َูุงَู ุงَّููุงุธِู ُ ุฑَุถَِู ุงُููู ุชَุนَุงَูู ุนَُْูู :
Artinya: Berkata Sang Penyusun (Nazhim) rahimahullah:
ุฃَุจْุฏَุฃُ ุจِุงุณْู ِ ุงِููู َูุงูุฑَّุญْู َِู ** َูุจِุงูุฑَّุญِْูู ِ ุฏَุงุฆِู ِ ุงْูุฅِุญْุณَุงِู
Terjemah Bait: Aku memulai dengan nama Allah, Ar-Rahman (Maha Pengasih), dan dengan Ar-Rahim (Maha Penyayang) yang senantiasa memberikan kebaikan.
ุฃَْู: ุฃَุจْุฏَุฃُ ِูู ุชَุฃِِْْููู َูุฐِِู ุงْูู َْูุธُْูู َุฉِ ู ُุณْุชَุนًِْููุง ุจِู ُุณَู َّู ุงุณْู ِ ุงِููู، َูู َุง َูุณَّุฑَ ุจِุฐََِูู ุงْูุจَْูุฌُْูุฑُِّู.
Artinya: Maksudnya: Aku memulai dalam menyusun manzhumah ini dengan memohon pertolongan kepada Dzat yang memiliki nama Allah, sebagaimana hal itu ditafsirkan oleh Imam Al-Baijuri.
َูุงْูุฅِุชَْูุงُู ุจِุงْูุจَุณْู ََูุฉِ ู َْูุธُْูู َุฉً َُูู ุฎَِูุงُู ุงْูุฃََْููู، َูุจََّู ุนََูู ุฐََِูู ุงْูุจَْูุฌُْูุฑُِّู (ูก).
Artinya: Mencantumkan basmalah dalam bentuk syair (nazhom) adalah menyalahi yang utama (khilaful aula), hal ini telah diingatkan oleh Al-Baijuri (1).
َูุงุนَْูู ْ: ุฃََّู ุงِูุงุณْู َ ุนَُْูู ุงْูู ُุณَู َّู َูู َุง ุนََِْููู ุฃَْูุซَุฑُ ุงْูุฃَุดَุงุนِุฑَุฉِ، َูุงَู ุชَุนَุงَูู: ﴿ ุณَุจِّุญِ ุงุณْู َ ุฑَุจَِّู ﴾، ََููุงَู ุฃَْูุถًุง: ﴿ ู َุง ุชَุนْุจُุฏَُูู ู ِْู ุฏُِِููู ุฅَِّูุง ุฃَุณْู َุงุกً ﴾، َูุธَุงِูุฑٌ ุฃََّู ุงูุชَّุณْุจِْูุญَ َูุงْูุนِุจَุงุฏَุฉَ ِููุฐََّูุงุชِ. ََِْูููู: ุงِูุงุณْู ُ ุบَْูุฑُ ุงْูู ُุณَู َّู؛ َِِِْููููู ุชَุนَุงَูู: ﴿ َُูู ุงْูุฃَุณْู َุงุกُ ุงْูุญُุณَْูู﴾.
Artinya: Dan ketahuilah: Sesungguhnya "Nama" (Al-Ism) adalah Dzat yang dinamai (Al-Musamma) itu sendiri, sebagaimana pendapat mayoritas ulama Al-Asy'ariyah. Allah Ta'ala berfirman: "Sucikanlah nama Tuhanmu", dan juga berfirman: "Apa yang kalian sembah selain Dia tidak lain hanyalah nama-nama". Sudah jelas bahwa tasbih dan ibadah itu ditujukan kepada Dzat (Allah). Dan ada pula yang berpendapat bahwa nama itu bukanlah Dzat yang dinamai; berdasarkan firman Allah Ta'ala: "Hanya milik-Nyalah nama-nama (yang baik)".
ََููุง ุจُุฏَّ ู َِู ุงْูู ُุบَุงَูุฑَุฉِ ุจََْูู ุงูุดَّْูุกِ َูู َุง َُูู َُูู، َِููุชَุนَุฏُّุฏِ ุงْูุฃَุณْู َุงุกِ ู َุนَ ุงุชِّุญَุงุฏِ ุงْูู ُุณَู َّู، ََْููู َูุงَู ุนََُْููู.. َูุงุญْุชَุฑََู َูู ُ ู َْู َูุงَู: َูุงุฑًุง. .. ุฅَِูู ุบَْูุฑِ ุฐََِูู ู َِู ุงْูู ََูุงุณِุฏِ.
Artinya: Dan mesti ada perbedaan antara sesuatu dengan apa yang dimilikinya, serta karena berbilangnya nama padahal yang dinamai (Dzat-Nya) adalah satu. Seandainya nama itu adalah Dzat itu sendiri, niscaya akan terbakarlah mulut orang yang mengucapkan: "Api". ...dan seterusnya dari berbagai kerusakan (logika) lainnya.
...َูุงْูุชَّุญُِْْููู: ุฃََُّูู ุฅِْู ุฃُุฑِْูุฏَ ู َِู ุงِูุงุณْู ِ ุงَّْูููุธُ.. ََُููู ุบَْูุฑُ ู ُุณَู َّุงُู َูุทْุนًุง - ุฃَْู: ุจَِูุง ุฎَِูุงٍู - َูุฅِْู ุฃُุฑِْูุฏَ ุจِِู ู َุง َُْูููู ُ ู ُِْูู.. ََُููู ุนَُْูู ุงْูู ُุณَู َّู. َูุงَُูู ุงูุดََّْููุงُِّูู.
Artinya: Dan kesimpulannya (tahqiq): Bahwa sesungguhnya jika yang dimaksud dari "Nama" adalah lafalnya, maka ia jelas berbeda dengan Dzat yang dinamai secara pasti—maksudnya tanpa ada perbedaan pendapat. Namun jika yang dimaksud adalah apa yang dipahami darinya, maka ia adalah Dzat yang dinamai itu sendiri. Hal ini dikatakan oleh Al-Syannawani.
َูุงَู ุงูุณُُّْููุทُِูw: َูู َุนَْูู ( ุงููู ) : ู َْู ุชََูุงุฏَู َ ُูุฌُْูุฏُُู، َูุชَุนَุงุธَู َ ุฐَุงุชُُู َูุตَِูุงุชُُู، َูุนَู َّ ุฌُْูุฏُُู، َูู َุนَْูู ( ุงูุฑَّุญْู َู ) : ู َْู ุนَุธُู َ ุฅِุญْุณَุงُُูู، َูุฏَุงู َ ุงู ْุชَِูุงُُูู، َูู َุนَْูู ( ุงูุฑَّุญِْูู ) : ู َْู ุณَุฏَّ َُّูู َูุงَูุฉٍ، ََููู ْ ُูุญَู ِّْู ุฏَُْูู ุทَุงَูุฉٍ.
Artinya: Imam Al-Suyuthi berkata: Maka makna (Allah) adalah: Dzat yang keberadaan-Nya terdahulu (tanpa awal), agung Dzat serta sifat-sirat-Nya, dan merata kemurahan-Nya. Makna (Ar-Rahman) adalah: Dzat yang besar kebaikan-Nya dan abadi pemberian nikmat-Nya. Dan makna (Ar-Rahim) adalah: Dzat yang menutupi setiap kefakiran (kebutuhan) dan tidak memberi beban di luar batas kemampuan.
ََููุงَู ุฃَุญْู َุฏُ ุงูุตَّุงُِّูู: ( َู « ุงููู »: َُูู ุงِูุงุณْู ُ ุงْูุฌَุงู ِุนُ؛ ِูุฃََّู ุฌَู ِْูุนَ ุงْูุฃَุณْู َุงุกِ ู ُْูุฏَุฑِุฌَุฉٌ ِِْููู، َู « ุงูุฑَّุญْู َู »: ุงْูู ُْูุนِู ُ ุจِุฌََูุงุฆِِู ุงِّููุนَู ِ َูู ًّุง ًََْููููุง، ุฏََُِّْููููุฉً َูุฃُุฎْุฑََِّููุฉً، ุธَุงِูุฑَุฉً َูุจَุงุทَِูุฉً، َู « ุงูุฑَّุญِْูู »: َُูู ุงْูู ُْูุนِู ُ ุจِุฏََูุงุฆِِู ุงِّููุนَู ِ َูู ًّุง ًََْููููุง، ุฏََُِّْููููุฉً َูุฃُุฎْุฑََِّููุฉً، ุธَุงِูุฑَุฉً َูุจَุงุทَِูุฉً.
Artinya: Ahmad Al-Sawi berkata: ("Allah" adalah nama yang menghimpun; karena seluruh nama-nama (lainnya) tercakup di dalamnya. "Ar-Rahman" adalah Dzat yang memberi nikmat dengan nikmat-nikmat yang besar secara kuantitas maupun kualitas, baik urusan dunia maupun akhirat, yang nampak maupun yang batin. Dan "Ar-Rahim" adalah Dzat yang memberi nikmat dengan nikmat-nikmat yang halus secara kuantitas maupun kualitas, baik urusan dunia maupun akhirat, yang nampak maupun yang batin).
َูุงูุฏََّูุงุฆُِู: ู َุง ุชََูุฑَّุนَุชْ ุนَِู ุงْูุฃُุตُِْูู ุงَّูุชِู َِูู ุงْูุฌََูุงุฆُِู َูุงูุฒَِّูุงุฏَุฉِ ِูู ุงْูุฅِْูู َุงِู َูุงْูุนِْูู ِ، َูุงْูู َุนْุฑَِูุฉِ َูุงูุชَِِّْْูููู، َูุงْูุนَุงَِููุฉِ َูุงูุณَّู ْุนِ َูุงْูุจَุตَุฑِ ) ุงูู (ูก).
Artinya: Adapun nikmat yang halus (ad-daqa-iq) adalah apa yang bercabang dari pokok-pokok nikmat yang merupakan nikmat yang besar (al-jala-il) seperti bertambahnya iman dan ilmu, makrifat dan taufik, serta kesehatan, pendengaran, dan penglihatan) —selesai kutipan— (1).
َูุงَู ุฃَุญْู َุฏُ ุงْูู ََُِّّููู (ูข) : َู ( ุงูุฑَّุญْู َُู ) ุฃَุจَْูุบُ ู َِู ุงูุฑَّุญِْูู ِ؛ ِูุฃََّู ุฒَِูุงุฏَุฉَ ุฃَุญَุฏِ ุงْูู ُุชََِِّْูููู ุงุดْุชَِูุงًูุง ََْูููุนَِّูุฉً.. ุชَุฏُُّู ุนََูู ุฒَِูุงุฏَุฉِ ุงْูู َุนَْูู؛ ِูุฃََّู ู َุนَْูุงُู: ุงْูู ُْูุนِู ُ ุงْูุญَُِِّْูููู ุงْูุจَุงِูุบُ ِูู ุงูุฑَّุญْู َุฉِ ุบَุงَูุชََูุง، َูุฐََِูู َูุง َูุตْุฏُُู ุนََูู ุบَْูุฑِِู ุชَุนَุงَูู، ุจَْู ุฑَุฌَّุญَ ุจَุนْุถُُูู ْ ุนََูู َِّูุชَُู، ََููู َّุง ุฏََّู ุนََูู ุฌََูุงุฆِِู ุงِّููุนَู ِ َูุฃُุตَُِْูููุง .. ุฐََูุฑَ ุงูุฑَّุญِْูู َ؛ َِููุชََูุงََูู ู َุง ุฏََّู ََููุทَُู؛ ََُِْููููู َูุงูุชَّุชِู َّุฉِ.
Artinya: Ahmad Al-Mallawi (2) berkata: Kata (Ar-Rahman) lebih dalam maknanya (ablagh) daripada (Ar-Rahim); karena tambahan huruf pada salah satu dari dua kata yang sama asal usul kata (isytiqaq) dan jenisnya, menunjukkan adanya tambahan makna. Sebab maknanya adalah: Dzat Pemberi Nikmat yang hakiki yang mencapai puncak tertinggi dalam kasih sayang, dan hal itu tidak berlaku bagi selain Allah Ta'ala. Bahkan sebagian ulama mengunggulkan pendapat bahwa kata tersebut adalah Nama Diri ('alam) bagi Allah. Dan ketika kata tersebut sudah menunjukkan nikmat-nikmat yang besar serta pokok-pokoknya, maka disebutlah kata (Ar-Rahim) untuk mencakup nikmat yang kecil dan halus agar menjadi penyempurna.
َูุงْูุฃَุจَْูุบَِّูุฉُ ุฅَِّูู َุง ุชُุคْุฎَุฐُ ุจِุงุนْุชِุจَุงุฑِ ุงَْููู َِّّูุฉِ - ุฃَْู: ุงْูุนَุฏَุฏِ - َِููุฐَุง َِْููู: ( َูุง ุฑَุญْู ََู ุงูุฏَُّْููุง ) ِูุฃََُّูู َูุนُู ُّ ุงْูู ُุคْู َِู َูุงَْููุงِูุฑَ، َู ( ุฑَุญِْูู َ ุงْูุขุฎِุฑَุฉِ ) ِูุฃََُّูู َูุง َูุฎُุตُّ ุงَْููุงِูุฑَ (ูฃ).
Artinya: Sifat "lebih dalam maknanya" (al-ablaghiyyah) tersebut diambil berdasarkan pertimbangan kuantitas—yaitu jumlahnya. Oleh karena itu dikatakan: (Wahai Rahman dunia), karena rahmat-Nya meliputi orang mukmin maupun orang kafir; dan (Wahai Rahim akhirat), karena rahmat-Nya tidak mencakup orang kafir (di akhirat nanti) (3).
َูุชَุงุฑَุฉً ุจِุงุนْุชِุจَุงุฑِ ุงََِّْْูููููุฉِ - ุฃَْู: ุงูุตَِّูุฉِ - َِููุฐَุง َِْููู: ( َูุง ุฑَุญْู ََู ุงูุฏَُّْููุง َูุงْูุขุฎِุฑَุฉِ، َูุฑَุญِْูู َ ุงูุฏَُّْููุง ) ؛ ِูุฃََّู ุงِّููุนَู َ ุงْูุฃُุฎْุฑََِّููุฉَ َُُّูููุง ุฌِุณَุงู ٌ، َูุฃَู َّุง ุงูุฏََُِّّْููููุฉُ . . َูุฌََِْูููุฉٌ َูุญَِْููุฑَุฉ Nar.
Artinya: Dan terkadang (perbedaan Ar-Rahman dan Ar-Rahim) ditinjau dari segi kualitas—yakni sifatnya. Oleh karena itu dikatakan: (Wahai Rahman dunia dan akhirat, dan Rahim dunia); karena nikmat-nikmat akhirat semuanya bersifat besar/agung, sedangkan nikmat dunia ada yang besar dan ada yang kecil.
َูุงَู ุงْูุจَْูุถَุงُِّูู: ( َِููุนَู ُ ุงِููู ุชَุนَุงَูู َูุฅِْู َูุงَูุชْ َูุง ุชُุญْุตَู . . ุชَْูุญَุตِุฑُ ِูู ุฌِْูุณَِْูู: ุฏٌَُِّْูููู َูุฃُุฎْุฑٌَِّูู.
Artinya: Imam Al-Baidhawi berkata: (Dan nikmat-nikmat Allah Ta'ala meskipun tidak terhitung jumlahnya, namun terbagi menjadi dua jenis: ukhrawi (akhirat) dan duniawi.
َูุงูุฏَُُِّّْูููู ِูุณْู َุงِู: َْููุจٌِّู ََููุณْุจٌِّู. َูุงَْْูููุจُِّู ِูุณْู َุงِู: ุฑُْูุญَุงٌِّูู؛ ََْูููุฎِ ุงูุฑُّْูุญِ ِูู ุงْูุนَุจْุฏِ، َูุฅِุดْุฑَุงِِูู ุจِุงْูุนَِْูู، َูู َุง َูุชْุจَุนُُู ู َِู ุงَُْูููู؛ َูุงَْْูููู ِ َูุงِْْูููุฑِ َูุงُّููุทِْู.
Artinya: Nikmat duniawi terbagi dua: Wahbi (pemberian langsung) dan Kasbi (hasil usaha). Nikmat Wahbi terbagi dua: Ruhani; seperti ditiupkannya ruh ke dalam diri hamba, penyinaran dirinya dengan akal, serta kekuatan-kekuatan yang mengikutinya seperti pemahaman, pemikiran, dan kemampuan berbicara.
َูุฌِุณْู َุงٌِّูู؛ َูุฎَِْูู ุงْูุจَุฏَِู، َูุงَُْูููู ุงْูุญَุงَّูุฉِ ِِْููู، َูุงَْْูููุฆَุงุชِ ุงْูุนَุงุฑِุถَุฉِ َُูู ู َِู ุงูุตِّุญَّุฉِ ََููู َุงِู ุงْูุฃَุนْุถَุงุกِ.
Artinya: Jasmani; seperti penciptaan tubuh, kekuatan-kekuatan yang ada di dalamnya, serta kondisi yang menyertainya berupa kesehatan dan kesempurnaan anggota tubuh.
َูุงَْููุณْุจُِّู: ุชَุฒَِْููุฉُ ุงَّْูููุณِ ุนَِู ุงูุฑَّุฐَุงุฆِِู، َูุชَุญَِْููุชَُูุง ุจِุงْูุฃَุฎَْูุงِู ุงْูู َุฑْุถَِّูุฉِ، َูุชَุฒُِْْููู ุงْูุจَุฏَِู ุจِุงَْْูููุฆَุงุชِ ุงْูู َุทْุจُْูุนَุฉِ َูุงْูุญَُูู ุงْูู ُุณْุชَุญْุณََูุฉِ، َูุญُุตُُْูู ุงْูุฌَุงِู َูุงْูู َุงِู.
Artinya: Nikmat Kasbi adalah: mensucikan jiwa dari sifat-sifat tercela, menghiasinya dengan akhlak yang diridhai, menghias tubuh dengan penampilan yang baik dan perhiasan yang bagus, serta perolehan kedudukan dan harta benda.
َูุงْูุฃُุฎْุฑَُِّูู: ุฃَْู َูุบِْูุฑَ ู َุง َูุฑَุทَ ู َِู ุงْูุนَุจْุฏِ، ََููุฑْุถَู ุนَُْูู َُููุจَِّูุฆُُู ِูู ุฃَุนَْูู ุนَِِِّّْูููู ู َุนَ ุงْูู ََูุงุฆَِูุฉِ ุงْูู َُูุฑَّุจَِْูู ุฃَุจَุฏَ ุงْูุขุจِุฏَِْูู ) (ูค).
Artinya: Sedangkan nikmat ukhrawi adalah: Allah mengampuni kekhilafan yang dilakukan hamba dan meridhai hamba tersebut ), (dan Allah) menempatkannya di tempat yang paling tinggi (A'la 'Illiyyin) bersama para malaikat yang didekatkan (al-muqarrabin) selama-lamanya) (4).
ََُْูููู ุงَّููุงุธِู ِ: ( ุฏَุงุฆِู ِ ุงْูุฅِุญْุณَุงِู ) ุฃَْู: ู ُุชَุชَุงุจِุนِ ุงْูุฅِุนْุทَุงุกِ َูุงْูุฅِْูุนَุงู ِ ู ِْู ุบَْูุฑِ ุงْูุตِุฑَุงู ٍ؛ ََُููู ุชَْูู ٌِْูู ِْููุจَْูุชِ.
Artinya: Dan ucapan Sang Penyusun (Nazhim): (Daimil Ihsan) maksudnya adalah: Dzat yang terus-menerus dalam memberi dan melimpahkan nikmat tanpa pernah terputus; maka kalimat tersebut merupakan penyempurna bagi bait (pertama).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar