BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

TD 019

📖 NASKAH KITAB & TERJEMAH Keutamaan Generasi Salaf
MATAN

وَمِمَّا يَجِبُ اعْتِقَادُهُۥ أَيْضًا أَنَّ قَرْنَهُۥ أَفْضَلُ الْقُرُوْنِ، ثُمَّ الْقَرْنُ الَّذِيْ بَعْدَهُۥ، ثُمَّ الْقَرْنُ الَّذِيْ بَعْدَهُۥ.

Dan di antara perkara yang wajib diyakini pula bahwasanya zaman generasi beliau (Sahabat) adalah zaman abad yang paling utama, kemudian abad/generasi yang mengiringinya (Tabi'in), kemudian abad/generasi yang mengiringinya setelah itu (Tabi'ut Tabi'in).


HALAMAN 19 - SYARAH

(وَمِمَّا يَجِبُ اعْتِقَادُهُۥ أَيْضًا أَنَّ قَرْنَهُۥ ﷺ) (أَفْضَلُ الْقُرُوْنِ، ثُمَّ الْقَرْنُ الَّذِيْ بَعْدَهُۥ، ثُمَّ الْقَرْنُ الَّذِيْ بَعْدَهُ)، أَيْ يَجِبُ أَنْ يَعْتَقِدَ أَنَّ أَصْحَابَهُۥ ﷺ أَفْضَلُ الْقُرُوْنِ الْمُتَأَخِّرَةِ وَالْمُتَقَدِّمَةِ مَا عَدَا الْأَنْبِيَاءَ وَالرُّسُلَ لِقَوْلِهِۥ ﷺ: «إِنَّ اللهَ اخْتَارَ أَصْحَٰبِيْ عَلَى الْعَٰلَمِيْنَ سِوَى النَّبِيِّيْنَ وَالْمُرْسَلِيْنَ».

(Dan di antara perkara yang wajib diyakini pula bahwasanya zaman generasi beliau ﷺ) adalah (abad yang paling utama, kemudian abad yang mengiringinya, kemudian abad yang mengiringinya setelah itu). Maksudnya, wajib meyakini bahwa para sahabat beliau ﷺ merupakan generasi paling utama baik dari generasi umat terdahulu maupun yang belakangan, selain dari tingkatan para nabi dan rasul, berdasarkan sabda Nabi ﷺ: "Sesungguhnya Allah telah memilih para sahabatku di atas seluruh alam semesta, selain para nabi dan para rasul."

وَلَا يَخْفَىٰ تَرْجِيْحُ رُتْبَةِ مَنْ لَازَمَهُۥ ﷺ وَقَاتَلَ مَعَهُۥ وَقُتِلَ تَحْتَ رَايَتِهِۦ عَلَىٰ مَنْ لَمْ يَكُنْ كَذَٰلِكَ، وَإِنْ كَانَ شَرَفُ الصُّحْبَةِ حَاصِلًا لِلْجَمِيْعِ.

Dan tidak samar lagi keunggulan derajat orang yang senantiasa menyertai beliau ﷺ, berjuang bersamanya, dan gugur di bawah panji benderanya, atas orang yang tidak memiliki andil demikian; walaupun kemuliaan predikat sebagai sahabat tetap diperoleh bagi semuanya.

وَالْقَرْنُ: أَهْلُ زَمَانٍ وَاحِدٍ مُتَقَارِبٍ اشْتَرَكُوْا فِيْ أَمْرٍ مِنَ الْأُمُوْرِ الْمَقْصُوْدَةِ، كَالصُّحْبَةِ، فَإِنَّهُمُ اشْتَرَكُوْا فِيْ الصُّحْبَةِ وَهَٰكَذَا مَنْ بَعْدَهُمْ. ثُمَّ إِنَّ رُتْبَةَ التَّابِعِيْنَ عَلَىٰ رُتْبَةِ الصَّحَابَةِ.

Dan al-qarn (abad/generasi) bermakna: Orang-orang yang hidup pada satu masa yang berdekatan/bersamaan, yang mana mereka berserikat dalam suatu urusan fundamental yang dituju, seperti kebersahabatan (shuhbah); karena sesungguhnya mereka bersama-sama mengalaminya, dan begitupun keadaan generasi setelah mereka. Kemudian sesungguhnya tingkatan para Tabi'in berada langsung (di bawah) tingkatan para Sahabat.

وَالتَّابِعِيُّ: مَنِ اجْتَمَعَ بِالصَّحَابِيِّ اجْتِمَاعًا مُتَعَارَفًا، وَلَا يُشْتَرَطُ فِيْهِ طُوْلُ الِاجْتِمَاعِ كَمَا فِيْ الصَّحَابِيِّ مَعَ النَّبِيِّ ﷺ وَلَا يُشْتَرَطُ التَّمْيِيْزُ فِيْ التَّابِعِيِّ، كَمَا لَا يُشْتَرَطُ فِيْ الصَّحَابِيِّ.

Dan Tabi'i adalah: Orang yang bertemu dengan Sahabat dalam suatu perjumpaan yang sewajarnya diakui, dan tidak dipersyaratkan lamanya durasi perjumpaan sebagaimana syarat Sahabat saat bersama Nabi ﷺ. Serta tidak pula dipersyaratkan batas tamyiz pada seorang Tabi'i ketika perjumpaan itu terjadi, sebagaimana hal tersebut juga tidak dipersyaratkan dalam definisi Sahabat.

وَأَفْضَلُ التَّابِعِيْنَ أُوَيْسُ الْقَرَنِيُّ، كَمَا أَنَّ أَفْضَلَ التَّابِعَاتِ حَفْصَةُ بِنْتُ سِيرِينَ، عَلَىٰ خِلَافٍ فِيْ الْمَسْأَلَةِ. ثُمَّ إِنَّ رُتْبَةَ أَتْبَاعِ التَّابِعِيْنَ تَلِيْ رُتْبَةَ التَّابِعِيْنَ مِنْ غَيْرِ تَرَاخٍ كَبِيْرٍ.

Dan Tabi'in yang paling utama adalah Uwais al-Qarani, sebagaimana Tabi'at (Tabi'in wanita) yang paling utama adalah Hafshah binti Sirin, meskipun terdapat perbedaan pendapat ulama di dalam masalah ini. Kemudian sesungguhnya tingkatan Tabi'ut Tabi'in (pengikut Tabi'in) mengiringi langsung tingkatan para Tabi'in tanpa jeda waktu pemisah yang lama.

وَالْأَصْلُ فِيْ ذَٰلِكَ قَوْلُهُۥ ﷺ: «خَيْرُ أُمَّتِيْ الْقَرْنُ الَّذِيْنَ يَلُوْنَنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ»، وَظَاهِرُهُۥ أَنَّ مَا بَعْدَ الْقُرُوْنِ الثَّلَاثَةِ سَوَاءٌ فِيْ الْفَضِيْلَةِ كَمَا وَرَدَ فِيْ الْحَدِيْثِ: «مَثَلُ هٰذِهِ الْأُمَّةِ مَثَلُ الْمَطَرِ، لَا يُدْرَىٰ أَوَّلُهُۥ خَيْرٌ أَوْ آخِرُهُۥ». وَيَعْتَقِدُ أَهْلُ السُّنَّةِ أَنَّ أُمَّةَ مُحَمَّدٍ ﷺ خَيْرُ الْأُمَمِ أَجْمَعِيْنَ، وَأَفْضَلُهُمْ أَهْلُ الْقَرْنِ الَّذِيْنَ شَاهَدُوْهُ وَآمَنُوْا بِهِۦ، وَصَدَّقُوْوهُ وَبَايَعُوْهُ وَتَابَعُوْهُ وَقَاتَلُوْا بَيْنَ يَدَيْهِ وَفَدَوْهُ بِأَنْفُسِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ.

Dan dalil dasar mengenai hal tersebut adalah sabda Nabi ﷺ: "Sebaik-baik umatku adalah generasi yang hidup bersamaku, kemudian generasi setelah mereka, kemudian generasi setelah mereka." Dan makna lahiriah hadits ini menunjukkan bahwa masa setelah tiga generasi utama tersebut dihukumi setara dalam nilai keutamaannya, sebagaimana keterangan yang datang di dalam hadits: "Permisalan umatku ini bagaikan air hujan, tidak diketahui apakah yang pertamanya yang lebih baik ataukah yang terakhirnya." Dan ikhtiar keyakinan Ahlussunnah memantapkan bahwa umat Muhammad ﷺ adalah umat yang terbaik di antara seluruh umat manusia, dan yang paling utama di antara mereka adalah generasi abad yang menyaksikan beliau secara langsung serta beriman kepadanya, membenarkannya, membaiatnya, mengikutinya, berjuang di hadapannya, dan menebus keselamatan beliau dengan jiwa maupun harta benda mereka, serta memuliakan dan menolongnya.

وَأَفْضَلُ هٰذَا الْقَرْنِ أَهْلُ الْحُدَيْبِيَةِ الَّذِيْنَ بَايَعُوْهُ بَيْعَةَ الرِّضْوَانِ فَهُمْ أَلْفٌ وَأَرْبَعُمِائَةِ رَجُلٍ، وَأَفْضَلُهُمْ أَهْلُ أُحُدٍ وَهُمْ سَبْعُمِائَةٍ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَأَفْضَلُهُمْ أَهْلُ بَدْرٍ، وَهُمْ ثَلَاثُمِائَةٍ وَثَلَاثَةَ عَشَرَ رَجُلًا، وَأَفْضَلُهُمْ الْأَرْبَعُوْنَ أَهْلُ دَارِ الْخَيْزُرَانِ، وَأَفْضَلُهُمُ الْعَشَرَةُ الَّذِيْنَ شَهِدَ لَهُمُ النَّبِيُّ ﷺ بِالْجَنَّةِ وَهُمْ: أَبُوْ بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ وَعَلِيٌّ وَطَلْحَةُ وَالزُّبَيْـرُ وَعَبْدُ الرَّحْمٰنِ بْنُ عَوْفٍ وَسَعْدٌ وَسَعِيْدٌ وَأَبُوْ عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ.

Dan yang paling utama dari generasi sahabat ini adalah Ahlu Hudaibiyah yang mengikrarkan baiat kepada beliau dalam peristiwa Baiatur Ridhlwan, yang mana jumlah mereka sebanyak seribu empat ratus orang laki-laki; dan yang paling utama dari mereka adalah Ahlu Uhud yaitu sebanyak tujuh ratus orang dari kalangan mukminin; dan yang paling utama dari mereka adalah Ahlu Badr yaitu sebanyak tiga ratus tiga belas orang laki-laki; dan yang paling utama dari mereka adalah empat puluh orang pertama yang berada di Darul Khaizuran; dan yang paling utama dari sekalian mereka adalah sepuluh orang (al-Asyarah al-Mubasysyaruna bil Jannah) yang dipersaksikan oleh Nabi ﷺ sebagai penghuni surga, yaitu: Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah, Az-Zubair, Abdurrahman bin Auf, Saad, Said, dan Abu Ubaidah bin al-Jarrah.

وَأَفْضَلُ هٰؤُلَاءِ الْعَشَرَةِ الْخُلَفَاءُ الرَّاشِدُوْنَ الْأَرْبَعَةُ الْأَخْيَارُ، وَأَفْضَلُهُمْ عَلَىٰ حَسَبِ تَرْتِيْبِهِمْ فِيْ الْخِلَافَةِ وَهِيَ النِّيَابَةُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ فِيْ عُمُوْمِ مَصَالِحِ الْمُؤْمِنِيْنَ، فَأَفْضَلُهُمْ أَبُوْ بَكْرٍ، ثُمَّ عُمَرُ، ثُمَّ عُثْمَانُ ثُمَّ عَلِيٌّ، وَلِهٰؤُلَاءِ الْأَرْبَعَةِ فِيْ مُدَّةِ الْخِلَافَةِ ثَلَاثُوْنَ سَنَةً، كَمَا قَالَ ﷺ: «الْخِلَافَةُ بَعْدِيْ ثَلَاثُوْنَ ثُمَّ تَصِيْرُ مُلْكًا عَضُوْضًا» أَيْ ذَا عَضٍّ وَتَضْيِيْقٍ، لِأَنَّ الْمُلُوْكَ يَضُرُّوْنَ بِالرَّعِيَّةِ، حَتَّىٰ كَأَنَّهُمْ يَعَضُّوْنَ عَضًّا.

Dan yang paling utama di antara sepuluh orang pilihan tersebut adalah Khulafaur Rasyidin yang empat yang merupakan manusia-manusia terbaik, dan keutamaan mereka didasarkan atas urutan masa kekhalifahan mereka—yang mana khilafah itu bermakna perwakilan (deputi) dari Nabi ﷺ dalam mengurusi kemaslahatan umum kaum mukminin. Maka yang paling utama adalah Abu Bakar, kemudian Umar, kemudian Utsman, lalu Ali. Dan bagi keempat tokoh ini, masa total kedudukan kekhalifahan mereka berlangsung selama tiga puluh tahun, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: "Kekhalifahan setelahku masanya tiga puluh tahun, kemudian setelah itu akan berubah menjadi kerajaan yang menggigit (mulkan 'adhudhan)", maksudnya kerajaan yang sarat dengan pemaksaan dan kesewenang-wenangan, karena para raja bertindak menindas rakyatnya seolah-olah mereka menggigit dengan gigitan yang keras.

فَالْمُرَادُ أَنَّهُۥ ذُوْ تَضْيِيْقٍ وَمَشَقَّةٍ عَلَى الرَّعِيَّةِ، فَتَوَلَّى الْخِلَافَةَ بَعْدَ النَّبِيِّ ﷺ أَبُوْ بَكْرٍ ؓ سَنَتَيْنِ وَثَلَاثَةَ أَشْهُرٍ وَعَشَرَةَ أَيَّامٍ، وَتَوَلَّاهَا عُمَرُ ؓ عَشْرًا، وَتَوَلَّاهَا عُثْمَانُ ؓ اِثْنَتَيْ عَشْرَةَ، وَتَوَلَّاهَا عَلِيٌّ ؓ سِتًّا، وَقِيْلَ: لَمْ تَكْمُلِ الْمُدَّةُ الَّتِيْ قَدَّرَهَا النَّبِيُّ ﷺ إِلَّا بِخِلَافَةِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ ؓ.

Maka maksudnya adalah kekuasaan yang mendatangkan kesempitan hidup dan beban berat atas rakyatnya. Adapun yang memangku jabatan khilafah setelah wafatnya Nabi ﷺ adalah Abu Bakar Radhiallahu 'Anhu selama dua tahun, tiga bulan, sepuluh hari; kemudian kepemimpinan dipegang oleh Umar Radhiallahu 'Anhu selama sepuluh tahun, lalu diemban oleh Utsman Radhiallahu 'Anhu selama dua belas tahun, dan dipimpin oleh Ali Radhiallahu 'Anhu selama enam tahun. Dan dikatakan pula: Bahwasanya rentang waktu masa khilafah yang telah ditetapkan takarannya oleh Nabi ﷺ tersebut tidak genap (sempurna 30 tahun) melainkan barulah lengkap setelah digabungkan dengan masa kekhalifahan al-Hasan bin Ali Radhiallahu 'Anhuma.

ثُمَّ تَوَلَّاهَا مُعَاوِيَةُ بْنُ أَبِيْ سُفْيَانَ تِسْعَ عَشْرَةَ سَنَةً وَقَالَ مُعَاوِيَةُ: أَنَا أَوَّلُ الْمُلُوْكِ، وَخِلَافَتُهُۥ صَحِيْحَةٌ بَعْدَ مَوْتِ عَلِيِّ ؓ، وَبَعْدَ خَلْعِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ نَفْسَهُۥ عَنِ الْخِلَافَةِ وَتَسْلِيْمِهَا إِلَىٰ مُعَاوِيَةَ وَخِلَافَتُهُۥ مَذْكُوْرَةٌ فِيْ قَوْلِ النَّبِيِّ ﷺ وَهُوَ مَا رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ أَنَّهُۥ قَالَ: «تَدُوْرُ رَحَى الْإِسْلَامِ خَمْسًا وَثَلَاثِيْنَ سَنَةً أَوْ سِتًّا وَثَلَاثِيْنَ أَوْ سَبْعًا وَثَلَاثِيْنَ».

Kemudian kepemimpinan dipegang oleh Mu'awiyah bin Abi Sufyan selama sembilan belas tahun, dan Mu'awiyah berkata: "Aku adalah raja yang pertama", dan masa kekuasaannya dinilai sah setelah wafatnya Ali Radhiallahu 'Anhu serta setelah al-Hasan bin Ali melepaskan kedudukan dirinya sendiri dari jabatan khilafah untuk kemudian menyerahkan urusannya kepada Mu'awiyah. Keabsahan kekuasaannya ini diisyaratkan pula dalam sabda Nabi ﷺ, yaitu berdasarkan riwayat dari Nabi ﷺ bahwasanya beliau bersabda: "Poros kejayaan Islam akan terus berputar kokoh selama tiga puluh lima tahun, atau tiga puluh enam tahun, atau tiga puluh tujuh tahun."

وَالْمُرَادُ بِالرَّحَىٰ فِيْ الْحَدِيْثِ الْقُوَّةُ فِيْ الدِّيْنِ وَالْخَمْسُ وَالْخَمْسُوْنَ سِنِيْنَ الْفَاضِلَةَ مِنَ الثَّلَاثِيْنَ، فَهِيَ مِنْ جُمْلَةِ خِلَافَةِ مُعَاوِيَةَ إِلَىٰ تَمَامِ تِسْعَ عَشْرَةَ سَنَةً وَشُهُوْرٍ، لِأَنَّ الثَّلَاثِيْنَ كَمُلَتْ بِعَلِيٍّ ؓ.

Dan yang dimaksud dengan kata ar-raha (poros/gilingan) di dalam hadits tersebut adalah kekuatan kejayaan di dalam urusan agama. Adapun bilangan tahun yang utama tersebut merupakan kelanjutan dari masa tiga puluh tahun, yang mana masa itu masuk ke dalam jajaran kurun kepemimpinan Mu'awiyah hingga genap masa sembilan belas tahun lewat beberapa bulan, hal ini karena masa murni tiga puluh tahun khilafah rasyidah telah disempurnakan oleh masa Sayyidina Ali Radhiallahu 'Anhu.

CATATAN PENTING ABI :
وَمِمَّا يَجِبُ اعْتِقَادُهُۥ أَيْضًا أَنَّ قَرْنَهُۥ أَفْضَلُ الْقُرُوْنِ، ثُمَّ الْقَرْنُ الَّذِيْ بَعْدَهُۥ، ثُمَّ الْقَرْنُ الَّذِيْ بَعْدَهُۥ. [أَبِي طَؤُفُور]
"Dan di antara perkara yang wajib diyakini pula bahwasanya zaman generasi beliau (Sahabat) adalah zaman abad yang paling utama, kemudian abad/generasi yang mengiringinya (Tabi'in), kemudian abad/generasi yang mengiringinya setelah itu (Tabi'ut Tabi'in)." [Abi Thoufur]
📍 Mufrodat & Pesan Khusus Abi Thoufur
قَرْنٌ (Qarn) Generasi atau kurun waktu; sekelompok orang yang hidup dalam masa yang berdekatan dan berserikat dalam urusan fundamental.
تَابِعِيٌّ (Tabi'i) Generasi setelah sahabat yang bertemu langsung dengan sahabat Nabi secara sewajarnya, tanpa syarat durasi lama.
رُتْبَةٌ (Rutbah) Tingkatan atau derajat kemuliaan seseorang dalam agama berdasarkan kedekatan dan amalannya.
خِلَافَةٌ (Khilafah) Kepemimpinan umat yang berfungsi sebagai perwakilan atau deputi dari Nabi SAW dalam menjaga kemaslahatan umum.

💡 Pesan Khusus Abi buat Murid: "Catet ya, anak-anak Abi! Islam itu bukan agama yang baru kemarin sore ada. Kemuliaan umat ini udah dikasih standar emas ama Nabi kita: yaitu tiga generasi awal (Sahabat, Tabi'in, Tabi'ut Tabi'in). Kenapa mereka paling utama? Karena mereka saksi hidup perjuangan Nabi, mereka yang paling paham visi Islam sebenernya, dan mereka yang rela tumbalin harta sampe nyawa demi tegaknya agama ini. Kalau ada orang sok tau yang pengen 'revisi' ajaran Islam dengan ngesampingin pemahaman generasi salaf, itu tanda dia nggak paham akar. Jadi, pegang teguh akidah Ahlussunnah ini, karena ini jalur yang paling dijamin keotentikannya sampai hari kiamat! [Abi Thoufur]"

« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi