BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

MRWM - Maulidur Rosul - Episode 25

MAULIDUR ROSUL
Abdul Hamid Judah As-Sahhar

Rahasia di Balik Tahta: Bisikan Raja Yaman dan Kelahiran Sang Cahaya

Raja Saif bin Dzi Yazan mengungkap rahasia dari kitab-kitab kuno kepada Abdul Muthalib tentang seorang anak yang akan lahir dengan tanda kenabian di punggungnya. Sebuah rahasia yang mengubah pandangan hidup Abdul Muthalib selamanya.

انْطَلَقَ سَادَاتُ قُرَيْشٍ وَشُعَرَاؤُهَا إِلَى الْيَمَنِ لِتَهْنِئَةِ سَيْفِ بْنِ ذِي يَزَنَ وَمَدْحِهِ وَذِكْرِ مَا كَانَ مِنْ بَلَائِهِ وَطَلَبِهِ بِثَأْرِ قَوْمِهِ ، وَبَلَغَ وَفْدُ الْعَرَبِ صَنْعَاءَ وَسَارَ إِلَى قَصْرِ غِمْدَانَ وَاسْتَأْذَنَ عَبْدُ الْمُطَّلِبِ رَئِيسُ الْوَفْدِ فِي الدُّخُولِ عَلَى الْمَلِكِ ، فَأَذِنَ لَهُ ، فَرَاحُوا يَسْعَوْنَ فِي طُرُقَاتِ الْقَصْرِ مَشْدُوهِينَ فَقَدْ كَانَ الْقَصْرُ آيَةً فِي الرَّوْعَةِ وَالْجَمَالِ .
Para pemimpin Quraisy dan penyair-penyairnya berangkat ke Yaman untuk memberi selamat kepada Saif bin Dzi Yazan dan memujinya, serta menyebutkan segala ujian yang ia alami dan tuntutannya akan pembalasan darah kaumnya. Rombongan Arab itu tiba di Shan'a dan berjalan menuju istana Ghamdan, lalu Abdul Muthalib, kepala delegasi, meminta izin untuk masuk menemui raja. Raja mengizinkannya, maka mereka berjalan di koridor-koridor istana dengan takjub, karena istana tersebut adalah bukti keajaiban dan keindahan.
كَانَ عَبْدُ الْمُطَّلِبِ عَنْ يَمِينِ رَئِيسِ تَشْرِيفَاتِ الْمَلِكِ ، وَكَانَ مَنْ خَلْفِهِمْ أُمَيَّةُ ابْنُ عَبْدِ شَمْسٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ جُدْعَانَ وَأَسَدِ بْنِ خُوَيْلِدِ بْنِ عَبْدِ الْعُزَّى وَأَشْرَافُ قُرَيْشٍ وَشُعَرَاؤُهَا وَقَدِ ارْتَدَوْا أَبْهَى حُلَلِهِمْ . وَقَدْ كَانَ عَبْدُ الْمُطَّلِبِ فَخْمًا كَأَنَّهُ الْقَمَرُ تَحُفُّ بِهِ النُّجُومُ .
Abdul Muthalib berada di sebelah kanan kepala protokol raja, dan di belakang mereka ada Umayyah bin Abdu Syams, Abdullah bin Jud'an, Asad bin Khuwailid bin Abdul 'Uzza, serta para pembesar Quraisy dan penyair-penyairnya, yang telah mengenakan pakaian terbaik mereka. Abdul Muthalib tampak agung seolah-olah ia adalah bulan yang dikelilingi oleh bintang-bintang.
وَفُتِحَ بَابُ قَاعَةِ الْعَرْشِ فَإِذَا الْمَلِكُ مُضَمَّخٌ بِالْعَنَبَرِ يَرَى لَمَعَانَ الطِّيبِ مِنْ مَفْرَقِهِ ، عَلَيْهِ بَرْدَانِ مُؤْتَزِرٌ بِأَحَدِهِمَا مُرْتَدٍ بِالْآخَرِ ، سَيْفُهُ بَيْنَ يَدَيْهِ وَعَنْ يَمِينِهِ وَيَسَارِهِ الْمُلُوكُ وَأَبْنَاءُ الْمُلُوكِ وَالرُّؤَسَاءِ ، فَانْطَلَقَ عَبْدُ الْمُطَّلِبِ حَتَّى دَنَا مِنْ سَيْفِ بْنِ ذِي يَزَنَ وَقَالَ :
Pintu ruang tahta dibuka, dan terlihatlah raja yang dilumuri ambar, cahaya wangi tampak dari belahan rambutnya. Ia mengenakan dua kain, yang satu dipakai sebagai sarung dan yang lain disampirkan di bahu, pedangnya di depannya, dan di kanan-kirinya para raja, putra-putra raja, dan para pemimpin. Abdul Muthalib pun melangkah maju hingga mendekati Saif bin Dzi Yazan dan berkata:
— أَيُّأْذَنُ لِي مَوْلايَ فِي الْكَلَامِ ؟
— Apakah Tuanku mengizinkanku untuk berbicara?
فَقَالَ سَيْفُ :
Saif berkata:
— إِنْ كُنْتَ مِمَّنْ يَتَكَلَّمُ بَيْنَ يَدَى الْمُلُوكِ فَتَكَلَّمْ فَقَدْ أَذَنَّا لَكَ .
— Jika kamu termasuk orang yang berbicara di hadapan para raja, maka berbicaralah, kami telah mengizinkanmu.
فَقَالَ عَبْدُ الْمُطَّلِبِ :
Abdul Muthalib berkata:
— إِنَّ اللَّهَ أَحَلَّكَ أَيُّهَا الْمَلِكُ مَحَلًّا رَفِيعًا ، صَعْبًا مَنِيعًا ، شَامِخًا بَاذِخًا . وَأَنْبَتَكَ مَنْبِتًا طَابَتْ أَرُومَتُهُ ، وَعَزَّتْ جُرْثُومَتُهُ ، وَثَبَتَ أَصْلُهُ ، وَبَسَقَ فَرْعُهُ ، فِي أَكْرَمِ مَوْطِنٍ ، وَأَطْيَبِ مَعْدِنٍ . وَأَنْتَ أَيُّتُ اللَّعْنُ مَلِكُ الْعَرَبِ وَرَبِيعُهَا الَّذِي يَخْصِبُ ، وَأَنْتَ أَيُّهَا الْمَلِكُ رَأْسُ الْعَرَبِ الَّذِي تَنْقَادُ إِلَيْهِ ، وَعَمُودُهَا الَّذِي عَلَيْهِ الْعِمَادُ ، وَمَعْقِلُهَا الَّذِي تَلْجَأُ عَلَيْهِ الْعِبَادُ . سَلَفُكَ خَيْرُ سَلَفٍ ، وَأَنْتَ لَنَا مِنْهُمْ خَيْرُ خَلَفٍ ، فَلَنْ يَخْمَلَ ذِكْرُ مَنْ أَنْتَ سَلَفُهُ ، وَلَنْ يَهْلِكَ مَنْ أَنْتَ خَلَفُهُ . وَنَحْنُ أَيُّهَا الْمَلِكُ أَهْلُ حَرَمِ اللَّهِ وَسَدَنَةُ بَيْتِهِ ، أَشْخَصَنَا إِلَيْكَ الَّذِي أَبْهَجَنَا لِكَشْفِ الْكَرْبِ الَّذِي فَدَحَنَا ، فَنَحْنُ وَفْدُ التَّهْنِئَةِ لَا وَفْدُ الْمَرْزِئَةِ .
— Sesungguhnya Allah telah menempatkanmu, wahai Raja, di kedudukan yang tinggi, sulit lagi perkasa, menjulang lagi mulia. Ia menumbuhkanmu di tempat tumbuh yang baik akarnya, mulia asal-usulnya, kokoh pokoknya, dan menjulang cabangnya, di tempat yang paling mulia dan tambang yang paling baik. Wahai sang raja, engkau adalah raja Arab dan musim seminya yang mendatangkan kesuburan. Engkau, wahai Raja, adalah pemimpin Arab yang tunduk kepadanya, tiangnya yang menjadi tempat bersandar, dan bentengnya tempat hamba-hamba berlindung. Leluhurmu adalah sebaik-baik leluhur, dan engkau bagi kami adalah sebaik-baik keturunan dari mereka. Tidak akan sirna sebutan orang yang engkau leluhurnya, dan tidak akan binasa orang yang engkau keturunannya. Kami, wahai Raja, adalah penduduk tanah haram Allah dan pelayan rumah-Nya. Hal yang membahagiakan kami telah mendorong kami untuk datang kepadamu guna menghilangkan kesusahan yang menimpa kami. Kami adalah delegasi ucapan selamat, bukan delegasi musibah.
فَقَالَ ابْنُ ذِي يَزَنَ :
Ibnu Dzi Yazan berkata:
— فَأَيُّهُمُ أَنْتَ الْمُتَكَلِّمُ ؟
— Siapakah di antara kalian yang berbicara ini?
فَقَالَ عَبْدُ الْمُطَّلِبِ :
Abdul Muthalib berkata:
— أَنَا عَبْدُ الْمُطَّلِبِ بْنُ هَاشِمٍ .
— Aku Abdul Muthalib bin Hasyim.
وَتَذَكَّرَ سَيْفُ بْنُ ذِي يَزَنَ أَنَّ هَاشِمًا تَزَوَّجَ سَلْمَى الْخَزْرَجِيَّةَ وَأَنَّ الْخَزْرَجَ مِنَ الْيَمَنِ ، فَقَالَ :
Saif bin Dzi Yazan teringat bahwa Hasyim menikahi Salma Al-Khazrajiyah dan bahwa suku Khazraj berasal dari Yaman, maka ia berkata:
— ابْنُ أُخْتِنَا ؟
— Anak saudara perempuan kami?
— نَعَمْ . ابْنُ أُخْتِكُمْ .
— Ya. Anak saudara perempuan kalian.
— ادْنُ .
— Mendekatlah.
فَأَدْنَاهُ عَلَى الْقَوْمِ وَعَلَيْهِ فَقَالَ :
Ia mendekatkannya di hadapan orang-orang dan berkata:
— مَرْحَبًا وَأَهْلًا ، وَنَاقَةً وَرَحْلًا ، وَمُسْتَنَاخًا سَهْلًا . قَدْ سَمِعَ الْمَلِكُ مَقَالَتَكُمْ ، وَعَرَفَ قَرَابَتَكُمْ ، وَقَبِلَ وَسِيلَتَكُمْ ، فَأَنْتُمْ أَهْلُ اللَّيْلِ وَأَهْلُ النَّهَارِ ، لَكُمُ الْكَرَامَةُ مَا أَقَمْتُمْ ، وَالْحِبَاءُ إِذَا ظَعَنْتُمْ .
— Selamat datang, semoga membawa keselamatan dan kemudahan. Raja telah mendengar perkataan kalian, mengetahui kekerabatan kalian, dan menerima perantaraan kalian. Kalian adalah penduduk malam dan siang, kalian mendapatkan penghormatan selama kalian tinggal, dan pemberian saat kalian berangkat.
وَانْطَلَقَ وَفْدُ قُرَيْشٍ إِلَى دَارِ الضِّيَافَةِ وَالْوُفُودِ فَأَقَامُوا شَهْرًا لَا يَصِلُونَ إِلَى الْمَلِكِ وَلَا يَأْذَنُ لَهُمْ بِالِانْصِرَافِ ، ثُمَّ انْتَبَهَ انْتِبَاهَةً فَأَرْسَلَ إِلَى عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَأَخْلَاهُ وَأَدْنَى مَجْلِسَهُ وَقَالَ :
Delegasi Quraisy berangkat ke rumah tamu, mereka menetap selama sebulan tanpa bisa menemui raja dan raja tidak mengizinkan mereka pulang. Kemudian raja mendapat perhatian, lalu mengutus seseorang kepada Abdul Muthalib, membawanya ke tempat pribadi, mendekatkan posisi duduknya, dan berkata:
— يَا عَبْدَ الْمُطَّلِبِ إِنِّي مُفْضٍ إِلَيْكَ مِنْ سِرِّ عِلْمِي مَا لَوْ كَانَ غَيْرُكَ لَمْ أُبِحْ لَهُ ، وَلَكِنْ رَأَيْتُكَ مَعْدِنَهُ وَأَطْلَعْتُكَ عَلَيْهِ ، فَلْيَكُنْ عِنْدَكَ مَطْوِيًّا حَتَّى يَأْذَنَ اللَّهُ فِيهِ ، فَإِنَّ اللَّهَ بَالِغٌ فِيهِ أَمْرَهُ . إِنِّي أَجِدُ فِي الْكِتَابِ الْمَكْنُونِ ، وَالْعِلْمِ الْمَخْزُونِ ، الَّذِي اخْتَرْنَاهُ لِأَنْفُسِنَا وَاحْتَجَنَّاهُ دُونَ غَيْرِنَا ، خَيْرًا عَظِيمًا ، وَخَطْرًا جَسِيمًا ، فِيهِ شَرَفُ الْحَيَاةِ ، وَفَضِيلَةُ الْوَفَاةِ ، لِلنَّاسِ عَامَّةً ، وَلِرَهْطِكَ كَافَّةً .
— Wahai Abdul Muthalib, sesungguhnya aku akan menyampaikan kepadamu rahasia ilmuku yang jika orang lain selainmu, aku tidak akan mengungkapkannya kepadanya. Namun aku melihatmu sebagai tempatnya dan aku memberitahukannya kepadamu, maka biarkanlah itu tersimpan rapat di sisimu sampai Allah mengizinkannya, karena Allah akan melangsungkan perintah-Nya. Sesungguhnya aku menemukan di dalam Kitab yang Tersembunyi dan ilmu yang tersimpan, yang kami pilih untuk diri kami sendiri dan kami jaga dari selain kami, kebaikan yang agung dan urusan yang besar, di dalamnya terdapat kemuliaan hidup dan keutamaan wafat, bagi manusia secara umum, dan bagi kaummu secara keseluruhan.
— أَيُّهَا الْمَلِكُ فَمِثْلُكَ مَنْ سُرَّ وَبَرَ ، فَمَا هُوَ ؟
— Wahai Raja, orang seperti Anda yang menyampaikan kegembiraan dan kebaikan, maka apakah itu?
— إِذَا وُلِدَ بِتِهَامَةَ ، غُلَامٌ بَيْنَ كَتِفَيْهِ شَامَةٌ ، كَانَتْ لَهُ الْإِمَامَةُ ، وَلَكُمْ بِهِ الزَّعَامَةُ .
— Jika di Tihamah lahir seorang anak laki-laki yang di antara kedua pundaknya terdapat tanda, maka baginya kepemimpinan, dan bagi kalian bersamanya kekuasaan.
وَشَرَدَ عَبْدُ الْمُطَّلِبِ يُفَكِّرُ وَيَجْمَعُ خُيُوطَ مَا سَمِعَ مِنْ نُبُوءَاتٍ بَعْضَهَا إِلَى بَعْضٍ ، إِنَّهُ هُنَا فِي الْيَمَنِ قَالَ لَهُ الْكَاهِنُ : إِنَّ فِي إِحْدَى يَدَيْهِ مَلِكًا وَفِي الْأُخْرَى نُبُوءَةً . وَقَالَتْ كَاهِنَةُ قُرَيْشٍ لَآمِنَةَ : إِنَّهَا النَّذِيرَةُ وَسَتَلِدُ نَذِيرًا . وَهَتَفَ بِآمِنَةَ هَاتِفٌ يَوْمَ أَنْ حَمَلَتْ بِابْنِ عَبْدِ اللَّهِ إِنَّهَا حَمَلَتْ بِسَيِّدِ هَذِهِ الْأُمَّةِ . وَقَدْ أُمِرَتْ آمِنَةُ عِنْدَمَا وَلَدَتْهُ أَنْ تُسَمِّيَهُ مُحَمَّدًا . إِنَّهُ مُحَمَّدٌ وَلَا رَيْبَ الَّذِي بَشَّرَ بِهِ الْكِهَانُ وَالرُّهْبَانُ وَأَحْلَامُ الْيَقَظَةِ وَرُؤَى الْمَنَامِ ، إِنَّهُ مُحَمَّدٌ وَلَا رَيْبَ سَيِّدُ هَذِهِ الْأُمَّةِ . وَهَفَتْ رُوحُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ إِلَى حَفِيدِهِ الَّذِي حَمَلَتْهُ مُرْضِعُهُ بَنِي سَعْدٍ لِتَتَفَتَّحَ عَيْنَاهُ أَوَّلَ مَا تَنْفَتِحُ عَلَى الْحُرِّيَّةِ الطَّلِيقَةِ وَالطَّبِيعَةِ الْآسِرَةِ ، وَالْكَوْنِ الْعَرِيضِ بِمَا يَنْبِضُ مِنْ سِحْرٍ وَأَسْرَارٍ .
Abdul Muthalib melamun, berpikir, dan merangkai benang-benang ramalan yang ia dengar satu sama lain. Di sini, di Yaman, sang dukun berkata kepadanya: "Di salah satu tangannya ada kerajaan, dan di tangan satunya ada kenabian." Dukun wanita Quraisy berkata kepada Aminah: "Dia adalah sang pemberi peringatan, dan ia akan melahirkan pemberi peringatan." Suara gaib memanggil Aminah pada hari ia mengandung putra Abdullah, bahwa ia mengandung pemimpin umat ini. Aminah diperintahkan saat melahirkannya untuk menamainya Muhammad. Dialah Muhammad tanpa diragukan lagi, yang dikabarkan oleh para dukun, pendeta, impian saat terjaga, dan penglihatan dalam mimpi. Dialah Muhammad tanpa keraguan, pemimpin umat ini. Jiwa Abdul Muthalib melayang kepada cucunya yang dibawa oleh ibu susunya dari Bani Sa'ad, agar matanya pertama kali terbuka pada kebebasan yang lepas, alam yang menawan, dan semesta yang luas dengan segala keajaiban dan rahasia yang berdenyut di dalamnya.
وَأَذِنَ الْمَلِكُ لِوَفْدِ قُرَيْشٍ بِالرَّحِيلِ بَعْدَ أَنْ أَمَرَ لِكُلِّ مِنَ الْقَوْمِ بِعَشَرَةِ أَعْبُدٍ وَعَشْرِ إِمَاءٍ سُودٍ ، وَحُلَّتَيْنِ مِنْ حُلَلِ الْبُرُودِ ، وَخَمْسَةِ أَرْطَالِ ذَهَبٍ وَعَشْرَةِ أَرْطَالِ فِضَّةٍ وَكِرْشًا مَمْلُوءًا عَنَبِرًا ، وَلِعَبْدِ الْمُطَّلِبِ بِعَشَرَةِ أَضْعَافِ ذَلِكَ . وَعَادَ الْوَفْدُ إِلَى مَكَّةَ ، وَذَاعَ بَيْنَ النَّاسِ عَطَاءُ الْمَلِكِ فَحَسَدَ النَّاسُ عَبْدَ الْمُطَّلِبِ ، فَقَامَ فِي النَّاسِ وَقَالَ :
Raja mengizinkan delegasi Quraisy untuk pulang setelah ia memerintahkan bagi setiap orang dari kaum itu sepuluh budak laki-laki, sepuluh budak perempuan berkulit hitam, dua set pakaian Burud, lima rithl emas, sepuluh rithl perak, dan sekantung penuh ambar, dan untuk Abdul Muthalib sepuluh kali lipat dari itu. Rombongan kembali ke Mekah, pemberian raja tersebar di antara orang-orang, sehingga orang-orang iri kepada Abdul Muthalib. Ia pun berdiri di hadapan orang-orang dan berkata:
— يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ لَا يَغْبِطُنِي رَجُلٌ مِنْكُمْ بِجَزِيلِ عَطَاءِ الْمَلِكِ وَإِنْ كَانَ كَثِيرًا فَإِنَّهُ إِلَى نَفَادٍ . وَلَكِنْ لِيَغْبِطُنِي بِمَا لِي وَلِعَقِبِي ذِكْرُهُ وَفَخْرُهُ وَشَرَفُهُ .
— Wahai kaum Quraisy, janganlah ada seorang pun dari kalian yang iri kepadaku atas pemberian besar dari raja, meskipun itu banyak, karena itu akan habis. Namun, iri pulalah kepadaku atas apa yang ada padaku dan keturunanku berupa penyebutan, kebanggaan, dan kemuliaannya.
وَقَالَ قَائِلٌ :
Seseorang berkata:
— وَمَا ذَاكَ ؟
— Apakah itu?
فَقَالَ عَبْدُ الْمُطَّلِبِ فِي هُدُوءٍ :
Abdul Muthalib berkata dengan tenang:
— سَتَعْلَمُونَ مَا أَقُولُ لَكُمْ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ .
— Kalian akan mengetahui apa yang aku katakan kepada kalian, meskipun setelah beberapa waktu.
وَسَمِعَ عُثْمَانُ بْنُ الْحُوَيْرِثِ بِمَا كَانَ بَيْنَ قُرَيْشٍ وَالْمَلِكِ سَيْفِ بْنِ ذِي يَزَنَ ، فَعَادَتْ فِكْرَةُ انْطِلَاقِهِ إِلَى الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ تَسْتَوْلِي عَلَى كُلِّ تَفْكِيرِهِ . فَسَيْفٌ أَصْبَحَ مَلِكًا عَلَى الْيَمَنِ مِنْ قِبَلِ كِسْرَى أَنُوشِرْوَانَ إِمْبَرَاطُورِ فَارِسَ ، وَمَا كَانَ سَيْفٌ عَلَى دِينِ الْمَجُوسِ ، فَمَا الَّذِي يَحُولُ بَيْنَ عُثْمَانَ وَبَيْنَ الذَّهَابِ إِلَى يُوسْطِينِيُوسَ الثَّانِي إِمْبَرَاطُورِ الرُّومِ لِيَعْرِضَ عَلَيْهِ أَنْ يَكُونَ مَلِكًا عَلَى الْحِجَازِ مِنْ قِبَلِهِ ، وَكِلَاهُمَا عَلَى دِينِ الْمَسِيحِ ؟
Utsman bin Al-Huwairits mendengar apa yang terjadi antara Quraisy dan Raja Saif bin Dzi Yazan, maka gagasan untuk berangkat ke Konstantinopel kembali menguasai seluruh pikirannya. Saif telah menjadi raja atas Yaman dari pihak Kisra Anusyirwan, Kaisar Persia, dan Saif tidaklah beragama Majusi. Maka apa yang menghalangi Utsman untuk pergi menemui Yustinianus II, Kaisar Romawi, guna menawarkan diri agar ia menjadi raja atas Hijaz dari pihak sang kaisar, mengingat mereka berdua sama-sama beragama Kristen?
وَتَجَهَّزَ عُثْمَانُ لِلرِّحْلَةِ وَقَالَ إِنَّهُ عَازِمٌ عَلَى زِيَارَةِ الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ وَلَمْ يُفْضِ إِلَى أَحَدٍ بِمَا يَدُورُ فِي رَأْسِهِ . وَلَمْ يُثِرْ رَحِيلُهُ عَجَبَ الْقَوْمِ فَقَدْ كَانَ سَادَاتُ قُرَيْشٍ فِي رِحْلَةٍ دَائِمَةٍ بَيْنَ الشَّامِ وَالْإِسْكَنْدَرِيَّةِ وَالْقُسْطَنْطِينِيَّةِ وَالْحِيرَةِ وَفَارِسَ وَالْيَمَنِ ، وَقَدْ قَبَرَ رِجَالٌ مِنْهُمْ فِي كُلِّ أَرْجَاءِ دُنْيَا ذَلِكَ الْعَصْرِ . وَرَاحَ عُثْمَانُ بْنُ الْحُوَيْرِثِ يَسْعَى إِلَى الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ يَعْبُرُ الْقِفَارَ وَيَنْزِلُ الْوَاحَاتِ وَيَرْحَلُ إِلَى مُدُنِ الشَّامِ حَتَّى انْتَهَى بِهِ السَّعْيُ إِلَى مَشَارِفِ الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ ، فَإِذَا بِقِبَابِ الْقَصْرِ الْكَبِيرِ وَمَمَرَّاتِهِ الْمَسْقُوفَةِ وَالْمُجَلَّلَةِ بِالْقَرَامِيدِ الْمُلَوَّنَةِ تَضْرِبُ فِي السَّمَاءِ ، وَمِنْ وَرَائِهِ كَنِيسَةُ أَيَّا صُوفِيَا شَامِخَةً فِي الْفَضَاءِ . إِنَّهَا دُرَّةٌ فِي فَنِّ الْعِمَارَةِ فَاقَتْ هَيْكَلَ سُلَيْمَانَ .
Utsman bersiap untuk perjalanan dan berkata bahwa ia bertekad mengunjungi Konstantinopel tanpa membocorkan apa yang berputar di kepalanya kepada siapa pun. Kepergiannya tidak menimbulkan keheranan kaumnya, karena para pemimpin Quraisy selalu dalam perjalanan antara Syam, Iskandariyah, Konstantinopel, Hirah, Persia, dan Yaman, dan beberapa pria di antara mereka telah dikuburkan di seluruh penjuru dunia zaman itu. Utsman bin Al-Huwairits pergi menuju Konstantinopel, melintasi padang pasir, singgah di oasis-oasis, dan bepergian ke kota-kota Syam hingga perjalanannya berakhir di pinggiran Konstantinopel. Maka tiba-tiba terlihatlah kubah-kubah istana besar dan lorong-lorongnya yang beratap dan tertutup genteng berwarna-warni yang menjulang ke langit, dan di belakangnya gereja Aya Sofia yang berdiri tegak di angkasa. Itu adalah permata dalam seni arsitektur yang mengungguli Bait Salomo.
وَرَاحَ ذِهْنُ عُثْمَانَ يَعْمَلُ ؛ إِنَّهُ لَيَذْكُرُ أَنَّ يُوسْطِينِيُوسَ قَيْصَرَ الرُّومِ بَنَى أَيَّا صُوفِيَا كَنِيسَةَ الْحِكْمَةِ الْمُقَدَّسَةِ لِتُنَافِسَ كَنَائِسَ الْإِسْكَنْدَرِيَّةِ وَرُومَا وَكُلَّ مَعَابِدِ الْأَرْضِ ، وَقَدْ بَذَلَ كُلَّ سَعْيٍ لِتَكُونَ الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ الْمَدِينَةَ الْمَسِيحِيَّةَ الْأُولَى فِي الْعَالَمِ الْمَسِيحِيِّ . وَقَدْ تَحَقَّقَ لَهُ مَا أَرَادَ فَالْإِسْكَنْدَرِيَّةِ كَانَتْ مَكْمَنَ الْكَرَاهِيَةِ لِلْإِمْبَرَاطُورِيَّةِ ، وَكَانَتْ كَنِيسَتُهَا تُؤَجِّجُ نَوَازِعَ الْبَغْضَاءِ لِلْحُكُومَةِ الرُّومَانِيَّةِ ، فَرَاحَتْ تُنَاصِرُ الْفِتَنَ وَالْأَمَانِيَ الْوَطَنِيَّةِ الَّتِي كَانَتْ تَبْذُلُ كُلَّ جَهْدٍ لِتَتَخَلَّصَ مِنِ اسْتِعْبَادِ الرُّومَانِ . كَانَتْ كَنِيسَةُ الْإِسْكَنْدَرِيَّةِ مَسِيحِيَّةً وَكَانَتْ كَنِيسَةُ الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ مَسِيحِيَّةً ، وَلَكِنْ شَتَّانَ بَيْنَ مَسِيحِيَّةٍ وَمَسِيحِيَّةٍ ، فَرَاحَ أَبَاطِرَةُ الرُّومِ يَبْذُلُونَ كُلَّ جَهْدٍ لِإِضْعَافِ نُفُوذِ كَنِيسَةِ الْإِسْكَنْدَرِيَّةِ ، وَقَدْ قَلَّلَ ذَلِكَ مِنْ قِيمَةِ الْإِسْكَنْدَرِيَّةِ الْعَالَمِيَّةِ وَإِنْ كَانَتِ الْإِسْكَنْدَرِيَّةِ قَدْ بَدَأَتْ تَزَلْزَلُ الْأَرْضُ تَحْتَ أَقْدَامِ أَبَاطِرَةِ الرُّومَانِ .
Pikiran Utsman bekerja; ia teringat bahwa Yustinianus, Kaisar Romawi, membangun Aya Sofia, gereja kebijaksanaan suci, untuk menyaingi gereja-gereja Iskandariyah, Roma, dan seluruh kuil di bumi. Ia telah mencurahkan segala upaya agar Konstantinopel menjadi kota Kristen pertama di dunia Kristen. Apa yang ia inginkan tercapai, karena Iskandariyah adalah sarang kebencian terhadap kekaisaran, dan gerejanya mengobarkan bibit-bibit permusuhan terhadap pemerintah Romawi, sehingga mulai mendukung fitnah dan cita-cita nasional yang mencurahkan segala upaya untuk melepaskan diri dari perbudakan Romawi. Gereja Iskandariyah beragama Kristen dan gereja Konstantinopel beragama Kristen, namun jauh sekali perbedaan antara Kristen yang satu dengan yang lain. Maka kaisar-kaisar Romawi mulai mencurahkan segala upaya untuk melemahkan pengaruh gereja Iskandariyah, dan itu mengurangi nilai global Iskandariyah, meskipun Iskandariyah telah mulai mengguncang tanah di bawah kaki kaisar-kaisar Romawi.
وَتَقَدَّمَ عُثْمَانُ مِنْ إِحْدَى بَوَّابَاتِ الْمَدِينَةِ وَكَانَتْ لَهَا اثْنَتَا عَشْرَةَ بَوَّابَةً فَلَمَحَ تِلَالَ الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ السَّبْعَةَ تَنْهَضُ كَالْجِدَارِ عَلَى الْبُوسْفُورِ وَالْقَرْنِ الذَّهَبِيِّ ، بَيْنَا كَانَ انْحِدَارُهَا مِنْ نَاحِيَةِ بَحْرِ مَرْمَرَةَ أَلْطَفَ وَأَسْهَلَ وَالِامْتِدَادُ فِيهَا أَرْحَبُ وَأَوْسَعُ . وَدَخَلَ عُثْمَانُ مِنَ الْبَوَّابَةِ الْمُوَاجِهَةِ لِقَصْرِ الْإِمْبَرَاطُورِيَّةِ وَنَظَرَ فَاغِرَ فَاهِ مِنَ الدَّهْشَةِ .
Utsman melangkah maju dari salah satu gerbang kota yang memiliki dua belas gerbang, lalu ia melihat tujuh bukit Konstantinopel menjulang seperti tembok di atas Bosporus dan Tanduk Emas, sementara lerengnya dari arah Laut Marmara lebih lembut, lebih mudah, dan bentangannya lebih luas dan lapang. Utsman masuk dari gerbang yang menghadap istana kekaisaran dan melihat dengan mulut ternganga karena takjub.
كَانَتِ الْحَدَائِقُ تَمْتَدُّ مِنَ الْقَصْرِ حَتَّى الْبُسْفُورِ ، وَفِي الْجَنُوبِ مَيْدَانُ فَسِيحٌ لِلسِّبَاقِ يُطِلُّ عَلَى مَرْفَأٍ الْقَصْرِ الْمُزَخْرَفِ بِنُقُوشٍ وَتَهَاوِيلَ تَبْدُهُ الْعَقْلَ ، وَكَنِيسَةٌ فَخْمَةٌ لِلْقِدِّيسِ سَرْجِيُوسَ وَأُخْرَى لِلْقِدِّيسِ بَاكُوسَ قَامَتَا فِي حَيٍّ مُنْخَفِضٍ مَلِيءٍ بِقُصُورٍ أَقَلَّ فَخَامَةً مِنْ قَصْرِ الْإِمْبَرَاطُورِ . وَلَكِنَّهَا تَنْطِقُ بِالْغِنَى وَالْبَذَخِ . وَالْتَفَتَ عُثْمَانُ يَسَارًا فَرَأَى السُّورَ الْبَحْرِيَّ بِمَا يَعْلُوهُ بَيْنَ حِينٍ وَآخَرَ مِنَ أَبْرَاجٍ ، وَقَدْ شُقَّتْ فِيهِ فَتَحَاتٌ تَسْمَحُ بِوُجُودِ مَرَافِعَ صِنَاعِيَّةٍ تَرْسُو فِيهَا السُّفُنُ الَّتِي لَا تَرْغَبُ أَنْ تَدُورَ حَتَّى تَدْخُلَ الْمَوَانِيَ . وَسَارَ عُثْمَانُ فِي الشَّارِعِ الْأَوْسَطِ ، وَهُوَ شَارِعٌ يَبْدَأُ مِنْ مَدْخَلِ الْقَصْرِ وَحَلْبَةِ السِّبَاقِ وَيَمْتَدُّ مِيلَيْنِ تَحُفُّ بِهِ مِنْ جَانِبَيْهِ الْعُقُودُ وَيَمُرُّ مِنْ خِلَالِ سُوقِ قُسْطَنْطِينِ وَسُوقٍ أُخْرَى ، وَكَانَتِ السُّوقَانِ مُزْدَانَتَيْنِ بِتَمَاثِيلِ الْأَبَاطِرَةِ وَالْقِدِّيسِينَ . وَعَلَى جَانِبَيِ الشَّارِعِ أَهَمُّ حَوَانِيتِ الْمَدِينَةِ مُرَتَّبَةٌ فِي مَجَامِيعَ حَسَبَ مَا تُبِيعُ مِنْ سِلَعٍ ، فَرَاحَ عُثْمَانُ يَرْقُبُ صِيَاغَةَ الذَّهَبِ ثُمَّ الْفِضَّةِ وَالْبِرِنْزِ ، وَيُشَاهِدُ مَا يَعْرِضُ تُجَّارُ الْأَثَاثِ وَالْمَلَابِسِ وَالْجُلُودِ . كَانَتْ أَغْنَى تِلْكَ الدَّكَاكِينِ قُرْبَ الْقَصْرِ عِنْدَ حَمَّامَاتِ زِيوكِسِيتُوسَ ، فَقَدْ كَانَتْ سُوقًا ضَخْمَةً لِلْحَرِيرِ ، وَقَدْ عُرِفَتْ تِلْكَ السُّوقُ بِاسْمِ دَارِ الْأَنْوَارِ ، لِأَنَّ نَوَافِذَ غُرَفِهَا كَانَتْ تُضَاءُ لَيْلًا ، وَكَانَ ذَلِكَ جَدِيدًا عَلَى عُثْمَانَ بْنِ الْحُوَيْرِثِ ، فَرَاحَ يَطُوفُ بِالْقُسْطَنْطِينِيَّةِ قَبْلَ أَنْ يَتَوَجَّهَ إِلَى الْقَصْرِ الْإِمْبَرَاطُورِيِّ لِيَعْمَلَ عَلَى تَحْقِيقِ حُلْمِهِ الَّذِي صَارَ يَسْرِي فِي كِيَانِهِ مَسْرَى الدَّمِ . كَانَتِ الْمُنَاظَرَاتُ تَقُومُ فِي ضَمِيرِهِ بَيْنَهُ وَبَيْنَ قَيْصَرَ الرُّومِ وَكَانَتْ جَمِيعُهَا تَنْتَهِي بِمُوَافَقَةِ يُوسْطِينِيُوسَ الثَّانِي عَلَى أَنْ يَكُونَ عُثْمَانُ ابْنُ الْحُوَيْرِثِ مَلِكًا عَلَى مَكَّةَ مِنْ قِبَلِ الْإِمْبَرَاطُورِ الْعَظِيمِ ، وَقَدْ هَدَأَتْ نَفْسُهُ حِينًا مِنَ الدَّهْرِ وَهُوَ يَطُوفُ بِأَنْحَاءِ عَاصِمَةِ الدَّوْلَةِ الرُّومَانِيَّةِ الشَّرْقِيَّةِ وَهُوَ مَشْدُوهٌ ، فَقَدْ كَانَتِ الشَّوَارِعُ وَالْأَسْوَاقُ وَحَلَبَاتُ السِّبَاقِ مَتَاحِفَ تَعْرِضُ فِيهَا أَبْدَعَ مَا صَوَّرَتْهُ يَدُ الْأَقْدَمِينَ مِنَ التَّمَاثِيلِ .
Taman-taman membentang dari istana hingga ke Bosporus, dan di selatan terdapat lapangan luas untuk perlombaan yang menghadap ke dermaga istana yang dihiasi dengan ukiran dan keajaiban yang membingungkan akal, serta gereja megah untuk Santo Sergius dan satu lagi untuk Santo Bacchus yang berdiri di lingkungan rendah yang dipenuhi dengan istana-istana yang kurang megah dibandingkan istana kaisar. Namun, mereka berbicara tentang kekayaan dan kemewahan. Utsman menoleh ke kiri dan melihat tembok laut dengan menara-menara yang menjulang di atasnya dari waktu ke waktu, dan bukaan telah dibuat di dalamnya untuk memungkinkan keberadaan pelabuhan buatan tempat bersandar kapal-kapal yang tidak ingin berputar untuk memasuki pelabuhan. Utsman berjalan di jalan tengah, yaitu jalan yang dimulai dari pintu masuk istana dan arena balap, membentang dua mil diapit di kedua sisinya oleh lengkungan, dan melewati pasar Konstantin dan pasar lainnya. Kedua pasar itu dihiasi dengan patung-patung kaisar dan orang-orang suci. Di kedua sisi jalan terdapat toko-toko terpenting kota yang diatur dalam kelompok-kelompok sesuai dengan barang dagangan yang mereka jual. Utsman mulai memperhatikan perajin emas, kemudian perak dan perunggu, dan menyaksikan apa yang dipamerkan oleh pedagang furnitur, pakaian, dan kulit. Toko-toko terkaya di sana terletak di dekat istana di pemandian Zeuxippus, karena itu adalah pasar sutra yang sangat besar, dan pasar itu dikenal sebagai Dar Al-Anwar (Rumah Cahaya), karena jendela-jendela kamarnya diterangi di malam hari, dan itu adalah hal baru bagi Utsman bin Al-Huwairits. Ia mulai mengelilingi Konstantinopel sebelum menuju ke istana kekaisaran untuk bekerja mewujudkan impiannya yang kini mengalir dalam dirinya layaknya darah. Debat terjadi dalam batinnya antara dirinya dan Kaisar Romawi, dan semuanya berakhir dengan persetujuan Yustinianus II agar Utsman bin Al-Huwairits menjadi raja atas Mekah dari pihak kaisar agung. Jiwanya tenang sejenak saat ia mengelilingi ibu kota kekaisaran Romawi Timur dengan rasa takjub, karena jalanan, pasar, dan arena balap adalah museum tempat dipamerkannya patung-patung paling menakjubkan yang pernah digambarkan oleh tangan orang-orang terdahulu.
وَانْتَهَى عُثْمَانُ مِنْ طَوَافِهِ فَيَمَّمَ صَوْبَ الْقَصْرِ وَهُوَ يَرْجُو أَنْ تَرْتَبِطَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ قَيْصَرَ الْأَسْبَابُ ، وَأَنْ يَتَّخِذَهُ يُوسْطِينِيُوسُ نَدِيمًا كَمَا اتَّخَذَ يُوسْطِينِيُوسُ امْرَأَ الْقَيْسِ الشَّاعِرَ الْعَرَبِيَّ نَدِيمًا لَهُ مِنْ قَبْلُ ، وَطَلَبَ الْمُثُولَ بَيْنَ يَدَيِ الْإِمْبَرَاطُورِ لِتَقْدِيمِ مَا جَاءَ بِهِ مِنْ هَدَايَا مِنْ بِلَادِ الشَّرْقِ . وَتَحَدَّدَ مَوْعِدُ الْمُقَابَلَةِ فَجَاءَ عُثْمَانُ فِي زِيِّهِ الْعَرَبِيِّ الْخَلَّابِ وَسَارَ فِي رَدَهَاتِ الْقَصْرِ وَهُوَ مُذْهُولٌ لَا يُصَدِّقُ عَيْنَيْهِ ، فَمَا دَارَ فِي خَلَدِهِ أَنَّ هُنَاكَ عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ مِثْلَ ذَلِكَ التَّرَفِ وَتِلْكَ الرَّوْعَةِ . وَمَا كَانَ دُخُولُ الْقُصُورِ شَيْئًا جَدِيدًا عَلَى عُثْمَانَ فَقَدْ زَارَ الْخَوَرْنَقَ مِنْ قَبْلُ وَرَأَى قُصُورَ الشَّامِ ، إِلَّا أَنَّ مَا كَانَتْ تَقَعُ عَلَيْهِ عَيْنَاهُ يَفُوقُ كُلَّ وَصْفٍ . وَفُتِحَ بَابُ الْعَرْشِ وَفِي لَحْظَةٍ خَاطِفَةٍ رَأَى عُثْمَانُ الْإِمْبَرَاطُورَ يُوسْطِينِيُوسَ الثَّانِي إِلَى جِوَارِهِ الْإِمْبَرَاطُورَةَ صُوفِيَا وَقَدِ ارْتَدَيَا أَفْخَرَ الثِّيَابِ ، وَكَانَتِ الْإِمْبَرَاطُورَةُ تَتَأَلَّقُ فِي الْجَوَاهِرِ الَّتِي تَتَزَيَّنُ بِهَا وَقَدْ أَكْثَرَتْ مِنْ وَضْعِ الْأَصْبَاغِ عَلَى وَجْهِهَا . وَخَرَّ عُثْمَانُ سَاجِدًا وَلَمْ يَرْفَعْ رَأْسَهُ إِلَّا لَمَّا سَمِعَ أَنَّ الْإِمْبَرَاطُورَ قَدْ سَمَحَ لَهُ بِأَنْ يَنْهَضَ . وَقَامَ عُثْمَانُ وَوَقَفَ خَاشِعًا بُرْهَةً ، ثُمَّ قَدَّمَ إِلَى الْإِمْبَرَاطُورِ وَالْإِمْبَرَاطُورَةِ طُرَفًا مِنْ فَارِسَ وَالْيَمَنِ فَتَهَلَّلَتْ أَسَارِيرُ الْإِمْبَرَاطُورَةِ . وَسَمَحَ الْإِمْبَرَاطُورُ لِعُثْمَانَ بِالْجُلُوسِ فَرَاحَتِ النَّشْوَةُ تَعْرِبُ بَيْنَ جَنْبَيْهِ ، وَرَاحَ عُثْمَانُ يَذْكُرُ لِلْإِمْبَرَاطُورِ وَالْإِمْبَرَاطُورَةِ مَكَانَةَ مَكَّةَ بَيْنَ الْعَرَبِ وَكَيْفَ أَنَّ الْبَيْتَ هُوَ قِبْلَةُ الْعَرَبِ جَمِيعًا فِي الْحِيرَةِ وَالشَّامِ وَفِي الْحِجَازِ وَفِي الْيَمَنِ . وَكَيْفَ أَنَّ مَنْ يَمْلِكُ مَكَّةَ تَدِينُ لَهُ بِالْوَلَاءِ كُلُّ قَبَائِلِ الْعَرَبِ ، وَظَلَّ يُوسْطِينِيُوسُ يُصْغِي إِلَى عُثْمَانَ وَهُوَ عَلَى عِلْمٍ بِمَكَانَةِ الْبَلْدَةِ الْمُقَدَّسَةِ عِنْدَ كُلِّ الْعَرَبِ ، فَقَدْ كَانَتْ أَعَزَّ أُمْنِيَةٍ لِلرُّومِ أَنْ يَتَّصِلَ نَصَارَى الْحَبَشَةِ وَالْيَمَنِ بِنَصَارَى الشَّامِ وَالْقُسْطَنْطِينِيَّةِ ، وَقَدْ قَامَ أَبْرَهَةُ بِحَمْلَةٍ لِتَحْقِيقِ ذَلِكَ الْحُلْمِ وَلَكِنَّ الْحَمْلَةَ تَكَسَّرَتْ أَمَامَ بَيْتِ الْعَرَبِ الْمُقَدَّسِ ، وَإِنَّ إِمْبَرَاطُورَ الرُّومِ وَسَاسَتَهَا يَعْجَبُونَ مِنْ أَمْرِ تِلْكَ النَّكْسَةِ الَّتِي أَصَابَتْ أَصْحَابَ الْفِيلِ . وَقَالَ عُثْمَانُ فِيمَا قَالَ :
Utsman mengakhiri perjalanannya, lalu menuju ke istana dengan harapan terjalin hubungan antara dirinya dan kaisar, dan agar Yustinianus menjadikannya teman dekat seperti Yustinianus yang menjadikan Imru' Al-Qais, penyair Arab, sebagai teman dekatnya sebelumnya. Ia meminta untuk menghadap kaisar guna mempersembahkan hadiah-hadiah yang dibawanya dari negeri-negeri Timur. Waktu pertemuan ditentukan, maka Utsman datang dengan pakaian Arabnya yang memukau dan berjalan di lorong-lorong istana dengan tertegun, tidak percaya pada matanya, karena tidak pernah terlintas di benaknya bahwa di muka bumi ada kemewahan dan keajaiban seperti itu. Masuk ke istana bukanlah hal baru bagi Utsman karena ia pernah mengunjungi Khawarnaq sebelumnya dan melihat istana-istana Syam, namun apa yang dilihat matanya melebihi segala deskripsi. Pintu ruang tahta terbuka, dan dalam sekejap mata, Utsman melihat Kaisar Yustinianus II di sampingnya Permaisuri Sofia, mereka berdua mengenakan pakaian termegah, dan permaisuri tampak berkilau dengan perhiasan yang menghiasinya dan ia memakai banyak riasan di wajahnya. Utsman bersujud dan tidak mengangkat kepalanya sampai ia mendengar bahwa kaisar mengizinkannya untuk berdiri. Utsman berdiri dan diam dengan takzim sejenak, kemudian ia mempersembahkan kepada kaisar dan permaisuri barang-barang unik dari Persia dan Yaman, maka wajah permaisuri berseri-seri. Kaisar mengizinkan Utsman untuk duduk, maka euforia mulai meresap ke dalam dirinya, dan Utsman mulai menyebutkan kepada kaisar dan permaisuri kedudukan Mekah di antara orang-orang Arab dan bagaimana Baitullah adalah kiblat seluruh orang Arab di Hirah, Syam, Hijaz, dan Yaman. Dan bagaimana siapa pun yang menguasai Mekah akan mendapatkan kesetiaan dari semua suku Arab. Yustinianus terus mendengarkan Utsman sementara ia tahu kedudukan kota suci itu bagi seluruh orang Arab, karena keinginan terkuat bangsa Romawi adalah agar umat Kristen Habasyah dan Yaman terhubung dengan umat Kristen Syam dan Konstantinopel. Abrahah telah melakukan kampanye untuk mewujudkan impian itu, namun kampanye tersebut hancur di depan rumah suci orang Arab, dan kaisar Romawi serta para politisinya heran dengan kejadian kegagalan yang menimpa pasukan gajah. Utsman berkata di antara perkataannya:
— تَكُونُ زِيَادَةً فِي مُلْكِكَ كَمَا أَنَّ الْيَمَنَ قَدْ أَصْبَحَتْ زِيَادَةً فِي مُلْكِ كِسْرَى أَنُوشِرْوَانَ .
— Itu akan menjadi tambahan bagi kerajaanmu sebagaimana Yaman telah menjadi tambahan bagi kerajaan Kisra Anusyirwan.
كَانَتْ أُمْنِيَةُ أَبَاطِرَةِ الرُّومِ وَسَاسَتِهَا أَنْ تَكُونَ الْأَرْضُ الَّتِي بَيْنَ الْحَبَشَةِ وَالْقُسْطَنْطِينِيَّةِ أَرْضًا فِي حَوْزَةِ الرُّومِ أَوْ حَلِيفَةً لِلرُّومِ يَرْفُرُفُ عَلَيْهَا النَّسْرُ الرُّومَانِيُّ ، وَيَا حَبَّذَا لَوْ وُضِعَ إِلَى جِوَارِ الرَّايَةِ الرُّومَانِيَّةِ صَلِيبُ الْمَسِيحِ . أَمَّا وَقَدْ أَخْفَقَتْ حَمْلَةُ أَبْرَهَةَ فَلَا أَقَلَّ مِنْ أَنْ تَكُونَ مَكَّةُ زِيَادَةً فِي مُلْكِ يُوسْطِينِيُوسَ وَيَحْمِلُ عُثْمَانُ بْنُ الْحُوَيْرِثِ إِلَيْهِ خَرَاجَ تِلْكَ الْبِلَادِ . وَلَمْ يُظْهِرِ الْإِمْبَرَاطُورُ لَهْفَةً عَلَى الِاسْتِجَابَةِ إِلَى رَجَاءِ عُثْمَانَ بَلْ حَدَّثَهُ حَدِيثًا لَيْنًا وَوَعَدَهُ أَنْ يَنْظُرَ فِي الْأَمْرِ . وَدَعَا الْإِمْبَرَاطُورُ وَالْإِمْبَرَاطُورَةُ عُثْمَانَ بْنَ الْحُوَيْرِثِ لِمُشَاهَدَةِ السِّبَاقِ مَعَهُمَا ، وَقَدِ اغْتَبَطَ عُثْمَانُ بِهَذِهِ اللُّفْتَةِ الْكَرِيمَةِ وَعَدَّهَا مَكْرُمَةً وَانْشَرَحَ لَهَا صَدْرُهُ ، فَقَدْ كَانَتْ دَلِيلًا عَلَى أَنَّ مَا عَرَضَهُ عَلَى الْإِمْبَرَاطُورِ قَدْ لَقِيَ قَبُولًا فِي نَفْسِهِ . وَانْطَلَقَ الْإِمْبَرَاطُورُ وَالْإِمْبَرَاطُورَةُ وَضَيْفُهُمَا الْعَرَبِيُّ الَّذِي يَطْمَعُ فِي أَنْ يَكُونَ مَلِكًا عَلَى مَكَّةَ مِنَ الْقَصْرِ إِلَى الْمَقْصُورَةِ الْإِمْبَرَاطُورِيَّةِ مُبَاشَرَةً ، فَلَمَّا رَأَى الشَّعْبُ قَيْصَرَ ضَجَّ الْمَكَانُ بِالْهَتَافَاتِ ، وَرَاحَ عُثْمَانُ يُقَلِّبُ نَظَرَهُ فِي مَيْدَانِ السِّبَاقِ وَهُوَ فِي ذُهُولٍ ، فَقَدْ كَانَ يَرَى مُدَرَّجَاتٍ ضَخْمَةً تَتَّسِعُ لِمَا يَقْرُبُ مِنْ أَرْبَعِينَ أَلْفَ مُشَاهِدٍ . وَرَاحَتِ الْعَرَبَاتُ الرُّومَانِيَّةُ تَنْطَلِقُ فِي سِبَاقٍ رَهِيبٍ وَعُثْمَانُ يَرْقُبُ مَا يَجْرِي وَهُوَ مُشْدُوهٌ ، وَانْتَهَى السِّبَاقُ وَقَدْ بَلَغَ حَمَاسُ النَّظَّارَةِ غَايَتَهُ ، وَالْأَنْفَاسُ مَكْرُوبَةٌ فِي الصُّدُورِ وَقَدِ اتَّسَعَتِ الْعُيُونُ وَأُرْهِفَتِ الْحَوَاسُ . وَخَزَلَ الْمُصَارِعُونَ إِلَى أَرْضِ الْمَلْعَبِ وَضَجَّ الْمَكَانُ بِالْهَتَافَاتِ ، وَفُتِحَتْ أَقْفَاصُ الْوُحُوشِ الْكَاسِرَةِ وَبَدَأَ الصِّرَاعُ بَيْنَ الْبَشَرِ وَالْوُحُوشِ الضَّارِيَةِ ، وَتَأَجَّجَتْ حَمَاسَةُ النَّاسِ لَمَّا سَالَتِ الدِّمَاءُ . وَانْتَهَتِ الْمَعْرَكَةُ الرَّهِيبَةُ وَالْهَتَافَاتُ تَرْتَفِعُ إِلَى السَّمَاءِ ، وَلَمْ يَخْفِقْ قَلْبٌ وَاحِدٌ خَفَاقَةَ شَفَقَةٍ أَوْ رَحْمَةٍ فَقَدْ أَمَاتَتِ الْحَضَارَةُ الزَّائِفَةُ الشُّعُورَ الطَّيِّبَ فِي النَّاسِ . وَتَنْزِلُ إِلَى أَرْضِ الْمَلْعَبِ حِزْبَا السِّرِكِ وَهُمَا الزُّرْقُ وَالْخُضْرُ فَاشْتَعَلَتْ حَمَاسَةُ النَّاسِ وَبَدَأَ الصِّرَاعُ . وَرَاحَ النَّاسُ يَرْقُبُونَ مَا يَجْرِي بَيْنَ الْفَرِيقَيْنِ وَقَدِ انْفَعَلَتِ الْمَشَاعِرُ انْفِعَالًا كَادَتْ تَفْلِتُ بِسَبَبِهِ سَيْطَرَةُ النَّاسِ عَلَى عَوَاطِفِهِمْ وَتَحَدَّثَ اضْطِرَابَاتٌ . وَكَثِيرًا مَا وَقَعَتِ الْفِتَنُ السِّيَاسِيَّةُ أَثْنَاءَ ذَلِكَ الصِّرَاعِ فَقَدْ كَانَ كُلُّ حِزْبٍ سِيَاسِيٍّ يُؤَيِّدُ فَرِيقًا مِنَ الْفَرِيقَيْنِ ، وَكَانَ لِكُلِّ فَرِيقٍ لَوْنُهُ السِّيَاسِيُّ وَالدِّينِيُّ . وَهَبَطَ إِلَى أَرْضِ الْمَلْعَبِ الْعَبِيدُ لِلصِّرَاعِ حَتَّى الْمَوْتِ فَتَجَاوَبَتْ أَرْجَاءُ الْمَلْعَبِ بِالتَّهْلِيلِ وَالْهَتَافِ ، وَفُتِحَتِ الْعُيُونُ وَلَاحَتِ الْقَسْوَةُ فِي الْوُجُوهِ . وَأَذِنَ لِمُصَارِعَيْنِ مِنَ الْعَبِيدِ بِبَدْءِ الْقِتَالِ فَاسْتَلَّ كُلُّ مِنْهُمَا خَنْجَرَهُ وَرَاحَ يَدُورُ حَوْلَ غَرِيمِهِ فِي حِرْصٍ شَدِيدٍ يَلْتَمِسُ مِنْهُ غَفْلَةً لِيَطْعَنَهُ طَعْنَةً قَاتِلَةً ، دُونَ ذَنْبٍ جَنَاهُ ، إِرْضَاءً لِشَهْوَةِ الْأَسْيَادِ فِي سَفْكِ الدِّمَاءِ ، وَهَجَمَ أَحَدُهُمَا عَلَى الْآخَرِ وَطَعَنَهُ طَعْنَةً أَفْلَتَتْ مِنْهَا ، وَفِي مِثْلِ لَمْحِ الْبَصَرِ رَدَّ عَلَى الطَّعْنَةِ الطَّائِشَةِ بِطَعْنَةٍ لَمْ تَصُبِ الْقَلْبَ بَلْ جَاءَتْ فِي الصَّدْرِ . وَمَا إِنْ سَالَتِ الدِّمَاءُ حَتَّى انْبَعَثَ مِنَ الْجَمَاهِيرِ هُتَافٌ وَزَئِيرٌ لَكَأَنَّهُ مُنْبَعِثٌ مِنْ وُحُوشٍ كَاسِرَةٍ فِي الْغَابِ . وَتَهَلَّلَتْ أَسَارِيرُ الْإِمْبَرَاطُورِ وَانْفَرَجَتْ شَفَتَا الْإِمْبَرَاطُورَةِ عَنْ بَسْمَةٍ تَنُمُّ عَنِ الْفَرْحَةِ الْمُنْتَشِرَةِ فِي وِجْدَانِهَا ، وَرَاحَ عُثْمَانُ يُظْهِرُ السُّرُورَ وَالْغِبْطَةَ إِرْضَاءً لِيُوسْطِينِيُوسَ الْعَظِيمِ وَصُوفِيَا الْمُبَجَّلَةِ ، وَاسْتَمَرَ صِرَاعُ الْوُحُوشِ الْبَشَرِيَّةِ حَتَّى جَلَّتِ الْأَرْضُ بِالدِّمَاءِ وَغَطَّتْهَا جُثَثُ الضَّحَايَا . وَعَادَ الْإِمْبَرَاطُورُ مُمَثِّلُ أَعْظَمِ حَضَارَةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَى الْقَصْرِ شَامِخًا بِأَنْفِهِ مَزْهُوًّا بِمَا بَلَغَتْهُ إِمْبَرَاطُورِيَّتُهُ مِنَ رَقٍّ ، وَعَنْ يَمِينِهِ وَشِمَالِهِ صُوفِيَا الْجَمِيلَةُ وَضَيْفُهُ الْعَرَبِيُّ الْكَرِيمُ الَّذِي جَاءَ لِيَمُدَّ ظِلَّ الْحَضَارَةِ الرُّومَانِيَّةِ عَلَى مَكَّةَ .
Keinginan kaisar-kaisar Romawi dan politisinya adalah agar tanah antara Habasyah dan Konstantinopel berada di bawah kekuasaan Romawi atau menjadi sekutu Romawi yang dinaungi oleh elang Romawi, dan alangkah baiknya jika di samping panji Romawi diletakkan salib Kristus. Karena kampanye Abrahah telah gagal, maka tidak kurang dari menjadikan Mekah tambahan bagi kerajaan Yustinianus dan Utsman bin Al-Huwairits membawakan upeti dari negeri itu kepadanya. Kaisar tidak menunjukkan semangat untuk mengabulkan harapan Utsman, melainkan berbicara kepadanya dengan lembut dan berjanji untuk mempertimbangkan masalah tersebut. Kaisar dan permaisuri mengundang Utsman bin Al-Huwairits untuk menyaksikan perlombaan bersama mereka, dan Utsman merasa senang dengan perhatian yang murah hati ini, menganggapnya sebagai suatu penghormatan, dan dadanya terasa lapang karenanya, karena itu adalah bukti bahwa apa yang ia tawarkan kepada kaisar telah diterima dengan baik. Kaisar, permaisuri, dan tamu Arab mereka yang mendambakan menjadi raja atas Mekah langsung berangkat dari istana ke kotak kekaisaran. Ketika rakyat melihat kaisar, tempat itu gempar dengan sorak-sorai, dan Utsman mengalihkan pandangannya ke arena balap dengan takjub, karena ia melihat tribun besar yang dapat menampung hampir empat puluh ribu penonton. Kereta-kereta Romawi mulai melaju dalam perlombaan yang mengerikan dan Utsman memperhatikan apa yang terjadi dengan takjub. Perlombaan berakhir dan antusiasme penonton mencapai puncaknya, napas tertahan di dada, mata terbuka lebar, dan indra menajam. Para pegulat turun ke lantai arena dan tempat itu gempar dengan sorak-sorai, kandang binatang buas dibuka, dan perjuangan antara manusia dan binatang buas dimulai, dan antusiasme orang-orang berkobar ketika darah mengalir. Pertempuran yang mengerikan berakhir sementara sorak-sorai membubung ke langit, dan tidak ada satu pun hati yang bergetar karena kasihan atau belas kasihan karena peradaban palsu telah mematikan perasaan yang baik pada orang-orang. Dua partai Sirkus, yaitu Biru dan Hijau, turun ke lantai arena, antusiasme orang-orang berkobar dan perjuangan dimulai. Orang-orang mulai memperhatikan apa yang terjadi antara kedua tim, dan perasaan meluap sedemikian rupa hingga kendali emosi orang-orang hampir terlepas dan gangguan terjadi. Sering kali fitnah politik terjadi selama perjuangan itu karena setiap partai politik mendukung salah satu dari kedua tim, dan setiap tim memiliki warna politik dan agamanya sendiri. Para budak turun ke lantai arena untuk berjuang sampai mati sehingga bagian-bagian arena bergema dengan seruan dan sorakan, mata terbuka dan kekejaman tampak di wajah. Dua budak petarung diizinkan untuk memulai pertarungan, masing-masing menghunus belati dan mulai berputar di sekitar lawan dengan sangat hati-hati, mencari kelalaian darinya untuk menikamnya dengan tikaman yang mematikan, tanpa dosa yang dilakukannya, untuk memuaskan nafsu tuan dalam menumpahkan darah. Salah satu dari mereka menyerang yang lain dan menikamnya dengan tikaman yang ia hindari, dan dalam sekejap mata ia membalas tikaman yang meleset itu dengan tikaman yang tidak mengenai jantung tetapi mengenai dada. Begitu darah mengalir, seruan dan raungan muncul dari massa seolah-olah berasal dari binatang buas di hutan. Wajah kaisar berseri-seri dan bibir permaisuri terbuka dengan senyuman yang menunjukkan kegembiraan yang menyebar di batinnya, dan Utsman mulai menunjukkan kegembiraan dan kebahagiaan untuk memuaskan Yustinianus yang Agung dan Sofia yang dihormati, dan perjuangan monster-monster manusia terus berlanjut hingga tanah dipenuhi dengan darah dan ditutupi oleh mayat-mayat para korban. Kaisar, perwakilan dari peradaban terbesar di bumi, kembali ke istana dengan sombong, bangga dengan apa yang telah dicapai oleh kekaisarannya dari perbudakan, dan di kanan-kirinya adalah Sofia yang cantik dan tamu Arabnya yang mulia yang datang untuk memperluas bayang-bayang peradaban Romawi atas Mekah.
وَاجْتَمَعَ قَيْصَرُ وَزَوْجُهُ بِعُثْمَانَ بْنِ الْحُوَيْرِثِ وَأَخْبَرَاهُ أَنَّهُمَا قَبِلَا مَا جَاءَ يَعْرِضُهُ عَلَيْهِمَا ، وَقَدْ تَفَضَّلَ الْإِمْبَرَاطُورُ بِأَنْ كَتَبَ لَهُ كِتَابًا يُوَلِّيهِ مِنْ قِبَلِهِ عَلَى مَكَّةَ وَخَتَمَ فِي أَسْفَلِهِ بِالذَّهَبِ ، وَخَلَعَ عَلَى عُثْمَانَ خَلْعَةً وَحَمَلَهُ الْهَدَايَا ، حَتَّى بَغْلَةً أَهْدَى إِلَيْهَا سَرْجٌ مُوَشَّى بِالذَّهَبِ .
Kaisar dan istrinya bertemu dengan Utsman bin Al-Huwairits dan memberitahunya bahwa mereka menerima apa yang ia tawarkan kepada mereka. Kaisar berkenan untuk menuliskan surat baginya yang menunjuknya dari pihaknya atas Mekah dan menyegel bagian bawahnya dengan emas, memberikan jubah kehormatan kepada Utsman, dan membawakannya hadiah-hadiah, bahkan seekor bagal yang dihadiahkan kepadanya dengan pelana yang dihiasi dengan emas.
وَتَأَهَّبَ عُثْمَانُ لِيَعُودَ إِلَى مَكَّةَ وَهُوَ يَكَادُ يَطِيرُ مِنَ الْفَرَحِ ، فَقَدْ صَارَ حَاكِمَ مَكَّةَ مِنْ قِبَلِ قَيْصَرَ ، إِنَّهُ مُمَثِّلُ أَعْظَمِ حَضَارَةٍ عَرَفَتْهَا الدُّنْيَا ، وَمَا يَحْسَبُ أَنَّ الْأَرْضَ سَتَشْهَدُ مِثْلَ تِلْكَ الْحَضَارَةِ الَّتِي شَاهَدَهَا بِعَيْنَيْهِ فِي الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ .
Utsman bersiap untuk kembali ke Makkah, dia hampir terbang karena gembira, sebab ia telah menjadi penguasa Makkah dari pihak Kaisar. Ia adalah perwakilan dari peradaban terbesar yang pernah dikenal dunia, dan dia tidak mengira bahwa bumi akan menyaksikan peradaban seperti yang telah ia saksikan dengan matanya sendiri di Konstantinopel.
وَطَافَتْ بِذِهْنِهِ فَارِسُ وَرَاحَ يُقَارِنُ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَضَارَةِ الرُّومَانِ ، فَإِذَا بِهَوَاهُ يُؤَكِّدُ لَهُ أَنَّ الرُّومَانَ أَكْثَرُ حَضَارَةً مِنَ الْفُرْسِ ، فَإِنْ كَانَتِ الْفُرْسُ قَدْ ظَهَرَتْ فِي الْحُرُوبِ عَلَى الرُّومِ فَإِنَّ ذَلِكَ إِلَى حِينٍ وَسَتَغْلِبُ الرُّومُ الْفُرْسَ وَتُصْبِحُ أَعْظَمَ قُوَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَتَرْفْرِفُ حَضَارَتُهَا إِلَى الْأَبَدِ عَلَى الْعَالَمِينَ .
Terlintas di benaknya tentang Persia, dan dia mulai membandingkannya dengan peradaban Romawi. Maka hasratnya meyakinkan dirinya bahwa Romawi lebih beradab daripada Persia. Jika Persia telah menang dalam perang melawan Romawi, maka itu hanya sementara, dan Romawi akan mengalahkan Persia, menjadi kekuatan terbesar di bumi, serta peradabannya akan berkibar selamanya di atas alam semesta.
وَسَخَّرَتِ السَّمَاءُ بِأَحْلَامِ عُثْمَانَ بْنِ الْحُوَيْرِثِ فَقَدْ كَانَتِ الْعِنَايَةُ الْإِلَهِيَّةُ تَرْعَى صَبِيًّا مِنْ نَسْلِ قُصَيٍّ مِثْلَ عُثْمَانَ ، سَتُؤْتِيهِ حِكْمَةً وَتُوحَى إِلَيْهِ بِكِتَابٍ مُنِيرٍ ، تَقُومُ عَلَى شَرَائِعِهِ حَضَارَةٌ تُبْهِرُ كُلَّ الْحَضَارَاتِ .
Langit menyindir mimpi-mimpi Utsman bin al-Huwairits, karena pemeliharaan Ilahi sedang menjaga seorang anak dari keturunan Qushay seperti Utsman, yang akan diberi hikmah dan diwahyukan kepadanya sebuah kitab yang terang, yang atas syariatnya berdiri sebuah peradaban yang memukau segala peradaban.
« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi