalu membelenggunya, dan mengirimnya ke penjara yang ia miliki di Khaniqin, ia pun terus berada di sana sampai wabah pes terjadi di sana lalu ia meninggal.
وَحَزَنَ النَّابِغَةُ عَلَى النُّعْمَانِ بْنِ الْمُنْذِرِ وَقَالَ :
An-Nabighah bersedih atas An-Nu'man bin Al-Mundzir dan berkata:

مَنْ يَطْلُبُ الدَّهْرَ تُدْرِكُهُ مَخَالِبُهُ            وَالدَّهْرُ بِالْوِتْرِ نَاجٍ غَيْرُ مَطْلُوبِ

[Shadr]Barangsiapa mencari masa, kuku-kukunya akan menyusulnya,
[Ajuz] dan masa dengan pembalasan akan selamat tanpa dicari.

مَا مِنْ أُنَاسٍ ذَوِي مَجْدٍ وَمَكْرُمَةٍ            إِلَّا يَشُدُّ عَلَيْهِمْ شِدَّةَ الذِّيبِ

[Shadr]Tidaklah dari orang-orang yang memiliki kemuliaan dan kehormatan,
[Ajuz] melainkan ia akan menekan mereka seperti tekanannya serigala.

حَتَّى يُبِيدَ عَلَى عَمْدٍ سَرَاتَهُمْ            بِالنَّافِذَاتِ مِنَ النَّبْلِ الْمَصَايِيبِ

[Shadr]Sampai ia membinasakan secara sengaja para pembesar mereka,
[Ajuz] dengan panah-panah yang menembus dan mengenai sasaran.

إِنِّي وَجَدْتُ سِهَامَ الْمَوْتِ مُعْرِضَةً            بِكُلِّ حَتْفٍ مِنَ الْآجَالِ مَكْتُوبِ

[Shadr]Sesungguhnya aku mendapati panah-panah kematian terpampang,
[Ajuz] pada setiap kematian yang tertulis dari ajal.

وَأَلْغَتِ الْحُكُومَةُ الْفَارِسِيَّةُ نِظَامَ إِمَارَةِ اللَّخْمِيِّينَ وَوَلَّتْ مِنْ قِبَلِهَا حَاكِمًا فَارِسِيًّا يَخْضَعُ لَهُ أُمَرَاءُ الْعَرَبِ ، وَقَدْ نَزَلَ بِقُلُوبِ الَّذِينَ يَشُدُّونَ الرِّحَالَ إِلَى قَصْرِ الْخُوَرْنَقِ هَمٌّ ثَقِيلٌ وَحَسِبُوا أَنَّ عِزَّ الْعَرَبِ قَدْ زَالَ مِنَ الْحِيرَةِ ، وَلَوْ رَفَعَتْ أَسْتَارَ الْغَيْبِ لَرَأَوْا أَتْبَاعَ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ يَتَدَفَّقُونَ إِلَيْهَا غَازِينَ مُنْتَصِرِينَ بَعْدَ ثَلَاثِينَ سَنَةً مِنَ ذَلِكَ الْيَوْمِ الَّذِي حَزَنُوا فِيهِ عَلَى ضَيَاعِ مُلْكِ الْعَرَبِ .
Pemerintah Persia menghapus sistem keamiran Lakhmiyah dan mengangkat dari pihak mereka seorang penguasa Persia yang kepadanya para penguasa Arab tunduk, dan telah turun ke dalam hati orang-orang yang mengencangkan pelana perjalanan ke istana Al-Khawarnaq kesedihan yang berat dan mereka menyangka bahwa kejayaan Arab telah hilang dari Al-Hirah, dan seandainya tirai ghaib diangkat niscaya mereka melihat pengikut Muhammad bin Abdullah mengalir deras kepadanya sebagai penakluk yang menang setelah tiga puluh tahun dari hari itu mereka bersedih atas hilangnya kerajaan Arab.

(1) ضَرْبٌ مِنْ بُرُودِ الْيَمَنِ يَعْصِبُ غَزْلَهُ أَيْ يُجْمَعُ وَيُشَدُّ ثُمَّ يُصْبَغُ وَيُنْسَجُ ، فَيَأْتِي مَوْشِيًّا لِبَقَاءِ مَا عَصَبَ مِنْهُ أَبْيَضَ لَمْ يَأْخُذْهُ صَبْغٌ .
(1) Sejenis kain bergaris dari Yaman, benangnya d'ashb (diikat/dikumpulkan) yaitu dikumpulkan dan diikat kemudian dicelup dan ditenun, maka hasilnya bercorak karena bagian yang diikat tetap putih tidak terkena celupan.

« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi