BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

MRWM - Da'watu Ibrahim #27

الإِسْلَامُ يَنْتَشِرُ بَيْنَ الضُّعَفَاءِ وَالْعَبِيدِ الَّذِينَ يَتَطَلَّعُونَ إِلَى الْحُرِّيَّةِ ، وَالْأَحْرَارِ الَّذِينَ لَا يَخْشَوْنَ أَنْ يُقَوِّضَ الدِّينُ الْجَدِيدُ نُفُوذَهُمْ أَوْ يُذِيبَ كُنُوزَهُمْ مِنْ ذَهَبٍ وَفِضَّةٍ ، وَاشْتَدَّ الْحِوَارُ فِي الْحَرَمِ بَيْنَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبَيْنَ شُيُوخِ قُرَيْشٍ وَسَادَاتِهَا ، وَاشْتَعَلَ أُوَارُهُ بَيْنَ ابْنَيِ الْخَالَةِ مُحَمَّدٍ - عَلَيْهِ السَّلَامُ - وَالنَّضْرِ بْنِ الْحَارِثِ ، وَكَانَ النَّبِيُّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - يُفْحِمُ النَّضْرَ عَلَى الدَّوَامِ بِتَأْيِيدٍ مِنَ اللهِ .
Islam tersebar di antara kaum lemah dan budak yang mendambakan kebebasan, serta orang-orang merdeka yang tidak khawatir agama baru akan meruntuhkan pengaruh atau melelehkan harta emas dan perak mereka. Perdebatan sengit terjadi di Al-Haram antara Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan para sesepuh dan pemuka Quraisy, dan kobaran perdebatan itu menyala di antara dua sepupu: Muhammad 'alaihi salam dan An-Nadhr bin Al-Harits. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam senantiasa membungkam An-Nadhr dengan dukungan dari Allah.
وَجَاءَ رَسُولُ اللهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - إِلَى الْكَعْبَةِ فَطَافَ بِهَا ، فَلَمَّا أَتَمَّ الطَّوَافَ ذَهَبَ إِلَى حَيْثُ كَانَ الْوَلِيدُ بْنُ الْمُغِيرَةِ وَأَشْرَافُ قُرَيْشٍ وَكَانَ فِيهِمُ النَّضْرُ بْنُ الْحَارِثِ ، فَتَكَلَّمَ رَسُولُ اللهِ فَعَرَضَ لَهُ النَّضْرُ فَكَلَّمَهُ رَسُولُ اللهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - حَتَّى أَفْحَمَهُ ، ثُمَّ تَلَا عَلَيْهِ وَعَلَيْهِمْ : إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنْتُمْ لَهَا وَارِدُونَ . لَوْ كَانَ هَؤُلَاءِ آلِهَةً مَا وَرَدُوهَا وَكُلٌّ فِيهَا خَالِدُونَ . لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَهُمْ فِيهَا لَا يَسْمَعُونَ .
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang ke Ka'bah lalu berthawaf. Setelah selesai, beliau pergi ke tempat Al-Walid bin Al-Mughirah dan para bangsawan Quraisy berada, di antaranya An-Nadhr bin Al-Harits. Rasulullah berbicara, lalu An-Nadhr mencoba mengganggunya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berbicara kepadanya hingga membungkamnya, kemudian beliau membacakan kepada mereka: "Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan Jahannam. Kamu pasti masuk ke dalamnya. Sekiranya berhala-berhala itu adalah tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka. Dan semuanya akan kekal di dalamnya. Mereka merintih di dalamnya dan mereka tidak mendengar apa pun di sana."
ثُمَّ قَامَ رَسُولُ اللهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - وَأَقْبَلَ عَبْدُ اللهِ بْنُ الزِّبَعْرَى السَّهْمِيُّ شَاعِرُهُمُ الْفَصِيحُ فَأَلْفَاهُمْ وَاجِمِينَ ، فَقَالَ وَهُوَ يَرْمُقُهُمْ فِي دَهْشٍ :
Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri dan datanglah Abdullah bin Az-Ziba'ra As-Sahmi, penyair mereka yang fasih, lalu ia mendapati mereka terdiam. Ia berkata seraya memandang mereka dengan takjub:
— مَالِكُمْ ؟
— "Ada apa dengan kalian?"
فَقَالَ الْوَلِيدُ :
Al-Walid menjawab:
— وَاللهِ مَا قَامَ النَّضْرُ بْنُ الْحَارِثِ لِابْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ وَمَا قَعَدَ ، وَقَدْ زَعَمَ مُحَمَّدٌ أَنَّا وَمَا نَعْبُدُ مِنْ آلِهَتِنَا هَذِهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ .
— "Demi Allah, An-Nadhr bin Al-Harits tidak berkutik sedikit pun di depan putra Abdul Muthalib. Muhammad mengklaim bahwa kami dan sesembahan kami ini adalah umpan Jahannam."
فَقَالَ عَبْدُ اللهِ بْنُ الزِّبَعْرَى فِي خُيَلَاءَ :
Abdullah bin Az-Ziba'ra berkata dengan sombong:
— ادْعُوهُ لِي .
— "Panggilkan dia untukku."
وَأَرْسَلُوا يَدْعُونَ أَبَا الْقَاسِمِ فَجَاءَ وَوَجْهُهُ يَبْتَسِمُ ، فَهُوَ يُرَحِّبُ بِكُلِّ حِوَارٍ يَدُورُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُمْ حَتَّى تُتَاحَ لَهُ فُرْصَةُ إِبْلَاغِ رِسَالَةِ رَبِّهِ إِلَيْهِمْ ، فَقَالَ لَهُ ابْنُ الزِّبَعْرَى :
Mereka mengirim utusan untuk memanggil Abul Qasim, lalu beliau datang dengan wajah tersenyum. Beliau menyambut setiap dialog yang terjadi antara beliau dan mereka agar terbuka kesempatan untuk menyampaikan risalah Rabb-nya kepada mereka. Ibnu Az-Ziba'ra berkata kepadanya:
— يَا مُحَمَّدُ ، هَذَا شَيْءٌ لِآلِهَتِنَا خَاصَّةً أَوْ لِكُلِّ مَنْ عُبِدَ مِنْ دُونِ اللهِ ؟
— "Wahai Muhammad, apakah ini khusus untuk sesembahan kami, atau untuk setiap yang disembah selain Allah?"
— بَلْ لِكُلِّ مَنْ عُبِدَ مِنْ دُونِ اللهِ .
— "Bahkan untuk setiap yang disembah selain Allah."
فَصَاحَ ابْنُ الزِّبَعْرَى صَيْحَةَ فَرَحٍ وَقَالَ :
Ibnu Az-Ziba'ra berseru dengan gembira dan berkata:
— خُصِمْتُ وَرَبِّ هَذِهِ الْبِنْيَةِ .
— "Aku telah menang, demi pemilik bangunan ini (Ka'bah)."
وَلَا تَلَأُ قَسَمَ بِالْكَعْبَةِ أَنَّ رَسُولَ اللهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قَدْ وَقَعَ فِيمَا نُصِبَ لَهُ مِنْ فِخَاخٍ ، إِنَّهُ سَيُلْزِمُهُ الْحُجَّةَ عَلَى الْمَلَأِ ، فَقَالَ وَهُوَ يَتَهَلَّلُ بِالْفَرَحِ :
Ia bersumpah demi Ka'bah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah jatuh ke dalam jebakan yang dipasang untuknya, bahwa ia akan memojokkannya dengan hujjah di hadapan khalayak ramai, lalu ia berkata dengan wajah berseri-seri karena senang:
— أَلَسْتَ تَزْعُمُ أَنَّ الْمَلَائِكَةَ عِبَادٌ صَالِحُونَ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدٌ صَالِحٌ ؟ وَهَذِهِ بَنُو مَلِيحٍ يَعْبُدُونَ الْمَلَائِكَةَ ، وَهَذِهِ النَّصَارَى يَعْبُدُونَ عِيسَى ، وَهَذِهِ الْيَهُودُ يَعْبُدُونَ عُزَيْرًا .
— "Bukankah engkau mengklaim bahwa malaikat adalah hamba-hamba yang saleh dan Isa adalah hamba yang saleh? Bani Malih menyembah malaikat, orang-orang Nasrani menyembah Isa, dan orang-orang Yahudi menyembah Uzair."
وَصَاحَ أَهْلُ مَكَّةَ فَرِحِينَ :
Penduduk Makkah berseru dengan gembira:
— أَلْزِمْهُ الْحُجَّةَ .. أَلْزِمْهُ الْحُجَّةَ .
— "Pojokkan dia dengan hujjah... pojokkan dia dengan hujjah."
فَأَنْزَلَ اللهُ عَلَى عَبْدٍ : إِنَّ الَّذِينَ سَبَقَتْ لَهُمْ مِنَّا الْحُسْنَى أُولَئِكَ عَنْهَا مُبْعَدُونَ . لَا يَسْمَعُونَ حَسِيسَهَا وَهُمْ فِيمَا اشْتَهَتْ أَنْفُسُهُمْ خَالِدُونَ . وَنَزَلَ فِيمَنْ يَعْبُدُونَ الْمَلَائِكَةَ وَيَقُولُونَ إِنَّهَا بَنَاتُ اللهِ : وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ . لَا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ . يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَى وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ . وَمَنْ يَقُلْ مِنْهُمْ إِنِّي إِلَهٌ مِنْ دُونِهِ فَذَلِكَ نَجْزِيهِ جَهَنَّمَ كَذَلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ .
Allah menurunkan wahyu kepada hamba-Nya: "Sesungguhnya orang-orang yang telah ada bagi mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka. Mereka tidak mendengar sedikit pun suara api neraka, dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diinginkan oleh diri mereka." Dan turun mengenai mereka yang menyembah malaikat dan mengatakan bahwa mereka adalah anak-anak perempuan Allah: "Dan mereka berkata, 'Tuhan Yang Maha Penyayang telah menjadikan anak.' Maha Suci Allah. Sebenarnya mereka (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan. Mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya. Dan barangsiapa di antara mereka mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah tuhan selain Allah,' maka orang itu Kami beri balasan Jahannam, demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang zalim."
وَلَمَّا ضُرِبَ ابْنُ مَرْيَمَ مَثَلًا إِذَا قَوْمُكَ مِنْهُ يَصِدُّونَ وَقَالُوا أَآلِهَتُنَا خَيْرٌ أَمْ هُوَ مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلًا بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ . إِنْ هُوَ إِلَّا عَبْدٌ أَنْعَمْنَا عَلَيْهِ وَجَعَلْنَاهُ مَثَلًا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ . وَلَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَا مِنْكُمْ مَلَائِكَةً فِي الْأَرْضِ يَخْلُفُونَ . وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُونِ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ . وَعَجِبَ الْوَلِيدُ مِنْ حُجَّتِهِ وَخُصُومَتِهِ وَمَسَّتْ آيَاتُ اللهِ وَتَرًا حَسَّاسًا فِي نَفْسِهِ ، وَلَكِنَّ الْحَسَدَ جَثَمَ عَلَى صَدْرِهِ فَعَقَلَ لِسَانَهُ عَنْ أَنْ يَشْهَدَ بِالْحَقِّ فَقَالَ :
Dan ketika putra Maryam dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu bersorak karenanya, dan mereka berkata, "Manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan kami atau dia?" Mereka tidak menjadikan perumpamaan itu untukmu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. Dia tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan nikmat kepadanya dan Kami jadikan dia sebagai contoh untuk Bani Israil. Dan kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun-temurun. Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. Al-Walid kagum dengan hujjah dan pembelaannya, dan ayat-ayat Allah menyentuh urat yang sensitif di dalam dirinya. Namun, kedengkian bersarang di dadanya sehingga membungkam lisannya untuk bersaksi atas kebenaran, lalu ia berkata:
— أَيُنَزَّلُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَأُتْرَكُ وَأَنَا كَبِيرُ قُرَيْشٍ وَسَيِّدُهَا ؟ وَيُتْرَكُ أَبُو مَسْعُودٍ عَمْرُو بْنُ عُمَيْرٍ الثَّقَفِيُّ سَيِّدُ ثَقِيفٍ وَنَحْنُ عَظِيمَا الْقَرْيَتَيْنِ !
— "Apakah Al-Qur'an diturunkan kepada Muhammad dan aku ditinggalkan, padahal aku adalah pembesar Quraisy dan pemimpinnya? Dan Abu Mas'ud Amr bin Umair Ats-Tsaqafi, pemimpin Tsaqif, ditinggalkan, padahal kami adalah pembesar dari dua negeri (Makkah dan Thaif)!"
فَأَنْزَلَ اللهُ فِيهِ : وَقَالُوا لَوْلَا نُزِّلَ هَذَا الْقُرْآنُ عَلَى رَجُلٍ مِنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍ . أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَةَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمَةُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ . وَأَرَادَ أَبُو جَهْلٍ أَنْ يَسْخَرَ مِنْ مُحَمَّدٍ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - عَلَى الْمَلَأِ خَشْيَةَ أَنْ يَفْتِنَ النَّاسَ بِهِ فَقَالَ :
Maka Allah menurunkan wahyu tentangnya: "Dan mereka berkata, 'Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada orang besar dari salah satu dua negeri ini?' Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." Abu Jahal ingin mengolok-olok Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam di hadapan publik karena khawatir orang-orang terfitnah olehnya, lalu ia berkata:
— يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ . هَلْ تَدْرُونَ مَا شَجَرَةُ الزَّقُّومِ الَّتِي يُخَوِّفُكُمْ بِهَا مُحَمَّدٌ ؟
— "Wahai kaum Quraisy. Apakah kalian tahu pohon Zaqqum yang digunakan Muhammad untuk menakut-nakuti kalian?"
قَالُوا :
Mereka menjawab:
— لَا .
— "Tidak."
فَقَالَ وَهُوَ يَضْحَكُ مِلْءَ شِدْقَيْهِ :
Ia berkata seraya tertawa lebar:
عَجْوَةُ يَثْرِبَ بِالزُّبْدِ ، وَاللهِ لَئِنِ اسْتَمْكَنَّا مِنْهَا لَنَتَزَقَّمَنَّهَا ( نَبْتَلِعُهَا ) .
"Kurma Ajwa Yatsrib dengan mentega. Demi Allah, jika kami bisa mendapatkannya, niscaya kami akan menelannya."
فَأَنْزَلَ اللهُ تَعَالَى : إِنَّ شَجَرَةَ الزَّقُّومِ . طَعَامُ الْأَثِيمِ - كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِ . كَغَلْيِ الْحَمِيمِ . خُذُوهُ فَاعْتِلُوهُ إِلَى سَوَاءِ الْجَحِيمِ . ثُمَّ صُبُّوا فَوْقَ رَأْسِهِ مِنْ عَذَابِ الْحَمِيمِ . ذُقْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْكَرِيمُ . إِنَّ هَذَا مَا كُنْتُمْ بِهِ تَمْتَرُونَ .
Maka Allah Ta'ala menurunkan: "Sesungguhnya pohon Zaqqum itu. Makanan bagi orang yang berdosa. Seperti kotoran minyak yang mendidih di dalam perut. Seperti mendidihnya air yang sangat panas. Peganglah dia, lalu seretlah dia ke tengah-tengah neraka. Kemudian tuangkan di atas kepalanya air azab yang mendidih. Rasakanlah! Sesungguhnya engkau adalah orang yang perkasa lagi mulia. Sesungguhnya ini adalah apa yang dahulu kalian ragukan."
وَمَلَأَ الْحَنَقُ فُؤَادَ أَبِي جَهْلٍ ، وَزَادَ فِي حَنَقِهِ أَنَّهُ قَالَ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَنَا الْعَزِيزُ الْكَرِيمُ . فَإِذَا بِقُرْآنِ مُحَمَّدٍ يَسْخَرُ مِنْهُ ، وَإِذَا بِتِلْكَ السُّخْرِيَّةِ الْأَلِيمَةِ تَنْتَشِرُ فِي مَكَّةَ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ وَالْكَافِرِينَ عَلَى السَّوَاءِ . وَمَشَى أُبَيُّ بْنُ خَلَفٍ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَظْمٍ بَالٍ قَدْ تَحَطَّمَ وَتَكَسَّرَ ، فَقَالَ :
Rasa geram memenuhi hati Abu Jahal, dan bertambah geramnya karena ia pernah berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Akulah yang perkasa lagi mulia." Maka Al-Qur'an Muhammad pun mengolok-oloknya, dan olok-olok yang menyakitkan itu menyebar di Makkah di antara kaum Muslimin dan kaum kafir secara merata. Ubay bin Khalaf berjalan menuju Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan membawa tulang usang yang sudah hancur dan remuk, lalu ia berkata:
— يَا مُحَمَّدُ أَنْتَ تَزْعُمُ أَنَّ اللهَ يَبْعَثُ هَذَا بَعْدَمَا أَرَمَّ ( بَلِيَ ) ؟
— "Wahai Muhammad, apakah engkau mengklaim bahwa Allah akan membangkitkan ini setelah ia hancur?"
ثُمَّ فَتَّهُ فِي يَدِهِ ثُمَّ نَفَخَهُ فِي الرِّيحِ نَحْوَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
Kemudian ia meremasnya dengan tangannya lalu meniupnya dihembus angin ke arah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
— نَعَمْ أَنَا أَقُولُ ذَلِكَ يَبْعَثُهُ اللهُ وَإِيَّاكَ بَعْدَمَا تَكُونَانِ هَكَذَا ، ثُمَّ يُدْخِلُكَ اللهُ النَّارَ .
— "Ya, aku mengatakan hal itu. Allah akan membangkitkannya dan membangkitkanmu setelah kalian berdua menjadi seperti ini, kemudian Allah akan memasukkanmu ke dalam neraka."
فَأَنْزَلَ اللهُ تَعَالَى فِيهِ : وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ . قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ . الَّذِي جَعَلَ لَكُمْ مِنَ الشَّجَرِ الْأَخْضَرِ نَارًا فَإِذَا أَنْتُمْ مِنْهُ تُوقِدُونَ . وَكَانَ الْأَخْنَسُ بْنُ شَرِيقِ بْنِ عَمْرِو بْنِ وَهْبٍ الثَّقَفِيُّ حَلِيفُ بَنِي زُهْرَةَ مِنْ أَشْرَافِ الْقَوْمِ وَمِمَّنْ يَسْتَمِعُ مِنْهُ فَكَانَ يُجَادِلُ الرَّسُولَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَرُدُّ عَلَيْهِ ، وَكَانَ الرَّسُولُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْرِفُ عَيْبَ نَسَبِهِ فَمَا كَانَ يُلْزِمُهُ بِهِ ، فَأَنْزَلَ اللهُ تَعَالَى فِيهِ : وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَهِينٍ . هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ . مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ . عُتُلٍّ بَعْدَ ذَلِكَ زَنِيمٍ .
Maka Allah Ta'ala menurunkan wahyu tentangnya: "Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami, dan ia lupa kepada kejadiannya; ia berkata, 'Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh?' Katakanlah, 'Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali pertama, dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.' Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, lalu kamu nyalakan api dari kayu itu." Al-Akhnas bin Syuraiq bin Amr bin Wahb Ats-Tsaqafi, sekutu Bani Zuhrah, adalah salah satu dari bangsawan kaum itu dan orang yang mendengarkan dari Rasulullah, namun ia mendebat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan menentangnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengetahui aib nasabnya, namun beliau tidak mencela dengannya. Maka Allah Ta'ala menurunkan wahyu tentangnya: "Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina. Yang banyak mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah. Yang sangat menghalangi kebajikan, yang melampaui batas lagi banyak berbuat dosa. Yang bertabiat kasar, yang setelah itu terkenal kejahatannya."
كَانَ سَادَاتُ قُرَيْشٍ يَحْرِصُونَ عَلَى أَلَّا يَسْمَعُوا الْقُرْآنَ وَإِنْ كَانُوا فِي شَوْقٍ إِلَى أَنْ يُلْقُوا إِلَى أَبِي الْقَاسِمِ أَسْمَاعَهُمْ ، إِنَّهُمْ سَمِعُوا مِنْهُ آيَاتٍ مُتَفَرِّقَةً فِي أَثْنَاءِ الْحِوَارِ الَّذِي كَثِيرًا مَا يَدُورُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُمْ وَلَكِنَّهُمْ يُرِيدُونَ أَنْ يُصْغُوا إِلَيْهِ فِي هُدُوءٍ لَوْلَا خَشْيَةَ أَنْ يَرَاهُمُ النَّاسُ وَهُمْ جَالِسُونَ إِلَيْهِ ، فَيَفْتَحُوا بِذَلِكَ أَبْوَابَ الْفِتْنَةِ الَّتِي بَذَلُوا كُلَّ الْجُهُودِ لِتَظَلَّ مُغْلَقَةً فِي وَجْهِ دَعْوَةِ ابْنِ عَبْدِ اللهِ . وَذَاتَ لَيْلَةٍ خَرَجَ أَبُو سُفْيَانَ بْنُ حَرْبٍ وَأَبُو جَهْلِ بْنُ هِشَامٍ وَالْأَخْنَسُ بْنُ شَرِيقٍ لِيَسْتَمِعُوا مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُصَلِّي فِي اللَّيْلِ فِي بَيْتِهِ ، فَأَخَذَ كُلُّ رَجُلٍ مِنْهُمْ مَجْلِسًا يَسْتَمِعُ فِيهِ وَكُلٌّ لَا يَعْلَمُ بِمَكَانِ صَاحِبِهِ ، فَبَاتُوا يَسْتَمِعُونَ لَهُ حَتَّى إِذَا طَلَعَ الْفَجْرُ تَفَرَّقُوا ، فَجَمَعَهُمُ الطَّرِيقُ فَتَلَاوَمُوا وَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ :
Para pembesar Quraisy berusaha keras untuk tidak mendengarkan Al-Qur'an, padahal mereka sangat rindu untuk mendengarkan Abul Qasim. Mereka memang mendengar ayat-ayat terpisah dari beliau di sela-sela perdebatan yang sering terjadi antara beliau dan mereka. Namun mereka ingin mendengarkan beliau dengan tenang, seandainya saja tidak khawatir dilihat oleh orang-orang saat mereka duduk mendengarkan beliau, sehingga hal itu membuka pintu fitnah yang telah mereka kerahkan seluruh upaya agar tetap tertutup rapat di hadapan dakwah putra Abdullah. Suatu malam, Abu Sufyan bin Harb, Abu Jahal bin Hisyam, dan Al-Akhnas bin Syuraiq keluar untuk mendengarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang sedang shalat malam di rumahnya. Setiap orang dari mereka mengambil tempat untuk mendengarkan, dan masing-masing tidak mengetahui tempat temannya. Mereka bermalam mendengarkan beliau hingga fajar menyingsing, lalu mereka berpencar. Jalan mempertemukan mereka, lalu mereka saling mencela dan berkata satu sama lain:
— لَا نَبْرَحُ حَتَّى نَتَعَاهَدَ أَلَّا نَعُودَ .
— "Kita jangan pergi sebelum berjanji untuk tidak kembali lagi."
فَتَعَاهَدُوا عَلَى ذَلِكَ ثُمَّ تَفَرَّقُوا . فَلَمَّا أَصْبَحَ الْأَخْنَسُ بْنُ شَرِيقٍ أَخَذَ عَصَاهُ ثُمَّ خَرَجَ حَتَّى أَتَى أَبَا سُفْيَانَ فِي بَيْتِهِ فَقَالَ :
Mereka pun berjanji akan hal itu, lalu berpencar. Ketika pagi tiba, Al-Akhnas bin Syuraiq mengambil tongkatnya lalu keluar hingga ia mendatangi Abu Sufyan di rumahnya dan berkata:
— أَخْبِرْنِي يَا أَبَا حَنْظَلَةَ عَنْ رَأْيِكَ فِيمَا سَمِعْتَ مِنْ مُحَمَّدٍ ؟
— "Beritahukan kepadaku, wahai Abu Hanzhalah, tentang pendapatmu mengenai apa yang engkau dengar dari Muhammad?"
— يَا أَبَا ثَعْلَبَةَ وَاللهِ لَقَدْ سَمِعْتُ أَشْيَاءَ أَعْرِفُهَا وَأَعْرِفُ مَا يُرَادُ بِهَا ، وَسَمِعْتُ أَشْيَاءَ مَا عَرَفْتُ مَعْنَاهَا .
— "Wahai Abu Tsa'labah, demi Allah, sungguh aku telah mendengar hal-hal yang aku kenali dan aku tahu apa maksudnya, dan aku telah mendengar hal-hal yang tidak aku ketahui maknanya."
— وَأَنَا وَالَّذِي حَلَفْتُ بِهِ كَذَلِكَ .
— "Dan aku pun, demi Dzat yang engkau bersumpah dengan-Nya, demikian pula."
ثُمَّ خَرَجَ الْأَخْنَسُ مِنْ عِنْدِهِ حَتَّى أَتَى أَبَا الْحَكَمِ بْنَ هِشَامٍ فَدَخَلَ عَلَيْهِ فِي بَيْتِهِ فَقَالَ : يَا أَبَا الْحَكَمِ مَا رَأْيُكَ فِيمَا سَمِعْتَ مِنْ مُحَمَّدٍ ؟ فَقَالَ أَبُو جَهْلٍ فِي حَنَقٍ وَحَسَدٍ :
Kemudian Al-Akhnas keluar dari sisinya hingga ia mendatangi Abu Al-Hakam bin Hisyam, masuk ke rumahnya dan berkata: "Wahai Abu Al-Hakam, bagaimana pendapatmu tentang apa yang engkau dengar dari Muhammad?" Maka Abu Jahal berkata dengan geram dan dengki:
— مَاذَا سَمِعْتُ ! تَنَازَعْنَا نَحْنُ وَبَنُو عَبْدِ مَنَافٍ الشَّرَفَ ، أَطْعَمُوا فَأَطْعَمْنَا ، وَحَمَلُوا فَحَمَلْنَا ، وَأَعْطَوْا فَأَعْطَيْنَا ، حَتَّى إِذَا تَجَاذَبْنَا عَلَى الرُّكَبِ وَكُنَّا كَفَرَسَيْ رِهَانٍ قَالُوا : مِنَّا نَبِيٌّ يَأْتِيهِ الْوَحْيُ مِنَ السَّمَاءِ ، فَمَتَى نُدْرِكُ مِثْلَ هَذِهِ ؟ وَاللهِ لَا نُؤْمِنُ بِهِ أَبَدًا وَلَا نُصَدِّقُهُ .
— "Apa yang kudengar! Kami dan Bani Abdu Manaf bersaing dalam kemuliaan. Mereka memberi makan, kami pun memberi makan. Mereka memikul beban, kami pun memikul beban. Mereka memberi, kami pun memberi. Hingga ketika kami sejajar dalam posisi yang sama dan kami bagaikan dua kuda pacuan, mereka berkata: 'Di antara kami ada seorang Nabi yang didatangi wahyu dari langit.' Kapan lagi kami bisa menyamai hal seperti ini? Demi Allah, kami tidak akan pernah beriman kepadanya dan tidak akan membenarkannya."
كَانُوا يَتَلَهَّفُونَ عَلَى سَمَاعِ الْقُرْآنِ وَكَانُوا يَنْسَلُّونَ إِلَى دَارِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ أَرْهَفُوا أَسْمَاعَهُمْ حَتَّى لَا يَفُوتَهُمْ شَيْءٌ مِمَّا يَقْرَأُ ، حَتَّى إِذَا مَا خَرَجَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْكَعْبَةِ وَتَلَا عَلَيْهِمُ الْقُرْآنَ وَدَعَاهُمْ إِلَى اللهِ قَالُوا يَهْزَءُونَ بِهِ :
Mereka sangat haus untuk mendengarkan Al-Qur'an, dan mereka menyelinap ke rumah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan mempertajam pendengaran mereka agar tidak ada satu pun yang ia baca terlewatkan. Hingga ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar menuju Ka'bah, membacakan Al-Qur'an kepada mereka, dan menyeru mereka kepada Allah, mereka berkata seraya mengolok-oloknya:
— قُلُوبُنَا فِي أَكِنَّةٍ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ لَا نَفْقَهُ مَا تَقُولُ ، وَفِي آذَانِنَا وَقْرٌ وَلَا نَسْمَعُ مَا تَقُولُ ، وَمِنْ بَيْنِنَا وَبَيْنِكَ حِجَابٌ قَدْ حَالَ بَيْنَنَا وَبَيْنَكَ ، فَاعْمَلْ بِمَا أَنْتَ عَلَيْهِ إِنَّنَا عَامِلُونَ بِمَا نَحْنُ عَلَيْهِ إِنَّا لَا نَفْقَهُ عَنْكَ شَيْئًا .
— "Hati kami tertutup dari apa yang engkau serukan kepada kami, kami tidak memahami apa yang engkau katakan. Di telinga kami terdapat sumbatan, kami tidak mendengar apa yang engkau katakan. Di antara kami dan engkau terdapat hijab yang menghalangi kami dan engkau. Maka bekerjalah menurut apa yang engkau yakini, dan kami akan bekerja menurut apa yang kami yakini. Sesungguhnya kami tidak memahami sedikit pun dari apa yang engkau katakan."
فَأَنْزَلَ اللهُ تَعَالَى : وَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ حِجَابًا مَسْتُورًا . وَجَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِي الْقُرْآنِ وَحْدَهُ وَلَّوْا عَلَى أَدْبَارِهِمْ نُفُورًا . نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَسْتَمِعُونَ بِهِ إِذْ يَسْتَمِعُونَ إِلَيْكَ وَإِذْ هُمْ نَجْوَى إِذْ يَقُولُ الظَّالِمُونَ إِنْ تَتَّبِعُونَ إِلَّا رَجُلًا مَسْحُورًا . انْظُرْ كَيْفَ ضَرَبُوا لَكَ الْأَمْثَالَ فَضَلُّوا فَلَا يَسْتَطِيعُونَ سَبِيلًا . وَقَالُوا أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا وَرُفَاتًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًا . قُلْ كُونُوا حِجَارَةً أَوْ حَدِيدًا . أَوْ خَلْقًا مِمَّا يَكْبُرُ فِي صُدُورِكُمْ فَسَيَقُولُونَ مَنْ يُعِيدُنَا قُلِ الَّذِي فَطَرَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ فَسَيُنْغِضُونَ إِلَيْكَ رُءُوسَهُمْ وَيَقُولُونَ مَتَى هُوَ قُلْ عَسَى أَنْ يَكُونَ قَرِيبًا .
Maka Allah Ta'ala menurunkan wahyu: "Dan apabila kamu membaca Al-Qur'an, niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat suatu dinding yang tertutup. Dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka agar mereka tidak memahaminya dan (Kami adakan) sumbatan di telinga mereka. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al-Qur'an, niscaya mereka berpaling ke belakang dengan membenci. Kami lebih mengetahui bagaimana mereka mendengarkan saat mereka mendengarkan kepadamu, dan saat mereka berbisik-bisik ketika orang-orang zalim itu berkata, 'Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.' Perhatikanlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan bagimu; lalu mereka sesat, tidak dapat menemukan jalan. Dan mereka berkata, 'Apakah apabila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apakah benar-benar kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru?' Katakanlah, 'Jadilah kalian batu atau besi, atau suatu makhluk dari apa yang besar di benak kalian!' Maka mereka akan berkata, 'Siapakah yang akan menghidupkan kami kembali?' Katakanlah, 'Dzat yang telah menciptakan kalian pertama kali.' Maka mereka akan menggelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata, 'Kapan itu akan terjadi?' Katakanlah, 'Mudah-mudahan waktu itu sudah dekat.'"

« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi