MAULIDUR ROSUL
Abdul Hamid Judah As-Sahhar
Di Bawah Langit yang Membara: Perseteruan Timur-Barat dan Langkah Awal Menuju Ka'bah
Dunia terbelah dalam bara perang antara Persia dan Romawi. Di tengah intrik politik dan bisikan ramalan dukun, Abrahah menyusun ambisi kelam untuk meruntuhkan Ka'bah, menguji keteguhan iman di tengah ancaman.
مَاتَ يُوسْطِينِيَانُوس إِمْبِرَاطُورُ الرُّومِ وَخَلَفَهُ عَلَى الْعَرْشِ يُوسْطِينُوسُ الثَّانِي الَّذِي كَانَ مَتْزَوْجًا مِنْ صُوفِيَا ابْنَةِ أُخْتِ تِيوُدُورَا مُمَثِّلَةِ الْأُوبَرَا الْكُومِيدِيَّةِ الَّتِي صَارَتْ إِمْبِرَاطُورَةَ الدَّوْلَةِ الرُّومَانِيَّةِ ، وَالَّتِي قَامَتْ بِأَهَمِّ دَوْرٍ فِي الْبِلَاطِ الرُّومَانِيِّ قَبْلَ أَنْ تَجُودَ بِأَنْفَاسِهَا .
Kaisar Romawi, Yustinianus, wafat dan digantikan di atas takhta oleh Yustinus II, yang menikah dengan Sophia, keponakan Theodora, seorang aktris opera komedi yang menjadi permaisuri Kekaisaran Romawi, dan ia memainkan peran terpenting di istana Romawi sebelum mengembuskan napas terakhirnya.
وَتَجَدَّدَتِ الْحُرُوبُ بَيْنَ الْكُتْلَتَيْنِ الْمُتَنَازِعَتَيْنِ عَلَى سِيَادَةِ الْعَالَمِ : الْكُتْلَةُ الْفَارِسِيَّةُ بِقِيَادَةِ كِسْرَى أَنُو شِرْوَانَ وَالْكُتْلَةُ الرُّومَانِيَّةُ بِقِيَادَةِ الْإِمْبِرَاطُورِ يُوسْطِينُوسُ الثَّانِي . وَامْتَشَقَ عَرَبُ الْحِيرَةِ الْحِسَامَ لِقِتَالِ عَرَبِ الشَّامِ ، وَسَارَ قَابُوسُ عَلَى رَأْسِ جَيْشِهِ لِغَزْوِ الْمُنْذِرِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ جَبَلَةَ ، وَدَارَتْ رَحَى الْحَرْبِ وَانْتَصَرَ الْمُنْذِرُ بْنِ الْحَارِثِ مَلِكُ الْغَسَاسِنَةِ عَلَى قَابُوسَ مَلِكُ الْحِيرَةِ فَعَادَ قَابُوسُ يَلْعَقُ جِرَاحَهُ وَيَتَأَهَّبُ لِإِعَادَةِ الْكَرَّةِ وَاسْتَأْنَفَ الْقِتَالَ .
Perang kembali berkobar antara dua blok yang bersaing memperebutkan dominasi dunia: blok Persia di bawah pimpinan Kisra Anushirwan dan blok Romawi di bawah pimpinan Kaisar Yustinus II. Orang-orang Arab Hirah menghunus pedang untuk memerangi Arab Syam, dan Qabus berbaris memimpin pasukannya untuk menyerbu Al-Mundzir bin Al-Harits bin Jabalah. Perang pun berkecamuk dan Al-Mundzir bin Al-Harits, raja Ghassan, menang atas Qabus, raja Hirah, sehingga Qabus kembali menjilat lukanya dan bersiap untuk menyerang kembali serta melanjutkan pertempuran.
وَاشْتَعَلَتْ نَارُ الْعَدَاوَةِ بَيْنَ الشَّرْقِ وَالْغَرْبِ ، وَانْقَسَمَ الْعَالَمُ إِلَى مُعَسْكَرَيْنِ : دُوَلٌ تُؤَيِّدُ فَارِسَ وَدُوَلٌ تُؤَيِّدُ الرُّومَانَ . وَقَدْ كَانَتِ الْحَبَشَةُ وَأَبْرَهَةُ الْأَشْرَمُ فِي الْيَمَنِ مِمَّنْ يُؤَيِّدُونَ الرُّومَ فَقَدْ كَانُوا جَمِيعًا عَلَى دِينٍ وَاحِدٍ وَإِنِ اخْتَلَفُوا فِي الْمَذَاهِبِ بَيْنَ قَائِلِينَ بِوَحْدَةِ الْمَسِيحِ وَقَائِلِينَ بِالتَّثْلِيثِ وَلَاهُوتِ الْمَسِيحِ وَنَاسُوتِهِ .
Api permusuhan menyala antara Timur dan Barat, dan dunia terbagi menjadi dua kubu: negara-negara yang mendukung Persia dan negara-negara yang mendukung Romawi. Habasyah dan Abrahah Al-Asyram di Yaman termasuk di antara mereka yang mendukung Romawi, karena mereka semua berada dalam satu agama meskipun berbeda madzhab antara mereka yang meyakini keesaan Al-Masih dan mereka yang meyakini Tritunggal serta ketuhanan (lahut) dan kemanusiaan (nasut) Al-Masih.
وَنَزَلَتِ الْكَوَارِثُ عَلَى الرُّومَانِ فَقَدِ انْتَصَرَ الْفُرْسُ عَلَى الرُّومِ نَصْرًا مُؤَزَّرًا وَانْقَضَّتْ قَبِيلَةٌ جَدِيدَةٌ مِنَ الْبَرَابِرَةِ الْأَفَارِ عَلَى الْإِمْبِرَاطُورِيَّةِ الرُّومَانِيَّةِ مِنَ الشَّمَالِ . وَعَزَتْ قَبِيلَةُ اللُّومْبَارْدِ فِي الْغَرْبِ مِنْ إِيطَالِيَا ، فَبَدَا أَنَّ الْإِمْبِرَاطُورِيَّةَ الرُّومَانِيَّةَ تَتَرَنَّحُ تَحْتَ ضَرَبَاتِ أَعْدَائِهَا .
Bencana menimpa Romawi, karena Persia telah mengalahkan Romawi dengan kemenangan telak, dan sebuah suku baru dari kaum barbar Avar menyerbu Kekaisaran Romawi dari utara. Suku Lombard di barat Italia juga menyerang, sehingga tampak bahwa Kekaisaran Romawi sedang terhuyung-huyung di bawah pukulan musuh-musuhnya.
وَرَأَى يُوسْطِينُوسُ أَنْ يَلْجَأَ إِلَى حَلِيفِهِ أَبْرَهَةَ لِيُحَارِبَ الْفُرْسَ لِيُخَفِّفَ الضَّغْطَ عَنْهُ ، فَبَعَثَ إِلَيْهِ يَلْتَمِسُ مِنْهُ أَنْ يَتَحَرَّكَ لِمُنَاوَاةِ فَارِسَ لِيَشْغَلَهَا مِنْ تَسْدِيدِ الضَّرَبَاتِ الْقَاتِلَةِ إِلَى الدَّوْلَةِ الرُّومَانِيَّةِ حَامِيَةِ الدِّينِ الْمَسِيحِيِّ ، فَفَكَّرَ أَبْرَهَةُ فِي تِلْكَ الدَّعْوَةِ فَوَجَدَ أَنَّهُ إِنْ لَمْ يَتَحَرَّكْ فَسَتَفْرُغُ فَارِسُ مِنْ حَرْبِ الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ ثُمَّ تُوَجِّهُ جُيُوشَهَا إِلَى الْيَمَنِ لِتَقْوِيضِ مُلْكِهِ ، فَرَأَى أَنَّ مِنَ الْحِكْمَةِ أَنْ يَتَحَرَّكَ وَأَنْ يُؤَيِّدَ يُوسْطِينُوسَ وَأَنْ يَسِيرَ إِلَيْهِ حَتَّى تَتَّصِلَ جُيُوشُ أَبْرَهَةَ النَّصْرَانِيَّةِ بِجُيُوشِ نَصَارَى الشَّامِ وَنَصَارَى الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ ، وَمِنْ ثَمَّ تَتَّجِهُ جَمِيعًا إِلَى الْمَدَائِنِ لِتَطْعَنَ قَلْبَ الْمَجُوسِ طَعْنَةً لَا تَقُومُ لِفَارِسَ بَعْدَهَا قَائِمَةً .
Yustinus berpendapat untuk meminta bantuan sekutunya, Abrahah, agar memerangi Persia guna meringankan tekanan terhadap dirinya. Ia mengutus seseorang untuk memintanya agar bergerak melawan Persia untuk menyibukkannya agar tidak memberikan pukulan mematikan kepada negara Romawi, pelindung agama Kristen. Abrahah memikirkan ajakan itu dan menemukan bahwa jika ia tidak bergerak, maka Persia akan selesai dari perang melawan Konstantinopel lalu mengarahkan pasukannya ke Yaman untuk menggulingkan kerajaannya. Maka ia berpendapat bahwa adalah bijaksana untuk bergerak dan mendukung Yustinus, serta berjalan menemuinya sehingga pasukan Kristen Abrahah dapat terhubung dengan pasukan Kristen Syam dan Kristen Konstantinopel, dan dengan demikian mereka semua menuju ke Madain untuk menikam jantung kaum Majusi dengan tikaman yang membuat Persia tidak akan pernah bisa bangkit lagi setelahnya.
وَرَاحَ أَبْرَهَةُ يُدَبِّرُ خُطَطَهُ : إِنَّهُ سَيَزْحَفُ بِجَيْشِهِ عَلَى الْحِجَازِ وَلَنْ تَسْتَطِيعَ قُوَّةٌ مِنْ قُوَى الْقَبَائِلِ الْمُتَنَاثِرَةِ بِأَرْضِ الْعَرَبِ أَنْ تَقِفَ فِي وَجْهِهِ . سَيَسْتَوْلِي عَلَى مَكَّةَ ثُمَّ يَنْطَلِقُ مِنْهَا إِلَى يَثْرِبَ ثُمَّ يَزْحَفُ إِلَى الشَّامِ لِتَلْتَقِيَ جُيُوشُهُ بِجُيُوشِ الْمُنْذِرِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ جَبَلَةَ ، وَفِي أَرْضِ الشَّامِ تَتَجَمَّعُ جُيُوشُ أَبْرَهَةَ وَجُيُوشُ الْمُنْذِرِ وَجُيُوشُ يُوسْطِينُوسَ وَمِنْهَا تَخْرُجُ جُيُوشُ النَّصَارَى حَامِلَةً الصَّلِيبَ لِغَزْوِ فَارِسَ فِي عُقْرِ دَارِهَا .
Abrahah mulai mengatur rencana-rencananya: Ia akan bergerak dengan pasukannya menuju Hijaz dan tidak akan ada satu kekuatan pun dari suku-suku yang tersebar di tanah Arab yang mampu berdiri di hadapannya. Ia akan menguasai Makkah, lalu bertolak darinya ke Yatsrib, kemudian bergerak ke Syam agar pasukannya bertemu dengan pasukan Al-Mundzir bin Al-Harits bin Jabalah. Di tanah Syam, pasukan Abrahah, pasukan Al-Mundzir, dan pasukan Yustinus akan berkumpul, dan dari sana pasukan Kristen akan keluar dengan membawa salib untuk menyerbu Persia di pusat wilayahnya.
وَاسْتَرَاحَ أَبْرَهَةُ إِلَى تَدْبِيرِهِ فَسَيُحَقِّقُ مَجْدَ الدُّنْيَا وَعِزَّ الْآخِرَةِ ، سَيَدْفَعُ عَنْ مَمْلَكَتِهِ شَرَّ الْفُرْسِ وَسَيَقْوُضُ كَعْبَةَ الْعَرَبِ وَيَنْشُرُ دِينَ النَّصَارَى فِي مَكَّةَ كَمَا نَشَرَهُ فِي الْيَمَنِ .
Abrahah merasa tenang dengan rencananya, karena ia akan meraih kejayaan dunia dan kemuliaan akhirat; ia akan menolak kejahatan Persia dari kerajaannya, meruntuhkan Ka'bah orang Arab, dan menyebarkan agama Kristen di Makkah sebagaimana ia telah menyebarkannya di Yaman.
كَانَ أَبْرَهَةُ قَدِ اتَّخَذَ صَنْعَاءَ عَاصِمَةً لِمَمْلَكَتِهِ فِي الْيَمَنِ وَبَنَى فِيهَا كَنِيسَةً فَخْمَةً رَائِعَةً ، وَقَدِ اسْتَذَلَّ أَهْلَ الْيَمَنِ فِي بِنَائِهَا وَجَعَلَ يَنْقُلُ إِلَيْهَا فِي قَصْرِ بَلْقِيسَ رَخَامًا وَأَحْجَارًا وَأَمْتِعَةً عَظِيمَةً ، وَرَكَّبَ فِيهَا صُلْبَانًا مِنْ ذَهَبٍ وَفِضَّةٍ ، وَجَعَلَ فِيهَا مَنَابِرَ مِنْ عَاجٍ وَآبْنُوسٍ ، وَجَعَلَ ارْتِفَاعَهَا عَظِيمًا جِدًّا وَاتِّسَاعَهَا بَاهِرًا . وَقَدْ كَانَ أَبْرَهَةُ يَحْلُمُ بِأَنْ تَكُونَ تِلْكَ الْكَنِيسَةُ نَوَاةً لِدَوْلَةٍ مَسِيحِيَّةٍ كُبْرَى فِي الْيَمَنِ .
Abrahah telah menjadikan Shan'a sebagai ibu kota kerajaannya di Yaman dan membangun di dalamnya gereja yang megah dan menakjubkan. Ia telah memperbudak penduduk Yaman dalam pembangunannya dan mulai memindahkan ke dalamnya marmer, batu-batu, dan barang-barang berharga yang besar dari istana Balqis. Ia memasang di dalamnya salib-salib dari emas dan perak, serta membuat mimbar-mimbar dari gading dan kayu eboni. Ia membuat ketinggiannya sangat tinggi dan keluasannya sangat mempesona. Abrahah bermimpi agar gereja itu menjadi inti bagi sebuah negara Kristen besar di Yaman.
تَنْدَاحُ حَتَّى تُغَطِّيَ الْجَزِيرَةَ الْعَرَبِيَّةَ كُلَّهَا .
Yang meluas hingga menutupi seluruh Jazirah Arab.
وَكَانَ التَّفَاؤُلُ يَمْلَأُ جَوَانِحَ أَبْرَهَةَ فَكَتَبَ إِلَى نَجَاشِيِّ الْحَبَشَةِ : « إِنِّي قَدْ بَنَيْتُ لَكَ كَنِيسَةً لَمْ يَكُنْ مِثْلُهَا لِمَلِكٍ كَانَ قَبْلَكَ ، وَلَسْتُ بِمُنْتَهٍ حَتَّى أَصْرِفَ إِلَيْهَا حَجَّ الْعَرَبِ » .
Optimisme memenuhi jiwa Abrahah, maka ia menulis kepada Najasyi Habasyah: "Sungguh, aku telah membangun untukmu gereja yang belum pernah ada bandingannya bagi raja sebelummu, dan aku tidak akan berhenti sampai aku mengalihkan ibadah haji bangsa Arab kepadanya."
وَكَانَ أَبْرَهَةُ يَطْمَعُ فِي أَنْ تَتَنَافَسَ كَنِيسَتُهُ كَعْبَةَ الْعَرَبِ ، ظَنَّ أَنَّهُ يَسْتَطِيعُ بِالتَّرْهِيبِ وَالتَّرْغِيبِ أَنْ يُوَجِّهَ حُجَّاجَ الْعَرَبِ إِلَى صَنْعَاءَ لِتَجْنِيَ الْيَمَنُ مَا تَجْنِيهِ مَكَّةُ مِنْ حُجَّاجِ بَيْتِ اللَّهِ . وَلَكِنَّ الْعَرَبَ أَعْرَضُوا عَنْ كَنِيسَتِهِ وَانْطَلَقُوا إِلَى الْحَرَمِ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ تَهْتَزُّ بِتَلْبِيَتِهِمْ جِبَالُ مَكَّةَ .
Abrahah mendambakan agar gerejanya dapat menyaingi Ka'bah orang Arab. Ia mengira mampu dengan intimidasi dan iming-iming mengarahkan jamaah haji Arab ke Shan'a agar Yaman dapat memperoleh apa yang diperoleh Makkah dari jamaah Baitullah. Namun, orang-orang Arab berpaling dari gerejanya dan berangkat menuju Al-Haram dari setiap penjuru yang jauh, dengan talbiyah mereka yang membuat gunung-gunung Makkah bergetar.
وَحَنِقَ أَبْرَهَةُ عَلَى عَبَدَةِ الْأَوْثَانِ الَّذِينَ أَبَوْا أَنْ يَدْخُلُوا فِي دِينِهِ ، وَلَجَئُوا فِي الْعِنَادِ فَأَوْلَوْا كَنِيسَتَهُ ظُهُورَهُمْ وَقَوَّضُوا حُلْمَهُ الْجَمِيلَ الَّذِي كَانَ يُصَوِّرُ لَهُ أَنَّهُ يَسْتَطِيعُ أَنْ يُحَقِّقَ أَغْرَاضَهُ السِّيَاسِيَّةَ عَنْ طَرِيقِ دُخُولِ الْعَرَبِ فِي الْمَسِيحِيَّةِ أَفْوَاجًا . فَلَوْ أَنَّهُمْ قَبِلُوا النَّصْرَانِيَّةَ لَمَدَّ سُلْطَانَهُ عَلَى الْحِجَازِ دُونَ قِتَالٍ ، أَمَّا وَإِنَّهُمْ قَدْ أَبَوْا أَنْ يَعْتَنِقُوا دِينَهُ وَظَلُّوا عَلَى وَثَنِيَّتِهِمْ فَلَمْ يَعُدْ أَمَامَهُ إِلَّا أَنْ يُعْلِنَ الْحَرْبَ عَلَى مَكَّةَ مَرْكَزِ إِشْعَاعِهِمُ الدِّينِيِّ ، وَأَنْ يَهْدِمَ الْكَعْبَةَ إِرْضَاءً لِغُرُورِهِ وَتَحْقِيقًا لِهَدَفِهِ السِّيَاسِيِّ .
Abrahah murka terhadap para penyembah berhala yang menolak untuk masuk ke dalam agamanya, dan mereka bersikap keras kepala, memunggungi gerejanya, dan menghancurkan mimpi indahnya yang menggambarkan kepadanya bahwa ia dapat mencapai tujuan-tujuan politiknya melalui masuknya orang Arab ke dalam agama Kristen secara berbondong-bondong. Seandainya mereka menerima Kristen, niscaya ia akan meluaskan kekuasaannya atas Hijaz tanpa pertempuran. Namun karena mereka menolak untuk memeluk agamanya dan tetap dalam penyembahan berhala mereka, maka tidak ada lagi baginya kecuali mengumumkan perang terhadap Makkah, pusat pancaran keagamaan mereka, dan meruntuhkan Ka'bah demi memuaskan kesombongannya dan mencapai tujuan politiknya.
وَجَاءَ إِلَى صَنْعَاءَ جَوَاسِيسُ أَبْرَهَةَ مِنَ أَحْبَاشٍ وَرُومٍ وَالْتَفَوْا بِأَبْرَهَةَ وَرَاحُوا يَقُصُّونَ عَلَيْهِ أَنْبَاءَ مَكَّةَ ، فَأَلْقَى إِلَيْهِمْ سَمْعَهُ وَرَاحَ يُفَكِّرُ قَلِيلًا فِيمَا سَمِعَ فَأَشْرَقَ وَجْهُهُ بِابْتِسَامَةٍ عَرِيضَةٍ ، فَمَكَّةُ لَيْسَ بِهَا تَحْصِينَاتٌ وَأَهْلُهَا لَا قِبَلَ لَهُمْ بِهِ . إِنَّ هِيَ إِلَّا وَثْبَةٌ وَاحِدَةٌ وَتَكُونُ كَعْبَتُهَا أَنْقَاضًا تَذْرُوهَا الرِّيَاحُ . كَانَ أَبْرَهَةُ يُدَبِّرُ لِتَدْمِيرِ مَكَّةَ وَكَانَتْ مَكَّةُ آمِنَةً ، النَّاسُ مِنْ كُلِّ بِلَادِ الْعَرَبِ يَطُوفُونَ بِبَيْتِهَا الْعَتِيقِ وَالسَّلَامُ يَرْفُرِفُ عَلَيْهَا ، فَزَعِيمُهَا عَبْدُ الْمُطَّلِبِ يَنْفِرُ مِنَ اسْتِخْدَامِ الْقُوَّةِ وَيَحْرِصُ عَلَى أَنْ يَحُلَّ جَمِيعَ مَشَاكِلَ مُجْتَمَعِهِ بِالطُّرُقِ السِّلْمِيَّةِ .
Mata-mata Abrahah dari Habasyah dan Romawi datang ke Shan'a, menemui Abrahah dan mulai menceritakan kepadanya berita-berita Makkah. Ia mendengarkan mereka dan mulai berpikir sejenak tentang apa yang didengarnya, lalu wajahnya berseri-seri dengan senyum lebar; karena Makkah tidak memiliki pertahanan dan penduduknya tidak mampu melawannya. Itu hanyalah satu lompatan saja dan Ka'bahnya akan menjadi puing-puing yang diterbangkan angin. Abrahah berencana untuk menghancurkan Makkah, sementara Makkah berada dalam keadaan aman; orang-orang dari seluruh negeri Arab melakukan tawaf di rumahnya yang kuno dan kedamaian berayun di atasnya, karena pemimpinnya, Abdul Muththalib, membenci penggunaan kekuatan dan berupaya keras untuk menyelesaikan semua masalah masyarakatnya dengan cara-cara damai.
فَإِذَا مَا حَدَثَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَحَدِ خِصَامٍ الْتَجَأَ إِلَى طَرِيقِ التَّحْكِيمِ ، طَرِيقِ السَّلَامِ ، فَهُوَ زَعِيمُ قَبِيلَةٍ تِجَارِيَّةٍ مَصْلَحَتُهَا فِي إِقْرَارِ السَّلَامِ ضَمَانًا لِأَمْنِ قَوَافِلِهَا الَّتِي تَجُوبُ الْآفَاقَ شَمَالًا وَجَنُوبًا وَشَرْقًا وَغَرْبًا .
Maka jika terjadi perselisihan antara dirinya dan seseorang, ia menempuh jalan arbitrase, jalan perdamaian. Ia adalah pemimpin suku dagang yang kepentingannya terletak pada terciptanya perdamaian sebagai jaminan keamanan bagi kafilah-kafilahnya yang menjelajahi cakrawala ke utara, selatan, timur, dan barat.
كَانَتْ كُلُّ أُسْرَةٍ مِنَ الْأُسَرِ الْمَكِّيَّةِ فِي جَوْهَرِهَا حُكُومَةً قَائِمَةً بِنَفْسِهَا ، وَلَكِنَّهَا وَضَعَتْ مَصَالِحَ مَكَّةَ أَوَّلًا وَقَبْلَ كُلِّ شَيْءٍ ، فَتَجَمَّعَتْ حَوْلَ الْحَرَمِ لِأَغْرَاضٍ اجْتِمَاعِيَّةٍ وَاقْتِصَادِيَّةٍ وَدِينِيَّةٍ وَأَسْلَسَتْ قِيَادَتَهَا لِسَادَاتِ أُسَرِهَا الْعَرِيقَةِ . وَرَاحَتْ جَمِيعُ الْأُسَرِ تَعْمَلُ عَلَى أَنْ تَجْنِيَ خَيْرَاتِ الْأَرْضِ إِلَى الْوَادِي الْمُقَدَّسِ ، وَعَلَى أَنْ يَسُودَ الْأَمْنُ الْحَرَمَ ، فَكَانَ ذَلِكَ التَّجَمُّعُ هُوَ وَحْدَةَ التَّنْظِيمِ السِّيَاسِيِّ لِلْمُجْتَمَعِ الْمَكِّيِّ ، « أَوَ لَمْ نُمَكِّنْ لَهُمْ حَرَمًا آمِنًا يُجْبَى إِلَيْهِ ثَمَرَاتُ كُلِّ شَيْءٍ رِزْقًا مِنْ لَدُنَّا ، وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ » .
Setiap keluarga dari keluarga-keluarga Makkah pada hakikatnya adalah pemerintahan yang berdiri sendiri, namun mereka menempatkan kepentingan Makkah di atas segalanya, sehingga mereka berkumpul di sekitar Al-Haram untuk tujuan sosial, ekonomi, dan keagamaan, dan menyerahkan kepemimpinan mereka kepada para pemimpin keluarga mereka yang terpandang. Semua keluarga bekerja untuk mendatangkan kekayaan bumi ke lembah suci, dan agar keamanan meliputi Al-Haram. Pertemuan itulah yang menjadi unit organisasi politik bagi masyarakat Makkah, "Dan apakah Kami tidak meneguhkan bagi mereka tanah haram yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala jenis (tanaman) sebagai rezeki (yang berlimpah) dari sisi Kami? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."
وَكَانَتْ نِيرَانُ الْحَرْبِ مُشْتَعِلَةً فِي فَارِسَ وَفِي الْحِيرَةِ وَفِي الشَّامِ وَفِي الدَّوْلَةِ الرُّومَانِيَّةِ . وَكَانَ أَبْرَهَةُ يَجْمَعُ وُقُودَهَا بَيْنَا كَانَتِ النِّيرَانُ عَلَى قِمَمِ جِبَالِ مَكَّةَ تُرْشِدُ قَوَافِلَ التِّجَارَةِ إِلَى سُبُلِهَا . وَقَدْ أَرْسَلَ عَبْدُ الْمُطَّلِبِ قَوَافِلَ قُرَيْشٍ إِلَى فَارِسَ وَإِلَى أَنْطَاكِيَةَ وَإِلَى غَزَّةَ وَإِلَى مِصْرَ وَإِلَى الْحَبَشَةِ ، فَقَدْ كَانَتْ عَلَاقَتُهُ طَيِّبَةً بِكُلِّ مَمَالِكِ الشَّرْقِ الْأَوْسَطِ وَجَنُوبِ الْجَزِيرَةِ الْعَرَبِيَّةِ عَلَى الرَّغْمِ مِنَ الْعَدَاوَاتِ النَّاشِئَةِ بَيْنَ تِلْكَ الدُّوَلِ .
Api perang berkobar di Persia, di Hirah, di Syam, dan di Kekaisaran Romawi. Sementara Abrahah mengumpulkan bahan bakarnya, api-api di puncak gunung Makkah menuntun kafilah dagang ke jalan-jalannya. Abdul Muththalib telah mengirim kafilah-kafilah Quraisy ke Persia, ke Antiokhia, ke Gaza, ke Mesir, dan ke Habasyah, karena hubungannya baik dengan seluruh kerajaan Timur Tengah dan selatan Jazirah Arab meskipun terdapat permusuhan yang muncul di antara negara-negara tersebut.
كَانَتْ قَوَافِلُ قُرَيْشٍ إِذَا مَا أَهَلَّ رَجَبٌ تَرْحَلُ إِلَى عَدَنَ وَالشِّحْرِ فَتُقِيمُ فِي عَدَنَ أَيَّامَ رَمَضَانَ فَتَشْتَرِي التِّجَارَاتِ وَأَنْوَاعَ الطِّيبِ ، وَمِنْهَا يَرْحَلُونَ إِلَى سُوقِ صَنْعَاءَ وَكَانَتْ تَقُومُ فِي النِّصْفِ مِنْ رَمَضَانَ إِلَى آخِرِهِ . وَكَانَ عَبْدُ الْمُطَّلِبِ يُؤْثِرُ الْخُرُوجَ فِي هَذِهِ الرِّحْلَةِ فَقَدْ كَانَ لَهُ أَصْدِقَاءُ مِنْ سَادَاتِ الْيَمَنِ .
Kafilah-kafilah Quraisy, jika bulan Rajab tiba, berangkat ke Aden dan Syihr, lalu menetap di Aden selama hari-hari bulan Ramadhan untuk membeli barang dagangan dan aneka wewangian, dan dari sana mereka berangkat ke pasar Shan'a yang berlangsung dari pertengahan bulan Ramadhan sampai akhirnya. Abdul Muththalib lebih memilih untuk keluar dalam perjalanan ini karena ia memiliki teman-teman dari para pemimpin Yaman.
وَرَاحَتْ قُرَيْشٌ تَتَأَهَّبُ لِرِحْلَةِ الشِّتَاءِ فَأَنَاخَ الرِّجَالُ أَلْفَيْنِ مِنَ الْبَعِيرِ خَارِجَ الْحَرَمِ ، وَانْطَلَقَ الْعَبِيدُ مِنَ أَحْبَاشٍ وَرُومٍ وَفُرْشٍ يَنْقُلُونَ عَلَى أَضْوَاءِ الْمَشَاعِلِ .
Quraisy mulai bersiap untuk perjalanan musim dingin, maka para pria mendudukkan dua ribu ekor unta di luar Al-Haram, dan para budak dari Habasyah, Romawi, dan Faras berangkat mengangkut barang-barang di bawah cahaya obor.
السِّلَعَ مِنْ مَخَازِنِ سَادَاتِهِمْ إِلَى ظُهُورِ الْإِبِلِ ، وَقَدْ غَصَّ الْمَكَانُ بِشَبَابِ قُرَيْشٍ وَشُيُوخِهَا وَنِسَائِهَا فَمَا مِنْ رَجُلٍ أَوْ امْرَأَةٍ مُوسِرَةٍ إِلَّا وَلَهُ نَصِيبٌ فِي الْقَافِلَةِ .
Barang-barang dagangan dari gudang tuan-tuan mereka ke atas punggung unta, dan tempat itu dipenuhi oleh para pemuda Quraisy, tetua, dan kaum wanitanya, karena tidak ada seorang pria atau wanita kaya pun kecuali ia memiliki bagian dalam kafilah tersebut.
وَانْتَشَرَ فِي الْمَكَانِ الصَّيَارِفَةُ يَقْرِضُونَ الْمُحْتَاجِينَ بِالرِّبَا ، وَجَلَسَ الْكُتَّابُ يَعْقِدُونَ الْعُقُودَ وَيَرْمُونَ الْمَوَاثِيقَ ، وَعَلَى مَرْمَى حَجَرٍ مِنْ قِطَارِ الْإِبِلِ ضَرَبَتِ الْبَغَايَا خِيَامَهُنَّ وَجَاءَ طُلَّابُ اللَّذَّةِ بِالْخَمْرِ . وَسَالَ عَرَقُ الْفُقَرَاءِ يَرْوِي الصَّحْرَاءَ بَيْنَا كَانَ أَشْرَافُ قُرَيْشٍ فِي أَحْضَانِ الْغَانِيَاتِ الْمُتَطَلِّعَاتِ إِلَى مَا فِي جُيُوبِهِمْ مِنْ ذَهَبٍ وَفِضَّةٍ .
Para penukar uang menyebar di tempat itu meminjamkan uang kepada mereka yang membutuhkan dengan riba, dan para penulis duduk membuat akad-akad dan menorehkan perjanjian-perjanjian. Pada jarak selemparan batu dari barisan unta, para pelacur mendirikan kemah-kemah mereka dan para pencari kenikmatan datang membawa minuman keras. Keringat orang-orang miskin mengalir membasahi gurun, sementara para bangsawan Quraisy berada dalam pelukan para pelacur yang mendambakan emas dan perak yang ada di kantong-kantong mereka.
وَجَلْجَلَتْ ضَحِكَاتُ الْحُجُونِ تَشُقُّ الْفَضَاءَ ، وَمَزَّقَتْ أَنَّاتُ الْمَكْدُودِينَ سُكُونَ الْبَيْدَاءِ ، وَامْتَزَجَتْ آهَاتُ اللَّذَّةِ بِآهَاتِ التَّعَبِ بِرُغَاءِ الْإِبِلِ بِضَوْضَاءِ الصَّيَارِفَةِ وَصِيَاحِ النِّسْوَةِ اللَّاتِي تَتَرَقْرَقُ الْحَيَاةُ فِي وُجُوهِهِنَّ فِي الْأَسْوَاقِ وَيُطِلُّ الْجَشَعُ مِنْ أَعْيُنِهِنَّ كُلَّمَا رَأَيْنَ الْأَثْرِيَاءَ ، حَتَّى نَالَ النَّصَبُ مِنَ الْجَمِيعِ فَارْتَمَوْا عَلَى الْأَرْضِ وَأَنْفَاسُهُمْ مَبْهُورَةٌ يَتَرَقَّبُونَ طُلُوعَ الصَّبَاحِ .
Tawa membahana di Al-Hajun membelah angkasa, dan rintihan orang-orang yang kelelahan menyobek keheningan gurun. Lenguhan kenikmatan bercampur dengan lenguhan keletihan, dengan suara unta, dengan kebisingan penukar uang, dan teriakan para wanita yang kehidupannya terpancar di wajah mereka di pasar-pasar, dan ketamakan terlihat dari mata mereka setiap kali mereka melihat orang-orang kaya, sampai rasa lelah menyerang semua orang, maka mereka tergeletak di atas tanah dengan napas yang terengah-engah menunggu terbitnya fajar.
وَأَشْرَقَتِ الشَّمْسُ وَاسْتَأْنَفَ الرِّجَالُ تَجْهِيزَ الْقَافِلَةِ ، بَيْنَا انْسَحَبَ سُمَّارُ اللَّيْلِ وَنُدَمَاءُ الْبَغَايَا وَحُلَفَاءُ الْكَأْسِ إِلَى دَوْرِهِمْ لِيَسْتَرِيحُوا بِالنَّهَارِ حَتَّى يَسْتَطِيعُوا أَنْ يَسْتَأْنِفُوا إِطْفَاءَ شَهْوَةِ الْجَسَدِ مُتَسَرْبِلِينَ بِالظَّلَامِ .
Matahari terbit dan para pria melanjutkan persiapan kafilah, sementara para peneman malam, teman minum para pelacur, dan sekutu cawan minuman mundur ke rumah mereka untuk beristirahat di siang hari agar mereka dapat melanjutkan pemadaman syahwat tubuh dengan berselimutkan kegelapan.
وَتَمَّ تَجْهِيزُ الْقَافِلَةِ ، وَجَاءَ عَبْدُ الْمُطَّلِبِ يُحِيطُ بِهِ أَبْنَاؤُهُ الْعَشَرَةُ رِجَالًا أَشِدَّاءَ كَتَمَاثِيلِ الذَّهَبِ ، ثُمَّ رَاحَ يُوَدِّعُهُمْ حَتَّى إِذَا مَا أَقْبَلَ عَبْدُ اللَّهِ ضَمَّهُ إِلَى صَدْرِهِ فِي حَنَانٍ وَقَبَّلَهُ قُبْلَةَ أَوْدَعَهَا كُلَّ حُبِّهِ ، ثُمَّ أَذِنَ بِالرَّحِيلِ فَفَصَلَتِ الْعِيرُ وَانْطَلَقَتْ فِي قِطَارٍ طَوِيلٍ لَمْ تَشْهَدْ مَكَّةُ لَهُ مَثِيلًا ، فَقَدْ بَلَغَ عَدَدُ الْإِبِلِ أَلْفَيْنِ وَعَدَدُ الرِّجَالِ ثَلَاثَمِائَةٍ .
Kafilah telah siap, dan Abdul Muththalib datang dikelilingi oleh kesepuluh putranya, pria-pria yang perkasa seperti patung emas. Kemudian ia mulai mengucapkan selamat tinggal kepada mereka, hingga ketika Abdullah mendekat, ia memeluknya ke dadanya dengan kasih sayang dan menciumnya dengan ciuman yang ia titipkan seluruh cintanya. Kemudian ia mengizinkan untuk berangkat, maka kafilah itu pun berpisah dan berangkat dalam barisan panjang yang Makkah belum pernah menyaksikan bandingannya, karena jumlah unta mencapai dua ribu ekor dan jumlah pria tiga ratus orang.
وَبَلَغَتِ الْقَافِلَةُ الشِّحْرَ فَنَزَلَتْ بِسُوقِهَا ، كَانَتِ الْأَشْجَارُ وَارِفَةَ الظِّلَالِ وَالْأَرْضُ قَدْ أَخَذَتْ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ ، فَالْخُضْرَةُ تَمْتَدُّ إِلَى الْآفَاقِ وَالْجَدَاوِلُ تَتَدَفَّقُ مِنَ الْجِبَالِ كَأَنَّهَا شَرَايِينُ الْحَيَاةِ وَرَوْعَةُ الطَّبِيعَةِ تَسُرُّ الْقَلْبَ ، فَقَدْ كَانَتِ الْأَمْطَارُ تَغْسِلُ كُلَّ شَيْءٍ وَتَبْعَثُ الْحَيَاةَ فِي الْأَرْضِ الْمَيِّتَةِ ، ثُمَّ تَجْرِي فِي أَوْدِيَةِ الْيَمَنِ إِلَى مَأْرِبَ وَتَفْرُشُ شَوَاطِئَهَا بِالزُّهُورِ وَالثِّمَارِ .
Kafilah mencapai Syihr dan turun di pasarnya. Pepohonan begitu rindang dan bumi telah mengambil perhiasannya dan berhias, maka kehijauan membentang hingga cakrawala dan aliran air mengalir deras dari pegunungan seakan-akan urat nadi kehidupan, dan keindahan alam menyenangkan hati, karena hujan telah mencuci segalanya dan membangkitkan kehidupan di bumi yang mati, kemudian mengalir di lembah-lembah Yaman menuju Ma'rib dan menghampar pantai-pantainya dengan bunga-bunga dan buah-buahan.
وَنَعِمَ رِجَالُ قُرَيْشٍ يَطِيبُ الْمَقَامُ ، كَانُوا يَشْتَغِلُونَ بِالنَّهَارِ بِالتِّجَارَةِ وَيَتَسَامَرُونَ بِاللَّيْلِ مَعَ رِجَالِ قُضَاعَةَ ، فَقَدْ كَانَ ثَلَاثَةٌ أَبْطُنٍ مِنْ قُضَاعَةَ مُجْتَوِرِينَ بَيْنَ الشِّحْرِ وَحَضَرَمَوْتَ ، بَنُو نَاعِبٍ وَبَنُو دَاهِنٍ ، وَبَنُو رِئَامٍ ، أَقَلَّهُمْ عَدَدًا وَأَشْجَعَهُمْ لِقَاءً .
Orang-orang Quraisy menikmati tempat tinggal yang nyaman. Mereka sibuk di siang hari dengan berdagang dan bercengkerama di malam hari dengan orang-orang Qudha'ah, karena ada tiga kabilah dari Qudha'ah yang bertetangga antara Syihr dan Hadramaut, yaitu Bani Na'ib, Bani Dahin, dan Bani Ri'am, yang paling sedikit jumlahnya dan paling berani dalam pertempuran.
وَسَقَطَ اللَّيْلُ وَجَلَسَ الرِّجَالُ إِلَى الرِّجَالِ ، وَدَارَ الْحَدِيثُ حَوْلَ الْكُهَّانِ فَقَدْ كَانَتِ الْكَهَانَةُ وَالْعِرَافَةُ تَسْتَوْلِي عَلَى أَلْبَابِ النَّاسِ ، وَقَدْ كَانَ الرِّجَالُ يَهْرَعُونَ إِلَى الْكُهَّانِ أَيْنَمَا كَانُوا وَعَلَى أَيِّ دِينٍ كَانُوا ، فَقَدْ كَانَ بِهِمْ شَوْقٌ إِلَى الِاطِّلَاعِ عَلَى الْغَيْبِ ، وَكَانُوا يَثِقُونَ فِي الْكُهَّانِ ثِقَةً لَا حَدَّ لَهَا حَتَّى إِنَّهُمْ كَانُوا يَفْزَعُونَ إِلَيْهِمْ لِفَصْلِ خُصُومَاتِهِمْ وَمُنَازَعَاتِهِمْ ، أَوْ إِذَا حَزَبَهُمْ أَمْرٌ .
Malam pun turun dan orang-orang duduk bersama orang-orang lainnya, lalu pembicaraan berkisar pada para dukun (kahin), karena perdukunan dan peramalan menguasai akal pikiran manusia. Orang-orang bergegas menuju para dukun di manapun mereka berada dan apapun agama mereka, karena ada kerinduan pada diri mereka untuk mengetahui hal ghaib, dan mereka percaya kepada para dukun dengan kepercayaan yang tidak ada batasnya, sampai-sampai mereka berlindung kepada mereka untuk menyelesaikan perselisihan dan pertikaian mereka, atau jika ada perkara penting yang menimpa mereka.
وَرَاحَ سَيِّدٌ مِنْ سَادَاتِ قُضَاعَةَ يَتَحَدَّثُ فَقَالَ فِي زَهْوٍ :
Seorang pemimpin dari para pemimpin Qudha'ah mulai berbicara dengan bangga dan berkata:
— كَانَتْ لِبَنِي رِئَامٍ عَجُوزٌ تُسَمَّى خُوَيْلَةَ ، وَكَانَتْ لَهَا أَمَةٌ مِنْ مُوَلَّدَاتِ الْعَرَبِ تُسَمَّى زَبْرَاءَ ، وَكَانَ يَدْخُلُ عَلَى خُوَيْلَةَ أَرْبَعُونَ رَجُلًا كُلُّهُمْ لَهَا مَحْرَمٌ : بَنُو إِخْوَةٍ وَبَنُو أَخَوَاتٍ ، وَكَانَتْ خُوَيْلَةُ عَقِيمًا وَكَانَتْ بَنُو نَاعِبٍ وَبَنُو دَاهِنَ مُتَظَاهِرِينَ عَلَى بَنِي رِئَامٍ ، فَاجْتَمَعَ بَنُو رِئَامٍ ذَاتَ يَوْمٍ فِي عُرْسٍ لَهُمْ وَهُمْ سَبْعُونَ رَجُلًا كُلُّهُمْ شُجَاعٌ بَئِيسٌ ، فَطَعِمُوا وَأَقْبَلُوا عَلَى شَرَابِهِمْ ، وَكَانَتْ زَبْرَاءُ كَاهِنَةً فَقَالَتْ لِخُوَيْلَةَ :
— Bani Ri'am memiliki seorang wanita tua bernama Khuwaylah, dan ia memiliki seorang budak wanita dari keturunan Arab bernama Zabro', dan masuk menemui Khuwaylah empat puluh orang pria yang semuanya adalah mahramnya: anak-anak saudara laki-lakinya dan anak-anak saudara perempuannya. Khuwaylah mandul, dan Bani Na'ib serta Bani Dahin bersekongkol melawan Bani Ri'am. Maka Bani Ri'am berkumpul pada suatu hari di pesta pernikahan mereka, dan mereka ada tujuh puluh pria yang semuanya pemberani dan tangguh. Mereka makan dan melanjutkan dengan minuman mereka, sementara Zabro' adalah seorang dukun wanita, maka ia berkata kepada Khuwaylah:
— انْطَلِقِي بِنَا إِلَى قَوْمِكِ أَنْذِرِهِمْ .
— Berangkatlah bersama kami ke kaummu, peringatkan mereka.
فَأَقْبَلَتْ خُوَيْلَةُ تَتَوَكَّأُ عَلَى زَبْرَاءَ ، فَلَمَّا أَبْصَرَهَا الْقَوْمُ قَامُوا إِجْلَالًا لَهَا فَقَالَتْ :
Khuwaylah datang dengan bersandar pada Zabro', maka ketika kaumnya melihatnya, mereka berdiri untuk menghormatinya, lalu ia berkata:
يَا ثَمَرَ الْأَكْبَادِ ، وَأَنَادِ الْأَوْلَادِ ، وَشَجَا الْحُسَّادِ ! هَذِهِ زَبْرَاءُ تُخْبِرُكُمْ عَنْ أَنْبَاءٍ ، قَبْلَ انْحِسَارِ الظَّلَامِ ، بِالْمُؤَيَّدِ ( الدَّاهِيَةِ ) الشَّنْعَاءِ ، فَاسْتَمِعُوا مَا تَقُولُ !
Wahai buah hati, wahai anak-anak, dan wahai duka para pendengki! Ini adalah Zabro' yang mengabarkan kepada kalian tentang berita, sebelum tersingkapnya kegelapan, dengan tanda yang kuat (bencana) yang mengerikan, maka dengarkanlah apa yang ia katakan!
قَالُوا :
Mereka berkata:
— مَا تَقُولِينَ يَا زَبْرَاءُ ؟
— Apa yang engkau katakan wahai Zabro'?
فَقَالَتْ :
Ia berkata:
— وَاللَّيْلِ الْغَاسِقِ ، وَاللُّوحِ ( الْهَوَاءِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ) الْخَافِقِ ، وَالصَّبَاحِ الشَّارِقِ ، وَالنَّجْمِ الطَّارِقِ ، وَالْمُزْنِ الْوَادِقِ ، إِنَّ شَجَرَ الْوَادِي لَيَأْدُو خَتْلًا ( خِدَاعًا ) وَيَحْرِقُ أَنْيَابًا غَضْلًا ، وَإِنَّ صَخْرَ الطَّوْدِ لَيُنْذِرُ ثَكْلًا ، لَا تَجِدُونَ عَنْهُ مَعْلًا ( مَنْجِيًا ) .
— Demi malam yang gelap gulita, dan udara (ruang di antara langit dan bumi) yang bergejolak, dan pagi yang bersinar, dan bintang yang datang di malam hari, dan awan yang mencurahkan hujan. Sesungguhnya pohon di lembah itu perlahan-lahan menipu (tipu daya) dan membakar taring-taring yang tajam, dan sesungguhnya batu gunung itu memperingatkan akan kematian, kalian tidak akan menemukan jalan keluar (penyelamat) darinya.
فَوَافَقَتْ قَوْمًا سَكَارَى فَقَالُوا :
Ia mendatangi suatu kaum yang mabuk, lalu mereka berkata:
— رِيحٌ خَجُوجٌ ( سَرِيعَةُ الْمَرِّ ) ، بَعِيدُ مَا بَيْنَ الْفُرُوجِ ، أَنْتِ زَبْرَاءُ بِالْأَبْلَقِ النَّتُوجِ ( مَا لَا يُمْكِنُ ) .
— Angin kencang (cepat berlalu), jauh jarak di antara celah-celah, engkau adalah Zabro' si pembawa berita yang mustahil (sesuatu yang tidak mungkin).
فَقَالَتْ زَبْرَاءُ :
Zabro' berkata:
— مَهْلًا يَا بَنِي الْأَعِزَّةِ ! وَاللَّهِ إِنِّي لَأَشُمُّ ذَفَرَ الرِّجَالِ تَحْتَ الْحَدِيدِ !
— Pelan-pelan wahai kaum yang mulia! Demi Allah, aku mencium bau keringat para pria di bawah besi (baju perang)!
فَقَالَ لَهَا فَتًى مِنْهُمْ :
Seorang pemuda di antara mereka berkata kepadanya:
— يَا حُذَاقِ ، وَاللَّهِ لَا تَشُمِّينَ إِلَّا ذَفَرَ ( نَتِنَ ) إِبِطَيْكِ !
— Wahai peramal palsu, demi Allah engkau tidak mencium selain bau (busuk) ketiakmu sendiri!
فَانْصَرَفَتْ عَنْهُمْ فَارْتَابَ قَوْمٌ مِنْ ذَوِي أَسْنَانِهِمْ ، فَانْصَرَفَ مِنْهُمْ أَرْبَعُونَ وَبَقَى ثَلَاثُونَ فَرَقَدُوا فِي مَشْرَبِهِمْ ، وَطَرَقَتْهُمْ بَنُو دَاهِنَ ، وَبَنُو نَاعِبٍ فَقَتَلُوهُمْ أَجْمَعِينَ .
Ia pun pergi meninggalkan mereka, lalu sekelompok orang yang sudah berumur merasa curiga, maka empat puluh orang dari mereka pergi dan tiga puluh orang tetap tinggal, lalu mereka tertidur di tempat minum mereka, kemudian Bani Dahin dan Bani Na'ib mendatangi mereka dan membunuh mereka semua.
كَانَ عَبْدُ الْمُطَّلِبِ يَصْغَى إِلَى حَدِيثِ الرِّجَالِ فِي انْتِبَاهٍ ثُمَّ سُرْعَانَ مَا غَفَلَ عَنْهُ وَرَاحَ يُفَكِّرُ فِي نَفْسِهِ : إِنَّهُ فِي شَوْقٍ إِلَى الذَّهَابِ إِلَى كَاهِنٍ أَوْ حَبْرٍ مِنَ الْأَحْبَارِ ، فَهُوَ يُحِسُّ إِحْسَاسًا غَامِضًا أَنَّهُ مُقْبِلٌ عَلَى أَمْرٍ ذِي شَأْنٍ ، فَرَاحَ يَسْأَلُ حَوْلَهُ مِنْ سَادَاتِ الْقَوْمِ عَنْ كَاهِنٍ شَهِيرٍ ، فَدَلُّوهُ عَلَى حَبْرٍ فِي أَرْضِ الْيَمَنِ .
Abdul Muththalib mendengarkan percakapan orang-orang dengan penuh perhatian, namun tak lama kemudian ia mengabaikannya dan mulai berpikir dalam dirinya: sesungguhnya ia rindu untuk pergi menemui seorang dukun atau pendeta di antara para pendeta, karena ia merasakan firasat samar bahwa ia sedang menghadapi urusan yang penting, lalu ia mulai bertanya di sekelilingnya kepada para pemuka kaum tentang seorang dukun yang terkenal, maka mereka menunjukkannya kepada seorang pendeta di tanah Yaman.
وَانْتَقَلَتْ قَافِلَةُ قُرَيْشٍ إِلَى عَدَنَ عَلَى سَاحِلِ بَحْرِ الْهِنْدِ جَنُوبِيِّ بَابِ الْمَنْدَبِ بِمِيلِهِ إِلَى الشَّرْقِ ، وَهُوَ مَوْرِدُ حَطِّ وَقُلَاعِ مَرَاكِبِ الْهِنْدِ وَمِصْرَ ، فَكَانَتْ سُوقًا رَائِجَةً لِلْبَضَائِعِ الْهِنْدِيَّةِ وَالْأَقْمِشَةِ الْمِصْرِيَّةِ وَأَلْقَوْا أَسْمَاعَهُمْ إِلَى أَحَادِيثِ الْأَقْوَامِ الَّذِينَ غَصَّتْ بِهِمُ السُّوقُ ، حَتَّى إِذَا مَا أَقْبَلَ رَمَضَانُ شَدُّوا الرِّحَالَ إِلَى صَنْعَاءَ وَهُمْ يَحْمِلُونَ بِالْخَضْرَةِ وَالْمَاءِ ، فَقَدْ كَانَتْ عَدَنُ جَرْدَاءَ يَجْلِبُ إِلَيْهَا الْمَاءَ عَلَى ظُهُورِ الْإِبِلِ مِنْ آفَاقٍ بَعِيدَةٍ .
Kafilah Quraisy berpindah ke Aden di pesisir Laut India di sebelah selatan Bab el-Mandeb dengan kecenderungannya ke timur, dan ia merupakan tempat persinggahan bongkar muat kapal-kapal India dan Mesir. Maka tempat itu menjadi pasar yang laris bagi barang-barang India dan kain-kain Mesir, dan mereka mendengarkan percakapan kaum-kaum yang memadati pasar tersebut, hingga ketika Ramadhan tiba, mereka bersiap berangkat ke Shan'a dengan membawa kehijauan dan air, karena Aden adalah tanah gersang yang airnya didatangkan ke sana di atas punggung unta dari tempat-tempat yang jauh.
كَانَتْ صَنْعَاءُ مِنْ أَحْسَنِ الْبِلَادِ مَسَاكِنَ وَأَطْيَبَهَا وَأَصَحِّهَا هَوَاءً ، فَانْطَلَقَ رِجَالُ قُرَيْشٍ يُشَاهِدُونَ ظِفَارَ قَصْرَ الْمَلِكِ أَبْرَهَةَ وَقَصْرَ غُمْدَانَ وَهُوَ قَصْرٌ عَجِيبٌ مِنْ عِشْرِينَ طَبَقَةً بِعِشْرِينَ سَقْفًا بَيْنَ كُلِّ سَقْفَيْنِ عِشْرِينَ ذِرَاعًا ، فِيهِ مِائَةُ مَسْكَنٍ ، وَأَعْلَى غُرْفَةٍ مُمَرَّدٌ بِقَوَارِيرَ ، وَقَدْ زُيِّنَ بِتَهَاوِيلَ وَزَخَارِفَ وَقَفَ أَمَامَهَا أَهْلُ مَكَّةَ فَاغْرِي الْأَفْوَاهِ مِنَ الدَّهْشَةِ ، أَمَّا عَبْدُ الْمُطَّلِبِ فَقَدِ انْطَلَقَ إِلَى الْحَبْرِ الَّذِي دَلَّ عَلَيْهِ لِيُخْبِرَهُ بِأَنْبَاءِ الْغَيْبِ ، وَيُرِيحَهُ مِنْ ذَلِكَ التَّشَوُّفِ الَّذِي اسْتَبَدَّ بِهِ .
Shan'a adalah salah satu negeri yang paling baik tempat tinggalnya, paling nyaman, dan paling sehat udaranya. Maka para pria Quraisy berangkat menyaksikan Zhifar, istana Raja Abrahah, dan istana Ghumdan, sebuah istana yang menakjubkan dengan dua puluh lantai dengan dua puluh atap, di antara setiap dua atap berjarak dua puluh hasta, di dalamnya terdapat seratus tempat tinggal, dan kamar paling atas dilapisi dengan kaca, dihiasi dengan keajaiban dan ukiran-ukiran yang membuat penduduk Makkah berdiri di depannya dengan mulut ternganga karena takjub. Adapun Abdul Muththalib, ia berangkat menemui pendeta yang ditunjukkan kepadanya untuk memberitahunya tentang berita-berita gaib, dan meringankannya dari rasa penasaran yang menguasai dirinya.
وَدَخَلَ عَبْدُ الْمُطَّلِبِ عَلَى الْحَبْرِ وَكَانَ يَقْرَأُ فِي التَّوْرَاةِ ، فَأَلْقَى عَلَيْهِ التَّحِيَّةَ ثُمَّ جَلَسَ فَقَالَ لَهُ الْحَبْرُ :
Abdul Muththalib masuk menemui pendeta yang sedang membaca Taurat, lalu ia memberi salam kepadanya kemudian duduk, maka pendeta itu berkata kepadanya:
— مِمَّنِ الرَّجُلُ ؟
— Dari mana pria ini berasal?
— مِنْ قُرَيْشٍ .
— Dari Quraisy.
— مِنْ أَيِّهِمْ ؟
— Dari mananya?
— مِنْ بَنِي هَاشِمٍ .
— Dari Bani Hasyim.
— أَتَأْذَنُ لِي أَنْ أَنْظُرَ فِي بَعْضِكَ ؟
— Apakah engkau mengizinkanku untuk melihat sebagian dirimu?
— نَعَمْ ، مَا لَمْ يَكُنْ عَوْرَةً .
— Ya, selama bukan aurat.
فَفَتَحَ الْحَبْرُ إِحْدَى مَنْخَرَيْ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَنَظَرَ فِيهَا ثُمَّ نَظَرَ فِي الْأُخْرَى ، فَقَالَ :
Pendeta itu membuka salah satu lubang hidung Abdul Muththalib, lalu melihat ke dalamnya, kemudian melihat ke yang lainnya, dan berkata:
— أَنَا أَشْهَدُ أَنَّ فِي إِحْدَى يَدَيْكَ مَلِكًا ، وَفِي الْأُخْرَى نُبُوَّةً .
— Aku bersaksi bahwa di salah satu tanganmu terdapat kerajaan, dan di tangan lainnya terdapat kenabian.
وَصَمَتَ الرَّجُلُ بُرْهَةً ثُمَّ قَالَ :
Pria itu terdiam sejenak kemudian berkata:
— إِنَّمَا نَجِدُ ذَلِكَ فِي بَنِي زُهْرَةَ ، فَكَيْفَ ذَلِكَ ؟
— Kami hanya menemukan hal itu pada Bani Zuhrah, bagaimana bisa demikian?
فَقَالَ عَبْدُ الْمُطَّلِبِ وَهُوَ شَارِدٌ :
Abdul Muththalib berkata dalam lamunannya:
— لَا أَدْرِي .
— Aku tidak tahu.
وَخَرَجَ عَبْدُ الْمُطَّلِبِ مِنْ عِنْدِ الْحَبْرِ وَهُوَ يُفَكِّرُ فِيمَا سَمِعَ ، أَنَّ فِي إِحْدَى يَدَيْهِ مَلِكًا وَفِي الْأُخْرَى نُبُوَّةً ، إِنَّ ذَلِكَ فِي بَنِي زُهْرَةَ . وَتَذَكَّرَ عَبْدُ الْمُطَّلِبِ مَا شَاعَ فِي مَكَّةَ عَنْ سَوْدَةَ كَاهِنَةِ قُرَيْشٍ ، إِنَّهَا قَالَتْ لِبَنِي زُهْرَةَ ذَاتَ يَوْمٍ : فِيكُمْ نَذِيرَةٌ أَوْ تَلِدُ نَذِيرًا فَاعْرِضُوا عَلَيَّ بَنَاتِكُمْ ، فَعَرَضَتِ الْأُمَّهَاتُ عَلَيْهَا بَنَاتِهِنَّ فَقَالَتْ فِي كُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ قَوْلًا ، حَتَّى عَرَضَتْ عَلَيْهَا آمِنَةَ بِنْتَ وَهْبٍ فَقَالَتْ : هَذِهِ النَّذِيرَةُ أَوْ تَلِدُ نَذِيرًا لَهُ شَأْنٌ وَبُرْهَانٌ .
Abdul Muththalib keluar dari tempat pendeta tersebut sambil memikirkan apa yang didengarnya, bahwa di salah satu tangannya terdapat kerajaan dan di tangan lainnya terdapat kenabian, dan bahwa hal itu ada pada Bani Zuhrah. Abdul Muththalib teringat apa yang tersebar di Makkah tentang Saudah, dukun perempuan Quraisy, bahwa ia pernah berkata kepada Bani Zuhrah suatu hari: "Di antara kalian terdapat seorang pembawa peringatan atau akan melahirkan seorang pembawa peringatan, maka tunjukkanlah kepadaku putri-putri kalian." Maka para ibu menunjukkan putri-putri mereka kepadanya, dan ia memberikan komentar tentang setiap gadis di antara mereka, hingga mereka menunjukkan Aminah binti Wahb kepadanya, maka ia berkata: "Ini adalah pembawa peringatan atau ia akan melahirkan seorang pembawa peringatan yang memiliki kedudukan dan bukti nyata."
وَقَرَّ فِي ضَمِيرِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ أَنَّهَا آمِنَةُ ، وَفِي تِلْكَ اللَّحْظَةِ مَلَأَتْ صُورَةُ عَبْدِ اللَّهِ أَقْطَارَ نَفْسِهِ فَفَاضَتْ جَوَانِحُهُ حَنَانًا ، وَأَحَسَّ أَمْنًا غَامِرًا ، وَسَرَى فِي جَوْفِهِ هَمْسُ حَبِيبٍ يَقُولُ : إِنَّهُمَا آمِنَةُ وَعَبْدُ اللَّهِ .
Maka tertanam di dalam hati Abdul Muththalib bahwa wanita itu adalah Aminah, dan pada saat itu sosok Abdullah memenuhi seluruh penjuru jiwanya hingga kalbunya meluap dengan kasih sayang, dan ia merasakan ketentraman yang meluap-luap, dan mengalir di dalam batinnya bisikan kekasih yang berkata: "Keduanya adalah Aminah dan Abdullah."
وَأَشْرَقَتْ جَنْبَاتُهُ بِالنُّورِ ، وَرَفَّتْ عَلَى شَفَتَيْهِ بَسْمَةٌ رَقِيقَةٌ حَالِمَةٌ .
Sisi-sisi dirinya bersinar dengan cahaya, dan di bibirnya tersungging senyuman lembut yang penuh impian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar