BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

TD 017

📖 NASKAH KITAB & TERJEMAH Syafaat Uzhma & Ma'rifatul Anbiya'
MATAN

وَأَنَّهُۥ ﷺ يَشْفَعُ فِيْ فَصْلِ الْقَضَاءِ،

Dan sesungguhnya beliau ﷺ memberikan syafaat dalam memutuskan perkara (fashlul qadha' di Padang Mahsyar).


SYARAH

(وَ) يَجِبُ أَنْ يُعْلَمَ (أَنَّهُۥ ﷺ يَشْفَعُ فِيْ فَصْلِ الْقَضَاءِ) أَيْ فِيْ الْقَضَاءِ الْفَاصِلِ بَيْنَ النَّاسِ. رُوِيَ أَنَّهُۥ إِذَا جَمَعَ اللهُ النَّاسَ فِيْ صَعِيْدٍ وَاحِدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَقْبَلَتِ النَّارُ يَرْكَبُ بَعْضُهَا بَعْضًا وَخَزَنَتُهَا يَكُفُ»نَهَا عَنِ النَّاسِ وَهِيَ تَقُوْلُ: وَعِزَّةِ رَبِّ| لَيُخْلِيَنَّ بَيْنِيْ وَبَيْنَ أَزْوَاجِيْ فَيَقُوْلُوْنَ لَهَا: وَمَنْ أَزْوَاجُكِ فَتَقُوْلُ: كُلُّ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ.

(Dan) wajib untuk diketahui (bahwasanya beliau ﷺ memberikan syafaat dalam fashlul qadha') yaitu dalam keputusan hukum yang memisahkan perkara di antara manusia. Diriwayatkan bahwa apabila Allah mengumpulkan seluruh manusia di satu hamparan tanah yang sama pada hari kiamat, neraka datang dalam keadaan apinya saling bergulung satu sama lain, sementara malaikat penjaganya menahannya agar tidak melalap manusia. Neraka itu berseru: "Demi keagungan Tuhanku, sungguh beri kelonggaran jalan antara aku dan pasangan-pasanganku!" Para malaikat bertanya: "Siapa pasangan-pasanganmu?" Neraka menjawab: "Setiap orang yang sombong lagi keras kepala."

فَلَا يَزَالُ النَّاسُ يَمُوْجُ بَعْضُهُمْ فِيْ بَعْضٍ أَلْفَ عَامٍ، وَاللهُ تَعَالَىٰ لَا يُكَلِّمُهُمْ كَلِمَةً وَاحِدَةً، فَيَشْتَدُّ الْهَوْلُ عَلَىٰ أَهْلِ الْمَوْقِفِ حَتَّىٰ يَتَمَنَّوُا الِانْصِرَافَ مِنْ هَٰذَا الْمَوْقِفِ وَلَوْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ.

Maka manusia senantiasa bergoncang serta bercampur baur satu sama lain selama seribu tahun, sedangkan Allah Ta'ala tidak berfirman kepada mereka satu patah kata pun. Maka kondisi mencekam (al-haul) menjadi kian memuncak atas orang-orang di Padang Mahsyar itu, hingga mereka berandai-andai untuk segera pergi dibubarkan dari tempat pemberhentian tersebut, walaupun harus menuju neraka Jahanam.

فَيَقُوْلُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ: اِذْهَبُوْا إِلَىٰ أَبِيْكُمْ آدَمَ، فَيَأْتُوْنَ آدَمَ، فَيَقُوْلُوْنَ يَا أَبَا الْبَشَرِ، الْأَمْرُ عَلَيْنَا شَدِيْدٌ، وَأَنْتَ الَّذِيْ خَلَقَكَ اللهُ بِيَدِهِۦ وَأَسْجَدَ لَكَ مَلَائِكَتَهُۥ وَنَفَخَ فِيْكَ مِنْ رُوْحِهِۦ، اِشْفَعْ لَنَا فِيْ فَصْلِ الْقَضَاءِ، اِشْفَعْ لَنَا إِلَىٰ رَبِّكَ لِيَقْضِيَ بَيْنَنَا فَيَقُوْلُ: لَسْتُ هُنَاكَ إِنِّ| قَدْ أُخْرِجْتُ مِنَ الْجَنَّةِ بِخَطِيْئَتِيْ، وَأَنَّهُۥ لَيْسَ يَهُمُّنِيَ الْيَوْمَ إِلَّا نَفْسِيْ، وَلَٰكِنْ عَلَيْكُمْ بِنُوْحٍ، فَإِنَّهُۥ أَوَّلُ الْمُرْسَلِيْنَ.

Lalu sebagian manusia berkata kepada sebagian yang lain: "Pergilah kalian kepada ayah kalian, Adam!" Maka mereka mendatangi Nabi Adam lalu berkata: "Wahai bapak seluruh manusia, keadaan yang menimpa kami sungguh teramat berat. Engkau adalah sosok yang Allah ciptakan langsung dengan kekuasaan-Nya, menyuruh malaikat-Nya bersujud kepadamu, dan meniupkan ruh ciptaan-Nya ke dalam dirimu. Berikanlah syafaat bagi kami dalam fashlul qadha', mintakanlah syafaat untuk kami kepada Tuhanmu agar Dia segera memutuskan perkara di antara kita!" Namun Nabi Adam menjawab: "Aku tidak berhak untuk urusan itu, sesungguhnya aku dahulu dikeluarkan dari surga karena kesalahanku, dan sungguh tidak ada yang kupikirkan hari ini melainkan keselamatan diriku sendiri. Akan tetapi, hendaklah kalian pergi menemui Nuh, karena sesungguhnya dia adalah rasul pertama."

فَيَأْتُوْنَ نُوْحًا وَيَقُوْلُوْنَ لَهُۥ: اِشْفَعْ لَنَا إِلَىٰ رَبِّكَ لِيَقْضِيَ بَيْنَنَا فَيَقُوْلُ: لَسْتُ هُنَاكَ إِنِّ| دَعَوْتُ دَعْوَةً أَغْرَقْتُ أَهْلَ الْأَرْضِ، وَأَنَّهُۥ لَيْسَ يَهُمُّنِيَ الْيَوْمَ إِلَّا نَفْسِيْ، وَلَٰكِنِ ائْتُوْا إِبْرَٰهِيْمَ الَّذِيِ اتَّخَذَهُ اللهُ خَلِيْلًا.

Maka mereka mendatangi Nabi Nuh dan berkata kepadanya: "Mintakanlah syafaat untuk kami kepada Tuhanmu agar Dia memutuskan perkara di antara kita!" Nabi Nuh menjawab: "Aku tidak berhak untuk urusan itu, sesungguhnya aku dahulu telah memanjatkan doa (keburukan) yang menenggelamkan seluruh penduduk bumi, dan sungguh tidak ada yang kupikirkan hari ini melainkan keselamatan diriku sendiri. Akan tetapi, datanglah kalian kepada Ibrahim, sosok yang telah Allah jadikan sebagai kekasih-Nya (Khalilullah)."

فَيَأْتُوْنَ إِبْرَٰهِيْمَ، فَيَقُوْلُوْنَ: اِشْفَعْ لَنَا إِلَىٰ رَبِّكَ لِيَقْضِيَ بَيْنَنَا، فَيَقُوْلُ: لَسْتُ هُنَاكَ، إِنِّ| قَدْ كَذِبْتُ فِيْ الْإِسْلَامِ ثَلَاثَ كَذِبَاتٍ، وَهِيَ قَوْلُهُۥ: ﴿إِنِّ| سَقِيْمٌ﴾(١) وَقَوْلُهُۥ: ﴿بَلْ فَعَلَهُۥ كَبِيْرُهُمْ هَٰذَا﴾(١)، وَقَوْلُهُۥ لِامْرَأَتِهِۦ: إِنَّهَا أُخْتِيْ، وَلَيْسَ يَهُمُّنِيَ الْيَوْمَ إِلَّا نَفْسِيْ، وَلَٰكِنِ ائْتُوْا مُوْسَى الَّذِيْ كَلَّمَهُ اللهُ تَكْلِيْمًا فَيَأْتُوْنَ مُوْسَىٰ فَيَقُوْلُ: لَسْتُ هُنَاكَ إِنِّ| قَتَلْتُ نَفْسًا بِغَيْرِ حَقٍّ لَيْسَ يَهُمُّنِيَ الْيَوْمَ إِلَّا نَفْسِيْ، وَلَٰكِنِ ائْتُوْا عِيسَىٰ رُوْحَ اللهِ وَكَلِمَتَهُۥ.

Maka mereka mendatangi Nabi Ibrahim dan berkata: "Mintakanlah syafaat untuk kami kepada Tuhanmu agar Dia memutuskan perkara di antara kita!" Nabi Ibrahim menjawab: "Aku tidak berhak untuk urusan itu, sesungguhnya aku dahulu pernah berbohong dalam Islam sebanyak tiga kali kebohongan (demi siasat da'wah)," yaitu perkataannya: *"Sesungguhnya aku sakit"* (1), dan perkataannya: *"Sebenarnya patung besar itulah yang melakukannya"* (1), serta perkataannya kepada istrinya (Sayyidah Sarah): "Sesungguhnya dia adalah saudara perempuanku." Dan tidak ada yang kupikirkan hari ini melainkan keselamatan diriku sendiri. Akan tetapi, datanglah kalian menemui Musa, sosok yang Allah ajak bicara secara langsung." Maka mereka mendatangi Nabi Musa, lalu ia berkata: "Aku tidak berhak untuk urusan itu, sesungguhnya aku dahulu pernah membunuh satu jiwa tanpa hak, tidak ada yang kupikirkan hari ini melainkan keselamatan diriku sendiri. Akan tetapi, datanglah kalian menemui Isa, ruh ciptaan Allah dan kalimat-Nya."

فَيَأْتُوْنَهُۥ، فَيَقُوْلُ: إِنِّ| اتُّخِذْتُ وَأُمِّ| إِلَٰهَيْنِ مِنْ دُوْنِ اللهِ، وَإِنِّ| لَا يَهُمُّنِيَ الْيَوْمَ إِلَّا نَفْسِيْ، وَلَٰكِنْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كَانَ لِأَحَدِكُمْ بِضَاعَةٌ فَجَعَلَهَا فِيْ كِيْسٍ ثُمَّ خَتَمَ عَلَيْهَا أَكَانَ يُصَلُّ إِلَىٰ مَا فِيْ الْكِيْسِ حَتَّىٰ يُفَضَّ الْخَتْمُ فَيَقُوْلُوْنَ: لَا، فَيَقُوْلُ: إِنَّ مُحَمَّدًا ﷺ خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ، وَقَدْ وَافَى الْيَوْمَ، وَقَدْ غَفَرَ اللهُ لَهُۥ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِۦ وَمَا تَأَخَّرَ، اِئْتُوْهُ.

Maka mereka mendatangi Nabi Isa, lalu ia berkata: "Sesungguhnya aku dan ibuku dahulu pernah dijadikan sebagai dua tuhan selain Allah oleh manusia, dan sungguh tidak ada yang kupikirkan hari ini melainkan keselamatan diriku sendiri. Namun, bagaimana pendapat kalian sekiranya salah seorang dari kalian memiliki barang berharga lalu memasukkannya ke dalam kantong kantung kemudian menyegelnya? Apakah isi di dalam kantong itu bisa tersentuh sebelum segelnya dibuka?" Mereka menjawab: "Tidak." Nabi Isa berkata: "Sesungguhnya Muhammad ﷺ adalah penutup para nabi, dan ia telah hadir pada hari ini, serta Allah telah mengampuni dosanya yang telah lalu maupun yang akan datang, pergilah kalian kepadanya!"

فَيَأْتُوْنَهُۥ، فَيَقُوْلُ: أَنَا لَهَا، أُمَّتِيْ أُمَّتِيْ، ثُمَّ يَخِرُّ سَاجِدًا تَحْتَ الْعَرْشِ كَسُجُوْدِ الصَّلَاةِ فَيُقَالُ: يَا مُحَمَّدُ، اِرْفَع| رَأْسَكَ وَسَلْ تُعْطَ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ، فَيَرْفَعُ رَأْسَهُۥ، يَشْفَعُ فِيْ فَصْلِ الْقَضَاءِ.

Maka umat manusia pun berbondong-bondong mendatangi beliau ﷺ, lalu Rasulullah bersabda: "Akulah yang berhak memegang urusan syafaat itu! Umatku, umatku!" Kemudian beliau tersungkur bersujud di bawah Arsy sebagaimana gerakan sujud di dalam shalat. Lalu diserukan kepada beliau: "Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu! Mintalah niscaya dikabulkan, dan berikanlah syafaat niscaya syafaatmu diterima!" Maka beliau mengangkat kepalanya, lalu memberikan syafaat dalam memutuskan perkara hukum (fashlul qadha').

ثُمَّ إِنَّ أَهْلَ الْمَوْقِفِ يَنْصَرِفُوْنَ مِنْ هَٰذَا الْمَوْقِفِ إِلَىٰ الْحِسَابِ، وَلَا يَنَالُ شَيْءٌ مِنْ هَٰذَا الْهَوْلِ الْأَنْبِيَاءَ وَالْأَوْلِيَاءَ وَلَا سَائِرَ الْعُلَمَاءِ، لِقَوْلِهِۦ تَعَالَىٰ: ﴿لَا يَحْزُنُهُمُ الْفَزَعُ الْأَكْبَرُ﴾(٢) فَهُمْ آمِنُوْنَ مِنْ عَذَابِ اللهِ لَٰكِنَّهُمْ يَخَافُوْنَ خَوْفَ إِجْلَالٍ وَإِعْظَامٍ.

Kemudian setelah itu, seluruh orang di Padang Mahsyar dibubarkan dari tempat tersebut untuk menuju tahap perhitungan amal (hisab). Dan kedahsyatan kiamat (al-haul) ini sedikit pun tidak akan menimpa para nabi, para wali, serta seluruh ulama, berdasarkan firman Allah Ta'ala: *"Mereka tidak disedihkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat)"* (2). Maka mereka berada dalam kondisi aman dari azab Allah, melainkan rasa takut yang mereka rasakan hanyalah bentuk rasa takut yang berlandaskan pengagungan dan pemuliaan (khaufu ijlal).

وَقِيْلَ: إِنَّ الَّذِيْ يَذْهَبُ إِلَىٰ الْأَنْبِيَاءِ لِطَلَبِ الشَّفَاعَةِ رُؤَسَاءُ أَهْلِ الْمَوْقِفِ وَمَا بَيْنَ إِتْيَانِهِمْ مِنْ نَبِيٍّ إِلَىٰ نَبِيٍّ أَلْفُ عَامٍ، وَقِيْلَ: الَّذِيْ يَسْعَىٰ لِلْأَنْبِيَاءِ فِي| طَلَبِ الشَّفَاعَةِ الْعُلَمَاءُ الْعَامِلُوْنَ، وَهَٰذِهِ الشَّفَاعَةُ تَعُمُّ جَمِيْعَ الْخَلْقِ مِنْ إِنْسٍ وَجِنٍّ وَمُؤْمِنٍ وَكَافِرٍ مِنْ هَٰذِهِ الْأُمَّةِ وَمِنْ غَيْرِهَا.

Dan ada pendapat yang menyatakan: Bahwa sesungguhnya yang pergi menemui para nabi untuk meminta bantuan syafaat itu hanyalah para pemimpin perwakilan dari manusia di Mahsyar, dan jarak rentang waktu perpindahan mereka dari satu nabi ke nabi berikutnya adalah seribu tahun. Pendapat lain menyatakan: Yang berjalan menemui para nabi demi menuntut syafaat adalah para ulama yang mengamalkan ilmunya ('ulama al-'amilun). Dan syafaat (fashlul qadha') ini mencakup seluruh makhluk, baik dari golongan manusia, jin, mukmin, hingga orang kafir, baik yang termasuk dari umat ini (umat nabi Muhammad) maupun umat yang lain.

وَلِذَٰلِكَ تُسَمَّى الشَّفَاعَةَ الْعُظْمَىٰ، وَهِيَ أَوَّلُ الْمَقَامِ الْمَحْمُوْدِ، أَيِ الَّذِيْ يَحْمَدُهُۥ فِيْهِ الْأَوَّلُوْنَ وَالْآخِرُوْنَ، وَآخِرُهُۥ اسْتِقْرَارُ أَهْلِ الْجَنَّةِ فِيْ الْجَنَّةِ وَأَهْلِ النَّارِ فِيْ النَّارِ، وَتَجْتَمِعُ الْأَنْبِيَاءُ حِيْنِئِذٍ تَحْتَ لِوَائِهِۦ ﷺ.

Dan oleh karena keluasan cakupannya itulah, ia dinamakan sebagai Syafaat Uzhma (Syafaat Terbesar). Syafaat ini merupakan awal pembuka kedudukan mulia yang terpuji (Al-Maqam al-Mahmud), yaitu suatu kedudukan yang mana seluruh manusia dari generasi awal hingga akhir memuji beliau ﷺ atasnya. Sedangkan puncaknya adalah ditetapkannya penduduk surga menetap di dalam surga dan penduduk neraka berada di neraka, dan seluruh nabi pada saat itu berkumpul bernaung di bawah panji bendera kepemimpinan beliau ﷺ.

MATAN

وَهَٰذِهِ الشَّفَاعَةُ مُخْتَصَّةٌ بِهِۦ ﷺ. وَمِمَّا يَجِبُ أَيْضًا أَنْ يَعْرِفَ الرُّسُلَ الْمَذْكُوْرِيْنَ فِيْ الْقُرْآنِ تَفْصِيْلًا، وَأَمَّا غَيْرُهُمْ فَيَجُبُ عَلَيْهِ أَنْ يَعْرِفَهُمْ إِجْمَالًا، وَقَدْ نَظَمَ بَعْضُهُمُ الْأَنْبِيَاءَ الَّذِيْنَ تَجِبُ مَعْرِفَتُهُمْ تَفْصِيْلًا، فَقَالَ:

Dan jenis syafaat (Syafaat Uzhma) ini adalah kekhususan bagi beliau ﷺ. Dan di antara perkara yang wajib pula adalah mengetahui para rasul yang disebutkan namanya di dalam Al-Qur'an secara terperinci (tafshili). Adapun nabi selain mereka, maka wajib baginya untuk mengetahuinya secara garis besar (ijmali). Sungguh, sebagian ulama telah merangkai sebuah nazham syair mengenai nama para nabi yang wajib diketahui secara terperinci tersebut, ia berkata:


SYARAH

(وَهَٰذِهِ الشَّفَاعَةُ مُخْتَصَّةٌ بِهِۦ ﷺ) وَلَهُۥ شَفَاعَاتٌ أُخْرَىٰ، بَلْ وَلِغَيْرِهِۦ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْعُلَمَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ، إِلَّا أَنَّهُۥ ﷺ الَّذِيْ يُفْتَحُ لَهُمْ بَابَ الشَّفَاعَةِ لِأَنَّهُمْ لَا يَتَجَاسَرُوْنَ عَلَى الشَّفَاعَةِ قَبْلَهُۥ لِعِظَمِ الْجَلَالِ يَوْمَئِذٍ.

(Dan jenis syafaat ini adalah kekhususan bagi beliau ﷺ). Beliau ﷺ juga mempunyai bentuk-bentuk syafaat lainnya, bahkan nabi-nabi lain, ulama, serta orang-orang shaleh juga memiliki hak syafaat. Hanya saja, beliau ﷺ lah sosok pertama yang dibukakan pintu gerbang syafaat bagi mereka semuanya, dikarenakan tidak ada satu pun yang berani melangkah mengajukan syafaat mendahului beliau lantaran betapa agungnya kewibawaan Allah pada hari kiamat tersebut.

(وَمِمَّا يَجِبُ أَيْضًا أَنْ يَعْرِفَ الرُّسُلَ الْمَذْكُوْرِيْنَ فِيْ الْقُرْآنِ تَفْصِيْلًا) وَيَكْفِيْ فِيْ الْإِيمَانِ بِكُلِّ مِنْهُمْ أَنْ يَكُوْنَ بِحَيْثُ لَوْ سُئِلَ عَنْ رِسَالَتِهِۦ لَاعْتَرَفَ بِهَا، فَلَا يَجِبُ أَنْ يَسْرُدَهُمْ عَنْ حِفْظٍ.

(Dan di antara perkara yang wajib pula adalah mengetahui para rasul yang disebutkan namanya di dalam Al-Qur'an secara terperinci). Dan sejatinya sudah mencukupi dalam syarat iman kepada masing-masing nabi tersebut, apabila sekiranya ia ditanya mengenai kerasulan nabi itu niscaya ia membenarkannya. Maka tidak ada kewajiban mutlak bagi dirinya untuk mampu menyebutkan runtunan nama-nama mereka di luar kepala (hafalan cangkem).

وَمَنْ أَنْكَرَ وَاحِدًا مِنْهُمْ بَعْدَ أَنْ عَلِمَهُۥ كَفَرَ بِخِلَافِ مَا لَوْ سُئِلَ عَنْهُ اِبْتِدَاءً، فَقَالَ: لَا أَعْرِفُهُۥ، فَلَا يَكْفُرُ.

Dan barang siapa yang mengingkari eksistensi salah seorang dari nabi-nabi tersebut setelah ia mengetahuinya, maka ia dihukumi kafir. Berbeda halnya apabila ia ditanya tentang nama nabi itu sejak awal mula lalu ia menjawab: "Aku tidak mengetahuinya," maka ia tidak dihukumi kafir.

(وَأَمَّا غَيْرُهُمْ) مِنَ الرُّسُلِ وَالْأَنْبِيَاءِ (فَيَجِبُ عَلَيْهِ) أَيْ كُلِّ مُكَلَّفٍ (أَنْ يَعْرِفَهُمْ) أَيْ غَيْرَ الْمَذْكُوْرِيْنَ فِيْ الْقُرْآنِ (إِجْمَالًا) فَيَجِبُ التَّصْدِيْقُ بِأَنَّ لِلَّهِ رُسُلًا وَأَنْبِيَاءَ عَلَى الْإِجْمَالِ لَا يَعْلَمُ عَدَدَهُمْ إِلَّا اللهُ فَهُمْ غَيْرُ مَحْصُوْرِيْنَ لَنَا (وَقَدْ نَظَمَ بَعْضُهُمُ الْأَنْبِيَاءَ الَّتِيْ تَجِبُ مَعْرِفَتُهُمْ تَفْصِيْلًا، فَقَالَ:)

(Adapun nabi selain mereka) dari kalangan utusan dan nabi (maka wajib baginya) yaitu setiap mukalaf (untuk mengetahuinya) maksudnya nabi-nabi yang tidak dicantumkan namanya di dalam Al-Qur'an (secara garis besar). Maka ia wajib membenarkan dalam hati bahwa Allah mutlak memiliki para rasul dan nabi secara global yang tidak ada yang mengetahui jumlah pastinya melainkan Allah, jumlah mereka tidak terbatas bagi pengetahuan kita. (Sungguh, sebagian ulama telah merangkai nazham mengenai nama-nama nabi yang wajib diketahui secara terperinci tersebut, ia berkata:)

CATATAN KAKI :

(١) سُورَةُ الصَّافَّاتِ: ٨٩، سُورَةُ الْأَنْبِيَاءِ: ٦٣.

(1)  Surah As-Saffat: 89 dan Surah Al-Anbiya': 63.

(٢) سُورَةُ الْأَنْبِيَاءِ: ١٠٣.

(2)  Surah Al-Anbiya': 103.
CATATAN PENTING ABI :
عَظَمَةُ الشَّفَاعَةِ الْعُظْمَىٰ لِرَسُولِ اللهِ ﷺ تُظْهِرُ عُلُوَّ مَقَامِهِ عِنْدَ الْخَالِقِ وَتُوجِبُ تَعْظِيمَهُ وَمَعْرِفَةَ الْأَنْبِيَاءِ تَفْصِيلًا وَإِجْمَالًا أَصْلٌ مِنْ أُصُولِ الْإِيمَانِ. [أَبِي طَؤُفُور]
Keagungan Syafaat Uzhma milik Rasulullah ﷺ menyingkap tingginya kedudukan beliau di hadapan Sang Pencipta dan mewajibkan kita mengagungkannya. Sementara mengetahui nabi secara tafshili dan ijmali merupakan pilar pokok dari keimanan. [Abi Thoufur]
📍 Mufrodat & Pesan Khusus Abi Thoufur
فَصْلُ الْقَضَاءِ (Fashlul Qadha') Keputusan hukum yang adil dan mutlak dari Allah SWT untuk memisahkan serta menyelesaikan perkara di antara seluruh makhluk di Padang Mahsyar.
الْمَقَامُ الْمَحْمُوْدُ (Al-Maqam al-Mahmud) Kedudukan mulia lagi terpuji di sisi Allah yang dikhususkan hanya untuk Rasulullah ﷺ, di mana seluruh makhluk dari awal sampai akhir memuji beliau.
خَوْفُ إِجْلَالٍ (Khaufu Ijlal) Rasa takut yang bersumber dari rasa hormat, ketakjuban, dan pengagungan yang luar biasa terhadap kebesaran Allah, bukan ketakutan karena siksaan.
مَعْرِفَةٌ تَفْصِيْلِيَّةٌ (Ma'rifah Tafshiliyah) Kewajiban mengetahui secara rinci nama-nama Nabi dan Rasul yang disebutkan dalam Al-Qur'an (25 Nabi) beserta membenarkan risalah mereka.

💡 Pesan Khusus Abi buat Murid: "Bayangin deh tong, di Padang Mahsyar nanti situasinya super mencekam, matahari dideketin, manusia mandi keringat sampai bergoncang kebingungan selama ribuan tahun! Bahkan nabi-nabi besar sekelas Ulul Azmi pun angkat tangan dan fokus sama keselamatan diri masing-masing. Nah, di saat genting itulah, cuman Rasulullah ﷺ, nabi kita tercinta, yang maju sambil berseru: *'Umatku, umatku!'* demi ngebuka pintu Syafaat Uzhma. Kurang baik apa coba beliau sama kita? Makanya, lu sebagai anak muda jangan males buat kenal sama jalur silsilah nabi-nabi kita. Wajib hukumnya tahu 25 Nabi secara detail (tafshili) dan sisanya secara global (ijmali). Jangan cuman hafal nama artis atau pemain bola luar negeri doang, tapi buta sama sejarah nabi sendiri. Yuk, banyakin shalawat biar batin kita makin deket sama panji Rasulullah ﷺ nanti!"

« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi