BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

TD 012

๐Ÿ“– NASKAH KITAB & TERJEMAH Penutup Bab Ilahiyat: Sifat Jaiz Allah
MATAN UTAMA KITAB

ูˆَุงู„ْุฌَุงุฆِุฒُ ูِูŠ ุญَู‚ِّู‡ِ ุชَุนَุงู„َู‰ ูِุนْู„ُ ูƒُู„ِّ ู…ُู…ْูƒِู†ٍ ุฃَูˆْ ุชَุฑْูƒُู‡ُ، ูˆَุงู„ุฏَّู„ِูŠู„ُ ุนَู„َู‰ ุฐَู„ِูƒَ ุฃَู†َّู‡ُ ู„َูˆْ ูˆَุฌَุจَ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَุชَุนَุงู„َู‰ ูِุนْู„ُ ุดَูŠْุกٍ ุฃَูˆْ ุชَุฑْูƒُู‡ُ ู„َุตَุงุฑَ ุงู„ْุฌَุงุฆِุฒُ ูˆَุงุฌِุจًุง ุฃَูˆْ ู…ُุณْุชَุญِูŠู„ًุง، ูˆَู‡ُูˆَ ู…ُุญَุงู„ٌ.

Dan perkara jaiz (boleh) bagi hak Allah Ta'ala adalah melakukan setiap yang mungkin atau meninggalkannya, dan dalil atas hal tersebut adalah bahwasanya jika wajib bagi-Nya (Subhanahu wa Ta'ala) untuk melakukan sesuatu atau meninggalkannya, niscaya perkara yang jaiz akan menjadi wajib atau mustahil, dan itu adalah hal yang mustahil.


SYARAH KITAB (TIJANUD DARORI)

(ูˆَุงู„ْุฌَุงุฆِุฒُ ูِูŠ ุญَู‚ِّู‡ِ ุชَุนَุงู„َู‰ ูِุนْู„ُ ูƒُู„ِّ ู…ُู…ْูƒِู†ٍ ุฃَูˆْ ุชَุฑْูƒُู‡ُ) ูˆَุงู„ْู…ُู…ْูƒِู†ُ ู‡ُูˆَ ุงู„َّุฐِูŠ ูŠَุฌُูˆุฒُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุงู„ْูˆُุฌُูˆุฏُ ูˆَุงู„ْุนَุฏَู…ُ ูˆَู„َูˆْ ุดَุฑًุง ูƒَุงู„ْูƒُูْุฑِ ูˆَุงู„ْู…َุนَุงุตِูŠ ูˆَุงู„ْุฎَู„ْู‚ِ ูˆَุงู„ุฑِّุฒْู‚ِ ูˆَู†َุญْูˆِู‡َุง ูَู„َุง ู…ُู…ْูƒِู†َ ุฅِู„َّุง ูˆَู‡ُูˆَ ุญَุงุฏِุซٌ ุจِูِุนْู„ِู‡ِ ูˆَูَุงุฆِุถٌ ู…ِู†ْ ุนَุฏْู„ِู‡ِ.

(Dan perkara jaiz bagi hak Allah Ta'ala adalah melakukan setiap yang mungkin atau meninggalkannya). Dan al-mumkin adalah perkara yang boleh baginya wujud dan tidak wujud, walaupun (dalam bentuk) keburukan seperti kekufuran, maksiat, penciptaan, rezeki, dan semacamnya, maka tidaklah ada yang mungkin kecuali ia baru (hadits) dengan perbuatan-Nya dan limpahan dari keadilan-Nya.

(ูˆَุงู„ุฏَّู„ِูŠู„ُ ุนَู„َู‰ ุฐَู„ِูƒَ ุฃَู†َّู‡ُ ู„َูˆْ ูˆَุฌَุจَ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَุชَุนَุงู„َู‰ ูِุนْู„ُ ุดَูŠْุกٍ ุฃَูˆْ ุชَุฑْูƒُู‡ُ ู„َุตَุงุฑَ ุงู„ْุฌَุงุฆِุฒُ ูˆَุงุฌِุจًุง ุฃَูˆْ ู…ُุณْุชَุญِูŠู„ًุง) ุฃَูŠْ ูˆَุงู„ุฏَّู„ِูŠู„ُ ุนَู„َู‰ ุฃَู†َّ ูِุนْู„َ ุงู„ْู…ُู…ْูƒِู†َุงุชِ ุฃَูˆْ ุชَุฑْูƒَู‡َุง ุฌَุงุฆِุฒٌ ูِูŠ ุญَู‚ِّู‡ِ ุชَุนَุงู„َู‰: ู‚َุฏِ ุงุชَّูَู‚َ ุนَู„َู‰ ุฌَูˆَุงุฒِ ุงู„ْู…ُู…ْูƒِู†َุงุชِ ูَู„َูˆْ ูˆَุฌَุจَ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุชَุนَุงู„َู‰ ูِุนْู„ُ ุดَูŠْุกٍ ู…ِู†ْู‡َุง ู„َุตَุงุฑَ ุงู„ْุฌَุงุฆِุฒُ ูˆَุงุฌِุจًุง ูˆَู„َูˆْ ุงู…ْุชَู†َุนَ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูِุนْู„ُ ุดَูŠْุกٍ ู„َุตَุงุฑَ ุงู„ْุฌَุงุฆِุฒُ ู…ُุณْุชَุญِูŠู„ًุง (ูˆَู‡ُูˆَ) ุฃَูŠْ ุตَูŠْุฑُูˆุฑَุฉُ ุงู„ْุฌَุงุฆِุฒِ ูˆَุงุฌِุจًุง ุฃَูˆْ ู…ُุณْุชَุญِูŠู„ًุง (ู…ُุญَุงู„ٌ) ูَุจَุทَู„َ ู…َุง ุฃَุฏَّู‰ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ู‡ُูˆَ ูˆُุฌُูˆุจُู‡َุง ุฃَูˆِ ุงู…ْุชِู†َุงุนُู‡َุง ูˆَุซَุจَุชَ ุฌَูˆَุงุฒُู‡َุง ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ْู…َุทْู„ُูˆุจُ.

(Dan dalil atas hal tersebut adalah bahwasanya jika wajib bagi-Nya (Subhanahu wa Ta'ala) untuk melakukan sesuatu atau meninggalkannya, niscaya perkara yang jaiz akan menjadi wajib atau mustahil). Maksudnya, dalil atas bahwasanya melakukan perkara-perkara yang mungkin atau meninggalkannya adalah jaiz bagi hak Allah Ta'ala adalah: telah disepakati atas ke-jaiz-an perkara-perkara yang mungkin, maka jika wajib bagi Allah Ta'ala melakukan sesuatu darinya, niscaya perkara yang jaiz akan menjadi wajib, dan jika mustahil bagi-Nya melakukan sesuatu, niscaya perkara yang jaiz akan menjadi mustahil (dan itu) yaitu berubahnya perkara yang jaiz menjadi wajib atau mustahil (adalah mustahil), maka batallah apa yang mengarah kepadanya, yaitu kewajiban atau kemustahilannya, dan tetaplah ke-jaiz-an-nya, dan itulah yang dikehendaki.

ูَู‡َุฐِู‡ِ ุฅِุญْุฏَู‰ ูˆَุฃَุฑْุจَุนُูˆู†َ ุนَู‚ِูŠุฏَุฉً ุชَุชَุนَู„َّู‚ُ ุจِุงู„ْุฅِู„َู‡ِ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ ุนِุดْุฑُูˆู†َ ูˆَุงุฌِุจَุงุชٍ ูˆَุนِุดْุฑُูˆู†َ ู…ُุณْุชَุญِูŠู„َุงุชٍ ูˆَูˆَุงุญِุฏَุฉٌ ุฌَุงุฆِุฒَุฉً ูˆَู‚َุฏْ ุชَู…َّ ุงู„ْู‚ِุณْู…ُ ุงู„ْุฃَูˆَّู„ُ ู…ِู†ْ ู‡َุฐَุง ุงู„ْูَู†ِّ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ْุฅِู„َู‡ِูŠَّุงุชُ.

Maka ini adalah empat puluh satu aqidah yang berkaitan dengan Allah (Azza wa Jalla), dua puluh wajib, dua puluh mustahil, dan satu jaiz. Maka sempurnalah bagian pertama dari fan ini, yaitu Ilahiyat.

๐Ÿ“– HALAMAN 36

CATATAN KAKI :

CATATAN PENTING ABI :
ุชَู…َุงู…ُ ุงู„ْุฅِู„َู‡ِูŠَّุงุชِ ุจِุฅِุญْุฏَู‰ ูˆَุฃَุฑْุจَุนِูŠู†َ ุนَู‚ِูŠุฏَุฉً ู‡ُูˆَ ุฃَุตْู„ُ ุงู„ุชَّูˆْุญِูŠุฏِ، ูˆَูƒُู„ُّ ู…َุง ุณِูˆَู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุญَุงุฏِุซٌ ุจِู…َุดِูŠุฆَุชِู‡ِ ูˆَูَุงุฆِุถٌ ู…ِู†ْ ุนَุฏْู„ِู‡ِ ู„َุง ูˆُุฌُูˆุจَ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ. [ุฃَุจِูŠ ุทَุคُูُูˆุฑ]
Sempurnanya pembahasan Ilahiyat dengan 41 fondasi akidah adalah akar ketauhidan. Segala sesuatu selain Allah adalah baru (hadits) dengan kehendak-Nya dan merupakan limpahan dari keadilan-Nya, tidak ada kewajiban apa pun bagi-Nya. [Abi Thoufur]
๐Ÿ“ Mufrodat & Analisis Istilah Ilahiyat
ุงู„ْู…ُู…ْูƒِู†ُ (Al-Mumkin) Segala sesuatu yang secara akal boleh ada (wujud) dan boleh tidak ada (ุนุฏู…), mencakup seluruh makhluk dan alam semesta beserta isinya.
ูَุงุฆِุถٌ ู…ِู†ْ ุนَุฏْู„ِู‡ِ (Fรข'idhun min 'Adlihi) Limpahan murni dari keadilan Allah. Artinya, apa pun ketetapan makhluk (baik/buruk), lahir dari keadilan-Nya yang mutlak, bukan kezaliman.
ุญَุงุฏِุซٌ ุจِูِุนْู„ِู‡ِ (Hรขditsun bi-Fi'lihi) Sesuatu yang baru dan berproses, yang kemunculannya dari tiada menjadi ada murni karena ciptaan dan perbuatan Allah SWT.
ุตَูŠْุฑُูˆุฑَุฉُ ุงู„ْุฌَุงุฆِุฒِ (Shairรปratul-Jรข'iz) Berubahnya esensi sesuatu yang hukum asalnya 'boleh/jaiz' secara akal menjadi hukum lain yang bertolak belakang.
ุงู„ْุฅِู„َู‡ِูŠَّุงุชُ (Ilรขhiyyรขt) Sub-bab besar ilmu tauhid yang memetakan 41 akidah tentang sifat Allah: 20 yang wajib, 20 yang mustahil, dan 1 yang jaiz.

๐Ÿ’ก Pesan Khusus Abi buat Murid: "Alhamdulillah, Tong! Sampai baris ini, kita resmi khatam ngebahas bagian pertama dari Ilmu Tauhid, yaitu *Ilahiyat*. Total ada 41 pondasi akidah yang kudu nempel di luar kepala lu (20 wajib, 20 mustahil, plus 1 sifat jaiz ini). Inget baek-baek konsep *Sifat Jaiz*: Allah itu bebas mutlak! Mau bikin lu kaya atau miskin, mau nyiptain makhluk atau kagak, itu murni hak prerogatif Allah. Gak ada satu makhluk pun—bahkan malaikat sekalipun—yang bisa ngatur atau wajibin Allah.

Terus lu mungkin nanya: 'Bi, kok kekufuran dan maksiat di dunia kata kitab tetep ciptaan Allah?' Nah, secara *Akidah*, semua yang mungkin terjadi (baik maupun buruk) emang mutlak ciptaan-Nya. Tapi secara *Fiqih & Akhlak*, Allah udah ngasih lu modal akal dan syariat buat milih jalan yang bener. Keburukan yang ada di dunia itu bagian dari ujian dan limpahan keadilan alam semesta (*Faidh min 'Adlihi*), bukan berarti Allah zalim. Logika akalnya simpel: kalau Allah 'wajib' ngelakuin sesuatu buat makhluk, berarti Allah diatur dong? Padahal kalau diatur, sifat ke-Tuhanan-Nya jadi runtuh, dan itu *Muhal* (mustahil)! Makanya, kelar bab ini, kuatin tauhid lu, rapihin shalat lu, dan jangan suka ngeluh protes sama takdir Allah. Paham ya, Tong!"

« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

๐Ÿ“ธ Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

๐Ÿ“œOFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi