BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

MRWM - Da'watu Ibrahim #09

كَانَتْ نَارُ الْعَدَاوَةِ مُتَأَجِّجَةً بَيْنَ الْأَوْسِ وَالْخَزْرَجِ مَا إِنْ يُطْفِئُهَا عَاقِلٌ مِنْ عُقَلَائِهِمْ حَتَّى يُشْعِلَهَا سَفِيهٌ مِنْ سُفَهَائِهِمْ ، فَيَمْشَى الرِّجَالُ إِلَى الرِّجَالِ وَتَتَقَارَعُ السُّيُوفُ فَتَسِيلُ الدِّمَاءُ وَتَزْهَقُ الْأَرْوَاحُ وَتَتَغَلْغَلُ الْعَدَاوَاتُ فِي سُوَيْدَاءِ الْقُلُوبِ.
Api permusuhan terus berkobar antara Aus dan Khazraj. Tidaklah seorang yang bijak di antara mereka memadamkannya, melainkan seorang yang bodoh di antara mereka menyalakannya kembali. Laki-laki mendatangi laki-laki, pedang saling beradu, darah mengalir, nyawa melayang, dan permusuhan meresap ke dalam lubuk hati.
وَكَانَتِ الْمَعَارِكُ الْحَرْبِيَّةُ تَهْدَأُ بَيْنَ الْحِينِ وَالْحِينِ ، وَلَكِنَّ مَعَارِكَ الشُّعَرَاءِ مِنَ الْجَانِبَيْنِ مَا كَانَ لِيَعْتَرِيهَا الْفُتُورُ ، فَشُعَرَاءُ الْأَوْسِ وَعَلَى رَأْسِهِمْ قَيْسُ بْنُ الْخَطِيمِ وَقَيْسُ بْنُ الْأَسْلَتِ كَانُوا يَفْتَخِرُونَ بِقَوْمِهِمْ وَيَذْكُرُونَ مَثَالِبَ أَعْدَائِهِمْ ، وَكَانَ شُعَرَاءُ الْخَزْرَجِ وَعَلَى رَأْسِهِمْ حَسَّانُ بْنُ ثَابِتٍ وَعَبْدُ اللهِ بْنُ أَبِي رَوَاحَةَ يَمْتَدِحُونَ رَهْطَهُمْ وَيَهْجُونَ كُلَّ مَنِ انْتَسَبَ إِلَى الْأَوْسِ بِسَبَبٍ.
Pertempuran perang mereda dari waktu ke waktu, namun pertempuran para penyair dari kedua belah pihak tidak pernah mengalami kelelahan. Penyair Aus, dipimpin oleh Qais bin al-Khathim dan Qais bin al-Aslat, membanggakan kaum mereka dan menyebut aib musuh mereka. Penyair Khazraj, dipimpin oleh Hassan bin Tsabit dan Abdullah bin Rawahah, memuji kelompok mereka dan mencela setiap orang yang bernasab pada Aus melalui sebab apapun.
وَأَصْبَحَتِ الْعَدَاوَةُ بَيْنَ قَيْسِ بْنِ الْخَطِيمِ وَحَسَّانَ بْنِ ثَابِتٍ عَلَامَةً مِنْ عَلَامَاتِ الْحَيَاةِ فِي يَثْرِبَ ، فَقَيْسُ بْنُ الْخَطِيمِ يُشَبِّبُ بِعَمْرَةَ زَوْجِ حَسَّانَ ، وَحَسَّانُ يُشَبِّبُ بِأُخْتِ قَيْسٍ لَيْلَى بِنْتِ الْخَطِيمِ ، وَالرُّوَاةُ مِنَ الْجَانِبَيْنِ يَمْشُونَ بِذَلِكَ التَّشْبِيبِ بَيْنَ الْقَبَائِلِ لِيَكُونَ مَادَّةً لِلسَّمَرِ فِي مُنْتَدَيَاتِهِمْ.
Permusuhan antara Qais bin al-Khathim dan Hassan bin Tsabit menjadi tanda kehidupan di Yatsrib. Qais bin al-Khathim menggoda Amrah istri Hassan, dan Hassan menggoda saudara perempuan Qais, Laila binti al-Khathim. Para perawi dari kedua belah pihak menyebarkan syair penggoda itu di antara kabilah-kabilah agar menjadi bahan pembicaraan di majelis-majelis mereka.
وَصَارَ حَدِيثُ الْحَرَائِرِ مَضْغَةً فِي الْأَفْوَاهِ ، فَقِيلَ إِنَّ خَوْلَةَ أُخْتَ حَسَّانَ أَنْشَدَتْ مُتَعَشِّقَةً عُمَارَةَ بْنَ الْوَلِيدِ الْمَخْزُومِيَّ :
Kisah wanita merdeka menjadi buah bibir. Dikatakan bahwa Khaulah, saudara perempuan Hassan, melantunkan syair karena mencintai Umarah bin al-Walid al-Makhzumi:
يَا خَلِيلِيَّ نَابَنِي سُهْدِي
لَمْ تَنَمْ عَيْنِي وَلَمْ تَكَدْ
Wahai sahabatku, begadang menimpaku, mataku tidak tidur dan hampir tidak bisa.

فَشَرَابِي مَا أُسِيغُ وَمَا
أَشْتَكِي مَا بِي إِلَى أَحَدِ
Minumanku pun tidak bisa kutelan, dan aku tidak mengadukan perihku kepada siapa pun.

كَيْفَ تَلْحَوْنِي عَلَى رَجُلٍ
آنَسَ تَلْتِذُّهُ كَبِدِي
Bagaimana kalian mencelaku perihal seseorang, yang kehadirannya membuat hatiku terpesona.

مِثْلَ ضَوْءِ الْبَدْرِ صُورَتُهُ
لَيْسَ بِالزَّمِيلَةِ النَّكَدِ
Wajahnya bagaikan cahaya bulan purnama, bukan orang yang menjengkelkan atau menyusahkan.

مِنْ بَنِي آلِ الْمُغِيرَةِ لَا
خَامَلٍ نَكْسٍ وَلَا جَحَدِ
Ia dari Bani Al-Mughirah, bukan orang yang hina, rendah, atau pengingkar.

نَظَرَتْ يَوْمًا فَلَا نَظَرَتْ
بَعْدَهُ عَيْنِي عَلَى أَحَدِ
Mataku pernah memandangnya sekali, dan setelah itu tidak lagi memandang siapa pun.
وَكَانَ حَسَّانُ يَهْجُو قَيْسًا وَيَهْجُو الْأَوْسَ هِجَاءً مُرًّا ، وَكَانَتِ الْقَبَائِلُ تَخْشَى لِسَانَهُ الَّذِي قَالَ فِيهِ : وَاللهِ لَوْ وَضَعْتُهُ عَلَى شَعْرِ الْحَلْقَةِ أَوْ عَلَى صَخْرِ الْفَلْقَةِ . وَقَدْ وَضَعَهُ عَلَى قَيْسٍ وَالْأَوْسِ فَنَالَهُمْ مِنْهُ شَرٌّ عَظِيمٌ ، فَالشِّعْرُ نَكَدٌ يَقْوَى فِي الشَّرِّ وَيَسْهُلُ.
Hassan mencela Qais dan kaum Aus dengan celaan yang pahit. Kabilah-kabilah takut akan lidahnya, yang tentangnya ia berkata: Demi Allah, seandainya aku meletakkannya pada rambut cincin (sangat tipis) atau batu besar (sangat keras). Ia benar-benar meletakkannya pada Qais dan Aus, sehingga mereka mendapat keburukan yang besar darinya. Syair itu adalah kutukan yang menguat dalam keburukan dan menjadi mudah (diucapkan).
وَشَجُرَ قِتَالٌ بَيْنَ الْأَوْسِ وَالْخَزْرَجِ فَوَضَعُوا أَبْنَاءَهُمْ وَنِسَاءَهُمْ فِي الْحُصُونِ ، وَاشْتَدَّتِ الْخُصُومَةُ بَيْنَ الْحَيَّيْنِ حَتَّى إِنَّ الرَّجُلَ لَمْ يَعُدْ يَأْمَنُ أَنْ يَخْرُجَ مِنْ حِصْنِهِ إِلَى عَمَلٍ يَقْضِيهِ خَوْفًا مِنَ الْقَتْلِ ، وَجَلَسَ حَسَّانُ فِي حِصْنِهِ وَقَدْ أَسْدَلَ نَاصِيَتَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَأَطْلَقَ لِلْخَيَالِ الْعِنَانَ ، فَتَذَكَّرَ تِلْكَ الْأَيَّامَ الَّتِي ذَهَبَ فِيهَا إِلَى الْحِيرَةِ وَعَاشَ فِي قَصْرِ الْخَوْرَنَقِ يَلْقَى قَصَائِدَ الْمَدِيحِ بَيْنَ يَدَيِ النُّعْمَانِ بْنِ الْمُنْذِرِ.
Pertempuran pecah antara Aus dan Khazraj, mereka menempatkan anak-anak dan istri mereka di benteng-benteng. Perselisihan di antara kedua kabilah itu menguat hingga seseorang tidak lagi aman untuk keluar dari bentengnya demi menyelesaikan pekerjaan karena takut dibunuh. Hassan duduk di bentengnya, membiarkan rambut depannya terurai di antara kedua matanya, dan membiarkan imajinasinya lepas. Ia mengenang hari-hari ketika ia pergi ke al-Hirah dan hidup di istana al-Khawarnaq, membacakan syair-syair pujian di hadapan an-Nu'man bin al-Mundzir.
فَمَا لَبِثَ أَنْ أَحَسَّ حَسْرَةً عَلَى زَوَالِ مُلْكِ الْمَنَاذِرَةِ ، بَعْدَ أَنْ قَتَلَ كِسْرَى النُّعْمَانَ وَوَلَّى فَارِسِيًّا عَلَى إِمَارَةِ اللَّخْمِيِّينَ. وَفِي مِثْلِ لَمْحِ الْبَصَرِ انْتَقَلَ خَيَالُهُ إِلَى بِلَاطِ الْغَسَاسِنَةِ فَانْفَرَجَتْ أَسَارِيرُهُ ، فَجَبَلَةُ بْنُ الْأَيْهَمِ صَدِيقُهُ. فَمَا مِنْ مَرَّةٍ ذَهَبَ فِيهَا إِلَى قَصْرِهِ إِلَّا وَخَلَعَ عَلَيْهِ ثِيَابَهُ الَّتِي عَلَيْهِ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ وَعَلَى غَيْرِهِ مِنْ جُلَسَائِهِ.
Ia segera merasakan penyesalan atas runtuhnya kerajaan al-Manadzirah, setelah Kisra membunuh an-Nu'man dan mengangkat seorang Persia untuk memimpin emirat al-Lakhmiyyin. Dalam sekejap mata, imajinasinya berpindah ke istana al-Ghasasinah, wajahnya pun berseri-seri, karena Jabalah bin al-Aiham adalah sahabatnya. Tidak sekali pun ia pergi ke istananya melainkan beliau memberikannya pakaian yang dikenakannya pada hari itu dan kepada rekan-rekan duduknya yang lain.
وَرَنَّ فِي ضَمِيرِهِ أَصْوَاتُ الْغِنَاءِ الَّتِي سَمِعَهَا فِي مَجْلِسِ جَبَلَةَ ، وَرَأَى بِعَيْنِ خَيَالِهِ مَا فِي ذَلِكَ الْمَجْلِسِ مِنْ جَلَالٍ وَعَظَمَةٍ وَبَهَاءٍ. عَشْرُ قَيَانٍ. خَمْسٌ رُومِيَّاتٌ يُغَنِّينَ بِالرُّومِيَّةِ بِالْبَرَابِطِ ، وَخَمْسٌ يُغَنِّينَ غِنَاءَ أَهْلِ الْحِيرَةِ ، وَجَبَلَةُ جَلَسَ لِلشَّرَابِ وَفَرَشَ تَحْتَهُ الْآسَ وَالْيَاسَمِينَ وَأَصْنَافَ الرَّيَاحِينِ ، وَضَرَبَ لَهُ الْعَنْبَرُ وَالْمِسْكُ فِي صِحَافِ الْفِضَّةِ وَالذَّهَبِ ، وَأَوْقَدَ لَهُ الْعُودَ الْمُنَدَّى إِنْ كَانَ شَاتِيًا ، وَإِنْ كَانَ صَائِفًا بَطَّنَ بِالثَّلْجِ وَأَتَى هُوَ وَأَصْحَابُهُ بِكِسَاءٍ صَيْفِيَّةٍ يَمْتَازُ هُوَ وَأَصْحَابُهُ بِهَا.
Suara-suara nyanyian yang pernah ia dengar di majelis Jabalah terngiang di nuraninya, ia melihat dengan mata imajinasinya keagungan, kebesaran, dan keindahan di majelis itu. Sepuluh penyanyi wanita; lima wanita Romawi menyanyi dengan bahasa Romawi menggunakan kecapi, dan lima lainnya menyanyi dengan gaya penduduk al-Hirah. Jabalah duduk untuk minum, menghamparkan di bawahnya daun salam, melati, dan berbagai jenis bunga-bungaan. Amber dan misk disuguhkan untuknya dalam piring-piring perak dan emas. Kayu gaharu yang lembap dinyalakan untuknya jika musim dingin, dan jika musim panas, ia melapisi tempatnya dengan salju, lalu ia dan para sahabatnya mengenakan pakaian musim panas yang membuat ia dan para sahabatnya tampil istimewa.
وَاقْتَتَلَتِ الْأَوْسُ وَالْخَزْرَجُ قِتَالًا شَدِيدًا بِالرَّبِيعِ(١) ، وَبَقِيَ حَسَّانُ فِي حِصْنِهِ لَا يَنْطَلِقُ مَعَ الرِّجَالِ لِلْقِتَالِ فَقَدْ قُطِعَ أَكْحَلُهُ(٢) فَلَمْ يَكُنْ يَضْرِبُ بِيَدِهِ ، وَرَاحَ يَقُولُ فِي حَسْرَةٍ وَأَلَمٍ :
Aus dan Khazraj bertempur hebat di ar-Rabi' (1). Hassan tetap di bentengnya, tidak ikut serta berperang dengan laki-laki lain karena urat akhalnya (2) putus, sehingga ia tidak bisa memukul dengan tangannya. Ia pun berkata dengan penuh penyesalan dan rasa sakit:
أَضَرَّ بِجِسْمِي مَرُّ الدُّهُورِ
وَخَانَ قِرَاعِي يَدَى الْأَكْحَلِ
Berlalunya waktu telah merusak tubuhku, dan keberanianku telah dikhianati oleh tangan sang Akhal (si tukang celak/tangan yang tak lagi tangkas).

وَقَدْ كُنْتُ أَشْهَدُ وَقْعَ الْحُرُوبِ
وَيَحْمَرُّ فِي كَفِّيَ الْمُنْصَلِ
Padahal dulunya aku menyaksikan berkecamuknya peperangan, dan pedang (di tanganku) memerah (karena darah).
وَمَا كَانَ حَسَّانُ جَبَانًا ، فَلَوْ عُرِفَ عَنْهُ الْجُبْنُ لَعَيَّرَهُ بِهِ غَرِيمُهُ قَيْسُ بْنُ الْخَطِيمِ الَّذِي يَتَصَيَّدُ سَقَطَاتِهِ وَمَثَالِبَهُ.
Hassan bukanlah pengecut. Jika ia dikenal sebagai pengecut, tentu musuhnya, Qais bin al-Khathim, yang selalu mencari-cari kesalahan dan aibnya, akan menghinanya karenanya.
(١) اسْمُ مَكَانٍ.
(1) Nama tempat.
(٢) الْأَكْحَلُ : عِرْقٌ فِي الْيَدِ.
(2) Al-Akhal: Urat di tangan.
وَمَشَتِ الْأَوْسُ لِإِقْرَارِ الصُّلْحِ بَيْنَ الْحَيَّيْنِ الْعَرَبِيَّيْنِ خَشْيَةَ أَنْ يَقْوَى الْيَهُودُ وَيَعُودَ نُفُوذُهُمْ فِي يَثْرِبَ وَيَشْتَدَّ سُلْطَانُهُمْ ، فَأَبَتْ بَنُو النَّجَّارِ مِنَ الْخَزْرَجِ وَحَالُوا بَيْنَ الْفَرِيقَيْنِ وَبَيْنَ السَّلَامِ حَتَّى كَثُرَ فِيهِمُ الْقَتْلُ ، ثُمَّ كَفَّ بَعْضُهُمْ عَنْ بَعْضٍ وَإِنْ بَقُوا عَلَى عَدَاوَتِهِمْ وَتَشَاحُنِهِمْ.
Aus berusaha menetapkan perdamaian antara kedua kabilah Arab itu karena khawatir Yahudi akan menguat, pengaruh mereka di Yatsrib kembali, dan kekuasaan mereka menguat. Namun Bani an-Najjar dari Khazraj menolak dan menghalangi perdamaian antara kedua belah pihak hingga korban jiwa di antara mereka bertambah. Kemudian mereka menahan diri satu sama lain meskipun tetap dalam permusuhan dan kebencian.
وَوُضِعَتِ السُّيُوفُ فِي قِرَبِهَا ، وَعَادَتِ السِّهَامُ إِلَى جَعَبِهَا. وَلَكِنَّ أَلْسِنَةَ الشُّعَرَاءِ اسْتَمَرَّتْ فِي الِانْطِلَاقِ ، قَالَ حَسَّانُ مُعَدِّدًا أَمْجَادَ الْخَزْرَجِ :
Pedang-pedang diletakkan kembali ke sarungnya, dan anak panah kembali ke wadahnya. Namun lidah para penyair terus melontarkan syair. Hassan berkata, memaparkan kemuliaan Khazraj:
وَيَثْرِبُ تَعْلَمُ أَنَّا بِهَا
إِذَا الْتَبَسَ الْحَقُّ مِيزَانُهَا
Yatsrib tahu bahwa kamilah yang menjadi penimbang yang adil saat kebenaran menjadi samar.

وَيَثْرِبُ تَعْلَمُ أَنَّا بِهَا
إِذَا قَحَطَ الْقَطْرُ نَدَّامُهَا
Yatsrib tahu kamilah yang akan menjamu (memberi kecukupan) saat hujan tertahan dan masa paceklik tiba.

وَيَثْرِبُ تَعْلَمُ أَنَّا بِهَا
إِذَا خَافَتِ الْأَوْسُ جِيرَانُهَا
Yatsrib tahu kamilah tempatnya saat kaum Aus merasa takut kepada tetangga-tetangganya.

وَيَثْرِبُ تَعْلَمُ أَنَّ النَّبِيّ
سَتُعْنَى عِنْدَ الْهَزَاهِزِ أَذْلَانُهَا
Yatsrib tahu bahwa Nabi (An-Nabit) akan tetap teguh dan terpandang saat terjadi guncangan-guncangan.

نَسَبْتَ بِالنَّبِيتِ وَأَشْيَاعِهَا
مِنْ أَنْ أُوعِدَتْ قَطُّ أَرْطَانُهَا
Engkau mengaitkan An-Nabit dan pengikutnya, padahal mereka tidak pernah gentar meski diancam.

فَكَيْفَ إِذَا نَازَلَتْهَا بِهَا
لُيُوثُ غَرِيفٍ وَشِبْلَانُهَا
Lantas bagaimana jadinya jika para singa rimba dan anak-anak singa itu menyerangmu?

مَتَى تَرَنَا الْأَوْسُ فِي بِيضِنَا
تَهُزُّ الْقَنَا تَخِبُّ نِيرَانُهَا
Ketika kaum Aus melihat kami dengan pedang-pedang tajam, tombak berguncang dan api peperangan berkobar.

وَتُعْطِ الْمِقَادَ عَلَى رَغْمِهَا
وَيَنْزِلُ مِنَ الْهَامِ عِصْيَانُهَا
Mereka menyerahkan kendali dengan terpaksa, dan kesombongan mereka pun runtuh dari kepala-kepala mereka.

وَيَثْرِبُ تَعْلَمُ أَنَّ النَّبِيّ
سَتُلِيسَتْ بِشَيْءٍ وَأَعْوَانُهَا
Yatsrib tahu bahwa An-Nabit beserta para penolongnya bukanlah sesuatu yang bisa disepelekan.

فَلَا تَفْخَرَنَّ وَالْتَمِسْ مَلْجَأً
فَقَدْ عَادَ لِلْأَوْسِ أَدْيَانُهَا
Janganlah sombong, segeralah mencari perlindungan, karena kejayaan kaum Aus telah kembali.

وَنَحْنُ إِذَا حَارَبَتْ عَامِرٌ
أَمَامَ الْكَتِيبَةِ أَعْيَانُهَا
Dan kami, saat kabilah Amir memerangi, kamilah yang berada paling depan dalam barisan pasukan.
(١) الشَّدَائِدُ . (٢) الْغَرِيفُ : الْأَكَمَةُ وَكُلُّ شَجَرٍ مُلْتَفٍ .
(1) Kesulitan. (2) Al-Ghariif: Bukit dan setiap pohon yang rindang.
وَلَا يَسْكُتُ بِالطَّبْعِ قَيْسُ بْنُ الْخَطِيمِ بَلْ يَقُولُ فِيمَا يَقُولُ :
Tentu Qais bin al-Khathim tidak tinggal diam, bahkan ia berkata di antara apa yang ia ucapkan:
نَحْنُ الْفَوَارِسُ يَوْمَ الرَّيِّـعِ
قَدْ عَلِمُوا كَيْفَ فُرْسَانُهَا
Kami adalah para penunggang kuda di hari Ar-Ruyyi', mereka telah mengetahui bagaimana ketangkasan ksatria-ksatrianya.

جَنَّبْنَا الْحِرَابَ وَرَاءَ الصَّرِيـ
ـخِ حَتَّى تَقَصَّفَ مَرَانُهَا
Kami menghindari tombak di balik jeritan, hingga kayu tombak itu terpatahkan.

فَلَمَّا اسْتَقَلَّ كَلَيْثِ الْغَرِيفِ
زَانَ الْكَتِيبَةَ أَعْوَانُهَا
Maka ketika ia berdiri bagaikan singa di semak belukar, para pengikutnya memperindah barisan pasukan.

تَرَاهُنَّ يَخْلِجْنَ خَلْجَ الدِّلَاءِ
تَخْتَلِجُ النَّزْعَ أَشْطَانُهَا
Engkau melihat mereka bergerak seperti tarikan timba, tali-talinya menarik saat menimba.

وَيَثْرِبُ تَعْلَمُ أَنَّ النَّبِيتِ
(١) رَأْسٌ بِيَثْرِبَ مِيزَانُهَا
Dan Yatsrib mengetahui bahwa An-Nabīt adalah kepala yang menjadi timbangan (tolok ukur) di Yatsrib.

حِسَانُ الْوُجُوهِ حِدَادُ السُّيُو
فِ يَتَسَدَّرُ الْجَدِّ شُبَّانُهَا
Wajah-wajah mereka tampan, pedang mereka tajam, pemuda-pemudanya selalu terdepan dalam kesungguhan.

وَبِالشَّوْطِ مِنْ يَثْرِبَ أَعْبَدُ
مُسْتَهْلِكٌ فِي الْخَمْرِ أَثْمَانُهَا
Dan di Asy-Syauth dari Yatsrib ada Abbad, yang menghabiskan harga-harganya untuk khamr.

يَهُونُ عَلَى الْأَوْسِ أَثْمَانُهُمْ
إِذَا رَاحَ يَخْطُرُ نَشْوَانُهَا
Harga diri mereka menjadi murah bagi kaum Aus, ketika ia pergi berjalan dengan mabuk (angkuh).
(١) الْمِرَانُ : الرِّمَاحُ .
(1) Al-Miraan: Tombak.
وَمَا كَانَ السَّلَامُ يَدُومُ طَوِيلًا بَيْنَ الْقَبِيلَتَيْنِ فَالِاسْتِفْزَازَاتُ مُسْتَمِرَّةٌ ، وَتَقَالِيدُ الْجَاهِلِيَّةِ مُسَيْطِرَةٌ عَلَى الْعُقُولِ ، وَالْعَدَاوَةُ تَطُلُّ بِخُطْمِهَا تَهْتَبِلُ أَيَّةَ سَانِحَةٍ لِتُثِيرَ الْقِتَالَ. وَقَدْ حَدَثَ أَنْ نَزَلَ بِحَاطِبِ بْنِ قَيْسٍ الْأَوْسِيِّ رَجُلٌ مِنْ ذُبْيَانَ أَكْرَمَهُ وَأَقَامَ عِنْدَهُ ، وَذَاتَ يَوْمٍ غَدَا هَذَا الرَّجُلُ إِلَى سُوقِ بَنِي قَيْنُقَاعَ فَرَآهُ أَحَدُ بَنِي الْحَارِثِ بْنِ الْخَزْرَجِ فَقَالَ لِرَجُلٍ يَهُودِيٍّ :
Perdamaian tidak berlangsung lama di antara kedua kabilah. Provokasi terus berlanjut, tradisi Jahiliyah menguasai akal, dan permusuhan muncul dengan wajahnya, memanfaatkan kesempatan apapun untuk memicu pertempuran. Pernah terjadi, seorang pria dari Dzubyan singgah di tempat Hathib bin Qais al-Ausy. Hathib memuliakannya dan dia tinggal bersamanya. Suatu hari, pria ini pergi ke pasar Bani Qainuqa'. Salah seorang dari Bani al-Harits bin Khazraj melihatnya, lalu berkata kepada seorang pria Yahudi:
— لَكَ رِدَائِي إِنْ كَسَعْتَ هَذَا الذُّبْيَانِيَّ.
— "Rida'ku (selendangku) untukmu jika engkau menendang bokong orang Dzubyan ini."
فَفَعَلَ الْيَهُودِيُّ فَنَادَى الذُّبْيَانِيُّ :
Yahudi itu melakukannya. Maka orang Dzubyan itu berteriak:
— يَا لَحَاطِبٍ ! كُسِعَ ضَيْفُكَ وَفُضِحَ !
— "Wahai Hathib! Tamumu ditendang bokongnya dan dipermalukan!"
فَجَاءَ حَاطِبٌ فَقَتَلَ الْيَهُودِيَّ ، فَقَتَلَ الْخَزْرَجِيُّ رَجُلًا مِنَ الْأَوْسِ لَا ذَنْبَ لَهُ بِذَلِكَ الْيَهُودِيِّ ، وَثَارَتِ الْحَرْبُ بَيْنَ الْحَيَّيْنِ ، وَكَانَ عَلَى الْخَزْرَجِ عَمْرُو ابْنُ النُّعْمَانِ الْبَيَاضِيُّ وَعَلَى الْأَوْسِ خُضَيْرُ بْنُ سَمَّاكٍ الْأَشْهَلِيُّ.
Hathib datang lalu membunuh Yahudi itu. Maka orang Khazraj membunuh seorang laki-laki dari Aus yang tidak bersalah atas perbuatan Yahudi tersebut. Perang pun berkobar antara kedua kabilah. Pemimpin Khazraj adalah Amr bin an-Nu'man al-Bayadhi, dan pemimpin Aus adalah Khudhair bin Sammak al-Asyhali.
وَعَلِمَ عُيَيْنَةُ بْنُ حِصْنِ بْنِ حُذَيْفَةَ بْنِ بَدْرٍ وَخِيَارُ بْنُ مَالِكٍ الْفَزَارِيَّانِ بِالْأَمْرِ ، فَقَدِمَا يَثْرِبَ وَتَحَدَّثَا مَعَ الْأَوْسِ وَالْخَزْرَجِ فِي الصُّلْحِ وَضَمِنَا أَنْ يَتَحَمَّلَا الدِّيَاتِ ، فَأَبَوْا وَامْتَشَقُوا الْحُسَامَ وَكَانَتِ الدَّائِرَةُ عَلَى الْأَوْسِ.
Uyainah bin Hishn bin Hudzaifah bin Badr dan Khiyar bin Malik al-Fazari mengetahui perkara itu. Mereka datang ke Yatsrib dan berbicara dengan Aus dan Khazraj mengenai perdamaian, serta menjamin untuk menanggung diyat. Namun mereka menolak, mencabut pedang, dan kekalahan menimpa Aus.
كَانَتْ يَثْرِبُ تَمُوجُ بِالْعَدَاوَاتِ وَتَنْبِضُ بِالْخَطَايَا . فَفِيهَا أَشْهَرُ سَقِيفَةٍ لِصَاحِبَاتِ الرَّايَاتِ الْحُمْرِ مِنَ الْبَغَايَا ، فَكَانَ شَبَابُ الْقَبَائِلِ يَقْصِدُونَ إِلَيْهَا ، وَكَانَتْ مَنْزِلًا لِلْفَسَقَةِ مِنْ سَادَاتِ الْأُسْرَاتِ وَأَوْشَابِهَا ، فَكَانَتِ الْخُمُورُ تَجْرِي فِيهَا جَرَيَانَ الْأَنْهَارِ ، وَكَانَ الْيَهُودُ تُجَّارُ النَّشْوَةِ وَاللَّذَّةِ يَجْمَعُونَ الْأَمْوَالَ مِنَ الرِّبَا وَيَقْتَرِفُونَ كُلَّ مُنْكَرٍ لِسَلْبِ الْعَرَبِ وَكَنْزِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ ، فَقَدْ وَقَرَ فِي ضَمِيرِهِمْ أَنْ لَيْسَ عَلَيْهِمْ فِي الْأُمِّيِّينَ سَبِيلٌ مَا دَامَ دَمُ غَيْرِ الْيَهُودِ وَشَرَفُهُ وَمَالُهُ حَلَالًا لَهُمْ.
Yatsrib bergejolak dengan permusuhan dan berdenyut dengan dosa. Di dalamnya terdapat kedai paling terkenal bagi wanita-wanita penghibur dengan bendera merah. Para pemuda kabilah biasa mendatangi tempat itu. Ia juga menjadi tempat bagi orang-orang fasik dari pemuka keluarga maupun rakyat jelata. Khamr mengalir di sana bak sungai. Orang-orang Yahudi, pedagang kenikmatan dan kepuasan, mengumpulkan harta dari riba dan melakukan segala kemungkaran untuk merampas milik Arab dan menimbun emas serta perak. Tertanam dalam hati mereka bahwa mereka tidak berdosa memperlakukan orang-orang ummi (non-Yahudi) dengan cara apapun selama darah, kehormatan, dan harta non-Yahudi itu halal bagi mereka.
وَكَانَ الْيَهُودُ يَعْمَلُونَ عَلَى تَوْسِيعِ رُقْعَةِ الْخِلَافِ بَيْنَ الْأَوْسِ وَالْخَزْرَجِ لِتُشْغَلَ كُلُّ قَبِيلَةٍ بِثَارَاتِهَا ، وَعَلَى الرَّغْمِ مِنِ انْشِغَالِ الْحَيَّيْنِ بِعَدَاوَتِهِمَا عَنْهُمْ فَلَمْ يَكُنِ الْيَهُودُ جَمِيعًا بَلْ كَانَتْ قُلُوبُهُمْ شَتَّى بَأْسُهُمْ بَيْنَهُمْ شَدِيدٌ. وَكَانَ يَقَعُ أَحْيَانًا بَيْنَ الْعَرَبِ وَالْيَهُودِ شَيْءٌ مِنَ النُّفُورِ فَإِذَا مَا قَاتَلُوا الْكُفَّارَ قَالُوا :
Yahudi bekerja untuk memperluas cakupan perselisihan antara Aus dan Khazraj agar setiap kabilah sibuk dengan pembalasan dendamnya. Meskipun kedua kabilah sibuk dengan permusuhan mereka hingga mengabaikan Yahudi, orang-orang Yahudi tidak bersatu, hati mereka terpecah belah dan permusuhan di antara mereka sendiri sangat hebat. Terkadang terjadi ketersinggungan antara Arab dan Yahudi. Jika orang Arab memerangi orang kafir, mereka (Yahudi) berkata:
— نَسْأَلُكَ بِالنَّبِيِّ الَّذِي وَعَدْتَنَا أَنْ تُرْسِلَهُ ، وَبِالْكِتَابِ الَّذِي تُنْزِلُهُ إِلَّا مَا نَصَرْتَنَا
— "Kami memohon kepada-Mu demi Nabi yang Engkau janjikan untuk Engkau utus, dan demi Kitab yang Engkau turunkan, tolonglah kami."
فَكَانُوا يُنْصَرُونَ ، وَإِذَا مَا بَطَشَ الْعَرَبُ بِهِمْ قَالُوا لَهُمْ :
Mereka pun ditolong. Namun jika orang Arab menindas mereka, mereka berkata kepada orang Arab:
— إِنَّ نَبِيًّا مَبْعُوثًا قَدْ أَظَلَّ زَمَانُهُ نَتَّبِعُهُ ، نَقْتُلُكُمْ مَعَهُ قَتْلَ عَادٍ وَإِرَمَ.
— "Sesungguhnya seorang Nabi akan diutus dan zamannya telah dekat, kami akan mengikutinya, dan kami akan membunuh kalian bersamanya sebagaimana kaum 'Ad dan Iram dibunuh."
وَذَاتَ يَوْمٍ بَيْنَا كَانَ أُنَاسٌ مِنَ الْيَثْرِبِيِّينَ الْعَرَبِ جَالِسِينَ وَبَيْنَهُمْ سَلَمَةُ بْنُ سَلَامَةَ ، إِذْ بِيَهُودِيٍّ مِنْ بَنِي عَبْدِ الْأَشْهَلِ يَقِفُ عَلَى رَأْسِهِمْ وَيَذْكُرُ الْقِيَامَةَ وَالْبَعْثَ وَالْحِسَابَ وَالْمِيزَانَ وَالْجَنَّةَ وَالنَّارَ ، فَقَالُوا لَهُ :
Suatu hari ketika sekelompok orang Arab Yatsrib sedang duduk dan di antara mereka ada Salamah bin Salamah, tiba-tiba seorang Yahudi dari Bani Abdil Asyhal berdiri di atas kepala mereka dan menyebutkan tentang Kiamat, kebangkitan, hisab, timbangan, surga, dan neraka. Mereka berkata kepadanya:
— وَيْحَكَ ، أَوْ تَرَى هَذَا كَائِنًا أَنَّ النَّاسَ يُبْعَثُونَ بَعْدَ مَوْتِهِمْ إِلَى دَارٍ فِيهَا جَنَّةٌ وَنَارٌ يُجْزَوْنَ فِيهَا بِأَعْمَالِهِمْ ؟
— "Celakalah engkau, apakah menurutmu ini akan terjadi, bahwa manusia dibangkitkan setelah mati ke tempat di mana ada surga dan neraka, di mana mereka dibalas atas amal perbuatan mereka?"
— نَعَمْ وَالَّذِي يُحْلَفُ بِهِ . وَلَيُوَدَّ أَيُّ شَخْصٍ أَنَّ لَهُ بِحَظِّهِ مِنْ تِلْكَ النَّارِ أَعْظَمَ تَنُّورٍ يَحْمُونَهُ ثُمَّ يُدْخِلُونَهُ إِيَّاهُ فَيُطْبِقُونَهُ عَلَيْهِ ، بِأَنْ يَنْجُوَ مِنَ تِلْكَ النَّارِ غَدًا.
— "Ya, demi Zat yang disumpah dengan nama-Nya. Seseorang akan berharap seandainya ia memiliki tungku api terbesar yang dipanaskan, lalu ia dimasukkan ke dalamnya dan ditutup, agar ia selamat dari neraka itu di hari esok."
— وَيْحَكَ وَمَا آيَةُ ذَلِكَ ؟
— "Celakalah engkau, apa tanda hal itu?"
— نَبِيٌّ يُبْعَثُ مِنْ نَحْوِ هَذِهِ الْبِلَادِ.
— "Seorang Nabi diutus dari arah negeri ini."
وَأَشَارَ بِيَدِهِ إِلَى مَكَّةَ وَالْيَمَنِ ، وَقَالُوا :
Ia menunjuk dengan tangannya ke arah Mekkah dan Yaman. Mereka bertanya:
— وَمَنْ يَرَاهُ ؟
— "Siapa yang akan melihatnya?"
فَنَظَرَ إِلَى سَلَمَةَ بْنِ سَلَامَةَ وَهُوَ أَحْدَثُهُمْ سِنًّا وَقَالَ :
Ia memandang ke arah Salamah bin Salamah, yang termuda di antara mereka, lalu berkata:
— إِنْ يَسْتَنْقِذْ (يَسْتَكْمِلْ) هَذَا الْغُلَامُ عُمُرَهُ يُدْرِكْهُ.
— "Jika pemuda ini berumur panjang, niscaya ia akan menemuinya."
وَسَادَ الصَّمْتُ وَإِنْ كَانَ يَدْوِي فِي ضَمِيرِ الْوُجُودِ صَوْتُ الْيَهُودِيِّ الَّذِي وَقَفَ عَلَى جَبَلٍ مِنْ أَرْبَعِينَ سَنَةً يَصِيحُ :
Keheningan melanda, meskipun suara Yahudi itu bergema di nurani alam semesta, yang berdiri di atas gunung empat puluh tahun yang lalu sambil berteriak:
— طَلَعَ اللَّيْلَةَ نَجْمُ أَحْمَدَ.
— "Malam ini telah terbit bintang Ahmad."
وَإِنْ كَانَتِ الشُّهُبُ يُرْمَى بِهَا لِتَطْهِيرِ السَّمَاءِ لِنُزُولِ الْوَحْيِ عَلَى خَاتَمِ الرُّسُلِ ، لِيُشْرِقَ النُّورُ عَلَى الْعَالَمِينَ.
Dan meskipun meteor-meteor dilemparkan untuk menyucikan langit demi turunnya wahyu kepada penutup para Rasul, agar cahaya itu menyinari alam semesta.
« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi