اجْتَمَعَ عُقْبَةُ بْنُ أَبِي مُعَيْطٍ وَأَبُو الْحَكَمِ بْنُ هِشَامٍ وَالْعَاصُ بْنُ وَائِلٍ وَأَبُو سُفْيَانَ بْنُ حَرْبٍ وَالْوَلِيدُ بْنُ الْمُغِيرَةِ وَأُمَيَّةُ بْنُ خَلَفٍ وَأُبَيُّ بْنُ خَلَفٍ وَسُهَيْلُ بْنُ عَمْرٍو وَسَادَاتُ قُرَيْشٍ وَكُبَرَاؤُهُمْ فِي الْحِجْرِ وَكَانُوا يَحْسِدُونَ رَسُولَ اللهِ ﷺ عَلَى مَا آتَاهُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ لِخُبْثِ نُفُوسِهِمْ وَتَكَبُّرِهِمْ وَتَعَجُّبِهِمْ مِنْ أَنْ يَتَقَدَّمَ عَلَيْهِمْ غُلَامٌ يَتِيمٌ ، وَخَوْفِهِمْ مِنْ أَنْ يُقَوِّضَ سُلْطَانَهُمْ بِدَعْوَتِهِ الَّتِي اسْتَمَالَتِ الضُّعَفَاءَ فَأَحَالَتْ ضَعْفَهُمْ قُوَّةً . وَلَمْ يَخْطُرْ لَهُمْ عَلَى قَلْبٍ أَنَّهُ لَا يَطْمَعُ فِي مَالٍ وَلَا جَاهٍ فَقَدْ عَوَّدَ نَفْسَهُ الْفِكْرَ فِي جَلَالِ اللهِ وَعَظَمَتِهِ ، وَمَلَكُوتِ أَرْضِهِ وَسَمَائِهِ ، فَصَارَ ذَلِكَ أَلَذَّ عِنْدَهُ مِنْ كُلِّ نَعِيمٍ ، فَهُوَ لَا يُزَاحِمُهُمْ فِي دُنْيَاهُمْ . فَكُلُّ مَا يَبْغِيهِ أَنْ يَهْدِيَهُمْ سُبُلَ رَبِّهِمْ وَلَوْ اهْتَدَوْا مَا زَاحَمُوهُ فِي لَذَّتِهِ ، بَلْ زَادُوهُ لَذَّةً بِمُشَارَكَتِهِمْ إِيَّاهُ فِي الْأُنْسِ بِاللهِ . إِنَّهُ يَطْلُبُ نِعْمَةً لَا زُحْمَةَ فِيهَا ، وَلَذَّةً لَا كَدَرَ لَهَا فَقَدْ عَرَفَ لَذَّةَ الشَّوْقِ بَعْدَ الذَّوْقِ ، وَهُوَ يُحِبُّ أَنْ يَرْفَعَهُمْ جَمِيعًا إِلَى مَوَائِدِ رَبِّهِ لِيَذُوقُوا . فَمَنْ لَمْ يَذُقْ لَمْ يَعْرِفْ وَمَنْ لَمْ يَعْرِفْ لَمْ يَشْتَقَّ وَمَنْ لَمْ يَطْلُبْ لَمْ يُدْرِكْ وَمَنْ لَمْ يُدْرِكْ بَقِيَ مَعَ الْمَحْرُومِينَ فِي أَسْفَلِ السَّافِلِينَ .
Uqbah bin Abi Mu'aith, Abu al-Hakam bin Hisyam, al-Ash bin Wail, Abu Sufyan bin Harb, al-Walid bin al-Mughirah, Umayyah bin Khalaf, Ubay bin Khalaf, Suhail bin Amr, serta para pemuka dan pembesar Quraisy berkumpul di Hijr. Mereka mendengki Rasulullah ﷺ atas karunia yang Allah berikan kepadanya karena keburukan jiwa, kesombongan, dan keheranan mereka mengapa seorang pemuda yatim bisa mendahului mereka. Mereka takut kekuasaan mereka akan runtuh oleh dakwahnya yang menarik kaum lemah hingga mengubah kelemahan mereka menjadi kekuatan. Tidak terlintas dalam hati mereka bahwa beliau tidak menginginkan harta maupun jabatan, karena beliau telah membiasakan dirinya untuk memikirkan keagungan dan kemuliaan Allah, serta kerajaan bumi dan langit-Nya, sehingga hal itu menjadi lebih lezat baginya daripada kenikmatan apa pun. Beliau tidak menyaingi mereka dalam urusan dunia mereka. Segala yang beliau inginkan hanyalah menunjuki mereka jalan Tuhan mereka. Jika mereka mendapat hidayah, mereka tidak akan menyainginya dalam kenikmatan tersebut, bahkan mereka justru menambah kenikmatannya dengan turut serta bersamanya dalam merasakan kedekatan dengan Allah. Beliau mencari kenikmatan yang tidak ada persaingan di dalamnya, dan kelezatan yang tidak ada keruh di dalamnya. Beliau telah mengenal lezatnya rindu setelah mencicipinya, dan beliau ingin mengangkat mereka semua ke hidangan Tuhan-Nya agar mereka bisa mencicipinya. Barangsiapa yang tidak mencicipi, maka tidak mengenal. Barangsiapa yang tidak mengenal, maka tidak merindu. Barangsiapa yang tidak meminta, maka tidak mendapatkan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan, maka ia tetap bersama orang-orang yang terhalang di tempat serendah-rendahnya.
وَقَالَ سَادَاتُ قُرَيْشٍ وَكُبَرَاؤُهُمْ :
Para pemuka dan pembesar Quraisy berkata:
— مَا صَبَرْنَا لِأَمْرٍ كَصَبْرِنَا لِأَمْرِ هَذَا الرَّجُلِ قَطُّ . وَلَقَدْ سَفَّهَ أَحْلَامَنَا وَشَتَمَ آبَاءَنَا وَعَابَ دِينَنَا وَفَرَّقَ جَمَاعَتَنَا وَسَبَّ آلِهَتَنَا . لَقَدْ صَبَرْنَا عَلَى أَمْرٍ عَظِيمٍ .
— "Belum pernah kami bersabar terhadap suatu perkara seperti kesabaran kami terhadap perkara laki-laki ini. Dia telah menganggap bodoh akal kami, mencela nenek moyang kami, menghina agama kami, memecah belah persatuan kami, dan memaki tuhan-tuhan kami. Sungguh, kami telah bersabar atas perkara yang sangat besar."
وَبَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ ، فَبَيْنَا هُمْ فِي حَدِيثِهِمْ إِذْ طَلَعَ عَلَيْهِمْ رَسُولُ اللهِ ﷺ ، فَأَقْبَلَ يَمْشِي حَتَّى اسْتَلَمَ الرُّكْنَ ثُمَّ مَرَّ طَائِفًا بِالْبَيْتِ . فَلَمَّا مَرَّ بِهِمْ لَمَزُوهُ بِبَعْضِ الْقَوْلِ فَتَغَيَّرَ وَجْهُهُ ، ثُمَّ مَرَّ بِهِمُ الثَّانِيَةَ فَلَمَزُوهُ بِمِثْلِهَا فَاحْتَقَنَ وَجْهُهُ بِالدَّمِ ، ثُمَّ مَرَّ بِهِمُ الثَّالِثَةَ فَلَمَزُوهُ فَوَقَفَ عَلَيْهِمْ وَقَالَ :
Kebencian tampak dari mulut mereka. Saat mereka sedang berbincang, tiba-tiba Rasulullah ﷺ muncul. Beliau berjalan hingga menyentuh Rukun (Hajar Aswad) lalu melewati mereka sambil bertawaf di Ka'bah. Saat beliau melewati mereka, mereka mencelanya dengan beberapa perkataan, maka wajah beliau berubah. Kemudian beliau melewati mereka untuk kedua kalinya, mereka mencelanya dengan cara yang sama, maka wajah beliau memerah karena menahan darah (marah). Lalu beliau melewati mereka untuk ketiga kalinya, mereka mencelanya lagi, maka beliau berdiri di hadapan mereka dan berkata:
— أَتَسْمَعُونَ يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ ؟ أَمَا وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَقَدْ جِئْتُكُمْ بِالذَّبْحِ .
— "Apakah kalian mendengar, wahai kaum Quraisy? Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh aku datang membawa penyembelihan untuk kalian."
فَنَزَلَ الرُّعْبُ فِي قُلُوبِهِمْ وَمَا تَبَقَّى رَجُلٌ مِنْهُمْ إِلَّا وَكَأَنَّمَا عَلَى رَأْسِهِ طَائِرٌ وَقَعَ ، وَصَارُوا يَقُولُونَ :
Rasa takut turun ke dalam hati mereka. Tidak ada satu pun laki-laki di antara mereka melainkan seolah-olah ada burung yang hinggap di atas kepalanya (diam kaku), dan mereka mulai berkata:
— يَا أَبَا الْقَاسِمِ فَوَاللهِ مَا كُنْتَ جَهُولًا .
— "Wahai Abul Qasim, demi Allah, engkau bukanlah orang yang jahil (tidak bijak)."
فَانْصَرَفَ رَسُولُ اللهِ ﷺ ، فَلَمَّا كَانَ الْغَدُ اجْتَمَعُوا فِي الْحِجْرِ فَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ :
Rasulullah ﷺ beranjak pergi. Keesokan harinya mereka berkumpul di Hijr, lalu sebagian mereka berkata kepada yang lain:
— تَرَكْتُمُوهُ ذَكَرْتُمْ مَا بَلَغَ مِنْكُمْ وَمَا بَلَغَكُمْ عَنْهُ حَتَّى إِذَا نَادَاكُمْ بِمَا تَكْرَهُونَ .
— "Kalian membiarkannya. Kalian telah menyebutkan apa yang sampai darinya kepada kalian dan apa yang sampai darinya mengenai kalian, sampai ketika dia menyeru kalian dengan hal yang kalian benci."
فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ إِذْ طَلَعَ عَلَيْهِمْ رَسُولُ اللهِ ﷺ فَتَوَاثَبُوا إِلَيْهِ وَثْبَةَ رَجُلٍ وَاحِدٍ وَأَحَاطُوا بِهِ وَهُمْ يَقُولُونَ :
Ketika mereka dalam keadaan demikian, tiba-tiba Rasulullah ﷺ muncul. Mereka melompat ke arahnya bagaikan gerakan satu orang dan mengepungnya sambil berkata:
— أَنْتَ الَّذِي تَقُولُ : إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ . أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ . مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ . أَمْ لَكُمْ كِتَابٌ فِيهِ تَدْرُسُونَ .
— "Apakah engkau yang berkata: 'Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa di sisi Tuhan mereka surga-surga kenikmatan. Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa? Mengapa kamu berbuat demikian? Bagaimana kamu mengambil keputusan? Atau apakah kamu mempunyai kitab yang di dalamnya kamu mempelajari (sesuatu)?'"
— نَعَمْ أَنَا أَقُولُ ذَلِكَ .
— "Ya, aku mengatakan itu."
— أَنْتَ الَّذِي تَقُولُ : وَمَنْ يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ لَهُ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا .
— "Apakah engkau yang berkata: 'Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya baginya neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya'?"
— نَعَمْ أَنَا أَقُولُ ذَلِكَ .
— "Ya, aku mengatakan itu."
— أَنْتَ الَّذِي تَقُولُ : إِنْ هِيَ إِلَّا أَسْمَاءٌ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ .
— "Apakah engkau yang berkata: 'Itu hanyalah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu mengada-adakannya'?"
— نَعَمْ أَنَا أَقُولُ ذَلِكَ .
— "Ya, aku mengatakan itu."
فَأَقْبَلَ عَلَيْهِ عُقْبَةُ بْنُ أَبِي مُعَيْطٍ فَأَخَذَ بِمَنْكِبِ رَسُولِ اللهِ ﷺ وَلَوَى ثَوْبَهُ فِي عُنُقِهِ فَخَنَقَهُ خَنْقًا شَدِيدًا ، وَتَشَبَّثُوا بِهِ بِأَجْمَعِهِمْ فَأَتَى الصَّرِيخُ إِلَى أَبِي بَكْرٍ فَقِيلَ لَهُ :
Lalu Uqbah bin Abi Mu'aith datang kepadanya, memegang bahu Rasulullah ﷺ, melilitkan bajunya ke leher beliau, lalu mencekiknya dengan sangat keras. Mereka semua mencengkeram beliau. Kemudian seorang penolong datang kepada Abu Bakar dan dikatakan kepadanya:
— أَدْرِكْ صَاحِبَكَ .
— "Selamatkan sahabatmu!"
فَخَرَجَ أَبُو بَكْرٍ حَتَّى دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَوَجَدَ رَسُولَ اللهِ ﷺ وَالنَّاسُ مُجْتَمِعُونَ عَلَيْهِ ، فَقَامَ أَبُو بَكْرٍ دُونَهُ وَهُوَ يَبْكِي وَيَقُولُ :
Abu Bakar keluar hingga masuk ke masjid. Ia mendapati Rasulullah ﷺ dikerumuni orang-orang. Abu Bakar berdiri membela beliau sambil menangis dan berkata:
— وَيْلَكُمْ ، أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَنْ يَقُولَ رَبِّيَ اللهُ وَقَدْ جَاءَكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ ؟
— "Celakalah kalian, apakah kalian akan membunuh seseorang hanya karena dia berkata 'Tuhanku adalah Allah', padahal dia telah datang kepada kalian dengan membawa keterangan-keterangan nyata?"
وَرَاحُوا يَجْذِبُونَ رَأْسَ رَسُولِ اللهِ ﷺ وَلِحْيَتَهُ ، حَتَّى سَقَطَ أَكْثَرُ شَعْرِهِ وَأَبُو بَكْرٍ يُحَاوِلُ أَنْ يَحُولَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُمْ . فَأَقْبَلُوا عَلَى أَبِي بَكْرٍ يَضْرِبُونَهُ وَأَبُو بَكْرٍ يُجَاهِدُ أَنْ يَدْفَعَهُمْ عَنْ حَبِيبِهِ رَسُولِ اللهِ ﷺ ، وَإِذَا بِصَوْتِ الرَّسُولِ يَرْتَفِعُ كَالنَّذِيرِ :
Mereka menarik kepala dan janggut Rasulullah ﷺ hingga sebagian besar rambut beliau rontok, sedangkan Abu Bakar mencoba menghalangi mereka. Mereka beralih memukuli Abu Bakar, dan Abu Bakar berjuang sekuat tenaga mendorong mereka menjauh dari kekasihnya, Rasulullah ﷺ. Tiba-tiba suara Rasulullah meninggi seperti peringatan:
— دَعْهُمْ يَا أَبَا بَكْرٍ ، فَوَاللهِ الَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنِّي بُعِثْتُ إِلَيْهِمْ بِالذَّبْحِ .
— "Biarkan mereka, wahai Abu Bakar. Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya aku diutus kepada mereka membawa penyembelihan."
فَفَرَجُوا عَنْهُ وَخَرَجَ رَسُولُ اللهِ ﷺ مِنَ الْمَسْجِدِ ، وَانْطَلَقَ أَبُو بَكْرٍ إِلَى دَارِهِ لِيَغْسِلَ مَا سَالَ مِنْ دِمَائِهِ وَهُوَ يَقُولُ :
Mereka pun melepaskan beliau. Rasulullah ﷺ keluar dari masjid, dan Abu Bakar bergegas menuju rumahnya untuk membersihkan darah yang mengalir darinya seraya berkata:
— تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ .
— "Maha Suci Engkau, wahai Dzat pemilik keagungan dan kemuliaan."
وَسَارَ رَسُولُ اللهِ ﷺ إِلَى دَارِهِ ، وَمَا تَقَدَّمَ فِي الطَّرِيقِ خُطُوَاتٍ حَتَّى سَارَ الصِّبْيَانُ خَلْفَهُ يَهْجُونَهُ بِشِعْرٍ لَقَّنَهُ إِيَّاهُمْ عَمْرُو بْنُ الْعَاصِ ، فَقَدْ كَانَ ابْنُ الْعَاصِ شَاعِرًا لَا هَمَّ لَهُ إِلَّا هَجْوُ مُحَمَّدٍ ﷺ .
Rasulullah ﷺ berjalan menuju rumahnya. Beliau belum melangkah jauh di jalan itu, tiba-tiba anak-anak kecil berjalan di belakang beliau mengejeknya dengan bait syair yang diajarkan oleh Amr bin al-Ash kepada mereka. Karena Ibnu al-Ash adalah seorang penyair yang tidak memiliki kesibukan selain mencela Muhammad ﷺ.
وَأَفَاقَ أَبُو لَهَبٍ وَالْحَكَمُ بْنُ أَبِي الْعَاصِ وَعُقْبَةُ بْنُ أَبِي مُعَيْطٍ مِنَ الرُّعْبِ الَّذِي نَزَلَ بِقُلُوبِهِمْ لَمَّا تَوَعَّدَهُمْ رَسُولُ اللهِ ﷺ ، فَانْطَلَقُوا إِلَى دَارِهِ يَطْرَحُونَ عَلَيْهِ الْأَذَى . فَأَخَذَهُ وَخَرَجَ بِهِ وَوَقَفَ عَلَى بَابِهِ يَقُولُ :
Abu Lahab, al-Hakam bin Abi al-Ash, dan Uqbah bin Abi Mu'aith tersadar dari rasa takut yang turun ke hati mereka saat Rasulullah ﷺ mengancam mereka. Mereka pun beranjak menuju rumah beliau untuk melemparkan gangguan kepadanya. Beliau mengambil gangguan tersebut, keluar membawanya, dan berdiri di depan pintunya seraya berkata:
— يَا بَنِي عَبْدِ مَنَافٍ . أَيُّ جِوَارٍ هَذَا ؟
— "Wahai Bani Abdi Manaf, perlindungan macam apa ini?"
وَصَبَرَ وَاحْتَمَلَ فَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ بَلَاءً الْأَنْبِيَاءُ . وَخَرَجَتْ فَاطِمَةُ الزَّهْرَاءُ إِلَى الْحَرَمِ فَأَلِفَتْ سَادَاتِ قُرَيْشٍ فِي الْحِجْرِ ، وَكَانُوا يَتَحَاوَرُونَ وَقَدْ سَمِعَتْ نَجْوَاهُمْ قَالُوا :
Beliau bersabar dan menanggungnya karena beliau tahu bahwa manusia yang paling berat ujiannya adalah para nabi. Fatimah az-Zahra keluar menuju al-Haram, ia mendapati para pemuka Quraisy di Hijr sedang berbincang-bincang. Ia mendengar bisikan rahasia mereka, mereka berkata:
— إِذَا مَرَّ مُحَمَّدٌ فَلْيَضْرِبْهُ كُلُّ وَاحِدٍ مِنَّا ضَرْبَةً .
— "Jika Muhammad lewat, hendaklah setiap orang dari kita memukulnya satu pukulan."
فَدَخَلَتْ عَلَى أَبِيهَا وَقَالَتْ وَهِيَ تَبْكِي :
Fatimah masuk menemui ayahnya dan berkata sambil menangis:
— تَرَكْتُ الْمَلَأَ مِنْ قُرَيْشٍ قَدْ تَعَاقَدُوا فِي الْحِجْرِ وَحَلَفُوا بِاللَّاتِ وَالْعُزَّى وَإِسَافٍ وَنَائِلَةَ إِذَا هُمْ رَأَوْكَ يَقُومُونَ إِلَيْكَ فَيَضْرِبُونَكَ بِأَسْيَافِهِمْ فَيَقْتُلُونَكَ .
— "Aku meninggalkan para pemuka Quraisy yang telah berjanji di Hijr, mereka bersumpah demi al-Lata, al-Uzza, Isaf, dan Na'ilah, jika mereka melihatmu, mereka akan bangkit ke arahmu lalu memukulmu dengan pedang-pedang mereka, kemudian membunuhmu."
فَقَالَ ﷺ فِي حَنَانٍ :
Maka Rasulullah ﷺ berkata dengan penuh kasih sayang:
— يَا بُنَيَّةُ لَا تَبْكِي .
— "Wahai putriku, jangan menangis."
وَذَهَبَ وَتَوَضَّأَ ثُمَّ خَرَجَ فَدَخَلَ عَلَيْهِمُ الْمَسْجِدَ فَرَفَعُوا رُءُوسَهُمْ ثُمَّ نَكَسُوا ، فَأَخَذَ قَبْضَةً مِنْ تُرَابٍ فَرَمَى بِهَا نَحْوَهُمْ ثُمَّ قَالَ :
Beliau pergi berwudu, kemudian keluar dan masuk menemui mereka di masjid. Mereka mengangkat kepala mereka lalu menundukkannya kembali. Beliau mengambil segenggam tanah lalu melemparkannya ke arah mereka seraya berkata:
— شَاهَتِ الْوُجُوهُ .
— "Semoga wajah-wajah itu menjadi buruk."
وَرَاحَ مُحَمَّدٌ ﷺ يُصَلِّي ، وَسَادَاتُ الْكُفْرِ فِي الْحِجْرِ يَنْظُرُونَ ، فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْهُمُ الرَّوْعُ قَامَ أَبُو جَهْلٍ إِلَى رَسُولِ اللهِ ﷺ وَقَالَ :
Muhammad ﷺ pun salat, sementara para pemuka kekafiran di Hijr menyaksikan. Saat rasa takut hilang dari mereka, Abu Jahal bangkit menuju Rasulullah ﷺ dan berkata:
أَلَمْ أَنْهَكَ عَنْ هَذَا؟
"Bukankah aku telah melarangmu dari hal ini?"
فَانْصَرَفَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَهَرَهُ. فَقَالَ أَبُو جَهْلٍ:
Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berpaling kepadanya dan membentaknya. Maka Abu Jahal berkata:
— وَاللهِ إِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا بِهَا نَادٍ أَكْثَرَ مِنِّي.
— "Demi Allah, sungguh engkau tahu bahwa tidak ada orang yang lebih banyak pengikutnya di tempat ini daripada aku."
فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى : أَرَأَيْتَ الَّذِي يَنْهَى . عَبْدًا إِذَا صَلَّى * أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ عَلَى الْهُدَى . أَوْ أَمَرَ بِالتَّقْوَى * أَرَأَيْتَ إِنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّى * أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَى . كَلَّا لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ لَنَسْفَعًا بِالنَّاصِيَةِ . نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ . فَلْيَدْعُ نَادِيَهُ . سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ . كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ .
Maka Allah Ta'ala menurunkan: "Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang, seorang hamba ketika dia shalat. Bagaimana pendapatmu jika orang itu berada di atas petunjuk, atau menyuruh bertakwa. Bagaimana pendapatmu jika dia mendustakan dan berpaling. Tidakkah dia mengetahui bahwa Allah melihatnya. Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti, niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, ubun-ubun yang mendustakan lagi durhaka. Maka biarkanlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya), kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah. Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan)."
فَخَرَجَ الْعَبَّاسُ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَخْبَرَهُ بِقَوْلِ أَبِي جَهْلٍ، فَخَرَجَ غَضْبَانَ حَتَّى دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَعَجَلَ أَنْ يَدْخُلَ مِنَ الْبَابِ، فَاقْتَحَمَ مِنَ الْحَائِطِ وَقَرَأَ:
Al-Abbas keluar menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu mengabarkan perkataan Abu Jahal. Maka beliau keluar dengan marah hingga masuk ke masjid, beliau tergesa-gesa masuk dari pintu, namun beliau melompat dari dinding lalu membaca:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ * خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ * اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ * الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ * عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ.
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."
وَكَانَ النَّبِيُّ قَدْ بَلَغَ أَبَا جَهْلٍ فَاسْتَمَرَّ فِي الْقِرَاءَةِ:
Nabi telah sampai di dekat Abu Jahal dan beliau terus membaca:
كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَى * أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَى.
"Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas, karena melihat dirinya merasa serba cukup."
وَاسْتَمَرَّ يَقْرَأُ إِلَى أَنْ بَلَغَ آخِرَ السُّورَةِ وَسَجَدَ، فَقَالَ إِنْسَانٌ لِأَبِي جَهْلٍ:
Beliau terus membaca hingga mencapai akhir surah dan sujud. Seseorang berkata kepada Abu Jahal:
— يَا أَبَا الْحَكَمِ هَذَا مُحَمَّدٌ قَدْ سَجَدَ.
— "Wahai Abu Al-Hakam, ini Muhammad telah sujud."
فَأَقْبَلَ إِلَيْهِ أَبُو جَهْلٍ ثُمَّ نَكَصَ رَاجِعًا فَقِيلَ لَهُ :
Maka Abu Jahal mendatanginya kemudian mundur kembali, lalu dikatakan kepadanya:
— لِمَ تَطَأ عُنُقَهُ !
— "Kenapa tidak jadi menginjak lehernya!"
فَقَالَ أَبُو جَهْلٍ :
Maka Abu Jahal berkata:
— أَلَا تَرَوْنَ مَا أَرَى ؟ لَقَدْ سَدَّ أُفُقَ السَّمَاءِ عَلَيَّ .
— "Tidakkah kalian melihat apa yang aku lihat? Sungguh ia telah menutupi cakrawala langit di hadapanku."
وَجَلَسَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَأَهَّبَ لِيَتْلُوَ مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ فَإِذَا سَادَاتُ قُرَيْشٍ يُسْرِعُونَ إِلَيْهِ ، تَقِفُ لَهُ جَمَاعَةٌ عَنْ يَمِينِهِ وَجَمَاعَةٌ عَنْ يَسَارِهِ وَرَاحُوا يُصَفِّقُونَ وَيُصَفِّرُونَ وَيَرْوُونَ الْأَشْعَارَ بِأَصْوَاتٍ عَالِيَةٍ حَتَّى تَخْتَلِطَ بِآيَاتِ اللهِ فَلَا يَسْمَعُونَهَا وَلَا يَسْمَعُهَا أَحَدٌ مِمَّنْ فِي الْحَرَمِ .
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam duduk dan bersiap untuk membaca apa yang mudah dari Al-Qur'an, tiba-tiba para pembesar Quraisy bergegas menuju beliau, sekelompok orang berdiri di sebelah kanan beliau dan sekelompok lagi di sebelah kiri, lalu mereka bertepuk tangan, bersiul, dan melantunkan syair-syair dengan suara tinggi hingga bercampur dengan ayat-ayat Allah, sehingga mereka tidak mendengarkannya dan tidak ada seorang pun yang ada di dalam Al-Haram yang mendengarkannya.
وَرَاحَ رَسُولُ اللهِ يُفَكِّرُ فِي وَسِيلَةٍ يُسْمِعُ بِهَا هَؤُلَاءِ الْجَاحِدُونَ كَلَامَ اللهِ لَعَلَّ قُلُوبَهُمُ الْقَاسِيَةَ تَلِينُ . إِنَّهُ إِذَا جَهَرَ بِصَلَاتِهِ قَامُوا إِلَيْهِ يُنْشِدُونَ أَشْعَارًا مَاجِنَةً لِاسْتِهْوَاءِ أَسْمَاعِ النَّاسِ ، وَإِذَا خَافَتَ بِهَا لَمْ تَصِلْ إِلَى الرَّاغِبِينَ فِي سَمَاعِ مَا جَاءَ بِهِ .
Rasulullah pun memikirkan cara agar orang-orang yang ingkar itu dapat mendengar kalam Allah, barangkali hati mereka yang keras bisa melunak. Karena jika beliau mengeraskan shalatnya, mereka berdiri kepadanya melantunkan syair-syair kotor untuk memalingkan pendengaran orang-orang, dan jika beliau memelankannya, maka (bacaan itu) tidak sampai kepada orang-orang yang berkeinginan mendengarkan apa yang beliau bawa.
وَنَزَلَ عَلَيْهِ مِنْ وَرَاءِ سَبْعِ سَمَاوَاتٍ ، فَأَوْحَى اللهُ إِلَيْهِ : ﴿وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا﴾ حَتَّى يَسْتَطِيعَ مَنْ يَهْوَى أَنْ يَلْقَى إِلَيْهِ السَّمْعَ فِي غَفْلَةٍ مِنْ قَوْمِهِ أَنْ يَسْمَعَ مَا يَقْرَأُ مِنْ آيِ الذِّكْرِ .
Lalu turunlah (wahyu) kepadanya dari balik tujuh langit, Allah mewahyukan kepadanya: "Dan janganlah engkau mengeraskan shalatmu dan jangan (pula) memelankannya," agar orang yang ingin mendengarkan dapat menyimak darinya di tengah kelalaian kaumnya, untuk mendengar apa yang dibacanya dari ayat-ayat peringatan.
وَرَاحَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي لَا يَجْهَرُ بِصَلَاتِهِ وَلَا يُخَافِتُ بِهَا ، وَقَرَأَ : ﴿الْحَاقَّةُ * مَا الْحَاقَّةُ * وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحَاقَّةُ * كَذَّبَتْ ثَمُودُ وَعَادٌ بِالْقَارِعَةِ * فَأَمَّا ثَمُودُ فَأُهْلِكُوا بِالطَّاغِيَةِ * وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ * سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَى كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ * فَهَلْ تَرَى لَهُمْ مِنْ بَاقِيَةٍ﴾ .
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun shalat dengan tidak mengeraskan shalatnya dan tidak pula memelankannya, dan beliau membaca: "Hari Kiamat. Apakah hari Kiamat itu? Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Kaum Samud dan ‘Ad telah mendustakan hari Kiamat. Maka adapun kaum Samud, mereka telah dibinasakan dengan suara yang sangat keras. Dan adapun kaum ‘Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin lagi sangat kencang. Yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus; maka kamu melihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka adakah kamu melihat seorang pun yang tinggal di antara mereka?"
وَكَانَ النَّضْرُ بْنُ الْحَارِثِ فِي سَادَاتِ قُرَيْشٍ الْجَالِسِينَ فِي الْحِجْرِ وَقَدْ أَعَارَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمْعَهُ ، فَلَمَّا مَسَّ الْقُرْآنُ أُذُنَيْهِ أَحَسَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ صَدْرَهُ وَلَمْ يُطِقْ أَنْ يَصْبِرَ عَلَى نَارِ الْغَيْرَةِ الَّتِي تَلَظَّتْ فِي جَوْفِهِ ، فَقَامَ إِلَى ابْنِ خَالَتِهِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ لِأَصْحَابِهِ :
An-Nadhar bin Al-Harits berada di antara pembesar Quraisy yang duduk di Hijr dan telah meminjamkan pendengarannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Ketika Al-Qur'an menyentuh telinganya, ia merasakan kedengkian memakan dadanya dan ia tidak sanggup bersabar atas api kecemburuan yang berkobar di dalam dirinya. Maka ia berdiri menuju sepupunya, Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, dan berkata kepada teman-temannya:
— إِنَّ مُحَمَّدًا يُحَدِّثُكُمْ بِحَدِيثِ عَادٍ وَثَمُودَ وَأَنَا أُحَدِّثُكُمْ بِحَدِيثِ رُسْتُمَ وَاسْفَنْدِيَارَ وَأَخْبَارِ الْأَكَاسِرَةِ .
— "Sesungguhnya Muhammad menceritakan kepada kalian kisah kaum 'Ad dan Tsamud, sedangkan aku akan menceritakan kepada kalian kisah Rustum, Isfandiyar, dan berita-berita para Raja (Kisra)."
وَجَلَسَ النَّضْرُ وَجَعَلَ يَرْوِي أَحَادِيثَ رُسْتُمَ الشَّدِيدَ وَاسْفَنْدِيَارَ وَالْتَفَّ حَوْلَهُ الْوَلِيدُ بْنُ الْمُغِيرَةِ وَأَبُو جَهْلِ بْنُ هِشَامٍ وَأَبُو لَهَبِ بْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ وَأُمَيَّةُ بْنُ خَلَفٍ وَأُبَيُّ بْنُ خَلَفٍ وَسَادَاتُ قُرَيْشٍ وَأَظْهَرُوا إِعْجَابَهُمْ بِهِ .
An-Nadhar pun duduk dan mulai menceritakan kisah-kisah Rustum yang perkasa dan Isfandiyar. Al-Walid bin Al-Mughirah, Abu Jahal bin Hisyam, Abu Lahab bin Abdul Muthalib, Umayyah bin Khalaf, Ubay bin Khalaf, serta para pembesar Quraisy mengerumuninya dan mereka menunjukkan kekaguman mereka kepadanya.
فَاسْتَخَفَّهُ الطَّرَبُ فَقَالَ :
Kegembiraan membuatnya ringan (sombong) lalu ia berkata:
— وَاللهِ مَا مُحَمَّدٌ بِأَحْسَنَ حَدِيثًا مِنِّي وَمَا حَدِيثُهُ إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ ، اكْتَتَبَهَا كَمَا اكْتَتَبْتُهَا .
— "Demi Allah, Muhammad tidaklah lebih baik perkataannya dariku, dan tidaklah perkataannya melainkan dongeng orang-orang terdahulu, yang ia tulis sebagaimana aku menulisnya."
وَهَزَّ السُّرُورُ كُفَّارَ قُرَيْشٍ ، وَاسْتَمَرَّ النَّضْرُ يَرْوِي مَا سَمِعَ فِي الْحِيرَةِ وَفِي بَلَاطِ كِسْرَى وَأُعْجِبَ بِنَفْسِهِ فَقَالَ فِي سُخْرِيَةٍ :
Kebahagiaan mengguncang orang-orang kafir Quraisy, dan An-Nadhar terus menceritakan apa yang ia dengar di Al-Hirah dan di istana Kisra, ia kagum pada dirinya sendiri lalu berkata dengan nada mengejek:
— سَأُنْزِلُ مِثْلَ مَا أَنْزَلَ اللهُ .
— "Aku akan menurunkan seperti apa yang Allah turunkan."
فَأَنْزَلَ اللهُ فِيهِ : ﴿وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ * وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا وَلَّى مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا كَأَنْ فِي أُذُنَيْهِ وَقْرًا فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ﴾ . وَقَالُوا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ اكْتَتَبَهَا فَهِيَ تُمْلَى عَلَيْهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا * قُلْ أَنْزَلَهُ الَّذِي يَعْلَمُ السِّرَّ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِنَّهُ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا﴾ .
Maka Allah menurunkan (wahyu) tentangnya: "Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih." Dan mereka berkata, "Dongeng-dongeng orang terdahulu, yang diminta untuk dituliskan, maka ia dibacakan kepadanya setiap pagi dan petang." Katakanlah (Muhammad), "Al-Qur'an diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sungguh, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang."
﴿وَيْلٌ لِكُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ * يَسْمَعُ آيَاتِ اللهِ تُتْلَى عَلَيْهِ ثُمَّ يُصِرُّ مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ﴾ .
"Celakalah bagi setiap orang yang banyak berbohong lagi banyak berdosa. Dia mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepadanya, kemudian dia tetap menyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih."
وَانْطَلَقَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَالْتَقَى وَهُوَ يَخْرُجُ مِنْ بَابِ بَنِي سَهْمٍ بِالْعَاصِ بْنِ وَائِلٍ.. فَوَقَفَا يَتَحَدَّثَانِ وَصَنَادِيدُ قُرَيْشٍ فِي الْمَسْجِدِ جُلُوسٌ ، فَلَمَّا دَخَلَ الْعَاصُ قَالُوا لَهُ :
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beranjak pergi, dan ketika beliau keluar dari pintu Bani Sahm, beliau bertemu dengan Al-'Ash bin Wa'il. Mereka berdua berdiri berbincang-bincang sementara para pembesar Quraisy sedang duduk di dalam masjid, ketika Al-'Ash masuk, mereka berkata kepadanya:
— مَنِ الَّذِي كُنْتَ تُحَدِّثُ ؟
— "Siapakah orang yang tadi engkau ajak bicara?"
فَقَالَ فِي سُخْرِيَةٍ :
Maka ia berkata dengan mengejek:
— الْأَبْتَرُ .
— "Si Abtar (orang yang terputus keturunannya)."
وَلَامُوهُ عَلَى أَنْ وَقَفَ يُحَدِّثُهُ فَقَالَ :
Mereka mencelanya karena ia berdiri berbincang dengannya, lalu ia berkata:
— دَعُوهُ فَإِنَّمَا هُوَ رَجُلٌ أَبْتَرُ ، لَا عَقِبَ لَهُ لَوْ هَلَكَ انْقَطَعَ ذِكْرُهُ وَاسْتَرَحْتُمْ مِنْهُ .
— "Biarkan dia, karena dia hanyalah seorang yang terputus keturunannya, tidak ada keturunan baginya. Jika dia mati, maka namanya akan terputus dan kalian akan beristirahat darinya."
فَأَنْزَلَ اللهُ تَعَالَى : ﴿إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ * فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ * إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ﴾ .
Maka Allah Ta’ala menurunkan: "Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkorbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah)."
وَبَلَغَتِ السُّورَةُ كُفَّارَ قُرَيْشٍ فَعَجِبُوا ، فَالْحَدِيثُ كَانَ يَدُورُ بَيْنَهُمْ وَمَا كَانَ فِيهِمْ أَحَدٌ مِنْ أَتْبَاعِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَاحُوا يَنَالُونَ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ :
Surah tersebut sampai kepada orang-orang kafir Quraisy, mereka pun heran. Pembicaraan itu beredar di antara mereka dan tidak ada seorang pun di antara mereka yang menjadi pengikut Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, lalu mereka mulai mencela Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka salah seorang dari mereka berkata:
— أَسِرُّوا قَوْلَكُمْ لِئَلَّا يَسْمَعَ إِلَهُ مُحَمَّدٍ .
— "Rahasiakan ucapan kalian agar Tuhan Muhammad tidak mendengarnya."
فَأَنْزَلَ اللهُ تَعَالَى : ﴿وَأَسِرُّوا قَوْلَكُمْ أَوِ اجْهَرُوا بِهِ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ﴾ . فَلَمَّا بَلَغَ ذَلِكَ صَنَادِيدَ قُرَيْشٍ لَاحَ الدَّهَشُ فِي وُجُوهِهِمْ وَأَطْرَقَ الْوَلِيدُ بْنُ الْمُغِيرَةِ يُفَكِّرُ فِيمَا يَسْمَعُ ، فَاسْتَشْعَرَ رَغْبَةً طَاغِيَةً لِيُلْقِيَ سَمْعَهُ إِلَى قُرْآنِ مُحَمَّدٍ .
Maka Allah Ta’ala menurunkan: "Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati." Ketika hal itu sampai kepada para pembesar Quraisy, tampak keterkejutan di wajah mereka dan Al-Walid bin Al-Mughirah menunduk merenungkan apa yang ia dengar, ia merasakan keinginan yang kuat untuk meminjamkan pendengarannya kepada Al-Qur'an Muhammad.
ذَاتَ يَوْمٍ وَاجْتَمَعَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا فِي الْحَرَمِ فَقَالُوا :
Suatu hari, para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkumpul di Al-Haram, lalu mereka berkata:
— وَاللهِ مَا مَا سَمِعَتْ قُرَيْشٌ الْقُرْآنَ جَهْرًا إِلَّا مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَنْ فِيكُمْ يُسْمِعُهُمُ الْقُرْآنَ جَهْرًا ؟
— "Demi Allah, Quraisy belum pernah mendengar Al-Qur'an secara terang-terangan kecuali dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka siapa di antara kalian yang akan memperdengarkan Al-Qur'an kepada mereka secara terang-terangan?"
— أَنَا .
— "Aku."
فَقَالُوا فِي خَوْفٍ :
Maka mereka berkata dengan rasa takut:
— نَخْشَى عَلَيْكَ مِنْهُمْ وَإِنَّمَا نُرِيدُ رَجُلًا لَهُ عَشِيرَةٌ يَمْنَعُونَهُ مِنَ الْقَوْمِ .
— "Kami mengkhawatirkan keselamatanmu dari mereka, sesungguhnya kami menginginkan seseorang yang memiliki kaum (kabilah) yang akan melindunginya dari kaum tersebut."
فَقَالَ ابْنُ مَسْعُودٍ فِي إِيمَانٍ :
Maka Ibnu Mas'ud berkata dengan penuh keimanan:
— دَعُونِي فَإِنَّ اللهَ سَيَمْنَعُنِي مِنْهُمْ .
— "Biarkan aku, karena Allah akan melindungiku dari mereka."
ثُمَّ قَامَ عِنْدَ الْمَقَامِ وَقْتَ الشَّمْسِ وَقُرَيْشٌ فِي أَنْدِيَتِهِمْ فَقَالَ :
Kemudian ia berdiri di dekat Maqam (Ibrahim) pada waktu matahari terik, sementara orang-orang Quraisy berada di tempat pertemuan mereka, lalu ia berkata:
— بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ .
— "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
وَرَفَعَ صَوْتَهُ :
Dan ia mengeraskan suaranya:
﴿يس * وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ * إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ * عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ * تَنْزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ * لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ * لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَى أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ﴾ .
"Yasin. Demi Al-Qur'an yang penuh hikmah, sungguh, engkau (Muhammad) adalah salah seorang dari rasul-rasul, (berada) di atas jalan yang lurus, (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang, agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai. Sungguh, pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman."
وَتَأَمَّلَتْهُ قُرَيْشٌ وَقَالُوا :
Quraisy memperhatikannya dan mereka berkata:
— مَا بَالُ ابْنِ أُمِّ عَبْدٍ ؟
— "Ada apa dengan putra Ummi 'Abd ini?"
— يَتْلُو بَعْضَ مَا جَاءَ بِهِ مُحَمَّدٌ .
— "Ia membaca sebagian apa yang dibawa oleh Muhammad."
وَاسْتَمَرَّ عَبْدُ اللهِ بْنُ مَسْعُودٍ فِي قِرَاءَتِهِ :
Abdullah bin Mas'ud terus membaca:
﴿إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلَالًا فَهِيَ إِلَى الْأَذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُونَ * وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ﴾ .
"Sungguh, Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah. Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat."
وَقَامَ إِلَيْهِ سَادَاتُ قُرَيْشٍ وَفِيهِمْ عُقْبَةُ بْنُ أَبِي مُعَيْطٍ وَهُوَ فِي دَهَشٍ وَغَيْظٍ ، فَمَا كَانَ يَدُورُ بِخَلَدِهِ يَوْمًا أَنَّ ابْنَ أُمِّ عَبْدٍ مَنْ كَانَ يَرْعَى لَهُ غَنَمَهُ وَمَنْ لَا يَزِيدُ طُولُهُ عَلَى ذِرَاعٍ ، يَقِفُ ذَلِكَ الْمَوْقِفَ مُتَحَدِّيًا سَادَاتِ قُرَيْشٍ كُلَّهَا .
Para pembesar Quraisy bangkit menuju kepadanya, di antara mereka ada 'Uqbah bin Abu Mu'ith dalam keadaan terkejut dan marah. Tidak pernah terlintas di benaknya suatu hari nanti putra Ummi 'Abd, orang yang dulu menggembalakan kambingnya dan tingginya tidak lebih dari sehasta, berdiri di posisi tersebut menantang seluruh pembesar Quraisy.
وَرَاحُوا يَضْرِبُونَ وَجْهَهُ وَهُوَ مُسْتَمِرٌّ فِي تِلَاوَةِ آيَاتِ اللهِ :
Mereka mulai memukuli wajahnya sementara ia terus membaca ayat-ayat Allah:
﴿وَسَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ * إِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ * إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ﴾ .
"Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan kepada mereka atau engkau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman. Sesungguhnya engkau hanya memberi peringatan kepada orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, walaupun Dia tidak melihatnya. Maka berilah dia kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuz)."
وَانْهَالُوا ضَرْبًا عَلَيْهِ وَهُوَ كَالطَّوْدِ يَسْتَشْعِرُ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ فَلَا يَزِيدُهُ الِاضْطِهَادُ إِلَّا عَزْمًا وَإِصْرَارًا ، وَاسْتَمَرَّ يَتْلُو : ﴿وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلًا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ * إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ * قَالُوا مَا أَنْتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا وَمَا أَنْزَلَ الرَّحْمَنُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ * قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ﴾ .
Mereka terus memukulinya sementara ia bagaikan gunung, merasakan manisnya iman, dan penindasan itu tidak menambahnya kecuali tekad dan keteguhan. Ia terus membaca: "Dan buatlah suatu perumpamaan bagi mereka, yaitu penduduk suatu negeri, ketika utusan-utusan datang kepada mereka. Ketika Kami mengutus dua orang utusan kepada mereka, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata, 'Sungguh, kami adalah utusan-utusan-Mu kepada kamu.' Mereka (penduduk negeri) menjawab, 'Kamu ini hanyalah manusia seperti kami, dan (Allah) Yang Maha Pengasih tidak menurunkan sesuatu apa pun; kamu hanyalah pendusta.' Mereka berkata, 'Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah utusan-utusan-Nya kepada kamu.'"
وَاسْتَمَرُّوا يَضْرِبُونَ وَجْهَهُ وَهُوَ مُسْتَمِرٌّ فِي قِرَاءَتِهِ حَتَّى قَرَأَ غَالِبَ السُّورَةِ ، ثُمَّ انْصَرَفَ إِلَى أَصْحَابِهِ وَقَدْ أَدْمَتْ قُرَيْشٌ وَجْهَهُ ، فَقَالَ لَهُ أَصْحَابُهُ :
Mereka terus memukuli wajahnya, sementara beliau terus melanjutkan bacaannya hingga beliau menyelesaikan sebagian besar surah. Kemudian beliau pergi menemui para sahabatnya, sementara wajah beliau telah dilukai oleh Quraisy hingga berdarah, maka para sahabatnya berkata kepadanya:
— هَذَا الَّذِي خَشِينَا عَلَيْكَ مِنْهُ .
— "Inilah yang kami khawatirkan akan menimpamu."
فَقَالَ فِي صِدْقٍ :
Maka beliau menjawab dengan jujur:
— وَاللهِ مَا رَأَيْتُ أَعْدَاءَ اللهِ أَهْوَنَ عَلَيَّ مِنْهُ الْيَوْمَ ، وَلَوْ شِئْتُمْ لَأَتَيْتُهُمْ بِمِثْلِهَا غَدًا .
— "Demi Allah, aku tidak pernah melihat musuh-musuh Allah begitu lemah bagiku daripada hari ini, dan jika kalian mau, niscaya aku akan mendatangi mereka lagi dengan hal yang sama esok hari."
— لَا . قَدْ أَسْمَعْتُهُمْ مَا يَكْرَهُونَ .
— "Tidak. Aku telah memperdengarkan kepada mereka apa yang tidak mereka sukai."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar