BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

MRWM - Da'watu Ibrahim #30

كَانَ الْحَنَقُ يَمْلأُ نُفُوسَ سَادَاتِ قُرَيْشٍ ، فَإِسْلَامُ حَمْزَةَ شَدَّ أَزْرَ دَعْوَةِ مُحَمَّدٍ ، فَمَا كَانَ حَمْزَةُ يَخْشَى أَبَا جَهْلٍ وَلَا أَبَا سُفْيَانَ - عَلَيْهِ السَّلَامُ - وَلَا أَبَا لَهَبٍ وَلَا الْوَلِيدَ بْنَ الْمُغِيرَةِ وَلَا ابْنَىْ خَلَفٍ وَلَا الْعَاصَ بْنَ وَائِلٍ وَلَا النَّضْرَ بْنَ الْحَارِثِ وَلَا عُقْبَةَ بْنَ أَبِي مُعَيْطٍ وَلَا عُتْبَةَ بْنَ رَبِيعَةَ وَلَا أَخَاهُ شَيْبَةَ وَلَا أَحَدًا مِنْ أَهْلِ الْعَدَاوَةِ وَالْمُبَادَأَةِ لِابْنِ أَخِيهِ الَّذِينَ يَطْلُبُونَ الْجَدَلَ وَالْخُصُومَةَ . فَسَيْفُ حَمْزَةَ أَسْرَعُ مِنْ لِسَانِهِ ، وَمَا كَانَ أَحَدٌ مِنْ هَؤُلَاءِ بِزَاهِدٍ فِي الدُّنْيَا حَتَّى يُثِيرَ غَضَبَ أَبِي عُمَارَةَ .
Kemarahan memenuhi jiwa para pemimpin Quraisy, karena Islamnya Hamzah menguatkan dakwah Muhammad. Hamzah tidak takut pada Abu Jahal, Abu Sufyan -'alaihis salam-, Abu Lahab, Al-Walid bin Al-Mughirah, kedua anak Khalaf, Al-'Ash bin Wa'il, An-Nadhar bin Al-Harits, 'Uqbah bin Abi Mu'aith, 'Utbah bin Rabi'ah, saudaranya Syaibah, atau siapa pun dari kalangan yang memusuhi dan menantang keponakannya yang mencari perdebatan dan permusuhan. Pedang Hamzah lebih cepat dari lisannya, dan tidak ada seorang pun dari mereka yang zuhud terhadap dunia sehingga memancing kemarahan Abu 'Umarah.
وَعُرِفَ رَسُولُ اللهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - بِأَنْ دَخَلَ حَمْزَةُ فِي دِينِ اللهِ ، فَكَفَّ كُفَّارُ مَكَّةَ عَنْ بَعْضِ مَا كَانُوا يَنَالُونَ مِنْهُ ، فَلَمْ يَعُدِ الرِّجَالُ يَقِفُونَ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ وَيُصَفِّقُونَ وَيُصَفِّرُونَ وَيَخْلِطُونَ عَلَيْهِ بِالْأَشْعَارِ إِذَا قَرَأَ الْقُرْآنَ ، وَلَمْ يَعُدْ أَحَدٌ يَجْرُؤُ عَلَى وَضْعِ ثَوْبِهِ عَلَى عُنُقِهِ وَخَنْقِهِ بِهِ خَنْقًا شَدِيدًا . وَكَفَّ جِيرَانُهُ أَبُو لَهَبٍ وَالْحَكَمُ بْنُ أَبِي الْعَاصِ بْنِ أُمَيَّةَ وَعُقْبَةُ بْنُ أَبِي مُعَيْطٍ عَنْ طَرْحِ الْأَذَى عَلَيْهِ ، وَلَمْ يَعُدْ أَبُو جَهْلٍ يُفَكِّرُ فِي صَبِّ التُّرَابِ عَلَى رَأْسِهِ ، فَأَغْلَقَ بِإِسْلَامِ حَمْزَةَ بَابُ اضْطِهَادِ مُحَمَّدٍ - عَلَيْهِ السَّلَامُ - الَّذِي ظَلَّ مَفْتُوحًا عَلَى مِصْرَاعَيْهِ سَنَوَاتٍ ، وَفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَدَلِ وَطَلَبِ الْمُعْجِزَاتِ .
Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- mengetahui bahwa Hamzah telah masuk ke dalam agama Allah, maka kafir Makkah berhenti dari sebagian apa yang biasa mereka lakukan terhadapnya. Laki-laki tidak lagi berdiri di kanan dan kirinya sambil bertepuk tangan, bersiul, dan mencampurinya dengan syair-syair jika ia membaca Al-Qur'an, dan tidak ada lagi yang berani meletakkan pakaiannya di lehernya dan mencekiknya dengan keras. Tetangganya; Abu Lahab, Al-Hakam bin Abi Al-'Ash bin Umayyah, dan 'Uqbah bin Abi Mu'aith berhenti menebar gangguan kepadanya. Abu Jahal tidak lagi berpikir untuk menaburkan tanah di atas kepalanya. Dengan Islamnya Hamzah, tertutuplah pintu penindasan terhadap Muhammad -'alaihis salam- yang telah terbuka lebar selama bertahun-tahun, dan terbukalah pintu-pintu perdebatan serta tuntutan mukjizat.
وَفِي ذَاتِ يَوْمٍ خَرَجَ بِلَالٌ مِنْ دُورِ بَنِي جُمَحَ فِي الْبُكْرَةِ وَانْطَلَقَ إِلَى الْحَرَمِ ، فَوَجَدَ خَلْوَةً مِنَ النَّاسِ فَصَارَ يَبْصُقُ عَلَى الْأَصْنَامِ الَّتِي وُضِعَتْ فِي جَوْفِ الْكَعْبَةِ وَمِنْ حَوْلِهَا وَرَاحَ يَقُولُ :
Suatu hari Bilal keluar dari rumah Bani Jumah pada pagi hari dan pergi ke Haram, ia mendapati tempat yang sepi dari orang-orang, lalu ia mulai meludahi berhala-berhala yang diletakkan di dalam Ka'bah dan di sekelilingnya, dan ia mulai berkata:
خَابَ وَخَسِرَ مَنْ عَبَدَكُنَّ .
"Celaka dan merugilah siapa yang menyembah kalian."
وَرَآهُ رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ فَانْطَلَقَ إِلَى أُمَيَّةَ بْنِ خَلَفٍ فَقَالَ لَهُ :
Seorang laki-laki dari Quraisy melihatnya, lalu ia pergi kepada Umayyah bin Khalaf dan berkata kepadanya:
أَصَبَوْتَ ؟
"Apakah engkau telah menjadi pengikut Muhammad (shabi)?"
فَقَالَ أُمَيَّةُ فِي غَضَبٍ :
Umayyah berkata dengan marah:
وَمِثْلِي يُقَالُ لَهُ هَذَا ؟!.
"Apakah orang seperti diriku dikatakan seperti ini?!"
إِنَّ أَسْوَدَكَ بَصَقَ عَلَى الْآلِهَةِ .
"Sesungguhnya budak hitammu meludahi tuhan-tuhan."
وَاقْشَعَرَّ بَدَنُ أُمَيَّةَ وَخَشِيَ غَضَبَ الْآلِهَةِ فَقَالَ لِقُرَيْشٍ :
Tubuh Umayyah gemetar dan ia takut akan kemarahan tuhan-tuhan, lalu ia berkata kepada Quraisy:
— خُذُوا مِائَةً مِنَ الْإِبِلِ وَانْحَرُوهَا لِلْآلِهَةِ .
— "Ambillah seratus unta dan sembelihlah untuk tuhan-tuhan."
ثُمَّ انْطَلَقَ أُمَيَّةُ إِلَى حَيْثُ كَانَ بِلَالٌ وَرَاحَ يَصُبُّ عَلَيْهِ جَامَ غَضَبِهِ وَبِلَالٌ ثَابِتٌ لَا يَتَزَعْزَعُ ، يَأْمُرُهُ أَنْ يَكْفُرَ بِمُحَمَّدٍ وَإِلَهِ مُحَمَّدٍ وَأَنْ يَعُودَ لِعِبَادَةِ آلِهَةِ قُرَيْشٍ وَبِلَالٌ يَهْزَأُ بِقَلْبِهِ وَبِلِسَانِهِ مِنَ الْأَصْنَامِ الَّتِي لَا تَنْفَعُ وَلَا تَضُرُّ . وَدَبَّ الْيَأْسُ فِي قَلْبِ أُمَيَّةَ وَزَادَ فِي حَنَقِهِ عِنَادُ عَبْدِهِ الْأَسْوَدِ فَأَلْبَسَهُ أَسْمَالًا بَالِيَةً وَوَضَعَ فِي عُنُقِهِ حَبْلًا مِنْ مَسَدٍ ثُمَّ نَادَى صِبْيَانَ الْقَبِيلَةِ وَدَفَعَ بِهِ إِلَيْهِمْ ، فَخَرَجُوا بِهِ يَتَصَايَحُونَ وَيَسُبُّونَ الْكَافِرَ بِاللَّاتِ وَالْعُزَّى وَبِلَالٌ يُرَدِّدُ شِعَارَهُ :
Kemudian Umayyah pergi ke tempat Bilal dan mulai melampiaskan kemarahannya, sementara Bilal tetap teguh dan tidak goyah. Umayyah memerintahkannya untuk kufur kepada Muhammad dan Tuhan Muhammad serta kembali menyembah tuhan-tuhan Quraisy, sementara Bilal mengejek dengan hati dan lisannya terhadap berhala-berhala yang tidak memberi manfaat dan tidak pula memberi mudarat. Keputusasaan merayap ke dalam hati Umayyah dan ia semakin marah dengan sifat keras kepala budak hitamnya itu, lalu ia memakaikannya pakaian yang usang dan meletakkan tali dari sabut di lehernya, kemudian ia memanggil anak-anak kecil dari kabilahnya dan menyerahkan Bilal kepada mereka. Mereka membawanya keluar sambil berteriak-teriak mencaci orang yang kufur terhadap Lata dan 'Uzza, sedangkan Bilal mengulang-ulang semboyannya:
— أَحَدٌ .. أَحَدٌ .
— "Esa... Esa."
وَرَاحَ بَنُو جُمَحَ يُعَذِّبُونَ حَمَامَةَ أُمَّ بِلَالٍ ، فَقَدْ كَفَرَتْ مَعَ ابْنِهَا بِدِينِ قُرَيْشٍ وَدَخَلَتْ فِي الْإِسْلَامِ وَيَسْأَلُونَهَا أَنْ تَذْكُرَ مُحَمَّدًا - عَلَيْهِ السَّلَامُ - بِسُوءٍ وَأَنْ تَعُودَ إِلَى عِبَادَةِ اللَّاتِ وَالْعُزَّى ، فَكَانَتْ تَحْتَمِلُ الْعَذَابَ فِي صَبْرٍ وَلَا يَتَحَرَّكُ لِسَانُهَا إِلَّا بِحَمْدِ اللهِ عَلَى أَنْ أَخْرَجَهَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ . وَاكْتَشَفَ أُمَيَّةُ بْنُ خَلَفٍ أَنَّ ابْنَهُ عَلِيًّا قَدْ فُتِنَ عَنْ دِينِ آبَائِهِ فَأَنْزَلَ بِهِ سَوْطَ عَذَابٍ ، فَلَمْ يَحْتَمِلْ عَلِيُّ بْنُ أُمَيَّةَ الْآلَامَ الْمُبَرِّحَةَ الَّتِي نَزَلَتْ بِهِ فَأَعْطَى مُعَذِّبِيهِ مَا يُحِبُّونَ وَفُتِنَ عَنْ دِينِهِ وَرَجَعَ إِلَى الشِّرْكِ وَالضَّلَالِ .
Bani Jumah mulai menyiksa Hamamah, ibu Bilal, karena ia telah kufur bersama anaknya terhadap agama Quraisy dan masuk Islam. Mereka memintanya untuk menyebut Muhammad -'alaihis salam- dengan keburukan dan kembali menyembah Lata dan 'Uzza, namun ia menanggung siksaan dengan sabar dan lisannya tidak bergerak kecuali memuji Allah karena telah mengeluarkannya dari kegelapan menuju cahaya. Umayyah bin Khalaf menemukan bahwa anaknya, 'Ali, telah terfitnah (tergoda) meninggalkan agama nenek moyangnya, maka ia mencambuknya. 'Ali bin Umayyah tidak sanggup menahan rasa sakit yang menyiksa yang menimpanya, lalu ia memberikan apa yang diinginkan oleh para penyiksanya dan ia berbalik dari agamanya serta kembali kepada kesyirikan dan kesesatan.
وَقَامَتْ كُلُّ قَبِيلَةٍ تُعَذِّبُ مَنِ اعْتَنَقُوا الْإِسْلَامَ مِنْ أَبْنَائِهِمْ وَمَوَالِيهِمْ لِيَرْتَدُّوا إِلَى دِينِ قُرَيْشٍ قَبْلَ أَنْ يَسْتَفْحِلَ الْأَمْرُ وَتَنْتَشِرَ دَعْوَةُ مُحَمَّدٍ - عَلَيْهِ السَّلَامُ - فِي الْقَوْمِ فَيَتَزَعْزَعَ سُلْطَانُ السَّادَةِ وَيَضِيعَ مَجْدُ قُرَيْشٍ ، فَخَرَجَ بَنُو مَخْزُومٍ بِأَبْنَائِهِمْ وَمَوَالِيهِمُ الْمُسْلِمِينَ وَرَاحُوا يُعَذِّبُونَهُمْ عَلَى أَعْيُنِ النَّاسِ تَخْوِيفًا لِمَنْ تُسَوِّلُ لَهُ نَفْسُهُ هَجْرَ دِينِ الْآبَاءِ وَالدُّخُولَ فِيمَا يَدْعُو إِلَيْهِ مُحَمَّدُ ابْنُ عَبْدِ اللهِ ، فَكَانُوا يَضْرِبُونَ بِالسِّيَاطِ أَبَا قَيْسِ بْنَ الْوَلِيدِ بْنِ الْمُغِيرَةِ وَعَمَّارًا وَأُمَّهُ سُمَيَّةَ وَأَبَاهُ يَاسِرًا ضَرْبًا تَتَمَزَّقُ مِنْهُ الْجُلُودُ فَتَسِيلُ الدِّمَاءُ تَرْوِي الرِّمَالَ .
Setiap kabilah bangkit menyiksa siapa saja yang memeluk Islam dari anak-anak dan budak mereka agar mereka murtad kembali ke agama Quraisy sebelum perkara ini membesar dan dakwah Muhammad -'alaihis salam- tersebar di tengah kaum sehingga kekuasaan para pemimpin terguncang dan kemuliaan Quraisy lenyap. Bani Makhzum keluar membawa anak-anak dan budak-budak mereka yang Muslim dan mulai menyiksa mereka di depan mata orang banyak sebagai ancaman bagi siapa saja yang jiwanya membisikkan untuk meninggalkan agama nenek moyang dan masuk ke dalam apa yang diserukan oleh Muhammad bin 'Abdullah. Mereka mencambuk Abu Qais bin Al-Walid bin Al-Mughirah, 'Ammar, ibunya Sumayyah, dan ayahnya Yasir dengan cambuk yang membuat kulit terkoyak, lalu darah mengalir membasahi pasir.
وَرَاحَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ يُعَذِّبُ جَارِيَةً أَسْلَمَتْ يَضْرِبُهَا حَتَّى مَلَّ ، ثُمَّ قَالَ لَهَا :
'Umar bin Al-Khaththab mulai menyiksa seorang budak perempuan yang telah masuk Islam, ia memukulnya sampai lelah, kemudian ia berkata kepadanya:
إِنِّي أَعْتَذِرُ إِلَيْكِ فَإِنِّي لَمْ أَتْرُكْكِ حَتَّى مَلِلْتُ .
"Sesungguhnya aku meminta maaf kepadamu, karena aku tidak berhenti (memukulmu) sampai aku lelah."
فَقَالَتْ لَهُ وَهِيَ تَتَلَوَّى مِنَ الْأَلَمِ :
Ia berkata kepadanya sambil menggeliat menahan sakit:
كَذَلِكَ يُعَذِّبُكَ رَبُّكَ إِنْ لَمْ تُسْلِمْ .
"Begitu juga Tuhanmu akan menyiksamu jika engkau tidak masuk Islam."
وَلَمْ يَكُنْ عُمَرُ يَدْرِي أَنَّ أُخْتَهُ فَاطِمَةَ بِنْتَ الْخَطَّابِ قَدْ أَسْلَمَتْ ، وَلَمْ يَخْطُرْ لَهُ عَلَى بَالٍ أَنَّ زَوْجَ أُخْتِهِ سَعِيدَ بْنَ زَيْدٍ قَدْ دَخَلَ فِي دِينِ اللهِ وَلَوْ عَرَفَ عُمَرُ أَنَّ الْفِتْنَةَ قَدْ دَخَلَتْ دُورَ أَهْلِهِ لَانْطَلَقَ حَانِقًا لِيُنْزِلَ بِالصَّابِئِينَ أَلْوَانَ الْعَذَابِ . وَكَانَ خَبَّابُ بْنُ الْأَرَتِّ مَوْلًى لِأُمِّ أَنْمَارٍ وَكَانَ حَدَّادًا يَعْمَلُ طَوَالَ النَّهَارِ لِيَعُودَ لِمَوْلَاتِهِ بِثَمَرَةِ عَرَقِهِ ، فَلَمَّا قَامَتِ الْقَبَائِلُ عَلَى مَنْ فُتِنَ فِيهَا بِالْإِسْلَامِ صَارَتْ أُمُّ أَنْمَارَ تَأْخُذُ الْحَدِيدَةَ وَقَدْ أَحْمَتْهَا بِالنَّارِ فَتَضَعُهَا عَلَى رَأْسِهِ وَتَسْأَلُهُ أَنْ يَسُبَّ مُحَمَّدًا - عَلَيْهِ السَّلَامُ - وَأَنْ يَكْفُرَ بِدِينِهِ ، وَلَكِنَّهُ كَانَ يَحْتَمِلُ النَّارَ فِي صَبْرٍ عَجِيبٍ وَلَا تَتَحَرَّكُ شَفَتَاهُ إِلَّا بِذِكْرِ اللهِ .
'Umar tidak tahu bahwa saudarinya, Fathimah binti Al-Khaththab, telah masuk Islam, dan tidak pernah terpikir olehnya bahwa suami saudarinya, Sa'id bin Zaid, telah masuk ke dalam agama Allah. Seandainya 'Umar tahu bahwa fitnah (agama Islam) telah masuk ke rumah keluarganya, niscaya ia akan pergi dengan penuh amarah untuk menimpakan berbagai siksaan kepada orang-orang Shabi'in (Muslimin). Khabbab bin Al-Arat adalah budak Ummu Anmar dan ia seorang pandai besi yang bekerja sepanjang hari untuk kembali kepada majikannya dengan hasil keringatnya. Ketika kabilah-kabilah bangkit menyiksa siapa yang terfitnah masuk Islam di antara mereka, Ummu Anmar mengambil besi yang telah ia panaskan dengan api, lalu ia meletakkannya di atas kepala Khabbab dan memintanya untuk mencaci Muhammad -'alaihis salam- serta kufur terhadap agamanya, namun ia menanggung api tersebut dengan kesabaran yang menakjubkan dan bibirnya tidak bergerak kecuali berdzikir kepada Allah.
وَضَاقَتْ أُمُّ أَنْمَارَ بِذَلِكَ الْعِنَادِ فَدَعَتْ رِجَالًا مِنْ أَهْلِهَا لِيُعَاوِنُوهَا عَلَى تَعْذِيبِ ذَلِكَ الْعَبْدِ الْآبِقِ لَعَلَّهُ يَعُودُ عَنْ غَيِّهِ . فَأَوْقَدُوا نَارًا وَوَضَعُوهَا عَلَى ظَهْرِهِ فَارْتَفَعَ أَنِينُ خَبَّابٍ ، وَرَاحَ الرِّجَالُ يَقُولُونَ لَهُ :
Ummu Anmar tidak tahan dengan sifat keras kepala itu, lalu ia memanggil laki-laki dari keluarganya untuk membantunya menyiksa budak yang kabur (dari keyakinan musyrik) itu agar ia kembali dari kesesatannya. Mereka menyalakan api dan meletakkannya di punggungnya, maka erangan Khabbab meninggi, dan orang-orang itu berkata kepadanya:
— سُبَّ مُحَمَّدًا وَإِلَهَ مُحَمَّدٍ .
— "Cacilah Muhammad dan Tuhan Muhammad."
فَلَمْ تَتَحَرَّكْ شَفَتَاهُ إِلَّا بِالْخَيْرِ ، وَاسْتَمَرَّتِ النَّارُ تَسْرِي فِيهِ لَا يُطْفِئُهَا إِلَّا دَهْنُ ظَهْرِهِ .
Maka bibirnya tidak bergerak kecuali dengan kebaikan, dan api terus menjalar di tubuhnya yang tidak memadamkannya kecuali lemak dari punggungnya sendiri.
وَمَرَّ رَسُولُ اللهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - عَلَى عَمَّارٍ وَأُمِّهِ سُمَيَّةَ وَأَبِيهِ يَاسِرٍ وَبَنُو مَخْزُومٍ يُعَذِّبُونَهُمْ بِالنَّارِ ، فَقَالَ :
Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- lewat di dekat 'Ammar, ibunya Sumayyah, dan ayahnya Yasir saat Bani Makhzum sedang menyiksa mereka dengan api, maka beliau bersabda:
— صَبْرًا آلَ يَاسِرٍ فَإِنَّ مَوْعِدَكُمُ الْجَنَّةُ .
— "Bersabarlah wahai keluarga Yasir, sesungguhnya tempat kembali kalian adalah surga."
وَضَاقَ أَبُو جَهْلٍ بِثَبَاتِ سُمَيَّةَ فَقَالَ لَهَا :
Abu Jahal tidak sabar dengan keteguhan Sumayyah, lalu ia berkata kepadanya:
— مَا آمَنْتِ بِمُحَمَّدٍ إِلَّا أَنَّكِ عَشِقْتِهِ لِجَمَالِهِ .
— "Engkau tidak beriman kepada Muhammad kecuali karena engkau mencintainya karena ketampanannya."
ثُمَّ طَعَنَهَا فِي قَلْبِهَا فَمَاتَتْ فَكَانَتْ أَوَّلَ شَهِيدَةٍ فِي الْإِسْلَامِ ، وَلَمْ يَحْتَمِلْ يَاسِرٌ عَذَابَ النَّارِ فَفَاضَتْ رُوحُهُ وَالنَّبِيُّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - يَدْعُو رَبَّهُ :
Kemudian ia menikam hatinya hingga ia meninggal, maka ia menjadi syahidah pertama dalam Islam. Yasir tidak sanggup menanggung siksaan api hingga ruhnya lepas, sementara Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- berdoa kepada Tuhannya:
اللَّهُمَّ لَا تُعَذِّبْ أَحَدًا مِنْ آلِ عَمَّارٍ بِالنَّارِ .
"Ya Allah, janganlah Engkau menyiksa seorang pun dari keluarga 'Ammar dengan api."
وَرَاحَ صَفْوَانُ بْنُ أُمَيَّةَ يُعَذِّبُ مَوْلَاهُ أَبَا فُكَيْهَةَ فَيُخْرِجُهُ نِصْفَ النَّهَارِ فِي شِدَّةِ الْحَرِّ مُقَيَّدًا إِلَى الرَّمْضَاءِ فَيَضَعُ عَلَى بَطْنِهِ صَخْرَةً حَتَّى يَخْرُجَ لِسَانُهُ ، وَرِجَالٌ مِنْ قَرَابَةِ صَفْوَانَ يَقُولُونَ لَهُ :
Shafwan bin Umayyah mulai menyiksa budaknya, Abu Fukaihah, ia mengeluarkannya pada tengah hari di puncak panas terik dalam keadaan terikat ke padang pasir yang membakar, lalu ia meletakkan batu besar di atas perutnya sampai lidahnya menjulur keluar, sementara orang-orang dari kerabat Shafwan berkata kepadanya:
زِدْهُ عَذَابًا حَتَّى يَأْتِيَ مُحَمَّدٌ فَيُخَلِّصَهُ بِسِحْرِهِ .
"Tambahilah siksanya sampai Muhammad datang lalu menolongnya dengan sihirnya."
وَمَرَّتِ الْأَيَّامُ وَالْعَذَابُ يَتَرَادَفُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ فَمِنْهُمْ مَنْ صَبَرَ وَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ لَمْ يَحْتَمِلِ الْعَذَابَ فَارْتَدَّ عَنْ دِينِهِ ، فَرَجَعَ إِلَى الشِّرْكِ الْحَارِثُ بْنُ رَبِيعَةَ بْنِ الْأَسْوَدِ وَأَبُو قَيْسِ بْنُ الْوَلِيدِ بْنِ الْمُغِيرَةِ وَالْعَاصُ بْنُ مُنَبِّهٍ ابْنُ الْحَجَّاجِ ، فَشَجَّعَ ذَلِكَ الْكُفَّارَ عَلَى أَنْ يُغَالُوا فِي تَعْذِيبِ الْمُؤْمِنِينَ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ إِلَى دِينِ الْآبَاءِ فَتَمُوتَ دَعْوَةُ الْإِسْلَامِ فِي مَهْدِهَا قَبْلَ أَنْ يَشْتَدَّ عُودُهَا وَتَسْمَعَ بِهَا الْقَبَائِلُ الَّتِي تَفِدُ إِلَى الْحَرَمِ فِي الْمَوْسِمِ .
Hari-hari berlalu dan siksaan terus menimpa orang-orang beriman. Di antara mereka ada yang bersabar, ada yang telah menemui ajalnya, dan ada yang tidak sanggup menanggung siksaan lalu murtad dari agamanya. Maka Al-Harits bin Rabi'ah bin Al-Aswad, Abu Qais bin Al-Walid bin Al-Mughirah, dan Al-'Ash bin Munabbih bin Al-Hajjaj kembali kepada kesyirikan. Hal itu mendorong orang-orang kafir untuk berlebih-lebihan dalam menyiksa orang-orang beriman agar mereka kembali ke agama nenek moyang sehingga dakwah Islam mati di dalam buaiannya sebelum bertambah kuat dan terdengar oleh kabilah-kabilah yang datang ke Haram pada musim haji.
وَأَتَى خَبَّابٌ رَسُولَ اللهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - وَهُوَ مُتَوَسِّدٌ بُرْدَةً فِي ظِلِّ الْكَعْبَةِ ، وَلَقَدْ لَقِيَ الْمُسْلِمُونَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ شِدَّةً شَدِيدَةً ، فَقَالَ :
Khabbab mendatangi Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- saat beliau sedang berbantalkan kain selimut di bawah naungan Ka'bah. Sungguh kaum Muslimin telah mengalami kesulitan yang sangat berat dari orang-orang musyrik, maka ia berkata:
— يَا رَسُولَ اللهِ أَلَا تَدْعُو اللهَ لَنَا ؟!
— "Wahai Rasulullah, tidakkah engkau berdoa kepada Allah untuk kami?!"
فَقَعَدَ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - مُحْمَرًّا وَجْهُهُ فَقَالَ :
Maka beliau -shallallahu 'alaihi wa sallam- duduk dengan wajah yang memerah, lalu beliau bersabda:
إِنَّهُ كَانَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَيُمْشَطُ بِأَمْشَاطِ الْحَدِيدِ مَا دُونَ عَظْمِهِ مِنْ لَحْمٍ وَعَصَبٍ مَا يَصْرِفُهُ ذَلِكَ عَنْ دِينِهِ ، وَيُوضَعُ الْمِنْشَارُ عَلَى فَرْقِ رَأْسِ أَحَدِهِمْ فَيُشَقُّ مَا يَصْرِفُهُ ذَلِكَ عَنْ دِينِهِ . وَلَيُظْهِرَنَّ اللهُ تَعَالَى هَذَا الْأَمْرَ حَتَّى يَصِيرَ الرَّاكِبُ مِنْ صَنْعَاءَ إِلَى حَضْرَمَوْتَ لَا يَخَافُ إِلَّا اللهَ وَالذِّئْبَ عَلَى غَنَمِهِ .
"Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian ada yang disisir dengan sisir besi hingga daging dan sarafnya terpisah dari tulangnya, namun itu tidak memalingkannya dari agamanya. Diletakkan gergaji di atas puncak kepalanya hingga terbelah dua, namun itu tidak memalingkannya dari agamanya. Dan Allah Ta'ala pasti akan memenangkan perkara ini hingga seorang pengendara berjalan dari Shan'a ke Hadramaut tidak takut kecuali kepada Allah dan serigala terhadap kambingnya."
وَأَطْرَقَ خَبَّابٌ وَقَدْ تَقَاصَرَتْ نَفْسُهُ ، وَلَمْ يَطُلْ إِطْرَاقُهُ فَقَدْ مَسَّ أُذُنَيْهِ صَوْتُ الرَّسُولِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - وَهُوَ يَدْعُو لَهُ كَأَنَّهُ صَوْتٌ رَحِيمٌ آتٍ مِنَ السَّمَاءِ :
Khabbab menunduk dan jiwanya merasa kerdil, namun ia tidak lama menunduk karena telinganya tersentuh suara Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- yang mendoakannya, seolah itu adalah suara yang penuh kasih sayang datang dari langit:
اللَّهُمَّ انْصُرْ خَبَّابًا .
"Ya Allah, tolonglah Khabbab."
وَرَاحَ أَبُو جَهْلٍ يُنَفِّسُ عَنْ حِقْدِهِ لِمُحَمَّدٍ - عَلَيْهِ السَّلَامُ - بِتَعْذِيبِ كُلِّ مَنْ آمَنُوا بِمَا جَاءَ بِهِ ، لَمْ يَدَعْ رَجُلًا وَلَا امْرَأَةً إِلَّا صَبَّ عَلَيْهِ سَوْطَ عَذَابٍ ، إِنَّهُ رَأَى أُنَاسًا يُعَذِّبُونَ امْرَأَةً كَانَتْ جَارِيَةً مِنْ جَوَارِيهِمْ وَقَدْ فُتِنَتْ بِالدِّينِ الْجَدِيدِ فَذَهَبَ لِيَشْتَرِكَ فِي صَبِّ جَامِ غَضَبِهِ عَلَيْهَا ، فَأَلْفَاهَا قَدْ عُذِّبَتْ حَتَّى عَمِيَتْ فَلَمْ يَرِقَّ لَهَا قَلْبُهُ ، بَلْ رَاحَ يَضْرِبُهَا وَيَقُولُ لَهَا :
Abu Jahal mulai melampiaskan dendamnya terhadap Muhammad -'alaihis salam- dengan menyiksa siapa saja yang beriman dengan apa yang beliau bawa. Ia tidak membiarkan seorang laki-laki maupun perempuan kecuali ia timpakan siksaan kepadanya. Ia melihat orang-orang sedang menyiksa seorang wanita yang merupakan budak mereka dan telah terfitnah (tertarik) dengan agama baru, maka ia pergi untuk ikut melampiaskan kemarahannya kepadanya. Ia mendapatinya telah disiksa hingga buta, namun hatinya tidak iba sedikit pun, bahkan ia mulai memukulnya dan berkata kepadanya:
— إِنَّ اللَّاتَ وَالْعُزَّى فَعَلَا بِكِ مَا تَرَيْنَ .
— "Sesungguhnya Lata dan 'Uzza telah berbuat kepadamu seperti yang engkau lihat."
فَقَالَتْ لَهُ فِي إِيمَانٍ :
Ia berkata kepadanya dengan penuh keimanan:
— كَلَّا وَاللهِ لَا تَمْلِكُ اللَّاتُ وَالْعُزَّى نَفْعًا وَلَا ضَرًّا ، هَذَا أَمْرٌ مِنَ السَّمَاءِ وَرَبِّي قَادِرٌ عَلَى أَنْ يَرُدَّ عَلَى بَصَرِي .
— "Sama sekali tidak! Demi Allah, Lata dan 'Uzza tidak memiliki kekuasaan atas manfaat dan tidak pula mudarat. Ini adalah perkara dari langit dan Tuhanku Maha Kuasa untuk mengembalikan penglihatanku."
فَأَصْبَحَتْ تِلْكَ اللَّيْلَةَ وَقَدْ رَدَّ اللهُ تَعَالَى عَلَيْهَا بَصَرَهَا فَقَالَتْ قُرَيْشٌ :
Maka pagi harinya Allah Ta'ala telah mengembalikan penglihatannya, lalu Quraisy berkata:
— إِنَّ هَذَا مِنْ سِحْرِ مُحَمَّدٍ .
— "Sesungguhnya ini adalah sihir Muhammad."
وَجِيءَ بِبِلَالٍ مُقَيَّدًا وَكَانَ الْيَوْمُ قَائِظًا وَقَدْ أَلْبَسُوهُ دِرْعًا مِنْ حَدِيدٍ وَأَضْجَعُوهُ عَلَى الرِّمَالِ وَتَرَكُوهُ لِلشَّمْسِ وَانْصَرَفُوا ، فَأَحَسَّ كَأَنَّهُ فِي أَتُّونِ نَارٍ وَلَكِنَّهُ ظَلَّ صَابِرًا وَلَمْ يَعْرِفِ الْجَزَعُ طَرِيقَهُ إِلَى فُؤَادِهِ ، وَجَاءَ أُمَيَّةُ بْنُ خَلَفٍ وَأَبُو جَهْلٍ وَالْمُشْرِكُونَ يَتَفَصَّدُ الْعَرَقُ مِنْهُمْ مِنْ شِدَّةِ الْحَرِّ ، وَقَالُوا لِبِلَالٍ :
Bilal dibawa dalam keadaan terikat, hari itu sangat panas terik, mereka memakaikannya baju besi dan membaringkannya di atas pasir, lalu mereka meninggalkannya di bawah matahari dan pergi. Ia merasa seolah-olah berada dalam tungku api, namun ia tetap sabar dan keluh kesah tidak tahu jalan menuju hatinya. Umayyah bin Khalaf, Abu Jahal, dan orang-orang musyrik datang, keringat mengucur dari mereka karena saking panasnya, dan mereka berkata kepada Bilal:
— سُبَّ مُحَمَّدًا .
— "Cacilah Muhammad."
فَقَالَ بِلَالٌ يُرَدِّدُ نَشِيدَهُ :
Maka Bilal berkata sambil mengulang-ulang nyanyiannya:
— أَحَدٌ ... أَحَدٌ .
— "Esa... Esa."
أَيِسُوا مِنْ أَنْ يَسُبَّ الْعَبْدُ الْحَبَشِيُّ مُحَمَّدًا أَوْ يَذْكُرَهُ بِسُوءٍ ، فَلَا أَقَلَّ مِنْ أَنْ يَذْكُرَ آلِهَتَهُمْ بِخَيْرٍ لِيُطْلِقُوهُ فَقَدْ لَاحَتِ الْهَزِيمَةُ لِأَعْيُنِهِمْ بَشِعَةً إِذَا مَا اسْتَمَرَّ بِلَالٌ عَلَى عِنَادِهِ ، فَقَالُوا لَهُ :
Mereka putus asa agar budak Habsyi itu mencaci Muhammad atau menyebutnya dengan keburukan, maka tidak ada cara lain selain ia menyebut tuhan-tuhan mereka dengan kebaikan agar mereka melepaskannya. Kekalahan tampak mengerikan di mata mereka jika Bilal terus bersikeras, maka mereka berkata kepadanya:
— اذْكُرِ اللَّاتَ وَالْعُزَّى .
— "Sebutlah Lata dan 'Uzza."
— أَحَدٌ .. أَحَدٌ .
— "Esa... Esa."
— قُلْ كَمَا نَقُولُ ..
— "Katakanlah seperti yang kami katakan..."
فَيَقُولُ بِلَالٌ فِي سُخْرِيَةٍ :
Maka Bilal berkata dengan menyindir:
— إِنَّ لِسَانِي لَا يُحْسِنُهُ .
— "Sesungguhnya lisanku tidak bisa mengucapkannya."
فَرَفَسَهُ أَبُو جَهْلٍ رَفْسَةً شَدِيدَةً وَهُوَ يَقُولُ :
Maka Abu Jahal menendangnya dengan tendangan yang keras seraya berkata:
أَمَا زِلْتَ عَلَى غَيِّكَ يَا ابْنَ السَّوْدَاءِ .
"Apakah engkau masih di atas kesesatanmu wahai anak perempuan berkulit hitam."
وَتَمَادَوْا فِي تَعْذِيبِهِ وَبِلَالٌ يُنْشِدُ نَشِيدَهُ :
Mereka terus-menerus menyiksanya, sementara Bilal melantunkan nyanyiannya:
— أَحَدٌ .. أَحَدٌ . إِنْ يَقْتُلُونِي فَلَمْ أَكُنْ لِأُشْرِكَ بِالرَّحْمَنِ مِنْ خَشْيَةِ الْقَتْلِ ، فَيَا رَبَّ إِبْرَاهِيمَ وَيُونُسَ وَمُوسَى وَعِيسَى نَجِّنِي ثُمَّ لَا تَبْلُ .
— "Esa... Esa. Jika mereka membunuhku, aku tidak akan menyekutukan Ar-Rahman karena takut mati. Maka wahai Tuhan Ibrahim, Yunus, Musa, dan 'Isa, selamatkanlah aku kemudian janganlah Engkau mengujiku."
ذَاقَ بِلَالٌ حَلَاوَةَ الطَّاعَةِ وَتَعَلَّقَتْ هِمَّتُهُ بِاللهِ وَعَرَفَ مُرَاقَبَةَ أَنْفَاسِهِ وَأَحَبَّ اللهَ مِنْ كُلِّ قَلْبِهِ فَصَبَرَ عَلَى الشِّدَّةِ ، فَمَنْ ذَاقَ شَيْئًا مِنْ خَالِصِ مَحَبَّةِ اللهِ أَلْهَاهُ ذَلِكَ عَمَّنْ سِوَاهُ . إِنَّهُ أَصْبَحَ يَحْتَقِرُ جَلَّادِيهِ ، هَانُوا فِي عَيْنَيْهِ ، وَبَاتَ يَسْتَشْعِرُ عِزَّةً تَمْلَأُ جَوَانِحَهُ فَكَانَ الِاضْطِهَادُ يُشْعِلُ نَارَ الْيَقِينِ فِي قَلْبِهِ وَيُدْنِيهِ مِنْ رَبِّهِ وَيَجْعَلُهُ يُحِسُّ وَهُوَ مُكَبَّلٌ بِالْقُيُودِ أَنَّهُ أَكْثَرُ حُرِّيَّةً مِنَ الَّذِينَ يَتَوَسَّلُونَ إِلَيْهِ أَنْ يَذْكُرَ آلِهَتَهُمْ بِخَيْرٍ لِيَحْفَظُوا كَرَامَتَهُمُ الْمَزْعُومَةَ وَكِبْرِيَاءَهُمُ الْجَوْفَاءَ .
Bilal telah merasakan manisnya ketaatan, cita-citanya tertambat kepada Allah, ia mengenal pengawasan terhadap nafasnya, dan mencintai Allah dengan sepenuh hatinya, maka ia bersabar terhadap kesulitan. Barangsiapa telah merasakan sedikit dari murni cinta Allah, hal itu membuatnya lupa akan selain-Nya. Ia menjadi menghina para penyiksanya, mereka menjadi rendah di matanya, dan ia mulai merasakan kemuliaan yang memenuhi relung jiwanya. Penindasan itu justru menyalakan api keyakinan di dalam hatinya, mendekatkannya kepada Tuhannya, dan membuatnya merasa saat dirantai dengan borgol bahwa dirinya lebih merdeka daripada orang-orang yang memohon kepadanya agar ia menyebut tuhan-tuhan mereka dengan kebaikan demi menjaga kehormatan yang mereka klaim sendiri dan kesombongan mereka yang kosong.
وَاشْتَدَّ الْبَلَاءُ بِأَصْحَابِ رَسُولِ اللهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فَرَأَى فِي الْمَنَامِ أَنَّهُ يُهَاجِرُ إِلَى أَرْضٍ ذَاتِ نَخْلٍ وَشَجَرٍ وَمَاءٍ ، فَقَصَّهَا عَلَى أَصْحَابِهِ فَاسْتَبْشَرُوا وَرَأَوْا فِيهَا فَرَجًا مِمَّا هُمْ فِيهِ مِنْ أَذَى الْمُشْرِكِينَ . وَمَرَّتِ الْأَيَّامُ وَإِيذَاءُ قُرَيْشٍ لِلْمُسْلِمِينَ يَزْدَادُ وَالْأَمْرُ بِالْهِجْرَةِ لَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ ، فَجَاءُوا إِلَى رَسُولِ اللهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - وَقَالُوا :
Cobaan semakin berat menimpa para sahabat Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam-, lalu beliau melihat dalam mimpi bahwa beliau berhijrah ke tanah yang memiliki pohon kurma, pepohonan, dan air. Beliau menceritakannya kepada para sahabatnya, maka mereka bergembira dan melihat di dalamnya sebagai jalan keluar dari apa yang mereka alami berupa gangguan orang-orang musyrik. Hari-hari berlalu dan gangguan Quraisy terhadap kaum Muslimin kian bertambah, sementara perintah hijrah belum turun dari langit. Maka mereka datang kepada Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- dan berkata:
— يَا رَسُولَ اللهِ مَتَى نُهَاجِرُ إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي رَأَيْتَ ؟
— "Wahai Rasulullah, kapan kami berhijrah ke tanah yang engkau lihat?"
فَسَكَتَ رَسُولُ اللهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - ، فَأَنْزَلَ اللهُ تَعَالَى : ﴿ وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ . أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ إِنِ افْتَرَيْتُهُ فَلَا تَمْلِكُونَ لِي مِنَ اللَّهِ شَيْئًا هُوَ أَعْلَمُ بِمَا تُفِيضُونَ فِيهِ كَفَى بِهِ شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ . قُلْ مَا كُنْتُ بِدْعًا مِنَ الرُّسُلِ وَمَا أَدْرِي مَا يُفْعَلُ بِي وَلَا بِكُمْ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَى إِلَيَّ وَمَا أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ مُبِينٌ ﴾ ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - لِأَصْحَابِهِ :
Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- terdiam, maka Allah Ta'ala menurunkan: "Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang, orang-orang yang kafir berkata terhadap kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka: 'Ini adalah sihir yang nyata'. Apakah mereka mengatakan: 'Dia (Muhammad) mengada-adakannya'. Katakanlah: 'Jika aku mengada-adakannya, maka kamu tidak kuasa sedikit pun menolong aku dari azab Allah'. Dia lebih mengetahui apa yang kamu percakapkan tentang Al-Qur'an itu. Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu, dan Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: 'Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan'". Maka Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda kepada para sahabatnya:
— إِنَّمَا هُوَ شَيْءٌ رَأَيْتُهُ فِي مَنَامِي مَا أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَى إِلَيَّ .
— "Itu hanyalah sesuatu yang aku lihat dalam mimpiku, aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku."
وَضَاقَ أُمَيَّةُ بْنُ خَلَفٍ وَأَبُو جَهْلٍ وَالْمُشْرِكُونَ بِثَبَاتِ بِلَالٍ عَلَى دِينِهِ عَلَى الرَّغْمِ مِنْ كُلِّ صُنُوفِ الْعَذَابِ الَّتِي أَنْزَلُوهَا بِهِ ، وَخَشُوا أَنْ يَكُونَ عَذَابُهُ وَثَبَاتُهُ فِتْنَةً لِلنَّاسِ عِوَضًا عَنْ أَنْ يَكُونَ زَجْرًا وَتَرْهِيبًا فَأَخْرَجُوهُ إِلَى الرَّمْضَاءِ وَوَضَعُوا صَخْرَةً عَظِيمَةً عَلَى صَدْرِهِ ، فَرَاحَ بِلَالٌ يُنْشِدُ نَشِيدَهُ مُسْتَخِفًّا بِالْعَذَابِ وَالْأَهْوَالِ :
Umayyah bin Khalaf, Abu Jahal, dan orang-orang musyrik tidak sabar dengan keteguhan Bilal terhadap agamanya meskipun berbagai macam siksaan telah mereka timpakan kepadanya. Mereka khawatir siksaan dan ketegarannya justru menjadi fitnah (daya tarik) bagi orang-orang, alih-alih menjadi pencegah dan ancaman. Mereka membawanya ke padang pasir yang membakar dan meletakkan batu besar di atas dadanya, lalu Bilal mulai melantunkan nyanyiannya sambil meremehkan siksaan dan kengerian:
— أَحَدٌ .. أَحَدٌ .
— "Esa... Esa."
— اذْكُرِ اللَّاتَ وَالْعُزَّى .. قُلْ كَمَا نَقُولُ .. اذْكُرِ اللَّاتَ وَالْعُزَّى بِخَيْرٍ .
— "Sebutlah Lata dan 'Uzza... katakan seperti yang kami katakan... sebutlah Lata dan 'Uzza dengan kebaikan."
— أَحَدٌ .. أَحَدٌ .
— "Esa... Esa."
وَرَاحُوا يَرْفُسُونَهُ فِي حَنَقٍ وَيَضْرِبُونَهُ فِي غَضَبٍ ثَائِرٍ وَهُوَ يَقُولُ :
Mereka menendangnya dengan penuh kemarahan dan memukulnya dengan kemurkaan yang meledak-ledak, sementara ia berkata:
— إِنْ يَقْتُلُونِي فَلَمْ أَكُنْ لِأُشْرِكَ بِالرَّحْمَنِ مِنْ خَشْيَةِ الْقَتْلِ ، فَيَا رَبَّ إِبْرَاهِيمَ وَيُونُسَ وَمُوسَى وَعِيسَى نَجِّنِي ثُمَّ لَا تَبْلُ .
— "Jika mereka membunuhku, aku tidak akan menyekutukan Ar-Rahman karena takut mati. Maka wahai Tuhan Ibrahim, Yunus, Musa, dan 'Isa, selamatkanlah aku kemudian janganlah Engkau mengujiku."
وَخَرَجَ أَبُو بَكْرٍ مِنْ عِنْدِ النَّبِيِّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فِي الْهَجِيرَةِ وَقَدْ تَشَاوَرَ الصَّاحِبَانِ فِي أَمْرِ بِلَالٍ وَانْطَلَقَ إِلَى سَاحَةِ التَّعْذِيبِ ، وَمَا إِنْ رَأَى بِلَالًا يَئِنُّ تَحْتَ الصَّخْرَةِ وَهُوَ يَقُولُ : أَحَدٌ .. أَحَدٌ . حَتَّى أَحَسَّ كَأَنَّ كَبِدَهُ تَكَادُ أَنْ تَتَصَدَّعَ وَهَرَعَ إِلَى أُمَيَّةَ وَقَالَ لَهُ :
Abu Bakar keluar dari tempat Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- di tengah hari yang sangat panas, kedua sahabat itu telah bermusyawarah tentang perkara Bilal, lalu ia pergi ke tempat penyiksaan. Begitu ia melihat Bilal mengerang di bawah batu sambil berkata: "Esa... Esa." Ia merasa seolah-olah hatinya hampir pecah, lalu ia bergegas kepada Umayyah dan berkata kepadanya:
— حَتَّى مَتَى تُعَذِّبُ هَذَا الْعَبْدَ ؟ أَلَا تَتَّقِي اللهَ فِيهِ ؟
— "Sampai kapan engkau menyiksa budak ini? Tidakkah engkau takut kepada Allah terhadapnya?"
— كُفَّ يَا ابْنَ أَبِي قُحَافَةَ ، إِنَّهُ يُعَذَّبُ بِسَبَبِكَ فَمَا أَفْسَدَهُ سِوَاكَ .
— "Berhentilah wahai Ibnu Abi Quhafah, sesungguhnya ia disiksa karena sebabmu, tidak ada yang merusaknya selain engkau."
وَكَأَنَّمَا أَرَادُوا أَنْ يَتَخَلَّصُوا مِنْ عَارِ صُمُودِ بِلَالٍ عَلَى التَّعْذِيبِ وَعَدَمِ النُّطْقِ بِمَا يُحِبُّونَ ، فَقَالَ أُمَيَّةُ :
Seakan-akan mereka ingin melepaskan diri dari kehinaan keteguhan Bilal dalam menghadapi siksaan dan karena ia tidak mengucapkan apa yang mereka sukai, maka Umayyah berkata:
— أَنْقِذْهُ مِمَّا تَرَى .
— "Selamatkanlah ia dari apa yang engkau lihat."
كَانَ أُمَيَّةُ بْنُ خَلَفٍ زَاهِدًا فِي عَبْدِهِ الَّذِي وَقَفَ كَالطَّوْدِ فِي وَجْهِ سَادَاتِ قُرَيْشٍ يُرَدِّدُ نَشِيدَهُ : ( أَحَدٌ .. أَحَدٌ ) مُسْتَحْقِرًا كُلَّ شَيْءٍ سِوَى رَبِّهِ الَّذِي ثَبَّتَ فُؤَادَهُ ، وَقَدْ مَلَّ أُمَيَّةُ تَعْذِيبَ بِلَالٍ وَمَا كَانَ يَرْتَجِفُ إِلَّا مِنْ أَنْ يُضْطَرَّ أَنْ يُعْلِنَ عَلَى الْمَلَأِ أَنَّهُ هُزِمَ أَمَامَ عَبْدِهِ الَّذِي اسْتَخَفَّ بِأَهْوَالِ الْعَذَابِ فِي سَبِيلِ عَقِيدَتِهِ ، فَلَمَّا عَرَضَ عَلَيْهِ أَبُو بَكْرٍ أَنْ يَشْتَرِيَ بِلَالًا بِخَمْسِ أَوَاقٍ ذَهَبًا قَالَ دُونَ تَفْكِيرٍ :
Umayyah bin Khalaf tidak lagi berminat pada budaknya yang berdiri bagaikan gunung di hadapan para pemimpin Quraisy, mengulang-ulang nyanyiannya: "Esa... Esa", meremehkan segala sesuatu selain Tuhannya yang telah menguatkan hatinya. Umayyah bosan menyiksa Bilal dan ia hanya gemetar karena harus terpaksa mengumumkan kepada publik bahwa ia kalah di hadapan budaknya yang meremehkan kengerian siksaan demi keyakinannya. Ketika Abu Bakar menawarkan untuk membeli Bilal dengan lima uqiyah emas, ia berkata tanpa berpikir:
— لَوْ أَبَيْتَ إِلَّا أُوقِيَّةً لَبِعْنَاهُ .
— "Seandainya engkau menolak kecuali satu uqiyah pun, niscaya kami menjualnya kepadamu."
فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ فِي صِدْقٍ :
Abu Bakar berkata dengan jujur:
— لَوْ أَبَيْتُمْ إِلَّا مِائَةَ أُوقِيَّةٍ لَأَخَذْتُهُ .
— "Seandainya kalian menolak kecuali seratus uqiyah pun, niscaya aku akan mengambilnya."
وَرُفِعَتِ الصَّخْرَةُ عَنْ صَدْرِ بِلَالٍ وَأَخَذَهُ أَبُو بَكْرٍ وَانْطَلَقَا إِلَى حَيْثُ كَانَ رَسُولُ اللهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - ، وَفِي الطَّرِيقِ الْتَفَتَ بِلَالٌ إِلَى أَبِي بَكْرٍ وَقَالَ :
Batu besar diangkat dari dada Bilal, lalu Abu Bakar membawanya dan mereka pergi ke tempat Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam-. Di tengah jalan, Bilal menoleh kepada Abu Bakar dan berkata:
— إِنْ كُنْتَ إِنَّمَا اشْتَرَيْتَنِي لِنَفْسِكَ فَأَمْسِكْنِي ، وَإِنْ كُنْتَ إِنَّمَا اشْتَرَيْتَنِي لِلَّهِ فَدَعْنِي وَعَمَلَ اللهِ .
— "Jika engkau membeliku untuk dirimu sendiri, maka tahanlah aku. Namun jika engkau membeliku karena Allah, maka biarkanlah aku beramal untuk Allah."
وَدَخَلَا عَلَى النَّبِيِّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - . فَلَمَّا رَأَى بِلَالًا بَانَ السُّرُورُ فِي وَجْهِهِ فَالْتَفَتَ إِلَى أَبِي بَكْرٍ فَقَالَ :
Keduanya masuk menemui Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-. Ketika beliau melihat Bilal, kegembiraan tampak di wajahnya, lalu beliau menoleh kepada Abu Bakar dan bersabda:
— الشَّرِكَةُ يَا أَبَا بَكْرٍ .
— "Sertakan aku (dalam pahalanya) wahai Abu Bakar."
— لَقَدْ أَطْلَقْتُ سَرَاحَهُ يَا رَسُولَ اللهِ .
— "Aku telah memerdekakannya wahai Rasulullah."
وَرَاحَتْ قُرَيْشٌ تَقُولُ : إِنَّمَا أَعْتَقَ أَبُو بَكْرٍ بِلَالًا لِيَدٍ كَانَتْ لَهُ عِنْدَهُ فَيُكَافِئُهُ بِهَا . أَرَادُوا بِذَلِكَ أَنْ يُشَكِّكُوا فِي فِعْلِ أَبِي بَكْرٍ وَفِي أَنَّ عَمَلَهُ لَمْ يَكُنْ خَالِصًا لِوَجْهِ اللهِ ، وَلَمْ يَلْتَفِتْ أَبُو بَكْرٍ إِلَى افْتِرَاءَاتِ الْكَافِرِينَ بَلِ اسْتَمَرَّ يَشْتَرِي جَمَاعَةً آخَرِينَ مِمَّنْ كَانَ يُعَذَّبُ فِي اللهِ ، فَاشْتَرَى حَمَامَةَ أُمَّ بِلَالٍ وَعَامِرَ بْنَ فُهَيْرَةَ وَأَبَا فُكَيْهَةَ وَالنَّهْدِيَّةَ وَابْنَتَهَا وَكَانَتَا لِلْوَلِيدِ بْنِ الْمُغِيرَةِ وَكَانَ يُعَذِّبُهُمَا عَذَابًا شَدِيدًا .
Quraisy mulai berkata: "Abu Bakar memerdekakan Bilal hanya karena ada jasa Bilal terhadapnya, maka ia membalasnya." Dengan itu, mereka ingin meragukan tindakan Abu Bakar dan bahwa perbuatannya tidak murni karena Allah. Abu Bakar tidak menghiraukan fitnah orang-orang kafir, bahkan ia terus membeli kelompok lain yang disiksa karena Allah. Ia membeli Hamamah (ibu Bilal), 'Amir bin Fuhairah, Abu Fukaihah, An-Nahdiyah dan putrinya yang merupakan budak Al-Walid bin Al-Mughirah, di mana Al-Walid biasa menyiksa keduanya dengan siksaan yang berat.
وَرَأَى أَبُو قُحَافَةَ مَا يَفْعَلُ ابْنُهُ فَهَرَعَ إِلَيْهِ يَقُولُ :
Abu Quhafah melihat apa yang dilakukan anaknya, lalu ia bergegas kepadanya seraya berkata:
— يَا بُنَيَّ ! أَرَاكَ تَعْتِقُ رِقَابًا ضِعَافًا ، فَلَوْ أَنَّكَ إِذَا فَعَلْتَ أَعْتَقْتَ رِجَالًا جَلْدَةً يَمْنَعُونَكَ وَيَقُومُونَ دُونَكَ .
— "Wahai anakku! Aku melihatmu memerdekakan budak-budak yang lemah. Seandainya engkau melakukan hal itu, memerdekakan laki-laki yang kuat yang dapat melindungimu dan membelamu."
فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ لِأَبِيهِ الَّذِي لَمْ يُشْرِقِ الْيَقِينُ فِي قَلْبِهِ بَعْدُ :
Abu Bakar berkata kepada ayahnya yang keyakinannya belum bersinar di dalam hatinya:
— يَا أَبَتِ إِنِّي إِنَّمَا أُرِيدُ مَا أُرِيدُ .
— "Wahai ayah, sesungguhnya aku menginginkan apa yang aku inginkan."
— يَا بُنَيَّ لَوْ كُنْتَ تَبْتَاعُ مَنْ يَمْنَعُ ظَهْرَكَ .
— "Wahai anakku, seandainya engkau membeli orang yang dapat melindungimu."
— مَا مَنَعَ ظَهْرِي أُرِيدُ .
— "Bukan pelindung diriku yang aku inginkan."
فَأَنْزَلَ اللهُ تَعَالَى قُرْآنًا يَرُدُّ بِهِ عَلَى افْتِرَاءِ الْكَافِرِينَ عَلَى أَبِي بَكْرٍ وَزَعْمِهِمْ أَنَّهُ مَا أَعْتَقَ أَبُو بَكْرٍ بِلَالًا إِلَّا لِيَدٍ لَهُ عِنْدَهُ ، وَلِيُقَارِنَ بَيْنَ فِعْلِ أَبِي بَكْرٍ وَفِعْلِ أُمَيَّةَ بْنِ خَلَفٍ : ﴿ وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى . وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى . وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَى . إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّى . فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى . وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى . فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى . وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَى . وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى . فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى . وَمَا يُغْنِي عَنْهُ مَالُهُ إِذَا تَرَدَّى . إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَى . وَإِنَّ لَنَا لَلْآخِرَةَ وَالْأُولَى . فَأَنْذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّى . لَا يَصْلَاهَا إِلَّا الْأَشْقَى . الَّذِي كَذَّبَ وَتَوَلَّى . وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى . الَّذِي يُؤْتِي مَالَهُ يَتَزَكَّى . وَمَا لِأَحَدٍ عِنْدَهُ مِنْ نِعْمَةٍ تُجْزَى . إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَى . وَلَسَوْفَ يَرْضَى ﴾
Maka Allah Ta'ala menurunkan Al-Qur'an untuk membantah fitnah orang-orang kafir terhadap Abu Bakar dan anggapan mereka bahwa Abu Bakar tidak memerdekakan Bilal kecuali karena jasa Bilal terhadapnya. Dan untuk membandingkan antara perbuatan Abu Bakar dan perbuatan Umayyah bin Khalaf: "Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan, sesungguhnya usahamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa. Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk, dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia. Maka Kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala. Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman). Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, melainkan (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya Yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan."
« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi