BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

TD 005

📖 NASKAH KITAB & TERJEMAH Sifat Wujud & Qidam
MATAN

فَيَجِبُ فِي حَقِّهِ تَعَالَى الوُجُودُ،

Maka wajib pada hak Allah Ta'ala sifat Wujud (Ada),


SYARAH

وَأَمَّا إِذَا عَرَفْتَ جِهَةَ الدَّلَالَةِ وَقَدَرْتَ عَلَى رَدِّ الشُّبْهَةِ فَهُوَ دَلِيلٌ تَفْصِيلِيٌّ، كَمَا إِذَا قِيلَ لَكَ: مَا الدَّلِيلُ عَلَى وُجُودِهِ تَعَالَى؟ فَقُلْتَ: العَالَمُ، وَقَدَرْتَ عَلَى تَصْوِيرِ هَذَا الدَّلِيلِ، وَعَرَفْتَ جِهَةَ الدَّلَالَةِ فِيهِ، وَقَدَرْتَ عَلَى فَكِّ شُبَهِهِ.

Dan adapun jika kamu mengetahui sisi pendalilannya serta mampu menolak syubhat, maka hal itu disebut dalil tafshili (rinci). Contohnya seperti ketika dikatakan kepadamu: "Apa dalil atas wujudnya Allah Ta'ala?" Lalu kamu menjawab: "Alam semesta ini," dan kamu mampu menggambarkan struktur dalil ini, mengetahui sisi pendalilannya, serta sanggup mengurai syubhat-syubhatnya.

وَيَقُومُ مَقَAMَ مَعْرِفَتِهِ العَقَائِدَ بِالدَّلِيلِ مَعْرِفَتُهَا بِالكَشْفِ.

Dan kedudukan mengetahui akidah-akidah lewat dalil dialektika ini dapat digantikan oleh pengetahuan yang diperoleh melalui jalan kasyaf (keterbukaan batin/intuisi sufistik).

اِعْلَمْ أَنَّهُ يَجِبُ شَرْعًا عَلَى كُلِّ مُكَلَّفٍ أَنْ يَعْرِفَ جَمِيعَ مَا يَجِبُ فِي حَقِّهِ تَعَالَى، وَجَمِيعَ مَا يَسْتَحِيلُ عَلَيْهِ تَعَالَى، وَجَمِيعَ مَا يَجُوزُ فِي حَقِّهِ تَعَالَى.

Ketahuilah sesungguhnya wajib secara syariat bagi setiap mukalaf untuk mengetahui seluruh perkara yang wajib pada hak Allah Ta'ala, seluruh perkara yang mustahil atas-Nya, dan seluruh perkara yang boleh (jaiz) pada hak-Nya.

فَمَا قَامَتِ الأَدِلَّةُ العَقْلِيَّةُ أَوِ النَّقْلِيَّةُ عَلَيْهِ إِجْمَالًا وَهُوَ وُجُوبُ اتِّصَافِهِ تَعَالَى بِسَائِرِ الكَمَالَاتِ وَوُجُوبُ تَنْزِيهِهِ عَنْ سَائِرِ النَّقَائِصِ وَجَبَتْ مَعْرِفَتُهُ إِجْمَالًا.

Maka apa-apa yang ditegakkan oleh dalil akal maupun dalil naqli (Al-Qur'an & Hadis) secara global—yaitu wajibnya Allah bersifat dengan segala kesempurnaan dan wajibnya menyucikan-Nya dari segala kekurangan—maka wajib pula mengetahuinya secara global.

فَيَجِبُ عَلَيْنَا أَنْ نَعْتَقِدَ أَنَّ لَهُ تَعَالَى كَمَالَاتٍ لَا نِهَايَةَ لَهَا مِنْ جِهَةِ العَدَدِ فِي نَفْسِ الأَمْرِ قَالَ اللهُ تَعَالَى: ﴿وَلَا يُحِيطُونَ بِهِ عِلْمًا﴾(٢)، وَمَا قَامَتِ الأَدِلَّةُ العَقْلِيَّةُ أَوِ النَّقْلِيَّةُ عَلَيْهِ تَفْصِيلًا تَجِبْ مَعْرِفَتُهُ تَفْصِيلًا، وَهُوَ العِشْرُونَ صِفَةً وَأَضْدَادُهَا.

Maka wajib atas kita untuk meyakini bahwa Allah Ta'ala mempunyai sifat-sifat kesempurnaan yang tidak ada batasnya dari segi jumlah pada realitas sebenarnya. Allah Ta'ala berfirman: *“Sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi-Nya.”* (2). Dan apa-apa yang ditegakkan oleh dalil akal maupun naqli secara rinci, maka wajib mengetahuinya secara rinci, yaitu dua puluh sifat beserta kebalikannya.

(فَيَجِبُ فِي حَقِّهِ تَعَالَى الوُجُودُ) الذَّاتِيُّ الَّذِي لَا يَقْبَلُ العَدَمَ أَزَلًا وَلَا أَبَدًا، وَهُوَ صِفَةٌ نَفْسِيَّةٌ أَيْ ثُبُوتِيَّةٌ يَدُلُّ الوَصْفُ بِهَا عَلَى نَفْسِ الذَّاتِ دُونَ مَعْنًى زَائِدٍ عَلَيْهِ.

(Maka wajib pada hak Allah Ta'ala sifat Wujud) yang bersifat dzati, yang tidak menerima ketiadaan (adam) baik pada masa azal (masa lalu tanpa awal) maupun abadi (masa depan tanpa akhir). Sifat wujud ini merupakan sifat nafsiyah, yaitu sifat subutiyah yang pensifatannya menunjukkan kepada esensi Dzat itu sendiri tanpa adanya penambahan makna lain pada-Nya.

وَيَكْفِي المُكَلَّفَ أَنْ يَعْرِفَ أَنَّهُ تَعَالَى مَوْجُودٌ وُجُودًا وَاجِبًا، وَلَا يَجِبُ عَلَيْهِ أَنْ يَعْرِفَ أَنْ وُجُودَهُ تَعَالَى عَيْنُ ذَاتِهِ أَوْ غَيْرُ ذَاتِهِ لِأَنَّ ذَلِكَ مِنْ غَوَامِضِ عِلْمِ الكَلَامِ.

Dan cukup bagi seorang mukalaf untuk mengetahui bahwa Allah Ta'ala itu ada dengan keberadaan yang wajib (wajibul wujud). Dan tidak wajib baginya mengetahui apakah wujud Allah itu merupakan inti Dzat-Nya ataukah hal yang lain dari Dzat-Nya, karena pembahasan tersebut termasuk perkara yang rumit dalam ilmu kalam.

MATAN

وَضِدُّهُ العَدَمُ، وَالدَّلِيلُ عَلَى ذَلِكَ وُجُودُ هَذِهِ Mَخْلُوقَاتِ. وَيَجِبُ فِي حَقِّهِ تَعَالَى القِدَمُ، وَمَعْنَاهُ أَنَّهُ لَا أَوَّلَ لَهُ، وَضِدُّهُ الحُدُوثُ، وَالدَّلِيلُ عَلَى ذَلِكَ أَنَّهُ لَوْ كَانَ حَادِثًا لاَحْتَاجَ إِلَى مُحْدِثٍ، وَهُوَ مُحَالٌ.

Kebalikan wujud adalah العدم (tiada), dan dalil atas wujud-Nya adalah adanya makhluk-makhluk ini. Dan wajib pada hak Allah Ta'ala sifat القدم (Terdahulu), maknanya adalah bahwa tidak ada permulaan bagi-Nya. Kebalikannya adalah الحدوث (baru/bermula), dan dalil atas hal tersebut adalah andaikata Dia itu baru niscaya Dia membutuhkan kepada yang membuat-Nya baru, dan hal itu mustahil.


SYARAH

(وَضِدُّهُ العَدَمُ، وَالدَّلِيلُ عَلَى ذَلِكَ) أَيْ وُجُودِ اللهِ تَعَالَى (وُجُودُ هَذِهِ المَخْلُوقَاتِ) وَكَيْفِيَّةُ تَرْتِيبِ إِقَامَةِ الدَّلِيلِ عَلَى وُجُوبِ وُجُودِهِ تَعَالَى أَنْ تَقُولTC: العَالَمُ مِنَ العَرْشِ إِلَى الفَرْشِ حَادِثٌ أَيْ مَوْجُودٌ بَعْدَ عَدَمٍ وَكُلُّ حَادِثٍ لَهُ صَانِعٌ وَاجِبُ الوُجُودِ فَالعَالَمُ لَهُ صَانِعٌ.

(Kebalikan wujud adalah tiada, dan dalil atas hal itu) yakni atas adanya Allah Ta'ala (adalah adanya makhluk-makhluk ini). Adapun tata cara menyusun penegakan dalil atas wajibnya wujud Allah adalah dengan berkata: Alam semesta dari mulai Arsy hingga bumi terdalam adalah 'hadits' (baru), artinya ia ada setelah sebelumnya tiada. Dan setiap perkara yang baru pasti memiliki Pencipta yang wajib wujudnya, maka alam semesta ini memiliki Pencipta.

ثُمَّ كَوْنُ الصَّانِعِ هُوَ اللهُ تَعَالَى مُسْتَفَادٌ مِنْ دَلِيلِ الوَحْدَانِيَّةِ وَحَيْثُ وَجَبَ لَهُ تَعَالَى الوُجُودُ اِسْتَحَالَ عَلَيْهِ ضِدُّهُ.

Kemudian, kepastian bahwa Pencipta tersebut adalah Allah Ta'ala disimpulkan dari dalil Wahdaniyah (Keesaan). Dan sekiranya wujud telah wajib bagi Allah Ta'ala, maka mustahil atas-Nya sifat kebalikannya (tiada).

(وَيَجِبُ فِي حَقِّهِ تَعَالَى القِدَمُ وَمَعْنَاهُ أَنَّهُ لَا أَوَّلَ لَهُ) أَيْ لَمْ يَسْبِقْ وُجُودَهُ تَعَالَى عَدَمٌ.

(Dan wajib pada hak Allah Ta'ala sifat Qidam, maknanya adalah bahwa tidak ada permulaan bagi-Nya) artinya keberadaan Allah Ta'ala tidak didahului oleh ketiadaan.

(وَضِدُّهُ الحُدُوثُ) أَيْ الوُجُودُ بَعْدَ العَدَمِ. (...وَالدَّلِيلُ عَلَى ذَلِكَ) أَيْ وَكَيْفِيَّةُ إِقَامَةِ الدَّلِيلِ عَلَى وُجُوبِ القِدَمِ لَهُ تَعَالَى أَنْ تَقُولَ: لَوْ لَمْ يَكُنْ قَدِيمًا لَكَانَ حَادِثًا إِذْ لَا وَاسِطَةَ بَيْنَهُمَا، لَكِنْ كَوْنُهُ حَادِثًا مُحَالٌ لِأَنَّهُ لَوْ كَانَ حَادِثًا لاَحْتَاجَ (إِلَى مُحْدِثٍ) لِأَنَّ كُلَّ حَادِثٍ لَا بُدَّ لَهُ مِنْ مُحْدِثٍ، وَلَوْ حَدَثَ بِنَفْسِهِ لَزِمَ اِجْتِمَاعُ النَّقِيضَيْنِ، وَهُمَا المُسَاوَاةُ وَالرُّجْحَانُ.

(Kebalikannya adalah Huduts) yaitu ada setelah tiada. (Dan dalil atas hal tersebut) yakni cara menegakkan dalil atas wajibnya sifat Qidam bagi-Nya adalah dengan berkata: "Jikalau Dia tidak qadim niscaya Dia baru (hadits), sebab tidak ada perantara di antara keduanya. Namun keberadaan-Nya sebagai sesuatu yang baru adalah mustahil, karena andaikata Dia baru niscaya Dia butuh (kepada pencipta yang membaharuinya)", karena setiap yang baru mesti ada yang memperbarui. Dan andaikata Dia ada dengan sendirinya niscaya berkonsekuensi pada berkumpulnya dua hal yang kontradiktif, yaitu posisi sama kuat (antara ada dan tiada) sekaligus mengungguli salah satunya.

(وَ) لَكِنْ (هُوَ) أَيْ اِحْتِيَاجُهُ تَعَالَى إِلَى مُحْدِثٍ (مُحَالٌ) إِذْ لَوْ اِحْتَاجَ إِلَى مُحْدِثٍ لاَحْتَاجَ مُحْدِثُهُ إِلَى مُحْدِثٍ أَيْضًا، فَلَزِمَ الدَّوْرُ أَوِ التَّسَلْسُلُ، وَهُمَا مُحَالَانِ، أَيْ لَا يُمْكِنُ وُجُودُهُمَا. وَحَيْثُ وَجَبَ لَهُ تَعَالَى القِدَمُ اِسْتَحَالَ عَلَيْهِ ضِدُّهُ.

Dan akan tetapi kebutuhannya Allah Ta'ala kepada yang membaharuinya itu (adalah mustahil), karena jika Dia butuh pencipta, maka penciptanya pun akan butuh kepada pencipta yang lain lagi, sehingga berujung pada ad-daur (siklus berputar) atau at-tasalsul (mata rantai tanpa akhir), yang mana keduanya adalah mustahil, artinya tidak mungkin terjadi wujudnya. Dan tatkala sifat Qidam telah wajib bagi-Nya, maka mustahil atas-Nya sifat kebalikannya.

CATATAN KAKI :

(٢) سُورَةُ طٰهٰ: ١١٠.

(2)  Surah Thaha: 110.
CATATAN PENTING ABI :
إِثْبَاتُ وُجُودِ اللَّهِ وَقِدَمِهِ بِالْأَدِلَّةِ الْعَقْلِيَّةِ الْقَاطِعَةِ يُبْطِلُ شُبَهَ الدَّوْرِ وَالتَّسَلْسُلِ وَيُثَبِّتُ الْعَقِيدَةَ النَّقِيَّةَ. [أَبِي طَؤُفُور]
Mengukuhkan sifat Wujud dan Qidam Allah melalui argumen akal yang mutlak bertugas mematahkan syubhat lingkaran setan (ad-daur) dan mata rantai tanpa akhir (at-tasalsul), demi menjaga kemurnian akidah umat. [Abi Thoufur]
📍 Mufrodat & Pesan Khusus Abi Thoufur
صِفَةٌ نَفْسِيَّةٌ (Sifat Nafsiyah) Sifat yang berfungsi menegaskan keberadaan esensi Dzat Allah itu sendiri, tanpa menuntut adanya penambahan makna atau sifat lain.
كَشْفٌ (Kasyaf) Keterbukaan batin atau tersingkapnya tabir ilahi secara spiritual, sehingga seseorang memahami kebenaran hakiki tanpa lewat jalur logika dialektika.
دَوْرٌ (Ad-Daur / Siklus Berputar) Kemustahilan logika di mana keberadaan A bergantung pada B, namun keberadaan B justru bergantung mutlak pada adanya A terlebih dahulu.
تَسَلْسُلٌ (At-Tasalsul) Mata rantai penciptaan tanpa akhir, di mana sesuatu butuh pencipta sebelumnya, dan pencipta itu butuh yang sebelumnya lagi, terus mundur tanpa batas.

💡 Pesan Khusus Abi buat Murid: "Dengerin nih para remaja sekalian, dunia ini isinya makhluk yang sifatnya baru (hadits)—artinya dulu kaga ada, sekarang jadi ada. Nah, logika paling gampang, gak mungkin alam semesta yang super rapi ini nongol sendiri tanpa ada Pencipta (Wajibul Wujud)! Terus kalau ada kaum ateis atau pemikiran barat yang nanya: 'Kalau Allah yang nyiptain alam, lalu siapa yang nyiptain Allah?', langsung patahin pakai pelajaran ini, tong! Itu namanya jebakan 'Daur' ama 'Tasalsul', dan secara akal sehat itu mustahil! Allah itu Qadim, gak punya awal, dan gak butuh pencipta lain. Jadi, jangan biarin batin lu goyah sama argumen filsafat kosong di luar sana, ya!"

« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi