BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

MRWM - Khadijah Bintu Khuwailid - Episode 9

KHADIJAH BINTU KHUWAILID
Abdul Hamid Judah As-Sahhar

Mihrab di Tengah Keramaian: Rahasia Kebahagiaan Muhammad ﷺ dalam Keheningan

Saat rombongan kafilah larut dalam hingar-bingar dunia dan kemaksiatan pasar Romawi, Muhammad ﷺ justru memilih jalan sunyi untuk bermunajat, menemukan kekayaan hakiki di hadapan Tuhan semesta alam.

كَانَ مُوَظَّفُو الْمَكُوسِ الرُّومَانِ وَاقِفِينَ عَلَى أَبْوَابِ مَدِينَةِ بُصْرَى، وَكَانُوا تَابِعِينَ لِوَزِيرِ مَالِيَّةِ الْإِمْبَرَاطُورِيَّةِ الرُّومَانِيَّةِ فِي عَهْدِ الْإِمْبَرَاطُورِ مُورِيقِيُوسَ الَّذِي أَلْغَى نِظَامَ الْمُرْتَزَقَةِ فِي جَيْشِهِ، وَكَانَ يَحْمِي عَاصِمَتَهُ الْقُسْطَنْطِينِيَّةَ وَالْبِلَادَ الْخَاضِعَةَ لِلنَّسْرِ الرُّومَانِيِّ. وَكَانَ الْجُنُودُ الرُّومَانُ عِنْدَ أَبْوَابِ الْمَدِينَةِ يَلْبَسُونَ مَغَافِرَ مِنَ الْفُولَاذِ وَدُرُوعًا مِنَ الزَّرَدِ عَلَيْهِمْ عَبَاءَاتٌ مِنَ التِّيلِ، سِلَاحُهُمُ السَّيْفُ وَالْخَنْجَرُ وَالْقَوْسُ وَالْكِنَانَةُ وَالرُّمْحُ.
Para petugas bea cukai Romawi berdiri di gerbang kota Busra, mereka tunduk di bawah menteri keuangan Kekaisaran Romawi pada masa Kaisar Mauricius yang menghapuskan sistem tentara bayaran di pasukannya, serta melindungi ibu kotanya, Konstantinopel, dan negeri-negeri yang tunduk di bawah elang Romawi. Para prajurit Romawi di gerbang kota mengenakan ketopong dari baja dan baju zirah rajutan pelindung besi berselimutkan jubah linen, dengan persenjataan berupa pedang, belati, busur, tabung anak panah, dan tombak.
وَعِنْدَ بَابِ الْمَدِينَةِ الَّذِي يَنْتَهِي إِلَيْهِ الطَّرِيقُ الْقَادِمُ مِنْ غَزَّةَ وَقَفَتْ قَافِلَةُ قُرَيْشٍ، وَتَقَدَّمَ رِجَالُهَا الَّذِينَ يُجِيدُونَ اللُّغَةَ الرُّومَانِيَّةَ مِنْ رِجَالِ الْحُكُومَةِ ثُمَّ رَاحُوا يَلْتَمِسُونَ الْإِذْنَ بِالدُّخُولِ.
Dan di dekat gerbang kota yang menjadi ujung jalan yang membentang dari Gaza, kafilah Quraisy berhenti, lalu orang-orang mereka yang mahir berbahasa Romawi maju mendekati para petugas pemerintah kemudian mulai memohon izin untuk masuk.
فَأَقْبَلَ مُوَظَّفُو الْمَكُوسِ يُحْصُونَ مَا فِي الْعِيرِ مِنْ سِلَعٍ وَيُقَدِّرُونَ مَا عَلَيْهَا مِنْ ضَرَائِبَ، فَلَمَّا اطْمَأَنَّ الْمُوَظَّفُونَ إِلَى أَنَّ عِيرَ قُرَيْشٍ لَا تَحْمِلُ بِضَائِعَ مَحْظُورًا اسْتِيرَادُهَا لِكَيْلَا تُنَافِسَ الْبِضَائِعَ الَّتِي تُصْنَعُ فِي الْإِمْبَرَاطُورِيَّةِ رَاحُوا يَجْبُونَ مَا قَدَّرُوا مِنْ ضَرَائِبَ، فَتَقَدَّمَ مَيْسَرَةُ وَدَفَعَ مَا فُرِضَ عَلَى بِضَاعَةِ خَدِيجَةَ وَتَسَلَّمَ إِيصَالًا خُتِمَ بِخَتْمِ الدَّوْلَةِ الرُّومَانِيَّةِ.
Maka para petugas bea cukai mulai menghitung komoditas yang ada di dalam kafilah dan menaksir pajak yang dikenakan atasnya. Ketika para petugas telah memastikan bahwa kafilah Quraisy tidak membawa barang-barang yang dilarang impornya agar tidak menyaingi barang-barang yang diproduksi di dalam kekaisaran, mereka mulai memungut pajak yang telah ditetapkan, lalu Maysarah maju membayar jumlah yang diwajibkan atas barang dagangan Khadijah dan menerima selembar resi yang dibubuhi stempel resmi negara Romawi.
وَانْسَابَتْ قَافِلَةُ قُرَيْشٍ فِي الْمَدِينَةِ حَتَّى بَلَغَتِ السُّوقَ فَحَطَّتْ رِحَالَهَا، وَرَاحَ الرِّجَالُ يَتَلَفَّتُونَ؛ كَانَ الْعَلَمُ الرُّومَانِيُّ يُرَفْرِفُ عَلَى الْمَكَانِ وَوَاجِهَاتِ الْمِحَالِ قَدْ زُيِّنَتْ بِالنَّسْرِ الرُّومَانِيِّ، وَغَصَّتِ السُّوقُ بِالْحَرَائِرِ وَالدِّيبَاجِ الْمُوَشَّى وَالْأَقْمِشَةِ الْمُقَصَّبَةِ، وَمُنْتَجَاتِ الصِّيَّاغِ مِنْ أَقْرَاطٍ وَأَسَاوِرَ وَأَكْوَابِ الذَّهَبِ، وَطُرَفٍ وَتُحَفٍ، وَبِضَائِعَ هِنْدِيَّةٍ وَحِرَابٍ عَرَبِيَّةٍ وَسُيُوفٍ يَمَنِيَّةٍ وَطَنَافِسَ فَارِسِيَّةٍ، وَتَوَابِلَ مِنَ الشَّرْقِ، وَقَدْ خَضَعَ كُلُّ مَا فِي السُّوقِ مِنْ وَارِدَاتٍ لِرَسْمِ الْعَشْرَةِ فِي الْمِائَةِ الَّذِي حَصَّلَهُ جُبَاةُ الْمَكُوسِ عِنْدَ مَدْخَلِ الْمَدِينَةِ الَّتِي أَصْبَحَتْ تُنَافِسُ الْقُسْطَنْطِينِيَّةَ.
Dan bergerak masuklah kafilah Quraisy ke dalam kota hingga mencapai pasar lalu menurunkan muatan mereka, sementara orang-orang mulai memandang berkeliling; bendera Romawi tampak berkibar di tempat itu dan bagian depan toko-toko dihiasi dengan lambang elang Romawi, pasar pun penuh sesak dengan kain-kain sutra, brokat bersulam, kain berhias benang emas, produk-produk pengrajin emas berupa anting-anting, gelang, cawan emas, barang-barang antik nan unik, komoditas India, tombak Arab, pedang Yaman, permadani Persia, serta rempah-rempah dari Timur, di mana seluruh barang impor di pasar tersebut telah tunduk pada tarif bea sepuluh persen yang dipungut oleh para penarik cukai di pintu masuk kota yang kini telah menyaingi Konstantinopel.
وَفَاضَتْ حَوَانِيتُ الصِّيَّاغِ بِالنَّاسِ، وَلَمْ يَكُونُوا جَمِيعًا مِنَ الرَّاغِبِينَ فِي شِرَاءِ الْحُلِيِّ بَلْ كَانَ أَغْلَبُهُمْ مِنَ الْمُقْتَرِضِينَ الَّذِينَ كَانُوا يَقْتَرِضُونَ بِفَائِدَةٍ ثَمَانِيَةٍ فِي الْمِائَةِ، وَلَوْلَا أَنَّ الدَّوْلَةَ شَرَعَتْ هَذِهِ النِّسْبَةَ لَأَكَلَ الرُّومَانُ الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً كَمَا فَعَلَ الْمُرَابُونَ الْعَرَبُ.
Toko-toko pengrajin emas dipenuhi oleh orang-orang, dan tidak semuanya bermaksud membeli perhiasan melainkan sebagian besar dari mereka adalah para peminjam uang yang berutang dengan bunga delapan persen, seandainya negara tidak menetapkan batasan persentase ini niscaya orang-orang Romawi akan memakan riba berlipat-lipat ganda sebagaimana yang dilakukan oleh para lintah darat Arab.
وَسَقَطَ اللَّيْلُ فَانْسَلَّ بَعْضُ رِجَالِ الْقَافِلَةِ إِلَى الْحَانَاتِ وَدُورِ اللَّهْوِ يَسْكُرُونَ بِرَشْفِ الْكُؤُوسِ وَرَشْفِ شِفَاهِ بَنَاتِ بَنِي الْأَصْفَرِ، وَاجْتَمَعَ بَعْضُ الرِّجَالِ بِرِجَالٍ مِنَ الشَّامِ وَالرُّومِ وَرَاحُوا يَتَجَاذَبُونَ أَطْرَافَ الْحَدِيثِ يَرْوِي كُلٌّ مِنْهُمْ بَعْضَ أَخْبَارِ بِلَادِهِ وَطُرَفًا مِنْ أَدَبِ قَوْمِهِ، وَرَاحَ بَعْضُ الْقُرَشِيِّينَ يَنْشُدُونَ الشِّعْرَ الَّذِي ذَاعَ فِي قَبَائِلِ الْعَرَبِ، وَجُعِلَ مَنْ يُجِيدُونَ اللُّغَاتِ يَقُومُونَ بِالتَّرْجَمَةِ مِنْ لُغَةٍ لِأُخْرَى.
Malam pun tiba, maka sebagian orang dari kafilah menyelinap ke kedai-kedai minuman dan tempat hiburan malam, bermabuk-mabukan dengan mereguk cawan-cawan dan mengecap bibir para wanita Bani Asfar (bangsa Romawi), sementara sebagian pria berkumpul dengan orang-orang dari Syam dan Romawi lalu saling berbincang hangat di mana masing-masing menceritakan sebagian kabar negerinya dan sepenggal sastra kaumnya, dan beberapa orang Quraisy mulai melantunkan bait-bait syair yang masyhur di kalangan kabilah Arab, serta orang-orang yang menguasai bahasa-bahasa bertindak melakukan penerjemahan dari satu bahasa ke bahasa lainnya.
كَانَ فِي السُّوقِ حَلَقَاتُ سَمَرٍ وَحَلَقَاتُ أَدَبٍ وَحَلَقَاتٌ لِلْمُنَاقَشَاتِ الدِّينِيَّةِ، وَقَدْ عَزَفَ مُحَمَّدٌ عَنْ كُلِّ هَذِهِ الْحَلَقَاتِ وَانْتَحَى بَعِيدًا لِيَخْلُوَ بِرَبِّهِ يَدْعُوهُ وَيُنَاجِيهِ، فَهُوَ يُحِسُّ غِنًى فِي قَلْبِهِ وَتَفَجُّرَ يَنَابِيعِ الْحِكْمَةِ فِي جَوْفِهِ وَنَقَاوَةً فِي فُؤَادِهِ كُلَّمَا أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ.
Di pasar itu terdapat lingkaran-lingkaran obrolan malam, lingkaran sastra, dan lingkaran diskusi keagamaan, namun Muhammad menjauhkan diri dari seluruh lingkaran tersebut dan menyendiri di tempat yang jauh agar dapat berkhalwat dengan Tuhannya, berdoa dan bermunajat kepada-Nya, karena beliau merasakan kekayaan di dalam hatinya, terpancarnya mata air hikmah di lubuk jiwanya, serta kemurnian di dalam sanubarinya setiap kali beliau menyerahkan dirinya secara penuh kepada Tuhan semesta alam.
كَانَتْ أَصْوَاتُ اللَّاعِبِينَ فِي السُّوقِ تَصِلُ إِلَى سَمْعِهِ، وَضَحِكَاتُ الْمَاجِنِينَ تَجَلْجَلُ فِي سُكُونِ اللَّيْلِ، وَصَيَحَاتُ السُّكَارَى مِنَ الرِّجَالِ وَالْبَغَايَا تَهْتِكُ غِلَالَاتِ الصَّمْتِ، وَلَكِنَّ مُحَمَّدًا أَعْرَضَ عَنْ كُلِّ ذَلِكَ الْمُجُونِ فَقَدْ كَانَ غَارِقًا فِي صَلَاةٍ فِي مِحْرَابِ الْوُجُودِ يَنْعَمُ بِسَعَادَةٍ رُوحِيَّةٍ صَافِيَةٍ تَفُوقُ كُلَّ مَا فِي الْأَرْضِ مِنْ نَشْوَةٍ مَادِّيَّةٍ، إِنَّهُ اخْتَارَ جُوعَ الدُّنْيَا عَلَى شِبَعِهَا وَفَقْرَ الدُّنْيَا عَلَى غِنَاهَا وَحُزْنَ الدُّنْيَا عَلَى فَرَحِهَا، وَهُوَ سَعِيدٌ بِذَلِكَ الزُّهْدِ وَالْوَرَعِ فَقَدِ اسْتَوَى عِنْدَهُ حَجَرُ الدُّنْيَا وَذَهَبُهَا.
Suara orang-orang yang bermain di pasar sampai ke pendengarannya, gelak tawa orang-orang yang bertingkah amoral menggema di dalam keheningan malam, dan teriakan-teriakan para lelaki yang mabuk serta para pelacur merobek tabir kesunyian, namun Muhammad berpaling dari seluruh kemaksiatan itu karena beliau tengah tenggelam dalam ibadah di mihrab wujud, menikmati kebahagiaan rohani yang murni yang melebihi segala bentuk kepuasan materi di bumi. Beliau telah memilih rasa lapar dunia atas kekenyangannya, kemiskinan dunia atas kekayaannya, dan kesedihan dunia atas kegembiraannya, dan beliau bahagia dengan kezuhudan serta ketakwaan itu, sebab di matanya batu dunia dan emasnya telah bernilai sama saja.
وَكَانَ بِابْتِهَالَاتِهِ يُقَوِّي غَرِيزَةَ النُّورِ الْإِلَهِيِّ فِي قَلْبِهِ وَيَنْعَمُ بِلَذَّةِ الْعِلْمِ وَالْمَعْرِفَةِ، وَكَانَ عِلْمُهُ يَجْعَلُ دُمُوعَ الْخَوْفِ تَنْهَمِرُ مِنْ عَيْنَيْهِ، فَهُوَ أَخْوَفُ أَهْلِ الْأَرْضِ لِلْقُوَّةِ الْمُتَعَالِيَةِ، فَهُوَ أَعْرَفُهُمْ بِنَفْسِهِ وَبِرَبِّهِ لَيْسَ لَهُ مِنْهُ مَلَاذٌ إِلَّا أَنْ يَهْرَبَ مِنْهُ إِلَيْهِ. وَإِنَّ ذَلِكَ الْخَوْفَ يُحْرِقُ الشَّهَوَاتِ وَيُؤَدِّبُ الْجَوَارِحَ وَيَمْحَقُ الْكِبْرَ وَالْحَسَدَ وَيَشْحَذُ الْمُرَاقَبَةَ وَالْمُحَاسَبَةَ وَالْمُجَاهَدَةَ وَمُؤَاخَذَةَ النَّفْسِ بِالْخَطَرَاتِ وَالْخُطُوَاتِ وَالْكَلِمَاتِ.
Melalui untaian doa dan kepasrahannya, beliau menguatkan naluri cahaya ilahi di dalam hatinya dan mengecap kenikmatan ilmu serta makrifat, dan ilmu yang dimilikinya membuat air mata rasa takut mengalir deras dari kedua matanya, karena beliau adalah penduduk bumi yang paling takut kepada Kekuasaan Yang Maha Tinggi, sebab beliau adalah orang yang paling mengenal dirinya dan Tuhannya, tiada tempat bersandar baginya dari-Nya melainkan berlari dari-Nya menuju kepada-Nya. Dan rasa takut itu membakar hawa nafsu, mendidik anggota badan, melenyapkan kesombongan serta kedengkian, dan menajamkan rasa diawasi, mawas diri, perjuangan batin, serta mengoreksi diri atas lintasan pikiran, langkah kaki, maupun ucapan kata-kata.
وَظَلَّ مُحَمَّدٌ وَحْدَهُ بَيْنَ يَدَيْ رَبِّهِ يُنَاجِيهِ وَالسَّاعَاتُ تَمُرُّ، وَهُوَ غَافِلٌ عَنْ نَفْسِهِ وَعَنْ كُلِّ مَا حَوْلَهُ وَقَدْ صَفَا قَلْبُهُ وَمَلَأَتِ النَّشْوَةُ وِجْدَانَهُ حَتَّى طَافَ بِهِ النُّعَاسُ فَنَامَتْ عَيْنَاهُ وَلَمْ يَنَمْ فُؤَادُهُ.
Dan Muhammad terus menyendiri di hadapan Tuhannya seraya bermunajat kepada-Nya sementara waktu terus berjalan, beliau tidak memikirkan dirinya sendiri maupun segala hal di sekitarnya, hatinya telah bersih dan rasa tenteram yang mendalam memenuhi sanubarinya hingga rasa kantuk datang menghampirinya, maka kedua matanya tertidur namun hatinya tidaklah tidur.
وَأَصْبَحَ الصَّبَاحُ فَدَبَّتِ الْحَيَاةُ فِي السُّوقِ وَرَاحَ مُحَمَّدٌ وَمَيْسَرَةُ يَبِيعَانِ السِّلَعَ الَّتِي خَرَجَا بِهَا، وَعَلَى مَرْمَى حَجَرٍ مِنْهُمَا كَانَ النَّخَّاسُونَ يَبِيعُونَ الْعَبِيدَ وَالْجَوَارِيَ الَّذِينَ جَلَبُوهُمْ مِنَ الرُّومِ وَمِنَ الْفُرْسِ وَمِنَ الْحَبَشَةِ وَمِنْ قَبَائِلِ الْعَرَبِ.
Pagi pun merekah, maka denyut kehidupan kembali merayap di pasar dan mulailah Muhammad beserta Maysarah menjual barang dagangan yang mereka bawa, dan sepelemparan batu dari mereka tampak para pedagang budak sedang menjual budak laki-laki dan budak perempuan yang mereka datangkan dari Romawi, Persia, Habasyah, dan dari kabilah-kabilah Arab.
وَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى مُحَمَّدٍ لِيَشْتَرِيَ مِنْهُ سِلْعَةً وَكَانَ بَيْنَهُمَا اخْتِلَافٌ فِيهَا، فَقَال لَهُ الرَّجُلُ :
Dan datanglah seorang lelaki kepada Muhammad untuk membeli suatu barang darinya dan terjadi sedikit ketidaksepakatan di antara keduanya mengenai barang tersebut, lalu lelaki itu berkata kepadanya:
— احْلِفْ بِاللَّاتِ وَالْعُزَّى.
— Bersumpahlah demi Lata dan Uzza.
فَقَالَ مُحَمَّدٌ فِي حَزْمٍ :
Maka Muhammad berkata dengan tegas:
— مَا حَلَفْتُ بِهِمَا قَطُّ.
— Aku tidak pernah bersumpah demi keduanya sama sekali.
وَقَرَأَ الرَّجُلُ الصِّدْقَ فِي وَجْهِهِ فَقَالَ :
Dan lelaki itu melihat kejujuran di wajah beliau, lalu dia berkata:
— الْقَوْلُ قَوْلُكَ.
— Perkataan yang benar adalah perkataanmu.
كَانَ مَيْسَرَةُ يَرْقُبُهُ فَيَزْدَادُ بِهِ إِعْجَابًا عَلَى مَرِّ الْأَيَّامِ، فَهُوَ لَيِّنٌ فِي الْبَيْعِ لَيِّنٌ فِي الشِّرَاءِ تَنْفَتِحُ لَهُ قُلُوبُ النَّاسِ، وَقَدْ أَلْقَى اللَّهُ مَحَبَّةَ مُحَمَّدٍ فِي قَلْبِ مَيْسَرَةَ فَكَانَ كَأَنَّهُ عَبْدُهُ يُلَبِّي لَهُ أَيَّةَ إِشَارَةٍ وَهُوَ رَاضِي النَّفْسِ مُسْتَرِيحُ الضَّمِيرِ.
Maysarah senantiasa mengamati beliau dan kekagumannya terus bertambah seiring berjalannya hari, karena beliau sangat santun ketika menjual dan santun ketika membeli hingga hati orang-orang terbuka untuknya, dan Allah telah menanamkan rasa cinta kepada Muhammad di dalam hati Maysarah sehingga ia bersikap seolah-olah menjadi pelayannya yang siap memenuhi isyarat apa pun dengan jiwa yang ikhlas dan hati yang tenang.
وَبَاعَ مُحَمَّدٌ وَمَيْسَرَةُ وَرِجَالُ قَافِلَةِ خَدِيجَةَ مَتَاعَهُمْ وَرَبِحُوا رِبْحًا مَا رَبِحُوا مِثْلَهُ مِنْ قَبْلُ، فَالْتَفَتَ مَيْسَرَةُ إِلَى مُحَمَّدٍ وَقَالَ :
Dan Muhammad, Maysarah, serta orang-orang dari kafilah dagang Khadijah menjual habis barang dagangan mereka dan memperoleh keuntungan yang belum pernah mereka dapatkan seumpamanya sebelum ini, lalu Maysarah menoleh kepada Muhammad dan berkata:
— يَا مُحَمَّدُ، اتَّجَرْنَا لِخَدِيجَةَ أَرْبَعِينَ سَفْرَةً مَا رَبِحْنَا رِبْحًا قَطُّ أَكْثَرَ مِنْ هَذَا الرِّبْحِ عَلَى وَجْهِكَ.
— Wahai Muhammad, kami telah berniaga untuk Khadijah selama empat puluh kali perjalanan, namun kami tidak pernah sama sekali meraup keuntungan yang lebih banyak daripada keuntungan ini berkat keberadaan dirimu.
وَانْتَهَتْ أَيَّامُ السُّوقِ فَانْصَرَفَ أَهْلُ الْعِيرِ جَمِيعًا رَاجِعِينَ إِلَى مَكَّةَ، وَانْطَلَقَ مُحَمَّدٌ وَأَبُو بَكْرٍ فِي أَوَّلِ الرَّكْبِ، كَانَا يَأْخُذَانِ بِأَطْرَافِ الْحَدِيثِ تَارَةً وَيَلْتَزِمَانِ الصَّمْتَ طَوِيلًا يَهِيمَانِ وَرَاءَ مَا يَدُورُ فِي رَأْسَيْهِمَا مِنْ أَفْكَارٍ، كَانَ مُحَمَّدٌ يُفَكِّرُ فِي فَاطِرِ الْأَرْضِ وَالسَّمَاءِ بَيْنَمَا كَانَ أَبُو بَكْرٍ يُفَكِّرُ فِي حَدِيثِ الرَّاهِبِ نَسْطُورَا وَفِي ذَلِكَ الْقَوْلِ الْغَرِيبِ الْمُثِيرِ الَّذِي قَالَهُ.
Dan hari-hari pasar pun berakhir, maka seluruh rombongan kafilah beranjak pulang kembali menuju Mekah. Muhammad dan Abu Bakar berkendara di bagian paling depan rombongan, terkadang mereka saling berbincang hangat dan terkadang saling terdiam lama, hanyut di balik pikiran-pikiran yang berputar di kepala mereka berdua; Muhammad merenungkan tentang Pencipta bumi dan langit, sedangkan Abu Bakar memikirkan ucapan rahib Nastura serta perkataan asing nan menggugah yang telah disampaikannya.
إِنَّهُ أَعْلَنَ عَلَى الْمَلَإِ أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ هُوَ رَسُولُ رَبِّ الْعَالَمِينَ، سَيَبْعَثُهُ اللَّهُ بِالسَّيْفِ الْمَسْلُولِ وَبِالرُّبْحِ الْأَكْبَرِ، فَإِنْ كَانَ مَنْ فِي الْقَافِلَةِ لَمْ يَحْفِلُوا بِذَلِكَ الْقَوْلِ، فَإِنَّهُ قَدْ حُفِرَ فِي ضَمِيرِ أَبِي بَكْرٍ، وَلَا غَرْوَ فَأَبُو بَكْرٍ يُؤْمِنُ بِالْغَيْبِ فَيَحْفِلُ كَثِيرًا بِأَحْلَامِهِ وَيَنْشَرِحُ صَدْرُهُ إِذَا فَسَّرَ أَحْلَامَ الْآخَرِينَ وَلَمْ يَكُنْ كَأَبِي طَالِبٍ يَرَى أَنَّ اللَّهَ أَجَلُّ مِنْ أَنْ يَبْعَثَ بَشَرًا رَسُولًا بَلْ كَانَ عَلَى عِلْمٍ بِأَنَّ كُلَّ الرُّسُلِ كَانُوا مِنَ الْبَشَرِ.
Bahwasanya sang rahib telah mengumumkan kepada khalayak ramai bahwa Muhammad bin Abdullah adalah utusan Tuhan semesta alam, yang akan Allah utus dengan pedang yang terhunus dan kemenangan yang paling besar. Jikalau orang-orang yang berada di dalam kafilah tidak mengindahkan ucapan tersebut, maka sesungguhnya ucapan itu telah terukir dalam di dalam sanubari Abu Bakar. Dan tidaklah heran, karena Abu Bakar memercayai hal gaib sehingga ia sangat memperhatikan mimpi-mimpinya dan hatinya merasa lapang apabila menakwilkan mimpi orang lain, serta ia tidak seperti Abu Thalib yang berpandangan bahwa Allah terlalu Agung untuk mengutus seorang manusia sebagai rasul, melainkan ia mengetahui bahwa seluruh rasul terdahulu adalah dari golongan manusia.
وَكَانَ أَبُو بَكْرٍ يَلْتَفِتُ إِلَى صَدِيقِهِ بَيْنَ الْفَيْنَةِ وَالْفَيْنَةِ وَيَتَفَرَّسُ فِي وَجْهِهِ فَيَزْدَادُ إِيمَانًا بِقَوْلِ نَسْطُورَا، فَالصِّدْقُ فِي مُحَيَّاهُ، يَعْكِسُ وَجْهُهُ نَقَاءَ قَلْبِهِ وَتَنُمُّ أَفْعَالُهُ عَنْ خُلُقٍ قَوِيمٍ، بَلْ خُلُقٍ عَظِيمٍ، فَإِنْ بُعِثَ مُحَمَّدٌ بِالرِّسَالَةِ لَقَدْ جُعِلَتِ الرِّسَالَةُ حَيْثُ يَنْبَغِي أَنْ تَكُونَ.
Dan Abu Bakar senantiasa menoleh kepada sahabatnya itu dari waktu ke waktu serta mengamati dengan saksama gurat wajahnya, sehingga bertambahlah keyakinannya pada ucapan Nastura; sebab kejujuran memancar di rona wajahnya, wajahnya mencerminkan kemurnian hatinya, dan perbuatan-perbuatannya menunjukkan akhlak yang lurus, bahkan akhlak yang agung, maka jika Muhammad diutus membawa risalah, sungguh risalah itu telah diletakkan di tempat yang paling tepat dan semestinya.
وَاسْتَرَاحَتِ الْقَافِلَةُ فِي غَزَّةَ حَيْثُ قَبْرُ هَاشِمٍ الْعَظِيمِ الَّذِي رَبَطَ وَشَائِجَ النَّسَبِ بَيْنَ بَنِي هَاشِمٍ وَبَنِي النَّجَّارِ مِنَ الْخَزْرَجِ وَأَقَامَ جِسْرًا مِنَ الصِّلَاتِ الطَّيِّبَةِ بَيْنَ مَكَّةَ وَيَثْرِبَ، وَقَدْ زَادَ تِلْكَ الصِّلَةَ تَوْكِيدًا جَسَدُ عَبْدِ اللَّهِ الَّذِي قُبِرَ فِي دَارِ بَنِي عَدِيِّ بْنِ النَّجَّارِ.
Dan kafilah tersebut beristirahat di Gaza, tempat di mana terdapat makam Hasyim yang agung, sosok yang telah mengikat tali kekerabatan antara Bani Hasyim dan Bani Najjar dari suku Khazraj serta membangun jembatan hubungan yang baik antara Mekah dan Yatsrib, di mana hubungan tersebut semakin diperkuat oleh keberadaan jasad Abdullah yang dimakamkan di pelataran rumah Bani Adi bin Najjar.
وَاسْتَأْنَفَتِ الرِّحْلَةَ حَتَّى إِذَا مَا بَلَغَتِ الْقَافِلَةُ أَيْلَةَ (الْعَقَبَةَ) نَزَلَتْ بِهَا وَهِيَ آخِرُ مَنْزِلٍ فِي الْبِلَادِ الْخَاضِعَةِ لِلنَّسْرِ الرُّومَانِيِّ، فَلَمَّا الْتَقَطَتِ الْقَافِلَةُ أَنْفَاسَهَا رَاحَتْ تَضْرِبُ فِي الْبَيْدَاءِ حَتَّى إِذَا مَا بَلَغَتْ مَرَّ الظَّهْرَانِ، وَهُوَ وَادٍ بَيْنَ مَكَّةَ وَعُسْفَانَ، قَالَ مَيْسَرَةُ لِمُحَمَّدٍ :
Dan perjalanan pun dilanjutkan kembali hingga ketika kafilah mencapai Ailah (Aqaba), mereka singgah di sana, yang merupakan tempat pemberhentian terakhir di negeri yang tunduk di bawah elang Romawi. Setelah kafilah melepas lelah sejenak, mereka mulai menembus padang sahara hingga ketika sampai di Marr az-Zahran, yaitu sebuah lembah yang terletak di antara Mekah dan Usfan, Maysarah berkata kepada Muhammad:
— هَلْ لَكَ أَنْ تَسْبِقَنِي إِلَى خَدِيجَةَ فَتُخْبِرَهَا بِمَا صَنَعَ اللَّهُ لَهَا عَلَى وَجْهِكَ ؟
— Sukakah engkau jika berjalan mendahuluiku menemui Khadijah, lalu engkau kabarkan kepadanya tentang apa yang telah Allah karuniakan untuknya berkat keberadaan dirimu?
فَرَكِبَ مُحَمَّدٌ وَتَقَدَّمَ حَتَّى دَخَلَ مَكَّةَ سَاعَةَ الظَّهِيرَةِ، فَطَافَ بِالْبَيْتِ ثُمَّ انْطَلَقَ إِلَى دَارِ خَدِيجَةَ لِيُخْبِرَهَا بِمَا رَبِحَتْ.
Maka Muhammad mengendarai untanya dan melaju ke depan hingga memasuki Mekah pada waktu tengah hari, beliau lalu melakukan tawaf di Baitullah kemudian bergegas menuju rumah Khadijah untuk mengabarkan kepadanya perihal keuntungan yang telah diraih.
كَانَتْ خَدِيجَةُ فِي عِلِّيَّةٍ لَهَا مَعَ نِسَاءٍ، فَرَأَتْ مُحَمَّدًا حِينَ دَخَلَ وَهُوَ رَاكِبٌ عَلَى بَعِيرِهِ فَخَفَقَ قَلْبُهَا فِي شِدَّةٍ، وَكَأَنَّمَا أَرَادَتْ أَنْ تُؤَكِّدَ لِقَلْبِهَا الْوَاجِفِ أَنَّهُ هُوَ، فَأَرَتْهُ نِسَاءَهَا فَقَالُوا : إِنَّهُ ابْنُ عَبْدِ اللَّهِ. فَهَرَعَتْ إِلَيْهِ لِتَسْتَقْبِلَهُ وَهِيَ تَضْرِبُ لَا تَدْرِي حَقِيقَةَ مَا اعْتَرَاهَا، فَلَطَالَمَا عَادَ إِلَيْهَا الرِّجَالُ مِنْ تِجَارَتِهَا بِالْأَرْبَاحِ دُونَ أَنْ تُحِسَّ مِثْلَ هَذِهِ الْإِحْسَاسَاتِ الَّتِي تَهْجِسُ فِي وِجْدَانِهَا.
Khadijah saat itu sedang berada di kamar atas rumahnya bersama beberapa wanita, lalu ia melihat Muhammad ketika beliau masuk dalam keadaan mengendarai untanya, maka berdegub kencanglah hatinya dengan sangat. Seolah-olah ingin meyakinkan hatinya yang bergetar bahwa itu adalah benar beliau, ia memperlihatkannya kepada para wanitanya lalu mereka berkata: "Sesungguhnya dia adalah putra Abdullah." Maka ia pun bergegas turun untuk menyambutnya sembari melangkah cepat tanpa menyadari hakikat perasaan yang sedang meliputinya, padahal sudah sering kali para lelaki kembali kepadanya membawa keuntungan dari perniagaannya tanpa ia pernah merasakan getaran emosi seperti yang berkecamuk di dalam jiwanya saat ini.
وَدَخَلَ عَلَيْهَا مُحَمَّدٌ، إِنَّهُ ظَاهِرُ الْوَضَاءَةِ أَبْلَجُ الْوَجْهِ وَسِيمٌ قَسِيمٌ فِي عَيْنَيْهِ دَعَجٌ وَفِي أَشْفَارِهِ وَطَفٌ وَفِي صَوْتِهِ صَحَلٌ يُخْبِرُهَا بِمَا رَبِحُوا، إِنَّهُ ضِعْفُ مَا كَانَتْ تَرْبَحُ. فَبَدَا عَلَيْهَا السُّرُورُ، وَتَحَدَّثَتْ فَأَصْغَى مُلْتَفِتًا إِلَيْهَا بِكُلِّ جِسْمِهِ، فَقَدْ كَانَ يُحْسِنُ الْإِصْغَاءَ وَيُحْسِنُ الصَّمْتَ وَيُحْسِنُ الْكَلَامَ، فَإِنْ صَمَتَ فَعَلَيْهِ الْوَقَارُ وَإِنْ تَكَلَّمَ سَمَا وَعَلَاهُ الْبَهَاءُ، حُلْوُ الْمَنْطِقِ، فَصْلٌ لَا نَزْرٌ وَلَا هَذْرٌ، تَتَأَلَّقُ أَسْنَانُهُ الْمُفَلَّجَةُ الْبَيْضَاءُ إِذَا تَكَلَّمَ أَوْ ابْتَسَمَ.
Dan Muhammad pun masuk menemuinya, sesungguhnya beliau tampak bersinar, berwajah cerah, rupawan nan rupawan dengan bagian hitam mata yang pekat, bulu mata yang lebat lentik, serta memiliki serak basah yang berwibawa pada suaranya, mengabarkan kepadanya perihal keuntungan yang mereka raih, yang ternyata jumlahnya dua kali lipat dari apa yang biasanya ia dapatkan. Maka tampaklah kegembiraan pada diri Khadijah, dan ketika ia berbicara, beliau menyimak dengan saksama seraya menghadapkan seluruh badannya kepadanya, karena beliau adalah sosok yang sangat baik dalam mendengarkan, baik dalam diam, dan baik dalam berbicara. Jikalau beliau diam maka tampaklah kewibawaan meliputinya, dan jikalau beliau berbicara maka tampaklah keluhuran dan keindahan memancar darinya, tutur katanya manis, jelas tegas tidak kurang dan tidak berlebihan, gigi-giginya yang putih berjarak tampak berkilau indah apabila beliau berbicara atau tersenyum.
وَقَالَتْ :
Dan Khadijah bertanya:
— أَيْنَ مَيْسَرَةُ ؟
— Di mana Maysarah?
قَالَ :
Beliau menjawab:
— خَلَّفْتُهُ فِي الْبَادِيَةِ.
— Aku meninggalkannya di pinggiran gurun (menjaga rombongan).
فَقَالَتْ فِي لَهْفَةٍ :
Maka ia berkata dengan penuh harap:
— عَجِّلْ إِلَيْهِ لِيُعَجِّلَ بِالْإِقْبَالِ.
— Kembalilah kepadanya dengan segera agar dia bisa lekas datang kemari.
كَانَتْ فِي شَوْقٍ لِأَنْ تَسْمَعَ مِنْ غُلَامِهَا مَيْسَرَةَ أَخْبَارَ مُحَمَّدٍ وَمَا فَعَلَ الْأَمِينُ فِي رِحْلَتِهِ، فَقَدْ فَكَّرَتْ فِيهِ كَثِيرًا مُذْ غَادَرَهَا إِلَى أَنْ عَادَ إِلَيْهَا، فَهِيَ تُحِسُّ إِحْسَاسًا غَامِضًا أَنَّ سَيَكُونُ لِابْنِ عَبْدِ اللَّهِ شَأْنٌ عَظِيمٌ، شَأْنٌ لَمْ يَبْلُغْ مِثْلَهُ أَحَدٌ مِنَ الْعَرَبِ.
Ia benar-benar dilingkupi kerinduan mendalam untuk mendengar dari pembantunya, Maysarah, tentang kabar-kabar Muhammad dan apa yang diperbuat oleh sang Al-Amin dalam perjalanannya, karena ia telah memikirkan beliau berkali-kali semenjak beliau meninggalkannya hingga kembali lagi kepadanya, sebab ia merasakan suatu intuisi yang misterius bahwa putra Abdullah ini kelak akan memiliki kedudukan yang sangat agung, kedudukan yang belum pernah dicapai oleh seorang pun dari kalangan bangsa Arab.
وَدَخَلَ عَلَيْهَا مَيْسَرَةُ فَأَقْبَلَتْ عَلَيْهِ تَسْأَلُهُ عَنْ مُحَمَّدٍ، فَرَاحَ يَقُصُّ عَلَيْهَا مَا كَانَ مِنْ نَسْطُورَا الرَّاهِبِ وَمَا كَانَ مِنَ الرَّجُلِ الَّذِي اسْتَحْلَفَهُ فِي الْبَيْعِ وَمَا كَانَ مِنْ أَمْرِهِ مُذْ خَرَجَ مَعَهُ إِلَى أَنْ عَادَ إِلَى مَكَّةَ.
Dan masuklah Maysarah menemuinya, maka ia segera menghampirinya seraya menanyakan perihal Muhammad, lalu Maysarah mulai menuturkan secara rinci kepadanya apa yang terjadi dari pendeta Nastura, peristiwa dengan lelaki yang memintanya bersumpah dalam jual beli, serta seluruh rekam jejak beliau semenjak ia berangkat bersamanya hingga kembali lagi ke Mekah.
وَمَا أَنْ انْتَهَى مَيْسَرَةُ مِنْ حَدِيثِهِ حَتَّى ذَهَبَتْ خَدِيجَةُ إِلَى ابْنِ عَمِّهَا وَرَقَةَ بْنِ نَوْفَلٍ وَأَخَذَتْ تَقُصُّ عَلَيْهِ مَا حَدَّثَهَا بِهِ غُلَامُهَا مَيْسَرَةُ، فَقَالَ لَهَا :
Dan tidak lama setelah Maysarah menyelesaikan penuturannya, Khadijah segera pergi menemui putra pamannya, Waraqah bin Naufal, dan mulai menceritakan kepadanya apa yang telah disampaikan oleh pembantunya, Maysarah, lalu Waraqah berkata kepadanya:
— إِنْ كَانَ هَذَا حَقًّا يَا خَدِيجَةُ، إِنَّ مُحَمَّدًا نَبِيُّ هَذِهِ الْأُمَّةِ، وَقَدْ عَرَفْتُ أَنَّهُ كَائِنٌ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ نَبِيٌّ مُنْتَظَرٌ هَذَا زَمَانُهُ.
— Jika hal ini benar wahai Khadijah, sesungguhnya Muhammad adalah nabi umat ini, dan sungguh aku telah mengetahui bahwasanya akan ada seorang nabi yang dinanti-nantikan bagi umat ini, dan inilah zamannya.
« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi